Author Topic: Renungan Harian®  (Read 114656 times)

0 Members and 2 Guests are viewing this topic.

October 11, 2019, 05:54:05 AM
Reply #2270
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23811
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/2019/122-oktober.html

 BELAJAR ILMU CICAK
1
2
3
4
5
Rating 4.86 (7 Votes)

    Diterbitkan hari Jum'at, 11 Oktober 2019 00:00
    Ditulis oleh Go Hok Jin   
    Dibaca: 1383 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: Amsal 30:24-28

Cicak yang dapat kautangkap dengan tangan, tetapi yang juga ada di istana-istana raja. (Amsal 30:28)


Bacaan Alkitab Setahun:
Matius 25-26



Cicak adalah binatang yang dapat kita temui dengan mudah dalam keseharian kita. Saya pun hampir setiap hari melihat cicak merayap di rumah, mulai dari ruang tamu, kamar tidur, hingga kamar mandi. Saya pernah melihat cicak merayap di rumah orang kaya, hingga di ruang pertemuan kantor walikota. Apa yang dapat kita pelajari dari hewan yang merayap ini?

Agur bin Yake menyebut cicak sebagai binatang yang cekatan. Cekatan bisa diartikan: cepat dan mahir melakukan sesuatu. Kemahiran cicak terbukti dengan keberadaannya untuk merayap dan masuk ke banyak tempat, mulai dari rumah biasa, hingga istana raja. Ia memang dapat ditangkap dengan mudah, tetapi ia juga dapat berkelit dan melepaskan diri, dengan melepaskan ekornya, lalu bergerak cepat untuk menyelamatkan diri. Sebagai manusia, kita pun tentunya memiliki kelemahan dalam hal tertentu, seperti cicak punya kelemahan. Namun, jika kita dapat memaksimalkan kelebihan kita, hingga menjadi mahir, kita pun akan berkesempatan untuk berada di istana raja—gambaran dari tempat spesial yang dipenuhi orang-orang hebat—lalu menarik perhatian orang banyak dengan kemahiran kita.

Mulai pagi ini, setiap kali kita melihat cicak, tanyakan dan renungkanlah hal ini dengan sungguh-sungguh, “Sudahkah saya memaksimalkan kelebihan yang saya miliki?” Kita pun dapat memegang janji firman-Nya, bahwa orang yang cakap atau mahir dalam bekerja, ia akan berdiri di hadapan raja-raja, bukan di hadapan orang-orang yang hina (Ams. 22:29). Selamat menerapkan ilmu cicak!

—GHJ/www.renunganharian.net


BAGI ORANG YANG CEKATAN DAN MAHIR,
ADA POTENSI UNTUK MELAKUKAN HAL-HAL YANG BESAR

Anda diberkati melalui Renungan Harian?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan kami.
Rek. Renungan Harian BCA No. 456 500 8880 a.n. Yayasan Gloria




October 12, 2019, 06:07:39 AM
Reply #2271
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23811
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/2019/122-oktober.html

 BAROMETER IMAN
1
2
3
4
5
Rating 4.86 (7 Votes)

    Diterbitkan hari Sabtu, 12 Oktober 2019 00:00
    Ditulis oleh Pipi Agus Dhali   
    Dibaca: 1005 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: Markus 4:35-41

Lalu murid-murid-Nya membangunkan Dia dan berkata kepada-Nya, “Guru, tidak pedulikah Engkau kalau kita binasa?” (Markus 4:38b)


Bacaan Alkitab Setahun:
Matius 27-28



Jika api liar terlihat mulai menyala bahkan menjalar, orang pasti segera mencari alat pemadam kebakaran. Tiba-tiba hujan deras, orang akan lari mencari payung atau tempat berteduh. Manakala topan badai di danau Galilea menyerbu, apa yang paling dicari para nelayan pada saat itu? Jawabannya ialah jangkar!

Di mana jangkar itu terletak? Di buritan kapal, di situlah mereka biasa menyimpan alat itu. Tetapi, kali ini, tepat di atas tilam yang di kolongnya tersimpan jangkar itu, tubuh Yesus sedang pulas tertidur. Bisa dipahami ketidakmengertian dan kejengkelan para nelayan itu, sampai terlontar ucapan "Engkau tidak peduli" (ay. 38). Sebab, selain Dia tidur—sementara semua yang lain sudah panik—mereka juga terhalang untuk mengambil jangkar. Sesungguhnya, Yesus bukannya tidak peduli. Dia ingin para murid-Nya belajar beriman—yaitu merasa aman pertama-tama bukan karena alasan yang lain, melainkan karena tahu, Yesus ada di dekat mereka.

Tanpa disadari perasaan aman kita sering bersumber dan bergantung pada benda-benda atau orang-orang tertentu. Kita merasa aman kalau benda/orang itu ada di dekat kita. Angka besar di buku tabungan. Telepon genggam super pintar. Seorang kerabat berkantong tebal. Teman yang berkedudukan. Kenalan dekat yang seorang pendeta ternama. Kawan yang banyak punya koneksi dan pengaruh besar. Merekalah yang membuat kita tenang, bukan? Bagaimana dengan Tuhan? Sudahkah kehadiran-Nya sanggup menenteramkan dan membuat kita merasa aman—seperti yang dirasakan Raja Daud (Mzm. 62:6)?

—PAD/www.renunganharian.net


DALAM BANYAK PERKARA SUMBER RASA AMAN
ADALAH BAROMETER IMAN KITA



October 13, 2019, 04:54:21 AM
Reply #2272
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23811
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/2019/122-oktober.html



Unduh Daftar Bacaan Alkitab Setahun
Aturan Pengutipan
»» Setiap materi di situs ini TIDAK DIPERKENANKAN untuk dikutip tanpa seijin YAYASAN GLORIA ««



Follow @RH_net

AWAS: SERIGALA BERBULU DOMBA!
1
2
3
4
5
Rating 5.00 (1 Vote)

    Diterbitkan hari Minggu, 13 Oktober 2019 00:00
    Ditulis oleh Samuel Yudi Susanto   
    Dibaca: 420 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: Yudas 1:17-23

Akan tetapi kamu, Saudara-saudaraku yang terkasih, bangunlah dirimu sendiri di atas dasar imanmu yang paling suci dan berdoalah dalam ROH KUDUS. (Yudas 1:20)


Bacaan Alkitab Setahun:
Markus 1-3



Penulis surat Yudas menulis surat kepada jemaat agar waspada terhadap munculnya guru-guru palsu yang berusaha menyesatkan iman mereka dengan pengajaran dan perilakunya. Orang-orang yang terlihat begitu baik di depan mata tetapi sebenarnya punya perilaku yang menyesatkan itu bak serigala berbulu domba. Mereka telah menyalahgunakan kasih karunia Allah demi memuaskan hawa nafsu, mencemarkan tubuh, dan terang-terangan menyangkal bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan (ay. 4).

Jika sejak zaman dahulu kehadiran para “serigala berbulu domba” sudah menjadi perhatian khusus, bagaimana dengan keadaan gereja di masa sekarang? Seperti para jemaat di masa lampau, kita mungkin tidak mampu membedakan mana guru-guru yang benar dan mana guru-guru yang palsu karena penampilan lahiriah mereka yang terlihat baik. Dan Alkitab menasihati kita untuk selalu waspada dengan memperhatikan hal-hal berikut:

Pertama, kiranya kita terus membangun iman berdasarkan firman agar kita semakin memahami kehendak Allah (ay. 20). Kedua, peliharalah iman kita berdasarkan kasih Kristus (ay. 21). Ketiga, sebagai saudara seiman, kita perlu menunjukkan belas kasihan kepada mereka yang mulai ragu akan kebenaran firman (ay. 22). Dan keempat, kita harus berusaha membawa mereka yang tersesat ke jalan yang dikehendaki Allah (ay. 23). Akhirnya, mari mengingat bahwa firman Allah adalah satu-satunya kebenaran dan di luar firman-Nya adalah kepalsuan yang menyesatkan.

—SYS/www.renunganharian.net


KETIKA SEBUAH AJARAN TIDAK LAGI SESUAI KEBENARAN ALKITAB,
AJARAN ITU ADALAH MENYESATKAN!

Anda diberkati melalui Renungan Harian?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan kami.
Rek. Renungan Harian BCA No. 456 500 8880 a.n. Yayasan Gloria



October 14, 2019, 06:27:56 AM
Reply #2273
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23811
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/2019/122-oktober.html

 MENUJU KE KEKUDUSAN
1
2
3
4
5
Rating 4.55 (20 Votes)

    Diterbitkan hari Senin, 14 Oktober 2019 00:00
    Ditulis oleh Eddy Nugroho   
    Dibaca: 1490 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: Imamat 19:1-37

“Berbicaralah kepada segenap jemaah Israel dan katakan kepada mereka: Kuduslah kamu, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, kudus.” (Imamat 19:2)


Bacaan Alkitab Setahun:
Markus 4-5



Sungguh luar biasa Tuhan Israel! Dia memberi peraturan yang sangat rinci kepada umat Israel tentang hubungan manusia dengan Tuhan dan sesamanya. Peraturan ini dibuat agar kehidupan manusia dapat berjalan dengan harmonis. Segala peraturan yang sangat banyak itu bertujuan untuk mengatur hubungan sosial antarpenduduk yang akan tinggal di tanah perjanjian. Kalau diringkas, pada intinya Tuhan menghendaki manusia saling mengasihi.

Hukum yang disebut sebagai Hukum Kesucian ini berfungsi untuk menciptakan keteraturan, agar umat hidup dalam kasih. Misalnya, relasi seorang pria dan budak perempuan yang bertunangan dengan orang lain. Selain ada hukuman untuk pelanggaran moral tersebut, ada juga perlindungan untuk budak perempuannya. Demikian juga untuk berbagai relasi lain dalam hidup sehari-hari. Dengan demikian, setiap pelanggaran akan mengganggu keteraturan tersebut, sehingga umat tidak lagi hidup saling mengasihi. Tuhan menginginkan agar umat melaksanakan hukum ini dengan kesadaran diri. Maka dipakailah kata "hendaklah kamu", agar memiliki dampak yang baik di tengah umat, dan bukan atas dasar paksaan. Sekali lagi, penegasan pentingnya berproses menjadi kudus dalam segala aspek ini ditegaskan dengan frasa, "Akulah Tuhan!"

Berproses menjadi kudus bukan berarti menerapkan hukum hanya secara harfiah. Tuhan menginginkan adanya kasih di antara umat. Untuk itu ciptakanlah hal itu di dalam gereja, keluarga, tempat kerja, atas dasar kasih kita kepada Tuhan Yang Mahakudus yang mengasihi umat-Nya.

—ENO/www.renunganharian.net


SALING MENGASIHILAH KAMU KARENA ENGKAU DICIPTAKAN
SEGAMBAR DENGAN PENCIPTAMU YANG MAHAKASIH

Anda diberkati melalui Renungan Harian?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan kami.
Rek. Renungan Harian BCA No. 456 500 8880 a.n. Yayasan Gloria




October 15, 2019, 06:14:50 AM
Reply #2274
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23811
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/2019/122-oktober.html



Unduh Daftar Bacaan Alkitab Setahun
Aturan Pengutipan
»» Setiap materi di situs ini TIDAK DIPERKENANKAN untuk dikutip tanpa seijin YAYASAN GLORIA ««



Follow @RH_net

SETERU SALIB KRISTUS
1
2
3
4
5
Rating 4.85 (26 Votes)

    Diterbitkan hari Selasa, 15 Oktober 2019 00:00
    Ditulis oleh Lim Ivenina Natasya   
    Dibaca: 1575 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: Filipi 3:17-21

Karena, seperti yang telah kerap kali kukatakan kepadamu, dan yang kunyatakan pula sekarang sambil menangis, banyak orang yang hidup sebagai seteru salib Kristus. (Filipi 3:18)


Bacaan Alkitab Setahun:
Markus 6-7



Sebelum bertobat, Saulus hidup sebagai seteru salib Kristus. Mengancam dan membunuh murid-murid Yesus, meminta surat kuasa supaya jika ia menemukan orang yang mengikuti Jalan Tuhan, ia dapat menangkap mereka. Sampai Yesus menegurnya, “Saulus, Saulus, mengapa engkau menganiaya Aku?” (Kis. 9:1-5). Setelah bertobat dan menjadi hamba Kristus Yesus, dalam suratnya kepada jemaat Filipi, kerap kali ia menyatakan sambil menangis, banyak orang yang hidup sebagai seteru salib Kristus.

Bukan hanya orang belum percaya yang menganiaya murid Tuhan, hidup sebagai seteru salib Kristus. Banyak orang yang mengaku percaya dan beriman pada Tuhan Yesus pun bisa hidup sebagai seteru salib Kristus. Mereka bertuhankan perut dan pikiran mereka semata-mata tertuju kepada perkara duniawi (ay. 19) dengan menghalalkan segala cara. Mereka tidak siap memikul salib, tidak menjadikan salib sebagai tujuan hidupnya. Mereka mau menerima berkat, mukjizat, tapi ketika dihadapkan pada ujian dan tantangan, secepat kilat bersungut-sungut kepada Tuhan, menjadi kecewa dan bahkan meninggalkan Tuhan.

Mari kita yang sudah percaya dan beriman pada Tuhan Yesus mengintrospeksi diri, apakah kita hidup sesuai dengan kehendak Kristus ataukah sebagai seteru salib Kristus. Kita yang sudah mengenal kebenaran apakah hidup dalam kebenaran atau tetap hidup dalam dosa. Jangan sampai tanpa kita sadari, kita menjadi seteru salib Kristus dengan hidup secara duniawi dan mencintai dunia.

—IN/www.renunganharian.net


SEBAGAI ORANG YANG TELAH DISELAMATKAN HENDAKLAH
KITA MENJADI ORANG-ORANG YANG MENGHARGAI SALIB KRISTUS

Anda diberkati melalui Renungan Harian?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan kami.
Rek. Renungan Harian BCA No. 456 500 8880 a.n. Yayasan Gloria



October 16, 2019, 06:32:38 AM
Reply #2275
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23811
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/2019/122-oktober.html



Unduh Daftar Bacaan Alkitab Setahun
Aturan Pengutipan
»» Setiap materi di situs ini TIDAK DIPERKENANKAN untuk dikutip tanpa seijin YAYASAN GLORIA ««



Follow @RH_net

BERHATI-HATI SAAT SEJAHTERA
1
2
3
4
5
Rating 3.86 (14 Votes)

    Diterbitkan hari Rabu, 16 Oktober 2019 00:00
    Ditulis oleh Heman Elia   
    Dibaca: 1870 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: Ulangan 6

“... dan apabila engkau sudah makan dan menjadi kenyang, maka berhati-hatilah, supaya jangan engkau melupakan TUHAN, yang telah membawa kamu keluar dari tanah Mesir, dari rumah perbudakan.” (Ulangan 6:11b-12)


Bacaan Alkitab Setahun:
Markus 8-9



Anda yang pernah merasakan kondisi keuangan sangat terbatas memahami bagaimana sulitnya hidup. Bingung sudah pasti. Mungkin juga panik. Hidup terasa mencekam, kadang seolah lebih baik mati daripada menghadapi ketidakpastian sebesar itu. Namun Tuhan meminta kita tidak khawatir ketika berkekurangan. Meskipun demikian, peringatan berulang justru Allah berikan untuk mengantisipasi kondisi yang baik dan sejahtera.

Ketika bangsa Israel baru saja dibebaskan dari tanah perbudakan Mesir, TUHAN memberi perintah-Nya melalui Musa (ay. 1). Perintah-Nya unik karena mengandung peringatan mengenai kondisi kecukupan tatkala mereka menetap di Kanaan nantinya. Israel tidak boleh melupakan TUHAN yang telah membawa mereka keluar dari Mesir dengan cara yang sangat ajaib. Mereka bahkan wajib mengajarkannya secara berulang kepada keturunan mereka. Di kemudian hari memang terbukti bahwa dalam keadaan baik, Israel cenderung melupakan TUHAN mereka.

Peringatan yang sama juga berlaku bagi kita yang saat ini hidup sejahtera. Melupakan Tuhan adalah persoalan serius. Kecenderungan kita mencurahkan perhatian pada pemberian dibanding mengingat Sang Pemberi jauh lebih kuat. Kerap kita lalai membina anak-anak dan keturunan kita dalam hal rohani. Padahal, Tuhan sesungguhnya lebih peduli akan kesetiaan kita kepada-Nya. Sedangkan keperluan jasmani kita adalah wilayah tanggung jawab-Nya. Mari senantiasa mengenang, mengucap syukur, dan mengajarkan kisah ajaib Yesus yang membebaskan kita dari perbudakan dosa dan maut.

—HEM/www.renunganharian.net


KEWASPADAAN ADALAH NISCAYA PADA SEMUA SITUASI,
NAMUN MENGINGAT TUHAN ADALAH WAJIB
TERUTAMA SAAT KONDISI BAIK DAN SEJAHTERA

Anda diberkati melalui Renungan Harian?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan kami.
Rek. Renungan Harian BCA No. 456 500 8880 a.n. Yayasan Gloria



October 17, 2019, 06:02:24 AM
Reply #2276
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23811
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/2019/122-oktober.html

 MENDESAK UNTUK MEMBERI
1
2
3
4
5
Rating 4.67 (15 Votes)

    Diterbitkan hari Kamis, 17 Oktober 2019 00:00
    Ditulis oleh Go Hok Jin   
    Dibaca: 1624 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: 2 Korintus 8:1-9

Dengan kerelaan sendiri mereka meminta dan mendesak kepada kami, supaya mereka juga beroleh anugerah untuk ambil bagian dalam pelayanan kepada orang-orang kudus. (2 Korintus 8:4)


Bacaan Alkitab Setahun:
Markus 10-11



Beberapa orang dari suatu gereja lokal diberkati secara materi, sehingga mereka dapat membeli mobil. Menariknya, mereka tak segan untuk memakai mobil pribadi tersebut untuk keperluan pelayanan. Tak jarang, ketika gembala gereja itu hendak bepergian ke luar kota untuk keperluan pelayanan, beberapa dari anggota jemaat sampai “mengantri” untuk mempersilakan, bahkan tak jarang sampai mendesak sang gembala memakai mobil mereka, termasuk memenuhi bahan bakar dengan sukarela.

Hal yang tak kalah mencengangkan dilakukan oleh jemaat di Makedonia. Mengetahui adanya keperluan pelayanan dari para rasul, mereka sampai meminta dan mendesak para rasul agar dapat ambil bagian lewat pemberian mereka. Secara ekonomi, jemaat di Makedonia jauh dari berkecukupan, tetapi keterbatasan itu tak menghalangi mereka untuk memberi. Para rasul bahkan terkejut karena mereka memberi di luar harapan atau ekspektasi (ay. 5). Secara nyata, kehidupan umat Tuhan di Makedonia mengalami hidup dalam kasih karunia, sehingga mereka diperkaya dalam kemurahhatian dan kerelaan untuk ambil bagian dalam pekerjaan Tuhan.

Sesungguhnya, pemberian tidak bergantung dari banyak sedikitnya materi yang kita miliki. Semuanya dimulai dari hati yang diubahkan oleh Tuhan, sehingga terjadi perubahan dari fokus kepada diri sendiri, menjadi kesediaan untuk berbagi dengan sesama maupun untuk menopang kebutuhan pelayanan. Bagaimana dengan materi yang Tuhan “titipkan” kepada kita? Sudahkah kita pergunakan untuk ambil bagian dalam keperluan pelayanan?

—GHJ/www.renunganharian.net


LEBIH BAIK MENDESAK UNTUK MEMBERI
DARIPADA TERDESAK BARU BELAJAR MEMBERI!

Anda diberkati melalui Renungan Harian?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan kami.
Rek. Renungan Harian BCA No. 456 500 8880 a.n. Yayasan Gloria






October 18, 2019, 05:49:25 AM
Reply #2277
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23811
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/2019/122-oktober.html



Unduh Daftar Bacaan Alkitab Setahun
Aturan Pengutipan
»» Setiap materi di situs ini TIDAK DIPERKENANKAN untuk dikutip tanpa seijin YAYASAN GLORIA ««



Follow @RH_net

Sudah terbit: Volume 57!

JANGAN TUNDA!
1
2
3
4
5
Rating 4.53 (15 Votes)

    Diterbitkan hari Jum'at, 18 Oktober 2019 00:00
    Ditulis oleh Pipi Agus Dhali   
    Dibaca: 1246 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: Filipi 4:10-20

Memang selalu ada perhatianmu, tetapi tidak ada kesempatan bagimu. (Filipi 4:10b)


Bacaan Alkitab Setahun:
Markus 12-13



Pada masa kini ada banyak ragam kartu ucapan terima kasih. Dari yang harganya paling murah sampai dengan yang mahal sekali. Ada yang merupakan produk cetakan, ada pula yang hasil karya buatan tangan. Ada yang bergambar lucu dan kocak. Ada yang berisi tulisan yang menyentuh dan mengharukan. Semuanya berusaha untuk dapat mewakili sebuah perasaan, yaitu rasa terima kasih.

Surat Filipi adalah tulisan yang berusaha mewakili satu perasaan yang menonjol dalam diri penulisnya, yaitu sukacita dan rasa terima kasih. Sejatinya Rasul Paulus memang menerima pemberian dari jemaat Filipi (ay. 16, 18). Disyukurinya pemberian itu sebab ia tahu—sekalipun ingin—tidak selalu sebuah pemberian itu menemukan kesempatannya untuk disampaikan (ay. 10). Pemberian yang berhasil disampaikan tepat sasaran dan tepat pada waktunya adalah karunia. Paulus sadar, memberi itu bukan sesuatu yang dapat dilakukan kapan saja!

Hidup ini membuktikan kepada kita, betapa banyak kesempatan untuk memberi yang hilang. Hilang karena perhatiannya sudah beralih ke yang lain atau niat untuk itu sudah lenyap. Hilang karena momentumnya sudah lewat. Hilang karena barangnya keburu hilang atau sudah usang. Dan yang paling fatal, karena orangnya sudah meninggal. Oleh karenanya, jangan menahan kerinduan untuk memberi manakala Tuhan sedang menanamnya di dalam hati kita. Itulah saat terbaik untuk memberi.

—PAD/www.renunganharian.net


KESEMPATAN UNTUK MEMBERI TAK SELALU ADA,
JANGAN BIASAKAN DIRI UNTUK MENUNDANYA

Anda diberkati melalui Renungan Harian?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan kami.
Rek. Renungan Harian BCA No. 456 500 8880 a.n. Yayasan Gloria



October 19, 2019, 05:51:18 AM
Reply #2278
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23811
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/2019/122-oktober.html



Unduh Daftar Bacaan Alkitab Setahun
Aturan Pengutipan
»» Setiap materi di situs ini TIDAK DIPERKENANKAN untuk dikutip tanpa seijin YAYASAN GLORIA ««



Follow @RH_net

JANGAN KERASKAN HATI
1
2
3
4
5
Rating 4.00 (5 Votes)

    Diterbitkan hari Sabtu, 19 Oktober 2019 00:00
    Ditulis oleh Endang B. Lestari   
    Dibaca: 811 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: Ibrani 3:7-19

“Pada hari ini, jika kamu mendengar suara-Nya, janganlah keraskan hatimu seperti dalam pemberontakan.” (Ibrani 3:15)


Bacaan Alkitab Setahun:
Markus 14-16



Tuhan merancangkan berkat bagi Israel dengan membawa mereka keluar dari tanah Mesir. Tuhan ingin menjadikan mereka bangsa yang merdeka, bukan budak. Tetapi di sepanjang proses keluar dari Mesir, Israel sering menolak didikan Allah, memberontak terhadap rancangan Allah. Hal itu menjadikan mereka banyak mengalami kegagalan dan kehancuran.

Kegagalan yang dialami bangsa Israel ini mestinya cukup untuk menjadi peringatan bagi kita supaya tidak ikut-ikutan mengeraskan hati terhadap pimpinan Tuhan. Bilamana ini terjadi? Hati yang keras berawal dari penolakan terhadap Firman Tuhan, merendahkan karya-Nya dan tidak memahami jalan-Nya. Mungkin penolakan kita terhadap Firman memang tidak sampai pada tahap meninggalkan Kekristenan. Namun apa bedanya jika kita mengaku Kristen tetapi mengabaikan didikan dan nasihat Tuhan? Apalah artinya pengakuan di mulut jika hati dan perbuatan kita tidak sejalan?

Dewasa secara usia, terlebih telah berumah tangga dan memiliki anak kadang membuat kita sombong dengan pengetahuan dan pengalaman hidup. Merasa pantas menasihati anak-anak bahkan orang lain karena merasa lebih dari mereka. Merasa sudah tidak perlu dididik, sehingga mengabaikan nasihat Tuhan dan tidak menyikapinya dengan serius. Bukankah banyak juga orang tua yang terpeleset dalam dosa? Karena itu tidak tepat jika kita menutup diri terhadap nasihat dan didikan. Waspadalah jika rasa gengsi dan harga diri membuat kita dengan sengaja menolak untuk taat terhadap kebenaran Allah yang sesungguhnya kita tahu.

—EBL/www.renunganharian.net


HATI YANG JAHAT DAN TIDAK PERCAYA MERAMPAS BERKAT
YANG SUDAH TUHAN RANCANGKAN BAGI KITA

Anda diberkati melalui Renungan Harian?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan kami.
Rek. Renungan Harian BCA No. 456 500 8880 a.n. Yayasan Gloria






October 21, 2019, 07:47:34 AM
Reply #2279
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23811
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/2019/122-oktober.html

 SUKA YANG PALSU
1
2
3
4
5
Rating 4.28 (18 Votes)

    Diterbitkan hari Senin, 21 Oktober 2019 00:00
    Ditulis oleh Endang B. Lestari   
    Dibaca: 4226 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: Yeremia 8:1-12

“Bagaimanakah kamu berani berkata: Kami bijaksana, dan kami mempunyai Taurat TUHAN? Sesungguhnya, pena palsu penyurat sudah membuatnya menjadi bohong.” (Yeremia 8:8)


Bacaan Alkitab Setahun:
Lukas 2-3



Seorang teman merasa bangga karena banyak orang memuji pakaian yang dikenakannya. Mereka mengira pakaian itu pakaian bermerek ternama yang mahal harganya. Tidak ada yang menyangka jika barang itu adalah produk tiruan. “Untuk apa beli yang mahal, kalau dengan yang palsu saja sudah banyak yang tertipu!” ujarnya dengan bangga.

Bangsa Yehuda berpaling dari Allah, tidak mau bertobat dan terus berkubang dalam kenajisannya. Pengajaran yang benar sudah menjadi kabur dalam penglihatan mereka. Ketika ada tanda-tanda hukuman Allah semakin dekat mereka justru menyangkal dengan meyakinkan diri sendiri dan banyak orang di sekitarnya bahwa semuanya dalam keadaan aman. Tidak ada lagi rasa malu dan sungkan. Mereka tak dapat melihat jika mereka dipermalukan atas dosanya.

Orang percaya di zaman ini pun masih banyak yang menyukai hidup dalam kepalsuan. Mereka menduakan Allah dengan memercayai dusta tanpa memperhatikan kebenaran Firman Tuhan. Jangankan terpanggil untuk bertobat, mereka tidak mau mengakui bahwa diri mereka telah berdosa. Mereka lebih senang mendengarkan pengajaran nabi-nabi palsu karena pengajaran mereka terasa mudah, ringan, bahkan menjanjikan banyak berkat dan sukacita. Dengan begitu mereka dapat mengaku sebagai pribadi yang beragama sekalipun kehidupan mereka dipenuhi kebiasaan dosa. Akankah kita membiarkan diri kita menghidupi tabiat yang demikian pula? Tidak ada hal lain dapat kita lakukan untuk menjaga diri dari arus kepalsuan selain kembali pada kemurnian hidup dalam pertobatan.

—EBL/www.renunganharian.net


SEMUA YANG PALSU PASTI LEBIH MUDAH DAN MURAH.
SEDANGKAN YANG ASLI BERNILAI MAHAL DAN KEKAL.

Anda diberkati melalui Renungan Harian?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan kami.
Rek. Renungan Harian BCA No. 456 500 8880 a.n. Yayasan Gloria



 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)