Author Topic: Renungan Harian®  (Read 128927 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

August 19, 2020, 05:27:32 AM
Reply #2560
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 27414
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16


http://www.renunganharian.net/2020/133-agustus.html

http://www.renunganharian.net/2020/133-agustus/3388-ego-dan-ketulusan.html

 EGO DAN KETULUSAN
1
2
3
4
5
Rating 4.00 (5 Votes)

    Diterbitkan hari Rabu, 19 Agustus 2020 00:00
    Ditulis oleh Zefanya Duta P.   
    Dibaca: 820 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: Roma 16:17-24

Sebab orang-orang demikian tidak melayani Kristus, Tuhan kita, tetapi melayani perut mereka sendiri. Dengan kata-kata yang muluk-muluk dan bahasa yang manis mereka menipu orang-orang yang tulus hatinya. (Roma 16:18)


Bacaan Alkitab Setahun:
Yeremia 19-22



Kemerdekaan dalam hidup adalah dambaan setiap orang. Terlebih lagi bagi mereka yang hidupnya terbelenggu dan berbeban berat, tentulah sangat mendambakan kemerdekaan dalam hidup mereka. Tetapi kemerdekaan tidak bisa diartikan hanya sekadar terlepas dan terbebas dari masalah atau penjajahan semata. Karena kemerdekaan haruslah dimaknai secara menyeluruh, dalam tubuh dan hati kita.

Paulus mengingatkan jemaat Roma supaya waspada dan menghindari orang-orang munafik yang hanya mencari keuntungan diri mereka sendiri dengan menipu para jemaat. Terhadap orang-orang munafik tersebut, Paulus menegaskan bahwa sebenarnya mereka tidak melayani Kristus, sekalipun menggunakan kata-kata yang manis dan muluk-muluk, tetapi justru menginginkan orang lain untuk melayani mereka. Artinya, Paulus menunjukkan bahwa melalui keegoisan dan kemunafikan tersebut, mereka berusaha untuk menjajah dan menindas para jemaat. Dalam ketulusan hati para jemaat, Paulus pun hendak mengajak mereka supaya hanya mengikuti ajaran Kristus serta melayani-Nya saja, bukan mendengarkan dan melayani manusia. Karena hanya di dalam Kristus sajalah maka mereka mendapatkan kemerdekaan, dalam tubuh dan hati mereka, sehingga ketulusan hati mereka terbebas dari berbagai kepentingan pribadi.

Kehidupan yang merdeka adalah kehidupan yang terbebas dari kepentingan pribadi. Untuk itu, kita diajak untuk memerdekakan hati kita, untuk dapat menjalani kehidupan bersama dengan ketulusan hati, sebagai wujud melayani Dia.

—ZDP/www.renunganharian.net


PENJAJAHAN ADALAH WUJUD DARI KEEGOISAN,
TETAPI KETULUSAN HATI MENUNJUKKAN KEMERDEKAAN







August 20, 2020, 05:05:21 AM
Reply #2561
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 27414
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16



http://www.renunganharian.net/2020/133-agustus.html

http://www.renunganharian.net/2020/133-agustus/3389-melangkah-karena-janji-allah.html

 MELANGKAH KARENA JANJI ALLAH
1
2
3
4
5
Rating 5.00 (2 Votes)

    Diterbitkan hari Kamis, 20 Agustus 2020 00:00
    Ditulis oleh Samuel Yudi Susanto   
    Dibaca: 467 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: Kejadian 46:1-34

Lalu firman-Nya: “Akulah Allah, Allah ayahmu, janganlah takut pergi ke Mesir, sebab Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar di sana.” (Kejadian 46:3)


Bacaan Alkitab Setahun:
Yeremia 23-25



Sejarah mencatat bahwa Perjanjian Linggarjati tahun 1946 memberi konsekuensi yang buruk bagi bangsa kita saat itu. Baru satu tahun bangsa kita merayakan kemerdekaan, di tahun itu pula ibu kota yang bertempat di Batavia “dipaksa” berpindah ke Yogyakarta. Menjalani proses pindah ini tentu bukan hal yang mudah karena harus meninggalkan tempat yang sungguh bersejarah itu. Bisa jadi muncul berbagai kekhawatiran mengenai ibu kota yang baru terutama menghadapi bangsa Belanda yang tampaknya belum mau mengakui kemerdekaan Indonesia.

Kekhawatiran serupa bisa jadi menggelayuti keluarga Yakub yang akan meninggalkan negeri Kanaan, negeri penuh sejarah itu. Mereka “dipaksa” pindah ke Mesir, tempat yang bisa jadi bukanlah impian mereka. Allah tahu ada keraguan di hati Yakub hingga Allah perlu meyakinkannya agar tidak takut pergi ke Mesir. Allah berjanji menyertainya dan akan menjadikan Israel bangsa yang besar. Bahkan Allah berjanji akan membawa umat pilihan-Nya itu kembali ke negerinya. Yakub pun mantap pergi ke Mesir karena janji Allah itu.

Keyakinan Yakub kepada janji Allah mengajar kita untuk hidup beriman kepada Allah. Penting bagi kita untuk bertanya dan menanti-nantikan Allah agar kita tidak salah mengambil keputusan. Kisah pengungsian Israel ke Mesir juga semakin menunjukkan kesetiaan Allah kepada umat-Nya. Kita pun terus diingatkan bahwa sesulit apa pun situasi yang kita alami, kita tetap percaya bahwa ada Allah yang tidak sedetik pun meninggalkan kita.

—SYS/www.renunganharian.net


JANGAN TAKUT MELANGKAH! JIKA ALLAH MENYERTAI KITA,
IA PASTI MENJAMIN KEHIDUPAN KITA.







August 21, 2020, 05:02:33 AM
Reply #2562
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 27414
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16


http://www.renunganharian.net/2020/133-agustus.html

http://www.renunganharian.net/2020/133-agustus/3390-christ-is-enough.html

 CHRIST IS ENOUGH
1
2
3
4
5
Rating 3.89 (9 Votes)

    Diterbitkan hari Jum'at, 21 Agustus 2020 00:00
    Ditulis oleh Priskila Dewi S.   
    Dibaca: 488 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: Kejadian 3:1-15

“Tetapi Allah mengetahui, bahwa pada waktu kamu memakannya matamu akan terbuka, dan kamu akan menjadi seperti Allah, tahu tentang yang baik dan yang jahat.” (Kejadian 3:5)


Bacaan Alkitab Setahun:
Yeremia 26-28



Saat menyanyikan pujian “Christ is Enough”, saya mulai mencermati liriknya yang dalam. Apa pun di dunia ini tak ada yang dapat memuaskan hasrat kita. Komitmen untuk mengikut Kristus itu sudah cukup. Hanya Kristus yang memenuhi segala kebutuhan kita. Segala kemuliaan hanya bagi Dia.

Kita dapat membaca kisah Adam dan Hawa jatuh ke dalam dosa dalam Kejadian 3 ini. Ular memperdaya perempuan dengan mengatakan bahwa Allah melarang manusia untuk memakan buah dari semua pohon dalam taman Eden. Lalu Hawa menjelaskan kepada ular bahwa hanya satu pohon di tengah taman Eden yang tidak boleh dimakan, memakan buahnya menyebabkan kematian. Ular merayu perempuan dengan memamerkan manfaat buah tersebut, yaitu menjadi seperti Allah, mengetahui tentang yang baik dan yang jahat. Awal kejatuhan itu dimulai dengan memercayai kebohongan iblis, mengikuti godaaan mata dan lebih menaati keinginan sendiri daripada kehendak Tuhan (ay. 4-6).

Kerap kali manusia ingin jadi yang nomor satu di dunia ini. Manusia lupa bahwa seyogianya yang menjadi pusat hidup ini hanyalah Sang Pencipta saja. Christ is enough. Bila ada hal-hal yang tidak kita miliki, itu juga seizin Tuhan. Tetaplah bersyukur karena Tuhan sudah menyediakan segala sesuatu yang kita perlukan.

—PDS/www.renunganharian.net


JANGAN BERUSAHA MENJADI PUSAT PERHATIAN,
TETAPI BERFOKUSLAH UNTUK MEMULIAKAN SANG PENCIPTA







August 22, 2020, 10:46:52 AM
Reply #2563
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 27414
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16



http://www.renunganharian.net/2020/133-agustus.html

http://www.renunganharian.net/2020/133-agustus/3391-sampai-akhir.html

 SAMPAI AKHIR
1
2
3
4
5
Rating 4.48 (23 Votes)

    Diterbitkan hari Sabtu, 22 Agustus 2020 00:00
    Ditulis oleh Linawati Santoso   
    Dibaca: 2636 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: 2 Timotius 4:1-8

Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hari-Nya. (2 Timotius 4:8)


Bacaan Alkitab Setahun:
Yeremia 29-31



Seorang misionaris membawa istri dan kedua anaknya pergi ke daerah terpencil untuk mengabarkan Injil. Ketika ia mengajak keluarganya berlibur ke kota asalnya, mereka sepesawat dengan seorang aktor. Turun dari pesawat, si aktor mendapatkan sambutan luar biasa, tetapi untuknya tidak ada sambutan apa pun. Ia merasa diperlakukan tidak adil, tetapi istrinya menghiburnya: “Aktor itu disambut karena perjuangannya sudah berakhir. Sementara kau masih harus berjuang.”

Paulus berpesan agar Timotius memenuhi panggilan pelayanannya. Paulus mau anak rohaninya siap sedia memberitakan firman, berani menyatakan apa yang salah dalam diri seseorang, pula menegur dan menasihati dengan segala kesabaran dan pengajaran (ay. 2). Faktanya, menjalankan pesan itu tidaklah mudah! Paulus sendiri, karena Injil ia disesah, didera, dilempari batu, dijebloskan ke dalam penjara, serta mengalami siksaan lainnya. (2Kor. 11:24-27). Sebab itulah Paulus menguatkan iman Timotius untuk berjuang sampai akhir, sampai tunai tugas pelayanannya (ay. 5). Saat itulah ia menerima sambutan meriah dari Kerajaan Surga dan padanya dikaruniakan mahkota kebenaran.

Misi serupa diberikan juga kepada kita. Misi itu tertuang dalam Amanat Agung yang diucapkan Yesus (Mat. 28:19-20). Tidak perlu memusingkan upah yang nantinya kita terima. Tugas kita hanyalah berjuang sampai akhir. Sekalipun di mata manusia tindakan kita tidak berarti apa-apa, Tuhan menghargai upaya kita. Apabila kita setia, kelak kita menerima sambutan meriah dari Tuhan dan Dia mengaruniakan mahkota kebenaran kepada kita.

—LIN/www.renunganharian.net


PERJUANGAN ANAK-ANAK TUHAN TIDAK BOLEH BERHENTI DI TENGAH JALAN,
TETAPI HARUS TUNTAS SAMPAI AKHIR





August 23, 2020, 04:34:11 AM
Reply #2564
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 27414
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16


http://www.renunganharian.net/2020/133-agustus.html

http://www.renunganharian.net/2020/133-agustus/3392-pemimpin-yang-tegas.html

 PEMIMPIN YANG TEGAS
1
2
3
4
5
Rating 5.00 (1 Vote)

    Diterbitkan hari Minggu, 23 Agustus 2020 00:00
    Ditulis oleh Samuel Yudi Susanto   
    Dibaca: 351 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: Nehemia 13:1-31

Aku menjadi sangat kesal, lalu kulempar semua perabot rumah Tobia ke luar bilik itu. (Nehemia 13:8)


Bacaan Alkitab Setahun:
Yeremia 32-33



Salah satu aspek penting dalam sebuah kepemimpinan adalah bersikap tegas. Penerapan sikap tegas seorang pemimpin tidak hanya berlaku di dunia kerja sekuler, tetapi dalam hal rohani pun dibutuhkan sebuah kepemimpinan yang tegas. Tanpa pemimpin yang tegas, masuknya dosa ke dalam kehidupan umat Tuhan sulit dicegah.

Nehemia menyaksikan bahwa kemerosotan iman telah melanda umat Tuhan. Praktik korupsi membuat orang-orang Lewi dan para penyanyi tidak menerima sumbangan dan harus pergi mencari makan di ladang masing-masing. Peraturan Sabat sering dilanggar. Terjadi pula kawin campur dengan perempuan asing. Nehemia pun bereaksi! Ia bersikap tegas untuk memulihkan ketaatan umat Allah terhadap perjanjian yang telah dibuat dengan Allah. Nehemia membuang barang-barang Tobia yang berada di rumah Allah. Ia mengatur agar persembahan tidak lagi diselewengkan (ay. 12, 13). Ia memulihkan peraturan Sabat (ay. 19-21). Ia juga menghukum mereka yang menyelenggarakan kawin campur dengan perempuan-perempuan asing (ay. 25-28).

Firman Tuhan menasihati kita: teguran yang mendidik itu jalan kehidupan (Ams. 6:23). Sebagai seorang pemimpin rohani, kita harus berani mengambil risiko dengan bertindak tegas bila pengaruh dosa sudah mulai menyerbu orang-orang yang kita pimpin. Seorang pemimpin yang bertanggung jawab tentu tidak akan bisa menerima orang-orang yang dipimpinnya terperosok kepada jalan yang salah. Sebab itu sikap tegas diperlukan untuk menyadarkan dan membawa mereka kepada jalan yang benar.

—SYS/www.renunganharian.net


SIKAP TEGAS DIPERLUKAN UNTUK MENYADARKAN
DAN MEMBAWA ORANG-ORANG KEPADA KEBENARAN







August 24, 2020, 05:15:33 AM
Reply #2565
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 27414
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16



http://www.renunganharian.net/2020/133-agustus.html

http://www.renunganharian.net/2020/133-agustus/3393-hanya-hamba.html

 HANYA HAMBA
1
2
3
4
5
Rating 5.00 (4 Votes)

    Diterbitkan hari Senin, 24 Agustus 2020 00:00
    Ditulis oleh Endang B. Lestari   
    Dibaca: 712 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: Lukas 17:7-10

“Demikian jugalah kamu. Apabila kamu telah melakukan segala sesuatu yang ditugaskan kepadamu, hendaklah kamu berkata: Kami hamba-hamba yang tidak berguna; kami hanya melakukan apa yang harus kami lakukan.” (Lukas 17:10)


Bacaan Alkitab Setahun:
Yeremia 34-36



Bagi sebagian orang, motivasi yang melatarbelakangi ketekunan dalam mengerjakan suatu hal adalah adanya harapan untuk mendapatkan sesuatu. Tidak terkecuali dalam menjalani kehidupan sebagai anak Allah. Ambil saja contoh pengakuan seorang ibu yang mengatakan bahwa dorongan kuat yang membuatnya setia berbuat kebaikan adalah demi anak-anaknya. Akan tetapi, apa yang diajarkan Tuhan Yesus dalam ayat ini?

Menjadi bagian keluarga Allah adalah hak istimewa yang kita dapatkan sebagai orang percaya. Tentu ini sangat membahagiakan. Namun jangan lupa diri! Hidup kita menjadi milik Allah sepenuhnya karena kita telah ditebus-Nya dengan lunas. Ini berarti bahwa orang percaya merupakan hamba-hamba Allah. Sebagai hamba, sudah semestinya melakukan setiap kehendak Allah dengan kerendahan hati. Sekalipun pelayanan terbaik telah kita berikan, kita tetap harus mengakui posisi kita sebagai hamba yang tidak berguna, yang melakukan kehendak Allah karena kita sudah ditebus-Nya.

Jangan pernah berpikir bahwa kita memberi sumbangsih besar bagi Allah sehingga merasa diri layak mengharapkan imbalan (berkat). Sebaik apa pun tindakan kita, kita tidak menambah keuntungan bagi Allah. Allah tidak pernah berutang budi kepada kita. Pelayanan terbaik kita tidak menambah kesempurnaan Allah. Sebaliknya, utang budi kita kepada-Nya teramat besar sehingga tidak ada perbuatan baik yang cukup untuk membalas-Nya. Bahkan ketika seluruh hidup ini kita berikan bagi-Nya.

—EBL/www.renunganharian.net


KITA HANYALAH HAMBA YANG TIDAK BERGUNA.
KITA HANYA MELAKUKAN APA YANG HARUS KITA LAKUKAN.






August 25, 2020, 04:42:27 AM
Reply #2566
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 27414
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16


http://www.renunganharian.net/2020/133-agustus.html

http://www.renunganharian.net/2020/133-agustus/3394-menyadari-kesalahan.html

 MENYADARI KESALAHAN
1
2
3
4
5
Rating 5.00 (4 Votes)

    Diterbitkan hari Selasa, 25 Agustus 2020 00:00
    Ditulis oleh Ludia Lembang   
    Dibaca: 444 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: Mazmur 51

Sebab aku sendiri sadar akan pelanggaranku, aku senantiasa bergumul dengan dosaku. (Mazmur 51:5)


Bacaan Alkitab Setahun:
Yeremia 37-40



Semua orang berpeluang melakukan kesalahan. Kita bisa salah dalam berpikir, bertutur kata, bersikap dan bertindak. Dibutuhkan sikap yang benar dalam merespons kesalahan. Sebab jika tidak, bisa berakibat buruk. Ada dua hal yang bisa membuat seseorang terpuruk dalam merespons kesalahannya, yaitu: selalu membenarkan diri dengan menganggap kesalahan sebagai kebenaran dan menyalahkan diri terus-menerus.

Mazmur 51 adalah mazmur pertobatan Raja Daud. Walaupun Daud adalah seorang pemimpin bangsa Israel pilihan Tuhan, ia bukanlah manusia yang kebal dengan dosa. Apa yang dilakukannya setelah sadar bahwa dirinya telah jatuh dalam dosa? Pertama, ia mengakui kesalahan dan memohon pengampunan kepada Tuhan; kedua, memulihkan hubungan secara horizontal dengan mengakui kesalahannya di depan sesama manusia; ketiga, Daud menjaga diri agar tidak jatuh kembali dalam kesalahan dengan cara mendekatkan diri kepada Tuhan dan melakukan peribadatan yang sungguh-sungguh (ay. 16-19). Raja Daud menyadari dan mengakui kesalahannya serta bersedia memperbarui diri. Daud dipulihkan dan dipakai Tuhan dalam rencana penebusan.

Belajar dari sikap Daud dalam merespons kesalahannya; mengakui dan bertobat—demikianlah kita harus bersikap. Sebab dosa yang disembunyikan akan merusak diri sendiri, keluarga bahkan orang lain. Menyadari kesalahan dan mengakuinya di hadapan sesama dan Tuhan akan membawa kita pada pemulihan. Pemulihan yang membuka jalan untuk dipakai Tuhan dalam rencana-Nya.

—LL/www.renunganharian.net


MENYEMBUNYIKAN DOSA ITU SEPERTI MENYIMPAN GARAM DALAM WADAH BESI.
SEMAKIN LAMA, WADAH ITU AKAN SEMAKIN HANCUR.






August 26, 2020, 05:15:40 PM
Reply #2567
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 27414
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16


http://www.renunganharian.net/2020/133-agustus.html

http://www.renunganharian.net/2020/133-agustus/3395-tuhan-bekerja-melalui-medis.html

  TUHAN BEKERJA MELALUI MEDIS
1
2
3
4
5
Rating 4.39 (23 Votes)

    Diterbitkan hari Rabu, 26 Agustus 2020 00:00
    Ditulis oleh Go Hok Jin   
    Dibaca: 3772 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: Lukas 5:27-32

Lalu jawab Yesus kepada mereka, “Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit.” (Lukas 5:31)


Bacaan Alkitab Setahun:
Yeremia 41-44



Menurut Anda, apakah Tuhan juga bekerja melalui tindakan medis sebagai sarana untuk kesembuhan seseorang? Kalau ditanya, saya dapat menjawab tanpa ragu, “Tentu saja!” Keyakinan saya tidak didasarkan oleh cerita orang lain, tetapi hasil dari pengalaman pribadi saat mendampingi ibu saya ketika sedang sakit. Beliau dirawat di ruang ICU hingga beberapa kali, oleh karena penanganan medis yang baik dari rumah sakit, beliau pulang dalam kondisi yang sehat.

Terkait sakit dan penyakit, kedaulatan Tuhan berlaku apakah seorang percaya akan disembuhkan atau justru berpulang ke hadirat-Nya. Namun, tindakan medis dapat menjadi sarana bagi kesembuhan atas penyakit tertentu, melalui diagnosis dokter dan obat-obatan yang dikonsumsi. Ketika mengajarkan tentang panggilan pertobatan kepada orang berdosa, Yesus menggunakan analogi orang sakit yang memerlukan tabib. Pengajaran yang juga menyiratkan pesan bahwa keberadaan tabib dapat menjadi sarana kesembuhan bagi mereka yang sakit. Sama seperti orang pada masa kini memerlukan dokter atau penanganan medis ketika sakit, sambil berharap akan kesembuhan dari Allah.

Menjalani tindakan medis sama sekali bukanlah tanda bahwa seseorang kurang beriman. Kita meyakini bahwa hikmat Allah juga bekerja dalam diagnosis medis. Kesembuhan dapat terjadi melalui tindakan medis dan obat-obatan yang diberikan kepada pasien. Keyakinan semacam ini juga dapat disebut iman, selama kita mengarahkan harapan akan kesembuhan, bahkan mukjizat hanya kepada Allah.

—GHJ/www.renunganharian.net


KUASA TUHAN JUGA DAPAT DINYATAKAN LEWAT TINDAKAN MEDIS,
KARENA DIA BEKERJA DENGAN BANYAK CARA






August 27, 2020, 04:31:25 AM
Reply #2568
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 27414
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16


http://www.renunganharian.net/2020/133-agustus.html

http://www.renunganharian.net/2020/133-agustus/3396-takut-seumur-hidup.html

 TAKUT SEUMUR HIDUP
1
2
3
4
5
Rating 3.86 (7 Votes)

    Diterbitkan hari Kamis, 27 Agustus 2020 00:00
    Ditulis oleh Heman Elia   
    Dibaca: 431 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: 1 Petrus 1:13-25

Dan jika kamu menyebut- Nya Bapa, yaitu Dia yang tanpa memandang muka menghakimi semua orang menurut perbuatannya, maka hendaklah kamu hidup dalam ketakutan selama kamu menumpang di dunia ini. (1 Petrus 1:17)


Bacaan Alkitab Setahun:
Yeremia 45-48



Ketika wabah virus Covid-19 menyerang, banyak yang takut terinfeksi olehnya. Rasa takut itu wajar. Virus ini memang sangat menular dan mematikan. Banyak juga ketidakjelasan tentang penyakit ini. Ada yang tampak sehat, padahal ia menularkannya kepada orang lain. Ada yang memunculkan gejala dan hidupnya berakhir tidak lama sesudahnya. Tidak seorang pun dapat menjamin bahwa dirinya imun terhadap penyakit ini. Orang yang dekat dengan kita, atau jangan-jangan diri kita pun mungkin sudah terjangkit penyakit ini.

Berbeda sikap dengan ancaman virus ganas ini, kita justru sangat sering bersikap biasa saja terhadap dosa. Salah satu alasan pembenarannya adalah anggapan bahwa Tuhan itu Maha Pengasih dan Pengampun. Benar bahwa Tuhan mengampuni dosa. Tepat pula bahwa Allah menjamin hidup kekal bagi kita yang percaya kepada-Nya. Meskipun demikian, Ia menuntut kekudusan, sebab Allah adalah kudus (ay. 16). Ia adalah Hakim yang adil. Karena itu, sekalipun saat ini Ia telah menjadi Bapa bagi kita yang percaya pada-Nya, Allah tetap membenci dosa. Itu sebabnya kita tidak boleh mengikuti dorongan hawa nafsu kita. Sebaliknya, haruslah kita hidup kudus di hadapan-Nya (ay. 15).

Tentu hidup dalam ketakutan sangatlah terkekang. Namun kasih kita kepada Yesus yang telah melunasi utang dosa dengan harga teramat mahal (ay. 18-19), harus menjadi pemacu semangat bagi kita untuk hidup kudus. Ingat bahwa bumi bukanlah rumah kita. Dalam kehidupan yang singkat ini, kiranya kita bersungguh-sungguh hidup dalam kebenaran dan kasih (ay. 22).

—HEM/www.renunganharian.net


TAKUT KEPADA BAPA YANG KUDUS DAN KASIH KEPADA KRISTUS
KIRANYA MENJADI PEMACU BAGI KITA UNTUK HIDUP DALAM KEKUDUSAN







August 28, 2020, 04:34:16 AM
Reply #2569
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 27414
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16


http://www.renunganharian.net/2020/133-agustus.html

http://www.renunganharian.net/2020/133-agustus/3397-penjara-kekhawatiran.html

 PENJARA KEKHAWATIRAN
1
2
3
4
5
Rating 4.36 (11 Votes)

    Diterbitkan hari Jum'at, 28 Agustus 2020 00:00
    Ditulis oleh Linawati Santoso   
    Dibaca: 447 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: Matius 6:25-34

Janganlah hendaknya kamu khawatir tentang apa pun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. (Filipi 4:6)


Bacaan Alkitab Setahun:
Yeremia 49-50



Saat ini banyak orang terbelenggu dalam penjara kekhawatiran. Mulai dari perasaan resah dan gelisah sepanjang hari, tidak dapat tertidur nyenyak di malam hari, sampai akhirnya menjadi depresi. Ironis karena banyak dari orang percaya termasuk di dalamnya! Sebabnya, sekalipun bertuhan, mereka tidak yakin Tuhan memelihara. Sekalipun memohon kepada Tuhan, mereka tidak yakin Tuhan mampu menolong. Atau, sekalipun mereka percaya Tuhan mampu menolong, mereka tidak yakin Tuhan mau menolong.

Tuhan Yesus tidak mau anak-anak-Nya tersiksa dalam penjara kekhawatiran. Berulang kali Dia menasihatkan untuk tidak khawatir! Jika Tuhan memelihara burung-burung di udara, mungkinkah Dia tidak memelihara kita? Jika Tuhan mampu mendandani bunga bakung sampai sedemikian indahnya, mungkinkah Dia tidak mampu menolong kita melewati kesukaran? Ingat, kekhawatiran tidak akan dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidup kita (ay. 27). Kekhawatiran justru akan menghabiskan energi mental kita. Bukankah sia-sia kalau kita mau dibelenggu olehnya?

Kekhawatiran tidak dapat memenjarakan kita apabila kita menanamkan kebenaran di dalam hati bahwa Tuhan sempurna memelihara kehidupan kita. Tangan Tuhan yang perkasa siap sedia diulurkan kepada kita. Hari ini, segeralah kita meninggalkan penjara kekhawatiran! Alih-alih resah atau gelisah, ketika persoalan menghampiri, mari datang kepada Tuhan! Nyatakan isi hati kita kepada-Nya, dan percayalah Dia mampu dan mau menolong kita!

—LIN/www.renunganharian.net


RANGKULLAH KEBEBASAN HIDUP KITA DENGAN SEPENUHNYA
MEMERCAYAI KASIH DAN KUASA TUHAN!







 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)