Author Topic: Renungan Harian®  (Read 110651 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

March 18, 2019, 06:43:53 AM
Reply #2070
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22855
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/2019/115-maret/

 PENGHIBURAN TANPA KATA
1
2
3
4
5
Rating 4.78 (9 Votes)

    Diterbitkan hari Senin, 18 Maret 2019 00:00
    Ditulis oleh Hembang Tambun   
    Dibaca: 1883 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: Ayub 2:11-13

Lalu mereka duduk bersama-sama dia di tanah selama tujuh hari tujuh malam. Seorang pun tidak mengucapkan sepatah kata kepadanya, karena mereka melihat, bahwa sangat berat penderitaannya. (Ayub 2:13)


Bacaan Alkitab Setahun:
Yosua 14-16



Ayub adalah salah satu tokoh Alkitab yang identik dengan penderitaan. Ia seorang yang takut akan Allah dan menjalani hidup saleh (Ayb. 1:1), namun justru itu menjadi alasan si iblis mencobainya. Ia kehilangan seluruh harta kekayaannya beserta kesepuluh anaknya, melalui serangan musuh dan bencana alam yang datang tiba-tiba (Ayb. 1:13- 19). Ia juga menderita penyakit kulit yang mengerikan di sekujur tubuhnya (Ayb. 2:7).

Dalam kondisi terpuruk, Ayub tetap setia kepada Tuhan (Ayb. 1:21). Komitmennya untuk tetap bertekun hidup saleh justru mendapat penentangan dari istrinya (Ayb. 2:9). Namun Ayub beruntung karena ia memiliki tiga sahabat istimewa, yakni Elifas, Bildad dan Zofar. Ketiganya datang dari jauh untuk menunjukkan dukungan kepada Ayub. Mereka menangis bersama, dan berkabung bersama. Mereka duduk di tanah bersama-sama dengan Ayub, selama tujuh hari tujuh malam, tanpa berkata sepatah kata pun, karena mereka menyadari betapa berat penderitaannya. Mereka sungguh mengerti, bahwa yang Ayub butuhkan saat itu bukanlah kata-kata nasihat, petuah yang manis, seruan pertobatan, atau tuduhan bersalah. Ia lebih membutuhkan ungkapan rasa empati, melalui kehadiran mereka di sisinya, walau tanpa kata.

Menunjukkan penghiburan kepada orang yang berduka tidak selalu harus kita ungkapkan dengan kata-kata. Sebuah pelukan, tepukan di bahu, genggaman tangan yang kokoh, duduk diam di dekatnya untuk beberapa waktu, kadang jauh lebih berarti. Mari terus belajar berempati!

—HT/www.renunganharian.net


PENGHIBURAN PALING EFEKTIF SERING KALI TANPA MENGGUNAKAN KATA-KATA,
MELAINKAN MELALUI KEHADIRAN DAN TINDAKAN YANG PENUH EMPATI




March 19, 2019, 06:21:00 AM
Reply #2071
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22855
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/2019/115-maret/

 BERLIMPAH TETAPI GERSANG
1
2
3
4
5
Rating 4.40 (10 Votes)

    Diterbitkan hari Selasa, 19 Maret 2019 00:00
    Ditulis oleh Eko Elliarso   
    Dibaca: 1629 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: Lukas 15:25-32

Jawab hamba itu: Adikmu telah kembali dan ayahmu telah menyembelih anak lembu yang gemuk, karena ia mendapatnya kembali dalam keadaan sehat. Anak sulung itu marah dan ia tidak mau masuk. (Lukas 15:27-28a)


Bacaan Alkitab Setahun:
Yosua 17-19



Bersama bapanya, si sulung hidup berkelimpahan. Namun, kedekatan dan kebersamaan dengan bapanya, kelimpahan yang tak henti diterimanya, baginya tidak berarti apa pun, dan tidak membuatnya berbahagia. Mengapa?

Si sulung sangat egois. Dia memusatkan hidup pada diri sendiri begitu rupa hingga apa pun di luar kepentingannya sendiri baginya tak berarti. Adiknya pun baginya tak berarti. Ketika adik yang hilang itu pulang, bukan kegembiraan yang memenuhi hatinya. Dia tak suka bapanya menerima adiknya kembali, tak suka bapanya mengampuni adiknya, tak suka adiknya menerima kebaikan. Bahkan, kegembiraan bapanya—yang meluap karena kepulangan adiknya— membuatnya marah besar. Si sulung tidak menyetujui kehendak maupun tindakan bapanya.

Memang, selalu demikianlah ihwalnya. Jika kita tidak menyetujui kehendak dan tindakan Bapa Surgawi, dan justru ingin agar Dia menuruti keinginan kita, kegersangan hidup akan menguasai hati kita: Menerima banyak berkat, tetapi merasa tak mendapat sesuatu pun. Berkelimpahan, namun merasa tak memiliki apa pun. Dicintai, tetapi merasa dibelakangi. Dirangkul, tetapi merasa diabaikan. Disertai, namun merasa dikucilkan. Dilindungi, tetapi merasa dibiarkan. Didukung, tetapi merasa dicampakkan. Dituntun, tetapi merasa ditinggalkan. Berlimpah, tetapi gersang.

Agaknya, sebelum kegersangan menggerogoti rasa dan merundung hidup, penting bagi kita untuk tiap kali memeriksa hati: Adakah di sana hal-hal yang dapat menghalangi kita merasakan limpah ruah kasih Bapa?

—EE/www.renunganharian.net


SEBELUM KEGERSANGAN MENGGEROGOTI RASA DAN MERUNDUNG HIDUP,
AMATLAH PENTING BAGI KITA UNTUK TIAP KALI MEMERIKSA HATI.—O.S. Raille



March 20, 2019, 05:26:45 AM
Reply #2072
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22855
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/2019/115-maret/

 POT DI BAWAH KERAN
1
2
3
4
5
Rating 4.50 (4 Votes)

    Diterbitkan hari Rabu, 20 Maret 2019 00:00
    Ditulis oleh Endang B. Lestari   
    Dibaca: 1031 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: Mazmur 1:1-6

Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil. (Mazmur 1:3)


Bacaan Alkitab Setahun:
Yosua 20-21



Beberapa pot kecil berjajar rapi di bawah keran air. Saya menebak, maksud dari sang pemilik menempatkan pot-pot kecil itu di sana adalah supaya pot-pot itu selalu basah oleh air tanpa perlu repot-repot menyiramnya. Tetapi saya melihat bahwa tanah di dalam pot-pot kecil itu mengering dan daun-daun tanamannya pun menguning layu.

Sekalipun berada di bawah keran air, pot-pot bunga bisa saja tetap mengering. Berada di bawah keran air tidak menjamin pot-pot bunga itu tersiram air. Supaya tidak layu dan dapat bertumbuh dengan baik, pot-pot bunga itu harus dipastikan sering disiram dan basah sampai akarnya. Tidak sekadar mengharapkan percikan air yang mungkin mengenainya saat keran dibuka.

Begitu pula dengan hidup orang percaya. Rajin ke gereja tidak menjamin seseorang memiliki iman yang kuat, kehidupan yang benar, terlebih lagi menghasilkan buah bagi kemuliaan Tuhan. Iman dan kebenaran perlu diperjuangkan. Orang percaya harus mau repot jika ingin memelihara “hidup”-nya. “Air Hidup” yakni Roh Allah harus benar-benar membasahi hidup orang percaya. Sebab hanya ketika kita mau membuka diri, mengakui kelemahan, merendahkan hati dan menanggapi karya ROH KUDUS kita akan mengetahui kehendak dan berkat Allah. Menerima masukan dan mau mengubah kebiasaan yang tidak sesuai dengan kebenaran adalah salah satu caranya. Mau terus bertumbuh sekalipun banyak tantangan. Tidak merisaukan masalah dan kegagalan karena tinggal di dalam firman-Nya membuat kita senantiasa menerima sumber hidup yang tidak pernah habis.

—EBL/www.renunganharian.net


TINGGAL DI DALAM ALLAH TIDAK MENJAMIN KITA BEBAS MASALAH,
TETAPI SEBAGAI SUMBER HIDUP, ALLAH MENJADI JAMINAN ATAS HIDUP KITA




March 21, 2019, 06:07:54 AM
Reply #2073
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22855
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/2019/115-maret/

 BERTINDAK MESKI BERISIKO
1
2
3
4
5
Rating 4.50 (10 Votes)

    Diterbitkan hari Kamis, 21 Maret 2019 00:00
    Ditulis oleh Samuel Yudi Susanto   
    Dibaca: 1451 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: Ester 4:5-17

“... Hanya orang yang kepadanya raja mengulurkan tongkat emas, yang akan tetap hidup. Dan aku selama tiga puluh hari ini tidak dipanggil menghadap raja." (Ester 4:11)


Bacaan Alkitab Setahun:
Yosua 22-24



Park Jee Young dengan sigap membagikan pelampung keselamatan pada penumpang saat kapal Sewol di Korea Selatan yang berpenumpang mayoritas anak-anak sekolah mulai tenggelam. Seorang wanita yang ditolongnya sempat bertanya mengapa dirinya tidak menggunakan jaket keselamatan. Park menjawab bahwa kru kapal akan menjadi yang terakhir dan ia harus menyelamatkan penumpang lain terlebih dahulu. Malangnya, wanita yang dianggap pahlawan ini termasuk dalam penumpang yang ditemukan tewas di kapal itu.

Ester adalah salah satu orang Yahudi yang hidup sebagai orang buangan di ibu kota Persia. Nasibnya mendadak berubah setelah ia terpilih menjadi ratu di negeri itu. Namun berita tentang rencana Haman untuk memusnahkan bangsa Israel begitu mengusik hatinya. Pasalnya, jika itu terjadi, ia pun tak akan luput dari pembantaian. Hanya ada satu cara untuk menyelamatkan bangsanya: menemui Raja Ahasyweros dengan risiko jika raja tidak berkenan ditemui, Ester bisa jadi menemui ajalnya. Dan Ester mengambil langkah berani itu demi menyelamatkan bangsanya.

Berani melakukan kebenaran di saat kita menyaksikan ketidakbenaran yang terjadi tidaklah mudah. Tak jarang kita dihadapkan dengan risiko buruk yang justru menimpa diri kita. Namun hidup orang-orang beriman dipanggil oleh Tuhan untuk menjadi terang dalam kegelapan, bertindak benar di tengah ketidakadilan, sekalipun ada harga bayar yang harus ditanggung. Kiranya Tuhan dengan kasih karunia-Nya memampukan kita menjadi “Ester-Ester” yang berani bertindak benar di tengah zaman yang bengkok ini.

—SYS/www.renunganharian.net


HIDUP ORANG BERIMAN DIPANGGIL TUHAN UNTUK MENJADI PELAKU KEBENARAN
DI TENGAH KETIDAKBENARAN APA PUN RISIKONYA



March 22, 2019, 07:12:19 AM
Reply #2074
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22855
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/2019/115-maret/

 BERSYUKUR HINGGA TERSUNGKUR
1
2
3
4
5
Rating 4.60 (15 Votes)

    Diterbitkan hari Jum'at, 22 Maret 2019 00:00
    Ditulis oleh Heman Elia   
    Dibaca: 2284 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: Lukas 17:11-19

Lalu sujud di depan kaki Yesus dan mengucap syukur kepada-Nya. Orang itu orang Samaria. (Lukas 17:16)


Bacaan Alkitab Setahun:
Hakim-hakim 1-2



Setiap orang Kristiani tentu pernah bersyukur. Sebab, itu adalah ajaran penting Kekristenan. Pertanyaannya, atas apakah kita bersyukur. Kesuksesan meraih gelar? Memperoleh penghargaan karena prestasi? Mendapat rezeki atau penghasilan menguntungkan? Lalu, dengan sikap bagaimanakah Anda ungkapkan rasa syukur Anda? Adakah ekspresi yang luar biasa?

Dari sepuluh penyandang kusta yang disembuhkan, hanya seorang yang bergegas kembali untuk berterima kasih kepada Yesus. Yang menarik, dia tidak sekadar mengucap syukur, melainkan tersungkur di bawah kaki Yesus. Tindakannya menandakan kesungguhan dan keterharuan yang besar dan mendalam. Dia adalah orang Samaria, yang memiliki status kurang terhormat dibanding orang Yahudi. Penyakit kusta yang sebelumnya dia derita semakin menyingkirkannya dari kehidupan sosial. Tanpa disangka, Tuhan menaruh kasih dan menyembuhkan kustanya. Seiring lenyapnya penyakit mengerikan, enyah pula segala citra buruk yang disandangnya. Keadaannya yang rendah membuat hatinya dipenuhi rasa syukur karena memperoleh anugerah dan belas kasih Yesus.

Pernyataan syukur kita sering hambar karena kurangnya penghayatan atas ketidaklayakan kita. Kesuksesan yang kita syukuri seolah sekadar hasil kerja keras yang diberkati. Kita kurang menyadari bahwa tadinya tubuh kita dipenuhi borok dosa. Yesuslah yang menghampiri, membasuh dan merawat kita dengan penuh kasih. Ia bahkan mengangkat kita menjadi anak-Nya. Patutlah kita menghampiri-Nya dengan penuh ucapan syukur.

—HEM/www.renunganharian.net


MENYADARI KETIDAKLAYAKAN MEMBUAT HIDUP KITA MELIMPAH
OLEH RASA SYUKUR ATAS ANUGERAH YESUS KRISTUS



March 23, 2019, 05:42:09 AM
Reply #2075
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22855
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/2019/115-maret/

 LEGACY
1
2
3
4
5
Rating 3.90 (10 Votes)

    Diterbitkan hari Sabtu, 23 Maret 2019 00:00
    Ditulis oleh Zefanya Duta P   
    Dibaca: 686 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: Pengkhotbah 3:22

Aku melihat bahwa tidak ada yang lebih baik bagi manusia dari pada bergembira dalam pekerjaannya, sebab itu adalah bahagiannya. Karena siapa akan memperlihatkan kepadanya apa yang akan terjadi sesudah dia? (Pengkhotbah 3:22)


Bacaan Alkitab Setahun:
Hakim-hakim 3-5



“Ini satu langkah kecil untuk seorang manusia, satu lompatan besar bagi umat manusia”, adalah ungkapan Neil Armstrong, manusia pertama yang menjejakkan kaki di bulan. Ungkapan ini menunjukkan kebahagiaan sekaligus harapan Neil Armstrong pada umat manusia, bahwa apa yang telah dicapainya itu menjadi warisan besar bagi umat manusia yang harus terus dikembangkan di kemudian hari.

Dalam bacaan ini, penulis kitab Pengkhotbah hendak mengingatkan kehidupan manusia yang terbatas, yang kemudian akan digantikan oleh generasi selanjutnya. Dalam keterbatasan hidup tersebut, sang Pengkhotbah hendak mempertanyakan mengenai warisan apa yang akan diberikan oleh seseorang, kepada generasi selanjutnya. Warisan yang dimaksud adalah mengenai apa yang dapat dihasilkan oleh seseorang di dalam hidupnya, yang dapat diberikan pada generasi selanjutnya, sesudah ia meninggal. Apakah warisan yang baik, ataukah warisan yang buruk? Untuk itu, maka dia haruslah mengambil bagiannya dalam hidup dengan bekerja dan berusaha, supaya dapat menghasilkan suatu hal baik yang dapat diwariskan dan dikembangkan oleh generasi penerus. Karena hal terbaik dalam hidup manusia, adalah menikmati pekerjaannya dan melakukannya dengan gembira, demi hidup generasi selanjutnya.

Kita tidak dipanggil untuk menyia-nyiakan hidup kita dan juga hidup orang lain. Tetapi kita diajak untuk mengambil bagian dalam kehidupan ini, dengan bekerja dan membangun kehidupan bersama. Sehingga anak-anak kita kelak dapat merasakan kebaikan dari pekerjaan kita.

—ZDP/www.renunganharian.net


DIBUTUHKAN KEKUATAN, KEBERANIAN, DAN KEBIJAKSANAAN
UNTUK MEMBANGUN SEBUAH WARISAN.—Anyaele Sam Chiyson



March 24, 2019, 04:52:02 AM
Reply #2076
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22855
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/2019/115-maret/

 SINGA DARI YEHUDA
1
2
3
4
5
Rating 3.67 (3 Votes)

    Diterbitkan hari Minggu, 24 Maret 2019 00:00
    Ditulis oleh Eddy Nugroho   
    Dibaca: 399 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: Wahyu 5:1-14

“Engkau layak menerima gulungan kitab itu dan membuka meterai-meterainya; karena Engkau telah disembelih dan dengan darah-Mu Engkau telah membeli mereka bagi Allah dari tiap-tiap suku dan bahasa dan umat dan bangsa.” (Wahyu 5:9)


Bacaan Alkitab Setahun:
Hakim-hakim 6-7



Salah satu gambaran yang menjelaskan makna kematian Kristus ialah Anak Domba yang disembelih. Fokus penglihatan Yohanes ialah sentralitas Kristus dalam karya penyelamatan Allah. Gulungan kitab yang dimeteraikan menunjukkan bahwa pesan yang tertulis di dalamnya amatlah penting dan hanya dapat dibuka oleh Dia yang berhak membukanya. Apa isi gulungan kitab itu? Penghukuman Allah, yang merupakan bagian dari keseluruhan rencana Allah yang akan mencapai puncaknya saat kedatangan Kristus kembali.

Mengapa hanya Anak Domba yang layak membuka meterainya? Karena melalui kematian-Nya, Allah telah menyatakan keadilan-Nya atas dosa dan menebus manusia. Darah Kristus memungkinkan kita diterima di hadapan Allah yang kudus. Inilah isi pujian dalam ayat 9, "Engkau layak menerima gulungan kitab itu dan membuka meterai-meterainya; karena Engkau telah disembelih dan dengan darah-Mu Engkau telah membeli mereka bagi Allah." Selain sebagai Anak Domba, Kristus juga disebut Singa dari Yehuda, satu gambaran betapa Dia berkuasa. Anak domba dan singa adalah dua jenis hewan yang begitu kontras satu dengan yang lain, tetapi di sinilah kita memahami siapa Kristus bagi kita.

Kalau saat ini kita bersukacita dalam keselamatan Allah, jangan melupakan pengorbanan-Nya. Walaupun keselamatan itu cuma-cuma, Allah membayarnya dengan mahal melalui kematian Kristus. Marilah kita tersungkur di hadapan-Nya, bersyukur atas karya-Nya bagi kita, dan menaikkan segala pujian, hormat, dan kemuliaan bagi-Nya.

—ENO/www.renunganharian.net


TIDAK ADA ANUGERAH TUHAN YANG LEBIH BERHARGA
DARI ANUGERAH KESELAMATAN




March 25, 2019, 06:44:45 AM
Reply #2077
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22855
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/2019/115-maret/

 SIAPA YANG BERUNTUNG?
1
2
3
4
5
Rating 4.63 (8 Votes)

    Diterbitkan hari Senin, 25 Maret 2019 00:00
    Ditulis oleh Linawati Santoso   
    Dibaca: 2064 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: Filipi 3:1b-16

… karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia daripada semuanya. Karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus. (Filipi 3:8)


Bacaan Alkitab Setahun:
Hakim-hakim 8-9



Belum lama Riana menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat, ia menangkap basah suaminya berselingkuh dengan sahabatnya sendiri. Sangat sakit, tapi Riana memutuskan untuk mengampuni mereka. “Betapa beruntung mereka karena aku bersedia memaafkan!” pikirnya. Tetapi tiba-tiba, ia mendengar suara: “Riana, sebenarnya kaulah yang beruntung karena dilepaskan dari kepahitan dan sakit hati!”

Kabar bahwa Paulus si penganiaya jemaat kini beralih profesi menjadi pemberita Injil membuat para pengikut Kristus bernafas lega. “Kita sungguh beruntung karena tidak ada lagi yang menganiaya kita,” demikian pikir mereka. Mereka beruntung, memang benar! Faktanya, ada seorang lagi yang beruntung! Orang itu tidak lain adalah Paulus sendiri. Ya, Paulus mengetahui bahwa saat-saat dimana hidupnya “ditangkap” oleh Kristus Yesus adalah keberuntungan! Keberuntungan itulah yang membuatnya menganggap segala kelebihan yang dicapainya di masa lalu kini tidak lagi berarti. Malahan, dibanding pengenalan akan Kristus, ia rela melepaskan semua hal di dunia ini dan menganggapnya sampah. Rupanya bagi Paulus, kehidupan baru di dalam Kristus sungguh keberuntungan yang tiada tara!

Sering kali kita menganggap orang lain beruntung, padahal kita sendiri juga adalah orang-orang yang beruntung. Bayangkan saja, melalui pengorbanan Yesus, kita sudah diselamatkan dari hukuman dosa! Lebih lagi, Yesus ada bersama kita, melindungi dan memberkati kita senantiasa. Jika demikian, siapa lagi menurut kita yang beruntung kalau bukan kita sendiri?

—LIN/www.renunganharian.net


SAAT KRISTUS MENJADI BAGIAN KITA, SAAT ITULAH
KITA MENJADI ORANG-ORANG YANG PALING BERUNTUNG DI DUNIA



March 26, 2019, 05:42:09 AM
Reply #2078
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22855
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/2019/115-maret/

 MENJADI MUKJIZAT
1
2
3
4
5
Rating 4.33 (12 Votes)

    Diterbitkan hari Selasa, 26 Maret 2019 00:00
    Ditulis oleh Endang B. Lestari   
    Dibaca: 1225 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: Kisah Pr. Rasul 16:19-40

Tetapi kira-kira tengah malam Paulus dan Silas berdoa dan menyanyikan puji-pujian kepada Allah dan orang-orang hukuman lain mendengarkan mereka. (Kisah Pr. Rasul 16:25)


Bacaan Alkitab Setahun:
Hakim-hakim 10-11



Seorang dokter begitu bersemangat memberi dukungan untuk pasiennya yang menderita diabetes melitus (DM). Berbagai masukan dan trik disampaikannya dengan sangat terperinci. “Dokter sangat ahli ya dengan penyakit ini! Tapi… coba kalau dokter jadi pasien seperti saya, apa dokter masih bisa menasihati saya dengan semangat seperti sekarang?” ujar sang pasien. Sang dokter pun menjawab: “Saya juga penderita DM, Bu! Sudah bertahun-tahun,” jawabnya.

Paulus dan Silas dimasukkan ke dalam penjara yang paling tengah. Kaki mereka dibelenggu dalam pasungan yang kuat. Tetapi di tengah malam mereka berdoa dan memuji Tuhan. Di tengah penderitaan mereka tetap bersaksi bahwa sukacita orang percaya ada di dalam hati, tidak ditentukan oleh keadaan lahiriah. Hukuman penjara yang dialaminya tak dapat melenyapkan damai dan sukacita mereka. Ketika gempa bumi yang hebat terjadi sehingga sendi-sendi penjara menjadi goyah, Paulus dan Silas tak menjadikannya kesempatan untuk melarikan diri. Mereka tetap berada di tempatnya supaya kehadirannya menjadi mukjizat bagi kepala penjara.

Menerima kesembuhan secara ajaib dari sakit-penyakit, lepas dari maut saat terjadi bencana atau kecelakaan dan mendadak mendapat berkat pada saat berkekurangan tentu menggembirakan. Namun bersukacita dan bersaksi karenanya adalah hal biasa. Siapa pun bisa bersukacita ketika mendapat berkat besar. Sebaliknya, memberi dukungan, kesaksian dan penghiburan dengan semangat dan sukacita di tengah kondisi tidak sempurna, itu baru luar biasa.

—EBL/www.renunganharian.net


BERSUKACITA DAN BERSAKSI DI TENGAH PENDERITAAN
YANG KITA ALAMI ITULAH MUKJIZAT SEJATI




March 27, 2019, 07:22:15 AM
Reply #2079
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22855
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/2019/115-maret/

 MENJADI ORANG KEBANYAKAN?
1
2
3
4
5
Rating 4.69 (16 Votes)

    Diterbitkan hari Rabu, 27 Maret 2019 00:00
    Ditulis oleh Yohanes Suharyoso   
    Dibaca: 2451 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: Matius 5:43-48

“Apabila kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah upahmu? Bukankah pemungut cukai juga berbuat demikian?” (Matius 5:46)


Bacaan Alkitab Setahun:
Hakim-hakim 12-14



Ketika ada teman baik mulai sering membuat lelucon tentang kesalahan dan sengaja menertawakan saya di depan banyak orang, saya menjadi sangat tidak suka dengannya. Akhirnya secara tidak sadar saya telah melabeli teman ini sebagai musuh. Saya mulai enggan untuk bercakap-cakap bahkan hanya untuk sekedar berpapasan.

Kata-kata Kristus dalam bacaan hari ini merupakan pengajaran yang amat dikagumi namun juga tidak disukai oleh orang kebanyakan karena sangat bertentangan dengan apa yang biasanya orang dunia lakukan kepada musuh-musuhnya. Kristus mengajar kita untuk mengasihi dengan total kepada sesama. Saat kebanyakan orang di dunia ini menuntut balas ketika disakiti, dicurangi atau dirugikan, Kristus mengajak kita untuk mengasihi mereka. Bahkan Dia mengajak kita untuk mendoakan mereka yang telah menganiaya kita (ay. 44). Tentu bukan hal yang mudah untuk menerapkannya di dalam kehidupan kita sehari-hari karena harus melawan ego kita untuk tidak menuntut balas, tetapi Kristus memberi teladan saat Ia mendoakan orang-orang yang menganiaya Dia (Luk. 23:34). Mungkin kita akan terlihat seperti orang bodoh di mata orang-orang kebanyakan, tetapi bukankah indah bila di dunia ini tidak ada budaya menuntut balas?

Jadi apakah kita hanya akan menjadi seperti orang kebanyakan, menjadi pengagum ajaran-ajaran Yesus Kristus, atau menjadi pembeda di dunia ini dengan menjadi pelaku firman-Nya? Saat ini Tuhan menawarkan untuk menjadi berbeda dengan orang-orang kebanyakan, maukah kita menerima tawaran-Nya?

—YOS/www.renunganharian.net


TUHAN MEMANGGIL KITA BUKAN UNTUK MENJADI
ORANG KEBANYAKAN TETAPI MENJADI MURID-NYA



 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)