Author Topic: Renungan Harian®  (Read 97816 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

January 22, 2013, 04:03:44 AM
Reply #20
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 19615
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/index.php/2013/
http://www.renunganharian.net/index.php/2013/33-januari/535-penyakit-nanti.html

Quote
PENYAKIT NANTI

    Diterbitkan hari Selasa, 22 Januari 2013 00:00
    Ditulis oleh Petrus Kwik

Baca: Yosua 18:1-10

Berapa lama lagi kamu bermalas-malas, sehingga tidak pergi menduduki negeri yang telah diberikan kepadamu oleh TUHAN, Allah nenek moyangmu? (Yosua 18:3)


Bacaan Alkitab Setahun:
Keluaran 14-16


Napoleon Hill mengatakan, “Yang berarti bukan apa yang akan Anda kerjakan melainkan apa yang sedang Anda kerjakan sekarang.” Ia hendak menekankan pentingnya melakukan pekerjaan tepat pada waktunya. Secara tidak langsung ia juga mengingatkan, rencana belaka tanpa disertai tindakan untuk mewujudkannya bakal sia-sia.

Masalahnya, tidak sedikit orang yang mengidap penyakit “suatu saat nanti”. Ketika semestinya dapat melakukan sesuatu yang bernilai dalam hidup mereka sekarang ini, mereka memilih menundanya dan berkata akan melakukannya pada suatu hari nanti. “Ah, nanti kan masih ada lagi kesempatan,” dalih mereka. Padahal, kesempatan baik yang dibiarkan berlalu belum tentu akan muncul lagi.

Yosua menegur bangsa Israel yang malas dan tidak bersegera menduduki negeri yang sudah diberikan kepada mereka. Mereka sudah ingin bersantai sebelum mencapai garis akhir. Penundaan membuat kita tidak mengalami kemajuan, pertumbuhan, dan perkembangan yang berarti. Kita jadi tidak memetik hasil yang optimal.

Tuhan membukakan kesempatan bagi kita untuk melayani-Nya setiap hari. Jika ROH KUDUS menanamkan suatu “niat” untuk berbuat baik, jangan biarkan niat itu tinggal menjadi niat. Ambillah keputusan untuk merealisasikannya sebaik mungkin dengan segenap sumber daya yang Anda miliki—saat ini juga. Jangan biarkan penyakit “suatu saat nanti” menahannya. Jangan sampai kesempatan baik itu berlalu, lalu kita baru tersadar dan menyesalinya ketika terbaring sakit atau sudah tidak mampu berbuat apa-apa.—PET

“KEMARIN” SUDAH BERLALU, “NANTI” BELUM DATANG.
YANG ADA DALAM GENGGAMAN KITA HANYALAH “SAAT INI”
January 23, 2013, 04:23:45 AM
Reply #21
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 19615
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/index.php/2013/
http://www.renunganharian.net/index.php/2013/33-januari/536-penantian-panjang.html

Quote
PENANTIAN PANJANG

    Diterbitkan hari Rabu, 23 Januari 2013 00:00
    Ditulis oleh Martinus Prabowo

Baca: Yesaya 30:18-26

Sebab itu TUHAN menanti-nantikan saatnya hendak menunjukkan kasih-Nya kepada kamu... berbahagialah semua orang yang menanti-nantikan Dia! (Yesaya 30:18)

Bacaan Alkitab Setahun: Keluaran 17-19

Kim dan Krickitt Carpenter berkendaraan menuju Arizona untuk merayakan Thanksgiving. Malang tak dapat ditolak, mereka mengalami kecelakaan. Krickitt mengalami koma selama empat bulan. Ketika sadar kembali, ia kehilangan memorinya. Bahkan kenangan pernikahannya selama dua tahun dengan Kim pun terhapus sama sekali. Butuh waktu tiga tahun baginya untuk dapat memiliki hubungan emosional lagi dengan istrinya. Sebuah penantian yang panjang bagi Kim. Penantian untuk dirindukan, dicintai, dan diterima kembali oleh sang suami. Kisah nyata ini akhirnya diangkat menjadi film dengan judul The Vow.

Firman-Nya hari ini juga berbicara tentang penantian. Tuhan merindukan kita untuk menantikan Dia (ay. 18). Dia menantikan Anda berseru dan menunggu pertolongan-Nya (ay. 19). Dia menginginkan agar Anda mengenali-Nya setiap waktu (ay. 20), menunjukkan jalan yang lurus bagi Anda (ayat 21), dan menguduskan hidup Anda dari kecemaran (ayat 22). Dia siap sedia untuk mencukupi segala kebutuhan Anda (ay. 23-25) dan memulihkan Anda sepenuhnya (ay. 26).

Namun, kita perlu menantikan dengan setia hingga waktu-Nya tiba. Tuhan menghendaki, agar kita menantikan Dia bertindak menurut waktu-Nya. Kita mungkin tergoda untuk mendesak Tuhan, agar mempercepat agenda-Nya. Namun, Tuhan memiliki perhitungan yang melampaui pengertian kita. Ketidaksabaran kita hanya akan membuahkan kesia-siaan. Jadi, jika Anda sedang menantikan sesuatu dari Tuhan, bertekunlah. Dia tidak akan pernah mengecewakan dan mempermalukan kita.—MRT

KESEDIAAN KITA UNTUK MENANTI
MENUNJUKKAN PENGHARGAAN PADA SANG PEMBERI JANJI
January 24, 2013, 04:57:34 AM
Reply #22
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 19615
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/index.php/2013/
http://www.renunganharian.net/index.php/2013/33-januari/537-langsung-marah.html

Quote
LANGSUNG MARAH

    Diterbitkan hari Kamis, 24 Januari 2013 00:00
    Ditulis oleh Riris Ernaeni

Baca: Yakobus 1:19-27

Setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah; sebab kemarahan manusia tidak mengerjakan kebenaran di hadapan Allah. (Yakobus 1:19-20)


Bacaan Alkitab Setahun:
Keluaran 20-22


Seorang ibu begitu murka ketika anak gadisnya pulang terlambat. Tanpa banyak bertanya dan tidak memberi putrinya kesempatan untuk menjelaskan, si ibu langsung memuntahkan kalimat-kalimat yang tidak senonoh dan bernada menghakimi. Padahal, keterlambatan putrinya terjadi secara tak sengaja: ban motornya kempis di tengah jalan dan ia harus menuntun motor cukup jauh sebelum menemukan tukang tambal ban. Selain itu, batere telepon genggamnya habis sehingga ia tidak dapat memberi tahu ibunya.

Kita kadang-kadang membiarkan prasangka atau kemarahan menguasai diri kita sehingga kita tidak dapat menanggapi situasi dengan semestinya. Kita tidak meluangkan waktu untuk mendengarkan penjelasan orang lain dan secara gegabah melontarkan tuduhan. Ledakan amarah yang membabi buta menyebabkan kita menyeburkan perkataan yang tidak pantas dan meninggalkan luka yang mendalam di hati orang yang kita hakimi. Singkatnya, amarah yang tak terkendali menghancurkan hubungan yang baik.

Apa yang tampak oleh mata kita belum tentu mengungkapkan seluruh keadaan secara lengkap. Oleh sebab itu, sudah semestinya kita memberikan kesempatan kepada orang lain menjelaskan duduk perkaranya. Kesediaan untuk mendengarkan ini menolong kita untuk mengendalikan amarah. Sebaliknya, kita memiliki waktu untuk mempertimbangkan perkara secara lebih jernih sehingga dapat mengambil keputusan yang lebih adil. Dengan itu, kita juga menghormati orang tersebut dan menghargai hubungan dengannya.—RE

LEBIH BAIK MEMBERIKAN SEPASANG TELINGA YANG MAU MENDENGARKAN
DARIPADA MENCECARKAN SERIBU NASIHAT YANG MENGHAKIMI
January 25, 2013, 04:48:25 AM
Reply #23
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 19615
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/index.php/2013/
http://www.renunganharian.net/index.php/2013/33-januari/538-membuang-makanan.html

Quote
MEMBUANG MAKANAN

    Diterbitkan hari Jum'at, 25 Januari 2013 00:00
    Ditulis oleh Arie Saptaji

Baca: Kejadian 1

... “Lihatlah, Aku memberikan kepadamu segala tumbuh-tumbuhan yang berbiji di seluruh bumi dan segala pohon-pohonan yang buahnya berbiji; itulah akan menjadi makananmu. (Kejadian 1:29)

Bacaan Alkitab Setahun:Keluaran 23-25

National Resources Defense Counsel, badan pertahanan pangan nasional AS, pada Agustus 2012 mengeluarkan laporan mengejutkan. Menurut surveinya, warga AS membuang 40% makanan mereka. Nilainya setara dengan 165 miliar dolar per tahun, atau lebih dari 10 kilogram per orang per bulan. Dampaknya luas. Warga AS menderita obesitas paling parah di dunia. Mereka juga memboroskan penggunaan lahan, air segar, dan sekian banyak bahan kimia. Belum lagi, limbah makanan itu menyumbangkan 25% emisi gas metana di negeri itu. Misalkan mereka membuang makanan hanya sebanyak 15%, 25 juta orang akan dapat menikmati kecukupan pangan selama setahun penuh. Sebuah potret yang membuat kita mengelus dada.

Makanan terlalu berharga untuk dihamburkan. Sadarkah Anda bahwa makanan adalah pemberian pertama dari Allah yang tercatat dalam Alkitab? Kejadian 1 memaparkan, Allah menciptakan alam dengan firman-Nya. Puncaknya, Allah menciptakan manusia dan memberkati mereka. Barulah pada ayat 29, untuk pertama kali muncul kata “memberikan”. Pemberian ini tidak lain mengacu pada makanan untuk dikonsumsi manusia. Dan firman-Nya menegaskan, pemberian-Nya itu sesuatu yang baik bagi kesejahteraan ciptaan-Nya.

Ketika menjumpai hidangan di meja makan, kita sedang menyambut pemberian yang baik dari Allah. Adakah kita sungguh-sungguh mengucap syukur atas makanan itu? Apakah kita memilih makanan secara arif? Apakah kita makan dengan pola yang sehat, tidak berlebihan, dan tidak menghamburkannya secara sembrono?—ARS

KETIKA KITA MENIKMATI MAKANAN
KITA MENIKMATI KEBAIKAN PEMELIHARAAN ALLAH
January 26, 2013, 04:24:07 AM
Reply #24
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 19615
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/index.php/2013/
http://www.renunganharian.net/index.php/2013/33-januari/539-latihan-bertumbuh.html

Quote
LATIHAN BERTUMBUH

    Diterbitkan hari Sabtu, 26 Januari 2013 00:00
    Ditulis oleh Wahyu Barmanto

Baca: Ibrani 5:11-14

Tetapi makanan keras adalah untuk orang-orang dewasa, yang memiliki indra yang terlatih untuk membedakan yang baik dari yang jahat. (Ibrani 5:14)

Bacaan Alkitab Setahun: Keluaran 26-28

Bagi seorang bayi, makanan yang paling baik adalah air susu ibu. Pada saat itu ia belum mampu mencerna makanan yang keras. Ada beberapa bagian tubuhnya yang belum mampu mencerna makanan dengan sempurna. Bila tetap dipaksakan mengkonsumsi makanan yang keras, bayi itu dapat terkena penyakit sehingga proses pertumbuhannya terganggu. Ketika usianya semakin bertambah, secara bertahap diberi asupan makanan selain susu sampai akhirnya ia disapih. Seiring dengan pertumbuhannya, tubuhnya semakin siap dan mampu mencerna makanan keras denganbaik.

Dalam kehidupan rohani, kadang-kadang kita menemukan orang yang tidak mampu membedakan mana yang baik dan mana yang jahat. Ia masih terus melakukan tindakan kurang terpuji dalam hidupnya, bahkan melenceng jauh dari jalan Tuhan. Kondisi seperti ini menunjukkan keadaan seseorang yang terhambat pertumbuhan rohaninya. Pertumbuhan rohani memang tidak terjadi secara otomatis. Perlu latihan. Latihannya dengan belajar menerapkan dan menaati firman kebenaran sehingga secara bertahap kita semakin tajam mengenali perkara yang baik dan yang jahat. Sikap yang terbuka untuk belajar dan senantiasa siap diperbarui oleh Firman-Nya merupakan lahan yang subur bagi pertumbuhan rohani. Semakin kita bertumbuh, kita akan semakin menyerupai Kristus dan buah Roh-Nya semakin nyata dalam kehidupan kita.

Marilah kita menilik kondisi kita masing-masing dengan saksama. Adakah indra kita semakin peka dalam mengenali jalan Tuhan dan kita semakin sigap dalam menaatinya?—WB

SEMAKIN DEWASA KITA BERTUMBUH SECARA ROHANI
SEMAKIN PEKA KITA DALAM MENGIKUTI JALAN KEBENARAN
January 27, 2013, 04:26:09 AM
Reply #25
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 19615
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/index.php/2013/
http://www.renunganharian.net/index.php/2013/33-januari/540-jalan-terjal.html

Quote
JALAN TERJAL

    Diterbitkan hari Minggu, 27 Januari 2013 00:00
    Ditulis oleh Riris Ernaeni

Baca: Yesaya 55:1-13

Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah Firman Tuhan. Yesaya 55:8


Bacaan Alkitab Setahun:
Keluaran 29-31


Saya membaca kisah menggelitik ini di blog seorang teman. Ia menuturkan bahwa dulu ketika jalan trans Kalimantan sedang dibangun dan kondisinya masih berantarakan, nyaris tidak pernah terdengar adanya kasus kecelakaan di situ. Namun kini, ketika jalan tersebut mulus tanpa lubang, ia kerap mendengar kabar tentang orang yang meninggal sia-sia karena kecelakaan di jalan raya tersebut. Kenyamanan yang tersedia bisa jadi justru membuat pengemudi lengah, mengantuk, atau kurang berkonsentrasi dalam mengemudikan kendaraan.

Saya kadang-kadang secara diam-diam menganggap Tuhan kejam karena Dia menuntun saya melewati jalan yang sama sekali tidak menyenangkan. Jalan yang terjal, penuh lubang, kelokan, dan kerikil tajam. Tidak jarang saya berharap agar Tuhan menuntun kita melalui hamparan rumput dengan bebungaan yang elok dan pepohonan yang teduh, namun Tuhan justru membawa saya melalui jalur yang tandus dan gersang. Dan, saya mengeluh karena tidak mengerti maksud-Nya di balik perjalanan tersebut. Pernahkah Anda merasakan apa yang pernah saya rasakan?

Tuhan memiliki jutaan misteri yang tak terselami dalam karya dan pemikiran-Nya. Namun, kita dapat meyakini, yaitu bahwa segala perbuatan-Nya tentu berdasar pada kasih-Nya dan demi kebaikan kita. Melindungi kita dari kelengahan, mencegah kita melakukan kebodohan, juga menyiapkan berkat yang dapat kita nikmati dengan penuh kepuasan. Dan, Tuhan menyertai kita sepanjang perjalanan, menghibur dan menguatkan kita dalam menghadapi tantangan.—RE

MESKIPUN HARUS MENGHADAPI PERJALANAN YANG SUKAR
PENYERTAAN TUHAN MEMBUAT HATI KITA TIDAK TAWAR

January 28, 2013, 04:47:13 AM
Reply #26
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 19615
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/index.php/2013/
http://www.renunganharian.net/index.php/2013/33-januari/541-karena-mirip.html

Quote
KARENA MIRIP

    Diterbitkan hari Senin, 28 Januari 2013 00:00
    Ditulis oleh Heman Elia

Baca: 2 Raja-Raja 5:1-15

Aku sangka bahwa setidak-tidaknya ia datang ke luar dan berdiri memanggil nama TUHAN… dan dengan demikian menyembuhkan penyakit kustaku! 2 Raja-raja 5:11


Bacaan Alkitab Setahun:
Keluaran 32-34


Kami kehilangan kontak dengan seorang saudara laki-laki kami selama 15 tahun. Berita terakhir yang kami dapat, ia berada di sebuah kota di Kalimantan Selatan, telah menikah dengan wanita setempat, berganti agama dan identitas. Pada pertengahan 2011, dua abang saya (salah satunya seorang angota TNI) mencarinya, tanpa alamat.

Mereka bertanya kepada para kepala desa, ketua-ketua RT dan RW, tetapi tidak ada yang tahu. Mereka mencari komunitas-komunitas suku Batak, tetapi tidak mendapatkan informasi yang berarti. Setelah semua cara dilakukan, mereka menyerah dan bersiap pulang dengan tangan hampa. Ketika sepeda motor mereka berhenti di tepi jalan, seorang pemuda mendekati mereka dan bertanya, “Bapak kok mirip sekali dengan abang yang di sana itu?” Lalu mereka mengikuti pemuda itu ke sebuah daerah perkebunan yang cukup jauh. Puji Tuhan, mereka menemukan abang saya.

Ketika Naaman mendatangi Elisa untuk disembuhkan dari kustanya, ia sudah memiliki konsep sendiri tentang bagaimana nabi Allah itu akan mengatasi masalahnya. Lalu ia disuruh mandi tujuh kali ke dalam sungai Yordan. Hanya itu. Dan ia menolaknya. Cara Tuhan itu sama sekali lain dari bayangannya semula. Namun, berkat nasehat bijak para pegawainya, akhirnya ia taat. Hasilnya, ia pun sembuh.

Manusia sering kali mengambil peran Tuhan dalam melakukan sesuatu. Mereka membatasi Tuhan sehingga akhirnya gagal melihat-Nya berkarya. Terbukalah kepada-Nya dan taatilah Dia, maka Anda akan terpesona akan Dia.—HEM

SERING KALI TAK TERDUGA DAN BERBEDA DARI PEMIKIRAN KITA,
TETAPI CARA TUHAN TETAP YANG TERBAIK
January 29, 2013, 04:41:53 AM
Reply #27
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 19615
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/index.php/2013/
http://www.renunganharian.net/index.php/2013/33-januari/542-meminta-hikmat.html

Quote
MEMINTA HIKMAT

    Diterbitkan hari Selasa, 29 Januari 2013 00:00
    Ditulis oleh Agustina Wijayani
Baca: Yakobus 1:1-8

Tetapi apabila di antara kamu ada yang kekurangan hikmat, hendaklah ia memintanya kepada Allah. (Yakobus 1:5)


Bacaan Alkitab Setahun:
Keluaran 35-37


Seorang pemain golf profesional baru saja membuat pukulan bagus. Sayang, bolanya masuk ke sebuah kantong kertas pembungkus makanan yang dibuang sembarangan. Menurut peraturan, jika ia sengaja mengeluarkan bola itu, maka ia mendapat hukuman. Namun kalau ia memukul bola bersama kantong kertas itu, ia tidak mungkin bisa memukul dengan baik. Si pemain pun berpikir sejenak untuk mencari hikmat. Tak lama kemudian, ia mengambil korek dari sakunya dan membakar kantong kertas tadi. Sesudah itu, ia dapat memukul bola golf itu lagi dengan pukulan terbaiknya.

Di perjalanan hidup ini, kerap kita menjumpai peristiwa yang tak terduga dan belum pernah kita alami. Sebagian di antaranya bisa jadi berupa ujian yang berat (ayat 1-3)—baik dalam berkeluarga, dalam membesarkan anak, dalam bekerja, dalam bergaul, dalam melayani Tuhan, dan dalam banyak aspek lain lagi. Kita membutuhkan hikmat untuk menghadapinya. Namun, dalam kondisi sulit, wawasan dan pengalaman kita bisa terasa tak cukup. Sebagai anak Tuhan, di mana kita dapat memperoleh hikmat untuk dapat memilih sikap dan tindakan yang tepat?

Yakobus memberi kita kelegaan bahwa bila kita merasa kekurangan hikmat, kita boleh memintanya kepada Allah (ay. 5). Asal kita meminta dengan iman, Dia akan memberikan hikmat itu tanpa syarat. Dia akan memberi kita hikmat praktis untuk mengatasi kesulitan kita. Dia akan memberi kita hikmat untuk dapat melihat sebuah keadaan sebagaimana Allah melihat sehingga kita tahu bagaimana bersikap secara tepat bagi setiap pribadi dan dalam setiap situasi.—AW

LIHATLAH MASALAH DARI CARA ALLAH MELIHAT
MAKA IA TAKKAN TAMPAK SESULIT KETIKA IA PERTAMA TERLIHAT
January 30, 2013, 05:07:11 AM
Reply #28
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 19615
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/index.php/2013/
http://www.renunganharian.net/index.php/2013/33-januari/543-kenapa-enggan-berbagi.html

Quote
KENAPA ENGGAN BERBAGI?

    Diterbitkan hari Rabu, 30 Januari 2013 00:00
    Ditulis oleh Arie Saptaji

Baca: Lukas 6:37-42

Berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu... (Lukas 6:38)

Bacaan Alkitab Setahun:Keluaran 38-39

Seorang petani lele yang lumayan sukses di Kalasan, Yogyakarta, tidak segan-segan membagikan ilmunya kepada petani lain yang berminat menekuni budidaya ikan air tawar tersebut. Ia tidak khawatir kelak mereka akan menjadi pesaingnya. “Kenapa mesti enggan berbagi ilmu dan keterampilan?” katanya. “Kalaupun kita sudah membagikannya, belum tentu juga orang bisa menirunya begitu saja. Dengan berbagi, kita sendiri akan mendapatkan lebih banyak masukan. Kita malah jadi semakin pintar.”

Ya, memberi tidak akan membuat kita kekurangan. Sebaliknya, seperti ditegaskan Yesus, memberi justru menjadikan sumber daya kita berlipat ganda. Apa yang kita berikan tidak akan hilang secara sia-sia, melainkan akan dikembalikan kepada kita dalam kadar yang berlimpah-limpah. Ini prinsip yang berlawanan dengan yang dijalankan dalam dunia bisnis. Pebisnis didorong untuk mengeluarkan biaya sekecil mungkin demi meraup keuntungan yang sebesar-besarnya. Prinsip bisnis semacam ini membangkitkan keserakahan, adapun belajar memberi mengembangkan kemurahan hati kita.

Kita masing-masing pasti memiliki sesuatu yang baik—uang, talenta, waktu, tenaga, senyuman, pengampunan—untuk dibagikan kepada orang yang memerlukan. Kita tidak akan selalu menerima balasan dalam bentuk yang sama persis, namun tak ayal kita akan mengalami berkat yang mendatangkan damai sejahtera. Jadi, perhatikanlah apa saja yang Anda miliki dan dapat Anda daya gunakan untuk memberkati sesama. Seperti petani lele tadi, kenapa enggan berbagi?—ARS

ORANG MISKIN ADALAH ORANG YANG TIDAK MEMILIKI APA-APA
UNTUK DIBAGIKAN KEPADA SESAMANYA
January 31, 2013, 05:55:14 AM
Reply #29
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 19615
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/index.php/2013/
http://www.renunganharian.net/index.php/2013/33-januari/544-bai-fang-li.html

Quote
BAI FANG LI

    Diterbitkan hari Kamis, 31 Januari 2013 00:00
    Ditulis oleh Agustina Wijayani

Baca: Yakobus 3:16-18

Sebab di mana ada iri hati dan mementingkan diri sendiri di situ ada kekacauan dan segala macam perbuatan jahat. (Yakobus 3:16)


Bacaan Alkitab Setahun:
Keluaran 40

Bai Fang Li, pengayuh becak dari Tianjin, China, tinggal di gubuk tua, di lingkungan kumuh tempat tinggal para pengayuh becak dan pemulung. Tak ada perabotan berharga di rumahnya. Ia hanya punya satu piring dan satu gelas kaleng sebagai alat makan. Ia tidur beralas karpet lama dengan selembar selimut tua sebagai penghangat, dan hanya diterangi lampu minyak.

Penghasilan Bai sebenarnya dapat membuatnya hidup lebih layak. Namun, sejak usia 74, ia menyumbangkan sebagian besar penghasilannya ke panti asuhan di Tianjin, yang menampung 300 anak dan mengelola sekolah untuk anak dari keluarga kurang mampu. Ketika pada umur 91 tahun ia tak sanggup lagi mengayuh becak, Bai telah menyumbangkan uang sebesar 350.000 yuan (Rp472.500.000,00)! Meski tak berlimpah harta, ia memutuskan untuk tidak memikirkan diri sendiri dan berani memberi.

Firman Tuhan mengingatkan bahwa bila manusia hanya memikirkan dirinya sendiri, berarti ia sedang mengikuti hikmatnya sendiri. Dari situ, bisa timbul kekacauan dan kejahatan (ay. 16). Bagaimana tidak? Kerap karena mengejar keinginan sendiri, manusia lantas menghalalkan segala jalan. Padahal, keinginan adalah sesuatu yang tak pernah dapat terpuaskan. Hikmat yang dari atas berkebalikan dengan itu. Mari cermati kembali ayat 17. Jika Tuhan berdiam di dalam diri kita, Dia akan mengubahkan cara kita mengingini sesuatu. Tuhan akan menolong kita untuk berhenti menyenangkan diri sendiri, serta bertumbuh semakin dewasa dengan menyenangkan Tuhan dan melayani sesama.—AW

KEEGOISAN TAK PERNAH DAPAT DIPUASKAN
HANYA BERSAMA YESUS HIDUP KITA DIPENUHKAN
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)