Author Topic: Renungan Harian®  (Read 109439 times)

0 Members and 2 Guests are viewing this topic.

November 29, 2018, 08:31:45 AM
Reply #1960
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22548
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/2018/110-november.html

 PENAMPILAN IBADAH
1
2
3
4
5
Rating 4.74 (19 Votes)

    Diterbitkan hari Kamis, 29 November 2018 00:00
    Ditulis oleh Antok Setyo Wibowo   
    Dibaca: 2880 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: Matius 15:1-19

“Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari Aku.” (Matius 15:8)


Bacaan Alkitab Setahun:
2 Korintus 5-8



Dalam sebuah seminar, dipaparkan tentang kondisi ibadah kaum muda yang cenderung menurun secara kuantitas. Sebagai solusi, diperlukan metode khotbah yang tepat, perubahan desain ibadah, kreativitas, dan berbagai hal teknis sehingga ibadah menjadi menarik. Namun, pada penutupan seminar dinyatakan bahwa ibadah bukan hanya masalah teknis, tetapi masalah hati dan relasi antara Tuhan dan umat-Nya, yang diwujudkan dalam ketaatan hidup sehari-hari.

Yesus menegur orang Farisi dan ahli Taurat karena mereka lebih menekankan adat istiadat nenek moyang dan peraturan buatan manusia daripada ketaatan mengerjakan perintah Allah. Terkadang firman Allah mereka nyatakan tidak berlaku demi adat istiadat mereka sendiri. Yesus dengan keras mengatakan bahwa mereka adalah orang munafik. Tampaknya mereka beribadah dan memuliakan Allah, padahal sesungguhnya hati mereka jauh dari Allah. Ibadah mereka adalah sesuatu yang percuma karena ibadah bukan lagi relasi dengan Allah dalam ketaatan, tetapi sekadar mengikuti aturan dan ritual manusia saja.

Demi ibadah yang menarik, ibadah terus mengalami perubahan aturan, penambahan fasilitas, dan berbagai kreativitas baru dalam musik dan tata ibadah. Anak-anak Tuhan sering terfokus pada hal-hal teknis, tetapi lupa mempersiapkan hati dan mempunyai relasi yang baik dengan Tuhan. Marilah kita bersemangat beribadah bukan hanya karena ibadah yang menarik, melainkan karena kita datang dengan hati yang siap dan mau taat mengerjakan kehendak-Nya dalam hidup kita.

—ANT/www.renunganharian.net


PENAMPILAN IBADAH KITA TIDAK SELALU
MENCERMINKAN KONDISI RELASI KITA DENGAN TUHAN



November 30, 2018, 07:26:22 AM
Reply #1961
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22548
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/2018/110-november.html

 VIRALKAN ATAU INGATKAN
1
2
3
4
5
Rating 4.45 (11 Votes)

    Diterbitkan hari Jum'at, 30 November 2018 00:00
    Ditulis oleh Endang B. Lestari   
    Dibaca: 2197 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: 2 Samuel 12:1-14

“Mengapa engkau menghina TUHAN dengan melakukan apa yang jahat di mata-Nya? Uria, orang Het itu, kaubiarkan ditewaskan dengan pedang; isterinya kauambil menjadi isterimu, dan dia sendiri telah kaubiarkan dibunuh oleh pedang bani Amon.” (2 Samuel 12:9)


Bacaan Alkitab Setahun:
2 Korintus 9-13



Ketika mengetahui seseorang telah melakukan tindakan yang bersimpangan dengan norma, hukum, atau tatanan masyarakat, tindakan apa yang kita lakukan? Saat mendengar kabar seorang tetangga melakukan perbuatan zina, misalnya. Apakah menegurnya dengan kasih supaya bertobat, atau menggosipkan dengan tetangga lain?

Daud telah menghina Allah dengan melakukan yang jahat di hadapan-Nya. Ia membunuh Uria memakai tangan orang lain. Kemudian Batsyeba, istri Uria, diambilnya sebagai istri. Allah mengutus Nabi Natan untuk mengingatkan Daud. Nabi Natan melakukan tugasnya dengan datang kepada Daud. Ia menceritakan kisah seorang kaya yang berlaku sewenang-wenang terhadap seorang miskin dengan cara yang sangat elok. Melalui kisah itu, ia mengajak Daud melihat dosa yang telah diperbuatnya hingga Daud pun menyadari bahwa Tuhan sedang menegurnya.

Sebagian orang lebih senang mengumbar keburukan orang lain daripada memberikan teguran dalam kasih yang bersifat membangun. Merasa senang melihat orang lain berkubang dalam dosa, bahkan memanfaatkannya untuk memamerkan kesalehan diri. Saat ini mungkin tidak ada lagi nabi utusan Allah. Namun, setiap orang percaya dikaruniai ROH KUDUS untuk menjadi saksi Injil Allah, mewartakan damai sejahtera dalam kebenaran dan kasih. Alih-alih menyebarluaskan berita keburukan sesama, menegur mereka yang berbelok dari jalan Allah sambil menjaga diri dalam kekudusan adalah salah satu tindakan nyata yang mesti kita lakukan.

—EBL/www.renunganharian.net


BUKAN MENJUAL KEBURUKAN SESAMA SUPAYA KITA DAPAT MENGAMBIL LABA,
MELAINKAN MEMBAWA MEREKA KEMBALI KEPADA BAPA



December 01, 2018, 06:08:04 AM
Reply #1962
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22548
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
 http://www.renunganharian.net/2018/111-desember.html

 DENGARKAN ZAKHEUS BERSAKSI
1
2
3
4
5
Rating 4.80 (5 Votes)

    Diterbitkan hari Sabtu, 01 Desember 2018 00:00
    Ditulis oleh Pipi Agus Dhali   
    Dibaca: 915 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: Lukas 19:1-10

Lalu Zakheus segera turun dan menerima Yesus dengan sukacita. (Lukas 19:6)


Bacaan Alkitab Setahun:
Galatia 1-3



Aku diabaikan masyarakat. Dicap pendosa. Pemeras dan antek penjajah. Siapa sudi bergaul denganku? Apalagi berkunjung ke rumahku. Kebanyakan orang dewasa jika melihatku pasti dengan kepala menunduk. Itu maknanya bisa ganda. Selain karena badanku pendek, statusku di tengah masyarakat pun rendah. Walau diriku terbilang kaya, aku ini kesepian. Di hati kecilku sudah lama bercokol perasaan tertolak. Aku ingin hidupku berubah, namun apa daya. O iya, namaku Zakheus.

Datanglah suatu hari seorang pria luar biasa. Di tengah kerumunan Dia mengenal dan memanggil namaku. Aku merasa diperhatikan. Pada-Nya kutemukan atensi yang tulus. Uniknya, ketika pertama jumpa Dia, posisiku di atas pohon sehingga untuk pertama kalinya ada orang melihatku dengan mendongak. Rupanya itu suatu pertanda: Dia menghargaiku. Disapanya aku lalu tanpa segan dinyatakan-Nya di depan khalayak niat untuk berkunjung ke rumahku. Saat itulah aku sungguh paham arti sebuah apresiasi. Selanjutnya, hingga percakapan di rumahku, pancaran sikap hangat bersahabat terus kurasakan. Rasa sayang atau afeksi mengalir sejuk dari hati-Nya. Sukar kuterjemahkan dengan kata-kata, tapi nyata.

Kawan, jika dirimu menghendaki seseorang berubah—entah pasangan hidupmu, anak-anakmu, menantumu, mertuamu, sobatmu, pegawaimu, atau siapa pun—jangan lupa memberikan kepada mereka tiga hal yang mereka perlukan untuk bisa berubah. Atensi, apresiasi, dan afeksi. Sungguh, aku mengalaminya! Aku berubah, sebab Pria bernama Yesus itu memberiku ketiga-tiganya.

—PAD/www.renunganharian.net


TUNTUTAN DAN PENGHAKIMAN BELAKA TAK MENGUBAH SESEORANG,
YANG MAMPU HANYA KEKUATAN KASIH SAYANG




December 02, 2018, 04:41:30 AM
Reply #1963
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22548
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/2018/111-desember.html



Unduh Daftar Bacaan Alkitab Setahun
Aturan Pengutipan
»» Setiap materi di situs ini TIDAK DIPERKENANKAN untuk dikutip tanpa seijin YAYASAN GLORIA ««



Follow @RH_net

MENCARI WAJAH TUHAN
1
2
3
4
5
Rating 5.00 (1 Vote)

    Diterbitkan hari Minggu, 02 Desember 2018 00:00
    Ditulis oleh Heman Elia   
    Dibaca: 375 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: Mazmur 27

Hatiku mengikuti firman-Mu: "Carilah wajah-Ku"; maka wajah-Mu kucari, ya TUHAN. (Mazmur 27:8)


Bacaan Alkitab Setahun:
Galatia 4-6



Apakah yang langsung terpikir atau yang Anda cari ketika bangun tidur? Minuman segar? Senam pagi? Kendaraan yang perlu dipanaskan? Tugas menumpuk? Kontak di media sosial? Berita politik, ekonomi, atau dunia hiburan? Semua itu memang penting. Namun apakah hal itu merupakan yang terpenting? Jika ada yang Anda rindukan, siapakah yang paling istimewa yang ingin Anda temui?

Daud mengetahui hal terpenting yang patut dia kejar dan temui, yaitu wajah TUHAN. Sebenarnya ada alasan Daud untuk tidak mengutamakan TUHAN. Dia sedang menghadapi keadaan genting karena kepungan musuh (ay. 3). Tentu dia perlu memikirkan siasat jitu untuk melindungi dirinya. Lagi pula banyak yang berusaha memfitnahnya (ay. 12). Namun bukannya panik, Daud justru mencari dan menemukan perlindungan dari TUHAN (ay. 5). Bahkan tidak masalah seandainya dia ditinggal oleh ayah ibunya, sebab TUHAN menerima dirinya (ay. 10). Daud mencari wajah TUHAN, sebab itulah yang difirmankan-Nya. Secara istimewa, TUHAN bahkan mengundang hamba-Nya untuk menghampiri hadirat-Nya. TUHANlah benteng perlindungan yang menyelamatkan Daud.

Apakah ada yang lebih penting bagi Anda dibanding wajah Tuhan? Adakah penerimaan yang lebih membahagiakan dibanding sambutan dari Tuhan kita? Jika Tuhan yang Mahamulia mengundang kita dan berkenan untuk ditemui, tidakkah seharusnya Dialah yang kita utamakan dan cari dengan segenap hati? Tidakkah Tuhan yang seharusnya kita paling rindukan tatkala kita memanggil-Nya dengan sebutan mesra: Kekasih jiwa kita?

—HEM/www.renunganharian.net


CARILAH TUHAN SELAMA IA BERKENAN DITEMUI;
BERSERULAH KEPADA-NYA SELAMA IA DEKAT!—Yesaya 55:6



December 03, 2018, 09:01:03 AM
Reply #1964
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22548
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/2018/111-desember.html

 ORANG PERCAYA BARU
1
2
3
4
5
Rating 4.17 (12 Votes)

    Diterbitkan hari Senin, 03 Desember 2018 00:00
    Ditulis oleh Hembang Tambun   
    Dibaca: 3104 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: 2 Raja-raja 5:15-19a

“Dan kiranya TUHAN mengampuni hambamu ini dalam perkara yang berikut: Apabila tuanku masuk ke kuil Rimon untuk sujud menyembah di sana, dan aku menjadi pengapitnya, sehingga aku harus ikut sujud menyembah dalam kuil Rimon itu, kiranya TUHAN mengampuni hambamu ini dalam hal itu." (2 Raja-raja 5:18)


Bacaan Alkitab Setahun:
Efesus 1-3



Ibu muda itu adalah satu-satunya pengikut Kristus dalam keluarganya. Ketika mertuanya meninggal, ia bergumul karena harus ikut sembahyang memuja arwah nenek moyang sesuai kepercayaan keluarga suaminya. Ia meminta kami berdoa agar Tuhan memberinya hikmat dan jalan keluar. Lalu, keluarganya melarangnya ikut dalam upacara itu karena ia sedang hamil. Dalam iman mereka, perempuan yang mengandung tidak dibolehkan mengikuti acara demikian.

Setelah Naaman, panglima Raja Aram disembuhkan secara ajaib dari kustanya, ia sungguh-sungguh percaya kepada Allah Israel (ay. 15). Ia berkomitmen untuk tidak lagi menyembah ilah lain selain Tuhan (ay. 17). Namun, karena jabatannya, ia harus masuk ke kuil Rimon dan turut sujud di sana ketika Raja Aram beribadah. Naaman memohon pengampunan Tuhan akan hal itu, dan nabi Elisa tidak memberikan petunjuk khusus soal itu. Alkitab pun tidak mencatat bagaimana kehidupan iman Naaman selanjutnya.

Orang-orang yang baru percaya Kristus sering diperhadapkan dengan pilihan-pilihan sulit dalam menghidupi iman mereka sehari-hari. Faktor budaya dan agama sebelumnya menjadi pergumulan besar bagi mereka. Karenanya, mereka—dan kita juga—sangat perlu bergantung pada pimpinan Tuhan, sehingga dapat bertindak tepat tanpa terjerumus pada sinkretisme dan kemunafikan, serta agar tidak menjadi sandungan bagi orang lain. Sungguh diperlukan hikmat Allah dalam situasi demikian. Marilah kita berdoa bagi mereka, sehingga mereka pun dapat mengikut Kristus dengan makin teguh.

—HT/www.renunganharian.net


SAAT HIDUP KITA MENJADI KALUT,
HANYA ALLAH YANG HIDUP YANG DAPAT MEMBUAT KITA TERLUPUT



December 04, 2018, 05:30:53 AM
Reply #1965
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22548
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/2018/111-desember.html

 KASIH MENGALAHKAN KEDEGILAN
1
2
3
4
5
Rating 4.60 (5 Votes)

    Diterbitkan hari Selasa, 04 Desember 2018 00:00
    Ditulis oleh Julya Sarah Hasibuan   
    Dibaca: 1032 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: Hosea 11:1-11

Aku tidak akan melaksanakan murka- Ku yang bernyala-nyala itu, tidak akan membinasakan Efraim kembali. Sebab Aku ini Allah dan bukan manusia, Yang Kudus di tengah-tengahmu, dan Aku tidak datang untuk menghanguskan. (Hosea 11:9)


Bacaan Alkitab Setahun:
Efesus 4-6



Dalam sejarah perjalanan bangsa Israel tidak terhitung betapa besar kasih Allah atas mereka. Sejak mereka masih berada di Mesir, keluar dari Mesir, selama dalam perjalanan, sampai ke tanah Kanaan, kemudian semakin besar jumlahnya dan semakin tersebar. Walau berulang kali mereka berbuat dosa menjauh dari Allah, namun Allah menarik mereka kembali, dengan hukuman dan pengampunan. Walau mereka berulang kali meninggalkan Allah dan berhenti meninggikan nama-Nya, namun kasih Allah pada bangsa Israel selalu mengalahkan kedegilan mereka.

Allah itu panjang sabar dan berlimpah kasih setianya, Ia senantiasa memberi kesempatan kepada kita untuk kembali bertobat. Walau banyak dosa dan kesalahan kita yang mendukakan hati-Nya, kasih Allah tidak akan pernah habis untuk hidup kita. Namun Ia tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Ia tetap akan tegas jika hal itu sudah menyangkut dosa dan menjauhkan kita dari kehendak-Nya.

Pancaran kasih Allah yang telah mengalahkan kedegilan kita harusnya membuka hati dan pikiran kita untuk hidup lebih bersyukur dan mengasihi-Nya. Allah yang kita sembah adalah Allah yang kasih dan pengampunan-Nya tidak berkesudahan. Ia akan selalu menarik hati kita kembali pada-Nya untuk segera menerima pemulihan. Tidak hanya sampai di situ, Allah juga ingin agar kita semakin taat dan juga mampu membagikan kasih dan pengampunan yang telah kita peroleh dengan tulus kepada sesama.

—JSH/www.renunganharian.net


BUKALAH HATI PADA ALLAH AGAR KITA MENJADI SEPERTI YANG IA INGINKAN
DAN KITA DIMAMPUKAN MENGASIHI DENGAN SETULUS HATI



December 05, 2018, 05:31:30 AM
Reply #1966
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22548
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/2018/111-desember.html

 BERKAT DI BALIK PENGAKUAN
1
2
3
4
5
Rating 5.00 (7 Votes)

    Diterbitkan hari Rabu, 05 Desember 2018 00:00
    Ditulis oleh Linawati Santoso   
    Dibaca: 957 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: Mazmur 51

Sebab aku sendiri sadar akan pelanggaranku, aku senantiasa bergumul dengan dosaku. (Mazmur 51:5)


Bacaan Alkitab Setahun:
Filipi 1-4



Dua pemuda tertangkap basah mencuri gandum kerajaan. Keduanya kini dihadapkan kepada raja. “Tuanku raja tidak becus memerintah! Buktinya, aku kelaparan sampai harus mencuri!” kata pemuda pertama. Sebaliknya, pemuda kedua terus memohon belas kasihan raja. “Ampuni hamba, tuanku Raja!” katanya. Raja lalu melepaskan pemuda kedua, tetapi memenjarakan pemuda pertama. Mengapa? Karena bukannya mengakui kesalahan, ia justru mempersalahkan raja!

Ketika nabi Natan menegur kesalahan Daud, ia tidak berusaha membela diri. Sebaliknya, Daud sepenuhnya menyadari dan mengakui pelanggaran itu di hadapan Allah (ay. 5). Meskipun hatinya diliputi penyesalan, hari-hari kesalahannya tidak dapat diputar ulang. Dengan penuh kerendahan hati, Daud berdoa memohon belas kasihan Allah (ay. 3). Bagaikan tubuh kotor penuh lumpur, ia rindu Allah membersihkan dirinya. Ibarat helaian kain kumal, ia meminta Allah membasuh kesalahannya (ay. 9). Semua itu dilakukan Daud karena ia tidak ingin kehilangan satu hal berharga, yakni roh Allah di dalam dirinya (ay. 13).

Kehidupan kita tidak terlepas dari pelanggaran. Intinya, tidak seorang pun kebal terhadap dosa! Tetapi apabila kita sudah menyadari kesalahan, kita tidak perlu membela diri, apalagi menyalahkan orang lain dan keadaaan. Sebaliknya, kita harus mengakui, memohon pengampunan, serta berusaha untuk tidak mengulanginya lagi. Dan seperti Daud, kita dapat mengajar orang-orang yang telah melakukan pelanggaran bagaimana cara untuk kembali kepada Allah (ay. 15).

—LIN/www.renunganharian.net


MENYADARI KESALAHAN ITU BIASA, TETAPI MENGAKUI, MEMINTA PENGAMPUNAN,
DAN BERUSAHA UNTUK TIDAK MENGULANGI LAGI ADALAH PERKARA LUAR BIASA




December 06, 2018, 06:08:37 AM
Reply #1967
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22548
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/2018/111-desember.html

 SANG SUMBER KEBAIKAN
1
2
3
4
5
Rating 4.90 (10 Votes)

    Diterbitkan hari Kamis, 06 Desember 2018 00:00
    Ditulis oleh Eko Elliarso   
    Dibaca: 1381 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: Markus 10:17-22

“Tak seorang pun yang baik selain Allah saja.” (Markus 10:18b)


Bacaan Alkitab Setahun:
Kolose 1-4



Tuhan bersabda, “Tak seorang pun yang baik selain daripada Allah saja”. Apa maksud Tuhan? Tuhan mau menegaskan bahwa hanya satu yang baik, yaitu Allah, Sang Mahabaik. Sang Mahabaik itulah satu-satunya sumber kebaikan. Dan karena hanya satu sumber kebaikan, yakni Allah Sang Mahabaik, maka semua yang baik pastilah bersumber dari Sang Mahabaik itu. Itu berarti: semua yang baik—siapa pun pelakunya, apa pun keyakinannya— adalah kebaikan yang bersumber dari Sang Mahabaik itu. Firman itu menampik pikiran bahwa di luar Kekristenan tak mungkin ada yang baik.

Anda ragu? Tengoklah hal berikut. Kenalan saya—bukan Kristen—banyak menolong orang, banyak berkorban untuk itu, tanpa pamrih. Dapatkah dikatakan bahwa kebaikan kenalan saya itu tidak baik karena dia bukan Kristen? Masuk akalkah bahwa karena dilakukan oleh orang yang tak mengimani yang kita imani, hal yang baik harus dianggap tidak baik? Tentu tidak, ‘kan? Sesuatu adalah baik karena sesuatu itu memang baik. Meski Gandhi bukan Kristen, prinsip nonviolence yang dia hidupi adalah baik karena prinsip itu memang baik. Sikap cinta damai yang dihidupi Nelson Mandela itu baik, bukan karena Mandela beragama Kristen, melainkan karena sikap cinta damai itu memang baik.

Allah, Sang Sumber Kebaikan, menanamkan kebaikan di hati siapa pun yang Dia kehendaki, melampaui batas-batas yang ada dalam pikiran kita. Itu rahmat yang sungguh amat besar. Pertanyaannya: Maukah kita tulus mengakui rahmat yang besar itu, dan menghormati serta mensyukurinya?

—EE/www.renunganharian.net







December 06, 2018, 01:16:41 PM
Reply #1968
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1783
  • Gender: Male
    • Tertiga
  • Denominasi: Kristen

Baca: Matius 15:1-19
“Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya,
padahal hatinya jauh dari Aku.” (Matius 15:8)

Dalam sebuah seminar, dipaparkan tentang kondisi ibadah kaum muda yang cenderung menurun secara kuantitas. Sebagai solusi, diperlukan metode khotbah yang tepat, perubahan desain ibadah, kreativitas, dan berbagai hal teknis sehingga ibadah menjadi menarik. Namun, pada penutupan seminar dinyatakan bahwa ibadah bukan hanya masalah teknis, tetapi masalah hati dan relasi antara Tuhan dan umat-Nya, yang diwujudkan dalam ketaatan hidup sehari-hari.

Yesus menegur orang Farisi dan ahli Taurat karena mereka lebih menekankan adat istiadat nenek moyang dan peraturan buatan manusia daripada ketaatan mengerjakan perintah Allah. Terkadang firman Allah mereka nyatakan tidak berlaku demi adat istiadat mereka sendiri. Yesus dengan keras mengatakan bahwa mereka adalah orang munafik. Tampaknya mereka beribadah dan memuliakan Allah, padahal sesungguhnya hati mereka jauh dari Allah. Ibadah mereka adalah sesuatu yang percuma karena ibadah bukan lagi relasi dengan Allah dalam ketaatan, tetapi sekadar mengikuti aturan dan ritual manusia saja.

Demi ibadah yang menarik, ibadah terus mengalami perubahan aturan, penambahan fasilitas, dan berbagai kreativitas baru dalam musik dan tata ibadah. Anak-anak Tuhan sering terfokus pada hal-hal teknis, tetapi lupa mempersiapkan hati dan mempunyai relasi yang baik dengan Tuhan. Marilah kita bersemangat beribadah bukan hanya karena ibadah yang menarik, melainkan karena kita datang dengan hati yang siap dan mau taat mengerjakan kehendak-Nya dalam hidup kita.

Hal ini mungkin dialami oleh semua suku bangsa yg terikat budaya
Maka ada ritual pemujaan nenek moyang yg mengajari adat-istiadat

Tradisi nenek-moyang di-agul2-kan no.1 seolah nomer jaminan mutu
Maka melanggar tradisi lebih mengerikan dp melanggar Firman Tuhan

Lalu muncul ritual modern
Fokus hanya berat pd "budaya tampil beda"
Penampilan itu menjadi dianggap kehendak Tuhan
Suasana hati jadi hilang sebab keinginan pikiran riang

Salam Damai!
Firman itu hidup dan powerful dan lebih tajam dr pedang bermata dua manapun
Ia dpt menikam pun menyayat memisahkan jiwa dan roh, sendi2 dan sumsum
Ia sanggup membedakan akal pikir dan maksud hati yang sesungguhnya
December 07, 2018, 06:06:39 AM
Reply #1969
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22548
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16


Yesus menegur orang Farisi dan ahli Taurat karena mereka lebih menekankan adat istiadat nenek moyang dan peraturan buatan manusia daripada ketaatan mengerjakan perintah Allah.

Hal ini mungkin dialami oleh semua suku bangsa yg terikat budaya
Maka ada ritual pemujaan nenek moyang yg mengajari adat-istiadat

Tradisi nenek-moyang di-agul2-kan no.1 seolah nomer jaminan mutu
Maka melanggar tradisi lebih mengerikan dp melanggar Firman Tuhan

Lalu muncul ritual modern
Fokus hanya berat pd "budaya tampil beda"
Penampilan itu menjadi dianggap kehendak Tuhan
Suasana hati jadi hilang sebab keinginan pikiran riang


setuju, Bro. setuju. mungkin hal ini dikarenakan karena akibat melanggar adat ini maka hukumannya lebih nyata dilakukan kelihatan oleh mata, hukumannya. berupa teguran, dikucilkan, marah, dll. sedangkan melanggar Firman Tuhan, hukumannya dianggap tidak nyata. padahal ada. hanya manusia tidak sadar bahwa dirinya sedang dihukum. hanya manusia yang di buka tutup selubung mata rohaninya saja yang bisa berubah karena kuasa ROH KUDUS, Roh Tuhan yang suci yang membimbing manusia.
Penampilan dianggap jauh lebih nyata dibanding kuasa ROH KUDUS yang tidak tampak kelihatan mata.

Salam Damai !
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)