Author Topic: Renungan Harian®  (Read 114369 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

October 01, 2019, 06:22:19 AM
Reply #2260
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23750
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16

http://www.renunganharian.net/2019/122-oktober.html

 SALAM DAMAI
1
2
3
4
5
Rating 4.50 (14 Votes)

    Diterbitkan hari Selasa, 01 Oktober 2019 00:00
    Ditulis oleh Eddy Nugroho   
    Dibaca: 1529 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: Galatia 1:1-5

Anugerah menyertai kamu dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita, dan dari Tuhan Yesus Kristus. (Galatia 1:3)


Bacaan Alkitab Setahun:
Matius 1-4



Pemahaman seseorang akan jati diri dan hubungannya dengan pencipta-Nya, memengaruhi cara berpikir dan pola sikapnya. Di awal surat yang ditujukan kepada jemaat di Galatia, Paulus merasa perlu untuk menegaskan jati dirinya. Ini penting agar jemaat Galatia memahami otoritasnya dalam menyampaikan kesaksian akan keselamatan dari Yesus.

Paulus menerima panggilannya bukan dari manusia, melainkan dari Allah. Paulus menjadi rasul karena panggilan Ilahi yang khusus saat ia ditemui Yesus dalam perjalanan ke Damsyik. Sumber utama panggilan itu adalah Allah Bapa, yang telah membangkitkan Yesus dari antara orang mati. Kristus, yang menjadi sumber panggilan Paulus itu, juga telah menebus jemaat Galatia dengan mengurbankan diri-Nya. Tujuannya agar umat dilepaskan dari kejahatan dunia, yaitu dunia yang menolak Mesias, dunia yang menolak kebenaran, dunia yang dipenuhi hawa nafsu dan cinta uang, dunia di mana Tuhan tidak dikasihi dan dipatuhi, dunia yang memisahkan manusia dari Tuhan.

Melalui salam pembuka sebagai salam damai ini, kita melihat keagungan karya Kristus dan Bapa bagi manusia berdosa. Allah tidak membiarkan manusia terbelenggu dosa. Paulus menerima panggilan yang mulia, jemaat Galatia menerima anugerah yang agung. Dan kini kita pun menerima kasih karunia yang ajaib itu. Segala puji dan syukur seharusnya kita naikkan kepada Allah. Syukur yang harus kita nyatakan melalui hidup yang berkenan kepada Dia, hidup yang lepas dari segala aspek kejahatan. Dengan demikian kita akan membawa damai sejahtera Tuhan bagi sesama.

—ENO/www.renunganharian.net


POLA PIKIR MENENTUKAN PERBUATAN.
PERBUATAN KITA MENENTUKAN SIAPA DIRI KITA.


October 02, 2019, 05:47:06 AM
Reply #2261
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23750
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16

http://www.renunganharian.net/2019/122-oktober.html

 TAK PERNAH MENGENAL
1
2
3
4
5
Rating 4.46 (13 Votes)

    Diterbitkan hari Rabu, 02 Oktober 2019 00:00
    Ditulis oleh Samuel Yudi Susanto   
    Dibaca: 1250 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: Yohanes 7:25-36

“Namun lihatlah, Ia berbicara dengan leluasa dan mereka tidak mengatakan apa-apa kepada-Nya. Mungkinkah pemimpin kita benar-benar sudah tahu bahwa Dialah Kristus?” (Yohanes 7:26)


Bacaan Alkitab Setahun:
Matius 5-6



Mengetahui berbeda dengan mengenal. Karena mengidolakan seseorang, kita bisa mengetahui banyak hal tentang dia. Kita berusaha mencari tahu apa saja tentang orang itu dari buku-buku, dari orang-orang yang mungkin dekat dengannya. Pengetahuan kita tentang dia mungkin sangat luas. Tapi apakah itu bisa disebut mengenal? Belum tentu. Pengenalan dibangun dari sebuah proses kedekatan yang terus-menerus. Tanpa adanya kedekatan atau pengalaman pribadi, kita hanya akan sekadar tahu tentang seseorang tetapi kita sama sekali tidak mengenalnya.

Inilah yang dialami beberapa orang Yahudi waktu itu. Secara pengetahuan, mereka tahu banyak hal tentang Yesus. Siapa saja keluarganya, di mana Ia tinggal, apa pekerjaan-Nya. Tetapi tentang siapakah Yesus yang sesungguhnya dan dari mana asal-Nya, mereka tidaklah mengenal-Nya (ay. 27). Itu sebabnya ketika Yesus berbicara tentang diri-Nya dan apa tujuan hidup-Nya di dunia ini, orang-orang Yahudi kerap menentang-Nya bahkan menimbulkan sebuah kebencian. Mereka menolak untuk mengakui bahwa Yesus adalah Mesias yang diutus oleh Bapa-Nya. Akibatnya mereka tidak pernah mengenal dan percaya kepada-Nya.

Allah menghendaki agar kita mengenal-Nya secara pribadi. Pengetahuan kita tentang Alkitab tidaklah menjamin kita benar-benar mengenal-Nya. Pengenalan terbangun dari pengalaman pribadi. Dan ada waktunya di mana Allah akan membawa kita dalam sebuah situasi yang sulit, bukan saja untuk menguji hati kita, tetapi juga akan membawa kita semakin dekat dan mengenal Pribadi-Nya.

—SYS/www.renunganharian.net


PENGENALAN AKAN ALLAH ITU DIBENTUK TIAP-TIAP HARI
MELALUI PROSES KEDEKATAN DAN PENGALAMAN SECARA PRIBADI



October 03, 2019, 06:29:59 AM
Reply #2262
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23750
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16

http://www.renunganharian.net/2019/122-oktober.html

 GALAH RANGSANG
1
2
3
4
5
Rating 4.55 (11 Votes)

    Diterbitkan hari Kamis, 03 Oktober 2019 00:00
    Ditulis oleh Eko Elliarso   
    Dibaca: 1864 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: Kisah Pr. Rasul 26:9-18

“Sukar bagimu menendang ke galah rangsang.” (Kis. 26:14 TB)


Bacaan Alkitab Setahun:
Matius 7-9



Galah rangsang (Gerika: kentron) adalah tongkat besi berujung runcing yang dipakai untuk memaksa hewan besar melakukan hal yang diinginkan tuannya. Menendang galah rangsang adalah melakukan tindakan sia-sia yang hanya menyakiti diri sendiri.

Sebagai orang Farisi, Saulus menyelidiki Kitab Suci secara mendalam. Itu membuat Saulus melihat dengan jelas dan yakin bahwa Yesus adalah Mesias, Sang Juru Selamat. Tetapi, sebagai orang Farisi, dia harus menolak keyakinan itu. Keyakinannya bahwa Yesus adalah Sang Mesias, dan penolakan terhadap-Nya, membuat Saulus amat gelisah. Dia menekan kegelisahannya dengan menganiaya para pengikut Tuhan (ay. 9-11). Pada titik itulah, Tuhan Yesus menjumpai dia, dan bersabda, “Sukar bagimu menendang ke galah rangsang” (ay. 14b TB). Penyangkalannya terhadap Tuhan adalah “menendang galah rangsang”, tindakan sia-sia yang hanya menyakiti diri sendiri. Mengapa? Karena dia sebenarnya tahu dan yakin bahwa Yesus adalah sungguh Sang Juru Selamat. Menyangkal Tuhan Yesus adalah menyangkal keyakinannya sendiri akan kebenaran.

Lewat pelbagai cara, Tuhan selalu menolong orang untuk mengenal dan meyakini kebenaran. Tetapi, kadang, orang memilih untuk mengingkari pengenalan dan keyakinannya akan kebenaran, misalnya: mengingkari rasa keterpanggilan untuk melayani Tuhan, bahkan mengingkari Sang Juru Selamat. Sabda Tuhan mengingatkan: Jangan mengingkari keyakinan akan kebenaran yang ditunjukkan Tuhan. Jangan menendang galah rangsang. Itu menyakiti hati kita, juga hati Tuhan.

—EE/www.renunganharian.net


MENGINGKARI KEYAKINAN AKAN KEBENARAN YANG DITUNJUKKAN TUHAN
ADALAH TINDAKAN SIA-SIA, YANG MELUKAI HATI, DAN MENGGUGAT NURANI


October 04, 2019, 05:28:33 AM
Reply #2263
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23750
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/2019/122-oktober.html

 ISYARAT PENGHARAPAN
1
2
3
4
5
Rating 5.00 (6 Votes)

    Diterbitkan hari Jum'at, 04 Oktober 2019 00:00
    Ditulis oleh Pipi Agus Dhali   
    Dibaca: 918 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: Kejadian 11:22-32

Umur Terah ada dua ratus lima tahun; lalu ia mati di Haran. (Kejadian 11:32)


Bacaan Alkitab Setahun:
Matius 10-11



Pergantian waktu atau musim selalu diawali dengan isyarat. Bergugurnya dan menguningnya warna daun menandai datangnya musim gugur. Menguncupnya kembang memberi isyarat mulainya musim semi. Senja temaram menandai siang yang segera berganti malam. Terbitnya fajar di ufuk Timur menandai pagi segera tiba, sekaligus isyarat bagi hari dan pengharapan baru!

Kitab Kejadian menampakkan betapa sering manusia berontak melawan Tuhan. Kisah Menara Babel menjadi bukti kesekian dari usaha pemberontakan itu (ay. 1-9). Meskipun Tuhan tak jera pada manusia, ganjaran atas perlawanan itu berlaku: umur manusia kian berkurang (Kej. 6:3). Itu terlihat dalam silsilah keturunan Sem sampai kepada Terah. Tetapi, yang menarik adalah figur Terah. Ia justru dikaruniai usia lebih tua dibandingkan para pendahulu dan sesama seangkatan. Artinya? Terah ialah tokoh pemberi isyarat datangnya zaman baru yang dimulai dari Abram, putera sulungnya. Ia berumur panjang sebab Tuhan ingin berpesan, Dia setia dan pada-Nya selalu masih ada pengharapan.

Pengharapan selalu menghadirkan isyarat. Si sakit bisa makan kembali. Ucapan maaf sehabis pertengkaran yang menegangkan. Pelukan hangat setelah sederet konflik panjang. Datangnya kabar baik. Sesungging senyuman. Hadirnya pejabat baru yang jujur. Masing-masing merupakan isyarat pengharapan di tengah situasi yang mencekam. Bagai setitik terang di tengah kegelapan, demikianlah hadirnya nama Terah yang berumur panjang di penghujung silsilah keturunan Sem. Hidup ini bertabur banyak isyarat pengharapan. Sebab Tuhan itu baik. Maka, jangan berputus asa! Masih ada babak baru. Di dalam Dia selalu ada pengharapan.

—PAD/www.renunganharian.net


PENGHARAPAN SELALU BERSEMI
DI DADA ORANG YANG BERIMAN KEPADA TUHAN




October 05, 2019, 10:27:16 AM
Reply #2264
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23750
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16

http://www.renunganharian.net/2019/122-oktober.html

 BUAH SUKACITA
1
2
3
4
5
Rating 4.59 (22 Votes)

    Diterbitkan hari Sabtu, 05 Oktober 2019 00:00
    Ditulis oleh Samuel Yudi Susanto   
    Dibaca: 2333 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: 1 Tesalonika 2:13-20

Karena itulah kami tidak putus-putusnya mengucap syukur juga kepada Allah, sebab kamu telah menerima firman Allah yang kami beritakan itu, bukan sebagai perkataan manusia, tetapi—dan memang sungguh-sungguh demikian—sebagai firman Allah, yang bekerja juga di dalam kamu yang percaya. (1 Tesalonika 2:13)


Bacaan Alkitab Setahun:
Matius 12



Kita meluapkan sukacita untuk banyak alasan. Beberapa orang bersukacita ketika mengalami hal-hal yang begitu menyenangkan. Jika Anda adalah seorang guru atau pemimpin, apa yang paling membuat hati Anda bersukacita? Mampu membangun aset yang banyak? Merasa sukses memiliki banyak orang yang mengikuti anda?

Sebagai seorang rasul, pengajar, sekaligus pemimpin jemaat, Rasul Paulus punya alasan untuk mengucap syukur dan bersukacita. Sukacita bukan didasarkan atas berapa banyak orang yang telah mendengar Injil yang diberitakannya. Bukan pula didasarkan kepada berapa banyak orang yang telah menerima kesembuhan setelah didoakannya. Sukacita dan ucapan syukur Rasul Paulus tidak didasarkan pada banyaknya hasil yang telah dicapai karena usaha kerasnya. Tetapi ia bersukacita: ketika jemaat di Tesalonika menerima firman Allah itu bukan sebagai perkataan manusia, tetapi sebagai firman Allah yang bekerja dalam hati mereka. Tidak hanya itu, mereka pun menghidupi kebenaran firman itu bahkan rela menderita karena iman mereka kepada Kristus.

Jika kita seorang pengajar, kita berharap apa yang kita ajarkan tidak hanya dapat didengar dan diterima. Lebih dari itu, kita berharap para murid akan menghidupi apa yang mereka dengar. Sebagai seorang pemimpin, kita pun berharap orang-orang yang kita pimpin akan bertumbuh dalam segala hal ke arah yang baik. Itulah buah sukacita dan ucapan syukur kita kepada Tuhan!

—SYS/www.renunganharian.net


TIDAK ADA SUKACITA TERBESAR SELAIN MENYAKSIKAN SETIAP ORANG
YANG KITA PIMPIN SEMAKIN BERTUMBUH MENGENAL ALLAH


October 06, 2019, 11:05:43 AM
Reply #2265
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23750
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/2019/122-oktober.html

 PENGETAHUAN ITU PENTING
1
2
3
4
5
Rating 4.79 (14 Votes)

    Diterbitkan hari Minggu, 06 Oktober 2019 00:00
    Ditulis oleh Go Hok Jin   
    Dibaca: 1810 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: Amsal 19:1-2

Tanpa pengetahuan kerajinan pun tidak baik .... (Amsal 19:2)


Bacaan Alkitab Setahun:
Matius 13-14



Saya tersenyum melihat gambar seorang pekerja pencucian mobil yang terperangah melihat hasil pekerjaannya. Pada gambar A, ia terlihat sedang menyiram dan menyabun mobil sebelah luar. Namun, pada gambar B, terlihat bagian dalam mobil penuh dengan sabun mulai dari kaca belakang hingga kursi dan dashboard bagian depan! Gambar yang diunggah di akun media sosial teman saya itu lantas diberi tambahan kalimat bernada peringatan: “Ini akibatnya kalau terlalu rajin tetapi tidak mengerti apa-apa.”

Sepenuhnya saya setuju dengan peringatan yang senada dengan nas renungan hari ini. Menjadi orang rajin memang baik, termasuk dalam pekerjaan, pelayanan, atau bidang kehidupan yang lainnya. Namun, jika tidak ditambah pengetahuan, maka kerajinan itu akan menjadi sesuatu yang tidak baik. Sebaliknya, kombinasi kerajinan dan pengetahuan akan menghasilkan produktivitas dan efektivitas yang bagus. Mengenai hal itu, Rasul Petrus pernah menasihatkan agar umat Tuhan tak hanya berfokus pada iman, tapi juga ditambah hal-hal lain, salah satunya pengetahuan (2Ptr. 1:5). Beriman saja tanpa menambah pengetahuan juga tidak baik karena dapat menggiring seseorang menjadi ekstrem dan bertindak bodoh.

Pengetahuan itu penting untuk ditambah atau diperluas, tak hanya untuk urusan rohani. Jangan sampai kita dikenal sebagai orang yang gegabah, ceroboh, atau bodoh karena kurang pengetahuan. Caranya, mulailah luangkan waktu untuk membaca, menonton tayangan berkualitas, termasuk belajar dari kehidupan orang lain. Tertarik mencoba?

—GHJ/www.renunganharian.net


BERTAMBAHNYA USIA SEHARUSNYA DIIKUTI
PERTAMBAHAN PENGETAHUAN DAN HIKMAT


October 07, 2019, 06:22:27 AM
Reply #2266
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23750
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/2019/122-oktober.html

 BIJI SESAWI DAN RAGI
1
2
3
4
5
Rating 4.21 (14 Votes)

    Diterbitkan hari Senin, 07 Oktober 2019 00:00
    Ditulis oleh Eddy Nugroho   
    Dibaca: 1634 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: Matius 13:31-35

Yesus menyampaikan suatu perumpamaan lain lagi kepada mereka, kata-Nya, “Hal Kerajaan Surga itu seumpama biji sesawi, yang diambil dan ditaburkan orang di ladangnya … seumpama ragi yang diambil seorang perempuan dan diadukkan ke dalam tepung terigu sebanyak empat puluh liter sampai mengembang seluruhnya.” (Matius 13:31,33)


Bacaan Alkitab Setahun:
Matius 15-17



Di kalangan Yahudi, biji sesawi banyak dipakai sebagai istilah untuk menggambarkan sesuatu yang kecil. Kontras antara kecilnya benih dan begitu besarnya pohon di kemudian hari merupakan hal yang ingin ditekankan Yesus melalui perumpamaan biji sesawi. Perumpamaan tentang ragi juga menggambarkan jumlah ragi yang sedikit namun memiliki potensi untuk membuat adonan mengembang.

Perumpamaan itu merupakan gambaran Kerajaan Allah yang dinyatakan melalui kehadiran dan pelayanan Yesus. Semula dianggap sepele dan diragukan oleh para pemimpin Yahudi, karena Yesus tampil bukan sebagai seorang raja yang berkuasa. Ia hanya anak tukang kayu, dan berkeliling dengan sekelompok murid yang terdiri dari orang-orang kebanyakan. Namun banyak orang yang kemudian mengalami kuasa Kerajaan Allah itu melalui pengajaran dan mukjizat yang Dia lakukan. Benih sesawi dan ragi menggambarkan kuasa yang tersembunyi, yang secara diam-diam bekerja dan berdampak besar bagi banyak orang. Benih yang tertanam di dalam tanah itu memang kemudian tumbuh menjadi sebuah pohon besar, tempat burung-burung bersarang.

Sampai kini pun banyak orang yang menganggap remeh Kerajaan Allah yang dinyatakan melalui karya Yesus. Bagi mereka, Yesus seolah tokoh dongeng yang ceritanya enak didengar, tetapi bukan untuk diimani. Percayalah, suatu saat Kerajaan Allah akan menyatakan kemuliaan-Nya. Sebab itu kita perlu mendoakan dan bersaksi agar kuasa Kerajaan Allah berkarya bagi banyak orang.

—ENO/www.renunganharian.net


DI TANGAN TUHAN, SESUATU YANG BIASA
DAPAT MENGHASILKAN SESUATU YANG LUAR BIASA


October 08, 2019, 06:22:17 AM
Reply #2267
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23750
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/2019/122-oktober.html



Unduh Daftar Bacaan Alkitab Setahun
Aturan Pengutipan
»» Setiap materi di situs ini TIDAK DIPERKENANKAN untuk dikutip tanpa seijin YAYASAN GLORIA ««



Follow @RH_net

KAPERNAUM
1
2
3
4
5
Rating 3.88 (16 Votes)

    Diterbitkan hari Selasa, 08 Oktober 2019 00:00
    Ditulis oleh Hembang Tambun   
    Dibaca: 1647 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: Matius 11:20-24

“Dan engkau Kapernaum, apakah engkau akan dinaikkan sampai ke langit? Tidak, engkau akan diturunkan sampai ke dunia orang mati! Karena jika di Sodom terjadi mukjizat-mukjizat yang telah terjadi di tengah-tengah kamu, kota itu tentu masih berdiri sampai hari ini.” (Matius 11:23)


Bacaan Alkitab Setahun:
Matius 18-20



Setelah Yohanes Pembaptis ditangkap oleh Herodes, Yesus menyingkir dari Nazaret ke Kapernaum dan tinggal di sana (Mat. 4:12-13). Di sanalah Dia bertemu dengan beberapa murid pertama-Nya (Mat. 4:18-22), serta mengajar di rumah ibadat pada hari-hari Sabat (Luk. 4:31). Di kota itu, Yesus menyembuhkan orang-orang yang dirasuk setan, menyembuhkan ibu mertua Petrus, dan mengadakan banyak mukjizat lain (Luk. 4:23, 40-41). Kapernaum adalah salah satu kota di mana Yesus paling banyak melakukan mukjizat. Pengajaran-Nya yang penuh kuasa membuat mereka takjub (Luk. 4:32), namun mereka tetap tidak bertobat, tidak memercayai Yesus sebagai Mesias (ay. 20).

Ketidakpercayaan mereka membuat Yesus mengecam mereka. Bahkan Dia menyatakan bahwa penduduk Sodom akan bertobat sekiranya mereka menyaksikan mukjizat yang terjadi di Kapernaum. Kota Sodom dimusnahkan Allah dengan hujan api dan belerang akibat dosa mereka (Kej. 19). Dan Yesus menyatakan penghakiman-Nya bahwa tanggungan Kapernaum akan lebih berat dibanding Sodom di hari penghakiman nanti (ay. 24).

Ternyata menyaksikan mukjizat serta mendengarkan pengajaran yang hebat tidak otomatis membuat seseorang bertobat. Diperlukan kerendahan hati untuk mengaku diri sebagai pendosa, lalu menerima karya keselamatan yang dikerjakan Allah di dalam Kristus bagi kita. Ini adalah anugerah yang besar. Namun jika disia-siakan, kita sedang memilih penghukuman ditimpakan atas kita, seperti penduduk Kapernaum.

—HT/www.renunganharian.net


BERFOKUS PADA MUKJIZAT MEMBUAT KITA MENGABAIKAN SI PEMBUAT MUKJIZAT.
BERFOKUS KEPADA BERKAT, MEMBUAT KITA MELUPAKAN SI PEMBERI BERKAT.

Anda diberkati melalui Renungan Harian?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan kami.
Rek. Renungan Harian BCA No. 456 500 8880 a.n. Yayasan Gloria




October 09, 2019, 06:02:48 AM
Reply #2268
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23750
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/2019/122-oktober.html



Unduh Daftar Bacaan Alkitab Setahun
Aturan Pengutipan
»» Setiap materi di situs ini TIDAK DIPERKENANKAN untuk dikutip tanpa seijin YAYASAN GLORIA ««



Follow @RH_net

BULLY
1
2
3
4
5
Rating 3.89 (27 Votes)

    Diterbitkan hari Rabu, 09 Oktober 2019 00:00
    Ditulis oleh Pipi Agus Dhali   
    Dibaca: 1365 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: 2 Raja-raja 2:23-25

… lalu mencemoohkan dia serta berseru kepadanya: “Naiklah botak, naiklah botak!” (2 Raja-raja 2:23)


Bacaan Alkitab Setahun:
Matius 21-22



Seorang artis pemula yang terbilang masih remaja kedapatan mati bunuh diri. Padahal dirinya berpotensi dan punya prospek masa depan yang cerah. Pupus semua harapan padanya. Keluarganya didera kedukaan yang amat mendalam. Mengapa ia menempuh langkah segelap itu? Rupanya dalam segala kemudaannya ia tak tahan menghadapi serbuan gencar ejekan, olokan, celaan yang meluncur seenaknya dari para warganet di dunia maya. Ia tak tahan di-bully.

Kisah Elisa mengutuki anak-anak hingga diterkam beruang sungguh tak mudah dipahami. Sepertinya bertentangan dengan akal sehat dan nurani manusia. Sepertinya kasih dan keberpihakan sang nabi pada anak-anak patut dipertanyakan. Namun, janganlah kita tergesa berburuk sangka. Elisa baru saja menolong kota Yerikho dari petaka keguguran bayi (ay. 19-22). Bayi-bayi ia perjuangkan hidupnya, apalagi anak-anak. Sebenarnya pesan Tuhan melalui kisah anak-anak diterkam beruang ini cukup jelas. Mereka melakukan ejekan yang bisa menjadi benih dari segala bentuk bully yang jahat pada sesama—terutama karena ciri-ciri fisik mereka. Bully sungguh bukan lelucon.

Masa kini kian terungkap betapa bully adalah perbuatan yang jahat. Tidak boleh ditolerir begitu saja. Dampaknya serius. Betapa banyak anak-anak cacat, kaum lemah, dan orang miskin serta perempuan yang menjadi korban bully. Tindakan ini mengikis rasa percaya diri, merendahkan harkat, dan membunuh harga diri. Amat mempermalukan dan melukai. Sebagai anak-anak Tuhan, kita harus berada di barisan depan para penentang bully.

—PAD/www.renunganharian.net


KEBIASAAN MEM-BULLY SESAMA IBARAT MENABUR
BENIH KEJAHATAN YANG KELAK BISA MENJADI-JADI

Anda diberkati melalui Renungan Harian?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan kami.
Rek. Renungan Harian BCA No. 456 500 8880 a.n. Yayasan Gloria



October 10, 2019, 05:45:40 AM
Reply #2269
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23750
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/2019/122-oktober.html

 JIWA KUAT TUBUH SEHAT
1
2
3
4
5
Rating 3.89 (9 Votes)

    Diterbitkan hari Kamis, 10 Oktober 2019 00:00
    Ditulis oleh Endang B. Lestari   
    Dibaca: 1272 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: Matius 6:25-34

“Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kehendak-Nya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.” (Matius 6:33)


Bacaan Alkitab Setahun:
Matius 23-24



Pada masa Perang Dunia II, di pantai Anzio, Italia, banyak tentara terluka. Sementara persediaan morfin sangat terbatas. Dr. Henry Beecher, dokter tentara Amerika secara tidak sengaja menemukan, hampir semua rasa sakit dapat dikendalikan dan dihilangkan hanya dengan memberikan suntikan air garam. Selanjutnya, ia melakukan penelitian lanjutan dan menemukan data bahwa 35% dari terapi atau pengobatan dipengaruhi oleh keyakinan seseorang.

Pemahaman bahwa pikiran dan tubuh adalah satu kesatuan dan saling memengaruhi bukanlah hal baru. Para guru dan sufi telah mengetahui dan mampu menunjukkan bagaimana pikiran yang terlatih dapat mengendalikan tubuh fisik dengan mudah sejak ribuan tahun lalu. Penelitian secara mendalam menemukan bahwa pikiran dan tubuh saling terhubung dan saling memengaruhi. Bagaimana kita merasa secara emosi dapat menentukan bagaimana kita merasa secara fisik. Tak heran jika doa, meditasi (saat teduh), puji-pujian yang kita naikkan kepada Tuhan tidak hanya berguna bagi rohani/jiwa, melainkan juga tubuh jasmani kita.

Sebagian orang berpandangan sekularis: membedakan kehidupan jasmani dan rohani. Fokus pada kerajaan Allah dimaknai sebagai tindakan ritual keagamaan saja (berdoa, bersaat teduh, ibadah di gereja, persekutuan, melakukan pelayanan di gereja, memberikan persembahan). Padahal, fokus pada kerajaan Allah juga mencakup kehidupan jasmani. Energi positif yang berasal dari jiwa yang sehat berdampak pada tubuh jasmani sehingga ketika jiwa kita kuat, badan pun sehat!

—EBL/www.renunganharian.net


KEHIDUPAN ROHANI YANG SEHAT MEMBERI
DAMPAK POSITIF BAGI KEHIDUPAN JASMANI

Anda diberkati melalui Renungan Harian?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan kami.
Rek. Renungan Harian BCA No. 456 500 8880 a.n. Yayasan Gloria




 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)