Author Topic: Renungan Harian®  (Read 111981 times)

0 Members and 2 Guests are viewing this topic.

January 26, 2019, 05:30:51 AM
Reply #2020
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23169
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/113-2019/januari/

 SEKOLAH KETEKUNAN
1
2
3
4
5
Rating 4.00 (3 Votes)

    Diterbitkan hari Sabtu, 26 Januari 2019 00:00
    Ditulis oleh Pipi Agus Dhali   
    Dibaca: 610 kali

Baca: Yakobus 1:2-8

Biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang.… (Yakobus 1:4)


Bacaan Alkitab Setahun:
Keluaran 26-28



Tak seorang pun meragukan, almarhum Steve Jobs ialah seorang berbakat—bahkan sangat berbakat, jenius. Namun justru di matanya faktor penentu kesuksesan seorang wirausahawan bukan semata-mata bakatnya, melainkan justru ketekunannya. Sebab dalam ketekunan terkandung sifat gigih, sikap pantang menyerah, kerajinan, kecermatan, kerja keras, ketabahan dan kesetiaan. Semuanya itu berpadu menjadi satu karakter emas yang teruji oleh api.

Dari manakah datangnya ketekunan dalam diri kita? Yakobus menyingkapkan, sumbernya berasal dari “berbagai-bagai pencobaan” (ay. 2). Ia menegaskan, yang kita perlukan ialah hikmat (ay. 5). Untuk apa? Hikmat untuk bisa mengambil manfaat dari pencobaan hidup. Pencobaan itu ada dua jenis. Pertama berbentuk kesukaran, kedua berbentuk kenikmatan. Yang satu menghajar, yang lain menggoda. Terhadap keduanya kita harus memberi tanggapan positif, yaitu tabah dan bertahan dengan tekun demi memetik manfaatnya. Karena barang siapa lulus melampaui ujiannya, ia tampil sebagai pribadi yang teguh dan matang.

Pernahkah Anda bayangkan apa jadinya jika kita tak pernah mengenyam bangku sekolah sama sekali? Ketekunan ibarat Sekolah Kehidupan. Siapa pun patut memasuki kelasnya. Mata pelajaran utamanya ialah tantangan, masalah dan pencobaan hidup. Target keberhasilannya ialah kematangan. Tuhan mengirim kita ke “Sekolah” ini demi kebaikan kita sendiri. Jalanilah dan petiklah manfaatnya dengan arif.

—PAD/www.renunganharian.net


TUHAN TAK AKAN MENGIJINKAN DATANGNYA PENCOBAAN
JIKA ITU TIDAK BERMANFAAT BAGI KITA


January 27, 2019, 04:53:22 AM
Reply #2021
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23169
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/113-2019/januari/

 RAHAB
1
2
3
4
5
Rating 4.29 (7 Votes)

    Diterbitkan hari Minggu, 27 Januari 2019 00:00
    Ditulis oleh Hembang Tambun   
    Dibaca: 353 kali

Baca: Yosua 2:1-24

Ketika kami mendengar itu, tawarlah hati kami dan jatuhlah semangat setiap orang menghadapi kamu, sebab TUHAN, Allahmu, ialah Allah di langit di atas dan di bumi di bawah. (Yosua 2:11)


Bacaan Alkitab Setahun:
Keluaran 29-31



Dulunya Rahab adalah seorang perempuan sundal di Yerikho. Namun ketika ia mendengar berita tentang kemasyhuran Allah Israel—tentang bagaimana Dia menyelamatkan umat Israel keluar dari perbudakan Mesir dengan berbagai mukjizat—Rahab menjadi gentar dan takut kepada-Nya. Ketika suatu malam mata-mata Yosua datang dan menginap di rumahnya, ia nekat menyembunyikan dan melindungi mereka. Perkataan-perkataannya kepada mata-mata itu menunjukkan imannya kepada Allah Israel (ay. 9-13, bdk. Yak. 2:25). Ia sungguh percaya dan mengakui bahwa Allah Israel adalah satu-satunya Allah yang berkuasa.

Ketika kota Yerikho dihancurkan, Rahab dan kaum keluarganya diselamatkan, seperti yang dijanjikan kedua mata-mata yang diutus Yosua. Kelak mereka menjadi bagian dari umat Allah (Yos. 6:17,23,25). Lalu ia menikah dengan seorang Israel dan nantinya menjadi nenek moyang Raja Daud, yang menurunkan Yesus, Sang Juru Selamat (Mat. 1:5).

Kisah Rahab adalah sebuah kabar baik. Bahwa kasih karunia Allah juga tersedia bagi orang-orang dengan masa lalu yang hina, cemar dan memalukan. Tidak ada dosa yang begitu besar sehingga pengampunan Allah tidak berlaku atasnya. Yang perlu dilakukan ialah, seperti Rahab, berpaling dari kehidupannya yang lama dan beriman kepada Tuhan, satu-satunya Allah yang sejati. Di tangan-Nya, para pendosa diubahkan menjadi orang benar. Para penjahat menjadi pembawa kabar baik. Yang terbuang menjadi saluran anugerah dan pemberita pengharapan.

—HT/www.renunganharian.net


MASA LALU YANG KELAM DAPAT BERUBAH MENJADI
MASA DEPAN GEMILANG DI TANGAN TUHAN




January 28, 2019, 06:00:13 AM
Reply #2022
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23169
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/113-2019/januari/

 BERAKAR DALAM KRISTUS
1
2
3
4
5
Rating 4.45 (11 Votes)

    Diterbitkan hari Senin, 28 Januari 2019 00:00
    Ditulis oleh Rosita Eska Sindurejo   
    Dibaca: 1274 kali

Baca: Kolose 2:6-15

Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman sebagaimana telah diajarkan kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur. (Kolose 2:7)


Bacaan Alkitab Setahun:
Keluaran 32-34



Bagi tumbuhan, akar memiliki banyak kegunaan. Selain untuk menyerap air dan zat hara, yang penting adalah untuk menunjang berdirinya tumbuhan. Akar yang tertancap ke dalam tanah berfungsi seperti pondasi bangunan. Akar membuat tumbuhan dapat berdiri kokoh di atas tanah. Oleh karena itu, tumbuhan dapat bertahan dari terjangan angin kencang dan hujan deras. Pohon tersebut tidak akan mudah tumbang atau rubuh oleh karena akarnya menjadi pengikat yang kuat ke tanah.

Analogi serupa dipakai Rasul Paulus untuk menggambarkan pentingnya bagi umat Kristen di Kolose untuk tetap berpegang pada ajaran dari Kristus. Sebab, di sekitar mereka pada waktu itu telah berkembang berbagai pengajaran yang berbeda dengan ajaran Kristus, yang berpotensi akan menjauhkan mereka dari kebenaran Kristus yang telah diajarkan oleh Paulus. Karena itu, untuk dapat berdiri teguh, maka jemaat itu haruslah mengakar pada ajaran Kristus sebagai sumber “makanan” rohani mereka. Ajaran Kristuslah yang akan memberi pertumbuhan bagi rohani manusia, sehingga dapat bertumbuh dan berbuah dengan baik. Dan ajaran Kristus juga yang akan memampukan mereka tetap berdiri teguh dalam iman.

Pertumbuhan iman kita sama seperti sebuah tumbuhan, harus mempunyai akar yang kuat. Tanpa itu, maka iman kita akan mudah ditumbangkan oleh dunia ini. Berakar di dalam Kristus adalah sebuah jaminan akan pertumbuhan iman yang baik dalam hidup.

—RES/www.renunganharian.net


ORANG YANG BERAKAR DI DALAM KRISTUS
AKAN MAMPU MENGHADAPI SITUASI SULIT APA PUN



January 29, 2019, 05:27:28 AM
Reply #2023
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23169
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/113-2019/januari/

 BAHAYA JERAT CINTA UANG
1
2
3
4
5
Rating 4.71 (7 Votes)

    Diterbitkan hari Selasa, 29 Januari 2019 00:00
    Ditulis oleh Go Hok Jin   
    Dibaca: 917 kali

Baca: Yohanes 12:1-11

Hal itu dikatakannya bukan karena ia memperhatikan orang-orang miskin, melainkan karena ia seorang pencuri; ia sering mengambil uang yang disimpan dalam kas yang dipegangnya. (Yohanes 12:6)


Bacaan Alkitab Setahun:
Keluaran 35-37



Dalam sebuah pertemuan sinode yang dihadiri oleh puluhan gereja, sang pembicara menanyakan, “Apakah ada di sini, yang menggunakan jasa auditor untuk keuangan gereja?” Sesaat ruangan menjadi hening disertai tengokan kanan-kiri untuk saling melihat. Putra, seorang aktivis gereja yang kebetulan duduk di barisan depan, lantas menengok ke belakang. Ia berharap paling tidak ada beberapa jari teracung untuk menanggapi pertanyaan itu. Namun, harapannya tak terpenuhi karena tak ada satu jari pun teracung ke atas!

Alkitab menasihatkan agar umat Tuhan berhati-hati terhadap bahaya cinta uang. Tak jarang, karena jeratan cinta uang, umat Tuhan menyimpang dari imannya dan “menyiksa diri” demi memburu uang (1Tim. 6:10). Selain godaan cinta uang, hal lain yang perlu diwaspadai adalah tiadanya transparansi dan tanggung jawab dalam penggunaan keuangan. Kondisi ini akan menguatkan godaan untuk terjadinya penyalahgunaan keuangan, penghamburan uang untuk hal-hal yang kurang bermanfaat, money laundry, hingga korupsi. Dalam “kelompok dua belas” yang Yesus miliki pun, seorang Yudas Iskariot terkena pikatan roh cinta uang. Diawali dari mencuri uang kas, akhirnya Yudas tega menjual Yesus.

Sejatinya, tak ada seorang pun kebal terhadap pikatan roh cinta uang. Mereka yang merasa dirinya kuat dan tak akan terjerat, justru biasanya cepat jatuh dan terjerat. Jika Yudas Iskariot yang setiap hari bersama Yesus saja akhirnya gagal, kita pun dapat gagal jika tidak waspada dengan jerat roh cinta uang. Berhati-hatilah!

—GHJ/www.renunganharian.net


JERAT CINTA UANG BEGITU KUAT,
HINGGA HANYA BISA DILEPASKAN OLEH KUASA TUHAN




January 30, 2019, 05:24:47 AM
Reply #2024
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23169
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/113-2019/januari/

 CUMA KATA-KATA?
1
2
3
4
5
Rating 4.11 (9 Votes)

    Diterbitkan hari Rabu, 30 Januari 2019 00:00
    Ditulis oleh Pipi Agus Dhali   
    Dibaca: 912 kali

Baca: Yohanes 4:46-54

Jawab mereka, “Kemarin siang pukul satu demamnya hilang.” (Yohanes 4:52b)


Bacaan Alkitab Setahun:
Keluaran 38-39



Usai mengunjungi dan mendoakannya di rumah penampungan usia lanjut itu, Nyonya Shirley (nama samaran) menepuk bahu lalu memeluk saya serta berkata lirih, “Kamu telah menjadikan hari ini spesial bagiku.” Ucapannya membuat saya pulang dengan hati riang, bersemangat, dan bersyukur. Rupanya kehadiran saya ikut mewarnai harinya. Sebaliknya, kata-katanya menyemangati saya untuk menjalani hari itu. Kata tak pernah hanya kata. Oleh kata peristiwa tercipta.

Penyembuhan anak pegawai istana berlangsung tanpa perjumpaan fisik antara Yesus dan si sakit. Penyembuhan itu terjadi melalui tiga kata, “Pergilah, anakmu hidup!” (ay. 50a). Apabila kata-kata manusia saja sanggup menciptakan peristiwa, apalagi yang terucap dari mulut Tuhan. Penuh kuasa. Tatkala mendengar kata-kata itu, pegawai istana ditenteramkan hatinya dan menjadi percaya (ay. 50b). Bukan hanya itu. Jauh di kediamannya, anaknya yang nyaris mati menjadi sembuh— tepat pada saat Yesus mengucapkan kata-kata itu (ay. 52-53).

Sapaan santun mengawali hubungan. Janji suci pernikahan menciptakan keluarga baru. Sederet kalimat pesan elektronik menyalakan api cinta. Lirik lagu menghibur hati yang sedih. Bisik doa sanggup mengantar kepergian seseorang kembali ke pangkuan Bapa. Kesaksian yang menggugah mampu mengubah jalan hidup seseorang. Kata-kata itu ampuh dan berdaya cipta. Pakailah dengan bijaksana. Jadikanlah penuh makna. Banyak orang di sekitar kita hidupnya turut ditentukan oleh ucapan yang meluncur dari bibir kita.

—PAD/www.renunganharian.net


KATA-KATA KITA BISA MEMBERKATI ATAU MALAH SEBALIKNYA.
PILIHLAH SETIAP HARI SIAPA YANG AKAN KITA BERKATI DENGAN UCAPAN MULUT KITA.



January 31, 2019, 05:25:20 AM
Reply #2025
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23169
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/113-2019/januari/

 MERASA SULIT TIDUR
1
2
3
4
5
Rating 4.00 (6 Votes)

    Diterbitkan hari Kamis, 31 Januari 2019 00:00
    Ditulis oleh Samuel Yudi Susanto   
    Dibaca: 946 kali

Baca: Mazmur 4:1-9

Dengan tenteram aku mau membaringkan diri, lalu segera tidur, sebab hanya Engkaulah, ya TUHAN, yang membiarkan aku diam dengan aman. (Mazmur 4:9)


Bacaan Alkitab Setahun:
Keluaran 40



Hari itu saya merasa sangat gelisah. Ada beberapa persoalan yang mengganggu pikiran sehingga membuat saya tidak dapat tidur dengan nyenyak. Atau baru beberapa menit tertidur, saya tiba-tiba saja terjaga. Setelahnya, saya merasa sulit untuk tidur sepanjang malam itu. Saya mencemaskan hal-hal apa yang akan terjadi. Semakin mengkhawatirkannya, semakin membuat hati gelisah dan ragu menghadapi tantangan di kemudian hari. Apakah Anda pernah mengalami hal serupa?

Daud pernah mengalaminya. Dia merasakan beban yang begitu berat karena berbagai persoalan yang menekannya. Dia sedang berhadapan dengan orang-orang yang memojokkannya dengan tuduhan-tuduhan yang tidak benar. Ada yang mencelanya dan menganggapnya tidak mampu menjadi seorang pemimpin. Wajar jika ia frustrasi. Bisa jadi, Daud melalui malam demi malam dengan hati gelisah. Tetapi Daud belajar menguatkan kepercayaannya kepada Tuhan. Di tengah tekanan itu, ia berkata, “Dengan tenteram aku mau membaringkan diri, lalu segera tidur.”

Ketika sebuah persoalan menggelisahkan hati, mari belajar untuk berserah kepada Tuhan. Kita mungkin tidak tahu bagaimana menemukan jawaban atas persoalan kita, namun dalam penyerahan diri kita menemukan kekuatan-Nya. Memercayai Tuhan sebagai penolong membuat kita mampu bertahan dalam situasi apa pun. Dan kiranya hari ini kita dapat berkata kepada jiwa kita: “Tuhan pelindungku, aku akan membaringkan diri dan tidur nyenyak.”

—SYS/www.renunganharian.net


SAAT KITA MENYERAHKAN DIRI KEPADA TUHAN,
DI SITULAH TERSEDIA KETENANGAN DALAM HATI DAN BATIN KITA



February 01, 2019, 05:32:07 AM
Reply #2026
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23169
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/114-2019/februari/

 KESETARAAN
1
2
3
4
5
Rating 4.46 (13 Votes)

    Diterbitkan hari Jum'at, 01 Februari 2019 00:00
    Ditulis oleh Pipi Agus Dhali   
    Dibaca: 1010 kali

Baca: Kisah Pr. Rasul 10:23b-36

Tetapi Petrus menegakkan dia sambil berkata, “Bangkitlah, aku hanya manusia saja.” (Kisah Pr. Rasul 10:26)


Bacaan Alkitab Setahun:
Imamat 1-3



Perjumpaan dengan orang yang tepat adalah salah satu pendorong kemajuan kita. Pemenang Nobel Perdamaian 1952, Dr. Albert Schweitzer, berkata, “Ada saatnya, semangat kita pudar. Tetapi kemudian menyala kembali karena perjumpaan dengan seseorang. Betapa kita sepatutnya berterima kasih kepada orang-orang yang telah menghidupkan kembali jiwa kita itu.”

Tuhan menyiapkan perjumpaan antara Kornelius dan Petrus. Semua faktor— waktu, tempat, kejadian, pengalaman— ikut mendukung perjumpaan dua pribadi yang belum saling mengenal itu. Bahkan, sebelumnya Tuhan mengikis lebih dulu rasa superior Petrus (ay. 9-23a). Mengapa? Keduanya sudah harus dalam posisi setara. Kalau perlu, yang satu menegakkan yang lain seperti yang dilakukan oleh Petrus (ay. 26). Setara sebagai manusia. Saling menghormati dan mampu melihat kelebihan masing-masing. Begitulah ujung dari perjumpaan mereka. Bersatunya dua kubu Kekristenan perdana— Yerusalem dan Kaisarea.

Tuhan itu Perancang ulung perjumpaan antarmanusia yang berbuah kemajuan. Syaratnya adalah kesetaraan. Bukan ketimpangan akibat kecongkakan, superioritas, dan penindasan. Harus sama-sama, serba saling. Saling menegakkan harga diri. Saling membangunkan kepercayaan diri. Saling mengangkat pujian, penghargaan dan rasa hormat. Saling memberi kesempatan. Saling percaya, ada kebaikan pada masing-masing. Kesetaraan adalah induk dari kemajuan bersama. Mengapa tak kita terapkan prinsip ini dalam kehidupan bersama kita—persahabatan, keluarga, masyarakat, dan gereja?

—PAD/www.renunganharian.net


HUBUNGAN YANG TIMPANG MELAHIRKAN PENINDASAN;
HUBUNGAN YANG SETARA MEMBUAHKAN KEMAJUAN



February 02, 2019, 06:16:50 AM
Reply #2027
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23169
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/114-2019/februari/

 LANDAK
1
2
3
4
5
Rating 4.33 (6 Votes)

    Diterbitkan hari Sabtu, 02 Februari 2019 00:00
    Ditulis oleh Lim Ivenina Natasya   
    Dibaca: 451 kali

Baca: Pengkhotbah 4:7-12

Dan bilamana seorang dapat dialahkan, dua orang akan dapat bertahan. Tali tiga lembar tak mudah diputuskan. (Pengkhotbah 4:12)


Bacaan Alkitab Setahun:
Imamat 4-6



Sekumpulan landak berimpit-impitan untuk melawan hawa musim dingin yang membekukan. Namun, duri mereka saling melukai. Mereka kesakitan dan saling menyalahkan, lalu bubar. Nyatanya, angin dingin sangat menyiksa dan melemahkan mereka. Pimpinan landak berseru, jika tidak ingin mati, mereka harus menahan sakit tertusuk satu sama lain. Asal hati-hati, mereka bisa meminimalkan rasa sakit. Daripada mati, lebih baik hidup dengan menahan sakit. Mereka pun beringsut mendekat. Mereka saling mengalah, saling mengerti, saling mendukung, dan tidak lagi saling menyalahkan. Akhirnya, mereka berhasil melewati musim dingin itu.

Sejak awal penciptaan, Allah tidak menciptakan kita untuk hidup seorang diri tanpa persekutuan (Kej. 2:18). Pengkhotbah menyatakan, berdua lebih baik dari pada seorang diri. Kalau mereka jatuh, yang seorang mengangkat temannya. Bilamana seorang dapat dialahkan, dua orang akan dapat bertahan (ay. 9, 10, 12). Jemaat pertama pun selalu berkumpul dan bertekun dalam persekutuan (Kis. 2:42).

Kita perlu memelihara persekutuan dan kesatuan dengan senantiasa menghadiri pertemuan ibadah (Ibr. 10:25). Kalau kita meninggalkan persekutuan, kita kehilangan kekuatan dan akan mudah dikalahkan. Dalam kebersamaan memang sering terjadi gesekan yang bisa menyakitkan. Berusahalah menjaga sikap agar kita tidak menyakiti sesama rekan. Bila terjadi gesekan yang menyakiti, kita belajar mengalah dan mengerti demi mencapai tujuan yang lebih utama dan lebih besar.

—IN/www.renunganharian.net


PERSEKUTUAN MENDATANGKAN KEKUATAN
DAN KEMENANGAN UNTUK MELEWATI SITUASI SULIT



February 03, 2019, 05:04:23 AM
Reply #2028
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23169
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/114-2019/februari/

 IDENTITAS KRISTIANI
1
2
3
4
5
Rating 4.11 (9 Votes)

    Diterbitkan hari Minggu, 03 Februari 2019 00:00
    Ditulis oleh Rosita Eska Sindurejo   
    Dibaca: 403 kali

Baca: Yohanes 13:31-35

“Dengan demikian semua orang akan tahu bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi.” (Yohanes 13:35)


Bacaan Alkitab Setahun:
Imamat 7-8



Banyak tanda atau simbol yang dipakai oleh orang-orang untuk menunjukkan identitasnya sebagai pengikut Kristus. Bisa dengan menunjukkan kartu identitas yang tertera dalam kolom agama, atau dengan memakai simbol salib yang dipakai di leher atau digantung di dinding rumah. Ada juga yang mengungkapkannya di depan orang banyak lewat kata-kata syukur dengan menyebut nama “Yesus Kristus” dalam perkataannya. Namun, semua itu sewaktu-waktu dapat disembunyikan. Ketika ada ancaman, KTP disembunyikan, salib disimpan, nama “Yesus Kristus” tidak lagi diucapkan, dan menjauh dari persekutuan, menutupi identitas kita. Lalu, apa identitas yang menjadi tanda bahwa kita adalah murid Yesus Kristus?

Jawabannya adalah: Kasih! Kasih harus merupakan identitas atau ciri khas para pengikut Kristus. Kasih agape ini pada dasarnya merupakan kasih yang memberi diri dan berkorban demi kebaikan. Seperti yang Yesus Kristus tunjukkan kepada kita lewat pengorbanan-Nya. Demikianlah hubungan antara semua orang percaya harus ditandai oleh kepedulian yang bersedia berkorban bagi sesama saudara dalam Kristus. Sehingga dunia ini tahu bahwa kita adalah murid-murid Kristus, ketika kita menunjukkan kasih kepada orang lain.

Kasih adalah identitas kita yang paling utama. Kita murid-murid Kristus dikenal oleh dunia ini ketika kita saling mengasihi. Semua simbol Kekristenan yang ada, hanya sebuah tanda dan tidak akan berarti apa-apa kalau kita tidak melakukan kasih.

—RES/www.renunganharian.net


JADIKAN KASIH SEBAGAI GAYA HIDUP, BUKAN SEBAGAI PAKSAAN



February 04, 2019, 05:23:36 AM
Reply #2029
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23169
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/114-2019/februari/

 MEKANIK ANDALAN
1
2
3
4
5
Rating 4.75 (4 Votes)

    Diterbitkan hari Senin, 04 Februari 2019 00:00
    Ditulis oleh Go Hok Jin   
    Dibaca: 786 kali

Baca: Mazmur 71

Sebab Engkaulah harapanku, ya Tuhan, kepercayaanku sejak masa muda, ya ALLAH. (Mazmur 71:5)


Bacaan Alkitab Setahun:
Imamat 9-10



Pemakaian sepeda motor untuk menempuh jarak 90-an kilometer setiap hari memiliki konsekuensi bagi keluarga kami, yakni servis rutin dan tak boleh terlambat ganti oli. Kami pun memiliki bengkel langganan di dekat rumah, dengan mekanik andalan bernama Mas Ajie. Saya bukannya tak percaya dengan mekanik lain, tetapi rasanya lebih sreg jika sepeda motor saya ditangani oleh mekanik terbaik di bengkel tersebut. Saya pernah harus menunggu satu jam lebih lambat, karena Mas Ajie hari itu terlambat masuk kerja, demi memastikan sepeda motor saya ditangani oleh orang yang tepat.

Jika untuk keperluan berkendara saja kita cenderung memilih mekanik yang terbaik, terlebih lagi dalam menempuh jalan kehidupan ini! Pemazmur pun menyadari akan hal ini, sehingga ia belajar untuk memercayakan hidupnya kepada Tuhan, sejak masa mudanya. Allah yang menjadi sumber pengharapan sejak masa mudanya, juga diakui oleh Pemazmur untuk menjadi pelindung pada masa tuanya. Rasanya kita sepakat dengan Pemazmur, bahwa kehidupan ini memang harus dipercayakan pada Allah, karena hanya Dialah yang dapat menjaga dan mengurus hidup kita, layaknya seorang mekanik andalan.

Fakta kehidupan menunjukkan betapa sukarnya jalan kehidupan manusia, tak terkecuali umat Tuhan. Jangan sampai kita salah memercayakan hidup dan menaruh pengharapan, supaya kita dapat aman, terlindung, dan selamat dalam menempuh kehidupan di dunia ini. Bahkan kehidupan kekal kita pun terjamin saat nanti kehidupan kita di dunia sudah selesai.

—GHJ/www.renunganharian.net


ANDALKAN TUHAN DALAM MENEMPUH JALAN KEHIDUPAN
AGAR KELAK TAK ADA PENYESALAN



 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)