Author Topic: Renungan Harian®  (Read 110914 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

March 08, 2019, 05:30:52 AM
Reply #2060
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22917
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/2019/115-maret/

 SYARAT MEMINTA
1
2
3
4
5
Rating 4.40 (10 Votes)

    Diterbitkan hari Jum'at, 08 Maret 2019 00:00
    Ditulis oleh Heman Elia   
    Dibaca: 909 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: Yohanes 15:1-8

Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya. (Yohanes 15:7)


Bacaan Alkitab Setahun:
Ulangan 21-23



“Saya hanya minta pada Tuhan supaya diberi pekerjaan yang sesuai dan penghasilan yang cukup. Juga supaya rumah tangga saya dapat dipertahankan. Tapi keduanya tidak dijawab oleh Tuhan.” Itulah keluhan yang mungkin tercetus ketika doa permohonan tidak terkabul. Di mana sebetulnya letak persoalannya? Mungkinkah karena kita kurang bersungguh-sungguh meminta? Atau Tuhan punya cara lain memenuhi keinginan kita?

Keraguan, kekesalan dan kekecewaan kepada Tuhan niscaya dapat dihindari seandainya kita memahami secara utuh ucapan Yesus. Permohonan kita dipenuhi hanya bila kita tinggal di dalam Yesus dan firman-Nya. Artinya, kita perlu bertanya apakah permohonan kita sesuai dengan Firman Tuhan. Apakah kita memiliki pikiran dan perasaan yang sama dengan Yesus? Lebih dari itu, adakah keinginan berdosa mencemari doa permohonan kita? Dalam hal penghasilan, penulis kitab Ibrani meminta agar kita mencukupkan diri dan tidak hidup dalam kekhawatiran (Ibr. 13:5). Dalam hal pernikahan, adakah kita sudah benar-benar mengasihi pasangan kita dan berusaha hidup dalam damai?

Doa bukanlah sarana untuk menghindar dari semua tekanan hidup dan melepaskan diri dari kewajiban kita. Kristus memberi teladan. Di taman Getsemani, Yesus memohon agar kalau boleh, Dia tidak perlu menjalani penderitaan. Tetapi permintaan berikutnyalah yang Bapa-Nya kabulkan, yaitu terlaksananya kehendak Bapa. Meskipun Kristus sangat menderita, Dia menang atas dosa dan maut. Oleh ketaatan-Nya, kita pun mendapat karunia keselamatan-Nya.

—HEM/www.renunganharian.net


KIRANYA KITA TERUS HIDUP DALAM FIRMAN-NYA
AGAR PERMOHONAN KITA PUN SESUAI DENGAN KEHENDAK-NYA




March 09, 2019, 05:24:13 AM
Reply #2061
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22917
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/2019/115-maret/

 SAAT KAPAL KANDAS
1
2
3
4
5
Rating 5.00 (2 Votes)

    Diterbitkan hari Sabtu, 09 Maret 2019 00:00
    Ditulis oleh Samuel Yudi Susanto   
    Dibaca: 578 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: Kisah Pr. Rasul 27:1-26

“Tetapi sekarang, juga dalam kesukaran ini, aku menasihatkan kamu, supaya kamu tetap bersemangat, sebab tidak seorang pun di antara kamu yang akan binasa, kecuali kapal ini.” (Kisah Pr. Rasul 27:22)


Bacaan Alkitab Setahun:
Ulangan 24-27



Juli 2016, kapal Nica 1, bertolak dari Esperance, Australia. Kapal raksasa yang bermuatan lebih dari satu juta metrik ton kontainer dan berisi 15 orang awak ini berencana menuju Port Klang, Malaysia. Tapi saat melintas antara pulau Bangka dan Belitung, kapal raksasa ini mengalami kandas di kawasan karang Belvedere. Selama 15 hari kapal raksasa itu kandas dan awak kapalnya hanya mampu bertahan hidup dengan bahan makanan yang terus menipis.

Kapal yang ditumpangi rasul Paulus kandas! Padahal sebelum bertolak, Paulus sudah mengingatkan tentang bahaya yang akan terjadi, namun nakhoda kapal mengabaikannya. Dan benar, kapal itu pun kandas karena cuaca yang sangat buruk. Bahan makanan semakin menipis dan itu membuat semua awak kapal putus asa dan kehilangan pengharapan. Paulus pun merasakan hal yang sama: letih, lapar, susah, namun ia tidak putus pengharapan. Paulus tidak menyikapi keadaan itu dengan rasa marah atau keluhan. Sebaliknya, Paulus tetap mampu memberi kata-kata yang menguatkan dan mengajak setiap orang untuk percaya kepada Tuhan.

Pelayaran hidup kita di dunia ini tentu tidak selalu menjanjikan sebuah perjalanan yang aman. Terkadang, Tuhan mengizinkan perjalanan kita kandas. Di saat kita tidak berdaya, di sanalah kita diajar untuk tetap memercayakan diri kepada Tuhan. Kepercayaan kepada Tuhan membuat kita tidak putus pengharapan. Bahkan dalam situasi tidak berdaya pun kita dimampukan untuk menguatkan mereka yang lemah.

—SYS/www.renunganharian.net


SAAT KAPAL KEHIDUPAN KANDAS DAN KITA KEHILANGAN SEGALANYA,
DI SITULAH KEPERCAYAAN KITA KEPADA TUHAN TERUJI



March 10, 2019, 03:31:32 PM
Reply #2062
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22917
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/2019/115-maret/

 PERLINDUNGAN SEJATI
1
2
3
4
5
Rating 4.42 (12 Votes)

    Diterbitkan hari Minggu, 10 Maret 2019 00:00
    Ditulis oleh Hembang Tambun   
    Dibaca: 1978 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: Yosua 20:1-9

"Katakanlah kepada orang Israel, begini: Tentukanlah bagimu kota-kota perlindungan, yang telah Kusebutkan kepadamu dengan perantaraan Musa.” (Yosua 20:2)


Bacaan Alkitab Setahun:
Ulangan 28



Di bawah kepemimpinan Yosua, umat Israel menaklukkan Kanaan dan membagi-baginya menjadi milik pusaka. Lalu Tuhan memberi instruksi agar mereka menetapkan kota-kota perlindungan. Perintah ini sudah disampaikan sebelumnya kepada Musa (Bil. 35:9-28; Ul. 4:41-43; 19:1-13). Kota perlindungan ialah tempat pelarian bagi orang yang terancam nyawanya, khususnya bagi mereka yang membunuh tanpa sengaja. Keberadaan kota ini bertujuan menghindarkan terjadinya pembalasan dendam sepihak, ataupun penghakiman massa. Karenanya, bangsa Israel mengkhususkan enam kota di lokasi berbeda: di pegunungan, di padang gurun, di dataran tinggi, dan di seberang Yordan (ay. 7-8). Kota perlindungan diharapkan mudah dijangkau oleh mereka yang membutuhkan.

Tua-tua kota, yang berfungsi sebagai hakim, akan menyelidiki setiap kasus. Jika seseorang terbukti bersalah, barulah hukuman dapat dijatuhkan dengan adil. Namun jika itu adalah kecelakaan, atau tanpa disengaja, maka orang tersebut dapat tinggal di dalam kota perlindungan hingga matinya imam besar, lalu ia boleh kembali ke tempat asalnya dengan aman (ay. 6). Jadi kota perlindungan adalah tempat suaka, keadilan dan keselamatan.

Konsep ini digunakan dalam banyak ayat di kitab Mazmur untuk menggambarkan Allah, yang adalah tempat perlindungan sejati umat-Nya. Perjanjian Baru mengajari kita bahwa kota perlindungan kita bukanlah sebuah tempat, melainkan satu Pribadi, yaitu Kristus. Di dalam Dia, kita beroleh pengampunan dosa dan jaminan keselamatan.

—HT/www.renunganharian.net


KRISTUSLAH PERLINDUNGAN KITA YANG SEJATI,
DI TANGAN-NYA KITA TERPELIHARA SEMPURNA




March 11, 2019, 12:35:11 PM
Reply #2063
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22917
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/2019/115-maret/

 UJARAN YANG TERSARING
1
2
3
4
5
Rating 4.68 (25 Votes)

    Diterbitkan hari Senin, 11 Maret 2019 00:00
    Ditulis oleh Pipi Agus Dhali   
    Dibaca: 3842 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: Amsal 10:18-21

… tetapi siapa yang menahan bibirnya, berakal budi. (Amsal 10:19b)


Bacaan Alkitab Setahun:
Ulangan 29-31



Sekarang ini dunia kita kian dibanjiri kata. O, kata-kata bertebaran dimana-mana! Kata menumpang beragam macam media sebagai kendaraannya. Papan reklame. Buku, koran, buletin, dan majalah. Televisi dan radio. Layar monitor. Tulisan pada busana. Tato pada badan. Dan yang pasti, internet dan dunia netizen dengan beragam media sosial yang menari-nari dengan lincahnya di dunia maya. Semakin limpah ruah tak terkendali.

Amsal bijaksana raja Salomo berisi koleksi dari ribuan nasihat. Namun ada beberapa topik menonjol yang sering berulang karena kadar keseriusannya yang tinggi. Salah satunya, petuah tentang penggunaan kata-kata. Lidah harus terkendali. Jika tidak, dapat menghadirkan bencana. Bisa menyangkut soal hidup atau mati (Ams. 13:3; 18:21). Pada dasarnya, melalui Amsal ini, Tuhan menghendaki kita mengucapkan perkataan yang baik (ay. 21; Ams. 16:24), yang diucapkan di kala perlu serta tak berlebihan (ay. 19; Ams. 15:23), dan yang mengusung kebenaran, bukan dusta atau fitnah (Ams. 12:17; 14:5).

Kesaksian iman kristiani kita dipertaruhkan dalam hal pengendalian dan penggunaan kata. Hemat dan berhikmatkah kita dalam berujar? Ucapan kita menjadi berkat atau menghadirkan duka bagi sesama? Menghibur atau membuat hati hancur? Meneduhkan atau malah menghasut? Pesan dan pengaruh apa yang kita tebar di dunia maya? Setidaknya, saringlah dengan 3 pertanyaan ini: sudah terujikah kebenarannya? Jika ya, sudah perlukah untuk diucapkan? Lalu, berpengaruh baikkah jika dikatakan sekarang? Semoga Tuhan dimuliakan melalui ucapan bibir kita.

—PAD/www.renunganharian.net


PERKATAAN YANG BAIK BOLEH JADI SINGKAT SAJA, NAMUN GEMANYA
BISA BERGAUNG UNTUK SELAMANYA.—Bunda Teresa


March 12, 2019, 05:29:13 AM
Reply #2064
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22917
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/2019/115-maret/

 ADA MASA DEPAN
1
2
3
4
5
Rating 3.80 (10 Votes)

    Diterbitkan hari Selasa, 12 Maret 2019 00:00
    Ditulis oleh Samuel Yudi Susanto   
    Dibaca: 1022 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: Amsal 24:13-20

Ketahuilah, demikian hikmat untuk jiwamu: Jika engkau mendapatnya, maka ada masa depan, dan harapanmu tidak akan hilang. (Amsal 24:14)


Bacaan Alkitab Setahun:
Ulangan 32-34



Menteri Luar Negeri AS, Jenderal Colin Powell pernah membuat “blunder” dalam sebuah pidatonya. Sesaat setelah ia berpidato di depan forum PBB, ia menyadari ada sebagian catatan pidatonya didasarkan pada informasi yang salah. Betapa malunya! Dan kesalahan itu dirasanya telah mencoreng perjalanan karir politiknya. Ia menyatakan andai saja ada orang yang memberitahu kesalahan teks pidatonya waktu itu, tapi itu tidak terjadi. Tetapi rasa kecewa itu tidak membuat Colin berhenti. Sebaliknya, ia tetap memilih fokus kepada masa depannya dan tidak “menengok ke belakang” melihat kebodohan di masa lalu.

Beberapa dari kita mungkin pernah mengalami peristiwa yang memalukan. Kesalahan itu terjadi mungkin berupa ketidaksengajaan kita, kegagalan atau keputusan salah yang kita lakukan. Tidak sedikit dari kita merasa kecewa berkepanjangan, merasa diri gagal, dan kehilangan masa depan. Benarkah sebuah kesalahan di masa lalu dapat menghancurkan masa depan kita?

Masa lalu yang memalukan mungkin menjadi salah satu bagian hidup kita, namun hal itu tidak seharusnya membuat kita menyerah kalah. Bukankah kita mendengar janji: Ketika kita mendapat hikmat (pribadi Tuhan) maka ada masa depan dan harapan yang tidak akan hilang? Bahkan peristiwa memalukan dan kebodohan yang pernah kita lakukan di masa lalu pun tidak lagi diingat Tuhan. Tuhan tidak ingin melihat hidup kita terpuruk, Ia menghendaki diri kita bangkit dan melangkah kepada masa depan dan harapan baru yang sudah disediakan-Nya.

—SYS/www.renunganharian.net


SEBURUK APA PUN KESALAHAN KITA DI MASA LALU, TUHAN TETAP MENYEDIAKAN
MASA DEPAN BAGI ORANG YANG MENGANDALKAN-NYA




March 13, 2019, 05:59:25 AM
Reply #2065
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22917
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/2019/115-maret/

 JANGAN SIA-SIAKAN
1
2
3
4
5
Rating 4.33 (9 Votes)

    Diterbitkan hari Rabu, 13 Maret 2019 00:00
    Ditulis oleh Endang B. Lestari   
    Dibaca: 1274 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: 2 Korintus 6:1-13

Sebagai teman-teman sekerja, kami menasihatkan kamu, supaya kamu jangan menyia-nyiakan anugerah Allah yang telah kamu terima. (2 Korintus 6:1)


Bacaan Alkitab Setahun:
Yosua 1-3



Si kecil Tian selalu bersemangat jika diajak ke dokter. Ia tahu, dengan pergi ke dokter biasanya sakitnya akan segera sembuh. Tetapi ia sangat sulit minum obat. Sang Mama harus mengeluarkan tenaga dan kesabaran ekstra untuk berlari-lari mengejar Tian, juga membujuknya dengan berbagai rayuan. Lucunya, setelah Tian berhasil meminum obat maka ia akan berkata: “Hmmm… enaaakkk.…”

Orang percaya biasanya akan menjawab “ya” dengan penuh semangat saat ditanya apakah mereka sungguh-sungguh beriman kepada Yesus Kristus. Untuk mendukung jawabannya itu mereka memberikan kesaksian bahwa dirinya juga telah mengalami pertumbuhan iman. Buktinya: mereka mengerti, memahami, menghayati dan banyak menghafal ayat Alkitab. Namun ketika mereka tahu bahwa ternyata semua itu belumlah cukup tanpa respons yang benar dalam wujud pertobatan dan kehidupan yang berkenan bagi Allah, di sinilah masalah baru muncul.

Orang percaya sering menyia-nyiakan kasih karunia Tuhan dengan sikapnya “menolak minum obat” karena rasanya pahit. Hidup dalam pertobatan lebih sering terlihat sebagai penyiksaan dan penderitaan yang tak berkesudahan karena bertolak belakang dengan kenikmatan dunia. Seperti Paulus, orang percaya tidak perlu menggerutu dan menghindari penderitaan. Kedisiplinan, kemurnian, kesabaran, kemurahan hati, ketidakmunafikan, mengandalkan senjata rohani dan konsisten menjunjung kemuliaan Tuhan dalam segala keadaan adalah standar yang harus dimiliki setiap orang percaya yang tidak menyia-nyiakan kasih karunia Allah.

—EBL/www.renunganharian.net


ORANG PERCAYA ADALAH PELAYAN PENDAMAIAN. KITA HARUS
BERDAMAI DENGAN ALLAH SEBELUM MENDAMAIKAN ORANG LAIN




March 14, 2019, 05:34:03 AM
Reply #2066
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22917
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/2019/115-maret/

 JANGAN MUDAH BERDUSTA
1
2
3
4
5
Rating 4.25 (8 Votes)

    Diterbitkan hari Kamis, 14 Maret 2019 00:00
    Ditulis oleh Sidik Nugroho   
    Dibaca: 985 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: Amsal 2:1-22

Ia menyediakan pertolongan bagi orang yang jujur, menjadi perisai bagi orang yang tidak bercela lakunya. (Amsal 2:7)


Bacaan Alkitab Setahun:
Yosua 4-6



Seorang anak berdusta kepada gurunya, mengaku tidak membawa buku yang digunakan untuk mengerjakan pekerjaan rumah (PR), padahal PR itu memang tidak dikerjakannya. Si guru percaya. Merasa berhasil, dustanya berkembang. Ia berbohong juga pada orang tuanya. Bukan hanya tentang PR, melainkan juga hal-hal lain, seperti uang jajan, uang sekolah, dan kegiatan sekolah. Ketika orang tuanya dipanggil karena dusta si anak mulai terendus, barulah ia mengaku dengan jujur.

Orang yang berdusta untuk sementara waktu dapat saja merasa aman karena berhasil menutupi sesuatu. Namun, orang jujur akan terbiasa menghadapi realitas dan konflik, bertahan pada masa-masa sulit, dan menemukan jalan keluar untuk persoalan yang dihadapinya. Ayat-ayat yang kita baca hari ini berisi ajakan-ajakan mencari hikmat. Dan, bila diperhatikan dengan saksama, akibat dari pencarian hikmat itu adalah kejujuran. Karenanya, menjelang akhir penulis menyatakan, “Karena orang jujurlah akan mendiami tanah, dan orang yang tak bercelalah yang akan tetap tinggal di situ” (ay. 21).

Semakin sering kita berdusta, kita mungkin merasa nyaman bisa membuat orang percaya dengan dusta kita. Tapi ingat, dusta akan membuat kita menjadi tidak apa adanya. Lalu suatu waktu, ketika dusta kita sudah menumpuk-numpuk, kita pun jadi kesulitan mengenali siapa diri kita sebenarnya. Dan, dalam taraf yang lebih mengerikan, kita bisa saja tidak tahu dengan apa yang sebenarnya kita inginkan.

—SN/www.renunganharian.net


DUSTA MEMBUAT ANDA MENJADI ORANG LAIN,
KEJUJURAN MEMBENTUK ANDA MENJADI DIRI SENDIRI




March 15, 2019, 05:54:56 AM
Reply #2067
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22917
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/2019/115-maret/

 PRIBADI YANG POSITIF
1
2
3
4
5
Rating 5.00 (9 Votes)

    Diterbitkan hari Jum'at, 15 Maret 2019 00:00
    Ditulis oleh Endang B. Lestari   
    Dibaca: 1276 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: Matius 27:1-5

Ia pun melemparkan uang perak itu ke dalam Bait Suci, lalu pergi dari situ dan menggantung diri. (Matius 27:5)


Bacaan Alkitab Setahun:
Yosua 7-8



Di suatu malam saat ada jadwal persekutuan Pemahaman Alkitab, tiba-tiba listrik padam. Sang pemimpin persekutuan merasa was-was jika anggota kelompoknya lebih memilih untuk tidur di rumah alih-alih berangkat persekutuan di hari yang gelap. Setibanya di tempat persekutuan, ia melihat bahwa semua anggotanya hadir. Mereka berkata: “Daripada di rumah sepi dan gelap, kami percaya di sini terang karena Bu Nani pasti menyediakan genset untuk penerangan.”

Senangnya berada di lingkungan yang dipenuhi sikap positif! Setiap masalah berujung pada sukacita dan damai sejahtera. Sebaliknya, seseorang yang cenderung berpikir negatif seperti yang dilakukan Yudas. Mengetahui Yesus akan disalibkan, Yudas yang semula begitu bersemangat menjual-Nya seharga 30 keping perak dihantui rasa bersalah. Ia mengembalikan uang sebanyak 30 perak itu kepada imam-imam kepala dan tua-tua. Ia menyesal dan mengaku telah menyerahkan darah orang tidak berdosa. Namun penyesalannya tidak mengubah keadaan. Orang-orang yang berniat membunuh Yesus mengatakan bahwa tindakan Yudas adalah urusannya sendiri. Yudas pun memilih mengakhiri hidupnya dengan menggantung diri.

Seandainya Yudas mau mengakui dosanya di hadapan Allah dan bertobat, Allah pasti mau mengampuninya. Ia pun berkesempatan mengalami pemulihan diri dan pemulihan hubungan dengan Allah. Sayang, Yudas melewatkan kesempatan baik itu karena pemikirannya sendiri. Berpikir dan bertindak secara positif adalah salah satu cara membuka kesempatan baik.

—EBL/www.renunganharian.net


BERPIKIR DAN BERTINDAK SECARA POSITIF MEMBANGUN KEHIDUPAN



March 16, 2019, 06:01:23 AM
Reply #2068
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22917
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/2019/115-maret/

 SEDERHANA NAMUN BERDAMPAK
1
2
3
4
5
Rating 4.38 (8 Votes)

    Diterbitkan hari Sabtu, 16 Maret 2019 00:00
    Ditulis oleh Samuel Yudi Susanto   
    Dibaca: 937 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: Hakim-hakim 10:1-5

Dan ia memerintah sebagai hakim atas orang Israel dua puluh tiga tahun lamanya; kemudian matilah ia, lalu dikuburkan di Samir. (Hakim-hakim 10:2)


Bacaan Alkitab Setahun:
Yosua 9-10



Hal-hal yang tampaknya kecil dan sederhana kerap luput dari perhatian dan cenderung diabaikan. Orang-orang dengan kemampuan besar kerap dijuluki tokoh-tokoh besar karena dianggap sanggup menorehkan sejarah di dunia ini. Namun demikian, seyogyanya kita tidak melupakan orang-orang yang melakukan hal-hal yang sederhana, karena sesungguhnya mereka pun punya peran yang begitu berdampak.

Kisah Tola dan Yair diungkap begitu singkat dalam Alkitab. Meski demikian keduanya mempunyai tugas yang sama seperti pendahulunya, yakni sebagai seorang hakim yang menyelamatkan umat Israel dari penindasan musuh. Tola mungkin hanyalah seorang yang dianggap kecil dan melakukan hal-hal sederhana, tetapi namanya cukup dikenal di kalangan suku Isakhar. Ia tinggal di Samir, daerah terpencil di pegunungan Efraim. Sekalipun dirinya tidak memiliki karir militer yang spektakuler namun ia tetaplah seorang hakim yang memiliki kedudukan cukup stabil dan mampu menjalankan tugas dalam kurun waktu yang cukup lama hingga 23 tahun. Setali tiga uang dengan Tola, Yair pun konsisten dengan tugasnya selama 22 tahun.

Tugas sederhana yang dilakukan dengan penuh kesetiaan pasti memberi dampak yang besar di mana pun ia berada. Kehidupan para pengikut Kristus sepatutnya memberi pengaruh yang baik bagi sesamanya. Demikianlah Tuhan menjadikan hidup kita dengan sebuah tujuan ilahi yakni kehidupan yang menjadi terang sehingga nama Tuhan dipermuliakan.

—SYS/www.renunganharian.net


KEHIDUPAN PARA PENGIKUT KRISTUS ADALAH KEHIDUPAN
YANG MEMBERIKAN DAMPAK YANG BAIK BAGI SESAMANYA


March 17, 2019, 11:28:57 AM
Reply #2069
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22917
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/2019/115-maret/

 MENGALAMI KEBAIKAN SENANTIASA
1
2
3
4
5
Rating 4.45 (11 Votes)

    Diterbitkan hari Minggu, 17 Maret 2019 00:00
    Ditulis oleh Go Hok Jin   
    Dibaca: 1946 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: Amsal 16:20

Siapa memperhatikan firman akan mendapat kebaikan, dan berbahagialah orang yang percaya kepada TUHAN. (Amsal 16:20)


Bacaan Alkitab Setahun:
Yosua 11-13



Saya terkadang merasa sedih sekaligus prihatin setiap kali melihat ada orang yang menganggap remeh Firman Tuhan. Ketika khotbah disampaikan atau renungan dibacakan, ada saja orang-orang yang tak memperhatikan, tetapi asyik dengan aktivitas lainnya. Ada yang mengobrol dengan sebelahnya, sibuk memainkan gadgetnya, atau sengaja ke luar gedung gereja untuk bercengkerama dengan penjaga parkir. Jika hal semacam ini tidak segera diubah, maka para pelakunya dapat kehilangan banyak berkat dari pemberitaan Firman Tuhan.

Bacaan firman hari ini dengan jelas berkata bahwa orang yang memperhatikan firman akan mendapat kebaikan. Ia juga berpotensi menjadi orang yang mengalami kebahagiaan. Ya, orang yang mengalami kuasa firman, ia akan lebih mudah percaya kepada Tuhan. Karena alasan inilah, kita perlu memperhatikan cara kita dalam mendengarkan dan menerima firman. Jangan biarkan ada hal apa pun yang mengaburkan fokus kita pada Firman Tuhan. Mintalah agar Tuhan “membajak” hati kita supaya menjadi seperti tanah yang subur, supaya tak ada benih firman yang terbuang percuma atau mati (Mat. 13:23). Hindari pula sikap menyepelekan firman, sekalipun tampaknya sederhana dan sering kita dengar. Asalkan hati kita dalam kondisi baik, maka benih firman itu pun dapat berbuah maksimal.

Kiranya melalui renungan hari ini, kita diingatkan untuk senantiasa memperhatikan Firman Tuhan, baik yang kita baca maupun dengar. Karena melaluinya, Tuhan sedang membawa kehidupan kita untuk mengalami kebaikan demi kebaikan.

—GHJ/www.renunganharian.net


Firman Tuhan SENANTIASA MEMBAWA KEBAIKAN
BAGI YANG HATINYA TERBUKA MENERIMANYA



 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)