Author Topic: Renungan Harian®  (Read 109409 times)

0 Members and 2 Guests are viewing this topic.

February 15, 2019, 06:36:18 AM
Reply #2040
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22530
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
 http://www.renunganharian.net/114-2019/februari/

 PERBEDAAN
1
2
3
4
5
Rating 4.82 (11 Votes)

    Diterbitkan hari Jum'at, 15 Februari 2019 00:00
    Ditulis oleh Pipi Agus Dhali   
    Dibaca: 1628 kali

Baca: Roma 15:1-7

Sebab itu terimalah satu sama lain, sama seperti Kristus juga telah menerima kita, untuk kemuliaan Allah. (Roma 15:7)


Bacaan Alkitab Setahun:
Bilangan 7



Kehidupan rumah tangga Rohan dan Rina (nama samaran) terus diguncang konflik. Mereka kerap berselisih tentang bagaimana masing-masing tidak mendapatkan reaksi yang tepat dari pasangannya. Ketika mendengar atau menghadapi situasi A, Rina berharap suaminya bereaksi dengan cara tertentu. Ternyata lain. Begitu pun sebaliknya. Ekspektasi demi ekspektasi yang tak terpenuhi membuat frustrasi.

Jemaat di kota Roma terancam kerukunannya akibat perselisihan berkepanjangan antara dua kelompok. Atas kasus makanan yang dipersembahkan pada berhala, masing-masing kelompok menantikan reaksi yang diharapkan. Dan, ketika hasilnya lain, mereka saling menyerang. Yang sini menghakimi, sedang yang sana menghina (Rm. 14:10). Sebenarnya, kalau masing-masing mampu bertanggung jawab kepada Tuhan (Rm. 14:6-8), setiap pihak layak bereaksi dengan caranya sendiri. Beralaskan sikap Kristus kepada kita, Paulus menasihatkan supaya mereka lebih saling menerima daripada saling menyerang (ay. 7). Barulah kerukunan akan tercipta (ay. 5).

Tanpa disadari kita sering berharap orang lain bereaksi tepat seperti yang kita kehendaki. Padahal, ada banyak faktor yang menentukan kenapa ia bereaksi begitu. Tipe kepribadian. Pandangan. Kebiasaan. Keyakinan. Pengalamannya. Pengasuhan dan pendidikan yang diterima. Bahkan menurut temuan ilmiah mutakhir tentang otak manusia, setiap orang bereaksi berbeda akibat struktur dan cara kerja otak yang memang tidak sama. Jadi, kenapa kita harus memaksakan apa yang memang diciptakan Tuhan berbeda?

—PAD/www.renunganharian.net


ADA SAATNYA KETIKA PERBEDAAN TAK DAPAT DISATUKAN
YANG HARUS KITA LAKUKAN ADALAH SALING MENERIMA PERBEDAAN ITU




February 16, 2019, 05:39:38 AM
Reply #2041
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22530
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
 http://www.renunganharian.net/114-2019/februari/

 STATUS SEORANG ANAK
1
2
3
4
5
Rating 5.00 (4 Votes)

    Diterbitkan hari Sabtu, 16 Februari 2019 00:00
    Ditulis oleh Linawati Santoso   
    Dibaca: 692 kali

Baca: Lukas 15:11-32

“Sebab anakku ini telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali. Lalu mulailah mereka bersukaria.” (Lukas 15:24)


Bacaan Alkitab Setahun:
Bilangan 8-9



Setiap kita menyandang status seorang anak. Bahkan setelah kita menikah dan menjadi tua, kita tetaplah anak dari orang tua kita. Pertanyaannya: Sebagai seorang anak, mengertikah kita akan posisi kita di hadapan bapak?

Perikop hari ini menggambarkan dua anak yang keliru memosisikan dirinya! Si bungsu memosisikan diri sebagai salah seorang pewaris harta kekayaan ayahnya (ay. 12). Pada hari ia meminta haknya, ia menganggap kalau statusnya sebagai anak sudah berakhir. Karena itu setelah ia menghabiskan harta bagiannya, ia tidak lagi mengganggap dirinya sebagai anak bapanya (ay. 18-19). Berbeda dengan adiknya, si sulung memosisikan diri sebagai hamba ayahnya. Setiap hari, ia berfokus kepada upah. Karena itulah ketika ia menganggap dirinya sudah bekerja keras dan lalu tidak mendapat upah, ia menjadi kecewa dan marah (ay. 29-30). Bagaimana dengan bapa? Rupanya, fokus bapa tertuju kepada pribadi anak-anaknya. Bapa rindu anak-anaknya ada bersama-sama dengannya. Ketika si bungsu pergi, setiap hari bapa menantikannya pulang kembali. Dan ketika anak itu kembali, walaupun ia masih jauh, bapa telah melihatnya! (ay. 20)

Banyak orang belum memosisikan diri dengan benar sebagai anak-anak Allah! Seperti si bungsu, mereka fokus pada berkat. Atau seperti si sulung, mereka mengharapkan upah pelayanan. Jika kita pun berpikir demikian, mari mencoba memahami kerinduan hati Bapa. Dibanding berkat ataupun upah, kasih Bapa sungguh tak terkira!

—LIN/www.renunganharian.net


KERINDUAN HATI BAPA ADALAH KITA SELALU MEMANDANG WAJAH-NYA
DAN BUKAN TERUS MEMPERHATIKAN APA YANG ADA DI TANGAN-NYA







February 17, 2019, 05:06:48 AM
Reply #2042
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22530
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/114-2019/februari/

 PEREKAT AJAIB
1
2
3
4
5
Rating 5.00 (1 Vote)

    Diterbitkan hari Minggu, 17 Februari 2019 00:00
    Ditulis oleh May Lan   
    Dibaca: 457 kali

Baca: 1 Korintus 13

Ia menahan segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu. (1 Korintus 13:7)


Bacaan Alkitab Setahun:
Bilangan 10-11



Tangan Tuhan begitu luar biasa dalam merancang tubuh kita. Setiap terluka, tubuh secara otomatis menghasilkan enzim trombokinase yang mengaktifkan protrombin menjadi trombin. Trombin ini bertindak sebagai enzim yang dapat mengubah fibrinogen menjadi serat-serat fibrin. Serat-serat fibrin inilah yang akan menganyam permukaan luka agar pendarahan terhenti. Ia merekatkan bagian tubuh yang terluka supaya pulih seperti sedia kala.

Kasih Tuhan pun tak kalah dahsyatnya. Kasih-Nya sanggup menjadi perekat untuk setiap luka batin yang dialami oleh anak-anak-Nya. Untuk merekatkan kembali serpihan-serpihan hati yang terkoyak, kasih bekerja melalui cara yang ajaib. Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu (ay. 7). Mekanisme kerja kasih semacam inilah yang menjanjikan pemulihan dalam diri seseorang, sehingga ia dapat kembali melanjutkan hidupnya.

“Man is born broken. The grace of God is glue,” begitu kata Eugene O’Neill. Relasi antarmanusia, yang rentan terhadap gesekan, berpotensi untuk menorehkan luka dalam diri setiap orang. Sebagai perekat ajaib, kasih Tuhan benar-benar merupakan anugerah terindah dalam hidup orang-orang percaya. Ia menjadi jawaban untuk kehidupan mereka yang begitu rapuh terhadap luka batin.

Luka batin adalah realitas yang tidak terelakkan dalam hidup manusia. Namun, adalah suatu kebahagiaan apabila kita berada di dalam genggaman tangan Tuhan, karena kasih-Nya yang sempurna akan senantiasa merekatkan setiap luka di hati kita dengan cara yang ajaib.

—EML/www.renunganharian.net


KASIH TUHAN ADALAH PEREKAT AJAIB
UNTUK MEMULIHKAN SETIAP HATI YANG TERLUKA



February 18, 2019, 05:40:07 AM
Reply #2043
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22530
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/114-2019/februari/

 MENGUPING
1
2
3
4
5
Rating 4.75 (12 Votes)

    Diterbitkan hari Senin, 18 Februari 2019 00:00
    Ditulis oleh Pipi Agus Dhali   
    Dibaca: 1021 kali

Baca: Kejadian 18:1-15

Dan Sara mendengarkan pada pintu kemah yang di belakang-Nya. (Kejadian 18:10b)


Bacaan Alkitab Setahun:
Bilangan 12-13



Perasaan ikut dilibatkan adalah kebutuhan. Kebanyakan orang kerasan dan merasa ikut memiliki sebuah komunitas apabila ia diikutsertakan. Sebaliknya, ia akan merasa asing jika tidak diberi peran apa pun. Merasa tertolak, diabaikan, tidak dikehendaki. Akibatnya beragam. Orang bisa sedih. Menangis. Marah. Pergi. Bertingkah cari perhatian.

Beberapa kali Tuhan berjanji kepada Abraham, ia akan memiliki keturunan (Kej. 12:7; 13:15-16; 15:5,13; 17:6-7). Sara hanya mendengarnya dari suaminya. Kali ini Sara tidak dapat menahan diri. Ia menguping percakapan antara Tuhan dan Abraham dari balik tenda (ay. 10). Ia ingin dilibatkan. Diam-diam pasang telinga itulah protesnya. Sesudah itu ia tertawa sendiri (ay. 12). Marahkah Tuhan? Tuhan memang menegur Sara, tetapi bukan karena ia menguping, melainkan karena ia menyangkal telah tertawa (ay. 15). Perkataan Tuhan itu menegur serentak menghibur. Sebab, sekarang Tuhan berbicara langsung kepada Sara. Bukankah itu yang dirindukannya? Tuhan mengindahkan kebutuhannya untuk dilibatkan.

Tidak ada kebutuhan kita yang remeh di mata Tuhan. Kita pun jangan memandang sebelah mata pada kebutuhan orang lain untuk dilibatkan. Di lingkungan masyarakat, gereja, dan keluarga keterlibatan anggota amat penting. Sekecil apa pun kepercayaan dan peran yang diberikan, dampaknya berarti. Membuat seseorang merasa bangga, berharga, dan berguna. Setelah perasaan-perasaan positif itu timbul, boleh jadi semangat dan kemampuannya meningkat berlipat ganda.

—PAD/www.renunganharian.net


SEBAGAIMANA KITA SENANG, BEGITU JUGALAH ORANG LAIN
APABILA DIRINYA DILIBATKAN—BUKANKAH KITA INI SESAMA MANUSIA?



February 19, 2019, 05:39:34 AM
Reply #2044
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22530
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/114-2019/februari/

 CINTA DAN PENGORBANAN
1
2
3
4
5
Rating 4.85 (13 Votes)

    Diterbitkan hari Selasa, 19 Februari 2019 00:00
    Ditulis oleh Linawati Santoso   
    Dibaca: 1137 kali

Baca: Matius 19:16-26

Kata Yesus kepadanya, “Jikalau engkau hendak sempurna, pergilah, juallah segala milikmu dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di surga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku.” (Matius 19:21)


Bacaan Alkitab Setahun:
Bilangan 14-15



Salah satu cara untuk mengetahui apakah seseorang benar-benar mencintai pasangannya adalah dengan melihat pengorbanannya. Namanya pengorbanan, hal itu tentu bukan sesuatu yang mudah! Pengorbanan mungkin mengusik zona nyaman kehidupan kita. Namun, melalui pengorbanan, ketulusan cinta benar-benar dapat dibuktikan.

Seorang pemuda bertanya kepada Yesus: “Guru, perbuatan baik apakah yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?” (ay. 16). Ia merasa sudah melakukan semua perintah Allah. Tersirat kesombongan sewaktu ia berkata, “Apa lagi yang masih kurang?” (ay. 18-20). Menariknya, Yesus tahu benar kalau masih ada bagian dalam hidupnya yang belum dipersembahkan kepada Allah! Bagian itu adalah kecintaannya pada harta dan kekayaan. Yesus pun menantang pemuda itu untuk menjual segala miliknya, memberikannya kepada orang miskin, lalu datang mengikuti-Nya. Mendengar perkataan Yesus, ia pun pergi dengan sedihnya. Mengapa? Karena ia tidak siap mengorbankan sesuatu yang erat digenggamnya demi Kerajaan Allah!

Yesus mengetahui bagian-bagian dalam kehidupan seseorang yang, jika Allah memintanya, belum siap ia persembahkan kepada-Nya. Seperti pemuda itu, kita mungkin tidak menyadarinya sampai Allah mengungkapkannya. Meniru Daud, kita perlu memohon kepada Tuhan, agar senantiasa menguji dan menyelidiki hati kita (lih. Mzm. 26:2). Jika kita mencintai Allah, melakukan segala perintah-Nya bukanlah suatu pengorbanan, melainkan kesenangan.

—LIN/www.renunganharian.net


JIKA TUHAN MENGUJI PENGORBANAN KITA,
UJUNG DARI UJIAN PENGORBANAN ITU PASTILAH BERKAT!



February 20, 2019, 05:47:28 AM
Reply #2045
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22530
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/114-2019/februari/

 BERUBAH SETIA
1
2
3
4
5
Rating 4.22 (9 Votes)

    Diterbitkan hari Rabu, 20 Februari 2019 00:00
    Ditulis oleh Samuel Yudi Susanto   
    Dibaca: 1154 kali

Baca: 2 Tawarikh 26:1-16

Setelah ia menjadi kuat, ia menjadi tinggi hati sehingga ia melakukan hal yang merusak. Ia berubah setia kepada TUHAN, Allahnya, dan memasuki bait TUHAN untuk membakar ukupan di atas mezbah pembakaran ukupan. (2 Tawarikh 26:16)


Bacaan Alkitab Setahun:
Bilangan 16-18



Seorang teman saya bukan hanya penggemar bola tetapi juga pendukung setia sebuah tim bola. Selayaknya “fan sejati, ia menunjukkan kesetiaannya itu dengan memakai atribut dan jersey tim kebanggaannya dalam kesehariannya. Ia rajin mengikuti pertandingan yang dijalani timnya, sibuk berkomentar di media sosial, dan tidak berhenti membahas berbagai prestasi yang diraih tim-nya bersama para fan lainnya. Para fan sejati biasanya mati-matian membela tim kesayangannya itu dan tidak berubah setia walau timnya sedang terpuruk.

Apakah kesetiaan seperti ini juga terwujud dalam hubungan kita dengan Tuhan? Nyatanya setia mengikuti Tuhan itu tidak mudah. Kita gampang berubah setia, terutama saat situasi berubah. Mari belajar dari raja Uzia. Uzia memulai perjalanan hidupnya dengan kesetiaan luar biasa. Ia hidup benar sejak muda dan mencari Allah selama Zakharia ada di sampingnya. Buah kesetiaannya pun berbuahkan berkat-berkat Tuhan dalam segala aspek kehidupannya. Sayang, keadaan itu justru membuatnya berubah setia sampai-sampai melakukan hal yang merusak. Kebenaran pun dilanggarnya.

Di awal-awal perjalanan hidup kita, mungkin kita mampu menunjukkan kesetiaan luar biasa kepada Tuhan. Kita tidak bisa berhenti untuk membicarakan-Nya, tidak pernah lupa bersekutu dengan-Nya, bahkan mengorbankan banyak hal untuk-Nya. Tetapi apakah kesetiaan itu masih bertahan bahkan semakin meluap-luap saat hidup kita “semakin kuat”?

—SYS/www.renunganharian.net


PENGIKUT SEJATI ITU TIDAK AKAN PERNAH
BERUBAH SETIA MESKI SITUASINYA BERUBAH


February 21, 2019, 05:20:08 AM
Reply #2046
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22530
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/114-2019/februari/

 MEMUJI ISTRI
1
2
3
4
5
Rating 5.00 (3 Votes)

    Diterbitkan hari Kamis, 21 Februari 2019 00:00
    Ditulis oleh Richard Tri Gunadi   
    Dibaca: 812 kali

Baca: Amsal 31:10-31

Isteri yang cakap siapakah akan mendapatkannya? Ia lebih berharga dari pada permata. (Amsal 31:10)


Bacaan Alkitab Setahun:
Bilangan 19-20



“Suamiku dulu waktu pacaran suka memuji, sekarang sudah tidak pernah memuji lagi,” kata seorang perempuan kepada temannya. Kapan terakhir kali kita memuji istri? Bagi suami yang sudah menikah belasan atau puluhan tahun, kadang-kadang merasa tidak perlu lagi memuji istri karena toh sudah saling mengenal dengan baik. Padahal, makin dekat dan makin erat hubungan kita dengan seseorang, makin mudahlah kita menemukan alasan untuk memujinya.

Kalau pernikahan kita bertahan belasan bahkan sampai puluhan tahun, kita patut bersyukur karena Tuhan mengaruniakan kepada kita pasangan yang cakap. Saat ini begitu mudah pasangan suami istri bercerai karena berbagai alasan. Amsal dengan detail menuliskan perbuatan seorang istri yang cakap sehingga mereka pantas mendapatkan puji-pujian. Saat kita memuji istri dengan tulus, berarti kita menyadari bahwa istri adalah penolong yang sepadan pemberian Tuhan. Kalau kita berhasil dalam banyak hal, itu karena andil istri juga. Jika banyak orang memuji kita atas segala pencapaian, ingatlah istri kita dan pujilah dia.

Jika semasa pacaran kita bisa begitu kreatif memuji, mengapa setelah menikah jadi pelit? Berfokuslah pada kelebihannya, maka akan selalu ada hal yang bisa kita puji dari seseorang. Jika kita bisa memuji orang yang baru kita kenal, seharusnya kita bisa memuji istri yang telah lama kita kenal. Pujian tulus yang kita berikan sangat berarti dan akan memberinya semangat dan kekuatan yang baru.

—RTG/www.renunganharian.net


MEMUJI ISTRI YANG KITA KASIHI MEMBUAT HUBUNGAN
SUAMI ISTRI MAKIN DEKAT DAN KUAT     



February 22, 2019, 05:36:33 AM
Reply #2047
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22530
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/114-2019/februari/

 CINTA YANG MEMBUTAKAN
1
2
3
4
5
Rating 4.70 (10 Votes)

    Diterbitkan hari Jum'at, 22 Februari 2019 00:00
    Ditulis oleh Antok Setyo Wibowo   
    Dibaca: 981 kali

Baca: 1 Raja-raja 11:1-13

Ia mempunyai tujuh ratus isteri dari kaum bangsawan dan tiga ratus gundik; isteri-isterinya itu menarik hatinya dari pada TUHAN. (1 Raja-Raja 11:3)


Bacaan Alkitab Setahun:
Bilangan 21-22



Sungguh menarik melayani mahasiswa yang bergumul untuk menemukan pasangan hidup. Ada yang tawar-menawar dengan kebenaran Firman Tuhan, ada pula yang berusaha mencari pembenaran supaya bisa mendapatkan pasangan yang dicintai.

Tuhan mengingatkan bahwa orang Israel tidak boleh bergaul dengan bangsa asing karena mereka bisa mencondongkan hati orang Israel kepada allah mereka. Namun, Salomo mencintai banyak perempuan asing, anak Firaun, perempuan Moab, Amon, Edom, Sidon, dan Het. Jumlahnya pun tidak tanggung-tanggung: tujuh ratus istri dan tiga ratus gundik. Cinta telah membutakannya sehingga mengabaikan peringatan Tuhan. Bukan tanpa alasan Tuhan memperingatkan. Nyatanya, ketaatan Salomo semakin tergerus oleh pengaruh istri-istrinya sehingga akhirnya hati Salomo condong kepada allah lain pada masa tuanya. Salomo menjadi tidak setia dan melakukan apa yang jahat di mata Tuhan sehingga Tuhan murka kepadanya.

Banyak orang, termasuk anak Tuhan, sering terjebak dengan perkataan “yang penting saling cinta”. Padahal, perkataan itu tidak sejalan dengan tatanan Tuhan atas pernikahan sehingga muncullah pernikahan berbeda iman dan pernikahan sejenis. Sungguh berbahaya jika seseorang menikah hanya karena cinta tanpa ketaatan kepada Tuhan. Tanpa pasangan hidup yang seiman dan bertumbuh, seseorang akan semakin berkompromi dan menjauh dari Tuhan. Marilah kita lebih taat kepada Tuhan daripada sekadar mengikuti perasaan cinta kepada pasangan atau calon pasangan hidup.

—ANT/www.renunganharian.net


CINTA TANPA KETAATAN YANG PADA AWALNYA SEPERTI BAIK-BAIK SAJA,
TERNYATA PADA AKHIRNYA BISA SUNGGUH-SUNGGUH MENJADI BENCANA!




February 23, 2019, 05:39:56 AM
Reply #2048
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22530
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/114-2019/februari/

 SAMPAI UTANG MEMISAHKAN
1
2
3
4
5
Rating 4.71 (7 Votes)

    Diterbitkan hari Sabtu, 23 Februari 2019 00:00
    Ditulis oleh Pipi Agus Dhali   
    Dibaca: 734 kali

Baca: Amsal 31:10-31

… ia tertawa tentang hari depan. (Amsal 31:25)


Bacaan Alkitab Setahun:
Bilangan 23-25



Acara televisi itu berjudul unik: Sampai Utang Memisahkan Kita. Lazimnya, sumpah setia pasangan yang menikah berbunyi, “… sampai kematian memisahkan kita”. Acara TV itu mengusung kasus-kasus perceraian akibat pengelolaan keuangan yang amburadul. Terutama penggunaan kartu kredit yang tanpa pengertian dan perhitungan. Orang berilusi seolah-olah punya uang sebesar batasan pinjamannya. Tanpa sadar bahwa itu utang berbunga. Imbasnya sampai pada konflik keluarga yang berujung pada perceraian.

Kitab Amsal menampilkan peran hikmat dalam kehidupan manusia. Menyeluruh di segala bidang. Kitab ini menutup ulasannya dengan gambaran peran seorang istri yang cakap mengatur rumah tangganya (ay. 10). Cakap mengatur waktu (ay. 15). Cakap menggunakan bakat (ay. 19, 22). Rajin dan produktif (ay. 13, 24). Aspek domestik dan publik diolahnya seimbang (ay. 20, 21, 23). Karakter dan pengajaran yang baik menjadi warisannya (ay. 26-29).

Amsal menerjemahkan takut akan Tuhan sebagai kecakapan mengatur dan mengelola harta keluarga. Hikmat seperti itu memberi masa depan, bukan menghancurkannya (ay. 25).

Jika tak waspada, pola hidup konsumtif dapat menggulung kita melalui pinjaman berbunga yang menawarkan kemudahan berbelanja. Masyarakat dibuat pintar menghabiskan uang, bukan menghasilkannya. Padahal kebodohan dan kecerobohan mengelola uang pasti mendatangkan bencana, termasuk prahara rumah tangga. Iman Kristen juga menghendaki kita menguasai diri, berhemat, rajin menabung, dan bijaksana mengatur keuangan.

—PAD/www.renunganharian.net


CARA KITA MENGHASILKAN, MENYIMPAN, DAN MENGGUNAKAN UANG
JUGA MENCERMINKAN IMAN KITA KEPADA TUHAN



February 24, 2019, 04:46:55 AM
Reply #2049
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22530
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/114-2019/februari/

 KETIKA TAK DIMENGERTI
1
2
3
4
5
Rating 2.00 (1 Vote)

    Diterbitkan hari Minggu, 24 Februari 2019 00:00
    Ditulis oleh Samuel Yudi Susanto   
    Dibaca: 366 kali

Baca: Ibrani 4:11-16

Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita. Sebaliknya sama seperti kita, Ia telah dicobai, hanya saja Ia tidak berbuat dosa. (Ibrani 4:15)


Bacaan Alkitab Setahun:
Bilangan 26-27



Perjalanan hidup itu terkadang begitu melelahkan. Kita bekerja dari saat matahari terbit hingga terbenam untuk memastikan semua tugas terselesaikan. Di sana kita berusaha keras memenuhi kebutuhan setiap orang. Kita bahkan bekerja lebih dari kewajiban kita, membanting tulang. Terlalu kerasnya kita bekerja mungkin membuat kita tidak sempat makan siang. Punggung kita pegal, kepala berdenyut, kaki dan tangan kita terasa nyeri, hingga tak berapa lama kemudian... kita diminta untuk menyelesaikan beberapa tugas lagi.

Permintaan itu mungkin tidak mengganggu. Kita lebih terganggu dengan komentarnya yang berkata, “Engkau tidak sibuk, bukan?” Rasanya kita ingin berteriak, tapi kita menahannya. Kita berpikir dalam hati: mengapa tak seorang pun bisa mengerti? Itulah kehidupan! Disalahpahami, tidak dimengerti, itu memang terasa tidak adil. Tapi itulah hidup, memang tidak adil. Berita baiknya adalah ada sebuah Pribadi yang sangat mengerti dan memahami kelelahan kita. Dia adalah Yesus!

Yesus, kerap disalahpahami dan Ia telah dicobai dalam segala hal (ay. 15). Yesus mengerti rasanya lelah dan tidak dihargai orang-orang di sekitar-Nya. Itulah sebabnya Ia turut merasakan kelelahan dan kelemahan kita. Yesus bahkan berjanji akan memberi kelegaan kepada kita (Mat. 11:28). Yesus mempunyai kasih, kekuatan dan kasih karunia untuk diberikan ketika kita merasa disalahmengerti dan dimanfaatkan. Mendekatlah kepada-Nya, ungkapkan kelelahan kita, dan Ia akan memberi kelegaan untuk kita.

—SYS/www.renunganharian.net


TIDAK ADA YANG LEBIH BISA MENGERTI SEGALA KELELAHAN DAN KELEMAHAN
KITA SELAIN DARI PADA YESUS KARENA IA TURUT MERASAKANNYA




 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)