Author Topic: Renungan Harian®  (Read 110743 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

January 06, 2019, 04:51:36 AM
Reply #2000
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22876
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/113-2019/januari/

 ASAF
1
2
3
4
5
Rating 4.25 (8 Votes)

    Diterbitkan hari Minggu, 06 Januari 2019 00:00
    Ditulis oleh Hembang Tambun   
    Dibaca: 325 kali

Baca: Mazmur 73:1-28

Aku dungu dan tidak mengerti, seperti hewan aku di dekat-Mu. Tetapi aku tetap di dekat-Mu; Engkau memegang tangan kananku. (Mazmur 73:22-23)


Bacaan Alkitab Setahun:
Kejadian 16-18



Banyak orang yang takut akan Tuhan mengalami berbagai kesusahan dan ditimpa masalah berat, sebaliknya orang-orang yang tidak peduli dengan Allah sepertinya aman-aman saja, bahkan menikmati berbagai kemujuran. Mengapa demikian?

Asaf, penulis banyak Mazmur, seorang kepala pemimpin pujian yang diangkat Raja Daud (1Taw. 16:5), juga bergumul dengan kenyataan ini. Ia memperhatikan kejayaan orang-orang fasik dengan banyak kemujuran (ay. 3b), sehat-sehat (ay. 4), tidak mengalami kesusahan (ay. 5). Karenanya mereka menjadi sombong dan terus dalam kejahatan mereka (ay. 7-9), bahkan mengira Allah tidak mengetahuinya (ay. 11). Asaf, seorang yang berhati tulus dan mengandalkan Tuhan (ay. 13), mulai ragu akan imannya. Ia merasa kesetiaannya sia-sia belaka (ay. 13), dan ia nyaris tergelincir (ay. 2).

Namun Asaf memutuskan setia dan tetap mencari Allah (ay. 17), serta berpegang kepada-Nya, sekalipun banyak hal tak dipahaminya (ay. 22-23). Ia berserah pada tuntunan Allah yang membawanya pada kemuliaan (ay. 24). Ia sadar bahwa miliknya yang paling berharga adalah Allah yang kekal (ay. 25-26). Ia pun mengerti bahwa situasi “makmur dan mujur” yang mereka alami itu bersifat sementara, suatu jerat, karena mereka ada “di tempat-tempat licin” (ay. 18a), serta akan berakhir dalam kehancuran dan kebinasaan (ay. 18b-20).

Sekalipun kita menghadapi banyak hal sulit yang tidak kita mengerti, seperti Asaf, hal terbaik yang perlu kita lakukan adalah mendekat kepada Allah dan menjadikan-Nya tempat perlindungan kita (ay. 28).

—HT/www.renunganharian.net


MARI BERPAUT ERAT PADA ALLAH AGAR
KITA TIDAK TERGELINCIR DI JALAN LICIN KEHIDUPAN



January 07, 2019, 05:18:41 AM
Reply #2001
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22876
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/113-2019/januari/

 DARI ATAS
1
2
3
4
5
Rating 4.57 (7 Votes)

    Diterbitkan hari Senin, 07 Januari 2019 00:00
    Ditulis oleh Pipi Agus Dhali   
    Dibaca: 725 kali

Baca: Yohanes 10:22-30

“Dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorang pun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku.” (Yohanes 10:28)


Bacaan Alkitab Setahun:
Kejadian 19-21



Ketika anak saya mendiami rumah baru, saya menghadiahinya karya tangan saya sendiri, lukisan seorang ayah menggandeng tangan anaknya terlihat dari sisi belakang. Saya melengkapinya dengan kutipan Mazmur yang menegaskan, sekalipun kita bisa jatuh, tidaklah sampai tergeletak, sebab Tuhan menopang kita dengan tangan-Nya.

Cara pandang Injil Yohanes unik dan konsisten. Selalu mulai “dari Atas”, dari Allah. Berawal dari Firman yang menjadi Manusia (Yoh. 1:1,14). Gerakannya “dari Atas” kepada kita. Allah mengunjungi, menyatakan diri-Nya, dan mewujudkan kasih-Nya kepada kita. Semua tentang pekerjaan Allah kepada kita di dalam dan melalui Yesus (ay. 25). Keselamatan kita bergantung pada pekerjaan Allah, bukan pada daya upaya kita. Kita boleh mengecap keselamatan yang kekal karena tidak ada yang dapat merebut kita dari tangan-Nya (ay. 28, 29). Semuanya karena Allah. Dari Atas. Anugerah.

Sejujurnya, kita sering dipengaruhi pemikiran “dari bawah”. Kita melakukan banyak hal demi membangun perasaan layak diberkati. Diam-diam dengan tegang dan kencang kita bersaing demi mendapat kasih sayang Tuhan atas dasar penghitungan jasa. Kita menggerutu jika merasa tak menerima apa yang menurut kita pantas kita dapatkan. Seakan-akan semuanya bergantung pada kita. Rileks! Percayalah, Anda dan saya dikasihi-Nya bukan karena perbuatan kita, melainkan perbuatan Yesus bagi kita. Itu karya “dari Atas”. Anugerah-Nya. Terimalah dengan iman, kerendahan hati, dan rasa syukur!

—PAD/www.renunganharian.net


KITA SELAMAT BUKAN KARENA KITA BERPEGANG ERAT PADA YESUS,
TETAPI KARENA YESUS MENGGENGGAM KITA BEGITU ERATNYA.—R.C. Sproul



January 08, 2019, 05:17:29 AM
Reply #2002
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22876
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/113-2019/januari/

 MENGHADAPI KEGAGALAN
1
2
3
4
5
Rating 4.83 (6 Votes)

    Diterbitkan hari Selasa, 08 Januari 2019 00:00
    Ditulis oleh Linawati Santoso   
    Dibaca: 748 kali

Baca: Lukas 22:47-62

Sebab tujuh kali orang benar jatuh, namun ia bangun kembali.... (Amsal 24:16)


Bacaan Alkitab Setahun:
Kejadian 22-24



Demi memenangkan kontes, Teddy selama enam bulan tekun berlatih memainkan piano. Rupanya, perjuangannya belum membuahkan hasil. Ia kalah. Namun, ia tidak kecewa. “Sebelum mengikuti kontes, aku mempersiapkan diri bukan hanya untuk menyambut kemenangan, melainkan juga menghadapi kegagalan,” katanya.

Banyak orang hanya selalu membicarakan kemenangan sehingga tidak siap ketika menghadapi kegagalan. Karena itulah, ketika mereka gagal, kegagalan tersebut terasa begitu menyakitkan. Padahal, jika ditelusuri, kegagalan bukan sepenuhnya merupakan mimpi buruk. Berbicara mengenai kegagalan, dua murid Yesus pada perikop hari ini juga telah gagal. Bayangkan saja, Yudas menjadi pengkhianat dengan menjual Gurunya dan Petrus menjadi seorang yang menyangkal Dia! (ay. 47-48, 56-60). Bedanya, Yudas kemudian bunuh diri (Mat. 27:3-5), sedangkan Petrus menangis, menyesal, dan bertobat (ay. 61-62). Meskipun sama-sama gagal, Petrus memilih jalan yang lebih baik daripada pilihan Yudas. Peristiwa penyangkalan itu bahkan memberikan pelajaran besar baginya. Di kemudian hari, ia menjadi orang yang begitu berani memberitakan nama Yesus (lih. Kis. 2:14-36).

Apakah kita baru saja menghadapi kegagalan? Jika ya, jangan biarkan kegagalan itu melumpuhkan semangat kita untuk kembali bangkit dan melangkahkan kaki ke depan. Yakinkan diri bahwa kemenangan bukanlah milik orang-orang hebat, melainkan milik setiap orang yang mau bangkit meskipun telah gagal!

—LIN/www.renunganharian.net


PELAJARAN TERBESAR DALAM KEHIDUPAN
DIPEROLEH DARI KEGAGALAN.—John C. Maxwell



January 09, 2019, 05:23:36 AM
Reply #2003
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22876
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/113-2019/januari/

 SEMAKIN KERAS
1
2
3
4
5
Rating 4.75 (4 Votes)

    Diterbitkan hari Rabu, 09 Januari 2019 00:00
    Ditulis oleh Hembang Tambun   
    Dibaca: 755 kali

Baca: Lukas 18:35-43

Mereka yang berjalan di depan menegur dia supaya ia diam. Namun semakin keras ia berseru, “Anak Daud, kasihanilah aku!” (Lukas 18:39)


Bacaan Alkitab Setahun:
Kejadian 25-27



Keberhasilan seringkali tergantung pada seberapa kuat keyakinan seseorang. Jika ia tidak benar-benar yakin, halangan kecil pun akan membuatnya undur. Namun jika ia sungguh yakin, ia akan tekun menjalaninya, sekalipun banyak orang berusaha menghentikannya.

Saat Yesus memasuki kota Yerikho, seorang pengemis buta berseru meminta perhatian-Nya di tengah keramaian. Orang-orang merasa terganggu, lalu menyuruhnya bungkam. Namun, ia justru berseru semakin keras. Alkitab tidak memberitahu bagaimana dia mengenal Yesus. Orang-orang hanya memberitahunya bahwa Yesus, orang Nazaret sedang lewat (ay. 37). Namun ia mengenali-Nya sebagai Anak Daud (ay. 38, 39), yang berkuasa (ay. 41).

Pengemis buta ini tahu apa yang sedang dilakukannya. Ia juga tahu apa yang hendak dimintanya, yaitu supaya matanya melek. Nyatalah bahwa ia sungguh beriman pada Yesus. “Anak Daud” adalah sebutan istimewa yang mengacu pada Dia yang akan datang untuk menegakkan kembali kerajaan Daud dengan segala kejayaannya. Ini merupakan gelar lain dari Mesias (Kristus). Tak heran, Yesus menyebutnya memiliki iman yang menyelamatkan (ay. 42). Melalui mukjizat yang dialaminya, ia pun mengikut Yesus dan memuliakan Allah.

Saat kita mengalami berbagai kesulitan, bahkan tantangan hidup, berserulah “semakin keras” pada Allah. Bahkan saat orang-orang lain tidak menghargai upaya kita, berserulah kepada-Nya. Ini menunjukkan kesungguhan iman kita. Maka kita pun akan menyaksikan bagaimana Dia berkarya dalam hidup kita.

—HT/www.renunganharian.net


ALLAH TIDAK MENGOBRAL KUASA-NYA KEPADA SEMUA ORANG,
MELAINKAN HANYA KEPADA MEREKA YANG MEMINTA DENGAN IMAN



January 10, 2019, 11:29:04 AM
Reply #2004
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22876
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/113-2019/januari/

 KITA SUNGGUH BERHARGA
1
2
3
4
5
Rating 5.00 (15 Votes)

    Diterbitkan hari Kamis, 10 Januari 2019 00:00
    Ditulis oleh Antok Setyo Wibowo   
    Dibaca: 3611 kali

Baca: Mazmur 8:1-10

Namun Engkau telah membuatnya hampir sama seperti Allah, dan telah memahkotainya dengan kemuliaan dan hormat. (Mazmur 8:6)


Bacaan Alkitab Setahun:
Kejadian 28-30



Orang-orang tertentu menganggap bahwa harga diri mereka ditentukan oleh apa yang mereka miliki, sehingga mereka memakai barang yang bermerek, makan makanan yang mahal, naik kendaraan yang mahal, dan tinggal di rumah yang mewah. Ketika mereka tidak sanggup menggapainya, mereka merasa menjadi orang-orang yang tidak berharga.

Daud memuji Tuhan pencipta yang mulia dan agung ketika ia melihat hasil karya Tuhan yang luar biasa yaitu langit, bulan dan bintang-bintang. Daud menjadi merasa begitu kecil dan hina sehingga menyebut dirinya, manusia, dengan “apa” dan bukan “siapa”, seperti sebutan sebuah benda. Daud bahkan dalam keberadaannya merasa tidak layak untuk diingat dan diindahkan oleh Tuhan. Tetapi Daud tidak berhenti pada perasaan yang kecil dan hina karena ia menemukan bahwa Tuhan membuat manusia hampir sama seperti Allah. Dia memahkotai manusia dengan kemuliaan dan hormat, bahkan membuat manusia berkuasa atas segala buatan tangan-Nya. Manusia begitu berharga di hadapan Tuhan karena telah diciptakan dengan baik, diberi karunia-karunia dan kepercayaan.

Di sekitar kita, ada orang-orang yang begitu rendah diri, merasa kurang berharga dan tidak puas dengan dirinya. Mereka begitu haus akan perhatian, pujian, dan penghargaan dan mencarinya dengan apa yang mereka lakukan dan miliki (harta dan kuasa). Marilah kita menyampaikan pemahaman yang benar bahwa Tuhan, Sang pencipta, sungguh mengasihi dan menghargai mereka apa adanya karena mereka sungguh berharga di mata-Nya.

—ANT/www.renunganharian.net


KASIH DAN KEMATIAN-NYA BAGI KITA ADALAH BUKTI NYATA
BAHWA KITA BEGITU BERHARGA DIMATA-NYA



January 11, 2019, 08:49:44 AM
Reply #2005
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22876
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/113-2019/januari/

 SUMBU YANG PUDAR
1
2
3
4
5
Rating 4.65 (23 Votes)

    Diterbitkan hari Jum'at, 11 Januari 2019 00:00
    Ditulis oleh Samuel Yudi Susanto   
    Dibaca: 2933 kali

Baca: Matius 12:15b-21

“Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskan-Nya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkan-Nya, sampai Ia menjadikan hukum itu menang.” (Matius 12:20)


Bacaan Alkitab Setahun:
Kejadian 31-33



Membuat lilin melibatkan proses yang menarik. Salah satu elemen yang penting adalah sumbu. Tanpa sumbu, lilin tidak bisa melaksanakan tugasnya. Tanpa sumbu, lilin yang cantik tidak bisa mempertahankan api, hanya meleleh dan menjadi gumpalan tanpa bentuk. Sumbu menahan api dan terbakar perlahan-lahan, sehingga lilin bisa meleleh sedikit demi sedikit dan membentuk pola-pola tetesan yang menarik di sepanjang batangannya. Setelah sekian jam, lilin akan habis dan sumbunya hangus terbakar, nyala api mulai berkedip-kedip. Api itu hampir padam.

Terkadang pengharapan kita ibarat sumbu pada lilin itu. Pada sebuah titik, kita merasa api pada sumbu kita mulai berkedip-kedip, nyaris padam. Kita berusaha agar api pengharapan itu terus menyala, tapi di satu sisi kita kehabisan tenaga, letih dan lesu. Betapa pun kita berusaha, kita tetap tidak bisa menghentikan lilin itu terus meleleh di sekeliling kita. Ya, saat itu mungkin kita merasa tak berdaya dengan keputusasaan dan kekalahan. Mungkinkah kita akan mendapatkan kekuatan baru ketika sumbu pengharapan kita hampir padam oleh berbagai persoalan?

Tuhan adalah sumber kekuatan kita. Ketika api pengharapan kita mulai hampir padam, mendekatlah kepada Tuhan. Dengarkanlah kembali janji-Nya untuk kita: Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskan-Nya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkan-Nya. Kita membutuhkan kehadiran Tuhan dalam menghadapi tantangan kehidupan ini. Ia akan memulihkan kekuatan kita dan memberi kelegaan bagi kita.

—SYS/www.renunganharian.net


CARILAH TUHAN DAN KEKUATAN-NYA, PENGHARAPAN KITA
YANG MULAI PADAM PUN AKAN DIPULIHKAN-NYA



January 12, 2019, 05:22:20 AM
Reply #2006
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22876
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/113-2019/januari/

 BENAR-BENAR BARU
1
2
3
4
5
Rating 4.40 (5 Votes)

    Diterbitkan hari Sabtu, 12 Januari 2019 00:00
    Ditulis oleh Lim Ivenina Natasya   
    Dibaca: 585 kali

Baca: Pengkhotbah 1:1-11

Apa yang pernah ada akan ada lagi, dan apa yang pernah dibuat akan dibuat lagi; tak ada sesuatu yang baru di bawah matahari. (Pengkhotbah 1:9)


Bacaan Alkitab Setahun:
Kejadian 34-36



Saat pergantian tahun, semua mengucapkan selamat tahun baru dan berharap banyak pembaharuan yang terjadi di tahun yang baru. Setelah memasuki tahun yang baru, seringkali semua hampir sama. Kondisi keuangan, keluarga, pekerjaan, pelayanan kembali berjalan secara rutin sama seperti tahun sebelumnya.

Pengkhotbah menyatakan, apa yang pernah ada akan ada lagi, dan apa yang pernah dibuat akan dibuat lagi; tak ada sesuatu yang baru di bawah matahari. Adakah sesuatu yang dapat dikatakan: “Lihatlah, ini baru!”? Tetapi itu sudah ada dulu, lama sebelum kita ada (ay. 9-10). Penulis kitab Wahyu melihat sesuatu yang benar-benar baru. Ia melihat langit yang baru dan bumi yang baru, sebab langit yang pertama dan bumi yang pertama telah berlalu, dan laut pun tidak ada lagi. Dan Ia akan menghapus segala air mata dari mata mereka, dan maut tidak akan ada lagi; tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita, sebab segala sesuatu yang lama itu telah berlalu. (Why. 21:1,4).

Kita pasti rindu menantikan sesuatu yang benar-benar baru, yaitu langit yang baru dan bumi yang baru di mana terdapat kebenaran. Agar kita bisa menikmati langit baru dan bumi baru— sambil menantikan semuanya ini—betapa suci dan salehnya kita harus hidup. Kita harus berusaha supaya kita kedapatan tak bercacat dan tak bernoda di hadapan-Nya (2Ptr. 3:11,13,14). Karena tidak akan masuk ke dalamnya sesuatu yang najis, atau orang yang melakukan kekejian atau dusta, tetapi hanya mereka yang namanya tertulis di dalam kitab kehidupan Anak Domba itu (Why. 21:27).

—IN/www.renunganharian.net


KESUCIAN DAN KESALEHAN MERUPAKAN SYARAT
UNTUK MENIKMATI LANGIT BARU DAN BUMI BARU




January 13, 2019, 04:41:15 AM
Reply #2007
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22876
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/113-2019/januari/

 TEGUH BERIMAN
1
2
3
4
5
Rating 5.00 (2 Votes)

    Diterbitkan hari Minggu, 13 Januari 2019 00:00
    Ditulis oleh Rosita Eska Sindurejo   
    Dibaca: 328 kali

Baca: Daniel 6:1-28

Demi didengar Daniel, bahwa surat perintah itu telah dibuat, pergilah ia ke rumahnya. Dalam kamar atasnya ada tingkap-tingkap yang terbuka ke arah Yerusalem; tiga kali sehari ia berlutut, berdoa serta memuji Allahnya, seperti yang biasa dilakukannya. (Daniel 6:11)


Bacaan Alkitab Setahun:
Kejadian 37-39



Setiap warga negara yang baik mempunyai kewajiban untuk mematuhi beragam peraturan yang ditetapkan oleh pemerintah. Secara khusus kita orang Kristen telah diajarkan untuk “takluk kepada pemerintah yang di atasnya”. Kita meyakini bahwa pemerintah di dunia berkuasa atas kita, untuk menciptakan ketertiban. Namun, bagaimana jika peraturan tersebut berisikan larangan untuk beribadah kepada Tuhan? Apa yang akan kita perbuat? Apakah kita akan tetap beribadah kepada Tuhan atau tidak?

Situasi ini dialami oleh Daniel. Ia adalah seorang pegawai tinggi di kerajaan Persia. Namun, hal itu mendatangkan kebencian pegawai raja yang lain dan mereka merencanakan sesuatu yang jahat kepada Daniel. Mereka mengajukan sebuah peraturan untuk disetujui raja, yaitu melarang semua orang beribadah kepada dewa lain, kecuali kepada raja. Jika ada yang melanggar, maka ia harus dihukum dengan masuk ke dalam gua singa. Namun Daniel tidak menjadi gentar. Ia tetap berdoa. Jendela-jendelanya tetap terbuka ke arah Yerusalem di mana Bait Suci pernah berdiri. Sekalipun itu mengancam hidupnya, Daniel tidak membiarkan apa pun menghalangi dirinya untuk terus memanjatkan permohonan-permohonannya kepada Allah.

Kita tidak boleh membiarkan apa pun menyebabkan kita mengabaikan doa dan ibadah kita kepada Allah setiap hari. Meskipun pemerintah yang berkuasa membuat aturan yang membatasi karier atau usaha kita, hubungan kita dengan Tuhan Yesus Kristus harus tetap kita pertahankan.

—RES/www.renunganharian.net


ORANG BERIMAN AKAN TETAP BERDOA,
MESKIPUN ITU AKAN MEMBUAT ORANG LAIN MEMBENCINYA





January 14, 2019, 05:18:18 AM
Reply #2008
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22876
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/113-2019/januari/

 INGATAN AKAN KEBAIKAN-NYA
1
2
3
4
5
Rating 4.00 (3 Votes)

    Diterbitkan hari Senin, 14 Januari 2019 00:00
    Ditulis oleh Yessica Kansil   
    Dibaca: 795 kali

Baca: Ulangan 4:29-35

“...TUHANlah Allah, tidak ada yang lain kecuali Dia.” (Ulangan 4:35)


Bacaan Alkitab Setahun:
Kejadian 40-42



Seorang istri yang baru saja kehilangan suaminya berkata kepada anak-anaknya: “Kini saat Ayah telah tiada, yang dapat kita lakukan adalah mengingat hal-hal baik yang telah dilakukannya bagi kita. Dengan cara itu ia tetap hidup dalam hati kita.”

Musa yang telah berjalan bersama bangsa Israel berpuluh tahun, sesungguhnya sangat mungkin untuk mengajak bangsa itu mengingat akan apa yang telah dilakukannya sebagai pemimpin mereka. Alih-alih melakukan hal tersebut, Musa mengingatkan mereka untuk tidak melupakan Tuhan dan senantiasa mengingat-Nya dalam segala alur hidup mereka. Musa mengenal watak bangsa yang dipimpinnya berpuluh tahun itu: tegar tengkuk, kerap bersungut-sungut dan mudah mengeluh.

Ia menegaskan bahwa bagi Allah tidak ada siapa pun yang terlalu buruk untuk diselamatkan atau tertinggal di luar kuasa anugerah. Kasih dan kebaikan Allah dapat menyelamatkan "sampai yang paling jauh." Dosa-dosa kita tak menghalangi kehangatan-Nya untuk menaungi kita karena Ia pengasih (ay. 31), memegang janji-Nya, dan penuh keajaiban (ay. 34). Bahkan sebagai bukti kasih-Nya, Putra-Nya yang tunggal diutus untuk menjadi korban penebus dosa bagi seisi dunia.

Ingatan kita akan kebaikan-Nya, kerinduan kita untuk berseru, memohon ampun dan menyadari kelemahan mampu menggerakkan belas kasih Allah untuk menghampiri serta mengampuni dan menyucikan kita dengan kasih-Nya. Bahkan saat kita tidak layak memperolehnya, kebaikan itu akan tetap menjangkau setiap kita, orang berdosa yang dikasihi-Nya.

—YES/www.renunganharian.net


TAK PERLU LARI DAN PERGI, ALLAH BEGITU MUDAH DIHAMPIRI



January 15, 2019, 05:16:30 AM
Reply #2009
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22876
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/113-2019/januari/

 JANGAN GANGGU KAMI
1
2
3
4
5
Rating 5.00 (5 Votes)

    Diterbitkan hari Selasa, 15 Januari 2019 00:00
    Ditulis oleh Endang B. Lestari   
    Dibaca: 756 kali

Baca: Keluaran 14:1-14

“Bukankah ini telah kami katakan kepadamu di Mesir: Janganlah mengganggu kami dan biarlah kami bekerja pada orang Mesir. Sebab lebih baik bagi kami untuk bekerja pada orang Mesir dari pada mati di padang gurun ini.” (Keluaran 14:12)


Bacaan Alkitab Setahun:
Kejadian 43-45



Umat Israel marah kepada Musa di tengah perjalanan keluar dari Mesir. Mereka mengeluh sebab bukannya kondisi yang lebih baik, melainkan penderitaanlah yang mereka alami. Sekalipun mereka tahu bahwa Musa membawa mereka keluar dari Mesir atas perintah Allah dan bertujuan untuk memberikan kebebasan, mereka merasa lebih baik hidup dalam penindasan di Mesir.

Israel telah melihat tulah-tulah dahsyat yang Allah perbuat bagi Mesir. Israel juga sudah melihat kuasa Allah dalam menyertai mereka hingga tidak turut kena tulah. Namun rupanya semua itu belum cukup untuk melatih iman mereka supaya terus bersandar dan percaya hanya kepada Allah saja. Melalui kekerasan hati Firaun Allah mendidik dan menunjukkan kepada Israel tentang kuasa yang Allah miliki untuk menolong mereka.

Tak jarang kita menganggap kehadiran Tuhan sebagai pengganggu. Sebab Tuhan sepertinya sengaja memberikan kesulitan. Mengapa Tuhan tidak menjadikan semuanya mudah? Bukankah Tuhan Mahakaya dan Mahamurah? Alasan ini kemudian membuat kita lebih senang mengatur hidup kita sendiri. Kita merasa mampu menjalani hidup tanpa Tuhan. Kita melawan Tuhan, menolak ajaran-Nya meskipun tahu hal itu membawa keselamatan sejati. Alih-alih memiliki keberanian iman untuk hidup dalam pimpinan Allah, kita lebih senang hidup dalam perbudakan dosa. Bahkan kita berteriak kepada Tuhan supaya Dia tidak mengganggu kita. Kita lupa bahwa krisis dalam kehidupan pun dipakai-Nya untuk membentuk kita setingkat lebih tinggi di dalam iman dan kebenaran.

—EBL/www.renunganharian.net


BAGI ORANG YANG SENANG BERKUBANG DALAM DOSA,
KEHADIRAN TUHAN TAK LEBIH DARI SEKADAR PENGGANGGU



 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)