Author Topic: Renungan Harian®  (Read 128925 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

September 08, 2020, 12:26:42 PM
Reply #2580
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 27414
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16


http://www.renunganharian.net/2020/134-september.html

http://www.renunganharian.net/2020/134-september/3410-siap-mengajar-siap-melakukan.html

 SIAP MENGAJAR, SIAP MELAKUKAN
1
2
3
4
5
Rating 4.30 (23 Votes)

    Diterbitkan hari Selasa, 08 September 2020 00:00
    Ditulis oleh Samuel Yudi Susanto   
    Dibaca: 3714 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: Ezra 7:1-10

Sebab Ezra telah bertekad untuk meneliti Taurat TUHAN dan melakukannya serta mengajar ketetapan dan peraturan di antara orang Israel. (Ezra 7:10)


Bacaan Alkitab Setahun:
Yehezkiel 25-28



Tugas menjadi pengajar itu tidaklah mudah. Seorang pengajar dituntut untuk tidak hanya membuat setiap muridnya memahami apa yang telah diajarkannya. Sosok pengajar itu akan semakin “sempurna” ketika ia juga mampu melakukan semua yang telah diajarkannya. Pengajaran dan keteladanan adalah warisan terbaik yang diberikan para pengajar kepada murid-muridnya.

Kehidupan Ezra adalah teladan yang baik untuk kita ikuti. Mari perhatikan dengan seksama apa yang telah dilakukan Ezra seperti tercatat pada nas hari ini: “Sebab Ezra telah bertekad untuk meneliti Taurat TUHAN dan melakukannya serta mengajar ketetapan dan peraturan di antara orang Israel.” Hal ini menjelaskan kepada kita tentang tekad Ezra untuk meneliti, dan ketika mengetahui kebenaran Firman Tuhan, ia lebih dulu melakukan, dan mempraktikkannya dalam keseharian hidupnya. Kemudian, barulah ia mengajarkannya kepada bangsa Israel.

Bukankah seharusnya demikian kita menjalani hidup Kekristenan kita? Panggilan hidup kita sebagai garam dan terang di dunia yang gelap ini bukan hanya fasih saat mengajarkan kebenaran, tetapi kita pun harus menghidupi kebenaran itu. Seperti Ezra mengajarkan firman, ia terlebih dahulu melakukannya dalam hidup sehari-hari. Sudahkah Firman Tuhan itu benar-benar diwujudnyatakan dalam perilaku kita sehari-hari? Tentu setiap orang akan memuliakan Bapa di surga ketika mereka mendapati bahwa kebenaran firman yang kita ajarkan itu telah hidup dalam perilaku keseharian kita. Hidupilah kebenaran supaya dengan demikian hidup kita memuliakan Allah.

—SYS/www.renunganharian.net


KITA TIDAKLAH MEMULIAKAN ALLAH
JIKA KITA HANYA PANDAI MENGAJAR FIRMAN
NAMUN MENOLAK UNTUK MELAKUKANNYA








September 09, 2020, 05:13:24 AM
Reply #2581
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 27414
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16


http://www.renunganharian.net/2020/134-september.html

http://www.renunganharian.net/2020/134-september/3411-menjalani-pembentukan-allah.html

 MENJALANI PEMBENTUKAN ALLAH
1
2
3
4
5
Rating 4.50 (6 Votes)

    Diterbitkan hari Rabu, 09 September 2020 00:00
    Ditulis oleh Go Hok Jin   
    Dibaca: 746 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: Yesaya 43:1-7

Tetapi sekarang, beginilah Firman Tuhan yang menciptakan engkau, hai Yakub, yang membentuk engkau, hai Israel: “Janganlah takut, sebab Aku telah menebus engkau, Aku telah memanggil engkau dengan namamu, engkau ini kepunyaan-Ku.” (Yesaya 43:1)


Bacaan Alkitab Setahun:
Yehezkiel 29-32



Pernahkah kita melihat proses pembentukan kerajinan yang terbuat dari tanah liat? Sungguh rumit dan mungkin bisa dibilang melelahkan, seandainya tanah liat dapat berbicara. Namun, ketika kerajinan yang dibuat sudah jadi, orang akan mendapat manfaat dari hasil pembentukan yang telah dijalani oleh tanah liat, seperti keinginan dari si pembuatnya.

Firman hari ini menyebut kata “Yakub” dan “Israel”, dua nama yang berbeda tetapi merujuk pada orang yang sama. Allah yang menciptakan Yakub, membentuk hidupnya sedemikian rupa hingga namanya disebut “Israel”, usai Yakub menang atas pergulatan di tepi sungai Yabok. Proses pembentukan yang tidak mudah karena Yakub harus melarikan diri dari rumahnya, menghindari Esau yang sempat berniat membunuhnya, bahkan sempat ditipu berkali-kali oleh Laban, pamannya sendiri, tetapi akhirnya pembentukan Allah terjadi atas hidupnya. Kini, berawal dari pergulatan di tepi sungai Yabok (Kej. 32:22-32), nama “Israel” bahkan masih eksis hingga saat ini dengan menjadi nama sebuah negara.

Pembentukan memang tidak pernah menyenangkan. Terlebih kita juga tak tahu berapa lama waktunya, menurut perhitungan dan cara pandang Allah. Namun, ketika proses pembentukan itu selesai, kita dapat pastikan bahwa hasilnya pasti baik. Hidup kita pun dapat memuliakan nama-Nya (ay. 7), seperti proses pembentukan yang Allah lakukan pada Yakub, hingga kepadanya disematkan nama baru. Maukah kita merelakan diri dibentuk oleh tangan Tuhan yang ajaib, supaya kelak hidup kita memuliakan nama-Nya?

—GHJ/www.renunganharian.net


PEMBENTUKAN TAK PERNAH MENYENANGKAN,
TETAPI HASILNYA BAIK BAGI KEHIDUPAN KITA






September 10, 2020, 08:33:51 AM
Reply #2582
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 27414
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16


http://www.renunganharian.net/2020/134-september.html

http://www.renunganharian.net/2020/134-september/3412-perlindungan-tuhan.html

 PERLINDUNGAN TUHAN
1
2
3
4
5
Rating 4.73 (15 Votes)

    Diterbitkan hari Kamis, 10 September 2020 00:00
    Ditulis oleh Linawati Santoso   
    Dibaca: 2958 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: 1 Samuel 23:14-28

Maka berhentilah Saul mengejar Daud dan pergi menghadapi orang Filistin. Itulah sebabnya orang menyebut tempat itu: Gunung Batu Keluputan. (1 Samuel 23:28)


Bacaan Alkitab Setahun:
Yehezkiel 33-36



Dalam Perang Dunia II, seorang marinir AS terpisah dari kesatuannya. Ia sendirian dalam hutan belantara. Ia melihat sebuah tebing bergua dan bersembunyi di sana. Ia berdoa meminta perlindungan Tuhan. Sementara ia berdoa, seekor laba-laba jatuh dari atas pintu gua dan mulai menenun sebuah jala. Marinir itu tertawa, “Tuhan, aku perlu sebuah dinding bata dan Engkau mengirimkanku seekor laba-laba?” Selama berjam-jam laba-laba itu menciptakan sebuah jala yang banyak lapisannya. Tiba-tiba ia mendengar tentara musuh datang! Dan ia mendengar suara: “Kita tidak perlu memeriksa di sini. Tidak seorang pun dapat memasukinya tanpa merusak jala ini.”

Daud pernah mengalami perlindungan Tuhan serupa ketika ia bersembunyi dari kejaran Saul. Saat itu Daud berada di padang gurun Maon. Saul dan orang-orangnya berjalan dari sisi gunung sebelah sini sementara Daud dengan orang-orangnya dari sisi gunung sebelah sana (ay. 26). Sekilas tidak ada kesempatan Daud dapat terluput! Tetapi ketika Saul dan orang-orangnya sudah hampir mengepung untuk menangkap Daud, seorang suruhan datang kepada Saul dengan pesan: “Segeralah undur, sebab orang Filistin telah menyerbu negeri.” Tuhan melindungi Daud sehingga ia terluput (ay. 27-28).

Dunia penuh dengan ancaman. Setiap saat bahaya dapat mengadang kehidupan kita. Akankah kita menjadi takut? Tentu tidak karena Tuhan senantiasa melindungi! Sekalipun mungkin caraNya tidak seperti yang kita duga, pikirkan ataupun bayangkan, yakinlah perlindungan Tuhan bagi anak-anak-Nya sungguh sangat sempurna!

—LIN/www.renunganharian.net


TANGAN TUHAN YANG PERKASA MELUPUTKAN KITA DARI SEGALA BAHAYA







September 11, 2020, 11:17:42 AM
Reply #2583
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 27414
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16


http://www.renunganharian.net/2020/134-september.html

http://www.renunganharian.net/2020/134-september/3413-paling-berkuasa.html

 PALING BERKUASA
1
2
3
4
5
Rating 4.28 (25 Votes)

    Diterbitkan hari Jum'at, 11 September 2020 00:00
    Ditulis oleh Endang B. Lestari   
    Dibaca: 3471 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: Yeremia 32:1-15

Sebab Zedekia, raja Yehuda, telah menahan dia di sana dengan tuduhan: “Mengapa engkau bernubuat: Beginilah Firman Tuhan: Sesungguhnya, Aku menyerahkan kota ini ke dalam tangan raja Babel, supaya ia mendudukinya.” (Yeremia 32:3)


Bacaan Alkitab Setahun:
Yehezkiel 37-39



Dalam kampanye yang dengan gencarnya ia lakukan, Tancredo Neves sempat memberikan pernyataan: jika ia mendapatkan 500.000 suara dari pendukungnya, maka tidak akan ada yang bisa melengserkannya dari kursi kepresidenan, bahkan Tuhan sekalipun. Pada akhirnya Tancredo berhasil memenangkan pemilu Brazil. Ia berhak menduduki kursi presiden. Tetapi sebelum sempat dilantik ia meninggal karena komplikasi.

Zedekia menghukum Yeremia karena nubuatannya. Sekalipun Zedekia tahu bahkan mengakui Yeremia sebagai nabi utusan Allah, ia tidak menyatakan pengakuannya dengan tidak memercayai nubuatan Yeremia. Zedekia dapat memenjarakan Yeremia karena ia memiliki jabatan. Mudah saja bagi Zedekia mengatur segala sesuatu seperti keinginannya.

Begitulah kekuasaan diingini, supaya dapat mengatur segala sesuatu sesuka hati. Kekuasaan sanggup membutakan mata hati seseorang sehingga mereka lupa bahwa Tuhanlah pemilik kuasa tertinggi yang tidak tertandingi. Kekuasaan dapat membuat orang sombong, lupa diri, tidak mengakui bahwa semua itu terjadi atas kehendak Tuhan. Bagi mereka, kekuasaan menjadikan dirinya mahabenar, sehingga Tuhan diabaikan. Ketika seseorang telah dibutakan oleh kekuasaan yang mereka miliki, peringatan Tuhan yang semestinya direfleksikan sehingga membuahkan pertobatan dan kebaikan tak lagi dipandang sebagai pemeliharaan Ilahi, malah dianggap sebagai penghambat yang layak dilawan. Semoga kita dimampukan untuk tetap memandang Tuhan sebagai Allah yang Mahakuasa, setinggi apa pun kekuasaan yang kita jabat.

—EBL/www.renunganharian.net


TIDAK ADA KUASA DI DUNIA YANG MELEBIHI KUASA BAPA







September 12, 2020, 05:25:51 AM
Reply #2584
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 27414
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16



http://www.renunganharian.net/2020/134-september.html

http://www.renunganharian.net/2020/134-september/3414-berjalan-dan-beserta.html

 BERJALAN DAN BESERTA
1
2
3
4
5
Rating 4.14 (7 Votes)

    Diterbitkan hari Sabtu, 12 September 2020 00:00
    Ditulis oleh Linawati Santoso   
    Dibaca: 699 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: Mazmur 23:1-6

Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku.... (Mazmur 23:4)


Bacaan Alkitab Setahun:
Yehezkiel 40-42



Dalam Mazmur 23, Daud menggambarkan Tuhan sebagai Gembala yang baik. Dalam salah satu kutipannya Daud mengatakan: “Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku.” Mungkin kita berpikir: “Jika Tuhan itu Gembala yang baik, mengapa ada lembah kekelaman?”

Dunia penuh dengan tantangan. Setiap saat kita mungkin dihadapkan pada masalah kesehatan, keuangan atau hubungan. Inilah yang disebut “lembah kekelaman” dalam hidup! Berita baiknya, dalam lembah kekelaman itu kita “berjalan”, bukan “tinggal” atau “berhenti”. Hal itu menunjukkan bahwa lembah kekelaman bersifat “sementara”! Ada batas kedaluwarsa bagi setiap persoalan kita. Tantangan yang kita hadapi hari ini mungkin tidak akan berarti di kemudian hari. Dan lagi, saat kita berjalan, kita tidak dibiarkan sendirian. Tuhan, Gembala yang baik, senantiasa “beserta” kita. Tuhan siap sedia menolong dan menyelamatkan kita. Inilah yang menjadi jaminan bahwa setiap persoalan, tidak peduli entah berat atau ringan, semua pasti akan terselesaikan!

Lembah kekelaman seperti apakah yang kita hadapi saat ini? Tidak perlu khawatir ataupun cemas! Yakinlah kita tidak akan selamanya ada di sana! Kita hanya berjalan melewatinya beserta Sang Gembala. Tidak ada bahaya dapat mengancam kehidupan kita selama kita berjalan bersama Tuhan. Saat persoalan datang menerpa, katakan kepada diri sendiri: “Masalahku akan berlalu. Tangan Gembalaku akan menuntunku berjalan melewati lembah kekelaman sampai akhirnya mataku melihat sinar terang.”

—LIN/www.renunganharian.net


LEMBAH KEKELAMAN SEUMPAMA SATU EPISODE KEHIDUPAN
YANG AKAN KITA LEWATI BERSAMA DENGAN TUHAN





September 13, 2020, 09:23:09 AM
Reply #2585
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 27414
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16



http://www.renunganharian.net/2020/134-september.html

http://www.renunganharian.net/2020/134-september/3415-mengenal-identitasnya.html

 MENGENAL IDENTITASNYA
1
2
3
4
5
Rating 4.46 (13 Votes)

    Diterbitkan hari Minggu, 13 September 2020 00:00
    Ditulis oleh Samuel Yudi Susanto   
    Dibaca: 1796 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: Titus 2:1-10

Hamba-hamba hendaklah taat kepada tuannya dalam segala hal dan berkenan kepada mereka, jangan membantah. (Titus 2:9)


Bacaan Alkitab Setahun:
Yehezkiel 43-45



Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata “identitas” memiliki arti ciri-ciri atau keadaan khusus seseorang, atau dapat juga diartikan sebagai jati diri. Identitas akan mengatur posisi seseorang dan tanggung jawab apa yang harus dilakukan. Seseorang yang tahu identitas sebagai karyawan, tentunya ia akan memiliki sikap tunduk, hormat dan taat pada setiap keputusan otoritas di atasnya. Ia pasti tahu batas-batas mana yang wajib dilakukan dan apa yang tidak boleh dilakukannya.

Di hadapan Tuhan, kita hanyalah seorang hamba atau pelayan. Paulus memperkenalkan diri sebagai “hamba (budak) dari Tuhan Yesus Kristus”, dan sebagai “rasul-Nya”. Rupanya ia sangat bangga menyebut dirinya dengan sebutan ini. Padahal pada masa itu, dan kapan pun, menjadi seorang budak adalah suatu hal yang paling tidak menyenangkan bagi siapa pun. Tetapi menjadi budak (hamba) Yesus Kristus, yang telah lunas dibeli oleh Dia, adalah hal yang menggembirakan.

Rasul Paulus mengingatkan kita: “Hamba-hamba hendaklah taat kepada tuannya dalam segala hal dan berkenan kepada mereka, jangan membantah” (ay. 9). Identitas seorang hamba atau pelayan Tuhan seharusnya memiliki jati diri bahwa ia adalah seorang yang tidak curang dan selalu tulus dan setia, supaya dengan demikian setiap orang dalam segala hal akan memuliakan ajaran Allah (ay. 10). Seorang hamba Tuhan adalah seorang yang patuh dan melakukan apa pun keinginan Allah dengan sebuah tujuan agar Allah disenangkan.

—SYS/www.renunganharian.net


SEORANG YANG MENGENAL IDENTITASNYA DENGAN BAIK,
PASTI TAHU POSISI DAN TANGGUNG JAWABNYA







September 14, 2020, 07:05:33 AM
Reply #2586
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 27414
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16



http://www.renunganharian.net/2020/134-september.html

http://www.renunganharian.net/2020/134-september/3416-karena-nila-setitik.html

 KARENA NILA SETITIK
1
2
3
4
5
Rating 5.00 (8 Votes)

    Diterbitkan hari Senin, 14 September 2020 00:00
    Ditulis oleh Pipi Agus Dhali   
    Dibaca: 2282 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: Pengkhotbah 9:13-18

… tetapi satu orang yang keliru dapat merusakkan banyak hal yang baik. (Pengkhotbah 9:18)


Bacaan Alkitab Setahun:
Yehezkiel 46-48



Karena nila setitik, rusak susu sebelanga—begitu bunyi sebuah peribahasa lama. Sejujurnya, kita ini terbiasa menaruh perhatian pada hal-hal yang besar. Prestasi besar. Bisnis raksasa. Jumlah besar. Kaum pembesar. Pokoknya, semua yang besar. Sebaliknya, perkara-perkara kecil cenderung luput dari perhatian atau bahkan sengaja diabaikan. Namun bencana wabah yang mengguncang semenjak awal tahun ini menyentak kita. Virus kecil menghajar dunia ini!

Penulis kitab Pengkhotbah terus mengingatkan akan liku-liku kehidupan “di bawah matahari” yang fana ini. Pasal 9:13–10:20 mengandung nasihat tentang pentingnya kita waspada terhadap kelalaian-kelalaian kecil yang berpotensi mengundang dampak buruk teramat besar. Ibarat bahayanya nila setitik yang merusak susu sebelanga. Di antaranya ialah kalau kita mengabaikan pendapat atau meremehkan kemampuan seseorang hanya karena ia orang kecil—padahal ia mampu memberi jasa yang menyelamatkan seluruh kota (ay. 15).

Segala yang besar dalam kehidupan ini dibangun dari yang kecil. Dari sedikit kemudian menjadi bukit. Maka, sungguh tak pantas kita mengabaikan hal-hal kecil, perkara-perkara sederhana, dan kaum bersahaja. Kita tidak mensyukuri datangnya wabah. Bencana tetaplah bencana. Tetapi bahwasanya bencana ini memaksa kita untuk kembali menghargai dan berfokus kepada perkara kecil, kebiasaan harian yang sepele, tindakan sederhana tapi mulia, nasib kaum jelata—itu adalah kebaikan tersendiri. Semoga ketika ini terlewati kita semua menjadi lebih baik. Bukankah Yesus sudah mengingatkan supaya kita setia akan perkara-perkara kecil? (Luk. 16:10).

—PAD/www.renunganharian.net


SETIAP PERKARA KECIL BERPOTENSI MENJADI BESAR
BAIK POSITIF MAUPUN NEGATIF.
BIJAKSANALAH MENGELOLANYA.





September 15, 2020, 05:17:49 PM
Reply #2587
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 27414
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16



http://www.renunganharian.net/2020/134-september.html

http://www.renunganharian.net/2020/134-september/3417-penghiburan-allah.html

 PENGHIBURAN ALLAH
1
2
3
4
5
Rating 4.18 (28 Votes)

    Diterbitkan hari Selasa, 15 September 2020 00:00
    Ditulis oleh Endang B. Lestari   
    Dibaca: 3974 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: Yesaya 51:1-23

Dengarkanlah Aku, hai kamu yang mengetahui apa yang benar, hai bangsa yang menyimpan pengajaran-Ku dalam hatimu! Janganlah takut jika diaibkan oleh manusia dan janganlah terkejut jika dinista oleh mereka. (Yesaya 51:7)


Bacaan Alkitab Setahun:
Daniel 1-3



Bangsa Israel masih berada di pembuangan. Sebagai bangsa yang katanya dipilih Allah, kondisi ini tentu dapat mengendurkan iman mereka. Membuat mereka mempertanyakan keberadaan Allah yang katanya mengasihi dan tak pernah meninggalkan mereka. Karena itu Allah memberikan penghiburan-Nya melalui janji akan adanya jaminan keselamatan.

Allah menaruh setia kepada umat- Nya, yakni kepada pribadi yang senantiasa tunduk dan setia kepada Allah. Mereka yang memiliki pikiran dan hati yang baik, yang memiliki hukum Allah dan membiarkan hukum itu memerintah dalam hatinya. Kepada orang-orang ini Allah mengingatkan agar mereka tak perlu takut terhadap hinaan yang dapat menghancurkan nama baik dan kehormatan. Tak perlu takut terhadap ancaman, yang hanya sanggup membunuh tubuh.

Orang yang menaruh hukum Allah di dalam hatinya mungkin akan tetap menghadapi kesusahan dan penderitaan besar. Penghinaan dan celaan tetap dapat dirasakan. Namun Allah memberikan penghiburan sejati-Nya dengan firman-Nya yang menyatakan bahwa Allah akan menghukum dunia dan membersihkannya dari kejahatan. Pada saat-Nya Allah akan menghakimi dunia menurut keadilan-Nya sehingga setiap manusia harus mempertanggungjawabkan hidupnya di hadapan Allah. Mereka yang nantinya selamat adalah yang tetap berada di dalam kebenaran Allah karena keselamatan hanya dari Tuhan saja. Dan kebenaran serta keselamatan dari Allah ini berlaku kekal selamanya. Semoga penghiburan ini pun cukup menguatkan kita di tengah pergumulan yang harus kita hadapi.

—EBL/www.renunganharian.net


HANYA ALLAH YANG SANGGUP MELEPASKAN MANUSIA
DARI MASALAH TERBESARNYA: DOSA






September 16, 2020, 07:24:24 AM
Reply #2588
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 27414
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16

http://www.renunganharian.net/2020/134-september.html

http://www.renunganharian.net/2020/134-september/3418-menerima-semua-orang.html

 MENERIMA SEMUA ORANG
1
2
3
4
5
Rating 4.08 (13 Votes)

    Diterbitkan hari Rabu, 16 September 2020 00:00
    Ditulis oleh Ludia Lembang   
    Dibaca: 2308 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: Yohanes 8:2-11

“Aku pun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan mulai sekarang, jangan berbuat dosa lagi.” (Yohanes 8:11b)


Bacaan Alkitab Setahun:
Daniel 4-6



Dalam banyak budaya para pelaku kejahatan cenderung dijauhi dan dikucilkan. Dalam budaya Yahudi misalnya para pezinah yang tertangkap basah harus dihukum mati dengan cara dirajam batu. Itulah yang harus dijalani perempuan di zaman Yesus yang tertangkap basah berzinah.

Saat Yesus diperhadapkan pada kasus perempuan yang kedapatan berzinah itu, Ia justru melakukan hal sebaliknya. Ia tak menghukumnya melainkan membelanya. Ia memanusiakan perempuan itu dengan memberinya kepercayaan melanjutkan hidup sebagai orang yang lebih baik. Dituliskan bahwa Ia bangkit berdiri dan berkata kepada perempuan itu: “Hai Ibu, di manakah mereka? Tidak adakah seorang pun yang menghukum engkau?” Jawabnya, “Tidak ada, Tuan.” Lalu kata Yesus, “Aku pun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan mulai sekarang, jangan berbuat dosa lagi” (ay. 10b-11). Yesus tahu perempuan itu berdosa, namun Yesus paham bahwa yang dibutuhkan perempuan ini bukanlah ancaman, penghakiman/penghukuman, melainkan penerimaan, pengampunan, kepercayaan dan kesempatan untuk hidup lebih baik.

Penerimaan Yesus yang menumbuhkan semangat dan rasa percaya diri perempuan ini harusnya menjadi bagian dari hidup kita. Hidup yang menghargai dan menerima keberadaan orang-orang di sekitar kita, termasuk mereka yang dianggap pendosa. Agar mereka yang terperangkap dengan citra diri yang negatif bisa mengalami pemulihan. Menolong mereka menjadi pribadi yang menerima diri sendiri dan orang lain. Sehingga masa depan mereka yang tadinya gelap berubah menjadi terang dengan semangat dan harapan yang baru.

—LL/www.renunganharian.net


YESUS PRIBADI YANG MAU MENERIMA DAN MEMAHAMI KITA ORANG BERDOSA,
MAKA KITA PUN HARUS MENERIMA SIAPA PUN








September 17, 2020, 05:14:56 AM
Reply #2589
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 27414
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16



http://www.renunganharian.net/2020/134-september.html

http://www.renunganharian.net/2020/134-september/3419-rahasia-sahabat.html

 RAHASIA SAHABAT
1
2
3
4
5
Rating 4.00 (7 Votes)

    Diterbitkan hari Kamis, 17 September 2020 00:00
    Ditulis oleh Pipi Agus Dhali   
    Dibaca: 708 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: 1 Samuel 20:4-13

Kata Yonatan kepada Daud: “Marilah kita keluar ke padang.” Maka keluarlah keduanya ke padang. (1 Samuel 20:11)


Bacaan Alkitab Setahun:
Daniel 7-9



“Ini hanya di antara kita berdua”—begitu yang sering terdengar tatkala seseorang memulai pembicaraan rahasia. Senada dengan itulah arti ungkapan “marilah kita keluar ke padang” yang diucapkan Yonatan kepada sahabatnya, Daud. Kala itu “padang” mengandung arti suatu tempat yang sunyi, tersembunyi, dan rahasia (1Sam 20:24, 35, 39). Apabila dua orang sahabat hendak berbagi rahasia (ay. 12-14) di hadapan Tuhan, ke sanalah mereka akan pergi.

Di antara sahabat pasti saling berbagi rahasia. Perkara yang sukar dikatakan kepada orang lain, sahabatlah tempat kita berkeluh kesah (curhat). Semisal, kita berbagi rasa dan cerita dalam kelompok kecil komunitas gerejawi. Kelanggengan persahabatan terukur oleh keteguhan memegang rahasia satu dengan yang lain. Melalui Amsal, kita tahu, Tuhan sangat menjunjung tinggi sikap teguh menyimpan rahasia seorang sahabat alias tidak membocorkannya (Ams. 20:19; 25:9).

Di dunia yang konon kian terbuka ini, banyak keburukan dibanggakan atas nama keterbukaan. Salah satunya, kecenderungan membuka apa saja yang sepatutnya bersifat pribadi ke hadapan publik. Tak jarang dengan sengaja hendak mempermalukan. Banyak hubungan dekat retak, persahabatan pun rusak, karena apa yang semula dipercayakan sebagai rahasia ternyata bocor ke mana-mana. Luhur dan langgengnya persahabatan Yonatan dan Daud juga ditandai oleh lulusnya mereka dalam ujian “teguh memelihara rahasia”. Luluskah saya dan Anda melewati ujian yang satu ini?

—PAD/www.renunganharian.net


MEMBOCORKAN RAHASIA SEORANG SAHABAT
TAK LEBIH RINGAN BOBOTNYA DARIPADA TINDAKAN BERKHIANAT





 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)