Author Topic: Renungan Harian®  (Read 110883 times)

0 Members and 3 Guests are viewing this topic.

June 26, 2019, 05:46:58 AM
Reply #2170
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22907
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/2019/118-juni.html

 KESOMBONGAN BURUNG TUI
1
2
3
4
5
Rating 5.00 (6 Votes)

    Diterbitkan hari Rabu, 26 Jun 2019 00:00
    Ditulis oleh Yuniar Dwi S.   
    Dibaca: 1059 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: Yesaya 2:6-22

Sebab TUHAN semesta alam menetapkan suatu hari untuk menghukum semua yang congkak dan angkuh serta menghukum semua yang meninggikan diri, supaya direndahkan. (Yesaya 2:12)


Bacaan Alkitab Setahun:
Mazmur 1-9



Burung Tui jantan adalah burung yang terkenal dengan kicauan terbaiknya. Burung tui jantan menggunakan otot vokal super cepat untuk mengendalikan perubahan akustik dan membanggakan diri dapat bernyanyi dengan indah di depan lawan jenis. Menariknya, burung tui jantan akan sensitif dan marah jika di sekitarnya ada burung yang berkicau dengan elok. Kazuhara Sasahara dari Nagoya University menambahkan bahwa burung tui jantan akan agresif menantang burung lain berkicau demi mempertahankan teritorinya.

Manusia juga dapat sombong seperti burung tui. Umat Allah yang sombong berlimpah harta dan memiliki banyak kuda, tapi menyembah berhala (ay. 7-8). Sihir dan tenung seperti yang dilakukan bangsa asing juga membuat Allah murka dan ingin membuang umat-Nya (ay. 6). Setiap manusia yang sombong akan direndahkan dan ditundukkan (ay. 11, 17). Kedahsyatan Tuhan dan semarak kemegahan-Nya akan membuat bumi takut (ay. 10, 19, 21). Nubuatan Yesaya ini menandakan bahwa hanya Allah yang mahatinggi dan layak disembah. Manusia dan segala keperkasaan di dunia (pohon, gunung, menara, tembok dan kapal yang paling indah) (ay. 13-16) ini sifatnya fana dan tidak dapat diandalkan (ay. 22).

Apakah harta, prestasi, gaya hidup, atau jabatan tinggi membuat kita sombong dan merasa lebih unggul dari orang lain? Semuanya itu hanya pemberian, bukan dari usaha kita. Jika semua itu lenyap, apakah kita tetap masih dapat memandang kepada Tuhan dan memuliakan Dia?

—YDS/www.renunganharian.net


KESOMBONGAN AKAN MEMBUAT KITA LUPA
BAHWA TUHANLAH SUMBER SEGALA SESUATU



June 27, 2019, 05:22:06 AM
Reply #2171
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22907
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/2019/118-juni.html

 DOA TAK TERJAWAB
1
2
3
4
5
Rating 4.40 (10 Votes)

    Diterbitkan hari Kamis, 27 Jun 2019 00:00
    Ditulis oleh Eddy Nugroho   
    Dibaca: 801 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: Yesaya 59:1-8

Tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu. (Yesaya 59:2)


Bacaan Alkitab Setahun:
Mazmur 10-17



Sebagai orang percaya kita tentunya sering berdoa. Akan tetapi acap kali kita merasa bahwa doa kita seperti tertelan angin. Lenyap seakan tak terjawab. Oleh karena itu wajar kalau kita bertanya, kenapa doa saya seolah sia-sia? Doa yang tidak terjawab di samping menimbulkan tanya, juga bisa melahirkan kekecewaan.

Karena doa mereka tidak mendapat jawaban dari Tuhan, umat Israel mempertanyakannya ke nabi Yesaya. Yesaya menjelaskan bahwa doa mereka tidak terjawab karena tidak ditujukan kepada Allah yang benar. Yesaya juga menerangkan bahwa doa mereka tidak dijawab sebab yang berdoa adalah orang-orang yang munafik. Doa mereka tidak terjawab bukan karena Tuhan tidak sanggup menolong mereka. Bukan juga karena Ia tidak mendengar permohonan mereka. Masalahnya terletak pada dosa-dosa mereka. Kemudian Yesaya memaparkan bukti-bukti keberdosaan umat, yaitu kekerasan yang mengakibatkan pertumpahan darah serta tipu muslihat. Sistem hukum pun diputarbalikkan sehingga menghasilkan ketidakadilan.

Nyata bagi kita bahwa bagi Allah, kesalehan diukur bukan semata-mata dari tindakan-tindakan ibadah kita, melainkan bagaimana sikap kita dalam kebersamaan dengan orang lain. Apakah kita telah bersikap adil terhadap siapa pun tanpa pandang bulu? Apakah kita menggapai keinginan kita tanpa menghalalkan segala cara dan dengan tidak mengabaikan keadilan? Bila kita melakukan hal-hal itu, niscaya tangan Tuhan akan tidak terlalu jauh untuk menyelamatkan dan telinga-Nya akan mendengarkan semua doa-doa kita.

—ENO/www.renunganharian.net


KALAU KITA MENDENGARKAN PERINTAH TUHAN,
NISCAYA TUHAN JUGA MENDENGARKAN DOA KITA



June 28, 2019, 05:10:07 AM
Reply #2172
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22907
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/2019/118-juni.html

 YANG PENTING HATINYA
1
2
3
4
5
Rating 4.20 (5 Votes)

    Diterbitkan hari Jum'at, 28 Jun 2019 00:00
    Ditulis oleh Denny Pranolo   
    Dibaca: 588 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: 1 Samuel 16:1-13

“… manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati.” (1 Samuel 16:7)


Bacaan Alkitab Setahun:
Mazmur 18-22



Ketika kecil saya suka menonton Robin Hood. Kisah pencuri baik hati ini cukup lama memenuhi pikiran saya. Saya sempat berpikir bahwa tidak masalah tindakan yang dilakukan, yang penting motivasinya. Bukankah Robin Hood mencuri dari orang kaya untuk diberikan kepada orang miskin? Tindakannya itu bisa dibenarkan, karena ia melakukannya demi kebaikan. Begitulah pikiran saya dulu.

Namun, apa kata Alkitab? Kitab Suci mengajarkan bahwa hanya Tuhan yang bisa menilai hati. Manusia hanya mampu mengerti apa yang bisa dilihatnya (ay. 16:7b). Walaupun kita mengatakan punya niat hati yang baik, orang tidak akan percaya karena mereka tidak mampu melihat sampai ke kedalaman hati kita. Mereka hanya mengetahui tindakan kita.

Jadi, bagaimana? Alangkah baiknya jika tindakan dan niat hati kita selaras. Niat hati yang baik sepatutnya dilakukan dengan cara yang baik sehingga kita tidak menjadi batu sandungan bagi orang lain. Banyak orang Kristen yang berpegang pada prinsip "yang penting hatinya" menjadi batu sandungan bagi sesama saudara seiman dan juga orang tidak percaya. Walaupun mereka beralasan, "Saya melakukannya dengan hati yang tulus kok," siapa yang akan percaya? Sebaliknya, bukan berarti kita melakukan tindakan kebaikan dengan pura-pura. Bersikap baik, padahal hatinya tidak. Ingatlah akan ada dua hakim yang menilai kita: Tuhan menilai hati kita, sedangkan manusia menilai perbuatan kita.

—DP/www.renunganharian.net


KIRANYA HATI DAN TINDAKAN KITA BERJALAN DENGAN SELARAS



June 29, 2019, 07:29:32 AM
Reply #2173
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22907
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/2019/118-juni.html

 AWAS TERSESAT!
1
2
3
4
5
Rating 4.88 (16 Votes)

    Diterbitkan hari Sabtu, 29 Jun 2019 00:00
    Ditulis oleh Yuniar Dwi S.   
    Dibaca: 1623 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: Kisah Pr. Rasul 16:4-12

Pada malam harinya tampaklah oleh Paulus suatu penglihatan: Ada seorang Makedonia berdiri di situ dan memohon kepadanya, “Menyeberanglah kemari dan tolonglah kami!” (Kisah Pr. Rasul 16:9)


Bacaan Alkitab Setahun:
Mazmur 23-30



Seorang wisatawan asal Yogyakarta, bernasib kurang beruntung. Bersama rombongan, ia tersesat saat mengikuti petunjuk dari aplikasi peta di ponselnya. Mereka diarahkan ke jalanan desa yang sempit dan penuh lumpur. Maksud hati ingin melihat keindahan matahari terbit di Bukit Sikunir, Wonosobo, mobil yang mereka tumpangi malah terjebak lumpur dan macet. Peta online yang seharusnya dapat diandalkan justru menyesatkan.

Dalam perjalanannya memberitakan Injil bersama Silas, Paulus dapat saja tersesat. Ia dapat membelot pergi memberitakan Injil ke Asia dan mengabaikan tuntunan ROH KUDUS (ay. 6). Namun, Paulus tidak demikian. Hubungan yang intim dengan Tuhan membuatnya peka untuk menetapkan langkah mulai dari tanah Frigia, tanah Galatia, bahkan hampir masuk ke daerah Bitinia. Di sini tampak bahwa ROH KUDUS aktif mengambil bagian dalam pergerakan misi Allah (ay. 6-8). Melalui penglihatan pun, Paulus diarahkan ke Makedonia dan menarik kesimpulan bahwa Allah mau mereka memberitakan Injil di sana (ay. 9-10).

Dalam hidup ini, kita cenderung mencoba mencari arah hidup berdasarkan peta, relasi, dan pengalaman sendiri, tanpa melibatkan ROH KUDUS. Kita merasa jalan Tuhan itu abstrak dan susah untuk dilewati. Seberapa pun kita berusaha, kita sering tersesat dari rencana-Nya dan tidak tepat sasaran. Kita perlu belajar taat pada tuntunan-Nya dan tidak mengeraskan hati! Siapa tahu dengan kita bersikap taat, kita jadi teladan dalam memenangkan banyak orang bagi Tuhan.

—YDS/www.renunganharian.net


HENDAKLAH HIDUP KITA SELALU BERBICARA
SOAL RENCANA-NYA, BUKAN RENCANA KITA


June 30, 2019, 05:02:27 AM
Reply #2174
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22907
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/2019/118-juni.html

 MEWASPADAI KETAMAKAN
1
2
3
4
5
Rating 0 (0 Votes)

    Diterbitkan hari Minggu, 30 Jun 2019 00:00
    Ditulis oleh Go Hok Jin   
    Dibaca: 443 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: Lukas 12:13-21

Kata-Nya lagi kepada mereka, “Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan, sebab walaupun seorang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya tidaklah tergantung pada kekayaannya itu.” (Lukas 12:15)


Bacaan Alkitab Setahun:
Mazmur 31-35



Seorang wanita paruh baya tampak lesu. Guratan kesedihan terlihat jelas di wajahnya akibat penipuan yang baru saja dialaminya. Entah mengapa, ia bisa begitu mudahnya percaya pada tawaran sekelompok orang yang ingin membeli rukonya dengan harga dua kali lipat. Ia pun tak ragu menyerahkan uang sebesar tujuh ratus lima puluh juta rupiah untuk dipinjam oleh kawanan tersebut. Namun, harapannya langsung sirna begitu ia menyadari bahwa ia baru saja ditipu. Ya, dorongan ketamakan memperoleh uang banyak dalam waktu singkat membuat wanita paruh baya itu terlena. Kini, ia pun hanya bisa menyesali kebodohannya.

Ketamakan termasuk godaan yang sudah berusia cukup tua dalam kehidupan manusia. Lewat daya pikatnya yang luar biasa, ibarat bensin yang dituangkan ke dalam kobaran api, ketamakan begitu menggoda hati manusia yang tidak mudah puas. Begitu banyak orang telah terkena jeratan ketamakan, mulai dari orang Kristen awam, para aktivis pelayanan, tak terkecuali para hamba Tuhan. Itulah sebabnya, Yesus dengan tegas berpesan kepada para murid-Nya agar berjaga-jaga dan mewaspadai ketamakan. Peringatan yang sebaiknya tidak diabaikan oleh setiap orang percaya mengingat begitu kuatnya godaan ketamakan.

Ketamakan hanya bisa diatasi dengan ucapan syukur dan membiasakan diri untuk mencukupkan diri dengan apa yang ada. Selain itu, kita juga perlu berhati-hati agar tidak mudah tergiur dengan tawaran keuntungan besar, instan, dan tidak logis. Jika tidak berhati-hati, bukannya keuntungan yang diperoleh, melainkan kerugian dan penyesalan.

—GHJ/www.renunganharian.net


JERAT KETAMAKAN HANYA DAPAT DIKALAHKAN
OLEH HATI YANG BERSYUKUR ATAS SEGALA BERKAT-NYA




July 01, 2019, 05:44:35 AM
Reply #2175
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22907
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/2019/119-juli.html

 TATO SANG YAKUZA
1
2
3
4
5
Rating 4.11 (9 Votes)

    Diterbitkan hari Senin, 01 Juli 2019 00:00
    Ditulis oleh Hembang Tambun   
    Dibaca: 903 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: Mazmur 32:1-11

Dosaku kuberitahukan kepada-Mu dan kesalahanku tidaklah kusembunyikan; aku berkata: "Aku akan mengaku kepada TUHAN pelanggaran-pelanggaranku," dan Engkau mengampuni kesalahan karena dosaku. (Mazmur 32:5)


Bacaan Alkitab Setahun:
Mazmur 36-39



Shigeharu Shirai (72 tahun), seorang Jepang, berusaha menjalani hidup yang biasa di Thailand. Ia bahkan menikah dengan perempuan setempat. Kemudian pada awal Januari 2018, seseorang memotret tato yang menghiasi tubuhnya seperti baju, mengunggahnya ke media sosial, lalu menjadi viral. Melalui foto tato viral itu, penyamarannya terungkap. Ternyata ia adalah seorang bos Yakuza (mafia Jepang), yang telah buron selama 14 tahun karena terlibat tindakan kriminal. Kemudian ia pun ditangkap kepolisian Thailand dan dipulangkan ke Jepang untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Setelah berzinah dengan Batsyeba, ada saatnya ketika Daud berusaha menutupi dosanya. Ia meminta Uria kembali dari medan perang untuk tinggal bersama istrinya sehingga kehamilan Batsyeba akan terkesan wajar. Ketika Uria tidak menjalani skenario Daud, ia pun dibunuh dengan siasat yang keji. Lalu, nabi Natan datang dan memperingatkannya. Akhirnya, Daud mengakui kesalahannya (2Sam. 12:13).

Sekalipun untuk beberapa saat Daud sepertinya berhasil menutupi dosanya, ia mengungkapkan bahwa saat itu ia sangat menderita, termasuk secara fisik (ay. 3-4). Setelah mengakui dosanya, ia mendapatkan pengampunan, walau tentu saja masih harus menanggung akibatnya. Namun, ia sudah berbahagia (ay. 1, 2).

Sepandai-pandainya orang menyimpan bangkai, baunya pasti tercium juga, kata sebuah pepatah. Karenanya, jika kita sadar telah berbuat dosa atau kesalahan, hal terbaik untuk dilakukan adalah mengaku salah dan bertobat.

—HT/www.renunganharian.net


TEMPAT PERSEMBUNYIAN TERBAIK DARI DOSA ADALAH
DENGAN MENYINGKAPKANNYA DI HADAPAN ALLAH DAN BERTOBAT




July 03, 2019, 06:30:02 AM
Reply #2176
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22907
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/2019/119-juli.html

 COMO NO TE VOY A QUERER?
1
2
3
4
5
Rating 3.83 (12 Votes)

    Diterbitkan hari Rabu, 03 Juli 2019 00:00
    Ditulis oleh Eddy Nugroho   
    Dibaca: 1502 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: Yohanes 12:1-8

Lalu Maria mengambil setengah liter minyak narwastu murni yang mahal sekali, lalu meminyaki kaki Yesus dan menyekanya dengan rambutnya; dan bau semerbak minyak itu memenuhi seluruh rumah itu. (Yohanes 12:3)


Bacaan Alkitab Setahun:
Mazmur 46-51



Como no te voy a querer? Bagaimana mungkin kami tak mencintaimu? Itulah nyanyian penggemar Real Madrid, salah satu klub sepakbola Spanyol, saat Zinedine Zidane (pelatih) dan anak-anak asuhnya menjadi juara Liga Spanyol musim 2016/2017. Inilah nyanyian cinta para penggemar Real Madrid untuk idola mereka. Beberapa minggu kemudian Real Madrid melibas Juventus 4-1 di final Liga Champions 2017, kejuaraan antarklub Eropa. Piala ini tentunya dipersembahkan untuk penggemar mereka. Penggemar pun semakin cinta. Pertanyaan bagi kita adalah: Kepada siapakah nyanyian cinta kita lantunkan?

Seperti kisah kita menggambarkan begitu cintanya Maria saudara Lazarus kepada Yesus. Maria merasa berhutang nyawa kepada Yesus yang telah membangkitkan saudaranya dari kematian. Penghormatan Maria tidak berlebihan untuk sebuah cinta. Walau menurut Yudas Iskariot itu pemborosan. Segala sesuatu diukur dengan uang oleh Yudas. Padahal tidak semua hal bisa dikalkulasikan dengan uang. Memang minyak itu cukup mahal. Menurut taksiran Yudas harganya 300 dinar, 300 kali upah harian, jadi setara dengan Rp30 juta.

Cinta tidak mengenal kalkulasi. Memang kalau sudah telanjur cinta, apa pun akan dilakukan untuk yang dicinta. Sebagai orang yang telah dibebaskan dari hukuman mati oleh Yesus dengan berkorban nyawa, apakah tidak ada rasa cinta sedikit pun kepada Yesus? Tuhan Yesus pernah bersabda, kalau engkau mencintai-Ku, cintailah sesamamu. Itulah lagu yang seharusnya kita lantunkan, mencintai sesama. Ya Yesus, karena kasih-Mu, bagaimana mungkin kami tidak mencintai-Mu?

—ENO/www.renunganharian.net


“TIDAK ADA KASIH YANG LEBIH BESAR DARIPADA INI, YAKNI SESEORANG
MEMBERIKAN NYAWANYA DEMI SAHABAT-SAHABATNYA.”—Yohanes 15:13



July 04, 2019, 05:58:30 AM
Reply #2177
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22907
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/2019/119-juli.html

 HEMATOHIDROSIS
1
2
3
4
5
Rating 5.00 (8 Votes)

    Diterbitkan hari Kamis, 04 Juli 2019 00:00
    Ditulis oleh Yuniar Dwi S.   
    Dibaca: 1106 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: Lukas 22:39-46

Ia sangat susah dan makin bersungguh-sungguh berdoa. Peluh-Nya menjadi seperti titik-titik darah yang bertetesan ke tanah. (Lukas 22:44)


Bacaan Alkitab Setahun:
Mazmur 52-59



Seorang perempuan 21 tahun asal Italia mengalami hematohidrosis. Keringat berupa darah segar keluar dari tubuhnya. Ia mengalami hematohidrosis ini selama tiga tahun tanpa ada luka atau pemicu lain. Pada awal abad ketiga sebelum Masehi, Aristoteles pernah menulis kisah orang-orang yang mengeluarkan keringat darah. Kata beberapa peneliti, keluarnya keringat berupa darah segar ini mungkin ada kaitannya dengan tekanan emosional yang dialami orang tersebut.

Di Taman Getsemani Yesus bergumul sangat berat menghadapi cawan murka Allah demi menanggung hukuman dosa manusia. Seperti biasa, Dia mengasingkan diri, berlutut, berdoa, dan berkomunikasi dengan Allah Bapa (ay. 39-41). Dalam kemanusiaan-Nya, rasanya Dia tidak kuat menanggung panggilan sebagai korban agung. Dia takut, makin bersungguh-sungguh berdoa, peluh-Nya bagai titik-titik darah yang menetes ke tanah (ay. 42-44). Batin Yesus sungguh tertekan secara emosional, dan di Getsemani itulah kehendak Yesus dan kehendak Bapa dipertemukan melalui doa. Allah tidak tinggal diam. Dalam penampakan-Nya melalui malaikat, Dia memberikan kekuatan pada Yesus yang saat itu sedang bergumul (ay. 43).

Seperti Yesus, mungkin dalam hidup ini kita bergumul menghadapi hal yang sulit. Kita takut lalu berdoa, berpuasa, dan mencari kehendak Tuhan. Allah senang jika kita terus melibatkan Dia dalam doa. Percayalah, Dia akan menguatkan kita seperti Dia menguatkan Yesus untuk melakukan kehendak-Nya yang terkadang sulit dijalani.

—YDS/www.renunganharian.net


JIKA MULAI TAKUT DENGAN HIDUP YANG MENCEKAM, BERDOALAH!


July 05, 2019, 07:46:10 AM
Reply #2178
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22907
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/2019/119-juli.html

 MERASA KURANG BERUNTUNG?
1
2
3
4
5
Rating 4.57 (14 Votes)

    Diterbitkan hari Jum'at, 05 Juli 2019 00:00
    Ditulis oleh Samuel Yudi Susanto   
    Dibaca: 2500 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: Bilangan 27:1-11

"Perkataan anak-anak perempuan Zelafehad itu benar; memang engkau harus memberikan tanah milik pusaka kepadanya di tengah-tengah saudara-saudara ayahnya; engkau harus memindahkan kepadanya hak atas milik pusaka ayahnya.” (Bilangan 27:7)


Bacaan Alkitab Setahun:
Mazmur 60-66



Ketika menghadapi sebuah masalah besar, berapa kali kita kerap berpikir bahwa masalah itu tidak akan pernah ada jalan keluarnya? Kita merasa sedang berdiri di tepi laut Teberau dan berbagai masalah sedang mengepung diri kita. Berdiri dalam situasi seperti itu membuat kita merasa tidak ada lagi harapan untuk bisa keluar dari masalah itu.

Zelafehad dan keturunannya tidak mendapatkan bagian atas warisan tanah karena tidak ada lagi keturunan laki-laki di tengah keluarga mereka. Sesungguhnya tidak ada hak bagi anak-anak Zelafehad untuk menuntut dan hak warisannya akan jatuh ke tangan orang lain. Tapi anak-anak Zelafehad tidak menyerah, mereka percaya bahwa Allah akan memperhatikan haknya. Dengan keberanian luar biasa, mereka mempertanyakan hak warisannya langsung kepada Musa. Ternyata Allah membenarkan tuntutan anak-anak Zelafehad itu. Bahkan Allah memberi perintah yang berlaku turun-temurun, yaitu bahwa jika sebuah keluarga tidak memiliki anak laki-laki, hak waris akan diberikan kepada anak perempuan (ay. 6-8).

Pembenaran yang dinyatakan Allah kepada keturunan Zelafehad menunjukkan bahwa Allah memang peduli terhadap mereka yang kurang beruntung. Mungkin kita merasa tidak beruntung karena kita tidak mampu lagi melihat adanya jalan keluar atas masalah yang kita alami. Mari mengingat bahwa tidak ada yang tidak mungkin bagi Allah. Ia selalu peduli kepada orang-orang yang tidak beruntung seperti kita. Tangan-Nya terbuka untuk mendengar setiap keluhan kita dan Ia memberikan jalan keluar kepada mereka yang mencari pertolongan kepada-Nya.

—SYS/www.renunganharian.net


DI SAAT KITA MELIHAT SEMUA PINTU TERTUTUP,
ALLAH SANGGUP MEMBUAT PINTU YANG BARU UNTUK KITA


July 06, 2019, 05:14:20 AM
Reply #2179
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22907
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/2019/119-juli.html

 PELUANG EMAS
1
2
3
4
5
Rating 5.00 (3 Votes)

    Diterbitkan hari Sabtu, 06 Juli 2019 00:00
    Ditulis oleh May Lan   
    Dibaca: 485 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: Matius 25:31-46

“… ketika Aku di dalam penjara, kamu mengunjungi Aku.” (Matius 25:36)


Bacaan Alkitab Setahun:
Mazmur 67-71



Fyodor Dostoyevsky menjalani empat tahun kerja paksa di kamp penjara Omsk, Siberia, setelah vonis hukuman mati atas dirinya dibatalkan. Di kamp itu, ia justru mengalami perjumpaan dengan Kristus berkat interaksinya dengan orang-orang percaya di sana. Melalui surat kepada A.F. Blagonravov, Dostoyevsky menyampaikan hasrat hatinya untuk mengasihi apa yang mereka kasihi dan memercayai apa yang mereka percayai.

Hasrat hati Dostoyevsky kadang kala mewakili kerinduan, yang tak terungkapkan lewat kata-kata, dari banyak narapidana yang menjadi penghuni Lembaga Pemasyarakatan (LP). Kerinduan inilah yang ditangkap oleh Yesus. Dia memandang penting keberadaan para pengikut-Nya untuk membawa orang-orang ini supaya dapat merasakan kasih dan kehidupan sejati, yang hanya ada dalam diri-Nya.

Pelayanan di LP dapat dianggap sebagai peluang emas. Kunjungan ke sana (ay. 36) akan mendatangkan berkat ganda, baik bagi orang lain maupun diri sendiri, seperti yang pernah disampaikan oleh Yesus kepada para murid-Nya. Selain dapat membawa orang untuk lebih mengenal Yesus, pelayanan ini pun menjadikan Kerajaan Surga sebagai bagian dari hidup para pembawa Kabar Baik (ay. 34).

Membawa orang-orang yang berada di bui mengenal Kristus secara lebih mendalam adalah kesempatan berharga. Ia berpeluang membawa mereka untuk memiliki keyakinan seperti Dostoyevsky: tidak ada yang lebih indah, lebih agung, lebih simpatik, lebih bijaksana, atau lebih sempurna dari Kristus.

—EML/www.renunganharian.net


PELUANG EMAS KADANG KALA BERBICARA TENTANG KESEMPATAN
UNTUK MEMBAWA SESEORANG PADA KRISTUS



 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)