Author Topic: Renungan Harian®  (Read 110913 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

March 28, 2019, 05:42:25 AM
Reply #2080
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22917
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/2019/115-maret/

 BERSANDAR KEPADA ALLAH
1
2
3
4
5
Rating 4.85 (13 Votes)

    Diterbitkan hari Kamis, 28 Maret 2019 00:00
    Ditulis oleh Zefanya Duta P   
    Dibaca: 1159 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: Kejadian 35:1-3

“Marilah kita bersiap dan pergi ke Betel; aku akan membuat mezbah di situ bagi Allah, yang telah menjawab aku pada masa kesesakanku dan yang telah menyertai aku di jalan yang kutempuh.” (Kejadian 35:3)


Bacaan Alkitab Setahun:
Hakim-hakim 15-17



Suka dan duka, derita dan bahagia, tentu dapat terjadi dalam hidup kita. Kita tidak dapat hanya memilih sukacita dan kebahagiaan, serta menolak duka dan penderitaan, karena kita pasti akan merasakan semuanya. Dalam setiap situasi tersebut, hal yang terpenting adalah bagaimana sikap kita. Terlebih apabila kita menghayati hidup kita sebagai umat Tuhan. Karena apabila kita memilih untuk hanya bersedih ketika berduka, maka sulit bagi kita untuk menghayati penyertaan Allah.

Di dalam hidupnya, Yakub berserah betul kepada Allah. Bahkan ketika dia mengalami berbagai kesesakan karena harus menjalani hidup sebagai pelarian, Yakub tetap mengikuti perintah Allah. Yakub harus berlari menghindar dari kejaran kakaknya, kemudian juga harus berlari dari kejaran mertuanya. Yakub tentu merasakan kegundahan, dan kekhawatiran akan terjadinya hal yang buruk. Tetapi Yakub tetap percaya dan mengikuti perintah Allah, sehingga dapat melewati semua permasalahannya dan kembali menjalin hubungan baik dengan kakak dan juga mertuanya. Yakub merasakan betul penyertaan Allah, bahwa Allah menjawab doa-doanya. Oleh karena itu, ketika Allah meminta Yakub untuk pergi ke Betel dan membuat mezbah di sana, Yakub pun pergi untuk mengucapkan syukur dan menjawab perutusan Allah kepadanya.

Menyikapi setiap hal yang terjadi dalam hidup kita dengan tetap bersandar kepada Allah, adalah hal yang harus kita lakukan dalam hidup. Karena Allah akan selalu menyertai umat-Nya, dan tidak akan meninggalkan umat-Nya dalam kesesakan sendirian.

—ZDP/www.renunganharian.net


TENGGELAM DALAM DUKACITA TIDAK AKAN MENYELESAIKAN APA PUN




March 29, 2019, 05:53:37 AM
Reply #2081
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22917
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/2019/115-maret/

 RAHASIA MENGAWETKAN SENYUM
1
2
3
4
5
Rating 4.57 (14 Votes)

    Diterbitkan hari Jum'at, 29 Maret 2019 00:00
    Ditulis oleh Linawati Santoso   
    Dibaca: 1236 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: Filipi 4:4-8

Janganlah hendaknya kamu khawatir tentang apa pun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. (Filipi 4:6)


Bacaan Alkitab Setahun:
Hakim-hakim 18-19



Satu hal yang mampu dilakukan semua orang adalah tersenyum. Senyum adalah salah satu pemberian berharga Allah kepada kita. Sayangnya, pemberian berharga ini kerap kali tidak awet ketika dihadapkan pada situasi buruk yang bermunculan di kehidupan kita. Keberadaannya seolah tertutup rapat dan terkunci oleh beragam persoalan dan masalah.

Rasul Paulus dalam suratnya kepada jemaat di Filipi menuliskan: “Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan!” (ay. 4). Tersenyum merupakan salah satu pancaran dari sukacita! Luar biasanya, bukan hanya menasihatkan supaya jemaat tersenyum di dalam sukacita, Paulus juga membeberkan rahasia mengawetkan senyum. Rahasia itu tidak lain adalah membuang jauh-jauh kekhawatiran lalu menyatakan segala keinginan kita kepada Allah di dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur (ay. 6). Paulus meyakini bahwa di dalam Tuhan kita pasti memperoleh damai sejahtera dan kekuatan untuk menang melawan masalah.

Tersenyum bukan menandakan kita sedang tidak mempunyai masalah. Namun, melalui senyuman kita menunjukkan kepada dunia bahwa kita tidak berputus asa apalagi menyerah terhadap hidup ini. Ya, kita memercayai bahwa Allah pasti mampu menolong dan Dia juga selalu punya cara untuk membalikkan situasi sulit menjadi keuntungan bagi kita! Mengetahui kebenaran ini, masihkah kita ragu untuk menghiasi wajah kita dengan senyum yang merekah?

—LIN/www.renunganharian.net


MELALUI SENYUMAN, KITA MEMBUKTIKAN KEPADA DUNIA BAHWA KITA MASIH
MEMPUNYAI PENGHARAPAN AKAN HARI DEPAN YANG INDAH DI DALAM TUHAN





March 30, 2019, 10:49:11 AM
Reply #2082
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22917
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/2019/115-maret/

 MELEBIHI SERIBU KATA
1
2
3
4
5
Rating 4.50 (14 Votes)

    Diterbitkan hari Sabtu, 30 Maret 2019 00:00
    Ditulis oleh Pipi Agus Dhali   
    Dibaca: 2430 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: Markus 14:3-9

“Ia telah melakukan apa yang dapat dilakukannya. Tubuh- Ku telah diminyakinya sebagai persiapan untuk penguburan-Ku.” (Markus 14:8)


Bacaan Alkitab Setahun:
Hakim-hakim 20-21



Seorang perawat yang memulai tugasnya di suatu Rumah Sakit di kota London ditugaskan untuk merawat seorang pria dengan penyakit terminal. Dengan agak gemetar ia bertanya kepada seorang dokter senior, "Dokter, kalau pria ini sampai meninggal, apa yang harus saya katakan kepada istrinya?" Dokter tua itu menjawab, "Kau tak usah berkata apa-apa, seduh saja secangkir teh hangat untuknya." Ada saatnya satu tindakan sederhana mampu "berbicara" melebihi kata-kata.

Tokoh perempuan dalam adegan pengurapan Yesus dengan minyak narwastu tidak berbicara sepatah kata pun. Yang berbicara banyak justru orang-orang di sekitarnya. Mereka membicarakannya, mengomentarinya, bahkan ada yang memarahinya (ay. 4-5). Namun, bagi Yesus, perempuan itu telah menyapa Dia secara pribadi dengan tindakan pengurapan yang dilakukannya (ay. 8). Ialah yang paling mengerti suasana hati Tuhan menjelang penangkapan dan penyaliban-Nya. Bahkan secara efektif tindakannya itu "berbicara" terus ke mana pun juga selama Injil diberitakan di seluruh dunia (ay. 9). Bukan main!

Dunia sekeliling kita banjir kata. Hujan komentar. Orang suka bicara. Berbagai media tersedia. Banyak yang asal bicara. Karena diobral, banyak kata-kata tak bermutu. Ucapan semu dan palsu. Orasi sana-sini. Tak menyentuh hati, sebab isinya hanya iklan. Nihil. Ada saatnya tindakan yang "bicara"—bukan lagi kata. Perubahan terjadi oleh tindakan nyata yang nilainya melebihi seribu kata. Tidakkah kita terinspirasi oleh "perempuan minyak narwastu" yang menyatakan kasih secara nyata melalui tindakan ini?

—PAD/www.renunganharian.net


SERIBU KATA BISA LEKAS TERLUPAKAN,
TAPI SATU TINDAKAN NYATA AKAN DIKENANG SELAMANYA



March 31, 2019, 01:34:36 PM
Reply #2083
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22917
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/2019/115-maret/

 KESAKSIAN DALAM PENDERITAAN
1
2
3
4
5
Rating 4.36 (14 Votes)

    Diterbitkan hari Minggu, 31 Maret 2019 00:00
    Ditulis oleh Endang B. Lestari   
    Dibaca: 1878 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: Yeremia 20:7-18

Tetapi TUHAN menyertai aku seperti pahlawan yang gagah, sebab itu orang-orang yang mengejar aku akan tersandung jatuh dan mereka tidak dapat berbuat apa-apa. Mereka akan menjadi malu sekali, sebab mereka tidak berhasil, suatu noda yang selama-lamanya tidak terlupakan! (Yeremia 7:11)


Bacaan Alkitab Setahun:
Rut 1-4



Yeremia banyak mengeluh karena mengalami depresi dan tekanan secara mental. Dia sedih, kecewa dan marah. Kata-katanya kepada Allah setelah ia dipasung oleh imam Pasyhur menunjukkan sungut-sungutnya. Dia mengharapkan ibunya melakukan aborsi saat ia masih ada dalam kandungan, bahkan mengutuki hari kelahirannya sendiri. Tetapi di sisi lain ia tetap setia kepada Allah. Ia tetap memberitakan firman-Nya sekalipun mereka yang diajarnya tidak mau mendengarkannya.

Di tengah tekanan dan penolakan, Yeremia tak kuasa menolak panggilan Tuhan. Setiap kali ia berniat menolaknya, firman Allah seakan mau meledak dalam dirinya. Ada keinginan untuk meninggalkan pelayanan namun hati nuraninya menderita. Akhirnya ia memilih untuk setia melayani sekalipun ancaman dan tekanan terus membuntutinya. Biar pun menderita, Yeremia memiliki iman yang gigih kepada Allah. Ia terus memperjuangkannya.

Mengikut Kristus dan dikaruniai ROH KUDUS tak menjadikan kita berkekuatan supranatural. Tidak pula membuat kita berkuasa atas dunia, ataupun memberikan jaminan kelimpahan dan kemapanan dalam segala hal. Sebaliknya, menjadi pengikut Kristus membuat hidup kita penuh tantangan dan risiko. Untuk memperjuangkan iman kita sering diperhadapkan dengan penderitaan, kepedihan, kelemahan, dan tekanan. Namun ada kekuatan, keberanian dan penghiburan dari Tuhan. Dapatkah kita merasakan sukacita di tengah penderitaan yang membuat kita setia mewujudkan iman kepada Tuhan?

—EBL/www.renunganharian.net


HIDUP YANG HARUS KITA JALANI TAK SELALU MUDAH
TETAPI PENYERTAAN TUHAN SELALU TINGGAL TETAP



April 01, 2019, 09:57:40 AM
Reply #2084
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22917
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/2019/116-april.html

 DOKTER LUKAS
1
2
3
4
5
Rating 4.46 (28 Votes)

    Diterbitkan hari Senin, 01 April 2019 00:00
    Ditulis oleh Pipi Agus Dhali   
    Dibaca: 3402 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: Lukas 1:1-4

Supaya engkau dapat mengetahui bahwa segala sesuatu yang diajarkan kepadamu sungguh benar. (Lukas 1:4)


Bacaan Alkitab Setahun:
1 Samuel 1-3



Penginjil internasional dari Inggris, J. John, menerangkan bahwa salah satu alasan mengapa dirinya menjadi Kristen adalah karena iman Kristen itu sungguh benar. Sekalipun ada banyak upaya untuk mencari kelemahan dan kesalahan pada iman Kristen, termasuk tuduhan kebohongan atas fakta kebangkitan Yesus, kebenarannya tetap kokoh. Justru banyak penulis buku Kristen mengenai kebangkitan Yesus semula ialah orang yang bermaksud menentangnya. Namun di tengah jalan dari proses penelitiannya mereka justru bertobat.

Tabib Lukas adalah salah seorang rekan yang menyertai Rasul Paulus dalam perjalanan misinya. Dirinya terbilang intelektual pada zamannya. Bahasa Yunani yang digunakannya untuk menulis injil Lukas mencerminkan bobot intelektualnya itu. Pergaulannya cukup luas hingga menyentuh kalangan pejabat pada masa itu. Salah satunya ialah orang yang ia sapa sebagai “Teofilus yang mulia” (ay. 1). Lewat tulisannya ia mewartakan injil—terutama di kalangan atas—dengan satu tujuan: menegaskan bahwa iman Kristen itu sungguh benar! (ay. 4).

Tanpa disadari, setelah sekian lama menjadi Kristen, kita bisa kehilangan alasan-alasan yang paling fundamental mengapa kita menjadi Kristen. Entah karena mewarisi Kekristenan sejak lahir atau karena kita tergilas kehidupan agamawi yang rutin belaka. Padahal Kekristenan yang suam-suam kuku justru patut diwaspadai (Why. 3:16). Masihkah kita menghidupi nyala api yang membara di dada bahwa iman kita itu sungguh benar?

—PAD/www.renunganharian.net


HIDUP Kekristenan IBARAT MENDIRIKAN RUMAH,
JIKA TIDAK INGIN LEKAS ROBOH HARUS DIBANGUN DI ATAS FONDASI YANG KOKOH



April 02, 2019, 05:29:26 AM
Reply #2085
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22917
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/2019/116-april.html

 DIPUJI YESUS
1
2
3
4
5
Rating 4.64 (11 Votes)

    Diterbitkan hari Selasa, 02 April 2019 00:00
    Ditulis oleh Linawati Santoso   
    Dibaca: 974 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: Lukas 7:36-50

Sambil menangis ia pergi berdiri di belakang Yesus dekat kaki-Nya, lalu membasahi kaki-Nya itu dengan air matanya dan menyekanya dengan rambutnya, kemudian ia mencium kaki-Nya dan meminyakinya dengan minyak wangi itu. (Lukas 7:38)


Bacaan Alkitab Setahun:
1 Samuel 4-7



Bapak pendeta memperhatikan seorang pemuda sedang merapikan perlengkapan gereja seusai kebaktian. “Kerja bagus!” puji pendeta. “Ah, ini cuma pekerjaan kecil, Pak,” jawab pemuda itu malu-malu. “Walaupun kecil, apa yang kamu kerjakan dipuji oleh Yesus,” kata pak pendeta sambil menepuk-nepuk pundaknya.

Ketika Yesus diundang makan di rumah orang Farisi, datanglah seorang perempuan kepada-Nya. Perempuan itu menangis, membasahi kaki Yesus dengan air matanya, menyekanya dengan rambutnya, mencium dan meminyaki kaki- Nya dengan minyak wangi (ay. 36-38). Si tuan rumah berpikir bahwa tindakan itu sia-sia. Bukankah perempuan itu adalah seorang pendosa? Hal itu tampak seperti pemborosan saja! Menariknya, Yesus memberikan respons berbeda. Apabila orang lain menyebut perempuan itu banyak berbuat dosa, Yesus justru menyebutnya banyak berbuat kasih (ay. 39, 44-47). Rupanya, standar pujian manusia jauh berbeda dari versi Allah! Oleh karena banyaknya kasih yang ditunjukkannya, Yesus pun mencurahkan kasih-Nya dengan mengampuni perempuan itu dari dosa-dosanya (ay. 48).

Tidak jadi masalah kalau apa yang kita lakukan (pekerjaan, pelayanan, dsb.) tampak kecil atau sepele di mata dunia. Kita tidak perlu membandingkan diri dengan orang lain. Ingat, tujuan kita bukan agar seluruh dunia memuji kita! Apalah artinya dipuji orang banyak kalau tidak dipuji Allah? Agar mendapat pujian dari Tuhan, kita harus melakukan apa yang sekarang ini dipercayakan-Nya dengan penuh kesungguhan.

—LIN/www.renunganharian.net


WALAUPUN MENDAPAT PUJIAN DARI SELURUH PENJURU DUNIA, SEGALA SESUATU
YANG KITA LAKUKAN TANPA DUKUNGAN ALLAH ADALAH HAL YANG SIA-SIA



April 03, 2019, 05:18:06 AM
Reply #2086
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22917
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/2019/116-april.html

 PERKATAAN YANG MENENTRAMKAN
1
2
3
4
5
Rating 4.75 (4 Votes)

    Diterbitkan hari Rabu, 03 April 2019 00:00
    Ditulis oleh Go Hok Jin   
    Dibaca: 576 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: Matius 14:22-33

Tetapi segera Yesus berkata kepada mereka, “Tenanglah! Inilah Aku, jangan takut!” (Matius 14:27)


Bacaan Alkitab Setahun:
1 Samuel 8-11



Kusnadi, sulung dari dua bersaudara, harus menerima kenyataan ketika Tuhan memanggil pulang sang ibunda akibat kecelakaan. Peristiwa yang begitu cepat membuat sang adik sangat berduka. Tak ingin sang adik larut dalam kesedihan yang mendalam, saat proses pemakaman ia mengusap kepala sang adik yang masih menangis sambil berkata, “Jangan takut atau khawatir, masih ada Kak Kusnadi dalam hidup kalian.” Perkataan itu berhasil menenangkan hati sang adik, sekalipun masih tersisa kesedihan dalam hatinya.

Perkataan Kusnadi kepada sang adik mengingatkan saya saat Tuhan Yesus menenangkan para murid yang sedang mengalami ketakutan akibat perahu mereka ditimbus angin sakal. Yesus memahami ketakutan para murid, sehingga Ia perlu menenangkan mereka. Namun sayang, rasa takut tampaknya lebih menguasai mereka sehingga perkataan Yesus yang penuh kuasa seolah tak mampu meredakan ketakutan mereka. Untunglah keadaan akhirnya menjadi tenang setelah Yesus naik ke dalam perahu, diikuti oleh angin yang mereda.

Dalam masa-masa sukar atau saat pergumulan melanda, adalah penting untuk menenangkan diri. Ya, dalam ketenangan diri, kita tak hanya dapat berpikir dengan jernih, tetapi kita dapat menyadari keberadaan dan kuasa Tuhan. Dalam ketenangan kita dapat memusatkan perhatian dan mendaraskan doa dengan keyakinan. Hal yang biasanya tak nampak ketika kita masih dikuasai rasa panik, khawatir, dan takut. Adakah sesuatu yang masih menggelisahkan hati dan pikiran kita? Tenanglah! Masih ada Tuhan yang mampu menolong!

—GHJ/www.renunganharian.net


HANYA PERKATAAN TUHAN YANG DAPAT MEMBERI KETENANGAN SEJATI


April 04, 2019, 05:30:01 AM
Reply #2087
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22917
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/2019/116-april.html

 JANGAN UNGKIT LAGI
1
2
3
4
5
Rating 4.67 (9 Votes)

    Diterbitkan hari Kamis, 04 April 2019 00:00
    Ditulis oleh Heman Elia   
    Dibaca: 975 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: Mazmur 103

Sejauh timur dari barat, demikian dijauhkan- Nya dari pada kita pelanggaran kita. (Mazmur 103:12)


Bacaan Alkitab Setahun:
1 Samuel 12-14:23



Apakah Tuhan sungguh melupakan dosa saya? Benarkah Dia telah mengampuni saya sepenuhnya? Pertanyaan demikian ada kalanya muncul begitu saja di benak kita. Mungkin ada ketakutan yang besar setelah kita melakukan dosa. Atau ada rasa tidak layak yang menyiksa. Bisa juga rasa bersalah menindas dan melenyapkan sukacita kita.

Namun Tuhan kita adalah Tuhan yang baik dan pengampun. Itulah yang dialami dan dikisahkan kembali oleh Daud. Gambaran mengenai “sejauh timur dari barat” menunjukkan bahwa Tuhan benar-benar tidak pernah mengungkit kembali dosa yang kita akui dan telah kita tinggalkan. Memang dosa Daud tercatat dalam Kitab Suci dan tidak pernah dapat dihapus sepanjang sejarah umat manusia. Tetapi oleh kebaikan Tuhan, dosa itu sudah Tuhan ampuni. Kalaupun Dia membalas tindakan salah kita, balasan itu sungguh ringan dan tidak sepadan dengan kesalahan kita (ay. 10). Tanpa kasih dan kesetiaan Tuhan, kita sebetulnya tidaklah ada harganya (ay. 14-16). Namun Tuhan sangat menghargai kita. Kasih setia-Nya memelihara kita (ay. 17-18). Terpujilah Tuhan!

Rasa bersalah dan takut berlebihan dapat menghalangi kita melihat kasih dan anugerah Tuhan. Pengalaman dan pengetahuan kita yang terbatas sering membuat kita meragukan pengampunan tuntas Bapa yang menerima kembalinya anak terhilang. Dalam keadaan demikian, seharusnya imanlah yang berbicara. Jika Tuhan tidak lagi mengingat dosa kita, masihkah perlu kita terus mengungkit kesalahan dan dosa masa lalu kita sendiri?

—HEM/www.renunganharian.net


MARI KITA AKUI DOSA DAN BERTOBAT,
DAN BERSUKACITALAH BAHWA TUHAN MENGAMPUNI KITA



April 05, 2019, 06:05:44 AM
Reply #2088
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22917
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/2019/116-april.html

 CEPAT DAN LAMBAT
1
2
3
4
5
Rating 4.25 (12 Votes)

    Diterbitkan hari Jum'at, 05 April 2019 00:00
    Ditulis oleh Hembang Tambun   
    Dibaca: 1381 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: Yakobus 1:19-27

Saudara-saudara yang kukasihi, ingatlah hal ini: Setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah. (Yakobus 1:19)


Bacaan Alkitab Setahun:
1 Samuel 14:24-16



Ketika sebuah seminar internasional tentang kepemimpinan sedang berlangsung, dua orang peserta di bagian belakang ruangan berbisik-bisik. Beberapa peserta lainnya merasa terganggu, mulai menggerutu sambil melirik tak senang ke arah mereka. Lalu si pembicara berkata, “Maafkan saya. Saya lupa menjelaskan mengapa kedua orang di belakang sana bercakap-cakap. Salah satu dari mereka adalah penatua di sebuah gereja baru di Rumania. Ia datang ke sini untuk belajar tentang kepemimpinan gereja. Ia tidak berbahasa Inggris, sehingga seseorang menerjemahkan bahan ini kepadanya.” Tiba-tiba segalanya berubah. Para peserta menjadi tenang dan bersikap penuh pengertian.

Yakobus memperingatkan agar orang-orang percaya melakukan sesuatu dengan cepat, namun melakukan sesuatu yang lain dengan lambat. Cepatlah untuk mendengar. Terbukalah untuk memahaminya. Terimalah dengan lemah lembut (ay. 21). Telitilah dengan tekun, dan kemudian lakukanlah (ay. 25). Demikianlah sikap yang benar terhadap Firman Tuhan, juga terhadap hal-hal baik lainnya. Namun sebaliknya, lambatlah untuk berkata-kata. Jangan lekas bereaksi sebelum mengerti sepenuhnya apa yang didengarkan. Belajarlah mengekang lidah (ay. 26). Itu akan menghindarkan kita dari amarah dan tindakan tak terpuji lainnya.

Banyak yang berkomentar tanpa mendengar dan memahami sesuatu, mengira mereka serbatahu semuanya. Padahal ketika bersabar mendengar, kita akan tahu dengan lebih baik, juga akan dapat bertindak dengan lebih efektif.

—HT/www.renunganharian.net


ORANG YANG MEMILIKI “PENDENGARAN” YANG BAIK
AKAN MENGHASILKAN “MULUT” YANG BIJAKSANA


April 06, 2019, 06:06:48 AM
Reply #2089
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22917
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/2019/116-april.html

 DIPERBUDAK EKSPEKTASI
1
2
3
4
5
Rating 5.00 (5 Votes)

    Diterbitkan hari Sabtu, 06 April 2019 00:00
    Ditulis oleh Pipi Agus Dhali   
    Dibaca: 1008 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: 2 Timotius 4:14-22

Salam dari Ebulus dan Pudes dan Linus dan Klaudia dan dari semua saudara. Tuhan menyertai rohmu. Anugerah-Nya menyertai kamu! (2 Timotius 4:21b-22)


Bacaan Alkitab Setahun:
1 Samuel 17-18



Salah satu pangkal kekecewaan ialah harapan yang tidak terpenuhi. Kita berharap si Aris membela kita. Si Culun seharusnya mengerti kesulitan kita. Si Dika semestinya ingat kebaikan yang pernah kita lakukan. Nyatanya tidak demikian. Semakin banyak ekspektasi, semakin sering kita kecewa.

Paulus bersurat kepada Timotius dari penjara Roma. Terungkap betapa ia sering disakiti dan dikecewakan, baik oleh para lawan maupun kawan. Salah seorang penentang yang sering menyulitkannya ialah Aleksander (ay. 14; lih. 1Tim. 1:19-20). Sewaktu penahanan dan pengadilannya yang pertama di Roma, ia merasa ditinggalkan kawan-kawan (ay. 16). Termasuk oleh keempat orang yang disebutnya (ay. 21). Namun, tiada jejak kekecewaan berkepanjangan kepada mereka. Paulus memercayakan pengalaman buruknya kepada Tuhan (ay. 14, 17). Ia memilih untuk hidup dalam kasih karunia-Nya. Jadi, ia pun berkarunia membebaskan diri dan orang lain dari ekspektasi yang terlampau menuntut. Ucapan “anugerah-Nya menyertai kamu” (ay. 22) bukan basa-basi belaka.

Berharap itu wajar. Apalagi kepada orang-orang terdekat dalam hidup kita. Namun, jangan diperbudak olehnya. Setiap orang memiliki kemampuan, kesempatan, dan keterbatasan. Tak perlu kebahagiaan kita ditentukan oleh sikap orang lain. Alih-alih menuntut, kita dapat belajar memberikan pengertian dan pengampunan. Sebab kita juga telah lebih dulu menerimanya dari Tuhan dan mereka yang telah bersabar pada kita. Kiranya kita hidup dalam kasih karunia dan menikmati buahnya.

—PAD/www.renunganharian.net


KASIH KARUNIA ALLAH BARULAH BENAR-BENAR KITA RASAKAN
APABILA KITA MENERIMANYA, LALU MENERUSKANNYA KEPADA SESAMA



 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)