Author Topic: Renungan Harian®  (Read 128926 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

August 29, 2020, 04:10:20 AM
Reply #2570
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 27414
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16




http://www.renunganharian.net/2020/133-agustus.html

http://www.renunganharian.net/2020/133-agustus/3398-pengampunan-semu.html


 PENGAMPUNAN SEMU
1
2
3
4
5
Rating 5.00 (3 Votes)

    Diterbitkan hari Sabtu, 29 Agustus 2020 00:00
    Ditulis oleh Pipi Agus Dhali   
    Dibaca: 294 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: Kejadian 50:15-21

“Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan.…” (Kejadian 50:20)


Bacaan Alkitab Setahun:
Yeremia 51-52



Gejala menggerutu di belakang banyak disebabkan oleh ketidakjujuran. Kita tak cukup jujur di depan, maka kita menyisakan omelan di belakang. Ketika berhadap-hadapan kita memberi kesan baik-baik saja padahal sesungguhnya tidak. Yang kita ucapkan tidak sama dengan yang kita pikirkan dan rasakan. Dengan kata lain, kita berbasa-basi di muka. Sedangkan di belakang kita masih menyimpan gumpalan dendam atau ketidakpuasan.

Sungguh berbeda dengan Yusuf. Setelah disengsarakan begitu rupa oleh saudara-saudaranya, dirinya tidak menuntut balas ketika telah berkuasa dan berkesempatan untuk itu. Ia seorang pengampun tulen. Namun, serentak ia seorang yang jujur. Perlakuan jahat yang ia maafkan itu tidak diringankannya dengan berkata, “O tidak apa-apa, lupakan saja itu.” Di hadapan mereka, ia tetap menyebut perbuatan itu “jahat” (ay. 20). Jahat tetap saja jahat. Pengampunan tidak mengobral diskon padanya. Baginya, mengampuni bukan berarti meringankan kejahatan yang dilakukan. Mengampuni adalah tidak membalas kejahatan itu, karena percaya bahwa Allah lebih tahu bagaimana memakai kejahatan itu demi melayani rencana-Nya.

Jangan keliru memahami tindakan mengampuni. Jangan membuatnya jadi murahan akibat kita segan berkata jujur. Jangan membuat kesalahan jadi kabur. Tak perlu buru-buru mengatakan, “O tidak apa-apa kok, saya sudah melupakannya.” Menjadi pengampun tidak harus membuat kita segan mengakui jahatnya perlakuan buruk terhadap kita. Yang benar ialah menolak untuk didikte olehnya sampai merasa pahit dan bereaksi membalas, sebab kita memilih untuk percaya pada hikmat dan kuasa Tuhan yang sanggup mendatangkan kebaikan kendati kejahatanlah yang diperbuat terhadap kita.

—PAD/www.renunganharian.net


PENGAMPUNAN ITU MEMBERI ANUGERAH KEPADA ORANG YANG BERSALAH,
BUKAN MERINGANKAN KESALAHANNYA




August 30, 2020, 05:50:21 AM
Reply #2571
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 27414
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16


http://www.renunganharian.net/2020/133-agustus.html

http://www.renunganharian.net/2020/133-agustus/3399-mendoakan-orang-sakit.html

 MENDOAKAN ORANG SAKIT
1
2
3
4
5
Rating 5.00 (3 Votes)

    Diterbitkan hari Minggu, 30 Agustus 2020 00:00
    Ditulis oleh Go Hok Jin   
    Dibaca: 695 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: Kisah Pr. Rasul 3:1-10

Lalu ia memegang tangan kanan orang itu dan membantu dia berdiri. Seketika itu juga kuatlah kaki dan pergelangan kaki orang itu. (Kisah Pr. Rasul 3:7)


Bacaan Alkitab Setahun:
Ratapan 1-2



Suatu ketika, Sandy diminta mendoakan seorang rekan kerjanya yang terbaring sakit di ruang ICU sebuah rumah sakit. Ia pun mengajak keluarga pasien bersepakat untuk berdoa bagi kesembuhan dan pemulihan pasien itu. Sandy tak menyangka setelah berdoa, kondisi orang tersebut mendadak ada perubahan positif. Ia mulai bisa menggerakkan tangan dan berkata-kata. Tindakan yang tidak bisa dilakukan oleh pasien sebelum mereka berdoa. Sungguh luar biasa kuasa Tuhan bekerja di ruangan rumah sakit itu!

Apa yang muncul dalam benak Anda membaca kisah Petrus dan Yohanes yang dipakai Tuhan menyembuhkan si lumpuh? Tentu saja bukan karena mereka sakti atau hebat, melainkan karena kuasa Tuhan bekerja melalui dua rasul Kristus tersebut. Bisakah hal serupa terjadi ketika Anda yang berdoa? Mengapa tidak? Tentu saja bisa! Bukankah salah satu kuasa yang Tuhan Yesus berikan kepada orang percaya adalah meletakkan tangan atas orang sakit, lalu orang itu menjadi sembuh (Mrk. 16:17-18)? Yesus sendiri juga pernah berkata bahwa barang siapa percaya kepada-Nya, akan dapat melakukan hal-hal seperti yang Yesus lakukan (Yoh. 14:12) termasuk di antaranya dipakai Allah berdoa atas kesembuhan orang yang sakit!

Allah tidak hanya memakai hamba Tuhan untuk menjadi saluran kesembuhan bagi orang sakit, tetapi Ia dapat memakai setiap orang yang percaya. Maukah kita merespons kebenaran ini dengan mulai berani mendoakan mereka yang sakit dan butuh didoakan? Bagian kita hanyalah berdoa dan selanjutnya biarlah kuasa Tuhan yang bekerja.

—GHJ/www.renunganharian.net


TUHAN DAPAT MENJAWAB DOA SIAPA SAJA
UNTUK MENYATAKAN KEMULIAAN-NYA DI DUNIA






August 31, 2020, 10:28:27 AM
Reply #2572
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 27414
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16



http://www.renunganharian.net/2020/133-agustus.html

http://www.renunganharian.net/2020/133-agustus/3400-berlaku-lebih-baik.html



Unduh Daftar Bacaan Alkitab Setahun
Aturan Pengutipan
»» Setiap materi di situs ini TIDAK DIPERKENANKAN untuk dikutip tanpa seijin YAYASAN GLORIA ««



Follow @RH_net


BERLAKU LEBIH BAIK
1
2
3
4
5
Rating 4.46 (24 Votes)

    Diterbitkan hari Senin, 31 Agustus 2020 00:00
    Ditulis oleh Endang B. Lestari   
    Dibaca: 3418 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: Matius 5:38-48

“Karena itu, haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di surga sempurna.” (Matius 5:48)


Bacaan Alkitab Setahun:
Ratapan 3-5



Suatu kali saat kami menunggu jam keberangkatan bus, beberapa anak muda dengan alat musik sederhana di tangan masuk ke dalam bus. “Daripada mencopet atau menjambret, lebih baik kami ngamen…” ujar salah seorang sebelum mereka mulai bernyanyi. Seorang penumpang pun menyahut: “Tapi daripada ngamen, masih lebih baik jadi kuli bangunan!”

Sebelum mencapai tingkatan sempurna, selalu ada yang lebih baik dari tindakan yang kita sangka sudah lebih baik. Tidak melakukan kejahatan tentu sudah lebih baik dari pada melakukan kejahatan. Namun masih lebih baik orang yang mau melakukan kebaikan daripada sekadar tidak berbuat jahat. Meski demikian, melakukan kebaikan masih belum cukup baik jika hanya dilakukan terhadap orang yang berbuat baik kepada kita.

Sebagai contoh, pemungut cukai yang terkenal sebagai orang tidak baik pun dapat mengasihi teman-temannya. Namun mereka melakukan hal itu atas dasar “kepentingan”. Mereka mau bersikap ramah terhadap orang-orang yang kepadanya mereka bergantung. Bersikap demikian berarti hanya melayani diri sendiri, mencari keuntungan pribadi.

Yesus mengajar orang percaya untuk mengasihi musuh-musuhnya. Bukan untuk mencari upah, melainkan menyatakan syukur atas anugerah keselamatan yang telah diterimanya dari Allah. Inilah tindakan yang sempurna, yang bernilai paling tinggi dibandingkan kecenderungan alami manusia duniawi. Sebab kesempurnaan Allah adalah mengampuni kesalahan, menolong orang asing, melakukan kebaikan kepada yang jahat dan tidak tahu berterima kasih.

—EBL/www.renunganharian.net


BUKAN SUPAYA MENANG DAN BERKUASA, ORANG PERCAYA MELAKUKAN
KASIH YANG SEMPURNA DEMI MENJADI BERKAT BAGI SESAMA






September 01, 2020, 04:26:28 AM
Reply #2573
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 27414
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16

http://www.renunganharian.net/2020/134-september.html

http://www.renunganharian.net/2020/134-september/3401-malam.html

 MALAM
1
2
3
4
5
Rating 3.17 (6 Votes)

    Diterbitkan hari Selasa, 01 September 2020 00:00
    Ditulis oleh Pipi Agus Dhali   
    Dibaca: 371 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: Kejadian 2:1-7

Ketika itulah TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya.... (Kejadian 2:7)


Bacaan Alkitab Setahun:
Yehezkiel 1-4



Anak-anak di masa kecil saya masih mengenal perangkat bermain yang dinamai malam. Serupa tanah liat. Bersifat kenyal. Lentur. Mudah digencet, dibanting, dilebarkan, digumpalkan, ditekuk, dan dibentuk. Bisa dibentuk menjadi apa saja sesuai kemauan dan kreativitas seorang anak. Satu hal, ia tidak dapat dihancurkan, sebab ia begitu kenyal menggeliat serta menyesuaikan bentuk. Malam memang perkasa.

Tatkala Tuhan menciptakan manusia, Kejadian 2 menggambarkannya unik. Semuanya serba “belum”—belum ada lahan tanaman, belum ada curah hujan, belum ada penggarap tanah (ay. 5). Artinya, suasana masih belum kondusif untuk hidup. Lalu, manusia diciptakan dengan “debu tanah” dari permukaan bumi yang telah dibasahi embun (ay. 6-7). Dari tanah liat yang mudah dibentuk. Mengapa? Sebab manusia itu harus berjuang dari awal— situasi serba “belum”. Bagi Tuhan, ia haruslah makhluk petarung yang kuat serta lincah menggeliat. Tak gampang patah arang.

Merenungi bencana yang menelan nyawa puluhan ribu manusia sedunia, membawa kita kepada hakikat manusia. Terbuat dari tanah liat. Pertama, itu mengingatkan kita akan kefanaan diri, kita bisa mati apabila Pemberi napas menghendaki. Namun, sisi kedua mengingatkan kita akan kekenyalan diri yang tak mudah menyerah. Digencet pelbagai krisis, Tuhan memberi kita kesanggupan menggeliat. Geliat temuan baru, kecerdasan menemukan terobosan, dan kreativitas. Geliat kebersamaan, perjuangan, kejenakaan, dan pengharapan. Syukurlah kita diciptakan Tuhan dari tanah liat. Berpantanglah untuk menyerah!

—PAD/www.renunganharian.net


SEGALA PERSOALAN DAN KESUKARAN PADA AKHIRNYA MENGGIRING KITA
UNTUK MENYADARI AKAN KEBESARAN TUHAN








September 02, 2020, 04:37:43 AM
Reply #2574
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 27414
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16


http://www.renunganharian.net/2020/134-september.html

http://www.renunganharian.net/2020/134-september/3402-pengalaman-traumatis.html

 PENGALAMAN TRAUMATIS
1
2
3
4
5
Rating 2.50 (2 Votes)

    Diterbitkan hari Rabu, 02 September 2020 00:00
    Ditulis oleh Heman Elia   
    Dibaca: 454 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: Kejadian 50

“Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan, dengan maksud melakukan seperti yang terjadi sekarang ini, yakni memelihara hidup suatu bangsa yang besar.” (Kejadian 50:20)


Bacaan Alkitab Setahun:
Yehezkiel 5-9



Peristiwa buruk di masa lalu ada kalanya membuat kita mengalami trauma. Timbul rasa takut yang besar bahwa peristiwa buruk tertentu bakal terulang di masa sekarang atau nanti. Kita lalu melakukan antisipasi yang tidak perlu, bahkan tidak masuk akal. Pada penderita trauma yang berat, peristiwa yang pernah terjadi seolah masih terus hidup secara nyata di masa sekarang. Belenggu masa lalu semacam itu tentu sangat menyiksa. Penderita tidak bisa menikmati lagi sukacita. Padahal keadaan saat ini sudah jauh berbeda dibanding masa lampau.

Yusuf pernah mengalami masa-masa yang amat berat. Dikhianati oleh kakak-kakaknya, Yusuf dijual sebagai budak di negeri asing, Mesir. Padahal Yusuf yang masih berusia tujuh belas tahun ketika itu bermaksud mengantarkan makanan untuk mereka. Pengalaman buruk masih terus mengikuti Yusuf hingga tiga belas tahun setelahnya. Namun Yusuf mampu bertahan dalam kekudusan sambil tetap memelihara pengharapan imannya. Yusuf akhirnya mendapat kedudukan tinggi di Mesir. Ia pun mengenang kebaikan TUHAN dan tetap berbuat baik kepada kakak-kakaknya.

Ada dua kunci sukses yang membuat Yusuf mampu menjalani pengalaman buruknya tanpa dibelenggu trauma. Pertama, Yusuf percaya bahwa TUHAN senantiasa hadir di setiap momen hidupnya. TUHAN berdaulat atas dirinya. Yusuf hanya perlu menjalani hidup yang TUHAN tetapkan baginya. Kedua, Yusuf beriman bahwa TUHAN pasti mengerjakan hal yang baik bagi diri, keluarga, bahkan keturunannya. Tidak perlu ada rasa takut ataupun kecewa.

—HEM/www.renunganharian.net


PERCAYALAH BAHWA TUHAN ITU BAIK DAN HADIR DALAM SELURUH HIDUP ANDA.
TUHAN MEMAKAI PENGALAMAN BURUK MASA LALU UNTUK KEBAIKAN KITA.






September 03, 2020, 04:43:09 AM
Reply #2575
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 27414
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16



http://www.renunganharian.net/2020/134-september.html

http://www.renunganharian.net/2020/134-september/3403-semakin-banyak-utang.html

 SEMAKIN BANYAK UTANG
1
2
3
4
5
Rating 5.00 (2 Votes)

    Diterbitkan hari Kamis, 03 September 2020 00:00
    Ditulis oleh Endang B. Lestari   
    Dibaca: 492 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: 2 Korintus 9:6-15

Lagi pula, Allah sanggup melimpahkan segala anugerah kepada kamu, supaya kamu senantiasa berkecukupan di dalam segala sesuatu dan malah berkelebihan di dalam berbagai perbuatan baik. (2 Korintus 9:8)


Bacaan Alkitab Setahun:
Yehezkiel 10-13



“Orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit juga, dan orang yang menabur banyak akan menuai banyak juga.” Kutipan ayat ini menjadi motivasi tersendiri bagi orang percaya dalam melakukan kebaikan. Ayat ini mendorong umat untuk melakukan kebaikan lebih banyak lagi dengan harapan berkat Tuhan pun semakin melimpah dalam hidup.

Sekalipun dengan memberi memungkinkan tercurahnya berkat Tuhan, motivasi yang benar dalam memberi bukanlah untuk mencari imbalan apalagi menjadikannya umpan supaya kita beroleh keuntungan besar. Orang percaya harus memberi dengan sukacita dan rela hati, bukan karena terpaksa. Pun tidak perlu merasa khawatir bahwa dengan memberi akan menjadikan berkekurangan.

Satu hal lagi yang perlu untuk diwaspadai adalah kecenderungan untuk mencari kemuliaan diri. Sering kali orang merasa bangga ketika mampu memberi. Untuk mengungkapkan kebanggaannya mereka menceritakannya kepada setiap orang yang dijumpai, membagikan foto dokumentasi atau menuliskan cerita kebaikan yang telah mereka lakukan di media sosial. Mereka puas ketika banyak orang menjadi tahu, memuji atau mengomentarinya.

Orang percaya tidak boleh lupa bahwa semakin banyak hal yang dapat kita lakukan, semakin banyak kita berutang kepada Tuhan. Sebab, bukankah segala sesuatu yang kita bisa dan punya sesungguhnya hanyalah anugerah Tuhan? Jangan lagi menjadi sombong dan lupa diri! Sudah semestinya semua yang ada pada kita, kita persembahkan untuk kemuliaan-Nya sebagai ungkapan syukur dan terima kasih atas karunia-Nya.

—EBL/www.renunganharian.net


KELIMPAHAN ANUGERAH ALLAH ADALAH MILIK MEREKA
YANG MEMPERSEMBAHKAN HIDUPNYA SEBAGAI PELAYAN KASIH






September 04, 2020, 04:20:44 AM
Reply #2576
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 27414
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16




http://www.renunganharian.net/2020/134-september.html

http://www.renunganharian.net/2020/134-september/3404-alasan-untuk-bertahan.html

 ALASAN UNTUK BERTAHAN
1
2
3
4
5
Rating 5.00 (2 Votes)

    Diterbitkan hari Jum'at, 04 September 2020 00:00
    Ditulis oleh Linawati Santoso   
    Dibaca: 438 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: Mazmur 3:1-9

Tetapi Engkau, TUHAN, adalah perisai yang melindungi aku, Engkaulah kemuliaanku dan yang mengangkat kepalaku. (Mazmur 3:4)


Bacaan Alkitab Setahun:
Yehezkiel 14-16



Kadang kala hidup menjadi amat rumit. Tantangan, kesulitan, dan masalah tak berpamitan menerpa kehidupan kita. Belum selesai yang satu, sudah datang yang lain. Kita dapat saja menyerah, namun kita memilih untuk bertahan. Alasannya tidak lain karena kita meyakini Tuhanlah sumber pertolongan kita, asalkan kita berlari kepada-Nya.

Hati Daud pedih mengetahui kenyataan bahwa Absalom, putranya, sedang berusaha membunuhnya untuk mengambil alih takhta. Pula ia gentar melihat betapa banyak lawan yang bangkit menyerang (ay. 2). Sungguh, situasi ini dapat membuat Daud kewalahan! Hal ini dapat menjadi titik akhir ia menyerah. Namun ada alasan mengapa Daud tetap bertahan, mengapa ia mampu mengatasi setiap halangan untuk keluar menjadi pemenang. Berkatalah Daud: “Tetapi Engkau, TUHAN, adalah perisai yang melindungi aku” (ay. 4a). Daud meyakini Tuhan adalah tempat perlindungannya. Tangan perlindungan Tuhan ibarat perisai yang menghadang setiap senjata yang dilontarkan musuh. Saat Daud ada dalam kesesakan, ia tinggal berseru kepada Tuhan (ay. 5). Tidak heran sekalipun situasi masih mencekam, Daud dapat membaringkan diri, lalu tidur dengan tenang (ay. 6).

Tuhan memegang kendali atas kehidupan kita. Dia sanggup melepaskan kita dari mara bahaya, pula menunjukkan jalan keluar bagi setiap masalah. Kesulitan mungkin mengancam, namun bersama Tuhan kita selalu aman. Ya, inilah alasan kita bertahan, sekalipun mungkin hari ini persoalan mengimpit di kiri dan kanan. Yakinlah Tuhan memberi pertolongan tepat pada waktunya!

—LIN/www.renunganharian.net


TIDAK PEDULI BAGAIMANA SITUASI DI DEPAN,
KITA DAPAT TERUS BERTAHAN SEBAB TANGAN TUHAN MENOPANG




September 05, 2020, 07:20:18 AM
Reply #2577
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 27414
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16



http://www.renunganharian.net/2020/134-september.html

http://www.renunganharian.net/2020/134-september/3405-kehormatan-besar.html

 KEHORMATAN BESAR
1
2
3
4
5
Rating 4.50 (16 Votes)

    Diterbitkan hari Sabtu, 05 September 2020 00:00
    Ditulis oleh Samuel Yudi Susanto   
    Dibaca: 1623 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: 2 Korintus 4:1-15

Oleh rahmat Allah kami telah menerima pelayanan ini. Karena itu, kami tidak tawar hati. (2 Korintus 4:1)


Bacaan Alkitab Setahun:
Yehezkiel 17-19



Cara kita menilai kepercayaan yang diberikan kepada kita, akan sangat memengaruhi cara kita mengerjakan kepercayaan itu. Jika pelayanan dinilai dari besarnya keuntungan yang bisa kita peroleh, maka kita akan dengan gampangnya mengabaikan, menolak atau bahkan mengundurkan diri apabila ternyata kita tidak diuntungkan. Sebaliknya, jika pelayanan dinilai berdasarkan kepercayaan dan kehormatan besar yang Tuhan berikan, maka kita pasti akan melakukan yang terbaik tidak peduli apa pun kondisinya!

Paulus menganggap bahwa menderita karena melayani Tuhan adalah anugerah dan kehormatan besar! Intinya adalah apabila kita mengingat bahwa diizinkannya kita melayani Tuhan berarti memperoleh kepercayaan dari Tuhan, barulah kita bisa memandang bahwa terlibat di dalam pelayanan bagi Tuhan sebagai suatu kehormatan besar.

Banyak orang yang melibatkan diri dalam pekerjaan melayani Tuhan, itu baik! Akan tetapi, apakah setiap orang memiliki hati yang benar untuk melayani Tuhan? Tidak sedikit orang Kristen yang memohon-mohon seperti “Simon si Tukang Sihir” agar mendapat urapan Tuhan dan menyangka supaya dengan kekuatannya itu ia bisa mendapatkan lebih banyak keuntungan pribadi! Sungguh motivasi yang demikian tidak ubahnya seperti seorang yang memandang rendah sebuah kepercayaan dari Tuhan. Pada akhirnya, motivasi, pekerjaan dan pelayanan kita akan teruji. Orang-orang yang menilai bahwa melayani Tuhan adalah sebuah kehormatan besar akan tetap bertahan, tetapi orang-orang yang hanya sekedar mencari keuntungan tidak akan pernah sanggup bertahan.

—SYS/www.renunganharian.net


APA YANG MENDORONG DIRI KITA UNTUK BEKERJA DAN MELAYANI TUHAN?
WAKTU YANG AKAN MENGUJINYA






September 06, 2020, 03:59:59 PM
Reply #2578
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 27414
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16



http://www.renunganharian.net/2020/134-september.html

http://www.renunganharian.net/2020/134-september/3408-larilah-ke-betel.html

 LARILAH KE BETEL!
1
2
3
4
5
Rating 4.37 (19 Votes)

    Diterbitkan hari Minggu, 06 September 2020 00:00
    Ditulis oleh Pipi Agus Dhali   
    Dibaca: 2229 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: Kejadian 35:1-7

Allah berfirman kepada Yakub: “Bersiaplah, pergilah ke Betel, tinggallah di situ, dan buatlah di situ mezbah bagi Allah, yang telah menampakkan diri kepadamu, ketika engkau lari dari Esau, kakakmu.” (Kejadian 35:1)


Bacaan Alkitab Setahun:
Yehezkiel 20-21



Dalam komunikasi antarkita, berlaku pemberian isyarat. Adakalanya berupa gerakan tubuh atau wajah, semisal kedipan mata. Atau suara, semisal nada bicara yang sengaja dibuat tinggi. Tak jarang pula berupa satu atau dua kata tertentu yang dapat memantik api kesadaran akan pesan yang sesungguhnya ingin disampaikan. Jika isyarat tertangkap, muncullah tanggapan yang tepat.

Bahaya sedang mengancam Yakub dan keluarganya. Perkosaan atas Dina, anak perempuannya semata wayang, telah melahirkan pembalasan berdarah oleh kakak-kakaknya (Kej. 34:1-31). Yakub sadar, genderang perang telah ditabuh. Setiap saat penduduk Kanaan bisa ganti menyerbu (Kej. 34:30). Tuhan memberi isyarat melalui kejadian di Betel dahulu kala, tatkala ia lari dari Esau (ay. 1). Artinya, sekarang pun Tuhan mau Yakub lari ke tempat yang sama, yakni Betel, mendirikan mezbah dan mencari Allah, Sang Penolong dalam kesesakan (ay. 3). Selanjutnya, Dialah yang bertindak melindungi (ay. 5). Yakub belajar, baik dahulu maupun sekarang dan masa mendatang, Tuhanlah tempat pengungsian atau pelariannya.

Tuhan punya beribu bahasa isyarat untuk kita. Bunyi lonceng gereja. Gema kidung pujian. Seruan mimbar. Rasa rindu. Kesulitan besar. Kebetulan-kebetulan yang aneh. Rasa sakit. Jalan buntu. Dan masih banyak lagi. Semuanya berfungsi “membunyikan lonceng” di ingatan kita untuk mencari pertolongan dan perlindungan hanya pada-Nya.

—PAD/www.renunganharian.net


ALLAH ITU BAGI KITA TEMPAT PERLINDUNGAN DAN KEKUATAN,
SEBAGAI PENOLONG DALAM KESESAKAN SANGAT TERBUKTI.—Mazmur 46:2







September 07, 2020, 10:37:23 AM
Reply #2579
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 27414
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16




http://www.renunganharian.net/2020/134-september.html

http://www.renunganharian.net/2020/134-september/3409-terus-beriman.html


 TERUS BERIMAN
1
2
3
4
5
Rating 4.43 (30 Votes)

    Diterbitkan hari Senin, 07 September 2020 00:00
    Ditulis oleh Linawati Santoso   
    Dibaca: 3698 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: Daniel 6:1-29

Demi didengar Daniel, bahwa surat perintah itu telah dibuat, pergilah ia ke rumahnya. … tiga kali sehari ia berlutut, berdoa serta memuji Allahnya, seperti yang biasa dilakukannya. (Daniel 6:11)


Bacaan Alkitab Setahun:
Yehezkiel 22-24



Mengapa hal-hal buruk terjadi pada orang baik? Mengapa pula orang benar mengalami penderitaan? Pertanyaan yang sering tak terjawab. Terkadang kehidupan ini memang sulit untuk dipahami. Namun ingatlah, Tuhan dapat menggunakan rasa sakit untuk sebuah tujuan yang mulia! Sering kali Dia menggunakan masa-masa sulit untuk memunculkan kebaikan. Kuncinya, kita harus terus beriman kepada Tuhan!

Daniel adalah teladan dari seorang yang hidup takut akan Tuhan. Firman Tuhan mencatat tiga kali sehari Daniel terbiasa berlutut, berdoa serta memuji Allah (ay. 11). Faktanya, kehidupan Daniel tidak mulus tanpa persoalan! Para pejabat tinggi dan para wakil raja berikhtiar menjatuhkan Daniel. Dihasutnya raja untuk mengeluarkan surat perintah yang merugikan Daniel. Sebab mempertahankan iman, Daniel yang tak bersalah harus berhadapan dengan sekumpulan singa. Tuhan melindungi Daniel! Mulut singa-singa terkatup di hadapannya (ay. 23). Kepada Daniel, raja memberikan kedudukan tinggi (ay. 29). Pula melalui peristiwa tersebut, nama Allah ditinggikan di atas Babel, negeri para penyembah berhala (ay. 27-28).

Dalam kehidupan ini, hal-hal buruk bisa saja terjadi, penderitaan dapat muncul, pula rasa sakit mungkin tidak terelakkan. Namun bersama Tuhan, kita tidak perlu merasa takut ataupun gentar! Seperti Daniel, teruslah kita beriman kepada Tuhan! Kasih Tuhan menaungi diri kita sehingga kuat dan mampu menanggung segala perkara. Kuasa Tuhan menolong mengubahkan rasa sakit serta penderitaan menjadi kebaikan dan keuntungan.

—LIN/www.renunganharian.net


TERUS BERIMAN MEMBUAT KITA DAPAT SENANTIASA MELIHAT KEBAIKAN TUHAN,
BAHKAN DALAM SITUASI TERBURUK SEKALIPUN





 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)