Author Topic: Renungan Harian®  (Read 115357 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

December 02, 2019, 06:29:01 AM
Reply #2320
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23991
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/2019/124-desember.html

 TEGAS PADA DIRI SENDIRI
1
2
3
4
5
Rating 4.75 (12 Votes)

    Diterbitkan hari Senin, 02 Desember 2019 00:00
    Ditulis oleh Eko Elliarso   
    Dibaca: 1722 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: Yosua 23:1-8

“Kuatkanlah benar-benar hatimu dalam memelihara dan melakukan segala yang tertulis dalam kitab hukum Musa, supaya kamu jangan menyimpang ke kanan atau ke kiri.” (Yosua 23:6)


Bacaan Alkitab Setahun:
Galatia 4-6



Kadang kala, kita berbuat salah karena tidak tahu mana yang benar. Itu fakta. Tetapi, ada fakta lain. Kita mengerti mana yang harus dan apa yang jangan, kita tahu sikap mana yang benar dan tindakan mana yang salah, tetapi belum tentu kita memilih yang benar. Ternyata, pengenalan kita pada yang benar tidak memastikan bahwa kita melakukan yang benar. Apa masalahnya? Satu di antaranya: kita tidak tegas kepada diri sendiri, kita mudah membenarkan diri untuk menawar kebenaran sampai titik terendah, dan akhirnya berkompromi dengan hal-hal yang berseberangan dengan kebenaran.

Itulah yang terjadi pada bangsa Israel. Mereka begitu mudah memilih jalan yang menyimpang, dan dengan enteng meninggalkan Tuhan. Bukan karena tak mengenal kehendak Tuhan, bukan karena tak mengerti mana yang benar, melainkan karena hati mereka terlalu lemah, nurani mereka jauh dari kokoh, mereka enggan bersikap tegas kepada diri sendiri. Karena itu, Yosua berpesan, “Kuatkanlah benar-benar hatimu dalam memelihara dan melakukan segala yang tertulis dalam kitab hukum Musa, supaya kamu jangan menyimpang ke kanan atau ke kiri” (ay. 6). Menguatkan hati dalam memelihara dan melakukan kehendak Tuhan adalah tegas kepada diri sendiri untuk melakukan yang benar.

Ketegasan kepada diri untuk melakukan yang benar adalah bukti adanya kesungguhan untuk melakukan yang benar. Tanpa ketegasan kepada diri sendiri, pengenalan akan kebenaran tak berarti, hal yang baik hanya sekadar angan-angan, tidak akan pernah menjadi kenyataan.

—EE/www.renunganharian.net


KETEGASAN KEPADA DIRI UNTUK MELAKUKAN YANG BENAR
ADALAH BUKTI ADANYA KESUNGGUHAN UNTUK MELAKUKAN YANG BENAR

Anda diberkati melalui Renungan Harian?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan kami.
Rek. Renungan Harian BCA No. 456 500 8880 a.n. Yayasan Gloria



December 03, 2019, 06:11:54 AM
Reply #2321
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23991
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/2019/124-desember.html

 SIAPA YANG BERDOSA?
1
2
3
4
5
Rating 4.33 (12 Votes)

    Diterbitkan hari Selasa, 03 Desember 2019 00:00
    Ditulis oleh Puji Christiani   
    Dibaca: 1513 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: Yohanes 9:1-7

Murid-murid-Nya bertanya kepada-Nya, “Rabi, siapakah yang berbuat dosa, orang ini sendiri atau orang tuanya, sehingga ia dilahirkan buta?” Jawab Yesus, “Bukan dia dan bukan juga orang tuanya, tetapi supaya pekerjaan-pekerjaan Allah dinyatakan di dalam dia.” (Yohanes 9:2-3)


Bacaan Alkitab Setahun:
Efesus 1-3



Masih ada masyarakat yang memandang penyandang disabilitas, penderita cacat, atau orang berkebutuhan khusus sebagai penanggung akibat dosa orangtuanya. Sebagai contoh, salah satu siswa saya adalah anak pertama dari tiga bersaudara dan mereka semua penyandang disabilitas. Seseorang mengatakan, “Pasti ada yang salah dengan orang tuanya. Mereka harus mengoreksi diri apa dosa mereka. Masak ketiga anaknya semua seperti ini?”

Pertanyaan murid Yesus tentang siapa yang berdosa sehingga seorang anak terlahir buta, tentu saja, tidak terlepas dari pandangan masyarakat di sana. Bagaimana menurut Tuhan Yesus? "Bukan dia dan bukan juga orang tuanya, tetapi karena pekerjaan-pekerjaan Allah harus dinyatakan di dalam dia.” Jawaban itu mengingatkan saya pada tujuan Tuhan menciptakan manusia, yaitu untuk kemuliaan-Nya. Tuhan ingin mencelikkan mata mereka bahwa Dia bisa memakai siapa saja sebagai alat untuk menyatakan kemuliaan-Nya.Tidak semua orang yang mengalami sakit berat disebabkan oleh dosa. Mzm. 73:1-14 menjelaskan bahwa orang benar dapat mengalami penderitaan hebat, sedangkan orang jahat malah tidak mengalaminya.

Kiranya kita tidak serta-merta mengaitkan disabilitas dengan dosa, tetapi menyatakan kasih terhadap mereka dengan menyadari bahwa keberadaan mereka adalah agar nama Tuhan dipermuliakan. Kita dapat belajar semakin bersyukur kepada Tuhan atas keberadaan kita dan bersedia dipakai oleh-Nya untuk memuliakan nama-Nya.

—PCH/www.renunganharian.net


MASALAHNYA BUKAN SIAPA YANG BERDOSA, NAMUN PERNYATAAN
KEMULIAAN ALLAH MELALUI MEREKA YANG MENYANDANG DISABILITAS

Anda diberkati melalui Renungan Harian?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan kami.
Rek. Renungan Harian BCA No. 456 500 8880 a.n. Yayasan Gloria



December 04, 2019, 05:16:51 AM
Reply #2322
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23991
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/2019/124-desember.html

 BEKERJA SATU KAKI
1
2
3
4
5
Rating 4.33 (9 Votes)

    Diterbitkan hari Rabu, 04 Desember 2019 00:00
    Ditulis oleh Go Hok Jin   
    Dibaca: 912 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: Nehemia 4:1-23

... Orang-orang yang memikul dan mengangkut melakukan pekerjaannya dengan satu tangan dan dengan tangan yang lain mereka memegang senjata. (Nehemia 4:17)


Bacaan Alkitab Setahun:
Efesus 4-6



Ketika sedang mencari jasa pencucian sepeda motor, saya sengaja memilih jasa pencucian yang dibuka oleh seorang pria penyandang disabilitas. Saya memilihnya bukan karena kasihan, melainkan karena penasaran melihat cara orang tersebut mencuci sepeda motor dengan kondisi kaki hanya sebelah kiri. Saya pun takjub melihat pria tersebut dengan cekatan bekerja, mulai dari memasang standar hingga mencuci dan mengelap sepeda motor sampai kering. “Hasilnya boleh juga diadu nih sama orang yang memiliki organ tubuh lengkap,” gumam saya karena puas dengan hasil kerjanya.

Melalui pengalaman tersebut, saya semakin paham bahwa bekerja dengan anggota tubuh yang kurang lengkap, tak serta-merta membuat hasil pekerjaan jelek. Selama seseorang mengetahui cara bekerja dengan baik, maka penyandang disabilitas pun dapat bekerja sebaik orang dengan anggota tubuh lengkap. Hal ini mengingatkan saya akan para pekerja pembangunan pada masa Nehemia. Sekalipun anggota tubuh mereka lengkap, tetapi pembangunan dalam kondisi perang membuat sebagian pekerja harus bekerja dengan satu tangan, sedangkan tangan satunya lagi memegang senjata. Tujuannya, ketika sewaktu-waktu musuh menyerang mereka siap untuk melawan.

Dunia ini banyak menyajikan karya luar biasa melalui orang-orang yang penuh keterbatasan dan kekurangan. Jadi, tak ada alasan bagi kita untuk berputus asa hanya karena keterbatasan yang kita miliki. Bangkitlah, lakukan sesuatu, dan berjuanglah karena kita pun bisa berhasil dalam penyertaan dan perkenanan Tuhan.

—GHJ/www.renunganharian.net


DALAM KETIDAKSEMPURNAAN KITA, ALLAH BEKERJA UNTUK MENYEMPURNAKAN
KEHENDAK DAN RENCANA-NYA DALAM HIDUP KITA

Anda diberkati melalui Renungan Harian?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan kami.
Rek. Renungan Harian BCA No. 456 500 8880 a.n. Yayasan Gloria



December 05, 2019, 06:03:47 AM
Reply #2323
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23991
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/2019/124-desember.html

 BAGAI LEM DAN MINYAK
1
2
3
4
5
Rating 4.46 (13 Votes)

    Diterbitkan hari Kamis, 05 Desember 2019 00:00
    Ditulis oleh Samuel Yudi Susanto   
    Dibaca: 3785 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: 1 Korintus 13:1-13

Ia menahan segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu. (1 Korintus 13:7)


Bacaan Alkitab Setahun:
Filipi 1-4



Kasih! Kira-kira apa yang dapat kita ungkapkan tentangnya? Kasih berbicara banyak dalam kehidupan, dalam hubungan dengan sesama, dan juga sebuah hubungan dalam pernikahan! Belajar dari kehidupan, saya menyimpulkan bahwa kasih adalah apa yang dilakukan oleh kasih. Kasih itu tidak pernah diam. Jika kasih itu diam dan berhenti, itu bukanlah kasih, itu adalah bentuk ketidakpedulian. Kasih itu selalu berbuat sesuatu, ia selalu bergerak, dan kasih itu ... menutupi segala sesuatu! (ay. 7).

Kasih itu ibarat lem dan minyak. Kasih adalah lem yang merekatkan perkawinan dan minyak yang mencegah kita bergesekan dengan cara yang salah. Ada kalanya dalam sebuah pernikahan, peristiwa ekstrem bisa terjadi. Saat-saat memalukan, pencobaan, kegelapan, kegagalan tragis, kemenangan besar, hingga sukacita luar biasa, silih berganti terjadi. Ketika kasih bekerja, badai sehebat apa pun atau kemenangan sebesar apa pun tidak akan menggoyahkan kehidupan pernikahan.

Ungkapan kasih yang paling kuat yang bisa kita lakukan adalah saling mengorbankan diri bagi yang lain. Mungkin ini yang disebut penyangkalan diri dalam pernikahan. Ketika kita bersedia “menyangkal diri” demi pasangan kita, maka kita membuktikan dengan tindakan bahwa kita mengerti arti kasih yang sesungguhnya. Ya, tidak ada karunia pemberian Allah yang lebih besar dalam sebuah pernikahan selain daripada kemampuan untuk menghadapi dan menertawakan hidup bersama-sama. Dan kebersediaan untuk berdoa bersama adalah langkah berani membangun pernikahan yang kuat.

—SYS/www.renunganharian.net


KASIH ITU MEREKATKAN PERKAWINAN, KASIH MENOLONG KITA
MENYELESAIKAN MASALAH DENGAN CARA YANG BENAR

Anda diberkati melalui Renungan Harian?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan kami.
Rek. Renungan Harian BCA No. 456 500 8880 a.n. Yayasan Gloria



December 06, 2019, 06:47:20 AM
Reply #2324
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23991
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/2019/124-desember.html



Unduh Daftar Bacaan Alkitab Setahun
Aturan Pengutipan
»» Setiap materi di situs ini TIDAK DIPERKENANKAN untuk dikutip tanpa seijin YAYASAN GLORIA ««



Follow @RH_net

TAK MELUPAKAN KEBAIKAN-NYA
1
2
3
4
5
Rating 4.86 (14 Votes)

    Diterbitkan hari Jum'at, 06 Desember 2019 00:00
    Ditulis oleh Go Hok Jin   
    Dibaca: 1802 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: Mazmur 103:1-22

Pujilah TUHAN, hai jiwaku, dan janganlah lupakan segala kebaikan-Nya! (Mazmur 103:2)


Bacaan Alkitab Setahun:
Kolose 1-4



Odi sejenak terdiam melihat Anwar terbaring lemah di ranjang rumah sakit. Sesekali ia mendekatkan segelas air, supaya Anwar dapat mencelupkan jarinya lalu mengoleskan sedikit air ke bibirnya yang kering. Pascaoperasi Anwar memang diharuskan puasa total selama 24 jam. Odi pun hanya bisa menyemangati agar Anwar menjalani semuanya demi kesembuhannya. Melalui peristiwa itu, Odi juga merasa diingatkan Tuhan betapa sering kali ia kurang bersyukur untuk makanan dan minuman yang setiap hari dikonsumsi olehnya.

Dalam mazmur yang diunjukkannya di hadapan Allah, Daud mengingatkan dirinya agar senantiasa memuji Tuhan dan jangan sampai melupakan segala kebaikan yang pernah diterimanya. Kata “segala” menunjukkan bahwa kebaikan Tuhan berlaku dalam segala sesuatu yang kita alami, baik hal yang terlihat besar maupun yang sederhana. Perkara makan dan minum contohnya, terkadang hal ini diabaikan sehingga orang percaya pun tak lagi berdoa sebelum makan. Pascaoperasi, betapa pun orang ingin sekadar meneguk segelas air, ia harus menahan sebelum dokter mengizinkannya minum. Orang dengan penyakit diabetes misalnya, tak dapat menikmati makanan dan minuman seperti semasa ia belum divonis terkena diabetes.

Sampai hari ini, jika kita mau mencermati, sebenarnya ada banyak alasan bagi kita untuk bersyukur dan memuji nama-Nya. Salah satu alasan terbaiknya adalah karena kebaikan Allah masih terus dilimpahkan kepada umat yang dikasihi-Nya. Sudahkah kita membalasnya dengan bersyukur, berterima kasih, dan memuji nama-Nya?

—GHJ/www.renunganharian.net


JANGAN MENJADI ORANG YANG TIDAK TAHU BERTERIMA KASIH
DENGAN MELUPAKAN KEBAIKAN YANG KITA TERIMA DARI-NYA

Anda diberkati melalui Renungan Harian?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan kami.
Rek. Renungan Harian BCA No. 456 500 8880 a.n. Yayasan Gloria





December 07, 2019, 05:26:22 AM
Reply #2325
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23991
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/2019/124-desember.html

 MENYUKAKAN HATI TUHAN
1
2
3
4
5
Rating 4.38 (8 Votes)

    Diterbitkan hari Sabtu, 07 Desember 2019 00:00
    Ditulis oleh Samuel Yudi Susanto   
    Dibaca: 735 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: 2 Tawarikh 15:1-19

Mereka mengadakan perjanjian untuk mencari TUHAN, Allah nenek moyang mereka, dengan segenap hati dan jiwa. (2 Tawarikh 15:12)


Bacaan Alkitab Setahun:
1 Tesalonika 1-5



Kebangunan rohani terjadi di kerajaan Yehuda di bawah pemerintahan Raja Asa. Awal kebangunan rohani itu ditandai oleh keberanian Raja Asa dengan menghancurkan mezbah-mezbah asing, tugu-tugu berhala diruntuhkannya. Ia tak segan memecat Maakha, neneknya, dari jabatan ibu suri karena dialah yang mendirikan patung Asyera. Raja Asa memerintahkan rakyatnya untuk membuat perjanjian dan kembali mencari Tuhan dengan segenap hati.

Komitmen Raja Asa untuk mengasihi Tuhan sungguh menghadirkan perkenanan Tuhan datang kepadanya. Dan Tuhan memberikan keamanan di negeri Yehuda bertahun-tahun lamanya. Penyertaan Tuhan pun dibuktikan ketika bangsa Etiopia datang menyerang dengan satu juta pasukannya dan Tuhan memberikan kemenangan kepada Yehuda. Tuhan memberkati Raja Asa dan Yehuda dengan kekayaan besar hasil jarahan dari musuh-musuhnya. Berkat Tuhan yang dicurahkan kepada Raja Asa sungguh membuktikan kesetiaan Tuhan yang tak pernah putus meski raja-raja yang memerintah sebelumnya berkali-kali tidak setia kepada-Nya.

Tidak ada hal lain yang dapat kita lakukan untuk menyukakan hati Tuhan selain ketika kita berkomitmen untuk mengasihi-Nya dengan bersungguh-sungguh hati. Mengasihi Tuhan yang diwujudkan dalam sikap tunduk dan ketaatan melakukan semua kehendak-Nya. Sudahkah kita berkomitmen sungguh-sungguh untuk mengasihi Tuhan dan firman-Nya? Kiranya sebagai orang-orang yang mengasihi-Nya, kita mewujudkannya dengan sikap hidup yang memperkenan hati-Nya dan tidak lagi berkompromi dengan dosa.

—SYS/www.renunganharian.net


TIDAK ADA HAL YANG MENYUKAKAN HATI TUHAN SELAIN KETIKA KITA
BERKOMITMEN UNTUK MELAKUKAN KEHENDAK-NYA DENGAN SEGENAP HATI KITA

Anda diberkati melalui Renungan Harian?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan kami.
Rek. Renungan Harian BCA No. 456 500 8880 a.n. Yayasan Gloria



December 08, 2019, 04:31:09 AM
Reply #2326
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23991
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/2019/124-desember.html

 MENDENGAR
1
2
3
4
5
Rating 4.67 (3 Votes)

    Diterbitkan hari Minggu, 08 Desember 2019 00:00
    Ditulis oleh Pipi Agus Dhali   
    Dibaca: 1240 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: Markus 1:1-8

“Ada suara orang yang berseru-seru di padang gurun: Persiapkanlah jalan untuk Tuhan, luruskanlah jalan bagi-Nya.” (Markus 1:3)


Bacaan Alkitab Setahun:
2 Tesalonika 1-3



Dunia panggung hiburan berlomba dalam hal kecanggihan teknik pengeras suara. Dunia tarik suara menjadi ikon pentas pencarian bakat. Dunia politik dipenuhi intrik demi memenangkan pemungutan suara dalam pemilihan pejabat. Bisnis hiburan mengemas suara-suara sumbang sebagai komoditi dagangannya. Serba suara. Boleh dikata, dunia kita ini dunia suara. Gaduh. Bising. Suara-suara saling bersaing dan bertanding. Akibatnya, mendengar sudah menjadi tindakan konsumtif: orang memilih apa yang ingin didengarnya.

Habitat Yohanes adalah padang gurun. Jauh dari kebisingan. Sunyi. Namun, dari situlah justru terdengar suara yang dibutuhkan orang, bukan yang diinginkan saja. Suara yang mengajak orang berbalik kepada Allah (ay. 4). Suara dari kesunyian. Suara kebenaran. Dalam kenyataan kebenaran memang sering berseru-seru dari padang sunyi. Mengapa? Sebab di tengah dunia bising, orang tak memberi tempat baginya. Manusia hanya mau mendengar suara yang memuaskan telinganya (2Tim. 4:3).

Melalui masa Adven dan sosok Yohanes Pembaptis, kita diingatkan untuk mengasah pendengaran kita. Bukan memanjakannya. Jangan jadikan mendengar sebagai tindakan konsumtif. Mendengar adalah tindakan edukatif (belajar). Kebenaran tak selalu nyaman di telinga, namun kita memerlukannya. Biarlah di tengah dunia ingar bingar telinga kita tetap peka mendengar suara-Nya, suara kebenaran.

—PAD/www.renunganharian.net


UNTUK MENDENGAR APA YANG BENAR DIPERLUKAN
KERENDAHAN HATI DAN KESEDIAAN UNTUK BELAJAR


December 09, 2019, 06:26:43 AM
Reply #2327
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23991
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/2019/124-desember.html

 BEST MAN KRISTUS
1
2
3
4
5
Rating 4.55 (20 Votes)

    Diterbitkan hari Senin, 09 Desember 2019 00:00
    Ditulis oleh Jap Sutedja   
    Dibaca: 1690 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: Yohanes 3:22-36

“Yang punya mempelai perempuan, ialah mempelai laki-laki; tetapi sahabat mempelai laki-laki, yang berdiri dekat dia dan yang mendengarkannya, sangat bersukacita mendengar suara mempelai laki-laki itu. Itulah sukacitaku, dan sekarang sukacitaku itu penuh.” (Yohanes 3:29)


Bacaan Alkitab Setahun:
1 Timotius 1-6



Seorang pendamping pengantin laki-laki disebut best man. Yohanes Pembaptis menempatkan dirinya sebagai best man Kristus. Dia tidak marah ketika banyak orang datang kepada Kristus untuk dibaptis, bukan kepada dirinya. Dia menyatakan bahwa dirinya bukan Mesias, dia hanya diutus untuk membuka jalan bagi Kristus. Yohanes sadar bahwa Kristus adalah pemilik “mempelai perempuan” (gereja), bukan dirinya. Sebab itu dia menyatakan bahwa Kristus harus makin besar, dan dirinya harus makin kecil.

Seorang best man biasanya berasal dari seorang best friend, sahabat dekat yang bisa dipercaya. Sahabat yang baik bergaul erat satu sama lain, akan setia selamanya, dan tidak berkhianat. Yohanes Pembaptis bersaksi bahwa Kristus berasal dari surga. Kristus dipenuhi ROH KUDUS tanpa batas, sebab Kristus itu Anak Allah (ay. 35; Yoh. 1:34). Yohanes Pembaptis juga dipenuhi oleh ROH KUDUS sejak dari rahim ibunya (Luk. 1:15), tetapi ia tidak meninggikan dirinya. Dia menyaksikan Kristus sebagai Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia (Yoh. 1:29). Dengan pimpinan ROH KUDUS, Yohanes menyatakan bahwa Allah telah menyerahkan segala sesuatu kepada Kristus, dan Kristus yang berhak memberi hidup kekal.

Setelah selesai menjalani tugas sebagai best man Kristus, sukacita Yohanes menjadi penuh. Ketika hamba Tuhan menempatkan diri sebagai best man Kristus, memuliakan dan memasyhurkan Kristus, sukacita juga akan memenuhi jiwanya. Sebagai best man, hamba Tuhan tidak akan meninggikan dirinya, melainkan meninggikan Kristus.

—JAP/www.renunganharian.net


BEST MAN KRISTUS TIDAK MENINGGIKAN DIRINYA,
DAN TIDAK MENCURI KEMULIAAN KRISTUS

Anda diberkati melalui Renungan Harian?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan kami.
Rek. Renungan Harian BCA No. 456 500 8880 a.n. Yayasan Gloria



 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)