Author Topic: Renungan Harian®  (Read 99192 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

November 08, 2018, 05:21:52 AM
Reply #1940
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 19878
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://airhidupblog.blogspot.com/2018/

Thursday, November 8, 2018
LEBIH BERHARGA DARI KEKAYAAN
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 8 November 2018

Baca:  Amsal 22:1-16

"Nama baik lebih berharga dari pada kekayaan besar...."  Amsal 22:1

Secara umum, arti kata kaya menurut pandangan dunia adalah mempunyai banyak uang, harta, dan berpangkat.  Siapa pun orangnya asal ia memiliki banyak uang dan harta yang berlimpah, tanpa mempedulikan faktor lain, masuk kategori kaya.  Jadi, kaya menurut pandangan dunia tak memerlukan reputasi yang baik.  Sekalipun uang atau kekayaan yang dimiliki tersebut diperoleh dengan cara yang salah, tidak halal, atau melanggar hukum, hal itu tak menjadi masalah.  Orang-orang dunia tetap menyebutkan sebagai orang yang kaya.  Perhatikan ayat nas di atas!  "Nama baik lebih berharga dari pada kekayaan besar, dikasihi orang lebih baik dari pada perak dan emas."  (Amsal 22:1).

     Berbeda sekali dengan penilaian Tuhan, justru nama baik atau reputasi itu jauh lebih berharga dari kekayaan besar.  Apalah artinya orang memiliki kekayaan yang berlimpah jika ia  'miskin'  di mata Tuhan;  apalah artinya orang memiliki uang dan harta berlimpah tapi ia  'cacat'  di hadapan Tuhan dan juga manusia.  Memiliki nama baik di hadapan Tuhan dan manusia adalah hal yang mutlak, dan nama baik itu tidak bisa dibeli dengan uang atau digantikan dengan harta, seberapa pun banyaknya.  Orang yang mempunyai nama baik atau reputasi baik adalah orang yang tak pernah melakukan pelanggaran atau perbuatan aib.  Orang percaya sepatutnya memiliki nama baik di hadapan Tuhan dan juga sesama, karena kita dipanggil untuk menjadi berkat bagi dunia.

     Agar memiliki nama baik di mata Tuhan kita harus taat melakukan kehendak Tuhan dan hidup menyenangkan hati-Nya.  Daud adalah contoh orang yang memiliki nama baik di mata Tuhan.  "Tentang Daud Allah telah menyatakan: Aku telah mendapat Daud bin Isai, seorang yang berkenan di hati-Ku dan yang melakukan segala kehendak-Ku."  (Kisah 13:22).  Tuhan berkata,  "Sebab siapa yang menghormati Aku, akan Kuhormati, tetapi siapa yang menghina Aku, akan dipandang rendah."  (1 Samuel 2:30b).  Bila kita mempunyai nama baik sesuai dengan penilaian Tuhan berarti kita mempunyai kekayaan yang besar, karena Tuhan pasti menggenapi janji-Nya.  Kekayaan yang dari Tuhan itulah yang mendatangkan sukacita dan damai sejahtera sejati.

"Berkat Tuhanlah yang menjadikan kaya, susah payah tidak akan menambahinya."  Amsal 10:22



November 09, 2018, 05:45:22 AM
Reply #1941
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 19878
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/2018/110-november.html

 SEPENUH HATI
1
2
3
4
5
Rating 5.00 (6 Votes)

    Diterbitkan hari Jum'at, 09 November 2018 00:00
    Ditulis oleh Hoki Cahyadi   
    Dibaca: 1106 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: 1 Raja-raja 11:1-13

Dan Salomo melakukan apa yang jahat di mata TUHAN, dan ia tidak dengan sepenuh hati mengikuti TUHAN, seperti Daud, ayahnya. (1 Raja-raja 11:6)


Bacaan Alkitab Setahun:
Kisah Para Rasul 1-3



Suatu hari saya menonton film di rumah. Dalam film tersebut sang istri menemukan hadiah perhiasan mahal yang disembunyikan suaminya. Ia berseri-seri dan terharu karena merasa suaminya akan memberikan perhiasan tersebut sebagai kejutan saat ia ulang tahun minggu depan. Saat ulang tahun tiba, hadiah dari sang suami ternyata bukanlah perhiasan mahal tersebut. Perhiasan mahal itu ternyata bukan untuk istrinya melainkan untuk kekasih gelap sang suami. Hancur sudah hati sang istri karena ternyata suaminya tidak mencintai dia sepenuh hati.

Hal yang sama terjadi pada kehidupan raja Salomo. Menggantikan raja Daud, pada awalnya raja Salomo mengikuti perintah TUHAN dengan setia. Salomo juga tidak meminta kekayaan, umur panjang atau kekuasaan, melainkan hikmat. Karenanya TUHAN menganugerahkan kekayaan dan kebesaran pada kerajaan Salomo. Namun sayang, di akhir hidupnya, raja Salomo gagal menjaga hatinya sehingga berpaling pada allah-allah lain (ay. 4).

Nas hari ini mengingatkan agar kita tetap setia mengikut TUHAN dengan sepenuh hati. Bagaimana caranya? Yakni hidup dengan tulus hati, beralaskan kebenaran, dan melakukan apa yang diperintahkan oleh TUHAN melalui Firman-Nya (1Raj. 9:4). Mengikut TUHAN dengan sepenuh hati akan menjaga fokus kita tetap pada TUHAN, bukan pada keadaan atau situasi yang kita alami, sehingga kita akan terhindar dari bahaya menyimpang dari jalan kebenaran dan kebaikan yang sudah TUHAN tetapkan dalam kehidupan kita.

—HC/www.renunganharian.net


JANGANLAH MENYIMPANG KE KANAN ATAU KE KIRI,
SUPAYA ENGKAU BERUNTUNG, KE MANA PUN ENGKAU PERGI.—Yosua 1:7


November 10, 2018, 05:00:32 AM
Reply #1942
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 19878
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/2018/110-november.html

 SENJATA YANG ANEH
1
2
3
4
5
Rating 5.00 (5 Votes)

    Diterbitkan hari Sabtu, 10 November 2018 00:00
    Ditulis oleh Linawati Santoso   
    Dibaca: 596 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: 2 Tawarikh 20:1-24

… ia mengangkat orang-orang yang akan menyanyi nyanyian untuk TUHAN dan memuji TUHAN dalam pakaian kudus yang semarak pada waktu mereka keluar di muka orang-orang bersenjata. (2 Tawarikh 20:21a)


Bacaan Alkitab Setahun:
Kisah Para Rasul 4-6



Pada 10 November 1945, tentara Sekutu bersama Belanda menyerang Surabaya. Bung Tomo menggerakkan semangat para pemuda untuk mempertahankan wilayah mereka. Karena keterbatasan senjata, sebagian pemuda maju ke medan tempur dengan bersenjata bambu runcing. Toh mereka mampu menghadapi penjajah yang bersenjata meriam. Muncullah slogan: “Hanya dengan bambu runcing, Indonesia mampu mengusir penjajah!”

Di Alkitab, ada satu pertempuran dengan senjata yang tidak kalah anehnya. Ketika Moab dan Amon menyerang Yehuda, Raja Yosafat dan rakyatnya melawan hanya dengan menggunakan puji-pujian (ay. 1-2, 20-21). Bambu runcing tentu masih bisa dikelompokkan sebagai senjata, tetapi bagaimana dengan puji-pujian, yang bahkan tidak bisa dipakai untuk melukai orang? Menariknya, ketika mereka mulai bersorak dan memuji Tuhan, kemenangan itu datang! Tuhan membuat penghadangan di depan umat-Nya sehingga pihak yang seharusnya menyerang mereka, malah saling membunuh (ay. 22-23). Rakyat Yehuda dapat mempertahankan wilayahnya tanpa melakukan perlawanan sebab Tuhanlah yang berperang bagi mereka (ay. 15,24).

Kunci kemenangan bangsa Yehuda bukan terletak pada banyaknya tentara atau kuatnya persenjataan, melainkan kepada siapa mereka bersandar. Demikian juga jika ingin sukses, kita tidak dapat hanya mengandalkan kemampuan, kecakapan, atau koneksi. Kita harus sepenuhnya mengandalkan Tuhan! Hanya Tuhan yang sanggup membawa kehidupan kita melewati berbagai tantangan menuju kemenangan demi kemenangan.

—LIN/www.renunganharian.net


TIDAK ADA SUATU PERTEMPURAN YANG TERLALU SUKAR
UNTUK DITAKLUKKAN APABILA TUHAN ADA DI PIHAK KITA!

Anda diberkati melalui Renungan Harian?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan kami.
Rek. Renungan Harian BCA No. 456 500 8880 a.n. Yayasan Gloria



November 11, 2018, 11:51:52 AM
Reply #1943
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 19878
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/2018/110-november.html

 DOA SAAT TERANCAM
1
2
3
4
5
Rating 4.63 (8 Votes)

    Diterbitkan hari Minggu, 11 November 2018 00:00
    Ditulis oleh Hembang Tambun   
    Dibaca: 1697 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: Kisah Pr. Rasul 4:23-31

“Sekarang, ya Tuhan, lihatlah ancaman-ancaman mereka dan berikanlah kepada hamba-hamba-Mu keberanian sepenuhnya untuk memberitakan firman-Mu.” (Kisah Pr. Rasul 4:29)


Bacaan Alkitab Setahun:
Kisah Para Rasul 7-8



Bayangkan situasi ini: Anda sedang mengalami aniaya fisik dan psikis, diperlakukan tidak adil dan terancam kehilangan nyawa karena Anda beriman kepada Kristus dan membagikannya kepada orang lain. Doa apa yang akan Anda minta? Saya mungkin akan berdoa minta perlindungan, keamanan, serta agar Tuhan “berurusan” dengan mereka yang menganiaya saya.

Pengalaman jemaat mula-mula menempelak saya. Petrus dan Yohanes ditangkap para pemimpin Yahudi ketika mereka sedang memberitakan Kristus, lalu dimasukkan ke penjara (ay. 1,3). Dalam persidangan, berulang kali mereka diancam untuk berhenti berbicara tentang Yesus (ay. 18,21). Setelah dilepaskan, mereka bergabung dengan jemaat dan menceritakan pengalaman mereka. Mendengar itu, seluruh jemaat berdoa. Simaklah isi doa mereka (ay. 24-30).

Mereka menyadari apa yang mereka alami telah dinubuatkan Kitab Suci (ay. 26). Jadi ketika para penguasa bersekongkol hendak membungkam mereka, mereka tidak lagi merasa heran. Uniknya, mereka tidak berdoa untuk perlindungan dan keselamatan, malahan meminta keberanian untuk bersaksi serta agar kuasa dan mukjizat Allah menyertai pelayanan mereka. Tak heran mengapa jemaat mula-mula berkembang begitu pesat.

Minggu pertama dan kedua bulan November setiap tahunnya diperingati sebagai Hari Doa Sedunia untuk Gereja Teraniaya (International Day of Prayer for the Persecuted Church). Mari berdoa bagi saudara-saudari kita yang teraniaya karena imannya, agar melalui kesaksian mereka, banyak orang mendengar karya Kristus dan beriman kepada-Nya.

—HT/www.renunganharian.net


“DARAH PARA MARTIR ADALAH BENIH GEREJA.”—Tertulianus

Anda diberkati melalui Renungan Harian?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan kami.
Rek. Renungan Harian BCA No. 456 500 8880 a.n. Yayasan Gloria

Respons:



November 12, 2018, 05:50:39 AM
Reply #1944
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 19878
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/2018/110-november.html

 DIAMNYA ADAM
1
2
3
4
5
Rating 4.80 (10 Votes)

    Diterbitkan hari Senin, 12 November 2018 00:00
    Ditulis oleh Pipi Agus Dhali   
    Dibaca: 1125 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: Kejadian 3:1-8

Lalu ia mengambil dari buahnya dan dimakannya dan diberikannya juga kepada suaminya yang bersama-sama dengan dia, dan suaminya pun memakannya. (Kejadian 3:6b)


Bacaan Alkitab Setahun:
Kisah Para Rasul 9-10



Sekarang ini kian ditengarai, sumber dari persoalan baik di dalam keluarga maupun masyarakat ialah ketiadaan figur pria yang berkarakter pemimpin. Anak-anak kehilangan sosok dan model seorang ayah. Teladan kepemimpinan yang benar kian merosot dan kabur dari generasi ke generasi. Kebangkitan dan kepemimpinan para pria sejati sungguh dinantikan. Seolah-olah dunia ini sedang mempertanyakan dimana gerangan si Adam.

Allah menciptakan Adam sebagai pemimpin. Baik atas seluruh ciptaan maupun atas keluarganya sendiri. Namun tatkala Hawa sedang digoda oleh ular, Adam diam saja. Tak ada pendapat. Sepi nasihat. Dibiarkannya Hawa bergulat mengolah argumentasinya sendiri. Padahal Adam ada di situ “bersama-sama dengan dia” (ay. 6). Ujungnya, bukan hanya bungkam membisu, Adam malah ikut makan buah terlarang di taman Eden itu. Akibatnya, kehidupan menjadi berantakan. Dosa memorakporandakan semua.

Terlalu sering dosa ditimpakan penyebabnya hanya pada pihak yang dipandang aktif berperan di dalamnya saja. Padahal andil kepasifan pun patut diwaspadai. Diam tak selamanya baik. Tidak benar kita hanya diam apatis serta membiarkan sesuatu yang salah jika itu berada dalam ruang lingkup tanggung jawab kita. Apalagi jika peran kita ialah selaku pemimpin, entah dalam keluarga, gereja, atau masyarakat.

—PAD/www.renunganharian.net


TUHAN MENGHADIRKAN PEMIMPIN AGAR IA BERINISIATIF
UNTUK MEMIKUL TANGGUNG JAWAB MELURUSKAN YANG BENGKOK

Anda diberkati melalui Renungan Harian?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan kami.
Rek. Renungan Harian BCA No. 456 500 8880 a.n. Yayasan Gloria



November 13, 2018, 06:17:55 AM
Reply #1945
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 19878
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/2018/110-november.html

 DITANYA ITU MENJAWAB!
1
2
3
4
5
Rating 5.00 (7 Votes)

    Diterbitkan hari Selasa, 13 November 2018 00:00
    Ditulis oleh Go Hok Jin   
    Dibaca: 1375 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: Yohanes 21:5-19

Kata Yesus kepadanya untuk ketiga kalinya, “Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?” (Yohanes 21:17a)


Bacaan Alkitab Setahun:
Kisah Para Rasul 11-13



Nanto bercerita tentang anak lelakinya yang sudah mulai kritis dalam berpikir dan berbicara. Suatu ketika anak itu menanyakan sesuatu kepadanya, tetapi karena ia sedang sibuk, Nanto pun diam saja. Tak disangka anaknya berkata dengan agak ketus, “Papa itu, kalau ditanya menjawab, jangan diam saja!” Nanto pun menyadari kekeliruannya, lalu bergegas meminta maaf kepada anaknya. Melalui peristiwa sederhana itu, Nanto pun belajar satu prinsip. Tindakan diam saja atau mengabaikan ketika ada yang bertanya, merupakan perbuatan yang kurang terpuji.

Pernahkah kita memikirkan mengapa Yesus harus tiga kali bertanya kepada Petrus dengan isi pertanyaan yang mirip? Biasanya, ketika pertanyaan disampaikan lebih dari sekali, sedikitnya ada dua alasan. Pertama, ingin memastikan orang yang ditanya mengerti isi pertanyaan yang diajukan. Kedua, ingin mendapatkan jawaban yang tepat dan memuaskan hatinya. Terkait jawaban Petrus, Yesus nampaknya ingin memastikan Petrus tidak asal menjawab, seperti yang sering dilakukannya. Tiga kali Yesus bertanya hingga Dia mendapat jawaban yang memuaskan dari Petrus.

Sebagai guru dan murid, Yesus memerlukan komitmen yang keluar dari hati yang sungguh-sungguh mengasihi Dia, bukan jawaban asal-asalan tanpa melalui proses berpikir. Nah, seandainya kita ada di posisi Petrus, apa jawaban kita? Apakah kita sanggup berkata, “Tuhan, aku mengasihi Engkau,” dan siap menunaikan panggilan yang Dia kehendaki atas hidup kita?

—GHJ/www.renunganharian.net


MENGAKU MENGASIHI TUHAN
BERARTI SIAP MENUNAIKAN PANGGILAN-NYA



November 14, 2018, 06:30:50 AM
Reply #1946
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 19878
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/2018/110-november.html

 PEMENANG
1
2
3
4
5
Rating 4.14 (14 Votes)

    Diterbitkan hari Rabu, 14 November 2018 00:00
    Ditulis oleh Linawati Santoso   
    Dibaca: 1564 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: Efesus 6:10-20

Sebab itu ambillah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat mengadakan perlawanan.... (Efesus 6:13)


Bacaan Alkitab Setahun:
Kisah Para Rasul 14-16



Mengheningkan cipta merupakan salah satu bagian dalam upacara. Mengheningkan cipta dimaksudkan untuk mengenang jasa para pahlawan yang berjuang dan gugur demi membela bangsa Indonesia. Perjuangan mereka tentu tidak boleh dilupakan begitu saja. Karenanya, kita selalu memperingati 10 November sebagai hari Pahlawan.

Sadar atau tidak, setiap kita juga adalah para pejuang. Bedanya, kita tidak lagi berjuang secara fisik melawan penjajah tetapi berperang melawan tipu muslihat iblis (ay. 11,12). Setiap hari, kita memerangi dusta, kebencian, kemarahan, iri hati dan dosa lainnya. Pertempuran ini tentu tidak bisa dianggap enteng. Iblis yang menjadi musuh kita sangat tangguh. Ia bahkan disebut sebagai pendusta dan bapa segala dusta (Yoh. 8:44). Dengan kecerdikannya, iblis berusaha menyeret kita agar jatuh dalam berbagai-bagai dosa. Beruntungnya, kita tidak dibiarkan melewati pertempuran ini sendirian. Sesungguhnya, Allah telah memperlengkapi kita dengan perlengkapan senjata-Nya (ay. 14-17). Dengan perlengkapan itulah, kita dapat menghancurkan setiap siasat yang dirancang oleh iblis. Lebih dari itu, Allah bahkan ada di pihak kita. Jika Dia ada di pihak kita, siapa dapat melawan? (Rm. 8:31).

Setiap perjuangan tentu disertai dengan tujuan. Saat ini, kita berjuang bukan demi sesuatu yang fana tetapi demi kekekalan. Dengan hidup yang sudah ditebus oleh darah Kristus Yesus, mari berjuang sedemikian rupa untuk hidup bagi Tuhan agar kita layak disebut sebagai pemenang.

—LIN/www.renunganharian.net


MARI MENGAWALI HARI-HARI PERJUANGAN KITA DENGAN TEKAD KUAT
UNTUK MELAWAN SEMUA SIASAT DAN TIPU MUSLIHAT IBLIS

Anda diberkati melalui Renungan Harian?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan kami.
Rek. Renungan Harian BCA No. 456 500 8880 a.n. Yayasan Gloria



November 15, 2018, 05:30:25 AM
Reply #1947
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 19878
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/2018/110-november.html

 BUSA YANG TERBAKAR
1
2
3
4
5
Rating 5.00 (4 Votes)

    Diterbitkan hari Kamis, 15 November 2018 00:00
    Ditulis oleh Richard Tri Gunadi   
    Dibaca: 733 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: Mazmur 119:65-80

Biarlah hatiku tulus dalam ketetapan-ketetapan-Mu, supaya jangan aku mendapat malu. (Mazmur 119:80)


Bacaan Alkitab Setahun:
Kisah Para Rasul 17-19



Di sebuah pabrik dipan, orang dilarang merokok di seluruh area. Pelanggar bakal dikenai sanksi. Hendra, seorang pegawai, secara sembunyi-sembunyi nekat merokok di dalam pabrik. Celakanya, suatu hari saat ia merokok, api rokok memercik ke tumpukan busa dan terjadilah kebakaran. Untunglah api masih bisa dipadamkan. Namun, Hendra dipecat dan harus membayar ganti rugi.

Dalam Alkitab, banyak sekali kita menemukan titah dan ketetapan Tuhan. Tuhan mau kita melakukan tindakan tertentu dan tidak melakukan atau menjauhi tindakan lainnya. Kita harus begini dan jangan begitu. Daud mengerti bahwa Tuhan memberikan titah dan ketetapan karena Dia baik dan berbuat baik. Tuhan ingin manusia memiliki kehidupan yang baik dan penuh sukacita. Karena itulah, Daud mau belajar ketetapan-ketetapan Tuhan dan melakukannya. Ia memohon pengertian agar dapat belajar perintah-perintah Tuhan. Ia sadar hukum-hukum Tuhan adil dan Tuhan telah menindasnya dalam kesetiaan. Daud memiliki hati yang tulus dalam ketetapan-ketetapan Tuhan, agar tidak mendapat malu.

Marilah kita melihat semua ketetapan dan perintah Tuhan sebagai sesuatu yang mendatangkan kebaikan bagi diri kita, bukan beban berat. Kalau kita secara terang-terangan ataupun sebaliknya diam-diam melanggar perintah dan ketetapan Tuhan, lalu terjadi akibat buruk, jangan salahkan siapa pun. Apakah kita memiliki hati yang tulus dan melakukan segala ketetapan dan perintah Tuhan dengan sukacita?

—RTG/www.renunganharian.net


SEGALA KETETAPAN DAN PERINTAH TUHAN
MENDATANGKAN KEBAIKAN JIKA KITA MEMATUHINYA


November 16, 2018, 06:09:22 AM
Reply #1948
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 19878
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/2018/110-november.html

 MENEMPUH JALAN BERBEDA
1
2
3
4
5
Rating 4.82 (11 Votes)

    Diterbitkan hari Jum'at, 16 November 2018 00:00
    Ditulis oleh Hembang Tambun   
    Dibaca: 1295 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: 2 Tawarikh 34:1-7

Pada tahun kedelapan dari pemerintahannya, ketika ia masih muda belia, ia mulai mencari Allah Daud, bapa leluhurnya, dan pada tahun kedua belas ia mulai mentahirkan Yehuda dan Yerusalem dari pada bukit-bukit pengorbanan, tiang-tiang berhala.... (2 Tawarikh 34:3)


Bacaan Alkitab Setahun:
Kisah Para Rasul 20-22



Kisah Yosia adalah sebuah misteri. Kakeknya—Raja Manasye—“menyesatkan Yehuda dan penduduk Yerusalem, sehingga mereka melakukan yang jahat lebih dari pada bangsa-bangsa yang telah dipunahkan TUHAN…” (2Taw. 33:9). Ayahnya—Raja Amon—tidak lebih baik. Ia melakukan “apa yang jahat di mata TUHAN seperti yang dilakukan Manasye, ayahnya” (2Taw. 33:22). Lahir dan besar dalam tradisi yang penuh kejahatan dan tidak takut akan Tuhan, Raja Yosia muda menempuh jalan berbeda. Saat usianya baru 8 tahun, ia menjadi raja, tentunya dengan bimbingan para penasihat. Menjelang remaja, hatinya sudah terpaut kepada Allah. Ia mencari Allah Daud, yang memberi kejayaan bagi Israel. Pada umur dua puluh enam tahun ia mulai membangun kembali bait Allah lalu menemukan gulungan Kitab Suci yang menuntunnya kepada reformasi kerohanian di Yehuda.

Kita tidak tahu bagaimana Yosia bisa keluar dari lingkaran dosa dan kejahatan di sekelilingnya. Alkitab tidak memberi keterangan tentang apa atau siapa yang memengaruhinya. Namun, barangkali, ketika ia menyaksikan kebobrokan iman dan moral penduduk Yehuda, ia menggali lebih banyak informasi tentang masa kejayaan kerajaan itu di bawah kepemimpinan Daud. Ia pun mencari Allah Daud, dan dengan setia menaati-Nya.

Apakah kita berasal dari keluarga kacau, jahat dan penuh gelimang dosa? Kisah Yosia membuktikan bahwa kita tidak harus mewarisinya. Kita dapat menjadi orang-orang yang berkenan bagi Tuhan, asalkan kita dengan setia mencari Dia dan taat kepada-Nya.

—HT/www.renunganharian.net


BANYAK ORANG MENEMPUH JALAN KEJAHATAN NAMUN
TIDAK BERARTI KITA HARUS MENGIKUTINYA

Anda diberkati melalui Renungan Harian?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan kami.
Rek. Renungan Harian BCA No. 456 500 8880 a.n. Yayasan Gloria



 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)