Author Topic: Renungan Harian®  (Read 113037 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

October 29, 2018, 06:35:56 AM
Reply #1930
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23466
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/2018/109-oktober.html

 PANGGILAN HIDUP KUDUS
1
2
3
4
5
Rating 5.00 (5 Votes)

    Diterbitkan hari Senin, 29 Oktober 2018 00:00
    Ditulis oleh Wahyu Barmanto   
    Dibaca: 1738 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: 1 Tesalonika 4:1-12

Allah memanggil kita bukan untuk melakukan apa yang cemar, melainkan apa yang kudus. (1 Tesalonika 4:7)


Bacaan Alkitab Setahun:
Lukas 19-20



Menurut ECPAT (organisasi yang bergerak melawan eksploitasi seksual komersial anak), sepanjang September 2016 sampai Februari 2017 ditemukan enam kasus pornografi dengan jumlah korban sebanyak 157 anak. Sebagian besar kasus ini memanfaatkan internet, beroperasi di jaringan gelap (dark web) yang rumit dan anonim, yang melindungi para pelaku secara maksimal.

Berhati-hatilah dalam mengakses informasi yang ada di media cetak, elektronik dan internet. Berlakulah bijak, tidak mudah terpengaruh oleh informasi dan ajaran yang dapat melemahkan iman.

Sejak zaman gereja mula-mula, kedursilaan menjadi salah satu godaan kuat bagi gereja. Kedursilaan artinya berkelakuan buruk, jahat, hidup sekehendak sendiri, tidak menaati perintah Tuhan. Rasul Paulus memberikan alasan sekuat mungkin untuk memelihara moralitas jemaat dengan melandaskannya pada kehendak dan panggilan Allah serta sifat ROH KUDUS yang berdiam di dalam hati setiap orang percaya. Kehendak Allah menyatakan bahwa orang percaya harus hidup melakukan apa yang kudus (hagiasmos).

Pada nas di atas dengan jelas dinyatakan bahwa Allah memanggil kita bukan untuk melakukan apa yang cemar. Allah tidak menghendaki kita melakukan tindakan yang bertentangan dengan ajaran Firman Tuhan dan dapat merusak moral, misalnya pornografi atau pornoaksi. Kita dipanggil untuk melakukan apa yang kudus. Artinya kita harus hidup taat kepada Allah, melakukan kehendak Allah dan melakukan perintah-Nya dengan baik.

—WB/www.renunganharian.net


KITA DIPANGGIL UNTUK HIDUP KUDUS DAN MELAKUKAN
SEMUA PERINTAH TUHAN DENGAN BAIK

Anda diberkati melalui Renungan Harian?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan kami.
Rek. Renungan Harian BCA No. 456 500 8880 a.n. Yayasan Gloria



October 30, 2018, 05:39:39 AM
Reply #1931
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23466
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/2018/109-oktober.html

 MENINDAKLANJUTI PENYESALAN
1
2
3
4
5
Rating 5.00 (2 Votes)

    Diterbitkan hari Selasa, 30 Oktober 2018 00:00
    Ditulis oleh Richard Tri Gunadi   
    Dibaca: 1150 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: Mazmur 25:1-22

Dosa-dosaku pada waktu muda dan pelanggaran-pelanggaranku janganlah Kauingat, tetapi ingatlah kepadaku sesuai dengan kasih setia-Mu, oleh karena kebaikan- Mu, ya TUHAN. (Mazmur 25:7)


Bacaan Alkitab Setahun:
Lukas 21-22



Angga pulang dengan marah setelah ditegur pimpinannya. Di rumah ia memperlakukan istri dan anaknya dengan kasar sehingga mereka pergi ke rumah mertua. Bukannya memperbaiki diri, Angga berjudi dan mabuk. Kondisi bukannya membaik, melainkan justru memburuk karena ia menindaklanjuti penyesalannya dengan cara yang keliru.

Ada orang yang menghabiskan waktu dan energi untuk menyesali kesalahan yang sudah diperbuat. Padahal, ia sebetulnya sudah tahu kalau tak bisa berbuat apa-apa lagi untuk memperbaiki kerusakan tersebut. Kisah Daud ketika jatuh dalam dosa dan ditegur oleh nabi-Nya, selalu menjadi pengingat yang baik bagi kita.

Jika Daud terus-menerus menyesali diri karena sudah membunuh Uria dan berzinah dengan Batsyeba, ia tidak akan menjadi raja yang diperkenan oleh Tuhan. Ia sadar dosa yang dilakukannya membuat Tuhan murka dan mendatangkan banyak masalah, ia sadar itu tangggung jawabnya, ia menerima konsekuensi dosa yang dilakukannya. Daud mengakui dosanya, memohon agar Tuhan tidak mengingat-ingat lagi pelanggarannya dan mengingat segala kasih setia-Nya.

Menyesal dan memohon ampun kepada Tuhan atas segala dosa kita itu sudah benar. Namun, jauh lebih berguna kalau kita menindaklanjuti penyesalan dengan tidak lagi mengulangi perbuatan yang sama dan melakukan perbuatan yang berguna. Jadikan kesalahan atau dosa pada masa lalu sebagai pembelajaran, agar kita sekarang dan nanti mengerjakan hal-hal yang berguna dan berdampak positif.

—RTG/www.renunganharian.net


RESPONS PENYESALAN YANG BENAR ADALAH
MEMOHON AMPUN KEPADA TUHAN DAN MEMPERBAIKI DIRI

Anda diberkati melalui Renungan Harian?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan kami.
Rek. Renungan Harian BCA No. 456 500 8880 a.n. Yayasan Gloria



October 31, 2018, 06:04:48 AM
Reply #1932
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23466
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/2018/109-oktober.html

 BUKAN HANYA PENGAKUAN
1
2
3
4
5
Rating 4.78 (9 Votes)

    Diterbitkan hari Rabu, 31 Oktober 2018 00:00
    Ditulis oleh Linawati Santoso   
    Dibaca: 1415 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: Mazmur 53

Orang bebal berkata dalam hatinya: “Tidak ada Allah!” Busuk dan jijik kecurangan mereka, tidak ada yang berbuat baik. (Mazmur 53:2)


Bacaan Alkitab Setahun:
Lukas 23-24



Seorang pemuda ateis berjalan melewati hutan. Ia bertemu pria kekar yang sedang duduk membaca buku di bawah pohon. “Apa yang kaubaca?” tanyanya. “Ini Alkitab,” jawab pria itu. Pemuda itu tertawa. “Buku itu tidak berguna. Tuhan itu tidak ada!” Pria kekar itu menjawab, “Jika Tuhan tidak ada, aku tidak akan segan memakanmu karena dulu aku seorang kanibal!”

Banyak orang secara terang-terangan mengaku: “Aku memercayai Tuhan!” Namun, meskipun mengakui keberadaan Tuhan, sebagian orang bertindak seolah-olah di dunia ini tidak ada Tuhan. Bukannya berbuat baik, mereka lebih suka melakukan kebusukan dan kecurangan yang menjijikkan (ay. 2). Fitnah, korupsi, manipulasi, bahkan “menusuk” rekan di kanan-kiri dianggap biasa. Bukankah tindakan demikian dapat disamakan dengan kehidupan tanpa Tuhan? Firman Tuhan menyebut orang-orang yang suka melakukan kejahatan itu sebagai orang-orang yang hidup tanpa kesadaran (ay. 5). Sungguh ironis mereka tidak menyadari adanya akhir kehidupan yang menyedihkan, yang sudah menanti mereka di depan!

Kita dituntut bukan hanya mengakui keberadaan Tuhan, melainkan hidup sesuai standar Tuhan. Apalah artinya sebuah pengakuan tanpa adanya bukti meyakinkan? Iman tanpa perbuatan bahkan dikatakan mati (Yak. 2:17). Jika kita hendak menyenangkan hati Tuhan, mari membuktikannya melalui perbuatan. Allah menjanjikan keselamatan dan pemulihan bagi umat yang beriman kepada-Nya (ay. 6).

—LIN/www.renunganharian.net


IMAN KEPERCAYAAN KITA KEPADA TUHAN MENJADI NYATA DI MATA DUNIA
APABILA KITA MAMPU MEMBUKTIKANNYA MELALUI PERBUATAN

Anda diberkati melalui Renungan Harian?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan kami.
Rek. Renungan Harian BCA No. 456 500 8880 a.n. Yayasan Gloria



November 01, 2018, 09:07:41 AM
Reply #1933
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23466
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/2018/109-oktober.html

 BUKAN HANYA PENGAKUAN
1
2
3
4
5
Rating 4.78 (27 Votes)

    Diterbitkan hari Rabu, 31 Oktober 2018 00:00
    Ditulis oleh Linawati Santoso   
    Dibaca: 5481 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: Mazmur 53

Orang bebal berkata dalam hatinya: “Tidak ada Allah!” Busuk dan jijik kecurangan mereka, tidak ada yang berbuat baik. (Mazmur 53:2)


Bacaan Alkitab Setahun:
Lukas 23-24



Seorang pemuda ateis berjalan melewati hutan. Ia bertemu pria kekar yang sedang duduk membaca buku di bawah pohon. “Apa yang kaubaca?” tanyanya. “Ini Alkitab,” jawab pria itu. Pemuda itu tertawa. “Buku itu tidak berguna. Tuhan itu tidak ada!” Pria kekar itu menjawab, “Jika Tuhan tidak ada, aku tidak akan segan memakanmu karena dulu aku seorang kanibal!”

Banyak orang secara terang-terangan mengaku: “Aku memercayai Tuhan!” Namun, meskipun mengakui keberadaan Tuhan, sebagian orang bertindak seolah-olah di dunia ini tidak ada Tuhan. Bukannya berbuat baik, mereka lebih suka melakukan kebusukan dan kecurangan yang menjijikkan (ay. 2). Fitnah, korupsi, manipulasi, bahkan “menusuk” rekan di kanan-kiri dianggap biasa. Bukankah tindakan demikian dapat disamakan dengan kehidupan tanpa Tuhan? Firman Tuhan menyebut orang-orang yang suka melakukan kejahatan itu sebagai orang-orang yang hidup tanpa kesadaran (ay. 5). Sungguh ironis mereka tidak menyadari adanya akhir kehidupan yang menyedihkan, yang sudah menanti mereka di depan!

Kita dituntut bukan hanya mengakui keberadaan Tuhan, melainkan hidup sesuai standar Tuhan. Apalah artinya sebuah pengakuan tanpa adanya bukti meyakinkan? Iman tanpa perbuatan bahkan dikatakan mati (Yak. 2:17). Jika kita hendak menyenangkan hati Tuhan, mari membuktikannya melalui perbuatan. Allah menjanjikan keselamatan dan pemulihan bagi umat yang beriman kepada-Nya (ay. 6).

—LIN/www.renunganharian.net


IMAN KEPERCAYAAN KITA KEPADA TUHAN MENJADI NYATA DI MATA DUNIA
APABILA KITA MAMPU MEMBUKTIKANNYA MELALUI PERBUATAN

Anda diberkati melalui Renungan Harian?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan kami.
Rek. Renungan Harian BCA No. 456 500 8880 a.n. Yayasan Gloria



November 02, 2018, 05:56:35 AM
Reply #1934
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23466
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/2018/110-november.html

 SAYA CINTA ENGKAU
1
2
3
4
5
Rating 4.17 (6 Votes)

    Diterbitkan hari Jum'at, 02 November 2018 00:00
    Ditulis oleh Piter Randan Bua   
    Dibaca: 1341 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: Filipi 1:12-26

Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan. (Filipi 1:21)


Bacaan Alkitab Setahun:
Yohanes 4-5



Romulo Saune besar sebagai anak gembala di Pegunungan Peruvian Andes. Tuhan memimpinnya keluar dari tempat terisolasi itu sehingga menjadi ketua tim penerjemah Alkitab di Quechua.

Pada 1992 ia pergi ke Chakiqpampa, tempat kakeknya, Pendeta Justiniano Quicana, dibunuh gerilyawan komunis, Sendero Luminoso. Romulo dan timnya membawa Alkitab. Tiga belas laki-laki dan lima belas perempuan menerima Kristus di desa itu setelah Romulo berkhotbah.

Dalam perjalanan ke kota lain Romulo dan timnya dipaksa keluar dari kendaraannya oleh gerilyawan Sendero Luminoso. Romulo membagikan Injil kepada mereka dan berkata, “Tuhan mengasihi kalian.” Namun, para gerilyawan itu berkata bahwa para penginjil itu mengkhianati mereka. Mereka pun diberondong dengan senapan. Empat orang meninggal, termasuk Romulo. Sebelum meninggal dari bibir Romulo keluar perkataan, “Tuhan, saya mencintai Engkau. Yesus, saya mencintai Engkau.”

Ada risiko ditanggung para pemberita Injil. Paulus dalam segala kebesarannya juga mengalami hal serupa. Ia dijebloskan ke dalam penjara, dibelenggu, dan dianiaya. Namun, tekadnya telah bulat, mati ataupun hidup siap dihadapinya. Ia berucap, “Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan.”

Akankah kita bersikap yang sama ketika mengalami hal serupa? Akankah kita tetap percaya pada Tuhan untuk mengatasi kesulitan kita? Siap sediakah kita memberitakan firman-Nya, termasuk kepada musuh kita? Cinta kita kepada-Nya akan mendorong kita begitu kuat.

—PRB/www.renunganharian.net


KEKUATAN CINTA AKAN MEMBUAT ORANG MEMBERIKAN
APA PUN DALAM HIDUPNYA, BAHKAN DIRINYA SEKALIPUN








 IKATAN PERJANJIAN ALLAH
1
2
3
4
5
Rating 4.60 (20 Votes)

    Diterbitkan hari Kamis, 01 November 2018 00:00
    Ditulis oleh Samuel Yudi Susanto   
    Dibaca: 5380 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: 1 Samuel 17:31-39

“Baik singa maupun beruang telah dihajar oleh hambamu ini. Dan orang Filistin yang tidak bersunat itu, ia akan sama seperti salah satu dari pada binatang itu, karena ia telah mencemooh barisan dari pada Allah yang hidup." (1 Samuel 17:36)


Bacaan Alkitab Setahun:
Yohanes 1-3



Dari mana Daud punya keberanian untuk menghadapi Goliat? Raja Saul dan umat Israel tidak mampu memahami bagaimana Daud menemukan iman yang begitu perkasa hingga berani menghadapi “raksasa” yang angkuh itu. Namun Alkitab mengajarkan kepada kita bagaimana Daud membangkitkan imannya.

Daud tidak pernah menganggap Goliat sebagai raksasa, sekalipun raja Saul dan umat Israel menganggap Goliat sebagai musuh yang luar biasa besar dan kuat di hadapan mereka. Daud memandang dirinya memiliki Tuhan yang Mahaperkasa yang tak tertandingi dan menganggap Goliat sebagai orang yang “tidak bersunat”—tidak memiliki perjanjian dengan Tuhan sehingga ditakdirkan untuk mengalami kebinasaan. Kepada raja Saul, Daud berkata: “Baik singa maupun beruang telah aku hajar. Dan orang Filistin yang tidak bersunat itu, ia akan sama seperti salah satu dari pada binatang itu.”

Ketika kita berhadapan dengan sebuah masalah, mari belajar melihat masalah itu dengan cara yang tepat. Kiranya kita mengingat bahwa hidup kita memiliki suatu ikatan perjanjian dengan Tuhan dan Dialah yang akan memikul tanggung jawab kita. Renungkan dan ingatlah segala kebaikan serta berkat-berkat Tuhan yang pernah kita alami di masa lampau. Mari mengingat bagaimana Tuhan memberikan kemenangan kepada kita. Semua hal ini akan menumbuhkan keberanian dan membangkitkan iman kita untuk menghadapi dan melewati semua rintangan yang terbentang di depan mata kita. Tuhanlah sumber kemenangan dan hidup kita terikat dengan janji-Nya.

—SYS/www.renunganharian.net


SEBESAR APA PUN RINTANGAN DI HADAPAN KITA, IA TIDAK AKAN MENGALAHKAN KITA
SEBAB HIDUP KITA TERIKAT DENGAN PERJANJIAN ALLAH



November 03, 2018, 06:08:44 AM
Reply #1935
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23466
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/2018/110-november.html

 PILIHLAH KEHIDUPAN!
1
2
3
4
5
Rating 4.11 (9 Votes)

    Diterbitkan hari Sabtu, 03 November 2018 00:00
    Ditulis oleh Pipi Agus Dhali   
    Dibaca: 983 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: Ulangan 30:15-20

“Pilihlah kehidupan, supaya engkau hidup, baik engkau maupun keturunanmu.” (Ulangan 30:19b)


Bacaan Alkitab Setahun:
Yohanes 6-8



Kata sabotase berasal dari sabot—nama sandal kayu yang dulu kala dipakai oleh para buruh pabrik di Prancis. Kalau merasa jengkel, tidak puas, atau berontak kepada majikannya, mereka melemparkan bakiak itu ke mesin-mesin yang sedang berputar. Mudah ditebak akibatnya. Kacau semua. Mesin terganjal dan macet. Berhenti berfungsi. Kena sabotase!

Ketika sedang membekali umat Israel demi menyongsong babak baru kehidupan mereka di tanah Kanaan, Musa memberikan wejangan sekaligus tantangan tentang memilih kehidupan (ay. 19). Sebab sebagian besar dari kehidupan kita ditentukan oleh pilihan kita. Pilihan yang salah, buruk, dan bodoh akan berefek domino. Berkelanjutan ke mana-mana. Merusak segalanya. Menghadirkan bencana. Menjauhkan kita dari berkat dan sejahtera serta masa depan (ay. 17-18). Menghancurkan kehidupan. Musa tak jemu-jemu mengingatkan agar umat memilih kehidupan.

Salah satu cara kita memilih kehidupan ialah jangan melakukan sabotase terhadapnya. Orang muda jangan bergaul bebas yang bisa membunuh hari depanmu. Para suami atau istri hindarilah bermain api asmara liar yang akan membuat biduk rumah tanggamu terbakar. Para orangtua jangan pilih kasih dan menanam benih iri hati dan dendam yang merusak jiwa anak-anakmu. Kekasaran pada mertua mencontohkan pada anak-anak bagaimana kelak mereka menjalani hidup pernikahannya. Ingatlah, pilihan kita sekarang tidak akan berhenti sampai di sini saja. Dampaknya pasti berkelanjutan hingga ke persoalan hidup dan mati. Maka, pilihlah kehidupan!

—PAD/www.renunganharian.net


PADA SEBUAH CERMIN TAMPAK WAJAH TERSENYUM BILA KITA TERSENYUM;
KEHIDUPAN AKAN BERPIHAK PADA KITA APABILA KITA MEMILIHNYA

Anda diberkati melalui Renungan Harian?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan kami.
Rek. Renungan Harian BCA No. 456 500 8880 a.n. Yayasan Gloria


November 04, 2018, 12:32:56 PM
Reply #1936
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23466
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/2018/110-november.html

 ANAK PANAH DI TANGAN PAHLAWAN
1
2
3
4
5
Rating 4.78 (9 Votes)

    Diterbitkan hari Minggu, 04 November 2018 00:00
    Ditulis oleh Go Hok Jin   
    Dibaca: 1895 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: Mazmur 127:3-5

Seperti anak-anak panah di tangan pahlawan, demikianlah anak-anak pada masa muda. (Mazmur 127:4)


Bacaan Alkitab Setahun:
Yohanes 9-10



Saya senang melihat orangtua yang terlibat aktif mendampingi dan mendukung anak, demi kebaikannya pada masa mendatang. Seperti yang saya lihat dalam kehidupan Inoe, ibu muda dengan anak yang mulai remaja. Sejak anaknya masih kecil, Inoe dan suaminya dengan jeli melihat bakat si anak dalam bermain bulu tangkis. Mereka pun memutuskan untuk mendukung penuh, sambil berharap kelak anaknya dapat menjadi pebulutangkis nasional yang membanggakan negara di kancah internasional.

Pemazmur mengibaratkan hadirnya anak-anak pada masa muda, seperti anak panah di tangan pahlawan. Frasa “pada masa muda” merujuk pada pasangan suami istri yang masih muda secara usia, atau kini dikenal sebagai keluarga muda. Keluarga muda biasanya memiliki idealisme yang kuat, wawasan yang luas, dan tenaga yang dianggap cukup untuk merancangkan masa depan dari anak yang Tuhan percayakan dalam kehidupan mereka. Ditambah dengan kejelian mengamati perkembangan anak dan visi yang kuat, dapat “melesatkan” anak-anak mereka ke sasaran yang tepat. Mereka akan menjadi anak-anak yang cakap, produktif, memiliki visi yang kuat, bahkan hidupnya akan menjadi berkat dan memuliakan Allah, dalam penyertaan dan kasih karunia Allah.

Allah tak sedang iseng ketika “menitipkan” seorang anak kepada sebuah keluarga. Ia menghendaki agar si anak dapat menerima perlakuan yang tepat, sehingga pada waktunya, ia dapat “dilesatkan” untuk memenuhi rencana dan tujuan Allah atas kehidupannya. Bagaimana dengan anak yang Tuhan percayakan kepada kita?

—GHJ/www.renunganharian.net


KESUKSESAN SEORANG ANAK DITENTUKAN OLEH KESIAPAN ORANGTUA
DALAM MEMPERLAKUKAN ANAK TERSEBUT

Anda diberkati melalui Renungan Harian?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan kami.
Rek. Renungan Harian BCA No. 456 500 8880 a.n. Yayasan Gloria


November 05, 2018, 06:30:50 AM
Reply #1937
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23466
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/2018/110-november.html

 MAKIN TUA MAKIN MEMBERKATI
1
2
3
4
5
Rating 5.00 (4 Votes)

    Diterbitkan hari Senin, 05 November 2018 00:00
    Ditulis oleh Linawati Santoso   
    Dibaca: 1595 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: Filipi 2:12-18

… karena itu tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar, bukan saja seperti waktu aku masih hadir, tetapi terlebih lagi sekarang waktu aku tidak hadir. (Filipi 2:12)


Bacaan Alkitab Setahun:
Yohanes 11-12



Sejak muda, Ibu Sumi aktif dalam pelayanan penginjilan. Usianya kini sudah 60 tahunan. Tambahan lagi, kakinya tidak kuat berjalan jauh. Untuk mengisi waktu luang, ia mengunjungi anak-anak terlantar di sekitar rumahnya sambil membagikan nasi bungkus. Ia juga mengajari mereka baca tulis dan berhitung sederhana. “Semakin tua, kehidupan Ibu Sumi tampak semakin memberkati!” demikian pendapat rekan-rekannya.

Filipi 2:12 bukan menuliskan “Kerjakan keselamatanmu di usia muda,” melainkan “Tetaplah kerjakan keselamatanmu.” Itu artinya, tidak ada masa pensiun bagi kita untuk bekerja melayani Tuhan. Melayani Tuhan tidak terbatas pada bidang-bidang pelayanan di gereja. Jika diberi kesempatan melayani di gereja, bersyukurlah! Namun, apabila kita belum mempunyai kesempatan untuk terlibat di sana, bersyukurlah juga! Mengapa? Karena Tuhan masih menyediakan banyak cara untuk melayani-Nya. Lihatlah sekeliling kita! Kita dapat memberikan santunan kepada kaum papa, menghibur mereka yang terluka, dan menolong mereka yang susah. Meskipun hal itu tidak populer di mata dunia, apa yang kita lakukan sungguh berharga di mata Allah.

Tidak ada pelayanan yang terlalu kecil bagi Tuhan sebab Dialah yang mengerjakan semua itu di dalam kita (ay. 13). Ketika bekerja di ladang-Nya, kita tidak perlu bersungut-sungut apalagi membandingkan pekerjaan kita dengan orang lain (ay. 14). Sebaliknya, lakukan dengan setia dan penuh sukacita sebab ada upah bagi pekerjaan kita!

—LIN/www.renunganharian.net


TIDAK PEDULI BERAPA USIA KITA, KITA HARUS TERUS BERJUANG
MENGHASILKAN BUAH BAGI KEMULIAAN ALLAH

Anda diberkati melalui Renungan Harian?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan kami.
Rek. Renungan Harian BCA No. 456 500 8880 a.n. Yayasan Gloria



November 06, 2018, 05:16:44 AM
Reply #1938
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23466
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/2018/110-november.html

 TIDAK EGOIS
1
2
3
4
5
Rating 4.40 (5 Votes)

    Diterbitkan hari Selasa, 06 November 2018 00:00
    Ditulis oleh Antok Setyo Wibowo   
    Dibaca: 826 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: 1 Raja-raja 3:1-15

“Maka berikanlah kepada hamba-Mu ini hati yang faham menimbang perkara untuk menghakimi umat-Mu dengan dapat membedakan antara yang baik dan yang jahat....” (1 Raja-Raja 3:9)


Bacaan Alkitab Setahun:
Yohanes 13-16



Jika seseorang boleh meminta, manakah yang akan ia minta, sesuatu yang menyenangkan diri sendiri atau yang menyenangkan orang lain? Di dalam dunia yang individualis dan egois ini, kemungkinan besar seseorang akan meminta sesuatu yang menyenangkan dirinya sendiri.

Seorang raja bisa jadi meminta umur panjang, kekayaan, atau nyawa musuh ketika ia mulai memerintah. Namun, ketika Tuhan berfirman kepada Salomo, “Mintalah apa yang hendak Kuberikan kepadamu,” Salomo mengajukan permintaan yang tidak biasa. Atas kesadaran sebagai seorang raja muda yang belum berpengalaman, ia meminta hati yang mampu menimbang perkara dan membedakan antara yang baik dan yang jahat. Sebuah permintaan yang tidak egois, tidak instan, dan mengandung konsekuensi yang tidak mudah. Permintaan agar dimampukan bertanggung jawab atas kepercayaan yang Tuhan berikan sebagai raja dan untuk kepentingan umat-Nya yang dipimpinnya. Tuhan memandang baik permintaan Salomo itu dan memberikan hati yang penuh hikmat dan pengertian. Bahkan Dia juga memberikan apa yang tidak Salomo minta, yaitu kekayaan dan kemuliaan. Salomo pun bersyukur kepada Tuhan.

Terkadang ketika kita mendapatkan suatu pilihan, kita cenderung untuk memilih yang instan, mudah, nyaman, dan menyenangkan. Semua itu berorientasi pada diri sendiri, bukan pada kehendak Tuhan atau kepentingan sesama. Marilah kita mulai bertanya di mana Tuhan dan sesama akan kita tempatkan dalam setiap pilihan dan keputusan kita? Biarlah kita bisa memilih dengan benar.

—ANT/www.renunganharian.net


MINTA DAN PILIHLAH YANG PERLU UNTUK
PEKERJAAN TUHAN DAN KEBAIKAN SESAMA

Anda diberkati melalui Renungan Harian?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan kami.
Rek. Renungan Harian BCA No. 456 500 8880 a.n. Yayasan Gloria




November 07, 2018, 05:28:36 AM
Reply #1939
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23466
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/2018/110-november.html

 KEBESARAN HATI
1
2
3
4
5
Rating 4.50 (6 Votes)

    Diterbitkan hari Rabu, 07 November 2018 00:00
    Ditulis oleh Samuel Yudi Susanto   
    Dibaca: 1000 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: Yohanes 3:22-30

“Yang punya mempelai perempuan, ialah mempelai laki-laki; tetapi sahabat mempelai laki-laki, yang berdiri dekat dia dan yang mendengarkannya, sangat bersukacita mendengar suara mempelai laki-laki itu. Itulah sukacitaku, dan sekarang sukacitaku itu penuh. Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil.” (Yohanes 3:29,30)


Bacaan Alkitab Setahun:
Yohanes 17-18



Seorang sastrawan bernama Charles Dickens mengatakan: “Ada orang yang menjadi besar dengan cara mengecilkan, merendahkan orang lain. Tetapi seorang besar sejati adalah ia yang mampu membuat setiap orang merasa dirinya besar.”

Orang besar sejati pastilah seorang yang mampu menunjukkan kebesaran hati ketika ada orang-orang yang mulai membanding-bandingkan dirinya dengan kehebatan orang lain. Tidak semua orang mempunyai kebesaran hati untuk menjadi orang kedua atau orang yang bekerja di balik layar. Hampir semua orang ingin menjadi nomor satu dan terkemuka. Tidak mudah memiliki kebesaran hati dan tahu diri seperti Yohanes. Tatkala para murid melapor kepada Yohanes tentang Yesus yang juga membaptis di sungai Yordan dan begitu banyak pengikut-Nya, ia justru menunjukkan kebesaran hatinya. Yohanes turut bersukacita ketika mendengar Yesus, Sang Empunya mempelai perempuan itu, telah memperdengarkan suara-Nya. “Itulah sukacitaku, dan sekarang sukacitaku itu penuh. Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil” (ay. 29-30).

Kebesaran hati Yohanes menjadi penguji hati kita. Seorang yang berbesar hati akan turut bersukacita ketika melihat keberhasilan, kemajuan dan kegembiraan orang lain. Di sisi lain, kita ikut prihatin manakala kegagalan, kesusahan dan derita dialami orang lain. Tidak mudah, namun kasih karunia Tuhan akan memampukan kita untuk melewati setiap proses yang menjadikan kita seorang yang berbesar hati.

—SYS/www.renunganharian.net


MEREKA YANG BERBAHAGIA ADALAH MEREKA YANG TAHU DIRI
BAGAIMANA MEMOSISIKAN DIRI DI HADAPAN TUHAN DAN SESAMA

Anda diberkati melalui Renungan Harian?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan kami.
Rek. Renungan Harian BCA No. 456 500 8880 a.n. Yayasan Gloria



 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)