Author Topic: Renungan Harian®  (Read 110912 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

April 07, 2019, 12:55:02 PM
Reply #2090
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22917
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/2019/116-april.html

 MERASA DIABAIKAN?
1
2
3
4
5
Rating 4.82 (11 Votes)

    Diterbitkan hari Minggu, 07 April 2019 00:00
    Ditulis oleh Samuel Yudi Susanto   
    Dibaca: 1979 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: Habakuk 1:1-11

Berapa lama lagi, TUHAN, aku berteriak, tetapi tidak Kaudengar, aku berseru kepada-Mu: "Penindasan!" tetapi tidak Kautolong? (Habakuk 1:2)


Bacaan Alkitab Setahun:
1 Samuel 19-21



Sepasang suami istri sedang berdoa untuk sebuah harapan. Tetapi tahun demi tahun berjalan dan nyatanya doa itu tidak terwujud. Situasi malah makin memburuk. “Berapa lama lagi, Tuhan, aku berteriak, tetapi tidak Kau dengar. Kami berseru dan Engkau tidak juga menolong?” serunya. Apakah kita juga sedang berseru kepada-Nya untuk sebuah keadaan yang sangat mendesak? Apakah kita sedang menanti-nantikan datangnya pertolongan Tuhan? Atau kapan Ia akan membebaskan hutang-hutang kita?

Nabi Habakuk dilanda perasaan yang sama. Ia pun berseru-seru: “Berapa lama lagi, Tuhan, aku berteriak, tetapi tidak Kaudengar? Kapan Engkau akan menghentikan segala penindasan ini? Tuhan, mengapa Engkau memperlihatkan kepadaku segala kejahatan ini? Ya, aniaya dan kekerasan ada di depan mataku, perbantahan dan pertikaian terjadi.” Hatinya tidak tahan menyaksikan kelaliman di depan matanya. Hatinya jengah karena merasa Tuhan seolah membiarkan dan mengabaikan ketidakadilan itu. Bisa saja ia berpikir, “Percuma, Ia tidak melakukan apa pun!”

Tak jarang, kita berpikir seperti Habakuk. Ketika harapan kita serasa diabaikan-Nya, kita pun merasa Tuhan tidak peduli dan melupakan kita. Namun sesungguhnya Tuhan tidak mengabaikan kita. Kita hanya diminta-Nya untuk tetap berharap dan percaya sampai Ia menjawabnya pada waktu-Nya. Dan Ia menghendaki kita belajar percaya meski sulit bagi kita untuk memahami jalan-jalan- Nya di tengah buruknya situasi kita.

—SYS/www.renunganharian.net


SEKALIPUN KITA TIDAK AKAN PERNAH MAMPU MEMAHAMI JALAN-JALAN-NYA,
NAMUN KITA PERCAYA BAHWA JALAN-NYA ADALAH TERBAIK UNTUK KITA



April 08, 2019, 05:34:15 AM
Reply #2091
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22917
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/2019/116-april.html

 MANA LEBIH BESAR?
1
2
3
4
5
Rating 4.86 (7 Votes)

    Diterbitkan hari Senin, 08 April 2019 00:00
    Ditulis oleh Linawati Santoso   
    Dibaca: 1130 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: Matius 8:23-27

Lalu datanglah murid-murid-Nya membangunkan Dia, katanya, “Tuhan, tolonglah, kita binasa.” (Matius 8:25)


Bacaan Alkitab Setahun:
1 Samuel 22-24



Pernahkah kita berdoa, “Tuhan, masalahku besar!”? Menurut kita, bagaimana perasaan Tuhan ketika mendengarnya? Bayangkan diri kita seorang hartawan. Suatu hari anak kita menangis dan berkata, “Aku sedih! Aku ingin mainan itu, tapi tak punya uang untuk membelinya!” Bagaimana perasaan kita?

Ketika kita mengatakan: “Tuhan, masalahku besar!” tanpa sadar kita sebenarnya sedang mengecilkan kuasa Tuhan di dalam hidup kita. Faktanya, Tuhan adalah Allah Mahabesar, yang mampu melakukan segala perkara! Jika demikian, mungkinkah kita memiliki masalah besar yang tidak mungkin diselesaikan? Seperti kita, murid-murid juga pernah mengalami peristiwa serupa. Sewaktu perahu mereka terombang-ambing angin topan, mereka lalu membangunkan Yesus. Menariknya, mereka berkata kepada- Nya: “Tuhan, tolonglah, kita binasa” (ay. 24-25). Pertanyaannya: “Mungkinkah mereka binasa?” Setelah sebelumnya melihat berbagai mukjizat yang diperbuat Yesus, mereka tidak juga menjadi percaya! Karena itulah, Yesus menyebut mereka sebagai orang-orang yang kurang percaya (ay. 26). Dalam bahasa Inggrisnya little faith, iman yang kecil.

Ketika dihadapkan pada suatu persoalan, kita memiliki dua pilihan: memandang besar persoalan itu atau memandang Tuhan sebagai Allah yang besar! Apabila kita memilih bagian pertama, kita akan hidup dalam kepanikan. Namun, apabila kita memilih bagian kedua, kita dapat senantiasa hidup dalam ketenangan. Mana lebih besar: persoalan atau Allah? Semua tergantung cara kita memandangnya!

—LIN/www.renunganharian.net


JIKA KITA PERCAYA KUASA TUHAN BEGITU BESAR,
TIDAK AKAN ADA LAGI MASALAH YANG TERLALU BESAR BAGI KITA!



April 09, 2019, 05:32:07 AM
Reply #2092
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22917
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/2019/116-april.html

 BERITA MENJADI DOA
1
2
3
4
5
Rating 5.00 (3 Votes)

    Diterbitkan hari Selasa, 09 April 2019 00:00
    Ditulis oleh Hembang Tambun   
    Dibaca: 1006 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: Nehemia 1:1-11

Ketika kudengar berita ini, duduklah aku menangis dan berkabung selama beberapa hari. Aku berpuasa dan berdoa ke hadirat Allah semesta langit. (Nehemia 1:4)


Bacaan Alkitab Setahun:
1 Samuel 25-27



Lovian, putri kami yang berumur 4 tahun menyaksikan video seorang ibu dan anaknya yang mengalami kecelakaan di eskalator sebuah mal. Si ibu tewas terjatuh, sedangkan sang anak berhasil ditolong seseorang. Malamnya, sebelum ia tidur, ternyata Lovian berdoa bagi si anak di dalam video tersebut, agar Tuhan menjaganya. Ia juga memohon pemeliharaan Tuhan bagi setiap anak yang tak lagi punya orangtua.

Nehemia memiliki jabatan istimewa di kerajaan Persia. Ia bertugas menghidangkan minuman bagi raja, memastikannya aman alias bebas racun. Padahal ia adalah seorang Israel yang hidup sebagai orang buangan di negeri asing. Ketika beberapa orang dari Yehuda mengunjunginya, Nehemia beroleh informasi tentang kondisi saudara sebangsanya. Mereka dalam kesukaran besar dan hidup terancam karena tembok kota yang berfungsi sebagai pelindung telah hancur. Mereka dicela bangsa-bangsa yang tidak mengenal Tuhan.

Berita itu sungguh membuat Nehemia terpukul. Berhari-hari ia merenung, menangis, berkabung, berpuasa dan bersyafaat bagi bangsanya. Ia sadar hal itu terjadi karena ketidaktaatan mereka kepada Allah, sehingga Dia mengizinkan Yerusalem dihancurkan dan penduduknya ditawan ke Babel. Lalu, atas perkenan Tuhan, sang raja Persia mengutus Nehemia ke Yerusalem untuk membangun tembok kota itu.

Banyak peristiwa yang kita dengar atau saksikan. Langkah pertama yang dapat kita lakukan adalah membawanya kepada Tuhan dalam doa. Dia pasti menuntun kita untuk mengambil tindakan selanjutnya.

—HT/www.renunganharian.net


SETIAP INFORMASI DAPAT DIUBAH MENJADI DOA,
YANG KEMUDIAN DAPAT BERBUAH MENJADI AKSI



April 10, 2019, 07:29:48 AM
Reply #2093
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22917
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/2019/116-april.html

 ADA TERTULIS
1
2
3
4
5
Rating 4.47 (17 Votes)

    Diterbitkan hari Rabu, 10 April 2019 00:00
    Ditulis oleh Pipi Agus Dhali   
    Dibaca: 2427 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: Lukas 4:1-13

“Sebab ada tertulis: Mengenai Engkau, Ia akan memerintahkan malaikat-malaikat- Nya untuk melindungi Engkau.” (Lukas 4:10)


Bacaan Alkitab Setahun:
1 Samuel 28-31



Dalam salah satu episode film seri Criminal Mind, agen federal Jason Gideon menyelidiki kasus pembunuh berantai yang menggunakan ayat-ayat Kitab Suci untuk membenarkan tindakannya. Penjahat psikopat ini berdalih melakukan semuanya karena “diperintahkan Tuhan”. Ketika rekan satu timnya bertanya, mengapa dirinya tampak susah, Gideon menjawab, “Aku memang susah. Aku capek melihat orang-orang yang menggunakan agama untuk membenarkan tindakannya.”

Saat melawan godaan Iblis, Tuhan Yesus menangkis serangannya dengan kutipan Kitab Suci, “Ada tertulis...” (ay. 4, 8). Dua kali serangan Iblis gagal. Ketika melancarkan serbuan ketiga, ia memakai kutipan Kitab Suci yang bersumber dari Mazmur 91:11-12 (ay. 10-11). Taktik ini pun gagal. Namun, kita tahu Iblis secara licik dapat menggunakan kutipan Kitab Suci untuk mencelakakan. Entah dengan mengubah sebagian teksnya, memelintir maknanya, atau mengutipnya persis tetapi demi kepentingan dan tujuan yang berbeda.

Bijaksanalah kala menerima atau memakai pesan dari ayat Kitab Suci. Mengutipnya tak menjamin seseorang benar. Banyak kejahatan dan penipuan dibalut ayat-ayat suci. Kutipan Kitab Suci sering menjadi kedok kemunafikan, kebohongan, dan senjata pembenaran diri. Kutipan Kitab Suci baru bermakna jika bertujuan menyingkapkan kebenaran, bukan menutupinya. Untuk menegaskan iman kepada Tuhan, bukan menggunakan nama Tuhan demi keuntungan pribadi. Bukan untuk mengelabui atau berniat menjatuhkan orang, melainkan demi membangun imannya.

—PAD/www.renunganharian.net


Firman Tuhan ADA DI HATI UNTUK DILAKUKAN BAGI KEMULIAAN-NYA,
BUKAN SEKADAR DI MULUT UNTUK DIMANFAATKAN BAGI DIRI SENDIRI




April 11, 2019, 02:21:24 PM
Reply #2094
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22917
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/2019/116-april.html



TAK BERPALING DARI YESUS
1
2
3
4
5
Rating 4.28 (25 Votes)

    Diterbitkan hari Kamis, 11 April 2019 00:00
    Ditulis oleh Go Hok Jin   
    Dibaca: 3783 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: 1 Petrus 3:13-17

... Dan siap sedialah pada segala waktu untuk memberi pertanggungjawaban kepada tiap-tiap orang yang meminta pertanggungjawaban dari kamu tentang pengharapan yang ada padamu, tetapi haruslah dengan lemah lembut dan hormat. (1 Petrus 3:15)


Bacaan Alkitab Setahun:
2 Samuel 1-2



Seorang ibu dengan sukacita menyambut kedatangan teman lamanya bersama istrinya. Mereka sudah tak bertemu selama 48 tahun, tetapi masih menjalin komunikasi. Setelah melepas kangen dan mengobrol, sebuah pertanyaan mengejutkannya. “Apakah ibu tidak mau kembali pada keyakinan yang lama? Bukankah sekarang suami Anda sudah meninggal? Jadi tak ada lagi yang melarang,” ujar istri dari temannya. “Tidak mungkin saya kembali, sekarang saya sudah percaya kepada Yesus,” jawabnya mantap.

Bacaan firman hari ini menasihatkan agar kita siap sedia mempertanggungjawabkan iman kita. Sewaktu-waktu ada yang bertanya, atau bahkan mengajak kita berpaling dari Kristus, kita dapat menjawab dengan mantap. Itulah yang dilakukan oleh ibu dalam ilustrasi di atas. Pertanyaan dan ajakan untuk berpaling dari Kristus datang secara mendadak, dapat dijawab olehnya tanpa keraguan. Oleh karena itu, setiap hari kita perlu memantapkan diri dan mengokohkan iman kita kepada Kristus, dengan mengenal Dia semakin mendalam. Semakin banyak pengalaman pribadi kita bersama Tuhan, iman kita takkan mudah goyah, sekalipun ada banyak godaan untuk berpaling dari Kristus.

Bagaimana kondisi pengenalan kita akan Kristus dan firman-Nya? Adakah pengalaman baru yang membuat kita semakin mantap mengikut Kristus dan meyakini kebenaran firman-Nya yang tertulis dalam Alkitab? Jika ya, berdoalah agar ketika ada momen untuk mempertanggungjawabkan iman, kita tak hanya dapat bertahan, tetapi Tuhan dapat memakai kita untuk menjadi saksi-Nya!

—GHJ/www.renunganharian.net


UJIAN IMAN YANG BERHASIL DILEWATI,
AKAN MEMBUAT IMAN KITA SEMAKIN KOKOH


April 12, 2019, 05:35:08 AM
Reply #2095
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22917
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/2019/116-april.html

 GURU YANG BERGURU
1
2
3
4
5
Rating 4.40 (5 Votes)

    Diterbitkan hari Jum'at, 12 April 2019 00:00
    Ditulis oleh Endang B. Lestari   
    Dibaca: 912 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: Yohanes 3:1-21

Ia datang pada waktu malam kepada Yesus dan berkata, “Rabi, kami tahu bahwa Engkau datang sebagai guru yang diutus Allah; sebab tidak ada seorang pun yang dapat mengadakan tanda-tanda yang Engkau adakan itu, jika Allah tidak menyertainya.” (Yohanes 3:2)


Bacaan Alkitab Setahun:
2 Samuel 3-5



Ada orang yang merasa tersaingi oleh kehadiran rekan baru di tempat kerja. Untuk menunjukkan senioritas mereka bertindak sewenang-wenang, bersikap acuh, memandang sebelah mata, menjaga jarak agar tak terjalin hubungan yang akrab bahkan enggan mengajak berkomunikasi. Mereka akan semakin benci ketika rekan barunya terbukti memiliki kemampuan lebih baik bahkan disukai atasan.

Nikodemus berbeda. Ia adalah seorang Farisi yang terpelajar, pemimpin agama Yahudi, anggota Sanhedrin (Mahkamah Agama), seorang yang berpengaruh di Yerusalem. Namun ia mau datang kepada Yesus—seorang guru baru yang hanya anak tukang kayu—untuk mengadakan percakapan secara khusus dengan-Nya. Melihat tanda-tanda mukjizat yang dijadikan Yesus, Nikodemus mengakui bahwa Yesus adalah guru yang diutus Allah. Alih-alih menjadikan Yesus sebagai rival, Nikodemus mau membuka diri dan belajar dari-Nya.

Dari percakapan mereka tampaklah esensi hidup yang ditegaskan Yesus sebagai syarat seseorang dapat menjalin persekutuan dengan Allah belum dipahami Nikodemus. Kesalehan dan pengetahun agama tidak serta-merta membuat Nikodemus paham pada perkataan Yesus. Pembaruan rohani memerlukan proses “kelahiran kembali” melalui baptisan air dan Roh. Pengalaman Nikodemus ini kiranya membuat kita terbuka, sehingga kita semakin diperbarui dari hari ke hari. Bukan saja dalam hal kerohanian. Dalam berbagai aspek kehidupan, merendahkan hati dan membuka diri untuk mengakui kelebihan orang lain memungkinkan kita belajar guna memperkaya wawasan dan pengalaman.

—EBL/www.renunganharian.net


BUKAN KARENA KESALEHAN DAN PENGETAHUAN AGAMA,
PERSEKUTUAN DENGAN ALLAH KITA PEROLEH KARENA PEMBARUAN OLEH ROH KUDUS


April 13, 2019, 05:45:22 AM
Reply #2096
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22917
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/2019/116-april.html

 MENJADI TELADAN
1
2
3
4
5
Rating 5.00 (5 Votes)

    Diterbitkan hari Sabtu, 13 April 2019 00:00
    Ditulis oleh Zefanya Duta P   
    Dibaca: 745 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: 1 Petrus 5:3

Janganlah kamu berbuat seolah-olah kamu mau memerintah atas mereka yang dipercayakan kepadamu, tetapi hendaklah kamu menjadi teladan bagi kawanan domba itu. (1 Petrus 5:3)


Bacaan Alkitab Setahun:
2 Samuel 6-9



Public figure adalah sosok yang dijadikan panutan oleh masyarakat karena profesi dan kompetensi yang dimiliki orang tersebut. Dalam hidup bermasyarakat, seharusnya dia menjadi sosok yang diteladani karena kebijaksanaan yang dimilikinya. Oleh karena itulah maka tidak sembarang orang dapat menjadi public figure.

Dalam bacaan ini, Petrus memberikan nasihatnya kepada para penatua, mengingat bahwa dalam budaya Yahudi, para penatua adalah sosok yang dihormati dan dipercaya, serta menjadi panutan hidup karena dipandang memiliki kebijaksanaan. Sebagai orang yang dipandang sebagai pemimpin, Petrus meminta mereka untuk mengingat tanggung jawab mereka atas umat Allah. Petrus menegaskan bahwa Allah sendirilah yang memberikan kepercayaan- Nya kepada mereka, untuk dapat mendampingi umat-Nya. Atas kepercayaan yang diberikan, Petrus mengingatkan bahwa mereka bukanlah menjadi penguasa atas umat. Tetapi kepercayaan tersebut haruslah dijawab dengan menjadi teladan bagi umat. Para penatua diajak untuk menjalani hidupnya sebagai teladan yang baik, yang bersedia merendahkan hatinya dalam kebijaksanaan untuk hadir bagi orang lain. Supaya melalui mereka, kehidupan yang baik dapat semakin berkembang.

Setiap kita dipanggil untuk menjadi teladan bagi orang lain. Dengan menjadi teladan, kita tidak diminta untuk menyombongkan diri, melainkan selalu merendahkan hati kita. Karena dalam kerendahan hati itulah, maka sikap-sikap keteladanan dapat dihidupi.

—ZDP/www.renunganharian.net


JALANILAH HIDUP SEBAGAI TELADAN BAGI ORANG LAIN



April 14, 2019, 04:20:47 AM
Reply #2097
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22917
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/2019/116-april.html

 BERSYAFAAT
1
2
3
4
5
Rating 5.00 (2 Votes)

    Diterbitkan hari Minggu, 14 April 2019 00:00
    Ditulis oleh Hembang Tambun   
    Dibaca: 291 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: 1 Timotius 2:1-7

Pertama-tama aku menasihatkan: Naikkanlah permohonan, doa syafaat dan ucapan syukur untuk semua orang. (1 Timotius 2:1)


Bacaan Alkitab Setahun:
2 Samuel 10-12



Doa syafaat biasanya menjadi salah satu bagian dari suatu acara kebaktian. Doa ini biasanya agak panjang, karena mencakup berbagai topik doa. Bagi sebagian orang, doa ini mungkin membosankan dan bikin ngantuk. Apalagi jika mereka tidak mengerti apa makna doa syafaat.

Bersyafaat berarti kita berdoa bagi orang lain. Kita berdiri di hadapan Allah demi kepentingan orang lain. Seorang juru syafaat ibarat seorang penengah, juru damai, pembela, mediator, atau juru runding yang berusaha memohonkan pengampunan dosa, belas kasihan, pembelaan, perlindungan, atau berkat Allah untuk seseorang atau sekelompok orang.

Kristus adalah satu-satunya Juru syafaat bagi manusia. Dia mendamaikan dunia yang berdosa dengan Allah melalui karya kematian-Nya (ay. 5-6, bdk. Rm. 8:34, Ibr. 9:15; 12:24). Dengan beriman kepada-Nya, orang-orang percaya menjadi “imamat yang rajani” (1Ptr. 2:9), yaitu anak-anak Sang Raja yang berperan menjadi mediator antara orang berdosa dengan-Nya. Melalui Kristus, kita beroleh akses tanpa batas kepada Allah, untuk memohonkan apa saja, bukan hanya bagi diri sendiri, tapi juga bagi banyak orang.

Karena itulah, Paulus menasihatkan Timotius untuk bersyafaat bagi semua orang, termasuk bagi para pemimpin pemerintahan, sebab jika mereka hidup benar, maka banyak orang akan merasakan dampaknya (ay. 2). Dengan bersyafaat, kita diajar untuk peduli dengan orang lain, mengasihi mereka, serta menginginkan kebaikan bagi mereka. Ini juga dapat kita lakukan dalam doa-doa pribadi kita.

—HT/www.renunganharian.net


BERDIRI DI HADAPAN ALLAH DEMI ORANG LAIN MELALUI DOA SYAFAAT
ADALAH SUATU KEHORMATAN SEKALIGUS TANGGUNG JAWAB SETIAP ORANG PERCAYA



April 15, 2019, 05:56:49 AM
Reply #2098
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22917
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/2019/116-april.html

 PENGUJI KARAKTER
1
2
3
4
5
Rating 5.00 (7 Votes)

    Diterbitkan hari Senin, 15 April 2019 00:00
    Ditulis oleh Samuel Yudi Susanto   
    Dibaca: 1156 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: 2 Tawarikh 26:16-21

Setelah ia menjadi kuat, ia menjadi tinggi hati sehingga ia melakukan hal yang merusak. Ia berubah setia kepada TUHAN, Allahnya, dan memasuki bait TUHAN untuk membakar ukupan di atas mezbah pembakaran ukupan. (2 Tawarikh 26:16)


Bacaan Alkitab Setahun:
2 Samuel 13-14



Bagi sebagian orang, kekuasaan selalu menjadi kursi yang menggiurkan. Mereka merasa bisa melakukan apa pun dan bebas karena kekuasaannya. Tetapi kekuasaan justru menjadi tempat yang licin. Tidak sedikit yang jatuh tergelincir. Tentang kesengsaraan dan kekuasaan, Abraham Lincoln pernah berkata: “Hampir semua orang bisa menghadapi kesengsaraan, tapi jika Anda ingin menguji karakter seseorang, berikan dia kekuasaan.”

Kesengsaraan menjadi ujian agar seseorang belajar tetap tangguh menghadapi kesulitan, belajar menghargai orang lain, dan teruji dalam kerendahan hati. Sebaliknya, kekuasaan akan menunjukkan karakter seseorang. Raja Uzia melewati masa-masa sulit sejak muda sehingga ia tercatat sebagai orang yang mencari Tuhan sungguh-sungguh. Tetapi ketika ia merasa diri kuat dan mendapatkan kekuasaan, hatinya berubah. Karakter yang sesungguhnya pun muncul. Ia berubah menjadi tinggi hati, melakukan tindakan yang merusak, dan tidak lagi menghormati Firman Tuhan. Patut disayangkan jika di akhir hidupnya, raja Uzia harus mengakhirinya dengan buruk. Ia mati karena kusta.

Kekuasaan tidaklah salah. Namun ketika kita mendapatkannya, jika hati kita tidak siap, maka kita bisa dengan mudah berubah. Kekuasaan memang menjadi penguji karakter kita yang sesungguhnya. Karena itu penting bagi kita untuk selalu memiliki kesadaran bahwa kekuasaan hanyalah titipan dan kepercayaan yang berasal dari Tuhan. Kekuasaan diberikan untuk membahagiakan orang lain, bukan diri sendiri. Di sinilah kerendahan hati kita akan tetap terpelihara dengan baik.

—SYS/www.renunganharian.net


KESENGSARAAN MEMBENTUK KARAKTER, KEKUASAAN MENGUJI KARAKTER


April 16, 2019, 07:39:44 AM
Reply #2099
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22917
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/2019/116-april.html

 AKAL SEHAT YANG TERKIKIS
1
2
3
4
5
Rating 4.55 (11 Votes)

    Diterbitkan hari Selasa, 16 April 2019 00:00
    Ditulis oleh Roni Tan   
    Dibaca: 2540 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: Matius 27:11-26

Tetapi oleh hasutan imam-imam kepala dan tua-tua, orang banyak bertekad untuk meminta supaya Barabas dibebaskan dan Yesus dihukum mati. (Matius 27:20)


Bacaan Alkitab Setahun:
2 Samuel 15-16



Siapakah manusia yang paling berbahaya di dunia ini? Manusia yang telah kehilangan akal sehatnya. Meski apa yang dilakukannya merugikan, merebut kebahagiaan orang lain, tapi ia tidak peduli.

Firman Tuhan hari ini berbicara tentang kedahsyatan tatkala akal sehat manusia terkikis makin tipis. Para pemimpin agama telah mengijinkan amarah dan kebencian membelenggu diri mereka terhadap Yesus. Bahkan mereka juga memprovokasi banyak orang untuk mengikis akal sehatnya. Mereka tidak lagi mau menilai yang benar dan salah, mereka tidak lagi peduli dengan otoritas wali negeri. Ini situasi yang begitu menakutkan karena nafsu mereka jelas yaitu kematian Yesus. Pontius Pilatus pun pada akhirnya juga ikut terkikis akal sehatnya karena desakan massa untuk memutuskan yang salah. Karena terkikisnya akal sehat, manusia menjadi begitu menakutkan dalam tuntutan, kemauan dan tindakannya.

Akal sehat diberikan Tuhan agar manusia bisa menjalani hidup dengan baik, mengetahui benar dan salah, dan juga menjaga kestabilan relasi di dalam dunia. Tapi sering kali ada faktor yang menyebabkan akal sehat manusia mulai terkikis. Di antaranya: sakit, kesulitan ekonomi, tekanan dan pengaruh massa yang berkumpul. Tatkala kita ditarik Tuhan dari setiap situasi, kembali memikirkan apa yang telah kita lakukan, dan mengevaluasi benar dan salah secara objektif, maka hati dan pikiran kita bisa kembali di perbaharui oleh Tuhan. Akal sehat sangat mungkin untuk terkikis tapi kita bisa menolaknya.

—RT/www.renunganharian.net


SERANGAN TERHADAP AKAL SEHAT TAK BISA DICEGAH. DIBENTENGI
DENGAN KEKUATAN TUHAN AKAL SEHAT KITA TETAP BERKENAN PADA-NYA


 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)