Author Topic: Renungan Harian®  (Read 109443 times)

0 Members and 2 Guests are viewing this topic.

January 16, 2019, 04:54:16 AM
Reply #2010
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22548
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/113-2019/januari/

 SEMANGAT KANG ENGKUS
1
2
3
4
5
Rating 5.00 (4 Votes)

    Diterbitkan hari Rabu, 16 Januari 2019 00:00
    Ditulis oleh Go Hok Jin   
    Dibaca: 570 kali

Baca: Yakobus 1:2-4

Biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya kamu menjadi sempurna dan utuh dan tidak kekurangan apa pun. (Yakobus 1:4)


Bacaan Alkitab Setahun:
Kejadian 46-48



Orang menyebutnya Kang Engkus. Pria berusia 30 tahun ini tak pernah bersekolah, karena kondisi disabilitas yang dialaminya sejak kecil. Namun, jangan ragukan semangatnya dalam belajar bahasa Inggris. Selama 10 tahun ia belajar secara otodidak melalui kamus dan film, sebelum memberanikan diri untuk membagikan ilmunya melalui media sosial Facebook. Banyak orang merasa terbantu lewat unggahan Kang Engkus, yang setiap hurufnya diketik menggunakan ... kakinya!

Ada banyak orang mudah menyerah dengan kekurangan dan keterbatasan fisiknya, lalu menjadi rendah diri. Padahal, sekiranya mereka dapat mengenali kelebihan dan passion-nya, lalu mengembangkan dengan penuh ketekunan, kehidupan mereka pun bisa berhasil dan menjadi berkat. Hari ini Firman Tuhan mengajarkan kaitan antara pencobaan, iman, dan ketekunan. Terkadang Allah mengizinkan hal tertentu, yang tidak mengenakkan atau membatasi kita, supaya kita melatih diri dalam iman dan ketekunan, hingga menghasilkan buah—sesuatu yang bermanfaat untuk orang lain. Sayangnya, sebagian orang gagal melihat kesempatan dalam pencobaan hidup yang dialaminya, sehingga kehidupannya tak berdampak banyak bagi orang lain.

Tuhan mengizinkan adanya keterbatasan dan kekurangan dalam diri kita bukan untuk membuat kita menjadi rendah diri dan putus asa. Tuhan mau kita menjadi pribadi yang kuat, beriman, dan berbuah untuk memuliakan Dia. Jika seorang Kang Engkus bisa menerobos keterbatasan fisiknya lalu berbagi ilmu dengan banyak orang, mengapa kita tidak bisa?

—GHJ/www.renunganharian.net


BERSAMA TUHAN, KETERBATASAN DAPAT DITEROBOS
SEHINGGA HIDUP KITA DAPAT MENJADI BERKAT BAGI SESAMA



January 17, 2019, 05:15:05 AM
Reply #2011
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22548
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/113-2019/januari/

 KETIKA TUHAN BERTANYA
1
2
3
4
5
Rating 4.00 (4 Votes)

    Diterbitkan hari Kamis, 17 Januari 2019 00:00
    Ditulis oleh Linawati Santoso   
    Dibaca: 729 kali

Baca: Yohanes 6:1-13

… berkatalah Ia kepada Filipus, “Di mana kita dapat membeli roti, supaya mereka dapat makan?” (Yohanes 6:5)


Bacaan Alkitab Setahun:
Kejadian 49-50



Ketika dihadapkan pada suatu persoalan, sering kita bertanya pada Tuhan: “Mengapa hal ini terjadi? Bagaimana penyelesaiannya?” Pernahkah terlintas di pikiran kita seandainya Yesuslah yang bertanya kepada kita? Mampukah kita menjawab secara tepat sesuai dengan kehendak-Nya?

Pernahkah Yesus bertanya dan meminta pendapat manusia? Tentu saja! Namun, ketika bertanya, Dia sebenarnya sudah tahu jawabannya (ay. 6)! Sewaktu orang banyak berbondong-bondong datang kepada-Nya, Yesus bertanya: “Di manakah kita akan membeli roti?” (ay. 5). Pertanyaan itu kurang lebih berbunyi: “Bagaimana kita akan memberi makan mereka semua?” Dua orang murid-Nya, Filipus dan Andreas, mencoba menjawabnya. Namun, sayang, keduanya menjawab hanya menggunakan pola pikir manusia. Filipus berfokus pada uang sebagai solusi, sedangkan Andreas berfokus pada ketidakmampuannya (ay. 7-9). Tampaknya, mereka lupa bahwa di hadapan mereka berdiri Pribadi yang Mahakuasa, yang mampu melakukan segala perkara! Pada akhirnya, Yesus menunjukkan bahwa uang bukanlah jawabannya. Bersama Yesus, apa yang ada pada mereka sudah cukup untuk memberi orang-orang itu makan, bahkan mendatangkan kelebihan (ay. 11-13).

Paulus dalam 1 Korintus 2:16 berkata, “Tetapi kami memiliki pikiran Kristus.” Jika berargumen dengan Allah, memang tidak seorang pun akan menang! Namun, ingat, setiap orang yang mengadopsi pikiran Kristus pasti dimampukan untuk mengerti kehendak-Nya!

—LIN/www.renunganharian.net


APABILA KITA HIDUP DEKAT DENGAN ALLAH,
MUNGKIN KITA BISA MENJAWAB PERTANYAAN-NYA SECARA TEPAT


January 18, 2019, 05:34:24 AM
Reply #2012
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22548
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/113-2019/januari/

 TIPU MUSLIHAT
1
2
3
4
5
Rating 3.50 (8 Votes)

    Diterbitkan hari Jum'at, 18 Januari 2019 00:00
    Ditulis oleh Rosita Eska Sindurejo   
    Dibaca: 919 kali

Baca: Efesus 6:10-20

Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis. (Efesus 6:11)


Bacaan Alkitab Setahun:
Keluaran 1-4



Orang Kristen, selama berada di dunia, terlibat di dalam suatu peperangan rohani melawan kejahatan. Peperangan rohani ini digambarkan sebagai peperangan iman. Rasul Paulus, misalnya, menggambarkannya sebagai perang antara kekuatan daging dan kekuatan roh. Kekuatan daging mengarahkan orang pada keinginan jahat, sedangkan kekuatan roh mengarahkan pada hidup yang selaras dengan keinginan Tuhan. Perang itu dalam diri manusia sangat terasa, sampai Paulus mengatakan: “Meski aku ingin berbuat baik, tetapi kejahatan yang kubuat.”

Dalam hal ini Paulus mengingatkan kita untuk memperlengkapi diri kita dengan mengenakan seluruh perlengkapan senjata Allah. Ada empat jenis senjata yang dari Allah dalam peperangan ini, yakni kebenaran, keadilan, rela berkorban, dan iman. Dan yang tak kalah pentingnya adalah pedang roh, yaitu firman Allah. Kesemuanya itu kita terima dari Allah, untuk dapat kita gunakan dalam memerangi kekuatan daging dan kekuatan gelap yang selalu ingin merusak kita.

Setiap hari kita berada dalam situasi peperangan tersebut. Kita selalu menginginkan kemenangan kuasa terang atas kuasa gelap. Karena itu, orang Kristen pun haruslah dipersenjatai dalam peperangan itu. Konflik yang kita hadapi dalam hidup adalah memilih dan menentukan mengikuti kuasa yang mana. Maka kita perlu melengkapi diri dengan senjata dari Allah. Sehingga kita tidak tersesat dan tetap menjaga diri kita berjalan dalam kekuatan ROH KUDUS dan kuasa terang dari Allah.

—RES/www.renunganharian.net


FIRMAN ALLAH ADALAH SENJATA YANG MENGHIDUPKAN
DAN BUKAN UNTUK MEMATIKAN HIDUP




January 19, 2019, 05:11:22 AM
Reply #2013
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22548
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/113-2019/januari/

 TAHAN API, TAHAN UJI
1
2
3
4
5
Rating 4.13 (8 Votes)

    Diterbitkan hari Sabtu, 19 Januari 2019 00:00
    Ditulis oleh Samuel Yudi Susanto   
    Dibaca: 532 kali

Baca: 1 Korintus 3:10-15

... karena hari Tuhan akan menyatakannya. Sebab hari itu akan tampak dengan api dan bagaimana pekerjaan masing-masing orang, akan diuji oleh api itu. (1 Korintus 3:13)


Bacaan Alkitab Setahun:
Keluaran 5-7



Beberapa kayu penyangga atap rumah kami mulai lapuk dan kami pun harus menggantinya dengan bahan yang baru. Tumpukan sisa kayu menumpuk ditambah dengan beberapa benda logam. Kami menaruh api dan tak berapa lama tumpukan sampah kayu yang menggunung itu ternyata berubah menjadi abu. Saya mengorek-ngorek tumpukan abu itu dengan tongkat dan menemukan potongan logam serta batu-batu yang tetap utuh dari amukan api. Sementara yang lain telah terbakar habis.

Sebuah perubahan besar terjadi karena api. Benda-benda dari kayu sekeras apa pun dalam sekejap tidak lagi ditemukan keindahannya. Kayu-kayu itu tidak tahan oleh api! Ketika merenungkan hal ini, saya bertanya kepada diri sendiri: jenis bahan seperti apakah yang selama ini saya gunakan untuk membangun iman dan kerajaan Allah dalam hidup saya? Ketika Tuhan menyalakan panas api-Nya terhadap seluruh “karya bangunan saya” apakah saya teruji dan dapat bertahan?

Sekali waktu, api Tuhan akan menguji iman kita. “Api Tuhan” dapat berupa pencobaan atau tekanan-tekanan kehidupan yang terjadi dan “membakar” iman kita. Seperti kata firman: Entahkah orang membangun segala bangunan pekerjaannya dengan emas, perak, batu permata, kayu, rumput kering atau jerami, suatu hari kelak pekerjaan setiap orang akan nampak dan api Tuhan akan mengujinya. Tuhan selalu mempunyai tujuan mulia dalam setiap “api ujian”yang kita alami. Api pencobaan yang bukan menghancurkan, namun menjadikan iman kita tahan uji dan semakin murni di hadapan-Nya.

—SYS/www.renunganharian.net


SEPERTI APAKAH KUALITAS IMAN KITA DI HADAPAN-NYA
HANYA AKAN TERBUKTI KETIKA TUHAN MENARUH API-NYA UNTUK MENGUJI IMAN KITA



January 20, 2019, 04:50:02 AM
Reply #2014
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22548
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/113-2019/januari/

 MOTIVATOR
1
2
3
4
5
Rating 3.00 (5 Votes)

    Diterbitkan hari Minggu, 20 Januari 2019 00:00
    Ditulis oleh Pipi Agus Dhali   
    Dibaca: 350 kali

Baca: Yohanes 5:1-9

... berkatalah Ia kepadanya, “Maukah engkau sembuh?” (Yohanes 5:6)


Bacaan Alkitab Setahun:
Keluaran 8-10



Kini peran motivator begitu menonjol. Banyak motivator ternama, bahkan kelas dunia. Banyak orang bermimpi dan berlomba untuk menjadi motivator. Apa sebenarnya yang dilakukan oleh motivator? Tentu saja mendorong atau memengaruhi orang untuk berbuat sesuatu yang positif dengan membangkitkan kemauannya. Acap kali kemauan manusia seperti tertidur pulas sehingga dirinya menjadi serba pasif.

Si lumpuh di kolam Betesda memang pasif total. Bisa dipahami. Sudah 38 tahun ia menunggu mukjizat (ay. 5). Ia terkurung oleh kepercayaan bahwa kesembuhannya hanya tergantung pada kesempatan menjadi yang pertama menceburkan diri tatkala air kolam berguncang (ay. 3). Padahal, kelumpuhan merintanginya. Berharap bantuan orang lain pun mustahil (ay. 7). Kefrustrasian mengepungnya. Yang tersisa hanya kelumpuhan: baik kaki maupun hati. Kemauan untuk sembuh pun ikut terkubur di hamparan keputusasaan. Sampai Seorang bernama Yesus datang, membuka jalan baru baginya dan berkata, "Maukah engkau sembuh?" (ay. 6).

Karena beribu alasan kita pun bisa diserang kelumpuhan kemauan. Padahal kemauanlah motor penggerak semuanya. Jadi, betapa bahayanya orang yang kehilangan kemauan, semangat, tekad dan motivasi, yang lalu diikuti oleh kecenderungan untuk menyalahkan keadaan dan orang lain karena tak berpihak padanya. Ayo, bangun! Jangan berilusi. Jangan terus mengasihani diri. Bangkitkan motivasi dari dalam diri kita sendiri. Tak ada yang sanggup menolong kita jikalau kita sendiri pun hampa motivasi.

—PAD/www.renunganharian.net


TUHAN TIDAK MENOLONG KITA TANPA BERNIAT
UNTUK TERLEBIH DULU MENGUBAH HATI KITA



January 21, 2019, 05:16:04 AM
Reply #2015
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22548
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/113-2019/januari/

 JASA PALOMAS
1
2
3
4
5
Rating 4.33 (6 Votes)

    Diterbitkan hari Senin, 21 Januari 2019 00:00
    Ditulis oleh Go Hok Jin   
    Dibaca: 712 kali

Baca: 1 Raja-raja 17:1-7

Pada waktu pagi dan petang burung-burung gagak membawa roti dan daging kepadanya, dan ia minum dari sungai itu. (1 Raja-raja 17:6)


Bacaan Alkitab Setahun:
Keluaran 11-13



Palomas (merpati) adalah sebutan yang diberikan untuk sebuah “kapsul” plastik biru sepanjang 1,5 meter yang berjasa dalam upaya penyelamatan oleh para pekerja tambang Chile. Pada 5 Agustus hingga 13 Oktober 2010 lalu, sebanyak 33 pekerja terjebak di dalam area penambangan sedalam 700 meter di bawah tanah. Palomas pun dikirim berisi bahan makanan bergizi tinggi yang dapat menunjang kesehatan para pekerja tambang itu sebelum akhirnya mereka berhasil diangkat keluar dengan selamat.

Pengiriman palomas dalam kisah penyelamatan pekerja tambang San Jose mengingatkan saya akan pengalaman Elia di tepi sungai Kerit. Abdi Allah itu berada di sana selama musim kering. Allah mengirim burung gagak dua kali sehari membawa roti dan daging agar hamba-Nya itu tak kelaparan. Tak dijelaskan dari mana burung gagak itu mendapat roti dan daging, tetapi peristiwa itu membuktikan bahwa Allah tak pernah kehabisan cara dalam menjamin kehidupan hamba-Nya. Bagi kita umat-Nya, peristiwa itu meneguhkan alasan mengapa sebaiknya kita tidak perlu khawatir terhadap kebutuhan konsumsi sehari-hari (Mat. 6:25-32).

Sebagai Bapa yang baik, Allah takkan pernah membiarkan seorang pun anak-Nya menderita kelaparan. Janji pemenuhan kebutuhan yang masih berlaku bagi umat-Nya hingga hari ini, tanpa mengabaikan pentingnya bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan hidup (bdk. 2Tes. 3:10). Bila perlu, Allah sanggup memakai sarana yang tak pernah kita bayangkan atau pikirkan, seperti ketika ia mengutus burung gagak ke tepi sungai Kerit!

—GHJ/www.renunganharian.net


TERHADAP KEBUTUHAN UMAT-NYA, ALLAH TAK PERNAH ABAI,
SEBAB IA ADALAH BAPA YANG BAIK, MAHATAHU, DAN MAHAKUASA



January 22, 2019, 05:53:31 AM
Reply #2016
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22548
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/113-2019/januari/

 KUNCI BERKAT
1
2
3
4
5
Rating 4.46 (13 Votes)

    Diterbitkan hari Selasa, 22 Januari 2019 00:00
    Ditulis oleh Linawati Santoso   
    Dibaca: 1297 kali

Baca: Kejadian 13:1-18

Sebab itu Lot memilih baginya seluruh Lembah Yordan itu, lalu ia berangkat ke sebelah timur dan mereka berpisah. (Kejadian 13:11)


Bacaan Alkitab Setahun:
Keluaran 14-16



Bang Tejo membeli gerobak dorong dan berjualan bakso. “Dengan pekerjaan ini, bagaimana kau bisa kaya?” sindir saudaranya. Siapa sangka, bakso Bang Tejo laris. Setelah menabung, ia berhasil membuka depot. Depotnya laris pula sehingga tiga tahun kemudian ia mampu membeli rumah sederhana.

Kunci berkat bukan terletak pada jenis profesi, posisi dalam pekerjaan, atau situasi menjanjikan di depan, melainkan pada Allah! Prinsip tersebut diketahui benar oleh Abram, yang kemudian bernama Abraham. Ketika terjadi perkelahian antara gembalanya dan gembala Lot, keponakannya, ia berkata kepada Lot, “Baiklah pisahkan dirimu dari padaku.” Menariknya, Abram kemudian mempersilahkan keponakannya itu untuk terlebih dahulu memilih daerah tujuannya (ay. 9)! Seperti manusia pada umumnya, Lot pun memilih daerah menjanjikan, yakni Lembah Yordan, tempat terdapat banyak air, ibarat taman Tuhan (ay. 10-11). Di mata manusia, Lot memperoleh bagian terbaik, sedang Abram beroleh sisa-sisanya. Apakah Abram bertindak bodoh? Tentu tidak! Melalui tindakannya, Abram justru mengakui bahwa kunci berkat sepenuhnya berada di tangan Allah! Di mana pun ia berada, asalkan Allah menyertainya, kehidupannya pasti diberkati.

Bersama Tuhan, lahan gurun dapat diubahkan-Nya menjadi padang rumput hijau. Kuasa-Nya bahkan mampu memunculkan aliran air dari tanah gersang. Jika Allah beserta kita, apa pun profesi atau pekerjaan kita, asalkan kita setia dan mau mengusahakan sebaik-baiknya, kehidupan kita pasti diberkati!

—LIN/www.renunganharian.net


BERKAT TERSEDIA BAGI SETIAP ORANG YANG TINGGAL DEKAT
DENGAN YESUS, SANG SUMBER BERKAT



January 23, 2019, 05:23:06 AM
Reply #2017
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22548
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/113-2019/januari/

 TUHAN MENCIPTAKAN
1
2
3
4
5
Rating 4.88 (8 Votes)

    Diterbitkan hari Rabu, 23 Januari 2019 00:00
    Ditulis oleh David S. Saada   
    Dibaca: 816 kali

Baca: Kejadian 1:1-2:3

Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi. (Kejadian 1:1)


Bacaan Alkitab Setahun:
Keluaran 17-19



Thomas Alva Edison menghasilkan 1.093 hak paten. Ia sangat kreatif dan produktif, menghasilkan berbagai temuan yang bermanfaat bagi orang banyak. Namun, Edison hanyalah seorang penemu, bukan pencipta. Ia penemu yang mendayagunakan kreativitas pemberian Sang Pencipta. Tuhanlah Pencipta yang sejati.

Tuhan mengawalinya dengan menciptakan langit dan bumi. Selanjutnya Dia menciptakan segala isinya: terang dan gelap, langit dan air, laut dan daratan, tumbuhan dan pepohonan, benda-benda penerang yang menghiasi angkasa, berbagai jenis makhluk hidup, dan manusia. Dia menciptakan semua itu secara teratur, kreatif, dan sempurna. Dan, “Allah melihat segala yang dijadikan-Nya itu sungguh amat baik” (ay. 31).

Tuhan menunjukkan kepada kita teladan tentang menghasilkan sesuatu. Menghasilkan sesuatu dari yang tidak ada menjadi ada; sesuatu yang baik dan bermanfaat. Tuhan memperlihatkan standar kerja yang benar. Mengusahakan dengan sebaik-baiknya, sempurna. Namun, ada masa Dia mengevaluasi dan berisitirahat. Tuhan berhenti pada hari ketujuh dan menguduskan apa yang telah dibuatnya (ps. 2:1-3).

Kita selayaknya mengikuti teladan Tuhan dengan segala kebenaran firman-Nya. Produktif dalam bekerja dan menghasilkan karya yang kreatif dan berkualitas tinggi. Ukuran seperti itulah yang harus kita terapkan dalam pekerjaan kita. Ingat, Tuhan juga bekerja, dan Dia menunjukkan kepada kita etos kerja-Nya, kreativitas-Nya, dan keteraturan-Nya. Sebab kita adalah anak-anak-Nya.

—DS/www.renunganharian.net


CARA KERJA KITA SELAYAKNYA MENGIKUTI TELADAN TUHAN



January 24, 2019, 05:36:22 AM
Reply #2018
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22548
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/113-2019/januari/

 MENGENAL SANG PENCIPTA
1
2
3
4
5
Rating 4.33 (6 Votes)

    Diterbitkan hari Kamis, 24 Januari 2019 00:00
    Ditulis oleh Hoki Cahyadi   
    Dibaca: 1039 kali

Baca: Ayub 7:1-21; 42:1-6

Hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau, tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau. (Ayub 42:5)


Bacaan Alkitab Setahun:
Keluaran 20-22



Hidup itu penuh misteri. Ada masanya kita gembira mengalami berbagai hal yang baik bertubi-tubi tanpa henti. Ada kalanya kita tenggelam dalam keluh kesah karena merasa hal-hal buruk datang membawa derita. Dalam nas hari ini, yang disebut terakhir dialami oleh Ayub sehingga judul pasal 7 dalam kitab Ayub adalah “Hidup itu Berat”.

Jika kita membaca Ayub pasal 7, kata-kata yang dipakai Ayub begitu memilukan namun juga menggelitik hati. Saking beratnya tekanan kehidupan, Ayub merasa diawasi terus oleh penjaga (ay. 12, 20). Dan ketika Ayub ingin beristirahat sejenak untuk tidur, tiba-tiba ia dikagetkan oleh mimpi (ay. 13-14). Ayub pun putus asa (ay. 16). Ayub sampai-sampai merasa tidak sempat menelan ludahnya sendiri oleh karena berbagai persoalan yang datang dan berpikir kematian adalah jalan keluarnya (ay. 19-21).

Namun jika kita membaca terus kitab Ayub, pada akhirnya ia dipulihkan setelah ia menyesal dan berkata benar tentang Sang Pencipta. Mungkin dalam kehidupan kita ada masa dimana kita merasakan penderitaan seperti Ayub. Ketidakadilan, kehilangan, sakit penyakit dan persoalan bertubi-tubi menimpa kita, sehingga untuk menelan ludah pun kita merasa tak sempat. Pandanglah Tuhan dan ucapkan kebenaran Firman-Nya. Sesungguhnya Tuhan mengerti persoalan kita. Dia peduli akan kesulitan kita. Dia juga yang akan memberikan jalan keluar bagi kita. Bersyukurlah dalam segala keadaan karena segala hal yang kita alami adalah untuk membuat kita lebih mengenal Sang Pencipta.

—HC/www.renunganharian.net


SELURUH KEHIDUPAN KITA DIRANCANG OLEH SANG PENCIPTA
AGAR KITA SEMAKIN MENGENAL, MENGASIHI DAN PERCAYA PADA-NYA



January 25, 2019, 05:22:32 AM
Reply #2019
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22548
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/113-2019/januari/

 TAK DAPAT DIPULIHKAN LAGI
1
2
3
4
5
Rating 5.00 (6 Votes)

    Diterbitkan hari Jum'at, 25 Januari 2019 00:00
    Ditulis oleh Go Hok Jin   
    Dibaca: 846 kali

Baca: Amsal 29:1-5

Siapa bersitegang leher, walaupun telah mendapat teguran, akan sekonyong-konyong diremukkan tanpa dapat dipulihkan lagi. (Amsal 29:1)


Bacaan Alkitab Setahun:
Keluaran 23-25



Setelah cukup lama tidak terkena tilang, saya agak terkejut ketika suatu pagi saya kena tilang dalam suatu razia sepeda motor. Kesalahan yang saya lakukan pun sepele, yakni lampu utama sepeda motor belum saya nyalakan. Reaksi membela diri dan merasa tidak bersalah—walau hanya berupa gerutuan pribadi— langsung muncul daripada koreksi diri dan mengakui kesalahan. Untunglah hal itu tak berlangsung lama setelah ada bisikan dalam hati, “Sudah salah, masih membela diri dan merasa benar.” Aha, ternyata ROH KUDUS sedang mengaktifkan hati nurani untuk menegur saya!

Melakukan kesalahan atau melanggar peraturan adalah hal yang manusiawi. Begitu pula dengan respons yang biasanya muncul, seperti nasihat, teguran, peringatan, hingga sanksi bagi pelaku kesalahan atau pelanggaran tersebut. Namun, sayangnya, beberapa orang merespons hal itu dengan membela diri, merasa benar, bahkan bersikap reaktif, tanpa terlebih dahulu melakukan refleksi atau evaluasi diri. Terhadap respons yang demikian, Firman Tuhan mengingatkan agar kita berhati-hati. Orang yang memilih bersitegang leher terhadap nasihat atau teguran, maka suatu saat kehidupan orang itu akan hancur dan tak dapat diperbaiki lagi. Betapa ngerinya!

Jangan sampai kita dikenal sebagai orang yang merasa diri paling benar dan tidak memerlukan nasihat atau koreksi. Mengapa? Karena tak jarang, Tuhan memakai nasihat, koreksi, hingga peringatan dan sanksi untuk memproses diri kita agar menjadi pribadi yang lebih baik.

—GHJ/www.renunganharian.net


ORANG YANG MERASA DIRINYA SELALU BENAR,
TAKKAN PERNAH MENDAPAT MANFAAT DARI NASIHAT DAN TEGURAN



 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)