Author Topic: Renungan Harian®  (Read 110897 times)

0 Members and 3 Guests are viewing this topic.

July 07, 2019, 04:20:00 PM
Reply #2180
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22917
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/2019/119-juli.html

 DEKLARASIKAN KEBAIKAN HATIMU!
1
2
3
4
5
Rating 4.50 (16 Votes)

    Diterbitkan hari Minggu, 07 Juli 2019 00:00
    Ditulis oleh Yuniar Dwi S.   
    Dibaca: 2058 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: Filipi 4:2-9

Hendaklah kebaikan hatimu diketahui semua orang. Tuhan sudah dekat! (Filipi 4:5)


Bacaan Alkitab Setahun:
Mazmur 72-77



Liam Hannon, bocah 10 tahun asal Amerika Serikat, sangat baik hatinya. Setiap minggu ia memberikan makan siang gratis kepada para tunawisma. Tidak sendirian, sang ayah, Scott Hannon, dengan menarik gerobak kecil berisi makanan dan minuman, setia menemani Liam melakukan proyek keluarga yang dinamakan “Liam’s Lunches of Love” ini. Makan siang untuk tunawisma ini kadang berupa roti diolesi selai kacang dan jeli. Mereka berencana akan merekrut banyak sukarelawan untuk membantu dan mengembangkan proyek ini.

Dalam nasihatnya kepada jemaat di Filipi, Paulus berpesan agar mereka tetap sehati sepikir (ay. 2), saling menolong (ay. 3), bersukacita (ay. 4), dan mendeklarasikan kebaikan hati (ay. 5). Mendeklarasikan kebaikan hati pastilah akan mengurbankan banyak hal: tenaga, waktu, uang, dan perasaan untuk orang lain. Tidak mudah untuk berbuat baik! Seakan-akan memang tampak rugi, tapi Paulus menjelaskan lagi bahwa kita tak perlu khawatir (ay. 6). Ia menasihati mereka agar mau berdoa sambil terus mengucap syukur menyatakan keinginannya pada Allah. Kebaikan haruslah disertai sukacita, hati dan pikiran penuh damai sejahtera-Nya (ay. 7), dan pikiran positif (ay. 8-9).

Setiap orang percaya yang terus mengalami kebaikan Tuhan pastilah tidak akan tahan jika tidak berbagi kepada sesama. Kebaikan apa yang akan kita berikan untuk orang lain? Saat menunjukkan kebaikan hati hendaknya kita tetap sukacita, penuh damai sejahtera dan pikiran positif sehingga kebaikan itu tidak sekadar pencitraan.

—YDS/www.renunganharian.net


KEBAIKAN TULUS ITU LAHIR DARI HATI
YANG MEMILIKI MOTIVASI YANG MURNI



July 08, 2019, 06:35:38 AM
Reply #2181
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22917
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/2019/119-juli.html

 ENGGAK NYAMBUNG
1
2
3
4
5
Rating 4.11 (9 Votes)

    Diterbitkan hari Senin, 08 Juli 2019 00:00
    Ditulis oleh Eko Elliarso   
    Dibaca: 1590 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: Amos 5:21-24

“Aku membenci, Aku menghinakan perayaanmu dan Aku tidak senang kepada perkumpulan rayamu. Tetapi biarlah keadilan bergulung-gulung seperti air dan kebenaran seperti sungai yang selalu mengalir.” (Amos 5:21,24)


Bacaan Alkitab Setahun:
Mazmur 78-80



Tuhan murka kepada umat-Nya. Apa gerangan telah dilakukan umat hingga Tuhan begitu murka?

Umat hidup serba tidak nyambung: Menggeluti Firman Tuhan, tetapi hidup bergelimang dosa. Taat beribadah, tetapi menindas sesama. Setia berdoa, tetapi tak memedulikan si miskin. Mempersembahkan korban, tetapi menyuburkan ketidakadilan. Mereka hidup dengan standar ganda: di sini begini, di sana lain lagi. ketidaksinambungan moral memenuhi hidup.

Sekarang pun, ketidaksinambungan moral terjadi: Tindakan yang dilakukan enggak nyambung dengan kata-kata yang ditebar. Hidup yang diwujudkan enggak nyambung dengan apa yang dipercayai. Perilaku yang dihidupi enggak nyambung dengan nilai-nilai yang ditinggikan. Perbuatan sehari-hari enggak nyambung dengan ibadah yang dijalani. Apa yang dilaksanakan enggak nyambung dengan citra yang dibangun. Akibatnya? Lain di bibir lain di hati, wakil rakyat melupakan rakyat, penegak hukum melanggar hukum, pagar makan tanaman, penjaga moral bertindak amoral, meninggikan Tuhan tetapi merendahkan sesama, dan banyak lagi lainnya.

Apa pesan Tuhan lewat nabi Amos? Supaya kita berubah. Jangan lagi hidup dengan standar ganda. Jangan lagi hidup dalam ketidaksinambungan moral. Tetapi, biarlah kebenaran memenuhi semua sisi hidup dan kegiatan kita.

—EE/www.renunganharian.net


KETIDAKSINAMBUNGAN ANTARA APA YANG NYATANYA DIWUJUDKAN DAN APA
YANG SEHARUSNYA DIWUJUDKAN ADALAH KEBOHONGAN MORAL YANG AMAT SERIUS



July 09, 2019, 05:36:38 AM
Reply #2182
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22917
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/2019/119-juli.html

 MENJAGA BUMI
1
2
3
4
5
Rating 4.38 (8 Votes)

    Diterbitkan hari Selasa, 09 Juli 2019 00:00
    Ditulis oleh Jacqualine Bunga   
    Dibaca: 901 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: Kejadian 2:1-17

TUHAN Allah mengambil manusia itu dan menempatkannya dalam taman Eden untuk mengusahakan dan memelihara taman itu. (Kejadian 2:15)


Bacaan Alkitab Setahun:
Mazmur 81-87



Selama 30 tahun Yacouba Sawadogo menghijaukan gurun gersang di Afrika Barat. Banyak peneliti nasional dan internasional didatangkan untuk mengatasi masalah tersebut, tetapi tidak banyak membantu. Akhirnya, Yacouba memutuskan menghidupkan kembali teknik pertanian Afrika kuno, yaitu Zaï, dan seorang diri menghijaukan gurun. Bukannya disambut baik, ia malah diejek dan ditertawakan.

Caranya sederhana dan murah. Ia menggali lubang-lubang kecil dengan sekop, diisi kompos, lalu ditanam bibit pohon, milet dan sorgum. Orang yang mencibirnya akhirnya menyadari bahwa Yacouba jenius. Ia berhasil mengubah daerah gersang menjadi hutan seluas 30 hektar dengan 60 jenis pohon. Metodenya dibagikan kepada siapa saja yang ingin belajar. Ia beranggapan bahwa orang yang hanya tinggal di sudut sempit dirinya sendiri, seluruh pengetahuannya tidak akan berguna. Pada 2010 Mark Dodd membuat film dokumenter berdasarkan cerita Yacouba, The Man Who Stopped the Desert. Film ini menggarisbawahi bahwa yang bisa memecahkan masalah orang Afrika adalah mereka sendiri.

Ketika manusia pertama kali ditempatkan di taman Eden, mereka diberi tanggung jawab mengusahakan dan memeliharanya. Penghargaan Tuhan itu hendaknya memotivasi kita agar bertanggung jawab dan bijaksana dalam mengelola karya ciptaan-Nya. Selalu mempertimbangkan dampak lingkungan, meminimalkan kerusakannya, tidak menyebabkan polusi dan mengeksploitasi sumber daya alam. Bumi adalah milik Tuhan yang dipercayakan kepada kita untuk dilestarikan.

—JB/www.renunganharian.net


BUMI ADALAH TITIPAN TUHAN UNTUK DIUSAHAKAN DAN DIPELIHARA



July 10, 2019, 05:15:51 AM
Reply #2183
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22917
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/2019/119-juli.html

 BELALANG YANG BERBARIS
1
2
3
4
5
Rating 4.29 (7 Votes)

    Diterbitkan hari Rabu, 10 Juli 2019 00:00
    Ditulis oleh Go Hok Jin   
    Dibaca: 639 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: Amsal 30:24-28

Belalang yang tidak mempunyai raja, namun semuanya berbaris dengan teratur. (Amsal 30:27)


Bacaan Alkitab Setahun:
Mazmur 88-91



Serangan belalang termasuk yang paling ditakuti dalam dunia pertanian. Mereka bisa membuat lahan yang diserang ludes. Apa yang tak habis dimakan oleh kawanan belalang yang ada di barisan terdepan, akan dilanjutkan oleh kawanan belalang yang ada di belakangnya, sehingga tak ada lagi yang tersisa. Namun, ada hal menarik yang dapat kita pelajari dari binatang yang kecil itu.

Agur bin Yake mencatat bahwa kawanan belalang mampu berbaris dengan teratur sekalipun tidak mempunyai raja. Artinya, sekalipun tidak ada yang memimpin atau mengatur mereka, entah bagaimana kawanan belalang dapat mengatur diri sendiri dan berbaris teratur. Keteraturan inilah yang membuat kawanan belalang memiliki kekuatan dahsyat ketika menyerbu lahan pertanian.

Prinsip yang sama dapat kita terapkan dalam berbagai bidang kehidupan yang memerlukan keteraturan dan kerja sama tim. Dalam sebuah tim, produktivitas dan hasil maksimal dapat terjadi ketika ada kerja sama yang baik dari setiap individu yang ada dalam tim tersebut. Potensi perpecahan dalam tim tersebut juga dapat diminimalkan karena setiap individu berfokus untuk mewujudkan tujuan bersama.

Tercatatnya belalang dengan keunikannya dalam Alkitab tentu bukanlah suatu kebetulan. Allah ingin kita belajar dari kelebihan belalang, bahkan kita diharapkan dapat melakukan hal yang lebih baik daripada hewan berukuran kecil itu. Mengapa? Karena Roh Allah berdiam dan bekerja di dalam kita, hal yang tak terjadi dalam dunia belalang.

—GHJ/www.renunganharian.net


KETERATURAN DALAM SEBUAH TIM DITENTUKAN OLEH KEMAMPUAN
SETIAP INDIVIDU DI DALAMNYA UNTUK MENGATUR DIRINYA


July 11, 2019, 05:36:07 AM
Reply #2184
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22917
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/2019/119-juli.html

 PRIBADI DI BALIK LAYAR
1
2
3
4
5
Rating 4.43 (7 Votes)

    Diterbitkan hari Kamis, 11 Juli 2019 00:00
    Ditulis oleh Antok Setyo Wibowo   
    Dibaca: 913 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: Nehemia 2:1-10

Dan raja mengabulkan permintaanku itu, karena tangan Allahku yang murah melindungi aku. (Nehemia 2:8b)


Bacaan Alkitab Setahun:
Mazmur 92-100



Lirik God Will Make a Way (Dia Buka Jalan) menyatakan, “dengan cara yang ajaib dibuka-Nya jalanku.” Menurut lagu ini, ketika permasalahan seakan mustahil diselesaikan atau menemui jalan buntu, sesungguhnya Tuhan sedang bekerja. Walaupun kita tidak bisa melihatnya, Dia sedang membuka jalan keluar bagi kita.

Nehemia terpanggil untuk membangun kembali Yerusalem. Namun, ia adalah juru minuman Raja Artahsasta. Tidak mungkin ia sembarangan saja pergi tanpa izin. Ia juga bergumul tentang keamanan perjalanan dan bahan-bahan untuk membangun Yerusalem (ay. 7-8). Bagaimana mendapatkan semuanya itu? Tidak mudah dan sepertinya mustahil. Namun, Nehemia tidak seorang diri. Ketika akan menjawab pertanyaan raja, ia berdoa kepada Allah semesta langit. Dan ketika raja mengabulkan ketiga permintaannya, Nehemia dalam iman menyatakan bahwa ada tangan Allah yang murah melindunginya (ay. 8). Ada Allah yang berkuasa di balik semua itu.

Mungkin kita mempunyai masalah yang di luar kendali kita dan sepertinya tidak ada jalan penyelesaian. Misalnya mendapatkan pembimbing skripsi yang sangat sulit, mempunyai atasan yang sewenang-wenang, dan mendapat tekanan dari sekitar karena iman kita. Mari datang kepada Allah karena kasih-Nya begitu besar dan tangan-Nya begitu kuat menopang dan melindungi kita.

—ANT/www.renunganharian.net


KARYA-NYA YANG BISA KITA LIHAT DALAM HIDUP KITA
MEMBUKTIKAN BAHWA DIA ADA, KUAT, DAN BERKUASA



July 12, 2019, 08:45:13 AM
Reply #2185
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22917
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/2019/119-juli.html

 HARTA YANG SEJATI
1
2
3
4
5
Rating 4.35 (23 Votes)

    Diterbitkan hari Jum'at, 12 Juli 2019 00:00
    Ditulis oleh Eddy Nugroho   
    Dibaca: 2934 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: Kolose 2:1-5

Sebab di dalam Dialah tersembunyi segala harta hikmat dan pengetahuan. (Kolose 2:3)


Bacaan Alkitab Setahun:
Mazmur 101-105



Dunia sedang terjangkit penyakit konsumerisme. Manusia saling berpacu untuk memuaskan diri. Semuanya perlu uang. Sebab itu manusia berlomba-lomba mencari uang dan harta sehingga mereka berharap nafsunya terpuaskan. Mereka terjebak pada cinta uang, tetapi pada akhirnya merasa tidak bahagia. Jika demikian, harta seperti apakah yang layak dikejar oleh manusia?

Paulus juga berlomba-lomba dalam mengejar suatu harta. Dalam surat Kolose, Paulus melukiskan upayanya itu sebagai suatu perjuangan yang berat. Harta macam apakah kiranya yang sedang dikejar Paulus dengan perjuangan berat itu? Jawabnya adalah Yesus Kristus. Sebab di dalam Yesuslah tersembunyi segala harta, hikmat dan pengetahuan. Berbeda dengan pemilik harta dunia yang enggan berbagi, Paulus justru berusaha sungguh-sungguh agar jemaat Kolose dapat memperoleh harta itu sebagaimana Paulus juga memilikinya. Paulus melakukan apa saja agar jemaat Kolose merasa terhibur dan dapat bersatu dalam kasih. Sehingga jemaat ini pun dapat memperoleh segala kekayaan dan keyakinan pada Yesus.

Bagaimana sikap kita terhadap Yesus Kristus? Apakah kita memandang Yesus Juru Selamat kita itu laksana suatu harta yang tak ternilai harganya? Ataukah kita lebih puas dan lebih menyukai harta dunia sehingga mengurbankan iman kita kepada Yesus? Kiranya melalui pergumulan Paulus ini, kita disadarkan bahwa harta sejati yang tak ternilai harganya adalah mengenal Yesus dan memperhatikan ajaran-Nya. Jangan membuang harta yang sejati di dalam diri Yesus, demi untuk mendapatkan harta duniawi yang fana.

—ENO/www.renunganharian.net


KENIKMATAN HARTA DUNIA MENJEBAK MANUSIA
SEHINGGA TERTAWAN OLEHNYA




July 13, 2019, 05:30:29 AM
Reply #2186
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22917
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/2019/119-juli.html

 HIDUP DALAM PERSAUDARAAN
1
2
3
4
5
Rating 5.00 (5 Votes)

    Diterbitkan hari Sabtu, 13 Juli 2019 00:00
    Ditulis oleh Samuel Yudi Susanto   
    Dibaca: 631 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: Markus 3:31-35

Ia melihat kepada orang-orang yang duduk di sekeliling-Nya itu dan berkata, “Inilah ibu-Ku dan saudara-saudara- Ku! Siapa saja yang melakukan kehendak Allah, dialah saudara- Ku laki-laki, saudara-Ku perempuan dan ibu-Ku.” (Markus 3:34-35)


Bacaan Alkitab Setahun:
Mazmur 106-107



Salah satu karakteristik yang paling dikenal dari bangsa kita adalah hidup dalam persaudaraan. Tradisi Jawa mengenal istilah mangan ora mangan asal kumpul; orang-orang Bali terkenal dengan tradisi menyama braya; orang-orang Flores terkenal dengan tradisi kerja bersama yang disebut sako seng; orang-orang Manado kental dengan slogan torang samua basudara. Sungguh indah menyaksikan kehidupan persaudaraan yang tidak hanya terikat pada hubungan darah, tetapi karena sebuah nilai kekeluargaan berkat tinggal di wilayah yang sama saat menikmati kebaikan Allah.

Yesus menegaskan betapa pentingnya membangun persaudaraan bukan saja sebatas hubungan darah atau kecocokan, melainkan karena ketaatan melakukan firman-Nya. Yesus menganggap setiap orang adalah saudara-Nya yang sangat dikasihi-Nya. Dia tidak memandang muka. Persaudaraan yang sejati bagi Yesus adalah mereka yang mendengarkan dan melakukan kehendak Allah.

Diakui atau tidak, kehidupan kita rupanya telah bergeser dari hakikat hidup bersaudara. Hidup kebanyakan orang pada zaman ini lebih mementingkan individu dan semangat mencari keuntungan pribadi. Rumah dibangun dengan pagar tinggi menjadi tanda ketertutupan hati pada tetangga. Kekerasan berbau SARA dan penolakan perbedaan tumbuh bak jamur. Kenyataan itu mengakibatkan kehidupan yang indah dalam persaudaraan rusak. Bagaimana dengan gereja-Nya? Mungkinkah Dia menemukan hidup persaudaraan sejati itu dalam hidup umat-Nya?

—SYS/www.renunganharian.net


PADA ZAMAN KETIKA KEHIDUPAN PERSAUDARAAN RUSAK, APAKAH UMAT TUHAN
TETAP MENUNJUKKAN HIDUP PERSAUDARAAN YANG SEJATI KEPADA SESAMANYA?


July 14, 2019, 05:22:31 PM
Reply #2187
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22917
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/2019/119-juli.html

 MEMBAGI VISI
1
2
3
4
5
Rating 4.19 (16 Votes)

    Diterbitkan hari Minggu, 14 Juli 2019 00:00
    Ditulis oleh Antok Setyo Wibowo   
    Dibaca: 1955 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: Nehemia 2:11-20

Ketika kuberitahukan kepada mereka, betapa murahnya tangan Allahku yang melindungi aku dan juga apa yang dikatakan raja kepadaku, berkatalah mereka: “Kami siap untuk membangun!” Dan dengan sekuat tenaga mereka mulai melakukan pekerjaan yang baik itu. (Nehemia 2:18)


Bacaan Alkitab Setahun:
Mazmur 108-118



Sering kali seorang pemimpin menjadi frustrasi ketika orang-orang yang dipimpin tidak bisa sejalan dan bersemangat dalam mengerjakan tugas dan tanggung jawab mereka. Pemimpin bersemangat, tetapi mereka ogah-ogahan. Mungkinkah karena pemimpin tidak membagikan visinya sehingga mereka tidak memahami visi itu?

Sesudah beristirahat, Nehemia bersama beberapa orang pada malam hari mengamati secara saksama kota Yerusalem yang tembok-temboknya runtuh. Ia belum memberitahukan visi dari Allah tentang pembangunan kembali tembok Yerusalem baik kepada para imam, pemuka, penguasa, maupun petugas lain (ay. 16). Ia perlu mengetahui lebih dahulu seberapa besar kebutuhan dan bagaimana pelaksanaan pembangunan itu. Nehemia tidak mungkin membangun sendiri tembok itu. Ia perlu membagikan visi itu kepada orang-orang Yahudi, apa rencana Allah terhadap pembangunan Yerusalem dan bagaimana Allah telah bekerja begitu luar biasa dalam mempersiapkan pembangunan itu. Ketika mereka menangkap visi itu, mereka secara bersemangat menyatakan siap sedia dan bahkan segera membangun dengan sekuat tenaga.

Tuhan Yesus telah memberikan visi dan teladan untuk menjadikan semua bangsa murid-Nya (Mat. 28:19). Suatu visi yang besar. Namun, mengapa tidak semua orang percaya mempunyai semangat yang sama dalam menjalaninya? Mungkinkah kita belum menangkap visi itu? Marilah mulai dari diri sendiri, dengan bersedia menjadi murid-Nya dan mau membagikan visi besar ini kepada orang-orang di sekitar kita.

—ANT/www.renunganharian.net


MENJADIKAN SEMUA BANGSA MURID-NYA ADALAH
SEBUAH VISI YANG LAYAK DIJALANI DAN DIBAGIKAN


July 15, 2019, 05:48:27 AM
Reply #2188
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22917
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/2019/119-juli.html

 ROH BIOSKOP
1
2
3
4
5
Rating 4.75 (16 Votes)

    Diterbitkan hari Senin, 15 Juli 2019 00:00
    Ditulis oleh Lim Ivenina Natasya   
    Dibaca: 1181 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: 2 Timotius 4:1-8

Karena akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya. (2 Timotius 4:3)


Bacaan Alkitab Setahun:
Mazmur 119



Seorang hamba Tuhan mengeluhkan jemaat yang pilih-pilih hamba Tuhan. Mereka hanya mau datang beribadah dan mendengarkan khotbah dari hamba Tuhan favorit, yang menyampaikan firman untuk memuaskan telinga mereka. Gereja diperlakukan seperti bioskop: pengunjung datang untuk menonton film yang disukai dan diperankan oleh aktor favorit.

Rasul Paulus berpesan kepada Timotius untuk memberitakan firman, siap sedia baik atau tidak baik waktunya, nyatakan apa yang salah, tegur dan nasihati dengan segala kesabaran dan pengajaran. Karena akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendak mereka untuk memuaskan keinginan telinga. Mereka akan memalingkan telinga dari kebenaran dan membukanya bagi dongeng. Rasul Paulus menasihati Timotius untuk menguasai diri dalam segala hal, sabar menderita, melakukan pekerjaan pemberita Injil dan menunaikan tugas pelayanan (ay. 1-5).

Orang biasanya lebih suka mendengarkan firman tentang janji dan berkat daripada perintah dan teguran. Kita harus menghargai, mendengarkan, dan melakukan Firman Tuhan yang murni, siapa pun yang menyampaikannya. Seperti hujan dan salju turun dari langit dan tidak kembali ke situ, melainkan mengairi bumi, Firman Tuhan tidak akan kembali dengan sia-sia, tetapi akan melaksanakan kehendak Tuhan dan akan berhasil dalam apa yang Tuhan suruhkan (Yes. 55:10-11).

—IN/www.renunganharian.net


TUHAN PUNYA KEHENDAK ATAS SETIAP FIRMAN
YANG DISAMPAIKAN OLEH HAMBA-NYA



July 16, 2019, 06:07:00 AM
Reply #2189
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)