Author Topic: Renungan Harian®  (Read 114521 times)

0 Members and 2 Guests are viewing this topic.

December 27, 2018, 05:31:34 AM
Reply #1990
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23781
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/2018/111-desember.html

 HUKUM KARMA
1
2
3
4
5
Rating 4.60 (5 Votes)

    Diterbitkan hari Kamis, 27 Desember 2018 00:00
    Ditulis oleh Denny Pranolo   
    Dibaca: 628 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: Kolose 3:5-17

Di atas semuanya itu: Kenakanlah kasih, sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan. (Kolose 3:14)


Bacaan Alkitab Setahun:
Wahyu 12-13



Dalam kehidupan sehari-hari kita mengenal istilah karma. Intinya, perbuatan yang kita lakukan pada seseorang akan berbalik kepada kita. Jika kita melakukan yang baik, kita juga akan mendapatkan balasan kebaikan. Sebaliknya, jika kita melakukan yang jahat, orang juga akan berbuat jahat pada kita.

Dalam hubungan kita dengan Tuhan, kita sering kali juga menerapkan hukum karma ini. Ada kecenderungan kita untuk hitung-hitungan dengan Dia. Kita berpikir karena kita sudah melakukan suatu pelayanan bagi-Nya, wajarlah jika Dia membalas dengan memberkati kita. Kita berpikir bahwa kita akan menerima berkat Tuhan berbanding lurus dengan pelayanan yang sudah kita lakukan atau persembahan yang kita berikan. Sebaliknya, kita berpikir kalau kita “jahat” kepada-Nya, Dia akan menghukum kita dengan sakit-penyakit atau hal-hal buruk lainnya.

Akan tetapi, dalam hubungan dengan Tuhan, hukum karma tidak berlaku. Allah membangun hubungan dengan kita berdasarkan kasih. Kasih tidak mengenal hitung-hitungan. Kasih itu memberi, bukan menuntut. Kasih tidak memikirkan pamrih. Kasih tidak membalas kejahatan dengan kejahatan.

Itulah sebabnya kita tidak bisa bermain hitung-hitungan dengan-Nya. Dia akan memberkati kita bukan berdasarkan pelayanan atau persembahan kita, melainkan karena kasih-Nya. Jadi, kita tidak membangun hubungan kita dengan-Nya berdasarkan karma, tetapi berdasarkan kasih. Biarlah kasih menjadi pengikat antara kita dan Allah sehingga hubungan kita menjadi hubungan yang manis.

—DP/www.renunganharian.net


HUBUNGAN YANG DIBANGUN BERDASARKAN KASIH TIDAK BERFOKUS
PADA APA YANG KITA DAPATKAN, TETAPI PADA APA YANG BISA KITA BERIKAN



December 28, 2018, 05:54:53 AM
Reply #1991
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23781
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/2018/111-desember.html

 BERPIKIR POSITIF
1
2
3
4
5
Rating 5.00 (4 Votes)

    Diterbitkan hari Jum'at, 28 Desember 2018 00:00
    Ditulis oleh Linawati Santoso   
    Dibaca: 782 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: Yohanes 9:1-7

Jawab Yesus, “Bukan dia dan bukan juga orang tuanya, tetapi supaya pekerjaan-pekerjaan Allah dinyatakan di dalam dia.” (Yohanes 9:3)


Bacaan Alkitab Setahun:
Wahyu 14-16



Hari itu Yesus bertemu seorang buta sejak lahirnya. Murid-murid lalu bertanya, siapa gerangan yang berdosa, dirinya atau orang tuanya, sehingga ia terlahir demikian (ay. 1-2). Yesus menegaskan bahwa kondisi itu bukan disebabkan dosa, melainkan karena pekerjaan Allah harus dinyatakan di dalam dirinya (ay. 3).

Murid-murid memandang kebutaan sebagai akibat dosa. Kita pun sering berpikir demikian terhadap peristiwa buruk yang terjadi. Tidak heran kalau kemudian muncul perasaan bersalah, tudingan, bahkan penghakiman. Yesus tidak berpikir demikian! Menurut Yesus, kondisi si buta justru merupakan sarana untuk menyatakan pekerjaan Allah. Yesus tentu tidak asal berbicara. Sebaliknya, Dia mampu membuktikan perkataan-Nya. Segera setelah itu Yesus meludah, mengaduk ludah-Nya dengan tanah, mengoleskan pada mata si buta, dan memerintahkannya pergi membasuh diri di kolam Siloam. Terhadap perintah Yesus, ia taat sehingga sekembalinya dari kolam itu, matanya melek kembali (ay. 6-7).

Ketika dihadapkan pada situasi buruk, pikiran manusia kita cenderung terprogram untuk menjadi negatif. Faktanya, Yesus mampu mengubah ratapan menjadi tarian, penderitaan menjadi sukacita, dan kemalangan menjadi kebahagiaan. Jika saat ini kita dihadapkan pada situasi demikian, jangan takut atau tawar hati. Jumpai Dia di dalam doa! Ingatlah, Allah tidak merancangkan penderitaan. Sebaliknya, rancangan-Nya adalah damai sejahtera dan kehidupan penuh harapan.

—LIN/www.renunganharian.net


BERPIKIR POSITIF DALAM SETIAP KEADAAN, MEMAMPUKAN KITA
MENSYUKURI HARI INI DAN MENGHADAPI HARI ESOK



December 29, 2018, 05:14:30 AM
Reply #1992
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23781
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/2018/111-desember.html

 MISKIN ATAU KAYA
1
2
3
4
5
Rating 5.00 (5 Votes)

    Diterbitkan hari Sabtu, 29 Desember 2018 00:00
    Ditulis oleh Antok Setyo Wibowo   
    Dibaca: 442 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: Amsal 30:7-14

Jangan berikan kepadaku kemiskinan atau kekayaan. Biarkanlah aku menikmati makanan yang menjadi bagianku. (Amsal 30:8)


Bacaan Alkitab Setahun:
Wahyu 17-18



Mungkin tidak ada orang yang mau miskin, tetapi pasti banyak yang mau hidup menjadi kaya. Ada banyak penyebab seseorang menjadi miskin atau kaya, entahkah kemalasan dan kerajinan, kebebalan dan kepandaian, atau kejujuran dan kecurangan, tetapi semuanya tidak pernah lepas dari izin Tuhan.

Agur bin Yake dalam amsalnya menuliskan hal yang penting dalam permohonannya kepada Tuhan, yaitu jangan memberikan kepadanya kemiskinan atau kekayaan. Meminta jangan diberi kemiskinan adalah hal biasa, tetapi mengejutkan bahwa ia juga meminta jangan diberi kekayaan. Mengapa tidak miskin, tetapi juga tidak kaya? Baginya, ternyata baik kemiskinan maupun kekayaan bisa membawa masalah dan risiko yang berbahaya. Adalah luar biasa ketika ia menyatakan bahwa biarkan ia bisa menikmati makanan yang Tuhan berikan. Tanpa rasa syukur, kekayaan bisa membuat seseorang menyangkal Tuhan. Kekayaan seolah-olah hasil kerja semata sehingga seseorang tidak lagi memerlukan Tuhan dan ia bebas melakukan banyak hal dengan kekayaannya. Sebaliknya, tanpa rasa syukur, kemiskinan bisa membuat seseorang mencuri dan mencemarkan nama Tuhan.

Di sekitar kita, tentu kita bisa melihat orang-orang baik yang begitu miskin maupun yang begitu kaya. Tidak jarang hal itu menjadi masalah. Tuhan mengizinkan baik anak-anak-Nya miskin atau kaya. Marilah kita belajar bersyukur dan menikmati apa yang Tuhan berikan, entah kemiskinan entah kekayaan. Itulah yang menjauhkan kita dari penyangkalan dan pencemaran nama Tuhan.

—ANT/www.renunganharian.net


KEMISKINAN ATAU KEKAYAAN BUKAN MASALAHNYA,
TETAPI KESANGGUPAN UNTUK BERSYUKUR ITULAH MASALAHNYA



December 30, 2018, 04:39:47 AM
Reply #1993
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23781
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/2018/111-desember.html

 TAK SEJALAN DENGAN HARAPAN
1
2
3
4
5
Rating 3.50 (2 Votes)

    Diterbitkan hari Minggu, 30 Desember 2018 00:00
    Ditulis oleh Samuel Yudi Susanto   
    Dibaca: 356 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: Amsal 16:9

Hati manusia memikir-mikirkan jalannya, tetapi TUHANlah yang menentukan arah langkahnya. (Amsal 16:9)


Bacaan Alkitab Setahun:
Wahyu 19-20



Bu Dewi, sejak muda bercita-cita menjadi seorang misionaris di bidang kesehatan. Ia membayangkan bagaimana akan mengunjungi berbagai pulau di Indonesia sebagai dokter sembari memberitakan Injil. Tetapi Tuhan mempunyai cara lain untuk mewujudkan cita-citanya itu. Di usia 23 tahun, ia didiagnosis menderita penyakit yang membuatnya koma selama beberapa waktu. Orang-orang meragukannya bisa bertahan hidup lebih lama. Tetapi ia tidak menyerah. Selama di rumah sakit itulah ia mulai menceritakan kasih Kristus kepada orang-orang. Nyatanya Bu Dewi tidak melayani Tuhan sebagai dokter, tetapi sebagai pasien. Semangat hidupnya dan sukacitanya membuat pasien-pasien di rumah sakit itu heran. Dengan cara itulah Bu Dewi bisa menguatkan para pasien lain dan memberitakan Injil.

Tuhan tentu menghargai kerinduan kita untuk melayani-Nya. Dan kita pun mulai membangun langkah-langkah untuk mewujudkan impian kita. Namun demikian, kita perlu mengingat bahwa bagaimanapun kita menyusun rencana kita, tetapi Tuhanlah yang akan menentukan arah langkah kita (Ams. 16:9). Dan cara Tuhan bekerja bisa jadi berbanding terbalik dengan apa yang kita pikirkan, namun rencana Tuhan bagi hidup kita tetaplah akan terlaksana.

Kenyataan hidup yang kita alami sekarang mungkin tidak sejalan dengan apa yang kita harapkan. Namun, Tuhan bisa jadi merancang jalan tersebut untuk membawa kita pada tujuan-Nya. Mari ikuti rencana-Nya sebab rencana-Nya selalu lebih indah dari apa yang mampu kita pikirkan atau bayangkan.

—SYS/www.renunganharian.net


DALAM SETIAP RANCANGAN HIDUP KITA, TUHAN BEKERJA
MENUNJUKKAN JALAN-NYA DAN TUJUAN-NYA SELALU INDAH DAN MULIA


December 31, 2018, 05:49:54 AM
Reply #1994
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23781
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/2018/111-desember.html

 SELALU SIAP SEDIA
1
2
3
4
5
Rating 4.00 (2 Votes)

    Diterbitkan hari Senin, 31 Desember 2018 00:00
    Ditulis oleh Linawati Santoso   
    Dibaca: 688 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: Markus 11:12-14

Tetapi waktu tiba di situ, Ia tidak menemukan apa-apa selain daun-daun saja, sebab memang bukan musim buah ara. (Markus 11:13b)


Bacaan Alkitab Setahun:
Wahyu 21-22



Pada setiap rumah sakit, terdapat UGD (Unit Gawat Darurat) yang dibuka 24 jam penuh. UGD diharapkan mampu menolong para pasien dalam kondisi kritis, kapan pun mereka membutuhkan. Beberapa pusat perbelanjaan juga menyediakan layanan nonstop selama 24 jam. Rupanya di zaman sekarang, dunia menuntut manusia untuk selalu siap sedia!

Jika dunia menetapkan standar siaga 24 jam, terlebih lagi Kerajaan Surga! Hal ini jelas menjawab pertanyaan, mengapa Yesus sampai mengutuk si pohon ara. Waktu Yesus merasa lapar, dari kejauhan Dia melihat pohon ara yang “sudah berdaun”. Sudah berdaun menunjukkan kalau pohon itu sudah cukup usianya untuk berbuah. Tetapi ketika Yesus sampai di sana, Dia tidak mendapati apa-apa selain daun-daunnya saja. Yesus lalu mengutuk si pohon ara (ay. 14). Kalau kita perhatikan, pohon ara sebenarnya tidak bersalah. Bukankah Alkitab mencatat bahwa saat itu memang bukan musim buah ara? (ay. 13). Selalu ada alasan atas setiap tindakan Yesus! Melalui peristiwa itu, Yesus ingin menunjukkan kepada murid-murid-Nya bahwa Kerajaan Surga membutuhkan orang-orang yang selalu siap sedia!

2 Timotius 4:2 mengatakan: “… siap sedialah baik atau tidak baik waktunya.…” Tidak ada zona nyaman bagi para pekerja Allah! Setiap orang yang hanya selalu sibuk dengan urusan pribadinya, tidak dapat berkenan kepada Allah! Jika demikian, pastikan kita mampu membagi waktu antara melakukan aktivitas sehari-hari dengan mengerjakan perkara surga!

—LIN/www.renunganharian.net


SEORANG YANG SIAGA BAGI KERAJAAN SURGA SELALU SIAP MENGERJAKAN KEHENDAK ALLAH,
KAPAN PUN, DI MANA PUN, DAN DALAM SITUASI APA PUN!


January 01, 2019, 06:08:09 AM
Reply #1995
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23781
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
www.renunganharian.net/113-2019/januari/

 PENDOBRAK PENJARA NASIB
1
2
3
4
5
Rating 4.67 (3 Votes)

    Diterbitkan hari Selasa, 01 Januari 2019 00:00
    Ditulis oleh Pipi Agus Dhali   
    Dibaca: 705 kali

Baca: 1 Tawarikh 4:9-10

Yabes berseru kepada Allah Israel ... Dan Allah mengabulkan permintaannya itu. (1 Tawarikh 4:10)


Bacaan Alkitab Setahun:
Kejadian 1-3



Tujuh puluh tahun bangsa Yehuda dibuang ke negeri Babel. Satu generasi lewat, terbit generasi baru. Tiba saatnya Raja Koresh mengijinkan mereka untuk kembali ke Yerusalem demi membangun suatu kehidupan yang baru. Bayangkanlah generasi muda yang harus memulai era baru ini. Tak punya apa-apa. Harga diri pun tidak. Tersisa hanya Yerusalem yang hancur luluh. Warisan mereka hanyalah kekalahan dan penjajahan yang memalukan serta rasa sakit. Sepertinya mereka dilahirkan sebagai “generasi sakit”. Begitulah situasinya.

Kitab Tawarikh sengaja ditulis untuk menyapa generasi terluka ini. Untuk menyemangati dan membangkitkan kebanggaan Yehuda sebagai umat Tuhan. Caranya? Mulai dengan Tuhan! Kisah Yabes adalah contoh sekaligus sumber inspirasi. Rupanya ia lahir tak normal. Ibunya melahirkannya dengan kesakitan. Namanya pun berarti “penyebab rasa sakit”. Sepertinya kesakitan terwaris untuknya. Tetapi ternyata hidupnya mulia melebihi saudara-saudaranya (ay. 9). Ia menjadi si pendobrak penjara nasib. Mengapa? Karena ia mulai dengan Tuhan. Doanya dahsyat. Seruannya kepada Allah dikabulkan (ay. 10).

“Apabila kau telah kehilangan segalanya dan hanya tersisa Tuhan; maka kau punya lebih dari cukup untuk memulai sesuatu yang baru,” demikian bunyi sebuah nasihat. Indah, bukan? Sedang terpurukkah kita? Dirundung sedih dan malu? Sakit tak berdaya? Harta sirna, kawan pun pergi? O, jangan biarkan keputusasaan menelan kita! Masih ada Satu Pribadi yang tak mungkin pergi dari kita: Allah! Dan itu cukup! Mulailah dengan Tuhan. Berharaplah pada-Nya. Masa depan baru tak akan tertutup bagi kita.

—PAD/www.renunganharian.net


BISA SAJA MASA LALU MEWARISKAN KEBURUKAN DAN KESAKITAN PADA KITA,
TETAPI MASA DEPAN DITENTUKAN OLEH KEPERCAYAAN KITA KEPADA TUHAN



January 02, 2019, 05:59:12 AM
Reply #1996
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23781
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/113-2019/januari/

 RESOLUSI = ANUGERAH + DISIPLIN
1
2
3
4
5
Rating 4.00 (5 Votes)

    Diterbitkan hari Rabu, 02 Januari 2019 00:00
    Ditulis oleh Arie Saptaji   
    Dibaca: 796 kali

Baca: Pengkhotbah 5:1-6

Kalau engkau bernazar kepada Allah, janganlah menunda-nunda menepatinya, karena Ia tidak senang kepada orang-orang bodoh. Tepatilah nazarmu. (Pengkhotbah 5:3)


Bacaan Alkitab Setahun:
Kejadian 4-6



Jonathan Edwards, tokoh kebangunan rohani abad ke-18, pada usia 17 tahun menuliskan 21 resolusi pribadi. Sepanjang waktu ia menambahi daftar itu sampai, menjelang kematiannya, ia telah memiliki 70 resolusi.

Resolusinya yang pertama: "Dengan menyadari bahwa saya tidak mampu melakukan apa pun tanpa pertolongan Tuhan, dengan rendah hati saya memohon kepada-Nya, agar oleh anugerah-Nya memampukan saya untuk mematuhi resolusi-resolusi ini…. Ingatlah untuk membaca kembali seluruh resolusi ini seminggu sekali."

Edward tidak secara sambil lalu menyusun resolusi, yang kalaupun dilanggar tidak menjadi persoalan. Seminggu sekali ia melakukan "pemeriksaan diri". Ia secara teratur mengevaluasi kinerjanya, sembari selalu meminta pertolongan Tuhan.

Orang-orang yang berhasil menjalankan resolusi seperti Edward memiliki karakteristik yang menonjol. Mereka menganggap resolusi sebagai perkara yang serius, sebagai suatu nazar di hadapan Tuhan. Sebuah komitmen yang sakral. Sekaligus suatu kerinduan untuk menyenangkan hati Tuhan. Karena itu, mereka mengandalkan pertolongan dan anugerah Tuhan, serta mendisiplinkan diri untuk menepatinya.

Bila membandingkan diri dengan pencapaian Jonathan Edwards, barangkali kita malah jadi kurang percaya diri untuk membuat resolusi. Jadi, anggap saja dia sebagai pelari maraton kawakan, dan kita ini atlet pemula. Kita bisa melatih diri secara bertahap. Yang jelas, kita perlu bahan dasar yang sama: anugerah Tuhan plus disiplin diri.

—ARS/www.renunganharian.net


ANUGERAH TUHAN TIDAK MENGAJARI KITA HIDUP SECARA SEMBRONO,
TETAPI SECARA BERDISIPLIN DAN MENYENANGKAN HATI-NYA



January 03, 2019, 05:40:22 AM
Reply #1997
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23781
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/113-2019/januari/

 MERINDUKAN FIRMAN
1
2
3
4
5
Rating 4.60 (5 Votes)

    Diterbitkan hari Kamis, 03 Januari 2019 00:00
    Ditulis oleh Hembang Tambun   
    Dibaca: 746 kali

Baca: Mazmur 119:97-105

Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku. (Mazmur 119:105)


Bacaan Alkitab Setahun:
Kejadian 7-9



Sebuah video menayangkan bagaimana satu suku di pedalaman Papua menyambut kedatangan pesawat yang membawa Alkitab yang baru selesai diterjemahkan dan dicetak dalam bahasa mereka. Ratusan orang berdiri di kaki pegunungan. Ketika pesawat sudah terlihat, mereka menyanyikan lagu sukacita sambil melambaikan daun-daun. Ketika kardus pertama berisi Alkitab diturunkan, seorang penatua jemaat yang telah menghafal beberapa kitab (bukan ayat) dalam bahasa lokal menerimanya, lalu memanjatkan doa syukur yang sangat menggugah hati. Ia mengungkapkan betapa rindunya mereka memiliki firman Allah secara lengkap, sehingga mereka dapat belajar untuk taat pada Allah. Seorang teman berkata, “Saya jadi malu mengingat bagaimana saya membiarkan Alkitab saya tak tersentuh hingga berdebu!”

Pemazmur mengungkapkan betapa ia mencintai firman Allah yang dapat membuatnya lebih bijaksana (ay. 98), lebih berakal budi (ay. 99), dan lebih memiliki pengertian (ay. 100, 104). Firman Tuhan berkuasa menahan agar seseorang tidak berjalan dalam kejahatan (ay. 101-102).

Firman Tuhan diibaratkan sebagai pelita yang menerangi langkah dan jalan kita. Tanpa cahaya terang, niscaya kita akan tersandung, tersesat dan menempuh perjalanan yang berisiko. Sayangnya, kita sering tidak sungguh-sungguh menyadarinya. Akibatnya, kita pun tidak dapat menyenangkan Allah melalui ketaatan kita pada firman-Nya. Marilah kita menyediakan waktu setiap hari untuk membaca dan merenungkan firman Allah, agar hidup kita semakin dituntun dalam terang-Nya.

—HT/www.renunganharian.net


TANPA PENGETAHUAN AKAN FIRMAN ALLAH,
BAGAIMANA MUNGKIN KITA DAPAT MENAATI DIA?



January 04, 2019, 05:22:32 AM
Reply #1998
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23781
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/113-2019/januari/

 TANGAN YANG MENOPANG
1
2
3
4
5
Rating 4.57 (7 Votes)

    Diterbitkan hari Jum'at, 04 Januari 2019 00:00
    Ditulis oleh Samuel Yudi Susanto   
    Dibaca: 665 kali

Baca: Mazmur 18:30-35

“Yang membuat kakiku seperti kaki rusa dan membuat aku berdiri di bukit.” (Mazmur 18:34)


Bacaan Alkitab Setahun:
Kejadian 10-12



Bayi saya yang berusia sebelas bulan baru mulai belajar berjalan. Saya harus memegangi kedua tangannya agar ia bisa berdiri dengan kedua kakinya yang belum kuat. Ia pun mulai melangkahkan kedua kakinya walau kadang masih belum kokoh dan beberapa kali terpeleset. Jika lepas dari pegangan tangan saya, kadang ia bergerak sendiri walau dengan cara merayap atau berpegangan pada kursi. Saya pun harus berkali-kali mengubah arah jalannya jika ia mulai berjalan ke tempat yang berbahaya untuknya.

Menjalani kehidupan yang penuh tantangan dan bahaya ini, kita berjalan bak seorang bayi yang belum memiliki cukup kekuatan untuk melangkah. Kita membutuhkan tangan Tuhan yang selalu memegang tangan kita. Ketika kita meyakini tangan-Nya, kita akan berjalan tanpa rasa takut sebab Ia tidak akan membiarkan kita jatuh. Tuhan tidak saja mengajar kita untuk berjalan, Ia menuntun kita langkah demi langkah, memegang hidup kita, menjaga kita, dan membimbing kita agar selalu melangkah ke tempat yang aman.

Raja Daud menggambarkan pemeliharaan Tuhan itu sebagai kekuatan dan tuntunan yang selalu diberikan-Nya saat ia mulai kehilangan arah tidak tahu apa yang seharusnya dilakukan. Topangan tangan-Nya selalu menguatkan kaki-kakinya seperti kaki rusa dan melompat di tempat yang terjal. Seberat apa pun situasi di depan kita, mari percayakan hidup kita kepada-Nya. Dialah yang akan menuntun dan menguatkan “kaki-kaki iman” kita sehingga kita dapat melewati terjalnya kehidupan ini dengan sukacita.

—SYS/www.renunganharian.net


PEMELIHARAAN-NYA SEMPURNA,
IA TIDAK PERNAH SEDIKIT PUN MELEPASKAN ULURAN TANGAN-NYA,
MEMBIMBING DAN MENGUATKAN LANGKAH KAKI KITA



January 05, 2019, 05:45:20 AM
Reply #1999
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23781
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/113-2019/januari/

 FOKUS SECARA ROHANI
1
2
3
4
5
Rating 4.20 (5 Votes)

    Diterbitkan hari Sabtu, 05 Januari 2019 00:00
    Ditulis oleh Richard Tri Gunadi   
    Dibaca: 581 kali

Baca: Ibrani 12:1-17

Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman dan membawa iman kita itu kepada kesempurnaan.... (Ibrani 12:2)


Bacaan Alkitab Setahun:
Kejadian 13-15



Fokus berarti berkonsentrasi terhadap aktivitas yang tengah dilakukan. Untuk berkonsentrasi pada satu hal, kita harus menyingkirikan dulu hal yang lain. Saat kita mengatakan “Ya” kepada satu hal, kita harus mengatakan “Tidak” pada hal yang lain.

Fokus sangat penting dalam melakukan segala sesuatu. Semua orang yang berhasil mewujudkan cita-citanya pasti sangat fokus. Mereka menerapkan fokus itu bukan hanya dalam pekerjaan, melainkan juga dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.

Dalam kehidupan rohani, kita perlu berfokus pada hal-hal yang membangun iman. Nas hari ini mengajarkan kita untuk berfokus pada Yesus. “Mata yang tertuju kepada Yesus” dalam terjemahan bahasa Inggrisnya berbunyi “Let us keep our eyes fixed on Jesus.” Semua aspek kehidupan kita haruslah berfokus pada apa yang dilakukan Yesus: mulai dari cara berpikir, perasaan, hingga perilaku-Nya. Seperti yang diperintahkan oleh Yesus dalam salah satu syarat untuk menjadi murid-Nya, yaitu mengikuti Dia. Sangat jelas bahwa untuk mengikuti Yesus, kita harus memiliki fokus. Kita bergumul melawan dan menjauhi dosa (ay. 4), agar kita dapat mengikuti Yesus dan berjalan dalam kebenaran-Nya.

Dengan berfokus kepada Yesus melalui firman-Nya, kita akan mendapatkan hikmat yang luar biasa. Ketika seseorang sangat berfokus pada Yesus, akan banyak terjadi pembaharuan padanya dari dalam ke luar. Ketika kita berkomitmen melakukan kehendak Yesus dalam hidup ini, perubahan pun terjadi secara perlahan namun pasti.

—RTG/www.renunganharian.net


DENGAN FOKUS KEPADA YESUS KITA PERLAHAN NAMUN PASTI
MENJADI SEMAKIN SERUPA DENGAN-NYA



 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)