Author Topic: Renungan Harian®  (Read 114476 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

October 22, 2019, 05:07:24 AM
Reply #2280
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23770
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/2019/122-oktober.html

 TULUS DAN SETIA
1
2
3
4
5
Rating 4.29 (7 Votes)

    Diterbitkan hari Selasa, 22 Oktober 2019 00:00
    Ditulis oleh Eddy Nugroho   
    Dibaca: 735 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: Yeremia 35:11-19

“Sungguh, keturunan Yonadab bin Rekhab menepati perintah yang diberikan bapa leluhurnya kepada mereka, tetapi bangsa ini tidak mau mendengarkan Aku!” (Yeremia 35:16)


Bacaan Alkitab Setahun:
Lukas 4-5



Sebagai bangsa Indonesia, kita dituntut untuk tetap setia terhadap nilai-nilai luhur nenek moyang kita. Misalnya menghormati orang tua, menghargai budaya, tradisi dan adat istiadat. Hal ini sebenarnya tidak ada yang salah. Tetapi kadang kesetiaan pada tradisi bisa membabi buta, tanpa tahu sungguh-sungguh mengapa tradisi berlangsung seperti itu. Namun tradisi bisa juga merupakan ungkapan kesetiaan yang luhur pada Allah yang disembah dalam tradisi tersebut.

Tradisi yang turun-temurun ditaati oleh orang-orang Rekhab mungkin sedikit berlebihan dari tuntutan Hukum Taurat. Namun yang Tuhan puji dari orang-orang Rekhab adalah ketulusan dan kesetiaan mereka dalam menaati ajaran leluhur mereka. Hal ini justru tidak ada pada umat Tuhan. Ternyata umat Tuhan mengabaikan Tuhan, Pemimpin hidup mereka. Mereka terlalu sering melanggar Firman Tuhan, tidak setia pada Tuhan dengan bermain-main dalam dosa. Oleh karena itu, berlawanan dengan “nasib” keturunan Rekhab yang terus-menerus mendapat kehormatan menjadi pelayan Tuhan, umat Israel menerima ganjaran berupa hukuman Tuhan, yaitu penawanan di Babel.

Hati yang tulus dan setia pada Tuhan jauh lebih menyenangkan Tuhan daripada kesalehan yang pura-pura, dan ritual yang hanya dipraktikkan secara lahiriah saja, tanpa kesungguhan batin. Oleh karena itu, biarlah bacaan kita hari ini menjadi semacam cermin bagi kita untuk memeriksa perilaku ibadah kita: selaraskah dengan kehendak-Nya atau hanya semacam kamuflase untuk menutupi kedagingan kita yang duniawi, atau ritual saja?

—ENO/www.renunganharian.net


MANUSIA MELIHAT PENAMPILAN, TETAPI TUHAN MELIHAT HATI

Anda diberkati melalui Renungan Harian?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan kami.
Rek. Renungan Harian BCA No. 456 500 8880 a.n. Yayasan Gloria



October 23, 2019, 06:01:57 AM
Reply #2281
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23770
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/2019/122-oktober.html

 RUNTUHNYA SIMBOL KEMEGAHAN
1
2
3
4
5
Rating 4.63 (8 Votes)

    Diterbitkan hari Rabu, 23 Oktober 2019 00:00
    Ditulis oleh Samuel Yudi Susanto   
    Dibaca: 1805 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: 2 Tawarikh 36:1-23

Jangan sesat! Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya. (Galatia 6:7)


Bacaan Alkitab Setahun:
Lukas 6-7



Pasal terakhir dari kitab 2 Tawarikh ini diisi dengan kisah para raja yang pernah memerintah Yehuda dan semuanya berlaku jahat di mata Tuhan. Kitab ini pun mengungkapkan perasaan hati Tuhan yang begitu murka menyaksikan ketidaksetiaan umat-Nya itu. Kesabaran-Nya sudah di ambang batas dan hukuman yang sudah lama tertunda pun tidak terelakkan lagi. Kerajaan Yehuda sudah di ambang kehancurannya dan rumah Allah yang disebut sebagai simbol kemuliaan serta kemegahan itu, tinggal sesaat lagi akan musnah.

Meski demikian, di akhir pasal ini, Tuhan masih menunjukkan belas kasihan dan pengampunan-Nya. Tuhan tetap ingin membawa umat-Nya itu kembali ke Yerusalem. Sebagian besar dari mereka terlahir di tempat pembuangan itu. Mereka hanya mendengar soal kota Yerusalem dari cerita orang. Orang-orang yang pernah menyaksikan kemuliaan dan kemegahan Yerusalem dan rumah Allah menangis dengan pedih di tengah puing-puing reruntuhan.

Tidak sedikit orang kristiani yang mengeraskan hatinya dan terus melawan Tuhan tanpa menyadari bahwa kehidupan mereka sedang berada di ambang batas kesabaran Tuhan. Sadarilah bahwa ketika kita tidak mau bertobat, sesungguhnya kita telah berdiri di atas reruntuhan keluarga atau hubungan persahabatan yang hancur, serta tanggung jawab yang tak lagi dipercayakan kepada kita. Pada akhirnya kita hanya menangis dalam penyesalan. Mari kita perhatikan peringatan-Nya dan bertobatlah sebelum murka-Nya benar-benar tertumpah dalam hidup kita.

—SYS/www.renunganharian.net


KARENA KEKERASAN HATI KITALAH MAKA SEGALA KEMEGAHAN
ITU AKAN BERUBAH MENJADI PUING-PUING RERUNTUHAN

Anda diberkati melalui Renungan Harian?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan kami.
Rek. Renungan Harian BCA No. 456 500 8880 a.n. Yayasan Gloria




October 24, 2019, 05:32:38 AM
Reply #2282
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23770
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/2019/122-oktober.html



Unduh Daftar Bacaan Alkitab Setahun
Aturan Pengutipan
»» Setiap materi di situs ini TIDAK DIPERKENANKAN untuk dikutip tanpa seijin YAYASAN GLORIA ««



Follow @RH_net

PINDAH TIDUR
1
2
3
4
5
Rating 4.55 (11 Votes)

    Diterbitkan hari Kamis, 24 Oktober 2019 00:00
    Ditulis oleh Go Hok Jin   
    Dibaca: 890 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: Amsal 18:1-24

Orang yang bersemangat dapat menanggung penderitaannya, tetapi siapa akan memulihkan semangat yang patah? (Amsal 18:14)


Bacaan Alkitab Setahun:
Lukas 8-9



Sejak kecil, Kurnia tidak pernah merasakan rawat inap di rumah sakit. Namun, akhirnya pengalaman itu datang usai diagnosis dokter menyatakan kadar Hb-nya jauh di bawah normal. Mau tak mau Kurnia harus menjalani rawat inap. Menariknya, Kurnia merespons kondisi itu dengan santai. Begini bunyi unggahan di media sosialnya: “Rekor selama 40 tahun terpecahkan. Memang kalau Tuhan sudah berkehendak, waktunya beristirahat dan pindah tidur!” Saya tersenyum saat membaca kalimat itu sambil bergumam, “Mantap juga caranya merespons sakitnya!”

Dalam hidup ini, cara pandang seseorang akan memengaruhi ucapan, sikap, dan tindakannya. Dua orang Kristen yang terbaring di ranjang rumah sakit, di ruangan yang sama, dapat memandang keadaannya dengan cara yang sama sekali berbeda. Hal itu ditentukan oleh cara pandangnya terhadap kehidupan, yang dipengaruhi oleh iman dan pengalaman pribadi mereka bersama Tuhan. Benarlah yang disampaikan penulis Amsal bahwa orang yang bersemangat dapat menanggung penderitaannya. Ia bahkan mampu merespons secara positif dengan sukacita yang memancar dari wajahnya, sekalipun faktanya ia masih sakit.

Apakah saat ini semangat kita sedang patah karena pergumulan yang tak kunjung tuntas? Apakah kita sedang “pindah tidur” di rumah sakit dengan kekhawatiran mulai menyergap hati dan pikiran kita? Berhati-hatilah agar sukacita dan semangat kita jangan sampai sirna, supaya kondisi yang kita alami tidak semakin berat. Bersemangatlah karena pertolongan Allah pasti dinyatakan bagi kita!

—GHJ/www.renunganharian.net


SUKACITA DAN SEMANGAT AKAN MELIPATGANDAKAN KESANGGUPAN KITA
DALAM MENANGGUNG PENDERITAAN

Anda diberkati melalui Renungan Harian?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan kami.
Rek. Renungan Harian BCA No. 456 500 8880 a.n. Yayasan Gloria




October 25, 2019, 06:19:23 AM
Reply #2283
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23770
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/2019/122-oktober.html



Unduh Daftar Bacaan Alkitab Setahun
Aturan Pengutipan
»» Setiap materi di situs ini TIDAK DIPERKENANKAN untuk dikutip tanpa seijin YAYASAN GLORIA ««



Follow @RH_net

BOLA SALJU DOSA
1
2
3
4
5
Rating 4.67 (15 Votes)

    Diterbitkan hari Jum'at, 25 Oktober 2019 00:00
    Ditulis oleh Eddy Nugroho   
    Dibaca: 2072 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: 2 Samuel 11:1-27

Sekali peristiwa pada waktu petang, ketika Daud bangun dari tempat pembaringannya, lalu berjalan-jalan di atas sotoh istana, tampak kepadanya dari atas sotoh itu seorang perempuan sedang mandi; perempuan itu sangat elok rupanya. (2 Samuel 11:2)


Bacaan Alkitab Setahun:
Lukas 10-11



Kalau kita bermain salju, ketika kepalan salju kita gelindingkan, maka bola salju kecil itu akan membesar dan semakin besar. Bola salju itu akan membawa salju yang dilewatinya sehingga menyatu menjadi bola salju yang semakin besar. Demikian pula dosa. Dosa yang satu akan melahirkan dosa yang lain untuk menutupi dosa awal.

Dosa berawal dari mata. Mata melihat, hati menginginkan dan tindakan melaksanakannya. Itu pola yang biasanya terjadi bila seseorang jatuh ke dalam dosa. Pola ini pula yang terjadi pada diri Daud. Seharusnya berperang, tetapi ia melupakan tanggung jawabnya dan malah santai di istana. Pada saat itulah pencobaan datang. Ia melihat seorang perempuan sedang mandi. Tidak berhenti melihat, ia menginginkan perempuan itu, yang ternyata bernama Batsyeba, istri Uria. Lalu dilanjutkan dengan mengambil Batsyeba dan tidur dengannya. Setelah Batsyeba mengandung, maka yang muncul kemudian adalah muslihat untuk menutupi dosa, mulai dari cara yang halus, yang kotor, sampai yang bersifat kriminal, yang ditujukan kepada Uria, suami Batsyeba.

Melihat, menginginkan, dan mengambil merupakan suatu proses yang tidak berdiri sendiri, melainkan berkaitan dan berkembang. Dosa seperti bola salju, semakin digelindingkan akan semakin besar. Ini menjadi suatu peringatan keras bagi kita. Jangan pernah bermain-main dengan dosa. Bila suatu waktu kita jatuh ke dalam dosa, jangan berkubang di dalamnya. Jangan berusaha menutupinya dengan berbuat dosa yang lain. Bertobat dan mintalah pengampunan Sang Penebus.

—ENO/www.renunganharian.net


KENALILAH KESALAHAN-KESALAHAN ANDA DAN BELAJARLAH DARI KESALAHAN ITU,
NAMUN JANGAN BERKUBANG DI DALAMNYA.—Zig Ziglar

Anda diberkati melalui Renungan Harian?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan kami.
Rek. Renungan Harian BCA No. 456 500 8880 a.n. Yayasan Gloria




October 26, 2019, 06:08:54 AM
Reply #2284
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23770
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/2019/122-oktober.html

 PANGGUNG HIBURAN
1
2
3
4
5
Rating 3.75 (4 Votes)

    Diterbitkan hari Sabtu, 26 Oktober 2019 00:00
    Ditulis oleh Endang B. Lestari   
    Dibaca: 979 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: Yehezkiel 33:21-33

“Dan mereka datang kepadamu seperti rakyat berkerumun dan duduk di hadapanmu sebagai umat-Ku, mereka mendengar apa yang kauucapkan, tetapi mereka tidak melakukannya; mulutnya penuh dengan kata-kata cinta kasih, tetapi hati mereka mengejar keuntungan yang haram.” (Yehezkiel 33:31)


Bacaan Alkitab Setahun:
Lukas 12-13



Seluruh isi Alkitab bermanfaat untuk mengajar, menyatakan kesalahan, memperbaiki kelakuan dan mendidik orang dalam kebenaran. Dengan demikian mendengar berita firman bertujuan untuk membangun diri dalam hidup yang seturut dengan kehendak Tuhan. Tetapi tidak jarang pelayanan khotbah dipandang selayaknya panggung pertunjukan. Fungsinya tak lebih dari sekadar hiburan.

Orang-orang Israel mau mendengarkan Yehezkiel karena nubuatan yang disampaikannya tergenapi. Namun demikian rasa heran mereka tidak menimbulkan iman kepada Tuhan. Mereka tidak tergerak untuk menaati setiap firman Allah yang disampaikan oleh Yehezkiel. Bagi Israel, Yehezkiel seumpama pemain sandiwara di atas panggung dan berita dari Allah yang disampaikannya hanyalah sebatas hiburan. Mereka suka dengan pesan mengenai pemulihan di masa depan, tetapi merasa nyaman dalam gelimang dosa. Mereka tidak mau bertobat, bahkan merasa diri aman sekalipun mengingkari iman.

Memuji pengkhotbah tidak sama dengan menjadi taat kepada Firman Tuhan. Senang mendengar firman tidak memberi jaminan keselamatan. Fasih memperkatakan tentang cinta kasih pun tidak cukup untuk membuktikan kesungguhan hidup dalam kasih (baik kepada Tuhan maupun sesama). Harus ada respons positif yang nyata dalam perubahan perilaku hidup. Betapa mirisnya melihat Israel menolak kasih Tuhan! Kita pun mungkin turut mengecam sikap Israel yang tidak tahu diuntung ini. Namun waspadalah, jangan-jangan kita pun melakukan hal serupa!

—EBL/www.renunganharian.net


BERITA FIRMAN MEMBUTUHKAN TANGGAPAN
DARI HATI YANG NYATA DALAM PERTOBATAN

Anda diberkati melalui Renungan Harian?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan kami.
Rek. Renungan Harian BCA No. 456 500 8880 a.n. Yayasan Gloria



October 28, 2019, 11:53:37 AM
Reply #2285
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23770
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/2019/122-oktober.html



Unduh Daftar Bacaan Alkitab Setahun
Aturan Pengutipan
»» Setiap materi di situs ini TIDAK DIPERKENANKAN untuk dikutip tanpa seijin YAYASAN GLORIA ««



Follow @RH_net

Sudah terbit: Volume 33!

KEDEWASAAN DAN KEBIJAKSANAAN
1
2
3
4
5
Rating 4.61 (18 Votes)

    Diterbitkan hari Senin, 28 Oktober 2019 00:00
    Ditulis oleh Zefanya Duta P.   
    Dibaca: 15142 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: Titus 2:1-8

Demikian juga orang-orang muda; nasihatilah mereka supaya mereka menguasai diri dalam segala hal. (Titus 2:6)


Bacaan Alkitab Setahun:
Lukas 17-18



Kedewasaan sering kali dipandang hanya berdasarkan usia. Pandangan ini muncul karena anggapan bahwa dalam usia yang matang, dia akan menjadi pribadi yang dewasa, tenang dan bijaksana. Tetapi pada kenyataannya, usia tidak dapat menjamin kedewasaan seseorang.

Dalam pekerjaan pelayanan Titus, Paulus memintanya untuk juga hadir bagi sesamanya yang masih muda dan menasihati mereka untuk dapat menguasai diri mereka. Nasihat ini disampaikan dengan mengingat bahwa dalam budaya Yahudi, usia menjadi ukuran kedewasaan seseorang. Seseorang akan dianggap sebagai pribadi yang dewasa dan dihormati, apabila telah memasuki usia yang cukup. Sebaliknya, dia akan direndahkan apabila belum mencukupi usia dewasa. Melalui nasihatnya ini, Paulus hendak menunjukkan bahwa usia tidak menunjukkan kedewasaan seseorang. Akan tetapi, karakter seseoranglah yang dapat menunjukkan kedewasaannya.

Sikap tersebut terwujud dalam penguasaan diri, yang mengajak seseorang untuk tidak terbawa emosi sesaat dan terburu-buru dalam menyimpulkan sesuatu, melainkan selalu bersedia untuk mau mendengarkan dan melihat suatu hal terlebih dahulu. Dengan penguasaan diri, maka kedewasaan itu ditunjukkan.

Kedewasaan adalah sikap, yang harus ada dalam hidup kita. Dengan senantiasa berusaha untuk menguasai diri, maka kedewasaan itu akan mengalir dalam hidup kita. Karena kedewasaan itu bukan tujuan hidup yang harus ditunjukkan, melainkan sebuah sikap yang menjadi jalan hidup.

—ZDP/www.renunganharian.net


KEDEWASAAN BUKAN UNTUK DIPERTONTONKAN,
MELAINKAN SEBUAH SIKAP HIDUP

Anda diberkati melalui Renungan Harian?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan kami.
Rek. Renungan Harian BCA No. 456 500 8880 a.n. Yayasan Gloria




October 29, 2019, 06:29:19 AM
Reply #2286
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23770
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/2019/122-oktober.html



Unduh Daftar Bacaan Alkitab Setahun
Aturan Pengutipan
»» Setiap materi di situs ini TIDAK DIPERKENANKAN untuk dikutip tanpa seijin YAYASAN GLORIA ««



Follow @RH_net

TANGGAPAN POSITIF
1
2
3
4
5
Rating 4.77 (13 Votes)

    Diterbitkan hari Selasa, 29 Oktober 2019 00:00
    Ditulis oleh Endang B. Lestari   
    Dibaca: 2180 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: Kolose 3:5-17

Dan segala sesuatu yang kamu lakukan dengan perkataan atau perbuatan, lakukanlah semuanya itu dalam nama Tuhan Yesus, sambil mengucap syukur melalui Dia kepada Allah, Bapa kita. (Kolose 3:17)


Bacaan Alkitab Setahun:
Lukas 19-20



Ada orang yang memilih untuk melakukan kejahatan karena merasa tersaingi ketika seseorang mendahului laju kendaraannya di jalan raya. Ada pula orang yang memilih untuk melepaskan pengampunan ketika seseorang telah membunuh anaknya. Masing-masing orang memberikan tanggapan yang berbeda atas sesuatu yang mereka alami. Hal ini bergantung pada pilihan mereka secara pribadi. Mereka dapat menanggapinya secara positif, netral, atau menanggapinya secara negatif.

Paulus mengajar umat untuk mematikan diri dari segala tindak duniawi. Membuang segala bentuk kemarahan, geram, kejahatan, fitnah, kata-kata kotor dan dusta. Dengan kata lain Paulus sedang mengajarkan kita untuk menanggapi setiap persoalan dengan cara pandang positif. Mengenakan belas kasih, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan dan kesabaran. Ketika seseorang melakukan kesalahan, alih-alih mendendam kita mesti mengampuni, atas dasar pengampunan yang sudah lebih dulu kita terima dari Tuhan.

Karena itu, ketika diperhadapkan dengan seseorang yang melukai hati, cobalah memandang mereka sebagai pribadi yang harus kita kasihi. Jika hal ini terasa sulit, cobalah kita melakukannya atas dasar kasih pada diri sendiri. Bukankah melepaskan pengampunan melegakan diri sendiri? Jika hal ini masih sulit, cobalah lakukan karena kita menaruh kasih kepada Tuhan! Bukankah Tuhan telah memberikan pengampunan atas kesalahan dan dosa kita yang begitu besar? Jika ternyata tidak bisa juga, tanyakan pada diri sendiri: Layakkah aku disebut pengikut Kristus?

—EBL/www.renunganharian.net


BUKTI UCAPAN SYUKUR ATAS KASIH KARUNIA ALLAH ADALAH
RESPONS POSITIF TERHADAP SETIAP PERKARA YANG TERJADI DALAM HIDUP

Anda diberkati melalui Renungan Harian?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan kami.
Rek. Renungan Harian BCA No. 456 500 8880 a.n. Yayasan Gloria


October 30, 2019, 05:39:55 AM
Reply #2287
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23770
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/2019/122-oktober.html



Unduh Daftar Bacaan Alkitab Setahun
Aturan Pengutipan
»» Setiap materi di situs ini TIDAK DIPERKENANKAN untuk dikutip tanpa seijin YAYASAN GLORIA ««



Follow @RH_net

TERKENAL PELIT
1
2
3
4
5
Rating 4.58 (12 Votes)

    Diterbitkan hari Rabu, 30 Oktober 2019 00:00
    Ditulis oleh Go Hok Jin   
    Dibaca: 1067 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: Amsal 11:24

Ada yang menyebar harta, tetapi bertambah kaya, ada yang menghemat secara luar biasa, namun selalu berkekurangan. (Amsal 11:24)


Bacaan Alkitab Setahun:
Lukas 21-22



Saya hanya bisa mengangguk, sekalipun dalam hati sempat tak percaya ketika seorang kerabat menceritakan adiknya yang baru saja meninggal. “Adik saya terkenal pelit, termasuk istrinya,” ujarnya dengan mimik serius. Sebenarnya secara materi sang adik hidup dengan materi berlimpah, tetapi ia menggenggam hartanya dengan begitu kuat. Harta yang akhirnya ditinggalkan untuk keluarganya karena ia harus menghadap Tuhan tanpa membawa apa-apa.

Berbicara mengenai karakter pelit, hari ini firman-Nya mengingatkan kita akan fakta kehidupan terkait harta. Penulis Amsal rupanya mengamati ada fenomena cukup aneh terjadi pada masa itu, yakni ada orang bertambah kaya sementara ia termasuk gemar “menyebar harta” (tidak pelit). Namun, ada pula orang yang menghemat luar biasa—bisa dikategorikan orang pelit—justru selalu berkekurangan. Ungkapan “bertambah kaya” dan “selalu berkekurangan” mengingatkan kita pentingnya menjadi bijak dalam mempergunakan materi. Tindakan bermurah hati dalam jangka panjang akan mendatangkan kebaikan, sedangkan pilihan untuk menjadi kikir atau pelit, akan mendatangkan konsekuensi pula.

Cepat atau lambat, pilihan kita terkait penggunaan harta akan melekat dalam ingatan keluarga dan orang lain. Sebagai pengikut Kristus, seharusnya kelak kita dapat dikenal sebagai pribadi yang murah hati—yang menunjukkan kematangan karakter Kristus— daripada dikenal kikir, pelit, dan tak memedulikan orang lain. Sekali lagi, semuanya tergantung pilihan kita, dengan risiko dan konsekuensi yang akan menyertai.

—GHJ/www.renunganharian.net


BAPA SURGAWI TELAH BERMURAH HATI SUPAYA KITA PUN
DAPAT BERMURAH HATI KEPADA SESAMA

Anda diberkati melalui Renungan Harian?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan kami.
Rek. Renungan Harian BCA No. 456 500 8880 a.n. Yayasan Gloria




October 31, 2019, 04:28:51 AM
Reply #2288
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23770
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/2019/122-oktober.html

 PARADIGMA BARU
1
2
3
4
5
Rating 3.00 (4 Votes)

    Diterbitkan hari Kamis, 31 Oktober 2019 00:00
    Ditulis oleh Eddy Nugroho   
    Dibaca: 425 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: Yesaya 60:15-22

... maka engkau akan mengetahui, bahwa Akulah, TUHAN, Juruselamatmu, dan Penebusmu, Yang Mahakuasa, Allah Yakub. (Yesaya 60:16)


Bacaan Alkitab Setahun:
Lukas 23-24



Paradigma adalah sudut pandang seseorang terhadap suatu hal. Paradigma ini penting karena akan memengaruhi tindakan seseorang. Demikian juga paradigma dari bangsa Israel soal pemulihan Israel. Yesaya ikut menjadi saksi kemerosotan Israel pada pemerintahan Raja Uzia. Bisa kita bayangkan bahwa rakyat Israel pada masa itu, seperti juga pada masa Tuhan Yesus, mendambakan penyelamatan dan pemulihan keagungan negeri mereka.

Nabi Yesaya menubuatkan datangnya penyelamatan dan pemulihan itu. Namun, menarik sekali, apa yang Yesaya janjikan bukan seperti paradigma umat Israel. Ia menjanjikan sebuah masa "damai sejahtera (syalom) dan keadilan." Ia tidak menubuatkan suatu penaklukan militer seperti pada masa Daud maupun suatu masa kejayaan politik pada masa Salomo. Namun ia menubuatkan satu periode ketika Tuhan memerintah tanpa kekerasan. Kota Tuhan akan menjadi terang yang menerangi dunia yang gelap, yang akan dihuni oleh orang-orang benar. Tidak ada lagi dukacita, kelaliman dan kekelaman. Semua akan sirna oleh kehadiran Tuhan. Umat Tuhan akan hidup dengan standar yang berbeda dari dunia.

Tuhan memanggil kita untuk hidup dengan pengharapan akan dunia baru, yang memiliki paradigma yang berbeda dari dunia yang kita hidupi. Kita pun Tuhan panggil dengan paradigma baru sehingga bisa menunjukkan gaya hidup yang berbeda. Gaya hidup yang mencerminkan kasih Yesus, sehingga menghadirkan damai dan sukacita di bumi yang semakin tua ini. Dengan kasih yang kita tebarkan semakin mengharumkan dan memuliakan nama-Nya.

—ENO/www.renunganharian.net


KITA PERLU MENYADARI BAHWA PIKIRAN NEGATIF TIDAK MEMILIKI KUASA.
KITALAH YANG MEMBERI KUASA KEPADANYA.—Curt Goad

Anda diberkati melalui Renungan Harian?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan kami.
Rek. Renungan Harian BCA No. 456 500 8880 a.n. Yayasan Gloria


November 01, 2019, 05:12:59 AM
Reply #2289
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23770
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/2019/123-november.html

 PRIORITAS
1
2
3
4
5
Rating 4.30 (10 Votes)

    Diterbitkan hari Jum'at, 01 November 2019 00:00
    Ditulis oleh Endang B. Lestari   
    Dibaca: 749 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: Hagai 1:1-14

“Apakah sudah tiba waktunya bagi kamu untuk mendiami rumah-rumahmu yang dipapani dengan baik, sedang Rumah ini tetap menjadi reruntuhan?” (Hagai 1:4)


Bacaan Alkitab Setahun:
Yohanes 1-3



Mengapa sebagian orang lebih memilih bekerja daripada bersekutu di gereja? Mengapa pula sebagian orang selalu hadir dalam ibadah dan meninggalkan pekerjaannya? Mengapa orang tua yang tidak memiliki banyak uang dapat membelikan laptop untuk anaknya ketika hal itu menjadi kebutuhan mendesak bagi sang anak? Jawabnya: prioritas!

Tahun 538 SM, sekitar lima puluh ribu orang Yahudi kembali ke negeri asal mereka dari pembuangan ke Babel. Mereka hendak membangun kembali Bait Suci dan memulihkan bangsanya. Mereka mulai meletakkan dasar pembangunan Bait Suci pada tahun 536 SM. Namun kesulitan yang mereka hadapi tak kunjung habis. Karena itu mereka menganggap saatnya tidak tepat untuk membangun rumah Allah. Orang Yahudi lebih sibuk dengan kepentingan sendiri. Rumah mereka dipapani dengan kayu aras sementara Bait Suci dibiarkan menjadi reruntuhan. Beruntung karena firman yang disampaikan Allah melalui nabi Hagai menyadarkan pemimpin bangsa dan umat. Mereka pun membangun kembali Bait Suci.

Banyak orang tidak pernah mau mengorbankan waktu bagi pekerjaan Tuhan, tetapi selalu ada waktu untuk melakukan banyak hal bagi diri sendiri. Semua ini terjadi karena prioritas hidup mereka mengarah pada keegoisan diri. Faktanya, segala sesuatu yang sulit dapat diusahakan ketika hal itu memang diprioritaskan. Jika kita senantiasa mendengar kebenaran Firman Tuhan dan menanggapinya dalam tuntunan Roh, semestinya kita memiliki ketetapan hati untuk mengutamakan Allah—Sang Sumber Berkat—sebagai prioritas hidup.

—EBL/www.renunganharian.net


PRIORITAS KITA MENUNJUKKAN KECENDERUNGAN ARAH HATI KITA

Anda diberkati melalui Renungan Harian?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan kami.
Rek. Renungan Harian BCA No. 456 500 8880 a.n. Yayasan Gloria




 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)