Author Topic: Renungan Harian®  (Read 111956 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

February 25, 2019, 05:35:58 AM
Reply #2050
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23159
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/114-2019/februari/

 KELUARGA BAHAGIA
1
2
3
4
5
Rating 5.00 (6 Votes)

    Diterbitkan hari Senin, 25 Februari 2019 00:00
    Ditulis oleh Eddy Nugroho   
    Dibaca: 1108 kali

Baca: Mazmur 128

Apabila engkau memakan hasil jerih payah tanganmu, berbahagialah engkau dan baiklah keadaanmu! (Mazmur 128:2)


Bacaan Alkitab Setahun:
Bilangan 28-29



Setiap pasang insan Tuhan yang memutuskan untuk berumah tangga tentu menghendaki rumah tangganya berbahagia. Banyak orang mengira bahwa kebahagiaan rumah tangga akan terjadi kalau sepasang suami istri saling mencintai, saling pengertian, cukup harta serta dilengkapi dengan dikaruniai anak. Ternyata itu belum cukup. Pertanyaannya, apa lagi yang kurang?

Mari kita melihat Mazmur 128. Ternyata keyakinan pemazmur bahwa berkat Tuhan akan dicurahkan kepada umat yang hidup menurut jalan Tuhan. Bagi keluarga yang takut akan Tuhan, Tuhan memberkati mereka dengan kecukupan. Dapurnya akan terus mengebul. Tentu saja berkat ini merupakan hasil upaya kerja jujur dan kerja keras, dan bukan hasil korupsi atau mencuri! Semua hasil kerja itu akan dapat dinikmati seisi rumah tangga dengan damai sejahtera. Memiliki anak juga merupakan berkat. Anak merupakan kebanggaan dan kehormatan bagi keluarga. Tentu saja, berkat ini semakin dapat dinikmati ketika kepala keluarga juga menjalankan fungsi imam keluarga, di mana anak-anak mendapatkan pendidikan iman mereka sejak dini.

Keluarga-keluarga yang diberkati Tuhan merupakan berkat bagi satu bangsa. Keluarga yang mendasarkan relasi antar anggotanya dengan takut akan Tuhan sehingga saling menghormati dan menghargai, menjadi pusat pelatihan dasar hidup bermasyarakat. Mari mulai melihat keluarga kita masing-masing. Sudahkah kita menjalankan peran dengan benar di keluarga kita? Ingat berkat-Nya tercurah untuk keluarga kita, juga untuk masyarakat dan bangsa kita!

—ENO/www.renunganharian.net


CINTA SEJATI MENUNTUT SESEORANG MELAKUKAN
YANG TERBAIK BAGI YANG DICINTAINYA.—Zig Ziglar



February 26, 2019, 05:44:24 AM
Reply #2051
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23159
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/114-2019/februari/

 MEMBERESKAN SAKIT HATI
1
2
3
4
5
Rating 5.00 (6 Votes)

    Diterbitkan hari Selasa, 26 Februari 2019 00:00
    Ditulis oleh Richard Tri Gunadi   
    Dibaca: 1145 kali

Baca: Mazmur 31:10-19

Kasihanilah aku, ya TUHAN, sebab aku merasa sesak; karena sakit hati mengidaplah mataku, meranalah jiwa dan tubuhku. (Mazmur 31:10)


Bacaan Alkitab Setahun:
Bilangan 30-31



Setiap orang pasti pernah merasakan sakit hati. Salah satu hal yang membuat saya sakit hati adalah saat saya tahu orang yang mencuri handphone saya adalah kawan saya sendiri. Saya tidak pernah menduganya sebagai pelaku karena kelakuannya menurut saya cukup baik. Beberapa kali saat ia kesulitan, saya menolongnya. Secara umum, penyebab sakit hati di antaranya, rasa kecewa. Kecewa pada kenyataan, kecewa pada seseorang, pada diri sendiri, atau bahkan kepada Tuhan.

Sakit hati bisa dialami siapa saja, termasuk orang benar. Sekalipun kita sudah berusaha hidup benar, melakukan hal positif bagi banyak orang, berusaha selalu melakukan kebenaran Firman Tuhan, tetap saja ada kemungkinan orang melakukan sesuatu yang menyakiti hati kita. Daud adalah salah satu orang yang disebut Tuhan sebagai orang benar, dipuji sebagai orang yang berkenan di mata-Nya. Toh ia juga berulang-ulang mengalami sakit hati. Daud hendak dicelakai Saul, dikhianati anak kandungnya sendiri; Absalom, dan sebagainya. Merasa sakit dan kecewa itu normal dan bukan dosa. Menjadi dosa saat kita membiarkan dan memelihara rasa sakit itu sehingga menjadi kepahitan, dendam, dan kebencian.

Cara terbaik memulihkan sakit hati ialah menyerahkannya kepada Tuhan dan belajar menuruti firman-Nya. Mengampuni jika diminta mengampuni; instrospeksi jika diminta mawas diri. Sakit hati itu bagaikan sampah yang mencemari dan membusukkan hati kita jika kita terus memeliharanya. Mengampuni mendatangkan kelegaan.

—RTG/www.renunganharian.net


SERAHKANLAH SEGALA SAKIT HATI DAN KECEWA KITA KEPADA TUHAN



February 27, 2019, 05:50:02 AM
Reply #2052
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23159
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/114-2019/februari/

 ORANG TUA HELIKOPTER
1
2
3
4
5
Rating 4.83 (6 Votes)

    Diterbitkan hari Rabu, 27 Februari 2019 00:00
    Ditulis oleh Samuel Yudi Susanto   
    Dibaca: 1206 kali

Baca: Amsal 13:14

Ajaran orang bijak adalah sumber kehidupan, sehingga orang terhindar dari jerat-jerat maut. (Amsal 13:14)


Bacaan Alkitab Setahun:
Bilangan 32-33



Helikopter itu unik. Pesawat helikopter bisa terbang lurus ke atas, terbang diam, dan berbelok ke arah yang berbeda-beda. Putaran baling-balingnya menghasilkan angin dan kebisingan tinggi. Helikopter memang tidak dirancang untuk terbang cepat, namun mereka punya tugas khusus. Ia berputar-putar, menyelamatkan, dan melindungi apa yang di bawahnya.

Saat memikirkan helikopter, saya memikirkan peran para orang tua. Tak sedikit orang tua terus berputar di atas anak-anaknya untuk memberi perlindungan terus-menerus. Apa saja yang dilakukan anak-anak itu terus diawasi. Mereka tidak ingin melihat anak-anak itu jatuh dan terluka. Tidak sedikit orang tua yang menyangka bahwa cinta, kasih sayang, dan perlindungan yang berlebihan adalah hal yang sama, padahal sebenarnya tidak.

Kegagalan adalah salah satu pengalaman mendidik yang paling baik dalam hidup. Sebagai orang tua bijak, ketika anak kita jatuh atau berbuat salah, kita dapat mengajar dan menuntunnya pada kebenaran Firman Tuhan yang harus dilakukannya. Pengalaman jatuh, kesalahan, dan nasihat bijak akan menjadi pelajaran berharga, yang selalu diingatnya dan akan menuntun kehidupannya. Ketika dewasa nanti, jika ia melakukan kesalahan, ia dapat menyikapinya dengan benar dan tahu bagaimana melewati masa-masa sulit. Mari kita didik anak-anak kita menjadi pribadi yang tangguh untuk melewati kegagalan dan masa sulit, bukan menghindar atau lari dari kesulitan.

—SYS/www.renunganharian.net


JIKA SELALU DILINDUNGI DAN DIMANJA, SEORANG ANAK TIDAK PERNAH BELAJAR
BAGAIMANA MELEWATI MASA-MASA SULITNYA DI KEMUDIAN HARI



February 28, 2019, 06:14:59 AM
Reply #2053
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23159
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/114-2019/februari/

 PERENCANAAN ALLAH
1
2
3
4
5
Rating 4.82 (11 Votes)

    Diterbitkan hari Kamis, 28 Februari 2019 00:00
    Ditulis oleh Linawati Santoso   
    Dibaca: 1485 kali

Baca: Kejadian 2:15-25

TUHAN Allah berfirman: “Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia.” (Kejadian 2:18)


Bacaan Alkitab Setahun:
Bilangan 34-36



Bayangkan respons sepasang suami istri ketika mengetahui kalau sebentar lagi mereka akan mempunyai anak! Mereka akan mempersiapkan segala hal terbaik untuk si calon bayi. Sebelum anak itu lahir, mereka sudah membeli ranjang bayi, pakaian, botol susu, dan berbagai perlengkapan lainnya.

Tuhan menciptakan manusia pertama dan menempatkannya di Taman Eden. Kepada manusia itu, Tuhan memberi perintah untuk mengusahakan dan memelihara taman (ay. 15). Ketika sedang asyik memberi nama makhluk-makhluk di sekelilingnya, manusia itu tiba-tiba menyadari kalau bagi dirinya tidak ada penolong yang sepadan. Dari situ, muncullah sebuah kebutuhan (ay. 20). Menariknya, sebelum manusia itu menyadari kebutuhannya, Allah sudah mengetahuinya! Dia bahkan sudah merencanakan pemenuhan kebutuhan itu. Tercatat di ayat sebelumnya, Allah berfirman, “Aku akan menjadikan penolong baginya” (ay. 18). Tidak seperti manusia yang terkadang hanya sekadar membuat perencanaan, Allah benar-benar merealisasikan rencana-Nya! Terbukti, Allah membuat manusia itu tertidur, mengambil salah satu rusuknya, dan membangunkan seorang perempuan baginya (ay. 21-22).

Tidak benar jika seseorang berpendapat, “Tuhan tidak tahu apa yang aku perlu!” Faktanya, Tuhan mengetahui apa yang kita butuhkan, bahkan sebelum kita memintanya dalam doa (lih. Mat. 6:8). Tidak semua keinginan kita dikabulkan Tuhan, memang benar. Sekalipun demikian, percayalah bahwa apa yang kita butuhkan tidak pernah luput dari perhatian Tuhan.

—LIN/www.renunganharian.net


TUHAN MENGETAHUI SEGALA YANG KITA BUTUHKAN. TIDAK PANTAS KITA MERENGEK,
MEMAKSA, APALAGI MENGANCAM-NYA KETIKA BERDOA



March 01, 2019, 07:38:40 AM
Reply #2054
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23159
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/2019/115-maret/

 SAMPAI AKHIR
1
2
3
4
5
Rating 4.59 (22 Votes)

    Diterbitkan hari Jum'at, 01 Maret 2019 00:00
    Ditulis oleh Hembang Tambun   
    Dibaca: 2621 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: 2 Timotius 4:9-18

Karena Demas telah mencintai dunia ini dan meninggalkan aku. Ia telah berangkat ke Tesalonika. Kreskes telah pergi ke Galatia dan Titus ke Dalmatia. (2 Timotius 4:10)


Bacaan Alkitab Setahun:
Ulangan 1-2



Tidak banyak yang kita tahu tentang Demas. Paulus menyebutnya sebagai teman sekerjanya dalam pemberitaan Injil (Kol. 4:14, Flm. 1:24). Namun pada satu titik, Demas memutuskan untuk meninggalkan pelayanannya dan “mencintai dunia ini”. Paulus tidak menjelaskan apa penyebabnya. Ia hanya menuliskan bahwa Demas telah meninggalkan Rasul Paulus dan timnya, bukan karena ia hendak melayani di tempat lain. Namun ia berpaling karena memilih kehidupan duniawi.

Menjelang akhir hidupnya, Paulus menghadapi kehidupan yang keras. Kesehatannya memburuk. Beberapa rekan pelayanannya meninggalkannya karena mereka harus mengurusi jemaat-jemaat lain. Dalam kondisi seperti itulah Demas pergi. Namun semangat Paulus memberitakan Injil tetap berkobar. Beragam aniaya serta penjara tidak dapat menghentikannya. 2 Timotius 4 ini merupakan penutup suratnya kepada Timotius, anak rohaninya. Ia mengharapkan kedatangan Timotius dengan membawa Markus, serta beberapa perlengkapan lainnya (ay. 11, 13). Sejarah gereja mencatat bahwa Rasul Paulus mengikut Tuhan dengan setia hingga akhir hidupnya, ketika penguasa Roma memenggal kepalanya.

Mengikut Tuhan bukanlah perkara yang mudah. Ini bukan hal yang cukup dilakukan satu kali, lalu selesai. Ini adalah perkara setiap saat, setiap hari, sepanjang hidup kita, dengan beragam tantangan dan godaan. Karena itulah Yesus memperingatkan agar setiap orang yang mengikut Dia harus siap “menyangkal diri dan memikul salib (Mat. 16:24). Kiranya kita setia mengikut Dia sampai akhir.

—HT/www.renunganharian.net


MENGIKUT KRISTUS SAMPAI AKHIR MEMERLUKAN KOMITMEN SETIAP HARI



March 02, 2019, 03:25:55 PM
Reply #2055
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23159
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/2019/115-maret/

 PIMPINAN TUHAN
1
2
3
4
5
Rating 4.68 (19 Votes)

    Diterbitkan hari Sabtu, 02 Maret 2019 00:00
    Ditulis oleh Pipi Agus Dhali   
    Dibaca: 3018 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: Kisah Pr. Rasul 13:1-3

Pada suatu hari ketika mereka beribadah kepada Tuhan dan berpuasa, berkatalah ROH KUDUS: “Khususkanlah Barnabas dan Saulus bagi-Ku untuk tugas yang telah Kutentukan bagi mereka.” (Kisah Pr. Rasul 13:2)


Bacaan Alkitab Setahun:
Ulangan 3-4



Harus diakui, manusia suka mencari Tuhan kalau ada maunya. Karena ada perlunya. Tiba-tiba serius sekali berdoa, bahkan berpuasa. Kenapa? Selidik punya selidik, karena mau mencari kehendak Tuhan. Apakah benar ini jodoh dari Tuhan? Harus meneruskan studi apa atau memilih jalur berbisnis yang mana? Jadi, prinsipnya adalah beribadah untuk mencari kehendak Tuhan.

Kisah Para Rasul mengisahkan kehidupan ibadah jemaat Kristen perdana. Prinsip yang kita temukan justru terbalik. Mereka rutin beribadah. Bukan karena ada maunya. Beribadah untuk belajar Firman Tuhan. Beribadah karena rindu menyembah dan mengenal Tuhan. Pada saat mereka beribadah itulah, tak jarang Roh Tuhan menyatakan kehendak-Nya (ay. 2). Karena mereka gemar beribadah, Tuhan menyatakan pimpinan- Nya. Karena terus bergaul dengan Tuhan, kehendak-Nya dinyatakan (bdk. Mzm. 25:14). Pimpinan Tuhan dinyatakan ketika jemaat kian mengenal Dia melalui ibadah yang rutin, baik secara pribadi maupun bersama-sama.

Penginjil Skotlandia, Oswald Chambers, pernah berkata, “Beriman itu tak berarti kita selalu tahu ke mana kita dipimpin; tetapi iman membawa kita mencintai dan mengenal Dia yang memimpin kita.” Mengenal Dia yang memimpin, itu terlebih utama! Tidak ada jalan pintas untuk memperoleh pimpinan-Nya. Kita harus mewaspadai teknik-teknik manipulatif yang katanya untuk mencari petunjuk dan pimpinan Tuhan, termasuk yang berbentuk ritus kristiani. Beribadahlah dengan setia dan kenalilah Dia serta firman-Nya jika kita rindu untuk hidup dipimpin Tuhan.

—PAD/www.renunganharian.net


PIMPINAN TUHAN SERING SEJALAN DENGAN PENGENALAN KITA AKAN DIA

Anda diberkati melalui Renungan Harian?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan kami.
Rek. Renungan Harian BCA No. 456 500 8880 a.n. Yayasan Gloria



March 03, 2019, 08:50:18 AM
Reply #2056
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23159
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/2019/115-maret/

 MENGUJI MOTIVASI HATI
1
2
3
4
5
Rating 4.85 (13 Votes)

    Diterbitkan hari Minggu, 03 Maret 2019 00:00
    Ditulis oleh Go Hok Jin   
    Dibaca: 1615 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: Amsal 16:1-33

Segala jalan orang adalah bersih menurut pandangannya sendiri, tetapi TUHANlah yang menguji hati. (Amsal 16:2)


Bacaan Alkitab Setahun:
Ulangan 5-7



Saya pernah terlibat aktif dalam beberapa pelayanan sekaligus dalam sekali waktu, mulai dari pelayanan doa, pengembangan diri, kelas pembinaan, hingga pelayanan sosial. Apakah saya memang cakap melakukan banyak hal? Tidak! Sebenarnya saya sedang mencari pengakuan dari manusia, karena sejak kecil, saya jarang sekali mendapat pengakuan atau pujian dari orang tua. Namun, saya bersyukur karena Tuhan menolong saya untuk memperbaiki motivasi dalam pelayanan, sehingga akhirnya saya hanya fokus pada pelayanan yang sesuai dengan kerinduan hati saya.

Benarlah apa yang tertulis dalam Firman Tuhan. Seseorang boleh saja menganggap pilihannya benar, sesuai pandangan atau keyakinan pribadinya. Namun, cepat atau lambat setiap motivasi hati akan diuji. Hal ini tak hanya berlaku dalam pelayanan, tetapi dalam berbagai bidang kehidupan. Seseorang bisa saja terlihat rohani dan menjadi aktivis gereja, tetapi motivasi hatinya belum tentu sama dengan apa yang terlihat mata. Seiring berjalannya waktu, motivasi dalam hati akan menyembul melalui tindakan. Jika motivasi itu keliru, biasanya respons yang muncul akan negatif. Namun, jika motivasinya benar, maka dampak yang dihasilkan dapat semakin kuat sekaligus menjadi berkat.

Mari lakukan evaluasi diri terkait motivasi kita dalam melakukan segala sesuatu. Sekiranya ada motivasi yang keliru, segeralah benahi sebelum ujian dari Tuhan datang untuk mengoreksi motivasi hati kita. Jangan pertahankan motivasi yang keliru, karena hal itu kelak hanya akan merugikan kita.

—GHJ/www.renunganharian.net


KETIKA TUHAN MENGUJI HATI,
APA PUN YANG TERSEMBUNYI PASTI TERKUAK


March 04, 2019, 07:02:05 AM
Reply #2057
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23159
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/2019/115-maret/

 TAK MENAHAN KEBAIKAN
1
2
3
4
5
Rating 4.78 (9 Votes)

    Diterbitkan hari Senin, 04 Maret 2019 00:00
    Ditulis oleh Samuel Yudi Susanto   
    Dibaca: 2079 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: Amsal 3:27-35

Janganlah menahan kebaikan dari pada orang-orang yang berhak menerimanya, padahal engkau mampu melakukannya. (Amsal 3:27)


Bacaan Alkitab Setahun:
Ulangan 8-10



Seorang wanita menangis karena kehilangan ibunya. Beberapa temannya pun mencoba menghiburnya. Tiba-tiba wanita itu berkata, “Saya benar-benar menyesal.” Teman-temannya pun bertanya, “Apa yang membuatmu begitu menyesal?” Wanita itu menjawab, “Saya menyesal karena aku tidak pernah memperhatikan ibu di masa tuanya. Seandainya ibu masih hidup....” Penyesalan yang sudah terlambat, bukan?

Kitab Amsal menasihati kita: “Janganlah menahan kebaikan dari pada orang-orang yang berhak menerimanya, padahal engkau mampu melakukannya.” Firman Tuhan juga mengingatkan kita bahwa dengan berbuat baik kepada sesama, kita sedang menunjukkan kemurahan hati Allah sehingga mereka memuliakan Dia (Mat. 5:16). Sudahkah hidup kita menjadi berkat hari ini? Ataukah sebaliknya, kita mampu dan memiliki kesempatan untuk berbuat baik, tetapi kita menahan kebaikan dan kita tidak bersedia memberikan kebaikan kepada orang lain?

Di dunia ini tidak sedikit orang yang sesungguhnya tahu untuk melakukan sebuah kebaikan kepada seseorang tetapi tidak melakukannya. Bahkan yang mengejutkan, ada orang-orang yang sengaja menahan hak yang seharusnya diterima oleh orang lain. Periksalah hati kita: adakah seseorang di sekitar kita yang seharusnya menerima hak dari kita namun kita sengaja menahannya? Sadarilah bahwa kita adalah “saluran” yang dipakai Allah untuk menyalurkan kebaikan-Nya, karena itu kiranya kita tidak sedikit pun menahan berkat Allah yang seharusnya menjadi bagian orang lain.

—SYS/www.renunganharian.net


JADI, JIKA SESEORANG TAHU BAGAIMANA IA HARUS BERBUAT BAIK,
TETAPI IA TIDAK MELAKUKANNYA, IA BERDOSA.—Yakobus 4:17



March 06, 2019, 05:45:36 AM
Reply #2058
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23159
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/2019/115-maret/

 MENYELIDIKI DENGAN TELITI
1
2
3
4
5
Rating 4.73 (11 Votes)

    Diterbitkan hari Rabu, 06 Maret 2019 00:00
    Ditulis oleh Hembang Tambun   
    Dibaca: 1200 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: Lukas 1:1-4

Karena itu, setelah aku menyelidiki segala peristiwa itu dengan saksama dari asal mulanya, aku mengambil keputusan untuk membukukannya dengan teratur bagimu. (Lukas 1:3)


Bacaan Alkitab Setahun:
Ulangan 14-16



Injil Lukas dan Kisah Para Rasul adalah dua kitab dalam Alkitab yang ditulis oleh Lukas, seorang tabib (Kol. 4:14). Ia tidak termasuk dalam 12 rasul Kristus, namun ia adalah rekan seperjalanan Paulus dalam pemberitaan Injil. Ia menjadi saksi mata tersebarnya Injil Kristus, serta menyaksikan bagaimana kehidupan banyak orang diubahkan setelah mereka percaya kepada Kristus. Ia menyebut “kami” dalam tulisannya (Kis. 16:10-17; 20:5; 21:18; 27:1-28:16), walau ia menonjolkan pelayanan para rasul, terutama Paulus.

Penulisan kedua kitab ini adalah upaya Lukas untuk memberitakan Yesus Kristus, yang awalnya ditujukan kepada Teofilus, namun kemudian digunakan oleh jemaat mula-mula. Injil Lukas memuat kisah kelahiran Kristus, pengajaran-Nya, mukjizat-Nya, hingga kebangkitan-Nya, sedangkan Kisah Para Rasul mengisahkan kenaikan- Nya ke surga, pencurahan ROH KUDUS dan karya-Nya dalam pelayanan para rasul. Menariknya, Lukas menuliskan kedua kitab ini setelah mengadakan riset yang teliti. Ia menyelidiki kebenaran setiap peristiwa (ay. 3), mencari hingga ke sumber informasi tangan pertama, yaitu para saksi mata (ay. 2). Setelah memastikan kebenarannya, barulah ia membukukannya dengan teratur (ay. 3-4). Akurasi tulisan Lukas ini pun didukung oleh bukti-bukti penemuan arkeologis modern, sehingga banyak orang yang menyebutnya sebagai seorang sejarawan.

Belajar dari Lukas, kita pun hendaknya memastikan setiap informasi yang kita bagikan adalah kebenaran, yang dapat bermanfaat bagi kehidupan orang lain.

—HT/www.renunganharian.net


MEMASTIKAN KEBENARAN SETIAP INFORMASI SEBELUM MEMBAGIKANNYA
AKAN MENJADIKAN KITA SEORANG PEMBAWA BERITA YANG TEPERCAYA



March 07, 2019, 05:35:59 AM
Reply #2059
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23159
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/2019/115-maret/

 KHOTBAH YANG DIHIDUPI
1
2
3
4
5
Rating 4.00 (3 Votes)

    Diterbitkan hari Kamis, 07 Maret 2019 00:00
    Ditulis oleh Go Hok Jin   
    Dibaca: 628 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: Ayub 42:1-6

“Hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau, tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau.” (Ayub 42:5)


Bacaan Alkitab Setahun:
Ulangan 17-20



Saya pernah mendengar khotbah sederhana mengenai pentingnya bersukacita yang dibagikan oleh seseorang yang telah menang atas pergumulan hidupnya yang berat. Bertahun-tahun lamanya ia bergumul untuk mampu menjaga agar sukacita tetap ada dalam dirinya, setelah tragedi luar biasa yang menimpanya. Saya terkejut karena khotbah itu terasa “bertenaga”, sekalipun isi khotbahnya tak membahas sesuatu yang baru. Tak butuh waktu lama saya mengerti alasan mengapa khotbah itu terasa berbeda: khotbah itu dihidupi!

Mendengar khotbah yang dihidupi selama bertahun-tahun, efeknya tentu akan berbeda dengan khotbah yang hanya berupa teori tanpa disertai pengalaman pribadi. Pengalaman pribadi dapat “menghidupkan” isi khotbah karena seseorang berbagi dengan segenap hatinya. Itulah sebabnya, penting sekali bagi kita untuk menjadi para pelaku firman, dimana kita mengalami Firman Tuhan yang kita baca atau sampaikan (Yak. 1:22). Tragedi yang dialami oleh Ayub, seandainya Ayub berkesempatan menceritakan langsung kisah hidupnya hingga ia “memandang Allah”, pastilah akan sangat bertenaga, bahkan sanggup dipakai Allah untuk mengubahkan hati para pendengarnya. Mengapa? Karena Ayub menghidupi pesannya, tak hanya piawai berbicara!

Oleh karenanya, dukungan doa bagi para pemberita firman sangat diperlukan. Berdoalah supaya mereka tak hanya cakap mengajar, tetapi juga menghidupi apa yang mereka sampaikan dan ajarkan. Berdoalah supaya ROH KUDUS bekerja, supaya melalui pemberitaan itu, banyak hati diubahkan oleh kuasa Tuhan.

—GHJ/www.renunganharian.net


KHOTBAH YANG DIHIDUPI AKAN MEMUNCULKAN KEINGINAN DALAM DIRI PENDENGARNYA
UNTUK MENGALAMI KEBENARAN FIRMAN-NYA



 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)