Author Topic: Renungan Harian®  (Read 114254 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

November 19, 2018, 05:53:41 AM
Reply #1950
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23720
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/2018/110-november.html

 SPOILER
1
2
3
4
5
Rating 4.78 (9 Votes)

    Diterbitkan hari Senin, 19 November 2018 00:00
    Ditulis oleh Hembang Tambun   
    Dibaca: 1145 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: Wahyu 7:9-17

Setelah itu aku melihat: Sesungguhnya, suatu kumpulan besar orang banyak yang tidak dapat dihitung jumlahnya, dari segala bangsa dan suku dan umat dan bahasa, berdiri di hadapan takhta dan di hadapan Anak Domba, memakai jubah putih dan memegang daun-daun palem di tangan mereka. (Wahyu 7:9)


Bacaan Alkitab Setahun:
Roma 1-3



Para penggemar novel atau film biasanya tidak menyukai spoiler (bocoran) dari kisah yang sedang mereka ikuti. Mereka lebih suka menemukan sendiri berbagai kejutan hingga di akhir cerita. Namun kadang-kadang, sebagian pembaca atau penonton—seperti saya, tidak sabar untuk mengintip bagian akhir cerita untuk memastikan bagaimana nasib tokoh-tokoh yang mereka ikuti. Kerumitan hidup atau penderitaan yang dialami tokoh utama di tengah cerita terkadang membuat pembaca atau penonton ingin memastikan sang tokoh akan beroleh kebahagiaan pada akhirnya.

Rasul Yohanes, salah satu dari 12 murid Yesus diasingkan ke pulau Patmos oleh penguasa Romawi. Secara tradisi yang dipercaya, ia menjadi pekerja paksa di pertambangan batubara di sana. Saat itu, orang-orang Kristen mengalami penganiayaan hebat di bawah dua periode kekaisaran Roma, yaitu Nero dan Domitianus. Di pulau itulah Allah mewahyukan (menyingkapkan) hal-hal yang akan terjadi kepada Yohanes (Why. 1:1-2).

Dalam penglihatan itu, Allah memberitahukan beberapa spoiler tentang masa depan, bagaimana pada akhirnya Allah akan menang atas musuh-musuh-Nya, juga bagaimana orang-orang dari segala bangsa, suku, kaum dan bahasa akan bertekuk lutut menyembah-Nya. Dalam masa aniaya yang sedang terjadi, penglihatan itu tentunya menjadi penghiburan yang menguatkan Yohanes, juga orang-orang percaya lainnya, baik di masa Yohanes maupun di masa kini. Karena mereka tahu bahwa penderitaan mereka akan berakhir dengan kemenangan dan sukacita.

—HT/www.renunganharian.net


MENGETAHUI AKHIR SUATU PERJALANAN
MEMBERI KITA ENERGI BARU UNTUK TERUS MELANGKAH,
DEMIKIAN JUGA DALAM PERJALANAN ROHANI




November 20, 2018, 05:24:56 AM
Reply #1951
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23720
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/2018/110-november.html

 BEBAS DARI TEKANAN
1
2
3
4
5
Rating 3.33 (3 Votes)

    Diterbitkan hari Selasa, 20 November 2018 00:00
    Ditulis oleh Anderson Sitorus   
    Dibaca: 588 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: Mazmur 42

Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah! Sebab aku akan bersyukur lagi kepada-Nya, penolongku dan Allahku! (Mazmur 42:6)


Bacaan Alkitab Setahun:
Roma 4-7



Ada seorang ibu, 67 tahun, hidup seorang diri. Ia sedang sakit, dan tidak memiliki penghasilan untuk biaya hidup sehari-hari. Masalah yang lain lagi, dua sertifikat rumahnya hilang diambil orang. Kata pepatah, sudah jatuh tertimpa tangga. Saya sangat bersimpati melihat kondisinya, tetapi ibu ini begitu tegar menghadapi masalahnya.

Setiap orang pasti pernah mengalami tekanan dari masalah yang dihadapi: keuangan, sakit penyakit, hubungan, pekerjaan, sosial, dan lain-lain. Respons setiap orang dalam menghadapi masalahnya bisa berbeda-beda.

Daud, seorang raja hebat, juga mengalami tekanan dalam jiwanya karena masalah yang dihadapinya. Tiga kali ia menulis, "Mengapa engkau tertekan hai jiwaku?" Ia menggambarkan, air mata menjadi makanannya siang dan malam. Banyak musuh menyerangnya dan ia merasa terimpit. Orang-orang mencelanya sambil berkata, “Di mana Allahmu?" Ada perkabungan yang melingkupi kehidupannya.

Kunci yang memampukan Daud bertahan dalam tekanan adalah kepercayaan bahwa Tuhan memerintahkan kasih setia-Nya dan ia bisa berdoa dengan penuh ucapan syukur. Mengingat kasih setia Tuhan dalam hidup ini akan membantu kita untuk selalu dapat bersyukur. Ucapan syukur merupakan pintu berkat. Hati yang meluap dengan ucapan syukur membuat kita bebas dari tekanan yang mengimpit.

Saat ini jika kita memiliki masalah yang menekan jiwa, katakan kepada jiwa kita, "Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku? Berharaplah kepada Tuhan, penolongku dan Allahku."

—AST/www.renunganharian.net


TUHAN MENCURAHKAN KASIH SETIA-NYA
KEPADA ORANG-ORANG YANG BERHARAP KEPADA DIA


November 21, 2018, 05:50:40 AM
Reply #1952
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23720
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/2018/110-november.html

 TERBIASA HIDUP TERTIB
1
2
3
4
5
Rating 5.00 (4 Votes)

    Diterbitkan hari Rabu, 21 November 2018 00:00
    Ditulis oleh Go Hok Jin   
    Dibaca: 1139 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: 1 Tesalonika 5:12-22

Kami juga menasihati kamu, Saudara-saudara, tegurlah mereka yang hidup dengan tidak tertib, hiburlah mereka yang tawar hati, belalah mereka yang lemah, sabarlah terhadap semua orang. (1 Tesalonika 5:14)


Bacaan Alkitab Setahun:
Roma 8-10



Dalam sebuah acara retret gereja, terlihat suasana tidak nyaman di sekitar lokasi. Setiap kali habis makan atau coffee break, peralatan makan terlihat berserakan, mulai di bawah tangga, di dalam aula, hingga di dalam kamar para peserta! Sungguh ironis karena sebenarnya panitia sudah menyediakan tempat untuk meletakkan peralatan makan. Apalagi, tema besar acara itu berbicara soal menjadi terhormat dan memuliakan Allah. Bagaimana bisa terhormat dan memuliakan Allah, jika meletakkan peralatan makan saja masih sembarangan?

Menjelang akhir surat yang pertama kepada jemaat di Tesalonika, salah satu nasihat para rasul berisi dorongan untuk menegur orang-orang yang hidup dengan tidak tertib. Memang, para rasul tidak merinci dalam hal apa ketidaktertiban itu terlihat, tetapi jika nasihat itu disampaikan, berarti ketidaktertiban telah menjadi bagian dari kehidupan umat Tuhan. Tanpa mengesampingkan nasihat lainnya—menghibur yang tawar hati, membela yang lemah, dan bersabar kepada semua orang—nasihat untuk hidup tertib masih relevan bagi gereja Tuhan yang hidup pada masa kini.

Perilaku tidak tertib atau cenderung seenaknya biasanya akan merugikan dan merepotkan orang lain, di mana pun perilaku itu ditunjukkan! Oleh karena itu, mari biasakan hidup tertib dalam segala bidang kehidupan, supaya kehadiran kita dapat menjadi berkat, juga menginspirasi orang lain agar menjadi lebih tertib pula.

—GHJ/www.renunganharian.net


KETERTIBAN TAK PERNAH BERAKIBAT NEGATIF
BAGI KEHIDUPAN DI SEKITARNYA



November 22, 2018, 06:42:50 AM
Reply #1953
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23720
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/2018/110-november.html

 PRIBADI-NYA ATAU ROTI-NYA?
1
2
3
4
5
Rating 4.86 (7 Votes)

    Diterbitkan hari Kamis, 22 November 2018 00:00
    Ditulis oleh Linawati Santoso   
    Dibaca: 1786 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: Yohanes 6:25-43

Yesus menjawab mereka, “Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, kamu mencari Aku, bukan karena kamu telah melihat tanda-tanda, melainkan karena kamu telah makan roti itu dan kenyang.” (Yohanes 6:26)


Bacaan Alkitab Setahun:
Roma 11-13



Sewaktu mengunggah foto atau status di sosial media, pernahkah kita memusingkan berapa jumlah teman yang menyukainya? Faktanya, beberapa orang merasa sangat bahagia ketika mendapatkan ratusan, bahkan ribuan “jempol”. “Aku punya banyak penggemar!” kata mereka bangga.

Dikelilingi banyak penggemar rupanya tidak membuat Yesus terkesima. Tidak tanggung-tanggung, Yesus bahkan mengungkapkan maksud tersembunyi mereka dengan mengatakan, “Kamu mencari Aku… karena kamu telah makan roti itu dan kamu kenyang” (ay. 26). Roti menunjuk pada berkat jasmani seperti kekayaan, kesehatan, dan keberhasilan. Bukannya menginginkan pribadi-Nya, mereka mencari Dia hanya demi mengejar roti. Mereka bahkan meminta Yesus agar menyediakan roti itu senantiasa (ay. 34). Pertanyaannya: “Tanpa roti, masihkah mereka tertarik mencari Yesus?” Kepada setiap orang yang menginginkan roti, Yesus menjawab: “Akulah roti hidup…” (ay. 35). Bersama Dia, ada jaminan bahwa kita tidak akan menderita kelaparan. Tanpa mengetahui maksud perkataan Yesus, orang Yahudi menjadi bersungut-sungut (ay. 41-42). Mereka tidak menyadari bahwa saat itu Yesus justru sedang menunjukkan bahwa roti berkat yang mereka cari ada pada diri-Nya.

Apa alasan kita mengikut Yesus: pribadi-Nya atau roti berkat-Nya? Jika jawabannya adalah roti berkat-Nya, kita perlu belajar mengasihi Dia lebih lagi. Jangan tertipu! Kenikmatan roti memang tampak menggiurkan, tetapi hanya bersama Yesus, Sang Penyedia Roti, kita bisa senantiasa kenyang.

—LIN/www.renunganharian.net


BERSAMA YESUS, KITA DAPAT MENGALAMI SUKACITA YANG
JAUH LEBIH BESAR DARIPADA SEKADAR MENIKMATI ROTI BERKAT-NYA



November 23, 2018, 05:29:14 AM
Reply #1954
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23720
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/2018/110-november.html

 ORANG MISKIN
1
2
3
4
5
Rating 5.00 (6 Votes)

    Diterbitkan hari Jum'at, 23 November 2018 00:00
    Ditulis oleh Piter Randan Bua   
    Dibaca: 996 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: Kisah Pr. Rasul 6:1-7

Kedua belas rasul itu memanggil semua murid berkumpul dan berkata, “Tidak baik jika kami melalaikan Firman Allah untuk melayani meja.” (Kisah Pr. Rasul 6:2)


Bacaan Alkitab Setahun:
Roma 14-16



Hukum Taurat melindungi orang miskin dengan ketetapan-ketetapan (Kel. 23:11). Tuhan sering menampilkan diri-Nya sebagai pembela orang miskin. Yesus pun banyak memberikan perhatian kepada orang miskin. Para murid di gereja mula-mula juga memberikan perhatian khusus pada orang miskin. Cara hidup mereka adalah tindakan meniadakan kemiskinan dengan kepemilikan bersama. Mereka berpendapat bahwa mengabaikan orang miskin dalam jemaat berarti melalaikan firman Allah. Paulus dalam perjalanan misinya berkali-kali meminta jemaat-jemaatnya mendukung pengumpulan dana bagi mereka yang miskin, khususnya jemaat di Yerusalem. Jelas bahwa Alkitab mengajarkan keramahtamahan dan perhatian kepada orang miskin.

Kristus berkata, “Orang miskin selalu ada padamu.” Ia ada dalam gereja dan masyarakat kita. Apakah permasalahan mereka adalah permasalahan kita juga? Kenyataannya tidak selalu demikian. Kadang-kadang kita justru terjebak memberikan perhatian kepada mereka yang kaya dengan harapan memperoleh keuntungan pribadi, seperti kehormatan dan gengsi. Hal yang kontras pula, banyak gereja megah di antara orang-orang miskin. Tak mengherankan jika ada seruan agar gereja berhenti membangun gedung-gedung yang megah di tengah-tengah lingkungan yang miskin.

Membicarakan firman Allah tentang orang miskin belumlah cukup. Ia harus nyata dalam tindakan kita. Dengan demikian firman Allah akan semakin tersebar dan jumlah orang percaya akan semakin bertambah.

—PRB/www.renunganharian.net


JIKA ALLAH BEGITU PEDULI PADA ORANG MISKIN, BAHKAN MEMBELANYA,
AKANKAH KITA MENGABAIKAN HAL ITU?


November 24, 2018, 06:20:27 AM
Reply #1955
November 25, 2018, 04:38:38 AM
Reply #1956
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23720
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/2018/110-november.html

 JALAN PEMBEBASAN
1
2
3
4
5
Rating 5.00 (1 Vote)

    Diterbitkan hari Minggu, 25 November 2018 00:00
    Ditulis oleh May Lan   
    Dibaca: 352 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: Yohanes 3:1-21

“Karena Allah begitu mengasihi dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak- Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada- Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.” (Yohanes 3:16)


Bacaan Alkitab Setahun:
1 Korintus 5-9



Guru adalah sosok penting ketika kita berbicara tentang pendidikan. Seorang guru yang baik akan selalu membuka ruang dialog bagi murid-muridnya. Ruang inilah yang akan membawa proses pendidikan tampil dalam wujudnya yang paling indah: pembebasan. Pembebasan menjadi jalan yang akan memerdekakan setiap orang yang terlibat di dalam pendidikan, baik guru maupun murid, menuju manusia yang otentik.

Percakapan Yesus dengan Nikodemus merupakan salah satu dialog menarik yang tercatat dalam Alkitab. Baik Yesus maupun Nikodemus dikenal sebagai guru yang disegani di kalangan masing-masing. Namun, Nikodemus bersedia merendahkan diri untuk menemui dan mendapatkan didikan dari Sang Guru Agung. Upaya tersebut sangat tepat. Dialog dengan Sang Guru Agung membuka selubung pemahamannya akan hidup yang kekal (ay. 16).

Yesus adalah Guru Sejati. Dia membuka ruang diskusi dengan Nikodemus tanpa terkesan mendominasi apalagi menggurui. Dia menggunakan wilayah pengetahuan Nikodemus, yang berlatar belakang sebagai orang Farisi dan pengajar Israel (ay. 1,10), sebagai media untuk menjelaskan tentang hidup kekal dalam diri Anak Manusia (ay. 14-15).

Alkitab tidak menyebutkan akhir dari kisah percakapan antara Yesus dan Nikodemus. Akan tetapi, jalan pembebasan terbukti sudah dilalui oleh Nikodemus. Hal itu terlihat dari sikapnya ketika membela Yesus (Yoh. 7:45-52) dan kehadiran dirinya ketika penguburan Yesus (Yoh. 19:38-42).

—EML/www.renunganharian.net


YESUS ADALAH GURU SEJATI YANG MEMBUKA JALAN PEMBEBASAN
BAGI SETIAP ORANG YANG MENJADI MURID-NYA


November 26, 2018, 05:30:46 AM
Reply #1957
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23720
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/2018/110-november.html

 MERASA BENAR
1
2
3
4
5
Rating 4.50 (6 Votes)

    Diterbitkan hari Senin, 26 November 2018 00:00
    Ditulis oleh Richard Tri Gunadi   
    Dibaca: 994 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: Lukas 18:9-14

“Aku berkata kepadamu: Orang ini pulang ke rumahnya sebagai orang yang dibenarkan Allah sedangkan orang lain itu tidak. Sebab siapa saja yang meninggikan diri, ia akan direndahkan dan siapa saja yang merendahkan diri, ia akan ditinggikan.” (Lukas 18:14)


Bacaan Alkitab Setahun:
1 Korintus 10-13



Ketika membaca berita atau melihat hidup seseorang yang berbuat dosa, kadang hati saya tergoda untuk merasa benar dan lebih baik. “Aku lebih baik dari dia. Aku bukan koruptor, aku bukan bos yang tidak membayar gaji pegawainya, aku bukan pembunuh. Hidupku lurus-lurus saja. Aku aktif pelayanan dan tidak bikin susah orang,” pikir saya. Tanpa sadar, saya sudah berdosa karena meninggikan diri dan memandang rendah orang lain.

Orang Farisi tidak salah karena ia bukan perampok, bukan orang lalim, bukan pezina dan bukan pemungut cukai. Ia berpuasa dua kali seminggu dan memberikan sepersepuluh dari segala penghasilannya. Lalu mengapa Tuhan tidak membenarkannya? Sebab orang itu meninggikan diri. Hati-hati dengan dosa meninggikan diri karena tidak kelihatan, tetapi efeknya sangat merusak. Tuhan mau kita bersikap rendah hati dan menjadikan Firman Tuhan sebagai tolok ukur menilai diri sendiri, bukan orang lain. Jangan bersyukur karena hidup kita lebih rohani atau lebih diberkati dari orang lain, tetapi bersyukurlah hidup kita diubahkan dan ditinggikan Tuhan karena kita merendahkan diri di hadapan-Nya.

Tuhan meninggikan orang-orang yang rendah hati, bukan yang tinggi hati dan merasa benar. Kalau saat ini kita merasa hidup lebih baik dari si A atau merasa saleh karena melakukan pelayanan ini-itu, marilah kita minta ampun kepada Tuhan. Makin banyak kita bisa mempraktikkan kebenaran firman-Nya, hendaknya kita makin rendah hati.

—RTG/www.renunganharian.net


BIARLAH TUHAN YANG MENINGGIKAN KITA, BUKAN HATI KITA



November 27, 2018, 05:36:32 AM
Reply #1958
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23720
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/2018/110-november.html

 SOSIALITA
1
2
3
4
5
Rating 4.13 (8 Votes)

    Diterbitkan hari Selasa, 27 November 2018 00:00
    Ditulis oleh Wahyu Barmanto   
    Dibaca: 935 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: Efesus 5:1-21

Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif, dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat. (Efesus 5:15-16)


Bacaan Alkitab Setahun:
1 Korintus 14-16



Robert L. Peabody mendefinisikan sosialita sebagai seseorang yang berpartisipasi dalam aktivitas sosial dan menghabiskan sebagian banyak waktunya untuk menghibur sekaligus mendapatkan hiburan. Mereka berjiwa sosial tinggi, yang ditunjukkan melalui tindakan suka menolong orang-orang yang kurang mampu dalam bentuk donasi dana atau sumbangan lainnya. Namun, sosialita mengalami pergeseran makna. Ada beberapa kelompok sosialita melakukan tindakan kurang mendidik, misalnya konsumerisme, hedonisme, berfoya-foya, gaya hidup mewah, bahkan ada yang melakukan tindakan melanggar norma agama.

Firman Tuhan dalam Efesus 5:15-16 dengan jelas memerintahkan kepada kita untuk berhati-hati dalam menjalani hidup. Hidup hati-hati dimulai dari mengenal atau mengetahui kehendak Tuhan. Bagaimana kita dapat mengenal kehendak Tuhan? Hidup menurut firman-Nya dan memberi diri dituntun oleh-Nya.

Kita dipanggil untuk hidup hati-hati karena hari-hari ini adalah jahat. Hal ini dibuktikan dengan kondisi yang ada di sekitar kita. Ada banyak tantangan dan godaan yang dapat membawa kita melakukan tindakan kejahatan atau dosa. Agar tidak jatuh ke dalam dosa, kita dituntut untuk bisa menggunakan waktu secara bijak. Waktu yang ada adalah sebuah peluang yang harus dipergunakan dengan baik. Isilah waktu yang ada dengan melakukan tindakan kebaikan, hidup taat kepada perintah Firman Tuhan. Dengan begitu, kita bisa menjadi teladan serta contoh bagi orang-orang yang ada di sekitar kita.

—WB/www.renunganharian.net


WAKTU MERUPAKAN SEBUAH KESEMPATAN YANG HARUS DIPERGUNAKAN
DENGAN BAIK, BIJAKSANA, DAN UNTUK MEMPERMULIAKAN TUHAN



November 28, 2018, 05:22:06 AM
Reply #1959
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23720
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/2018/110-november.html

 STIGMA
1
2
3
4
5
Rating 4.23 (13 Votes)

    Diterbitkan hari Rabu, 28 November 2018 00:00
    Ditulis oleh May Lan   
    Dibaca: 896 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: Matius 26:6-13

Ketika Yesus berada di Betania, di rumah Simon si kusta. (Matius 26:6)


Bacaan Alkitab Setahun:
2 Korintus 1-4



Leprafobia muncul lantaran stigma yang dilekatkan pada diri para penderita kusta. Orang lebih memilih memercayai mitos sehingga pandangan negatif dan perlakuan diskriminatif terhadap penderita kusta sulit untuk dihapuskan. Akibatnya, mereka tidak dapat menjalani kehidupan sosial yang wajar.

Stigma terhadap penderita kusta telah berurat akar dalam masyarakat. Mitos tentang kusta sebagai penyakit terkutuk pun berkembang di tengah-tengah masyarakat Yahudi. Hal inilah yang menggerakkan hati Yesus untuk mematahkan mitos tersebut. Dia tak pernah menjaga jarak ketika harus berinteraksi dengan para penderita kusta. Tercatat dalam Alkitab, Yesus pernah menyembuhkan seorang penderita kusta di suatu kota (Mat. 8:1-4) dan sepuluh penderita kusta ketika dalam perjalanan ke Yerusalem (Luk. 17:11-19).

Kehadiran Yesus di rumah Simon kian membuktikan kesungguhan hati-Nya untuk membongkar mitos yang telah memberi label negatif terhadap para penderita kusta. Bukan rahasia lagi kalau Simon adalah seorang penderita kusta sehingga sebutan “si kusta” (ay. 6) melekat di belakang namanya. Namun, keadaan Simon tak menyurutkan niat Yesus untuk menerima undangan makan malam di rumahnya.

Teladan berharga telah Yesus tinggalkan bagi kita. Dia memperlihatkan betapa mitos telah memenjarakan para penderita kusta melalui stigma yang melukai harkat dan martabat mereka sebagai manusia. Dari situlah kita dapat bercermin pada usaha mulia Yesus untuk memanusiakan ciptaan-Nya.

—EML/www.renunganharian.net


SEORANG PENGIKUT KRISTUS SEJATI SELALU SIAP UNTUK MEMATAHKAN STIGMA
YANG MENGANCAM HARKAT DAN MARTABAT KEMANUSIAAN



 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)