Author Topic: Renungan Harian®  (Read 110884 times)

0 Members and 3 Guests are viewing this topic.

May 17, 2019, 05:54:29 AM
Reply #2130
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22907
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/2019/117-mei.html

 REMAH-REMAH
1
2
3
4
5
Rating 4.75 (12 Votes)

    Diterbitkan hari Jum'at, 17 Mei 2019 00:00
    Ditulis oleh Pipi Agus Dhali   
    Dibaca: 1264 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: Matius 15:21-28

Kata perempuan itu: “Benar Tuhan, namun anjing itu makan remah-remah yang jatuh dari meja tuannya.” (Matius 15:27)


Bacaan Alkitab Setahun:
1 Tawarikh 17-20



Jatah ialah suatu batasan, entah maksimal atau minimal. Misal, ada batasan maksimal untuk restoran berkapasitas 102 orang. Ada batasan minimal untuk jumlah kredit yang harus diambil oleh mahasiswa dalam 1 semester. Ada jatah maksimal dan minimal untuk uang saku anak setiap bulan demi mengajarinya bagaimana mengelola keuangan sedini mungkin. Semua terpulang pada situasinya. Apakah jatah boleh dilanggar? Rupanya situasi turut berbicara pula.

Karya penyelamatan Allah dalam sejarah dikerjakan-Nya secara bertahap. Semasa kehidupan Yesus di bumi, tahapnya baru sampai di pemberitaan kabar baik kepada bangsa Yahudi (ay. 24). Itu jatah mereka. Akan tiba saatnya, bangsa-bangsa lain menjadi targetnya. Namun, di sini kita membaca, jatah itu terlampaui. Mengapa? Situasinya berbicara. Seorang perempuan non-Yahudi punya iman yang mencengangkan (ay. 28). Ia tahu jatah makanan tersedia untuk kaum Yahudi. Dikesampingkannya gengsinya. Ia hanya berharap saat itu bolehlah ia tertimpa remah-remahnya (ay. 27). Alhasil, selain menimpanya, remah-remah anugerah itu juga memberkati kaum sebangsanya (Mat. 15:29-31; Mrk. 7:31-37).

Iman besar bertentangan dengan gengsi besar. Di mata Tuhan, iman besar ialah ketika seseorang menyadari dan mengakui kekerdilan serta ketidaklayakannya seraya memercayai kebesaran dan kemurahan hati Tuhan. Terlalu sering protes dan mengeluh, itu pertanda orang merasa berhak atas jatahnya. Senantiasa bersyukur dan berharap pada Tuhan, itu pertanda kita beriman dan paham artinya anugerah Allah.

—PAD/www.renunganharian.net


KETIKA PINTU JATAH SUDAH JEBOL,
YANG JATUH MENIMPA IALAH LUAPAN ANUGERAH


May 18, 2019, 05:59:48 AM
Reply #2131
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22907
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/2019/117-mei.html

 MASIH MURAH HATI
1
2
3
4
5
Rating 4.17 (6 Votes)

    Diterbitkan hari Sabtu, 18 Mei 2019 00:00
    Ditulis oleh Go Hok Jin   
    Dibaca: 784 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: Lukas 6:27-36

“Tetapi kamu, kasihilah musuhmu dan berbuatlah baik kepada mereka dan pinjamkan tanpa mengharapkan balasan, maka upahmu akan besar dan kamu akan menjadi anak-anak Allah Yang Mahatinggi, sebab Ia baik terhadap orang-orang yang tidak tahu berterima kasih dan terhadap orang-orang jahat.” (Lukas 6:35)


Bacaan Alkitab Setahun:
1 Tawarikh 21-23



Lama tak bertemu, saya berkesempatan bertemu Kak James, pembimbing rohani saya sewaktu kuliah. Sembari berjalan-jalan di pusat perbelanjaan, ketika kami berhenti di sebuah kios, Kak James tiba-tiba berkata: “Kamu ambil satu yang cocok, nanti saya yang bayar.” Saya pun segera memilih baju yang saya ingini, tetapi sayang tidak ada ukuran yang sesuai. Sekalipun tak jadi mendapat pakaian, saya bersyukur mendapati kemurahan hati Kak James masih terjaga, seperti yang dahulu saya kenal.

Bisakah kemurahan hati seseorang memudar? Bisa sekali! Namun sebaliknya, karakter murah hati dalam diri seseorang juga bisa bertahan dalam waktu lama. Mengapa? Karena Allah sendiri meneladankan hal ini. Ya, murah hati merupakan salah satu karakter yang terlihat dalam diri Bapa Surgawi. Konsistensi Bapa Surgawi untuk bermurah hati kepada manusia masih terlihat sampai hari ini. Allah masih menunjukkan kebaikan kepada manusia yang tak tahu berterima kasih, bahkan orang-orang jahat masih diizinkan menikmati “fasilitas kehidupan” sama seperti yang dinikmati oleh orang-orang baik.

Tentu saja, kebaikan dan kemurahan hati Allah tak lantas membuat kita berpikir untuk menjadi orang yang menyebalkan hati Allah. Karena akan ada waktunya orang-orang yang menolak Dia dan terus-menerus berbuat dosa, akan menerima hukuman atas perbuatan mereka. Namun, kemurahan hati Allah hendaknya mengingatkan kita untuk dapat menjaga kemurahan hati agar jangan sampai memudar dari kehidupan kita.

—GHJ/www.renunganharian.net


KARAKTER MURAH HATI MAMPU TERJAGA
SELAMA KITA MENGALAMI KEMURAHAN HATI ALLAH





May 19, 2019, 02:23:23 PM
Reply #2132
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22907
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/2019/117-mei.html

 MUNAFIK
1
2
3
4
5
Rating 4.00 (28 Votes)

    Diterbitkan hari Minggu, 19 Mei 2019 00:00
    Ditulis oleh Jap Sutedja   
    Dibaca: 1935 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: 2 Raja-raja 10:18-36

Tetapi Yehu tidak tetap hidup menurut hukum TUHAN, Allah Israel, dengan segenap hatinya; ia tidak menjauh dari dosa-dosa Yerobeam yang mengakibatkan orang Israel berdosa pula. (2 Raja-raja 10:31)


Bacaan Alkitab Setahun:
1 Tawarikh 24-26



Yehu membantai habis keluarga Ahab (2Raj. 10:1-17). Yehu juga bekerja giat bagi Tuhan. Tidak saja meruntuhkan tugu berhala dan meruntuhkan rumah Baal (ay. 26, 27), ia juga membunuh semua penyembah Baal (ay. 25). Hal itu dipandang baik oleh Tuhan, dan Yehu telah melakukan apa yang benar di mata Allah (ay. 30). Sayangnya, Yehu tidak menjauh dari dosa-dosa Yerobeam bin Nebat, yakni dosa penyembahan anak-anak lembu emas (ay. 29). Yehu tidak hidup menurut hukum Tuhan dengan segenap hatinya (ay. 31).

Mungkin kita bisa seperti Yehu, giat bekerja melayani Tuhan, berusaha menggenapi Firman Tuhan, kita menentang ketidakbenaran, dan berseru menyampaikan Injil Tuhan. Namun siapa tahu kita menjadi munafik seperti Yehu, karena kita tidak menjauhkan diri dari dosa-dosa. Perbuatan kita masih melekat dengan dosa. Seperti Yehu, kita tidak menaati Firman Tuhan dengan segenap hati.

Menurut Tuhan Yesus, orang munafik itu seperti firman Allah yang disampaikan oleh nabi Yesaya, “Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku” (Yes. 29:13). Orang munafik bukan orang dengan kepercayaan lain, tetapi orang yang sama-sama percaya kepada Tuhan. Keberadaan orang munafik bukan di luar gereja, tetapi di dalam gereja. Mereka mungkin menjadi pengurus atau majelis gereja, aktivis gereja, atau bahkan hamba-hamba Tuhan. Mereka yang bergiat dalam nama Tuhan, mereka yang sekuat tenaga melayani Tuhan, bisa munafik karena tidak sepenuh hati menaati Firman Tuhan, dan sesungguhnya tidak mengasihi Tuhan. Waspadalah!

—JAP/www.renunganharian.net


ORANG MUNAFIK ADALAH ORANG YANG GIAT MELAYANI TUHAN,
TETAPI SESUNGGUHNYA HATI MEREKA JAUH DARI TUHAN




May 20, 2019, 07:07:30 AM
Reply #2133
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22907
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/2019/117-mei.html

 BUANG SEGERA
1
2
3
4
5
Rating 4.47 (15 Votes)

    Diterbitkan hari Senin, 20 Mei 2019 00:00
    Ditulis oleh Hosea Sitepu   
    Dibaca: 2232 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: Efesus 4:30-32

Segala kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian dan fitnah hendaklah dibuang dari antara kamu, demikian pula segala kejahatan. (Efesus 4:31)


Bacaan Alkitab Setahun:
1 Tawarikh 27-29



Suatu hari seorang ibu rumah tangga membersihkan sejumlah udang untuk dimasak. Setelah dia membersihkannya, dia pun membuang sampah udang tersebut ke dalam keranjang sampah di bagian dapur rumah. Setelah tiba waktu untuk tidur malam, suami ibu ini dengan perasaan khawatir berseru: “Bau bocor gas, bau bocor gas!” Setelah diperiksa semua peralatan gas elpijinya, ternyata tidak ada yang bocor. Baru kemudian ibu itu menyadari bahwa sampah udang belum dibuang dari keranjang sampah dapur rumah. Bau sampah ini sama dengan bau gas elpiji yang bocor.

Demikian juga dengan sampah kerohanian kita kalau kita tidak segera membuangnya. Banyak sampah kerohanian yang harus kita buang dengan segera, seperti: kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian, fitnah dan segala kejahatan. Apabila kita tidak segera membuang semuanya itu maka akan dapat merusak kerohanian kita. Menjadi bau yang menimbulkan perasaan khawatir dan salah sangka seperti ibu rumah tangga tadi dengan suaminya.

Namun apabila sampah kerohanian kita sudah dibuang kemudian kita ramah seorang dengan yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni (ay. 32), maka kehidupan kerohanian kita akan berbau harum menyegarkan dan menyenangkan ROH KUDUS Allah.

—HST/www.renunganharian.net


BILA SAMPAH KEROHANIAN KITA SUDAH DIBUANG
MAKA KEHIDUPAN KEROHANIAN KITA BERBAU HARUM


May 21, 2019, 05:41:11 AM
Reply #2134
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22907
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/2019/117-mei.html

 REM BLONG
1
2
3
4
5
Rating 4.56 (9 Votes)

    Diterbitkan hari Selasa, 21 Mei 2019 00:00
    Ditulis oleh Richard Tri Gunadi   
    Dibaca: 1112 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: 2 Samuel 12:1-25

Lalu berkatalah Daud kepada Natan: “Aku sudah berdosa kepada TUHAN.” Dan Natan berkata kepada Daud: “TUHAN telah menjauhkan dosamu itu: engkau tidak akan mati.” (2 Samuel 12:13)


Bacaan Alkitab Setahun:
2 Tawarikh 1-3



Tertunduk lesu. Itulah yang terjadi pada Toto melihat istrinya tergeletak di ranjang rumah sakit dengan kondisi luka-luka. Toto menyesal karena tidak segera menyervis sepeda motornya ke bengkel, padahal berulangkali istrinya mengeluhkan kondisi rem yang bermasalah. Siang itu istrinya ngebut sebab terburu-buru menjemput anaknya, lalu menabrak kendaraan lain karena remnya blong. Istri masuk rumah sakit, motor rusak, dan harus ganti rugi pemilik kendaraan yang ditabrak istrinya.

Penyesalan pasti selalu datang terlambat, karena kita merasakan berbagai kesusahan yang terjadi. “Seandainya saja aku,” itulah yang terucap. Penyesalan Daud rasakan saat Nabi Natan mengatakan Tuhan sangat dinista dan dihina karena segala perbuatan Daud (ay. 9-14). Nabi Natan mengatakan berbagai akibat yang harus Daud tanggung karena perbuatan dosanya. Daud sadar segala konsekuensi dosanya begitu berat, tetapi Daud mau menerimanya. Daud menyikapi penyesalan dengan bertobat. Setelah anaknya mati, Daud bangun dari lantai, mandi, berganti pakaian, lalu masuk ke rumah Tuhan untuk menyembah-Nya. Daud tidak larut dalam kesedihan, dia menguatkan istrinya dan Tuhan menganugerahinya anak yaitu Salomo.

Kalau saat ini kita menyesal karena tidak melakukan sesuatu yang benar, sehingga sekarang harus menanggung berbagai kerugian, jangan terus menyalahkan diri sendiri. Jadikan ini pelajaran berharga dan bangkit kembali. Mintalah kekuatan dari Tuhan agar kita mampu menjalani saat ini dengan melakukan berbagai hal yang berguna dan membangun.

—RTG/www.renunganharian.net


SETELAH MENYESAL, TENANGKAN DIRI, MINTA KEKUATAN DARI TUHAN
DAN BANGKIT UNTUK MENGHADAPI HARI INI



May 22, 2019, 05:50:22 AM
Reply #2135
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22907
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/2019/117-mei.html

 PERKATAAN ANAK KECIL
1
2
3
4
5
Rating 4.60 (5 Votes)

    Diterbitkan hari Rabu, 22 Mei 2019 00:00
    Ditulis oleh Endang B. Lestari   
    Dibaca: 1139 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: 1 Samuel 3:1-18

Lalu Samuel memberitahukan semuanya itu kepadanya dengan tidak menyembunyikan sesuatu pun. Kemudian Eli berkata: “Dia TUHAN, biarlah diperbuat-Nya apa yang dipandang- Nya baik.” (1 Samuel 3:18)


Bacaan Alkitab Setahun:
2 Tawarikh 4-6



Suatu kali seorang anak kecil melihat seorang pria muda melempar bungkus permen secara sembarangan. Anak kecil itu pun menyeletuk: “Om, sampahnya Om… Jangan dibuang sembarangan dong! Bikin banjir loh!” Saya tersenyum menyaksikan kejadian itu. Sambil menahan malu pria muda itu memungut kembali bungkus permen yang dilemparnya.

Imam Eli bertanya kepada Samuel perihal yang disampaikan Tuhan kepadanya. Samuel yang berencana menyembunyikan semuanya dari imam Eli tidak dapat menolak permintaan itu. Rencana penghukuman Allah bagi keluarga Eli pun disampaikan dengan jujur oleh Samuel. Menariknya, alih-alih menjadi marah, Eli menerima kabar itu dengan lapang hati. Ia menyadari keberdosaan yang telah diperbuat anak-anaknya serta kedaulatan Allah atas hidupnya. Ia tidak marah menerima berita yang berisi penghukuman, sekalipun disampaikan oleh Samuel—anak didiknya yang secara fisik masih kanak-kanak.

Tuhan memberkati anak-anak sebagaimana Dia memberkati orang dewasa. Tidak menutup kemungkinan Dia memakai anak-anak untuk mengingatkan kita dari perbuatan yang tidak berkenan di hadapan-Nya. Masalahnya, alih-alih menjadi tergugah dan sadar diri, banyak orang dewasa mengedepankan gengsi ketika perkataan seorang anak kecil menyinggungnya, sekalipun tahu sesuatu yang disampaikannya adalah kebenaran. Diperlukan kerendahan hati supaya kita tidak memandang secara subyektif terhadap pribadi yang Tuhan pakai, melainkan mampu memandang kebenaran yang disampaikan untuk membawa kita kepada kehendak-Nya.

—EBL/www.renunganharian.net


DIDIKAN TUHAN AKAN MENDARAT KE DALAM HATI
KETIKA KITA MEMBUANG GENGSI DAN HARGA DIRI



May 23, 2019, 05:46:03 AM
Reply #2136
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22907
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/2019/117-mei.html

 ADA SAJA ALASAN
1
2
3
4
5
Rating 4.50 (8 Votes)

    Diterbitkan hari Kamis, 23 Mei 2019 00:00
    Ditulis oleh Antok Setyo Wibowo   
    Dibaca: 1090 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: Lukas 14:15-24

“Yang lain berkata: Aku telah membeli lima pasang lembu dan harus pergi mencobanya; aku minta maaf.” (Lukas 14:19)


Bacaan Alkitab Setahun:
2 Tawarikh 7-9



Kita terkadang mengabaikan hal yang penting demi sesuatu yang menarik hati. Mahasiswa tidak belajar demi menonton sepak bola atau bermain game online. Suami tidak memberi waktu bagi anak-anak demi menonton pameran mobil atau berkumpul dengan teman sekerja. Selalu ada alasan untuk lebih mengikuti hal-hal yang menarik hati daripada mengerjakan hal-hal yang penting.

Pada sebuah perjamuan makan, seseorang mengatakan kepada Tuhan Yesus bahwa adalah berbahagia orang yang akan dijamu dalam Kerajaan Allah. Siapa yang akan melewatkan undangan penting perjamuan Kerajaan Allah? Tidak akan ada orang yang melewatkan. Tetapi alangkah mengejutkan ketika Tuhan Yesus malah menceritakan tentang orang-orang yang beralasan untuk tidak hadir ketika perjamuan yang diadakan telah siap. Mereka tidak datang ke perjamuan karena sesuatu yang lebih menarik hati dan menyenangkan bagi mereka seperti: mempunyai ladang baru, mempunyai lima pasang lembu baru, atau baru saja menikah. Mereka tidak menghargai pengundang perjamuan. Tuhan Yesus ingin mengatakan bahwa ternyata undangan keselamatan dari Bapa melalui diri-Nya pun banyak diabaikan orang dengan berbagai alasan.

Panggilan keselamatan melalui Tuhan Yesus tidak jarang mendapatkan penolakan. Dunia dengan segala kemegahan dan daya tariknya yang semu sering menjadi alasan untuk menolak-Nya. Apakah kita peduli dengan mereka yang terhilang? Inilah panggilan-Nya bagi kita. Biarlah kita pun tidak menolak atau menunda panggilan-Nya ini dengan berbagai alasan karena kita mengutamakan diri dan kenyamanan dunia.

—ANT/www.renunganharian.net


MARILAH MENEMPATKAN PANGGILAN TUHAN
SEBAGAI YANG PENTING DAN TERUTAMA DALAM HIDUP KITA



May 24, 2019, 05:57:27 AM
Reply #2137
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22907
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/2019/117-mei.html


HASRAT BERTANYA
1
2
3
4
5
Rating 4.67 (9 Votes)

    Diterbitkan hari Jum'at, 24 Mei 2019 00:00
    Ditulis oleh Pipi Agus Dhali   
    Dibaca: 1262 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: Lukas 2:41-52

Ia sedang duduk di tengah-tengah para guru agama, sambil mendengarkan mereka dan mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada mereka. (Lukas 2:46)


Bacaan Alkitab Setahun:
2 Tawarikh 10-13



Saya pernah membaca kalimat yang berbunyi begini, “Tidak ada orang yang benar-benar bodoh kecuali jika ia berhenti bertanya.” Bertanya adalah unsur utama dalam belajar. Malu bertanya sesat di jalan. Kecerdasan terasah oleh kegiatan bertanya yang didorong oleh keingintahuan yang sehat. Tak jarang kita direpotkan oleh anak-anak sehat dan cerdas yang suka bertanya, bukan?

Sama seperti kita, dalam pertumbuhan-Nya sebagai manusia di masa remaja, di benak Yesus membanjir banyak pertanyaan. Banyak hal membuat-Nya terpesona sekaligus membangkitkan beribu tanda tanya. Sampai terjadilah diri-Nya tinggal di Yerusalem ketika kedua orang tuanya sudah dalam perjalanan pulang ke Nazaret (ay. 43). Dia masih asyik berada di tengah diskusi para ulama mengenai Taurat Musa (ay. 46). Namun, Injil Lukas justru hendak menuturkan, begitulah caranya Dia belajar dan bertumbuh. Dengan aktif mengajukan pertanyaan. Hasilnya? Dia bertumbuh secara optimal di setiap aspek diri-Nya (ay. 52).

Sebenarnya tidak hanya pada masa remaja, tetapi kapan saja hidup ini siap menghadirkan beribu tanda tanya di benak kita. Entah karena kesusahan, kebimbangan, kegalauan, kebingungan atau benar-benar ketidaktahuan. Tak perlu takut atau malu untuk bertanya. Tuhan tak marah karena kita bertanya. Beriman tak mengharuskan kita berhenti bertanya. Malahan dengan bertanya kita terus belajar. Dan barang siapa terus belajar, ia sedang bertumbuh.

—PAD/www.renunganharian.net


TUHAN MENGARUNIAI KITA HASRAT UNTUK BERTANYA
SEBAGAI PINTU GERBANG MENUJU HIKMAT AKAN KEBENARAN


May 25, 2019, 06:38:50 AM
Reply #2138
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22907
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/2019/117-mei.html

 KENYAMANAN ANAK-ANAK ALLAH
1
2
3
4
5
Rating 4.50 (10 Votes)

    Diterbitkan hari Sabtu, 25 Mei 2019 00:00
    Ditulis oleh Endang B. Lestari   
    Dibaca: 1365 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: Ulangan 5:7-10

“Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku.” (Ulangan 5:7)


Bacaan Alkitab Setahun:
2 Tawarikh 14-17



Sebagian besar orang menjadikan kenyamanan sebagai tujuan hidup. Dan kenyamanan yang mereka cari adalah kenyamanan dalam arti hidup serba enak. Tubuh sehat, banyak uang, rumah mewah, kerja gampang, mobil keren, keluarga utuh, anak-anak patuh, hidup terhormat, bebas dari segala masalah dan semua keinginan terpenuhi. Demi mendapatkan kenyamanan seperti ini, banyak orang rela berjuang dengan keras.

Ada orang yang menjauh dari Tuhan karena di luar Tuhan harapannya tampak lebih mudah tercapai, ada pula yang menjadi giat beribadah dengan harapan Tuhan mengabulkan keinginannya. Ketekunan beribadah dengan demikian tidak menjamin bahwa seseorang sungguh-sungguh menempatkan Allah sebagai Tuhan. Ketekunan menjalankan ibadah di balik motivasi untuk mendapatkan sesuatu selain perkenan Tuhan atas hidup kita bukanlah ibadah sejati.

Kita mungkin tidak membuat patung tuangan untuk disembah seperti yang dilakukan umat Israel pada masa lalu. Namun menjadi waspada dan senantiasa berjaga-jaga adalah cara terbaik supaya kita terhindar dari dosa menduakan Allah. Gaya hidup di era postmodern seperti sekarang mudah sekali menjerumuskan kita untuk menjadikan uang, teknologi modern, kemewahan sebagai allah-allah lain. Inilah pentingnya mengingat perintah Allah yang pertama. Anak-anak Allah seharusnya merasa nyaman hanya ketika menyatakan kehendak Allah atas hidupnya. Bukan dengan menguasai dunia, melainkan menguasai diri. Bukan merindukan kelimpahan jasmani melainkan merindukan kelimpahan rahmat Tuhan.

—EBL/www.renunganharian.net


KENYAMANAN ANAK-ANAK ALLAH ADALAH KETIKA MEREKA
MENYATAKAN KEHENDAK ALLAH SELAKU BAPA MEREKA



May 26, 2019, 02:31:57 PM
Reply #2139
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22907
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/2019/117-mei.html

 PERSAINGAN TERSEMBUNYI
1
2
3
4
5
Rating 4.27 (11 Votes)

    Diterbitkan hari Minggu, 26 Mei 2019 00:00
    Ditulis oleh Antok Setyo Wibowo   
    Dibaca: 2036 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: Markus 10:35-45

“Siapa saja yang ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu.” (Markus 10:43b)


Bacaan Alkitab Setahun:
2 Tawarikh 18-20



Dalam sebuah pelayanan, tidak ada persaingan ketika pelayan hanya satu orang, tetapi ketika pelayan bertambah ada kemungkinan persaingan antarpelayan akan terasa. Sebuah persaingan untuk mendapat kedudukan dan tempat di hati jemaat. Hal itu terkadang didukung juga dengan sikap jemaat yang menggunakan rasa suka dan rasa dekat kepada pelayan sebagai ukuran. Sehingga akhirnya akan muncul pelayan favorit, atau kelompok-kelompok yang mendukung pelayan tertentu karena kedekatannya.

Murid-murid Tuhan Yesus bertengkar ketika Yakobus dan Yohanes meminta kedudukan dalam kemuliaan kelak, di kanan dan kiri Tuhan Yesus. Pertengkaran di antara dua belas murid juga terjadi ketika mereka mempertanyakan siapa yang terbesar di antara mereka (Mrk. 9:33-37). Ada persaingan di antara mereka untuk kedudukan dan siapa yang terbesar. Tetapi Tuhan Yesus memberikan kejutan bahwa murid-murid harus menjadi hamba dan pelayan bagi semua untuk menjadi yang besar dan terkemuka, tidak seperti yang mereka dan dunia pikirkan. Kedudukan dalam kemuliaan pun adalah hak Bapa di Surga untuk memberikan kepada siapa itu telah disediakan (Mat. 20:23), jadi bukan urusan murid-murid.

Apakah kita pernah tergoda untuk mendapatkan kedudukan dan ketenaran dalam pelayanan? Marilah sebagai anak-anak Tuhan, kita kembali kepada mengerjakan panggilan sebagai hamba yang melayani dengan baik dan setia (Mat. 25:21). Biarlah kita tidak mencari perkenan manusia dan dunia tetapi hanya perkenan Tuhan sebagai Tuan bagi kita.

—ANT/www.renunganharian.net


ADAKAH LAGI PERSAINGAN UNTUK MENJADI BESAR DAN TERKEMUKA,
KETIKA SYARATNYA HARUS MENJADI HAMBA DAN PELAYAN BAGI SEMUANYA?



 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)