Author Topic: Renungan Harian®  (Read 114638 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

November 02, 2019, 05:25:36 AM
Reply #2290
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23801
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/2019/123-november.html



Unduh Daftar Bacaan Alkitab Setahun
Aturan Pengutipan
»» Setiap materi di situs ini TIDAK DIPERKENANKAN untuk dikutip tanpa seijin YAYASAN GLORIA ««



Follow @RH_net

JANGAN TAKUT DAN PATAH HATI
1
2
3
4
5
Rating 4.70 (10 Votes)

    Diterbitkan hari Sabtu, 02 November 2019 00:00
    Ditulis oleh Go Hok Jin   
    Dibaca: 659 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: Ulangan 1:19-33

“Ketahuilah, TUHAN, Allahmu, telah menyerahkan negeri itu kepadamu. Majulah, dudukilah, seperti yang difirmankan kepadamu oleh TUHAN, Allah nenek moyangmu. Janganlah takut dan janganlah patah hati.” (Ulangan 1:21)


Bacaan Alkitab Setahun:
Yohanes 4-5



Pernahkah kita mengalami kekalahan atau kegagalan sampai membuat kita takut untuk mencoba lagi, bahkan merasa hampa seperti patah hati? Saya pernah, ketika diberhentikan dari jabatan sebagai koordinator pelayanan secara mendadak. Berhari-hari saya merasa kehidupan saya seperti gelap dan seolah tak ada pengharapan. Untunglah hal itu tak berlangsung lama. Setelah saya mengambil sikap tenang dan menata hati, perlahan semangat dan harapan saya pun muncul.

Saat meriwayatkan kembali perjalanan dari Mesir menuju Tanah Kanaan, Musa mengingatkan umat pilihan-Nya mengenai janji bahwa Allah telah menyerahkan Kanaan kepada mereka. Namun, hal itu tak terjadi secara otomatis, juga tak semudah membalik telapak tangan. Para penduduk yang mendiami negeri itu pasti akan melawan dan mungkin pula memberi kekalahan bagi bangsa Israel. Itulah sebabnya, bangsa Israel perlu memastikan agar mereka jangan sampai takut dan patah hati— kondisi hilang harapan dan menyerah karena merasa bahwa penggenapan janji Allah tak mungkin terjadi. Hanya dengan dua hal itulah, kemenangan dan penggenapan janji Allah akan benar-benar mereka alami.

Kehidupan ini terkadang menyajikan hal-hal yang berpotensi menimbulkan kecewa, sakit hati, trauma, kepahitan, takut untuk berjuang, atau membuat kita hilang harapan. Kondisi ini hanya bisa diatasi dengan iman akan penyertaan Tuhan, yang diwujudkan lewat tindakan nyata. Kiranya firman hari ini menguatkan kita yang sedang memperjuangkan sesuatu atau menantikan penggenapan janji-Nya.

—GHJ/www.renunganharian.net


TAKUT DAN PATAH HATI BERPOTENSI
MEMBUAT PENGHARAPAN MELEMAH, BAHKAN LENYAP!

Anda diberkati melalui Renungan Harian?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan kami.
Rek. Renungan Harian BCA No. 456 500 8880 a.n. Yayasan Gloria




November 03, 2019, 04:50:46 AM
Reply #2291
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23801
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/2019/123-november.html

 BUKAN UNTUK DIKEJAR
1
2
3
4
5
Rating 3.33 (3 Votes)

    Diterbitkan hari Minggu, 03 November 2019 00:00
    Ditulis oleh Eko Elliarso   
    Dibaca: 385 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: Kisah Pr. Rasul 20:33-35

“… dan harus mengingat perkataan Tuhan Yesus, sebab Ia sendiri telah mengatakan: Lebih berbahagia memberi daripada menerima.” (Kisah Pr. Rasul 20:35b)


Bacaan Alkitab Setahun:
Yohanes 6-8



Semua orang—dengan gambaran dan cara masing-masing—mencari kebahagiaan. Banyak dari mereka mencarinya mati-matian. Tetapi, Eric Hoffer berkata, “The search for happiness is one of the chief sources of unhappiness.” Usaha mencari kebahagiaan adalah salah satu sumber utama ketidakbahagiaan. Seakan, Eric Hoffer mau mengatakan, “Makin keras kita mengejar kebahagiaan, makin dalam kita merasakan ketidakbahagiaan.”

Tuhan bersabda, “Adalah lebih berbahagia memberi daripada menerima” (ay. 35b). Eric Hoffer berbicara tentang kebahagiaan karena mendapatkan sesuatu bagi diri sendiri. Tetapi, Tuhan bersabda tentang perjuangan untuk mendapatkan kebahagiaan yang bukan bagi diri sendiri, melainkan bagi sesama; tentang kebahagiaan yang diterima justru ketika orang melupakan kebahagiaannya sendiri, dan berjuang bagi kebahagiaan orang lain.

Realistiskah itu? Tengoklah fakta berikut. Para orang tua rela membanting tulang demi anak-anak mereka. Para dermawan mendonasikan harta untuk karya kemanusiaan. Banyak orang rela memberikan darah—bahkan organ tubuh—bagi sesama. Dan, kita tahu, mereka berbahagia justru karena mereka boleh melakukan semua itu. Apa artinya? Ketika orang melupakan kebahagiaan sendiri demi kebahagiaan sesama itulah, orang justru mendapati diri dipenuhi kebahagiaan.

Anda lihat? Kebahagiaan itu bukan sesuatu untuk dikejar. Ia selalu adalah anugerah, yang diberikan bagai kejutan, bagi siapa pun yang melupakan kebahagiaan sendiri dalam perjuangan demi kebahagiaan orang lain.

—EE/www.renunganharian.net


KEBAHAGIAAN ITU BUKAN TUJUAN. ITU HASIL SAMPING.
—Eleanor Roosevelt

Anda diberkati melalui Renungan Harian?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan kami.
Rek. Renungan Harian BCA No. 456 500 8880 a.n. Yayasan Gloria




November 04, 2019, 06:00:18 AM
Reply #2292
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23801
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/2019/123-november.html

 DIINGAT SIAPA?
1
2
3
4
5
Rating 4.35 (17 Votes)

    Diterbitkan hari Senin, 04 November 2019 00:00
    Ditulis oleh Pipi Agus Dhali   
    Dibaca: 2347 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: Mazmur 103:15-18

Apabila angin melintasinya, maka tidak ada lagi ia, dan tempatnya tidak mengenalnya lagi. (Mazmur 103:16)


Bacaan Alkitab Setahun:
Yohanes 9-10



“COCO”, film animasi berlatar-belakang budaya Mexico yang kental sekali. Digarap dengan apik dan menghibur. Pesannya sederhana: kita layak mengingat terus para leluhur yang telah meninggal. Sebab “keberadaan dan kebahagiaan” mereka di alam baka ditentukan oleh apakah anak cucu keturunan mereka masih mengenang mereka terus. Namun jika direnungkan lagi, pesan ini patut kita olah kembali berdasarkan kesaksian Alkitab.

Pemazmur mengumpamakan manusia seperti rumput atau bunga di padang (ay. 15). Hidupnya singkat sekejap bagaikan lenyapnya kembang yang sesudah layu hilang diterbangkan angin (ay. 16). Berharap untuk diingat oleh anak, cucu, dan cicit masih bisa. Namun sampai berapa generasi bisa bertahan? Juga bagaimana dengan yang tidak memiliki keturunan? Benar kata pemazmur, “... dan tempatnya tidak mengenalnya lagi.” Keberadaan manusia di keabadian tidak bergantung daya ingat keturunannya di bumi, melainkan pada kasih setia Tuhan yang kekal dan menjangkau segala generasi (ay. 17-18).

Tentu saja kita patut menopang dan menghormati segala upaya positif untuk mengenang para leluhur atau kekasih yang telah mendahului kita. Namun satu hal yang pasti, tiada manusia yang sanggup menentukan “nasib” seseorang di dunia kekal. Keselamatan kita bergantung hanya pada rahmat kasih Tuhan. Jika Tuhan mengingat kita, selamatlah kita di keabadian. (lih. Luk. 23:42). Jadi, pilihlah dengan benar untuk diingat oleh siapa.

—PAD/www.renunganharian.net


YANG MENJAMIN KITA SELAMAT IALAH RAHMAT TUHAN,
BUKAN DAYA INGAT ANAK CUCU KETURUNAN

Anda diberkati melalui Renungan Harian?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan kami.
Rek. Renungan Harian BCA No. 456 500 8880 a.n. Yayasan Gloria



November 05, 2019, 05:44:01 AM
Reply #2293
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23801
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/2019/123-november.html

 HIDUP DALAM PENGHARAPAN
1
2
3
4
5
Rating 4.70 (10 Votes)

    Diterbitkan hari Selasa, 05 November 2019 00:00
    Ditulis oleh Endang B. Lestari   
    Dibaca: 1816 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: Lukas 12:22-34

“Juallah segala milikmu dan berilah sedekah! Buatlah bagimu pundi-pundi yang tidak dapat menjadi tua, suatu harta di surga yang tidak akan habis, yang tidak dapat didekati pencuri dan yang tidak dirusak ngengat.” (Lukas 12:33)


Bacaan Alkitab Setahun:
Yohanes 11-12



Kebutuhan hidup tidak akan pernah ada habisnya. Bahkan semakin meningkat setiap hari. Jika tidak disikapi dengan benar maka hal ini dapat menimbulkan krisis rohani. Orang yang memiliki banyak harta diserang dengan bahaya ketamakan, lebih memautkan hati pada kekayaannya. Sementara orang yang hidup berkekurangan menjadi mudah terserang kekhawatiran.

Jika hidup orang percaya dipenuhi kekhawatiran dan ketamakan, kapan hidup kita berkenan di hadapan Tuhan dan menjadi berkat bagi sesama? Orang bilang kita harus hidup dalam realita. Tetapi umat Tuhan tidak boleh sekadar hidup dalam realita! Hidup dalam realita membuat orang yang berkekurangan merasa miskin dan tidak dapat melakukan apa-apa. Hidupnya hanya akan dipenuhi dengan rasa khawatir dan kesedihan. Sementara yang kaya menjadi sombong karena hartanya dan menghabiskan hidupnya untuk mencari kesenangan diri. Karena itu kita harus hidup di dalam pengharapan.

Yesus memberikan jaminan hari depan yang penuh harapan supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya fokus dalam melakukan tugas pangilannya. Lagi pula tidak pantas jika murid-murid Yesus menyiksa diri dengan kecemasan yang sia-sia. Mengandalkan kekuatan diri dan membebani diri dengan kekhawatiran membuat orang percaya tak ubahnya manusia dunia yang belum mengenal Allah. Padahal, bukankah kita telah dipanggil keluar dari dunia supaya tidak menjadi serupa dengannya? Karena itu jangan melekat pada dunia ini! Jangan sampai harta dan kekhawatiran menghalangi kita dalam melayani Tuhan.

—EBL/www.renunganharian.net


ORANG DISEBUT BERIMAN KETIKA MEREKA MENGIZINKAN ALLAH
BERDAULAT ATAS HIDUPNYA

Anda diberkati melalui Renungan Harian?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan kami.
Rek. Renungan Harian BCA No. 456 500 8880 a.n. Yayasan Gloria



November 06, 2019, 05:26:19 AM
Reply #2294
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23801
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/2019/123-november.html

 MEMBEBERKAN ISI HATI
1
2
3
4
5
Rating 4.77 (13 Votes)

    Diterbitkan hari Rabu, 06 November 2019 00:00
    Ditulis oleh Go Hok Jin   
    Dibaca: 984 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: Amsal 18:1-2

Orang bebal tidak suka kepada pengertian, hanya suka membeberkan isi hatinya. (Amsal 18:2)


Bacaan Alkitab Setahun:
Yohanes 13-16



Suatu kali, saya agak terganggu dengan perbincangan dua orang rekan. Mendengar isi pembicaraan mereka, jelas bahwa salah seorang dari mereka hanya ingin membeberkan kekecewaan dan sakit hatinya. Repotnya, lawan bicaranya tak mendinginkan suasana, tetapi malah semakin membuat panas hati. Saya pun mengurungkan niat untuk masuk dalam perbincangan itu. Saya merasa masukan atau nasihat saya akan segera mental karena bertemu dengan hati yang belum terbuka terhadap pengertian.

Kondisi tersebut tepat seperti perkataan Firman Tuhan hari ini. Di mana-mana, orang bebal tak suka diberi pengertian karena fokusnya hanya ingin membeberkan isi hati. Tak jarang, dalam situasi demikian, orang yang mencoba membantu, menasihati, apalagi menegur, seolah ombak yang bertemu dengan batu karang—tak butuh waktu lama untuk memantul kembali! Menanggap situasi seperti ini, memilih untuk diam rasanya menjadi pilihan terbaik. Setelah itu, jika kita ingin menjadi problem solver kita dapat mencermati isi obrolan seseorang, lalu menawarkan diri untuk memberi nasihat atau masukan. Bagaimana jika ditolak? Tak masalah, karena kita tak kehilangan apa pun dari penolakan itu.

Dalam menjalani hidup, adakalanya hati kita terluka oleh perkataan, sikap, atau perbuatan seseorang. Ketika itulah, kita memerlukan orang lain untuk melihat dari sisi lain, sambil membuka kemungkinan Allah juga menolong kita melalui mereka. Jangan sampai hati kita “terlalu keras” sehingga pertolongan dari Allah tak sampai dalam hidup kita.

—GHJ/www.renunganharian.net


KITA MEMERLUKAN ORANG LAIN
UNTUK MENILAI KEHIDUPAN KITA DARI SISI LAIN

Anda diberkati melalui Renungan Harian?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan kami.
Rek. Renungan Harian BCA No. 456 500 8880 a.n. Yayasan Gloria


November 07, 2019, 07:12:58 AM
Reply #2295
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23801
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/2019/123-november.html

 TAK GENTAR SELAMANYA
1
2
3
4
5
Rating 4.75 (20 Votes)

    Diterbitkan hari Kamis, 07 November 2019 00:00
    Ditulis oleh Eddy Nugroho   
    Dibaca: 2541 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: 1 Samuel 17:40-54

Tetapi Daud berkata kepada orang Filistin itu: “Engkau mendatangi aku dengan pedang dan tombak dan lembing, tetapi aku mendatangi engkau dengan nama TUHAN semesta alam, Allah segala barisan Israel yang kautantang itu.” (1 Samuel 17:45)


Bacaan Alkitab Setahun:
Yohanes 17-18



Leicester City, adalah tim promosi di Liga Premier, liga sepak bola kasta tertinggi di Inggris. Pada umumnya tim promosi berada di klasemen bawah di antara 20 klub terbaik. Akan tetapi secara mengejutkan pada musim 2015-2016 tim “gurem” ini menjadi juara Liga Inggris. Para pemain Leicester tampil bak gladiator, gigih dan tak kenal takut. Permainan mereka dinaungi spanduk besar di tribun atas, “Tak gentar selamanya!” Spirit itulah yang mengantar Leicester City menjadi juara.

Spirit tak gentar itulah yang ada di hati Daud tatkala menghadapi Goliat. Kemenangan Daud bukan pada kemampuan atau kecanggihan Daud bertarung. Karena hanya dengan senjata sederhana yang biasa ia pakai untuk menjaga domba gembalaannya, ia bisa mengalahkan Goliat. Kunci kemenangan Daud ada pada Tuhan yang menjadi sandarannya. Daud tahu musuhnya adalah orang yang tak mengenal Tuhan bahkan berani menghujat Dia. Maka ia yakin bahwa Tuhan sendiri yang akan menjadi lawan Goliat. Dengan keyakinan itulah ia mendatangi Goliat dengan nama Tuhan semesta alam.

Apakah kita saat ini sedang dilanda rasa takut di dalam menyongsong masa depan kita yang penuh ketidakpastian ini? Mari belajar untuk terus-menerus mengandalkan Tuhan dan menjunjung tinggi kepentingan-Nya, niscaya kita akan dilengkapi Tuhan dengan kuasa dan daya yang dahsyat. Jangan takut bertarung di rimba kehidupan yang harus kita lewati. Hadapilah pergumulan, kesulitan dan tantangan hidup yang ada di depan kita dengan spirit, “Tak gentar selamanya” karena Tuhan menyertai kita.

—ENO/www.renunganharian.net


KETAKUTAN LAHIR DARI KADAR KEKHAWATIRAN YANG LEBIH TINGGI
DARI IMAN DAN PENGHARAPAN

Anda diberkati melalui Renungan Harian?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan kami.
Rek. Renungan Harian BCA No. 456 500 8880 a.n. Yayasan Gloria



November 08, 2019, 05:54:53 AM
Reply #2296
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23801
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/2019/123-november.html

 KUAT KARENA LUKA
1
2
3
4
5
Rating 4.69 (16 Votes)

    Diterbitkan hari Jum'at, 08 November 2019 00:00
    Ditulis oleh Zefanya Duta P.   
    Dibaca: 1771 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: Yakobus 1:2-4

Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan. (Yakobus 1:2)


Bacaan Alkitab Setahun:
Yohanes 19-21



Setiap manusia tentu pernah merasa sakit hati dan terluka. Bukan hanya terjadi sekali atau dua kali, melainkan berulang-ulang sepanjang kita masih menempuh perjalanan hidup ini. Karena itu, pertanyaan yang lebih penting untuk diajukan adalah, bagaimana kita menyikapi setiap luka yang kita alami? Hal ini penting untuk kita renungkan karena luka hati adalah salah satu aspek yang membentuk diri kita.

Yakobus memahami bahwa setiap pencobaan tentu menghasilkan banyak sekali luka di dalam hati seseorang. Semakin banyak pencobaan, semakin banyak pula sakit hati yang ditimbulkan. Akan tetapi, di dalam suratnya Yakobus mengatakan bahwa apabila kita jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan, hal itu merupakan suatu kebahagiaan. Artinya, Yakobus mendorong kita untuk menyikapi setiap sakit hati dengan rasa bahagia. Dengan demikian, kita dapat belajar dan mengambil hikmah dari pengalaman sakit hati tersebut. Dan, semakin banyak hikmah yang kita pelajari dari rasa sakit hati, semakin kuat pula diri kita.

Apabila tidak disikapi dengan baik, buah yang dihasilkan dari sakit hati hanyalah dendam. Oleh karena itu, kita harus belajar dari setiap luka dengan rasa bahagia. Dengan demikian, kita akan semakin kuat menghadapi setiap luka, dan kita belajar untuk tidak memberi luka bagi orang lain. Inilah buah manis yang kita hasilkan.

—ZDP/www.renunganharian.net


BELAJAR DARI SETIAP LUKA AKAN MENGHASILKAN BUAH YANG MANIS

Anda diberkati melalui Renungan Harian?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan kami.
Rek. Renungan Harian BCA No. 456 500 8880 a.n. Yayasan Gloria



November 09, 2019, 05:26:29 AM
Reply #2297
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23801
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/2019/123-november.html

 AVATAR
1
2
3
4
5
Rating 3.73 (11 Votes)

    Diterbitkan hari Sabtu, 09 November 2019 00:00
    Ditulis oleh Pipi Agus Dhali   
    Dibaca: 907 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: Keluaran 9:13-26

… maka TUHAN mengadakan guruh dan hujan es, dan api pun menyambar ke bumi, dan TUHAN menurunkan hujan es meliputi tanah Mesir. (Keluaran 9:23)


Bacaan Alkitab Setahun:
Kisah Para Rasul 1-3



Dalam film serial Avatar kita menyaksikan peragaan dari kekuatan super hebat yang dikandung oleh keempat unsur alam yang paling fundamental, yakni bumi (tanah), angin, air, dan api. Apabila digunakan dan diperlihatkan secara maksimal masing-masing unsur itu memiliki kekuatan mahadahsyat yang mematikan.

Secara silih berganti, tulah-tulah di Mesir memperlihatkan bagaimana keempat unsur alam melayani kehendak Tuhan untuk menghukum tanah Mesir akibat kekerasan hati Firaun. Setelah berulang kali peringatan dan hukuman diberikan namun tak mencairkan situasi sama sekali, datanglah tulah ketujuh. Yaitu hujan es bersuhu dingin ekstrem yang memiliki daya beku tak kenal ampun, mematikan segala yang hidup (ay. 25). Siapa yang tak mengindahkan peringatan pasti dibinasakannya (ay. 19). Begitulah gambaran hati raja Mesir yang kaku membeku itu: dingin, keras, dan mendatangkan bencana atas kehidupan di sekitarnya.

Kebekuan hati sungguh melumpuhkan. Sapaan dan peringatan sebaik apa pun diabaikannya. Hubungan kasih sayang diputuskannya. Wajah cerah nan ceria dihapuskannya. Kesempatan baik dilewatkannya. Kerja sama dirusakkannya. Maka, sebaiknya lakukan apa saja yang layak diupayakan demi mencegah hati kita atau hati sesama terlanjur menjadi beku. Cairkan kembali hubungan yang dingin. Bakarlah semangat. Hangatkan suasana. Hidupkan keakraban. Apa saja. Ingat, kebekuan hati membinasakan hidup anugerah Tuhan ini!

—PAD/www.renunganharian.net


LAKUKAN SEGALA YANG PERLU, JANGAN TUNGGU
SAMPAI SEBUAH HATI TERLANJUR MEMBEKU

Anda diberkati melalui Renungan Harian?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan kami.
Rek. Renungan Harian BCA No. 456 500 8880 a.n. Yayasan Gloria




November 10, 2019, 04:38:11 AM
Reply #2298
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23801
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/2019/123-november.html



Unduh Daftar Bacaan Alkitab Setahun
Aturan Pengutipan
»» Setiap materi di situs ini TIDAK DIPERKENANKAN untuk dikutip tanpa seijin YAYASAN GLORIA ««



Follow @RH_net

AHIMELEKH SANG MARTIR
1
2
3
4
5
Rating 5.00 (2 Votes)

    Diterbitkan hari Minggu, 10 November 2019 00:00
    Ditulis oleh Go Hok Jin   
    Dibaca: 324 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: 1 Samuel 22:1-23

Lalu berkatalah raja kepada Doëg: "Majulah engkau dan paranglah para imam itu." Maka majulah Doëg, orang Edom itu, lalu memarang para imam itu. Ia membunuh pada hari itu delapan puluh lima orang, yang memakai baju efod dari kain lenan. (1 Samuel 22:18)


Bacaan Alkitab Setahun:
Kisah Para Rasul 4-6



Istilah “martir” dipakai untuk orang yang mati demi mempertahankan iman dan kebenaran. Dalam Alkitab ada banyak kisah mengenai orang-orang yang teguh berpegang pada kebenaran sekalipun nyawa mereka menjadi gantinya. Salah satu martir yang tercatat dalam Perjanjian Lama adalah Ahimelekh bin Ahitub. Ia harus meregang nyawa karena mempertahankan kebenaran dengan menolong Daud, pribadi yang ditentukan Allah menjadi pengganti Raja Saul itu (1Sam. 21:1-9).

Ya, Alkitab mencatat bahwa atas laporan Doëg, Saul memerintahkan agar Ahimelekh dipanggil menghadap beserta keluarganya dan para imam yang ada di Nob (ay. 11). Ahimelekh mungkin tak pernah menyangka bahwa tindakan mulianya terhadap Daud membuat murka Raja Saul. Mertua Daud yang hatinya dipenuhi kebencian itu lantas tanpa ampun memerintahkan untuk membunuh semua orang itu dengan pedang. Doëg-lah yang menjadi algojonya karena para pegawai Saul tak berani mengangkat tangan untuk menghabisi nyawa dari para imam yang diurapi oleh Allah. Kisah kematian Ahimelekh melengkapi kisah para martir lain dalam Perjanjian Lama, antara lain Habel (Kej. 4:1-16), Zakharia bin Yoyada (2Taw. 24:17-25), dan Uria bin Semaya (Yer. 26:20-24).

Bagi para martir, tak pernah ada kematian yang sia-sia. Allah tentu sudah menyediakan upah yang terbaik atas kesetiaan mereka pada Allah dan kebenaran-Nya. Bagi kita, pengorbanan para martir mengingatkan kita untuk memperkokoh iman dan menyatakan komitmen kesetiaan kita kepada Allah. Kiranya Allah mendapati kita setia sampai akhir hidup kita.

—GHJ/www.renunganharian.net


PENGORBANAN PARA MARTIR SEHARUSNYA MENGOBARKAN KOMITMEN KITA
UNTUK SETIA SAMPAI AKHIR HAYAT

Anda diberkati melalui Renungan Harian?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan kami.
Rek. Renungan Harian BCA No. 456 500 8880 a.n. Yayasan Gloria



November 11, 2019, 06:19:09 AM
Reply #2299
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23801
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/2019/123-november.html

 KUNCI KESUKSESAN
1
2
3
4
5
Rating 4.74 (19 Votes)

    Diterbitkan hari Senin, 11 November 2019 00:00
    Ditulis oleh Eddy Nugroho   
    Dibaca: 4928 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: 2 Samuel 5:1-10

“Dan TUHAN telah berfirman kepadamu: Engkaulah yang harus menggembalakan umat-Ku Israel, dan engkaulah yang menjadi raja atas Israel.” (2 Samuel 5:2b)


Bacaan Alkitab Setahun:
Kisah Para Rasul 7-8



Sering kali kita menganggap keberhasilan adalah karena hasil kerja keras kita, kecerdikan kita dan sebagainya. Padahal di balik itu semua kalau Tuhan tidak memberikannya, maka sia-sialah segala usaha kita. Demikian juga kesuksesan Daud menjadi raja Israel selama 40 tahun. Daud sukses karena diurapi Allah dan diberkati-Nya. Karena ketetapan Tuhan untuk menjadikan Daud sebagai raja Israel, serta rekam jejak Daud yang begitu mengesankan dalam bidang militer, maka para tua-tua Israel melantik Daud sebagai raja Israel.

Setelah itu, Daud bermaksud menjadikan Yerusalem sebagai ibukota karena lokasinya yang sangat strategis. Karena di situ tinggal orang Yebus, Daud berencana mengusir mereka. Tentu saja orang Yebus tidak tinggal diam. Mereka melancarkan perang urat syaraf, bahwa kota mereka sangat aman sehingga orang buta dan orang timpang pun akan membuat Daud tidak mampu merebut wilayah mereka. Orang Yebus yakin bahwa lokasi mereka akan sulit ditembus oleh pasukan Daud. Namun dengan strateginya, Daud berhasil mengalahkan orang Yebus dengan masuk melalui saluran air, suatu strategi yang tak terduga.

Kunci rahasia kesuksesan Daud adalah Allah, yang menyertai Daud. Pihak yang menolak Daud sebagai raja akan mengalami kehancuran. Daud adalah prototipe "Anak Daud", Yesus Kristus yang datang ke dunia. Dialah Raja yang datang ke bumi untuk mengalahkan musuh-musuh-Nya dan untuk menjalankan pemerintahan-Nya. Siapa yang menolak Dia akan menerima hukuman abadi, yang menerima Dia akan menerima keselamatan kekal.

—ENO/www.renunganharian.net


KEBERHASILAN TIDAK DAPAT ANDA BELI TUNAI
NAMUN DENGAN CARA MENCICIL
DAN MELAKUKAN PEMBAYARAN SETIAP HARINYA.—Zig Ziglar

Anda diberkati melalui Renungan Harian?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan kami.
Rek. Renungan Harian BCA No. 456 500 8880 a.n. Yayasan Gloria


 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)