Author Topic: Renungan Harian®  (Read 109442 times)

0 Members and 2 Guests are viewing this topic.

February 05, 2019, 05:16:04 AM
Reply #2030
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22548
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/114-2019/februari/

 TUHAN TIDAK TIDUR
1
2
3
4
5
Rating 4.57 (7 Votes)

    Diterbitkan hari Selasa, 05 Februari 2019 00:00
    Ditulis oleh Richard Tri Gunadi   
    Dibaca: 544 kali

Baca: Maleakhi 2:10-16

Dan kamu bertanya: “Oleh karena apa?” Oleh sebab TUHAN telah menjadi saksi antara engkau dan isteri masa mudamu yang kepadanya engkau telah tidak setia, padahal dialah teman sekutumu dan isteri seperjanjianmu. (Maleakhi 2:14)


Bacaan Alkitab Setahun:
Imamat 11-13



Ribka menikah dengan seorang pria miskin. Mereka lalu merintis usaha dengan ulet sehingga bisnis mereka maju. Namun, setelah sukses, suaminya berselingkuh, lalu menceraikan Ribka. Ribka dan dua anaknya hidup sengsara karena semua aset diambil mantan suami. Meskipun sengsara, Ribka percaya Tuhan tidak tidur. Ribka terus bekerja dengan ulet dan membesarkan anak-anaknya. Beberapa tahun kemudian, kondisi Ribka membaik sedangkan kondisi mantan suaminya terpuruk.

Tuhan membenci perceraian (ay. 16) dan Tuhan marah kepada suami yang tidak setia kepada istri masa mudanya (ay. 14). Tuhan tidak berkenan kepada persembahan dari suami yang membuat istrinya mencucurkan air mata dan merintih (ay. 13). Para suami hendaknya selalu menjaga diri dan tidak berkhianat. Mengkhianati istri demi bisa bersenang-senang dengan perempuan lain akan mendatangkan murka Tuhan. Ingatlah selalu bahwa pernikahan adalah komitmen seumur hidup. Kita dipanggil untuk saling mengasihi dan setia pada pasangan kita sampai maut memisahkan.

Kalau kita adalah istri yang disengsarakan oleh suami, percayalah Tuhan tidak tidur. Tuhan melihat dan memperhatikan kesengsaraan kita. Tuhan membenci pengkhianatan. Dia akan menolong orang yang setia tetapi dikhianati pasangannya, asalkan kita tetap setia kepada-Nya. Saat kita tetap setia dan berharap kepada Tuhan, pasti Tuhan menyertai dan mengangkat kita. Tidak perlu sakit hati atau membalas dendam, tetapi ampunilah suami yang tidak setia itu.

—RTG/www.renunganharian.net


TUHAN MENJADI SAKSI HUBUNGAN KITA DENGAN PASANGAN KITA
SEHINGGA SEMESTINYA KITA TIDAK BERKHIANAT SATU SAMA LAIN




February 06, 2019, 05:30:28 AM
Reply #2031
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22548
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/114-2019/februari/

 TAK MUDAH MENGHAKIMI
1
2
3
4
5
Rating 5.00 (2 Votes)

    Diterbitkan hari Rabu, 06 Februari 2019 00:00
    Ditulis oleh Go Hok Jin   
    Dibaca: 894 kali

Baca: Roma 14:1-10

Siapakah engkau, sehingga engkau menghakimi hamba orang lain? Entahkah ia berdiri, entahkah ia jatuh, itu urusan tuannya sendiri. Tetapi ia akan tetap berdiri, karena Tuhan berkuasa menjaga dia terus berdiri. (Roma 14:4)


Bacaan Alkitab Setahun:
Imamat 14-15



Sebut saja namanya Peter dan Merry. Dua sejoli ini belum lama berpacaran. Namun, hubungan mereka harus mengalami ujian terkait suara-suara yang menyatakan ketidaksetujuan akan hubungan itu. Beberapa orang menganggap Merry “terlalu baik” untuk berpacaran dengan Peter, yang dikenal memiliki karakter pemarah dan kasar. Namun, Merry tetap yakin untuk meneruskan hubungan tersebut karena ia lebih mengenal Peter. Bagi Merry, Peter tidak seperti apa yang orang lain katakan. Peter sudah lebih sabar dan belajar bersikap lembut setelah mengenal Merry.

Paulus menasihatkan orang percaya agar tidak mudah menghakimi orang lain, setidaknya karena tiga alasan berikut: Pertama, kita belum tentu lebih baik dari orang yang kita hakimi. Kedua, Allah berurusan dengan setiap orang menurut cara-Nya. Ketika seseorang jatuh, Allah sanggup membuat orang tersebut tetap berdiri dan bangkit. Alasan lainnya adalah penghakiman biasanya cenderung keliru karena didasarkan pada pengamatan, asumsi, atau kesimpulan pribadi. Jarang sekali orang melakukan “cek dan ricek” dari berbagai aspek sebelum menilai orang lain. Yang lebih sering terjadi adalah menilai secepat mungkin, tak peduli penilaian itu salah!

Setiap kali keinginan untuk menghakimi menggoda kita, ingatlah akan nasihat yang Firman Tuhan berikan. Bila perlu, bawalah dalam doa sebelum kita melontarkan ucapan atau menulis sesuatu yang bersifat menghakimi sesama. Siapa tahu, penilaian kita berubah setelah Allah menolong kita untuk melihat dan menilai dari perspektif-Nya.

—GHJ/www.renunganharian.net


PENILAIAN DARI ALLAH TAK PERNAH KELIRU.
IA BERHARAP AGAR KITA BELAJAR DARI CARA DIA MENILAI.



February 07, 2019, 05:18:08 AM
Reply #2032
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22548
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/114-2019/februari/

 JAN PADEREWSKI
1
2
3
4
5
Rating 4.00 (5 Votes)

    Diterbitkan hari Kamis, 07 Februari 2019 00:00
    Ditulis oleh Pipi Agus Dhali   
    Dibaca: 833 kali

Baca: Amsal 11:17-19

Orang yang murah hati berbuat baik kepada diri sendiri, tetapi orang yang kejam menyiksa badannya sendiri. (Amsal 11:17)


Bacaan Alkitab Setahun:
Imamat 16-18



Jan Paderewski, pianis Polandia, konser di Universitas Stanford, California, AS. Lantaran digelar pada musim liburan, hasil penjualan tiket terbatas. Panitia yang terdiri atas beberapa mahasiswa amat lega karena sang pianis menolak untuk dibayar. Lalu, 27 tahun kemudian, Paderewski, yang saat itu menjadi Perdana Menteri Polandia, berkunjung ke AS dan hendak berterima kasih kepada Herbert Hoover, kepala Badan Penyalur Bantuan Makanan untuk rakyat Eropa seusai Perang Dunia I. Hoover mengingatkan Paderewski akan konser tadi, sambil berkata bahwa dialah yang patut berterima kasih—sebab dirinyalah ketua panitia konser itu.

Petuah dan anjuran kitab Amsal merupakan penjabaran dari hikmat Tuhan dalam kehidupan sehari-hari. Tak jarang polanya amat sederhana. Namun, tetap saja diabaikan manusia. Salah satunya, apa pun yang kita lakukan terhadap orang lain senyatanya adalah wujud dari perlakuan kita terhadap diri sendiri. Entah baik entah buruk, segalanya akan kembali menimpa diri kita dalam aneka bentuk dan melalui pelbagai cara. Bisa datang segera, bisa pula menjadi kejutan sesudah kurun waktu yang lama.

Kebaikan dan kemurahan hati pun tak akan lenyap. Bahkan tak jarang berbuah secara tak terduga berlipat ganda, tak hanya menyentuh kita melainkan juga orang-orang di sekeliling kita. Jangan berhenti bermurah hati sekalipun kini sepertinya hilang tertiup angin. Kebaikan kita terhadap orang lain adalah kebaikan terhadap diri sendiri. Masakan kita enggan melakukannya?

—PAD/www.renunganharian.net


KENDATI ORANG LAIN DAN DIRI SENDIRI TELAH MELUPAKAN KEMURAHAN HATI
YANG PERNAH KITA LAKUKAN, TUHAN MENGINGATNYA


February 08, 2019, 05:31:36 AM
Reply #2033
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22548
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/114-2019/februari/

 KETIKA DOA TAK TERUCAPKAN
1
2
3
4
5
Rating 4.71 (7 Votes)

    Diterbitkan hari Jum'at, 08 Februari 2019 00:00
    Ditulis oleh Samuel Yudi Susanto   
    Dibaca: 950 kali

Baca: Roma 8:22-26

Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri menyampaikan permohonan kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan. (Roma 8:26)


Bacaan Alkitab Setahun:
Imamat 19-21



Semua berjalan baik-baik saja sampai ketika tiba-tiba dokter mendeteksi ada kanker di salah satu bagian tubuh kita. Ibarat dihantam sebuah benda keras, kenyataan itu bisa jadi membuat semangat kita lumpuh seketika. Bisa saja pikiran kita akan langsung terarah kepada kematian. Kita memikirkan apakah ada persoalan dalam hubungan dengan seseorang yang belum diselesaikan. Kita memikirkan keuangan, keluarga, pekerjaan. Kita kalut!

Memikirkan kondisi tubuh ditambah pikiran-pikiran yang kalut jelas membuat kita tidak mampu melakukan sebuah pekerjaan bahkan sesuatu yang paling sederhana sekalipun: berdoa! Kita mencoba memaksakan diri untuk duduk berdoa di hadapan-Nya tetapi tak ada sepatah kata pun terucap, kita tidak tahu apa yang hendak kita ucapkan, kita tidak mampu menguasai hati kita yang terus-menerus memikirkan hal-hal yang mengkhawatirkan.

Begitu beratnya beban masalah kadang membuat kita tidak tahu lagi apa yang harus didoakan. Segudang keraguan memenuhi pikiran kita. Tetapi janji Tuhan memberi jaminan pasti untuk kita: ROH KUDUS memahami pergumulan hidup kita dan Ia memedulikan kita. Bahkan saat mulut kita tertutup rapat manakala kita mencoba berdoa, ROH KUDUS tetap ada untuk menolong kita. Firman-Nya: Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan. Tidak hanya itu, Tuhan juga menghadirkan orang-orang seiman yang bersedia mendoakan kita dan ikut memikul beban hidup kita. Di tengah ketidakpastian itu kita melihat pertolongan-Nya!

—SYS/www.renunganharian.net


WALAU MULUT KITA TAK BERUCAP, NAMUN TUHAN MAMPU MERASAKAN
DAN MENGERTI APA YANG PALING KITA BUTUHKAN



February 09, 2019, 05:26:13 AM
Reply #2034
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22548
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/114-2019/februari/

 LAWAN MENJADI KAWAN
1
2
3
4
5
Rating 4.80 (5 Votes)

    Diterbitkan hari Sabtu, 09 Februari 2019 00:00
    Ditulis oleh Linawati Santoso   
    Dibaca: 630 kali

Baca: 2 Samuel 3:6-21

Lalu Abner mengirim utusan kepada Daud dengan pesan: “… Adakanlah perjanjian dengan aku, maka sesungguhnya aku akan membantu engkau untuk membawa seluruh orang Israel memihak kepadamu.” (2 Samuel 3:12)


Bacaan Alkitab Setahun:
Imamat 22-23



Dalam hidup ini, kita tentu pernah bertemu orang yang tidak menyukai atau bahkan membenci kita. Ia mungkin juga selalu mencari cara untuk menjatuhkan kita. Suatu hari kita mendapat musibah dan orang itu kebetulan mengetahuinya. Siapa sangka, bukannya menghina, ia justru menjadi orang pertama yang menolong kita. Peristiwa tersebut benar-benar merupakan campur tangan Allah!

Abner adalah panglima tentara Saul. Selain berpengaruh, Abner juga sangat setia. Setelah kematian tuannya, ia tetap berpihak kepada keluarga Saul. Keberadaan Abner secara tidak langsung menjadi ancaman bagi Daud. Mengapa? Karena Abner dapat membantu Isyboset, anak Saul lainnya, untuk berperang melawan Daud. Siapa sangka, hari itu Abner mengirim utusan kepada Daud dengan pesan: “… aku akan membantu engkau untuk membawa seluruh orang Israel memihak kepadamu” (ay. 12). Peristiwa tersebut tidak lain karena Isyboset, tanpa memeriksa terlebih dahulu kebenaran perkaranya, menuding Abner menghampiri Rizpa, gundik ayahnya (ay. 7). Bagi Isyboset, peristiwa itu dapat disebut kemalangan karena kehilangan panglima yang setia. Namun, bagi Daud, dukungan Abner jelas merupakan keuntungan yang tidak terduga.

Satu hal yang tidak dapat dimengerti oleh logika manusia adalah cara kerja Allah. Karena itu, jangan ragu untuk berdoa memohon pertolongan-Nya. Melalui doa, kita dapat menyerahkan segala sesuatu, termasuk hubungan kita dengan sesama. Dan lihatlah, Allah sanggup bekerja dengan cara yang sungguh tidak terduga!

—LIN/www.renunganharian.net


ALLAH BEKERJA UNTUK MEMULIHKAN HUBUNGAN,
BUKAN MENCERAI-BERAIKANNYA





February 10, 2019, 05:11:30 AM
Reply #2035
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22548
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/114-2019/februari/

 KESABARAN TUHAN
1
2
3
4
5
Rating 5.00 (1 Vote)

    Diterbitkan hari Minggu, 10 Februari 2019 00:00
    Ditulis oleh Antok Setyo Wibowo   
    Dibaca: 391 kali

Baca: Hakim-hakim 6

Jawab Gideon kepada- Nya: “Ah, tuanku, jika TUHAN menyertai kami, mengapa semuanya ini menimpa kami?” (Hakim-hakim 6:13)


Bacaan Alkitab Setahun:
Imamat 24-25



Bagaimana perasaan orang bila pacarnya selalu meragukan cintanya, padahal ia telah menyatakan dan membuktikan cintanya dengan sikap yang baik dan bertanggung jawab? Sekali, dua kali mungkin masih bisa bersabar. Namun, bagaimana bila berkali-kali? Masih sanggupkah ia bersabar atau ia berpikir bahwa pacarnya tidak serius dan akhirnya berpisah?

Orang Israel diserahkan Tuhan kepada orang Midian selama tujuh tahun karena kejahatannya. Kemudian Tuhan mendengar seruan mereka dan memilih Gideon untuk menyelamatkan mereka. Namun, Gideon berpikir, kalau benar TUHAN menyertai mereka, mengapa mereka jatuh ke tangan orang Midian? Itulah yang membuatnya ragu akan janji penyertaan Tuhan. Dalam keraguan itu ia meminta tanda. Tuhan memberikan tanda dengan api yang memakan habis daging dan roti yang ia persembahkan. Ketika Gideon berhadapan dengan orang Midian yang siap berperang, kembali ia ragu sehingga meminta tanda lagi sampai dua kali (ay. 37, 39). Tuhan begitu sabar menjawab keraguan demi keraguan Gideon akan penyertaan-Nya. Bahkan Tuhan meyakinkannya dengan membuatnya mendengar sendiri orang Midian menceritakan mimpi mereka tentang kemenangan Gideon (Hak. 7:13-14).

Keraguan sering membayangi hidup kita. Bagaimana sekolah, pekerjaan, teman hidup, anak-anak, dan lainnya. Tidak jarang juga ketika gagal, kita meragukan rencana Tuhan yang baik dalam hidup kita. Marilah datang kepada-Nya dalam setiap keraguan kita. Dia dengan sabar akan menuntun kita melihat rencana-Nya yang baik.

—ANT/www.renunganharian.net


DIA SABAR DAN SANGGUP MENJAWAB SETIAP
KERAGUAN KITA MELALUI KARYA-KARYA-NYA



February 11, 2019, 05:28:26 AM
Reply #2036
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22548
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/114-2019/februari/

 BERHENTI SOK TAHU
1
2
3
4
5
Rating 4.67 (6 Votes)

    Diterbitkan hari Senin, 11 Februari 2019 00:00
    Ditulis oleh Samuel Yudi Susanto   
    Dibaca: 963 kali

Baca: Ayub 12

“Konon hikmat ada pada orang yang tua, dan pengertian pada orang yang lanjut umurnya.” (Ayub 12:12)


Bacaan Alkitab Setahun:
Imamat 26-27



Orang yang sombong biasanya merasa dirinya lebih baik, lebih tahu, dan lebih berhikmat dari orang lain. Karena itulah mengapa ada orang-orang yang gampang menghakimi seseorang tatkala tertimpa sebuah musibah. Mereka seolah-olah tahu segala sesuatu sehingga dengan mudahnya melontarkan tuduhan bahwa karena dosa-dosanyalah seseorang mengalami musibah. Sikap sok tahu inilah yang dilakukan ketiga sahabat Ayub. Mereka menuduh bahwa musibah yang terjadi adalah buah dari dosa-dosa Ayub.

Ayub merasa bahwa kesombongan dan sikap sok tahu ketiga sahabatnya itu telah membutakan mereka dari kebenaran sejati (ay. 2). Hikmat sejatinya ada pada Allah, Dialah yang berdaulat dan Mahatahu dari segala sesuatu yang terjadi atas hidup manusia. Karena itu, orang yang menyadari bahwa hikmat dan kebenaran hanya ada pada Allah, seharusnya tidak menjadikan dirinya sombong. Apalagi menghakimi orang lain yang sedang menderita pasti karena dosa dan patut dicela. Celakanya, orang yang sombong menyangka bahwa sikap sok tahu mereka tidak akan mendatangkan murka Allah.

Mari belajar untuk memahami siapa diri kita di hadapan Allah. Allah adalah Sang Pencipta (ay. 7-11). Ingatlah nasihat Ayub: bahkan orang tua yang konon paling berpengalaman pun tidak boleh merasa dirinya paling berhikmat (ay. 12). Kiranya kita dapat belajar menjadi pribadi yang bijaksana dan rendah hati untuk tidak merasa diri paling benar dan paling tahu sehingga dengan mudahnya kita menunjuk-nunjuk kesalahan seseorang atas semua musibah yang terjadi.

—SYS/www.renunganharian.net


ORANG BERHIKMAT MERASA TIDAK TAHU APA-APA DAN RENDAH HATI
SEHINGGA BISA MENGHIBUR ORANG YANG TERTIMPA MUSIBAH



February 12, 2019, 05:55:01 AM
Reply #2037
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22548
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/114-2019/februari/

 BANTUAN SEORANG PERAWAT
1
2
3
4
5
Rating 4.33 (9 Votes)

    Diterbitkan hari Selasa, 12 Februari 2019 00:00
    Ditulis oleh Go Hok Jin   
    Dibaca: 1306 kali

Baca: Markus 9:38-41

“Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Siapa saja yang memberi kamu minum secangkir air oleh karena kamu adalah pengikut Kristus, ia tidak akan kehilangan upahnya.” (Markus 9:41)


Bacaan Alkitab Setahun:
Bilangan 1-2



Saya menulis naskah ini di rumah sakit sambil menunggu obat di rumah sakit. Di tengah rasa lelah karena cukup lama menunggu obat untuk ibu saya, saya tersenyum mengingat bantuan yang diberikan oleh seorang perawat. Saat melihat saya mendorong kursi roda yang ditumpangi ibu saya, spontan ia menawarkan bantuan. Selagi saya mendorong kursi roda dari belakang, ia membantu menarik bagian depan, hingga kami sampai ke lantai dua. Sebelum berpisah, tak lupa saya mengucapkan terima kasih kepadanya sambil tersenyum.

Bagi kita yang pernah merasakan beratnya mendorong seseorang yang duduk di kursi roda di jalan menanjak, akan bersyukur menerima bantuan semacam ini. Saya bersyukur di tengah zaman modern ini, masih ada orang yang mudah tergerak hatinya untuk menolong orang lain. Saya jadi teringat akan perkataan Yesus mengenai tindakan memberi secangkir air. Suatu tindakan yang sederhana, tetapi akan melegakan orang yang menerima, terutama saat haus. Nah, siapa pun yang melakukan tindakan sederhana tersebut, ia takkan pernah kehilangan upah yang Tuhan sediakan. Saya pun berdoa agar perawat tersebut menerima upah dari Tuhan atas kebaikan hatinya saat menolong kami.

Jangan pernah berpikir bahwa hal-hal kecil yang kita lakukan dalam kasih akan sia-sia. Senyuman kita, tumpangan mobil atau boncengan, secangkir teh yang kita hidangkan saat menerima tamu, dan masih banyak hal sederhana lain yang kita lakukan, dapat menggerakkan hati Tuhan untuk memberi upah bagi kita. Maukah kita terus melakukannya?

—GHJ/www.renunganharian.net


BANTUAN KECIL AKAN MENJADI SANGAT BERHARGA
BAGI ORANG YANG MEMBUTUHKAN




February 13, 2019, 05:25:07 AM
Reply #2038
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22548
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/114-2019/februari/

 APRESIASI
1
2
3
4
5
Rating 4.50 (12 Votes)

    Diterbitkan hari Rabu, 13 Februari 2019 00:00
    Ditulis oleh Agustina Wijayani   
    Dibaca: 885 kali

Baca: Roma 16:1-16

Mereka telah mempertaruhkan nyawanya untuk hidupku. Kepada mereka bukan aku saja yang berterima kasih, tetapi juga semua jemaat bukan Yahudi. (Roma 16:4)


Bacaan Alkitab Setahun:
Bilangan 3-4



Dalam tim kerja saya dengan beberapa wanita dari beberapa negara, ada satu kebiasaan baik yang sangat saya hargai, yakni kebiasaan untuk menghargai atau menunjukkan apresiasi atas pelayanan sesama saudara. Kadang, ada surel atau pesan teks berkata, “Terima kasih, kamu sungguh adalah berkat bagi kami”. Atau, “Kamu sudah bekerja keras. Kamu selalu lakukan yang terbaik”, “Tanpa bantuanmu, kami tidak tahu bagaimana bisa menyelesaikan pelayanan ini”, dan sebagainya.

Mungkin sebagai orang Asia kita tak biasa mengungkap penghargaan seterbuka ini. Tak luwes rasanya lidah mengucap apresiasi atas dukungan atau bantuan orang lain. Kebanyakan dari kita merasa senang terbantu oleh saudara sepelayanan, tapi kita diam saja. Sayangnya, ketika saudara kita berbuat salah atau kurang baik melakukan bagiannya, kita bisa cepat marah dan meluapkan emosi.

Hari ini kita membaca bagaimana Paulus menyatakan apresiasinya kepada rekan-rekan pelayanannya. Satu demi satu ia sebut nama mereka, dan memberi penghargaan. Ternyata, kebesaran nama Paulus pun tak lepas dari pelayanan orang-orang yang tak begitu ternama ini. Paulus sadar, ia tak bisa bekerja sendiri dan selalu butuh orang lain. Lalu, apakah rekan-rekannya itu selalu menolongnya dengan sempurna hingga ia memuji-muji? Rasanya tak ada pribadi yang sempurna. Pasti ada yang kurang di sana dan di sini. Tapi, rupanya Paulus belajar berbesar hati menerima semuanya.

Mari budayakan saling menghargai dalam pelayanan. Tak ada pelayanan yang berhasil karena kita melakukan sendiri semuanya.

—AW/www.renunganharian.net


TUHAN MEMBERI BANYAK TANGAN DAN HATI DI SEKELILING KITA
GENGGAM DAN KUATKAN AGAR MEREKA SELALU KUAT MELAYANI



February 14, 2019, 06:22:16 AM
Reply #2039
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22548
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/114-2019/februari/

 SOULMATE
1
2
3
4
5
Rating 4.39 (18 Votes)

    Diterbitkan hari Kamis, 14 Februari 2019 00:00
    Ditulis oleh May Lan   
    Dibaca: 1542 kali

Baca: 1 Samuel 18:1-5

… berpadulah jiwa Yonatan dengan jiwa Daud; dan Yonatan mengasihi dia seperti jiwanya sendiri. (1 Samuel 18:1)


Bacaan Alkitab Setahun:
Bilangan 5-6



Alister E. McGrath, penulis biografi C.S. Lewis, menyebutkan bahwa tanpa Lewis, The Lord of the Rings, karya J.R.R. Tolkien, tidak akan pernah lahir mewarnai kesusastraan dunia. Demikian halnya dengan Surprised by Joy, karya Lewis, lahir karena dukungan Tolkien. Lewis dan Tolkien—merupakan sepasang sahabat yang dipertemukan untuk mempertahankan kelangsungan hidup kesusastraan.

Daud dan Yonatan adalah kisah lain tentang persahabatan yang tak kalah menarik. Mereka merupakan soulmate atau belahan jiwa, sahabat yang begitu karib dan saling mendukung (ay. 1). Mereka disatukan oleh tekad untuk mempertahankan kelangsungan hidup bangsa yang mereka cintai. Tekad itu diwujudkan dalam bentuk kerelaan keduanya untuk tunduk pada rencana dan kehendak Tuhan.

Ketulusan hati Daud ditunjukkan ketika ia tetap memelihara kelangsungan hidup keluarga Yonatan sepeninggal sang sahabat. Ia bahkan tidak menghabisi nyawa Saul, ayah Yonatan, meskipun berulang kali nyawanya berada di ujung tanduk karena pria itu. Yonatan pun demikian. Walaupun dirinya adalah pewaris langsung takhta sang ayah, ia tidak membenci sahabatnya. Yonatan tahu bahwa Daud adalah orang yang telah dipilih dan diurapi Tuhan menjadi raja atas Israel. Ia lebih mengutamakan kepentingan bangsa daripada kepentingan pribadi. Keberadaan bangsa Israel hingga hari ini, mau tak mau, tidak bisa dilepaskan dari kisah pertautan jiwa yang begitu indah antara Daud dan Yonatan.

—EML/www.renunganharian.net


MENJADI SOULMATE TUHAN BERARTI MEMBUAT KEHENDAK-NYA TERJADI,
DI BUMI SEPERTI DI SURGA





 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)