Author Topic: Renungan Harian®  (Read 128923 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

September 28, 2020, 10:11:16 AM
Reply #2600
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 27414
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16




http://www.renunganharian.net/2020/134-september.html

http://www.renunganharian.net/2020/134-september/3430-bebal.html

 BEBAL
1
2
3
4
5
Rating 3.75 (57 Votes)

    Diterbitkan hari Senin, 28 September 2020 00:00
    Ditulis oleh Pipi Agus Dhali   
    Dibaca: 3297 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: Amos 6:1-14

“Celaka atas orang-orang yang merasa aman di Sion, atas orang-orang yang merasa tenteram di gunung Samaria....” (Amos 6:1)


Bacaan Alkitab Setahun:
Zakharia 1-7



Di tengah-tengah krisis wabah virus sejagad, Somad dan Udin berdialog. Dengan enteng Somad bertanya, “Memang seserius apa wabah ini sampai kita semua harus nongkrong di rumah terus?” Dengan lagak kocaknya, Udin menjawab, “Bang, klub malam dan tempat judi tutup. Gereja juga tutup. Kalau neraka dan surga saja sudah sepakat untuk hal yang sama, mana ada yang lebih serius daripada itu?” Somad manggut-manggut penuh pengertian.

Amos, nabi Tuhan yang gelisah akibat kondisi bobrok masyarakatnya. Sekaligus ia cukup paham pergerakan politik internasional sezaman, terutama bahaya ekspansi dari negeri adikuasa, Asyur. Diteriakkannya peringatan bahwa bangsa-bangsa sekitar sudah kian melemah—mendekati keruntuhannya (ay. 2). Alih-alih bersikap waspada, Israel terbuai dalam rasa aman yang palsu. Banyak orang, terutama pemimpin-pemimpin, yang menikmati keamanan semu dalam kenyamanan pribadi (ay. 4-6). Ketidakwaspadaan ini kelak disusul oleh kejatuhan ibukota (Samaria) akibat gempuran Asyur. Teriakan Amos benar, tetapi tidak didengar. Tak ada yang serius menanggapinya.

Bersikap serius terhadap ancaman bahaya sungguh penting, meski bukan berarti kita terus dihantui ketakutan. Terlalu takut tidak baik, namun terlalu santai serba pandang enteng sama tidak baiknya. Apalagi jika ketidakwaspadaan itu bukan hanya berpotensi mencelakakan diri sendiri, melainkan sesama juga. Pemulihan keadaan bakal terjadi apabila jumlah mereka yang serius menanggapi bahaya kian banyak. Sebab mereka mau berbuat sesuatu demi kebersamaan menanggulanginya. Termasuk di antara merekakah kita? Semoga demikian.

—PAD/www.renunganharian.net


JIKA KITA MERASA AMAN BELUM BERARTI KENYATAANNYA MEMANG AMAN.
BISA JADI ITU HANYA SEBENTUK KEBEBALAN.





September 29, 2020, 07:39:26 AM
Reply #2601
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 27414
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16


http://www.renunganharian.net/2020/134-september.html

http://www.renunganharian.net/2020/134-september/3431-hidup-dan-bekerja.html

 HIDUP DAN BEKERJA
1
2
3
4
5
Rating 4.27 (15 Votes)

    Diterbitkan hari Selasa, 29 September 2020 00:00
    Ditulis oleh Endang B. Lestari   
    Dibaca: 2603 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: Pengkhotbah 9:1-12

Segala sesuatu yang dijumpai tanganmu untuk dikerjakan, kerjakanlah itu sekuat tenaga, karena tak ada pekerjaan, pertimbangan, pengetahuan dan hikmat dalam dunia orang mati, ke mana engkau akan pergi. (Pengkhotbah 9:10)


Bacaan Alkitab Setahun:
Zakharia 8-14



Bergerak, bertumbuh dan berbuah/ berkembang biak merupakan beberapa ciri makhluk hidup. Sedangkan benda mati memiliki ciri sebaliknya: diam dan wujudnya tak pernah berubah. Namun ada pula makhluk hidup yang dikatakan “mati”, karena tidak menjalankan fungsi sebagaimana mestinya.

Pengkhotbah memaknai kepasifan dalam hidup sebagai bagian dari mati, dan kematian disebutnya sebagai penyebab kesia-siaan. Sementara kehidupan ditandai dengan bekerja. Bekerja dan menghasilkan buah menjadikan hidup memiliki arti dan pengharapan. Pengharapan dalam bekerja bukan saja penghasilan secara ekonomi. Lebih dari itu, orang percaya bekerja dalam rangka menyatakan kehendak Tuhan, menjadi rekan sekerja-Nya. Karena dipersembahkan bagi Tuhan maka hidup orang percaya ditandai dengan melakukan pekerjaannya secara tekun dan berkualitas.

Hanya ketika masih hidup kita dapat melakukan berbagai hal. Ketika kematian menjemput maka semuanya tinggal kenangan dan tidak ada satu pun yang dapat kita perbuat. Ini berarti bahwa hanya ketika hiduplah kita memiliki harapan. Pengkhotbah memang menyatakan bahwa nasib semua orang sama. Bahkan hidup pun berjalan selayaknya siklus yang terus berulang dan semuanya sia-sia. Namun, sekalipun hidup memiliki kesan yang sia-sia, masih ada kehidupan yang memiliki nilai, yakni kehidupan seseorang yang diisi dengan melakukan kerja bagi Tuhan. Ingin hidup kita bermakna? Kerjakan saja segala sesuatu yang menjadi bagian kita dengan segenap hati karena semua itu kita persembahkan bagi Tuhan!

—EBL/www.renunganharian.net


HIDUP BERARTI BEKERJA MEMBERI BUAH BAGI KEMULIAAN ALLAH







September 30, 2020, 04:40:02 AM
Reply #2602
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 27414
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16

http://www.renunganharian.net/2020/134-september.html

http://www.renunganharian.net/2020/134-september/3432-terbiasa-berkata-benar.html

 TERBIASA BERKATA BENAR
1
2
3
4
5
Rating 5.00 (3 Votes)

    Diterbitkan hari Rabu, 30 September 2020 00:00
    Ditulis oleh Go Hok Jin   
    Dibaca: 421 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: Efesus 4:17-32

Karena itu buanglah dusta dan berkatalah benar seorang kepada yang lain, karena kita adalah sesama anggota. (Efesus 4:25)


Bacaan Alkitab Setahun:
Maleakhi 1-4



Dalam suatu kesempatan berbicara di persekutuan remaja dan pemuda tentang berkata benar, saya mengawalinya dengan membuat permainan sederhana. Setiap orang memberi pernyataan, lalu yang lain akan menebak apakah pernyataan tadi jujur atau bohong. Menariknya, dari dua kali kesempatan, saya mendapati ada kecenderungan dari mereka untuk memberi pernyataan yang benar. Saya amati bahwa mereka juga tampak cukup kesulitan memikirkan pernyataan yang tidak benar, sekalipun kegiatan malam itu hanya sebagai permainan.

Merenungkan permainan itu, saya bersyukur bahwa dalam diri mereka tampaknya sudah terbangun kejujuran dan prinsip kebenaran. Selaras dengan nas renungan kita hari ini dimana Firman Tuhan berharap kita membuang dusta dan berkata benar satu dengan yang lain. Frasa “seorang kepada yang lain” berarti setiap orang punya tanggung jawab yang sama untuk menjadikan kebenaran sebagai bagian dari cara hidupnya sebagai manusia baru di dalam Kristus. Bagi mereka yang ingin hidup benar, tantangan pasti ada, bahkan godaan untuk berkompromi akan muncul. Namun, keteguhan hati untuk hidup benar dapat menjadi kunci kemenangan kita, dengan kesiapan menanggung segala risikonya dalam kasih karunia Tuhan.

Jadi, yang manakah kecenderungan yang selama ini mewarnai kita? Apakah kita cenderung mudah berkata dan bertindak benar, atau sebaliknya kita kerap kesulitan melakukannya? Sebagai orang yang dibenarkan oleh pengorbanan Kristus, mari relakan diri kita dipakai oleh-Nya untuk menjadi senjata-senjata kebenaran!

—GHJ/www.renunganharian.net


NURANI ORANG BENAR SEHARUSNYA AKAN TERUSIK
KETIKA ADA GODAAN UNTUK MELAKUKAN KETIDAKBENARAN









October 01, 2020, 01:27:38 PM
Reply #2603
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 27414
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16


http://www.renunganharian.net/2020/135-oktober.html

http://www.renunganharian.net/2020/135-oktober/3433-yohanes-tidak-akan-mati.html

 YOHANES TIDAK AKAN MATI!
1
2
3
4
5
Rating 4.12 (17 Votes)

    Diterbitkan hari Kamis, 01 Oktober 2020 00:00
    Ditulis oleh Go Hok Jin   
    Dibaca: 3620 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: Yohanes 21:20-25

Lalu tersebarlah kabar di antara saudara-saudara itu bahwa murid itu tidak akan mati. Tetapi Yesus tidak mengatakan kepada Petrus bahwa murid itu tidak akan mati, melainkan, “Jikalau Aku menghendaki supaya ia tinggal hidup sampai Aku datang, itu bukan urusanmu.” (Yohanes 21:23)


Bacaan Alkitab Setahun:
Matius 1-4



Sejak maraknya penggunaan internet dan media sosial, ada banyak negara mengalami kerepotan dalam menangkal masifnya informasi hoaks, tak hanya Indonesia. Dengan alasan tertentu, informasi berupa tulisan, gambar, maupun video mengandung hoaks disebar tanpa memedulikan efek yang mungkin terjadi. Di negeri kita, sudah cukup banyak peristiwa kelam yang dipicu oleh beredarnya berita bohong yang dipercaya begitu saja.

Hari itu, meskipun Yesus berada di antara para murid, ada salah tafsir terhadap perkataan Yesus mengenai Yohanes. Entah dari mana mulanya dan siapa yang mengatakan, tetapi dengan cepat beredar kabar di antara mereka bahwa Yohanes tidak akan mati. Padahal, Yesus hanya berkata: “Jikalau Aku menghendaki supaya ia tinggal hidup sampai Aku datang, itu bukan urusanmu." Segala sesuatu yang terjadi pada seseorang, termasuk perkara hidup dan mati adalah kedaulatan Tuhan, tetapi setiap orang hendaknya belajar memahami cara mengikut Tuhan dan memenuhi panggilan yang telah ditentukan baginya. Kita pun perlu belajar untuk menangkap maksud dari perkataan Tuhan (dalam firman-Nya di Alkitab), supaya tidak ada potensi salah tafsir, atau mengurangi dan melebih-lebihkan pesan yang tertulis dalam Alkitab.

Di tengah perkembangan teknologi dan masifnya informasi yang mengitari kehidupan kita setiap hari, sebagai pribadi yang mengenal kebenaran, mari jalani hidup dengan lebih berhati-hati, supaya jangan sampai kita mengambil bagian dalam berucap maupun bertindak hal-hal yang tidak benar.

—GHJ/www.renunganharian.net


SEGALA KEBOHONGAN SEHARUSNYA TIDAK BOLEH
MENDAPAT TEMPAT DALAM KEHIDUPAN ORANG PERCAYA







October 02, 2020, 09:10:19 AM
Reply #2604
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 27414
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16


http://www.renunganharian.net/2020/135-oktober.html

http://www.renunganharian.net/2020/135-oktober/3434-mengundang-yesus.html

 MENGUNDANG YESUS
1
2
3
4
5
Rating 4.71 (21 Votes)

    Diterbitkan hari Jum'at, 02 Oktober 2020 00:00
    Ditulis oleh Endang B. Lestari   
    Dibaca: 3148 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: Yohanes 2:1-11

Tetapi ibu Yesus berkata kepada pelayan-pelayan, “Apa yang dikatakan- Nya kepadamu, lakukanlah itu!” (Yohanes 2:5)


Bacaan Alkitab Setahun:
Matius 5-6



Keluarga Yudha mengadakan acara ucap syukur atas kelulusan putri mereka. Mereka mengundang tetangga, saudara dan beberapa teman karib yang lama tak jumpa. Di tengah acara, tiba-tiba sound system bermasalah. Listrik pun padam karena terjadi korsleting. Dengan cekatan, Roni salah seorang kawan lama yang turut hadir bertindak. Dalam hitungan menit listrik telah menyala lagi dan acara dapat dilanjutkan dengan lancar. “Betapa beruntungnya aku mengundangmu,” ujar Yudha.

Dalam sebuah pesta perkawinan di Kana terjadi sebuah masalah: anggur habis. Padahal pada zaman itu anggur merupakan lambang sukacita dan menjadi unsur penting yang harus ada dalam sebuah pesta. Anggur harus tersedia dalam jumlah yang cukup untuk dapat memuaskan para tamu. Kehabisan anggur saat menyelenggarakan pesta tentu sangat memalukan. Beruntung mereka mengundang Yesus. Masalah mereka teratasi karena mukjizat yang dibuat-Nya.

Membaca kisah ini tak jarang membuat kita mengharapkan mukjizat serupa terjadi saat pergumulan melanda. Bisa saja, namun jangan lupakan hal-hal yang memungkinkan mukjizat Tuhan terjadi. Kita harus mengundang Yesus masuk dalam hati, kemudian kita lakukan apa pun yang menjadi kehendak-Nya tanpa berbantah. Kadang, bukankah yang terjadi adalah sebaliknya: Yesus sudah mengetuk hati namun kita mengusir-Nya. Kita enggan hidup dalam kehendak-Nya karena jalan-Nya bertolak belakang dari keinginan kita. Waspadalah! Tanpa kehadiran dan peran Yesus dalam hidup tidak mungkin kita merasakan kebesaran kuasa-Nya.

—EBL/www.renunganharian.net


MUKJIZAT DAN KEBESARAN KUASA TUHAN AKAN TERJADI KETIKA KITA MENGUNDANG DIA
DAN MELAKUKAN KEHENDAK-NYA TANPA BERBANTAH












October 03, 2020, 10:09:50 AM
Reply #2605
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 27414
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16



http://www.renunganharian.net/2020/135-oktober.html

http://www.renunganharian.net/2020/135-oktober/3435-maju-terus.html

 MAJU TERUS
1
2
3
4
5
Rating 4.00 (30 Votes)

    Diterbitkan hari Sabtu, 03 Oktober 2020 00:00
    Ditulis oleh Linawati Santoso   
    Dibaca: 2720 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: Kejadian 41:14-45

Demikianlah Yusuf muncul sebagai kuasa atas seluruh tanah Mesir. (Kejadian 41:45b)


Bacaan Alkitab Setahun:
Matius 7-9



Seorang mahasiswa bisnis di Universitas Yale, Amerika Serikat mengira ia telah mendapatkan ide yang luar biasa untuk berbisnis. Ia menyerahkan rencana bisnisnya kepada profesor ilmu manajemennya. Beliau menanggapi dengan berkata: “Konsep itu memang menarik dan ditampilkan dengan baik, tetapi untuk mendapatkan nilai yang lebih baik dari C, ide itu harus dapat dilaksanakan.” Sang profesor mengira ia hanyalah seorang pemimpi. Mahasiswa itu, Fred Smith, maju terus dan memulai perusahaannya sendiri. Pada akhirnya impiannya tergapai! Kini FedEx, pelayanan pengiriman yang didirikannya, menjadi suatu bisnis yang sukses.

Sewaktu masih muda Yusuf mendapatkan dua mimpi yang mengindikasikan kelak ia menjadi penguasa. Tidak lama sesudah itu Yusuf dijual oleh saudara-saudaranya sebagai budak di Mesir. Sekilas tidak ada harapannya lagi! Apalagi, ia kemudian difitnah dan dilemparkan ke dalam penjara. Bagi orang-orang yang terkurung dalam liang tutupan, menggenggam impian seumpama kesia-siaan. Tetapi Yusuf tidak menyerah! Ia maju terus bersama mimpi-mimpinya. Ia bekerja keras di mana pun ia ditempatkan. Sampai suatu hari Firaun bermimpi dan Yusuf berhasil mengartikannya. Pada hari itu berkatalah Firaun kepada Yusuf: “Aku melantik engkau menjadi kuasa atas seluruh tanah Mesir” (ay. 41). Pada hari itu juga impian Yusuf tergapai!

Bermimpi tentang apakah kita hari ini? Situasi boleh tidak mendukung, tetapi Tuhan tidak pernah menjadi bingung. Bila kita sendiri tidak menyerah, terus maju dan terus mengandalkan Tuhan, pada akhirnya kita melihat impian kita tergapai!

—LIN/www.renunganharian.net


KITA DAPAT TERUS MAJU KARENA YAKIN TUHAN TIDAK PERNAH KEHABISAN CARA
UNTUK MENGGENAPKAN SEBUAH IMPIAN








October 04, 2020, 05:59:53 AM
Reply #2606
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 27414
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16


http://www.renunganharian.net/2020/135-oktober.html

http://www.renunganharian.net/2020/135-oktober/3436-seperti-sang-idola.html

 SEPERTI SANG IDOLA
1
2
3
4
5
Rating 3.50 (4 Votes)

    Diterbitkan hari Minggu, 04 Oktober 2020 00:00
    Ditulis oleh Ludia Lembang   
    Dibaca: 788 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: Kisah Pr. Rasul 2:1-13

Lalu mereka semua dipenuhi dengan ROH KUDUS dan mulai berbicara dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk dikatakan. (Kisah Pr. Rasul 2:4)


Bacaan Alkitab Setahun:
Matius 10-11



Zaman ini banyak sekali bermunculan idola baru dari Korea. Saat mereka melakukan konser, para fan rela membeli tiket dengan harga fantastis, belanja aksesori mahal dan rela menempuh jarak yang jauh demi melihat sang idola secara langsung. Para penggemar itu berupaya menggunakan aksesori agar mereka terlihat mirip atau sama dengan idolanya. Namun mereka tidak akan pernah bisa sama seperti idolanya itu.

Ketika Yesus hadir di dunia ini, Dia juga memiliki penggemar, mereka mengikuti Yesus karena melihat mukjizat, makanan, dll. Dari antara mereka ada yang dipanggil khusus oleh Yesus menjadi murid-Nya. Saat Yesus masih di dunia para murid belum bisa melakukan seperti yang Yesus lakukan (Mat. 17:14-21). Hal ini terjadi karena para murid baru sebatas menjadi pengikut Yesus. Namun ketika mereka sudah dipenuhi oleh ROH KUDUS (ay. 4) maka ROH KUDUS ada di dalam diri para murid sehingga mereka bisa melakukan sama seperti apa yang Yesus lakukan, misalnya: berkotbah (ay. 14-40), menyembuhkan orang lumpuh (Kis. 3:1-10) dst., sehingga kabar tentang Yesus sampai ke berbagai tempat.

Bill Bright menyebut Kristen berarti Kristus hidup dalam seseorang melalui ROH KUDUS. Orang Kristen harus menyadari bahwa ROH KUDUS yang ada di dalam dirinya akan menguasai dan mengendalikan hidupnya. Sehingga orang-orang percaya bukan lagi sekedar menjadi pengikut atau mencoba hidup dengan meniru cara hidup Yesus, melainkan mampu hidup seperti Yesus oleh kuasa ROH KUDUS yang diam dalam dirinya.

—LL/www.renunganharian.net


ADAPUN HIDUPKU INI BUKANNYA AKU LAGI,
TETAPI YESUS HIDUP DI DALAMKU







October 05, 2020, 09:19:11 AM
Reply #2607
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 27414
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16


http://www.renunganharian.net/2020/135-oktober.html

http://www.renunganharian.net/2020/135-oktober/3437-menjadi-berkat.html



Unduh Daftar Bacaan Alkitab Setahun
Aturan Pengutipan
»» Setiap materi di situs ini TIDAK DIPERKENANKAN untuk dikutip tanpa seijin YAYASAN GLORIA ««



Follow @RH_net


MENJADI BERKAT
1
2
3
4
5
Rating 4.48 (23 Votes)

    Diterbitkan hari Senin, 05 Oktober 2020 00:00
    Ditulis oleh Piter Randan Bua   
    Dibaca: 3234 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: Kejadian 12:1-9

“Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar, dan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur; dan engkau akan menjadi berkat.” (Kejadian 12:2)


Bacaan Alkitab Setahun:
Matius 12



Taman Nasional Bantimurung, Maros, Sulsel terkenal dengan kupu-kupunya yang bermacam-macam jenis. Kupu-kupu yang indah dan dikagumi siapa pun yang berkunjung ke sana. Kupu-kupu itu berawal dari seekor ulat yang menjijikkan, yang hidup hanya untuk makan dan merusak tanaman. Namun setelah melalui proses metamorfosis yang njlimet ia berubah menjadi kupu-kupu indah yang dikagumi oleh semua orang. Hidupnya pun sangat bermanfaat untuk penyerbukan tanaman.

Abram berasal dari Mesopotamia. Abram berarti “bapaku” sedangkan Mesopotamia berarti “di antara sungai-sungai”. Ia hijrah dari Mesopotamia yang terkenal dengan sebutan “tanah bulan sabit subur”. Mesopotamia adalah pusat penyembahan berhala khususnya dewa bulan yang dianggap sebagai dewa kesuburan. Menurut para penafsir, Abram adalah salah satu dari penyembah-penyembah berhala itu. Namun Allah memanggilnya keluar dari sana ke Kanaan. Tuhan berjanji akan memberkati dan menjadikannya bangsa yang besar.

Abram memenuhi panggilan itu dan berkomitmen taat kepada-Nya. Alkitab mencatat bahwa ia menjadi sangat kaya, keturunannya banyak sehingga sebutan, “Abraham (Bapa bangsa-bangsa)” disematkan kepadanya. “Bapaku” berubah mejadi “Bapa bangsa-bangsa”. Penyembah berhala berubah menjadi penyembah Allah.

Kita adalah orang berdosa, ibarat ulat yang menjijikkan dengan hidup yang hanya berpusat pada diri sendiri. Namun Kristus telah mengubah kita menjadi berharga. Karena itu, marilah kita menjadi berkat bagi semua orang.







October 06, 2020, 06:35:11 AM
Reply #2608
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 27414
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16

http://www.renunganharian.net/2020/135-oktober.html

http://www.renunganharian.net/2020/135-oktober/3439-sehari-satu-perbuatan-baik.html

 SEHARI SATU PERBUATAN BAIK
1
2
3
4
5
Rating 4.69 (13 Votes)

    Diterbitkan hari Selasa, 06 Oktober 2020 00:00
    Ditulis oleh Go Hok Jin   
    Dibaca: 1772 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: Filipi 4:2-9

Hendaklah kebaikan hatimu diketahui semua orang. Tuhan sudah dekat! (Filipi 4:5)


Bacaan Alkitab Setahun:
Matius 13-14



Sesuatu yang dilakukan dengan fokus dan target biasanya akan mendatangkan keberhasilan. Itulah yang saya tangkap saat mendengar pengakuan eks narapidana yang sempat dikenal sebagai spesialis pencuri sepeda motor. Bermula dari target mencuri satu sepeda motor per hari, sebelum insaf orang ini mengaku sudah mencuri lebih dari 1.000 sepeda motor! Setelah bebas dari penjara, ia membuka usaha otomotif dengan mempekerjakan beberapa mantan narapidana. “Saya ingin menebus kejahatan saya dengan berbuat baik,” akunya.

Tak disangka ya, orang yang berbuat jahat pun memiliki target, fokus, dan ketekunan. Bayangkan jika prinsip yang sama dipakai untuk berbuat baik! Misalnya, sebuah komunitas berisi 5 orang anak muda menargetkan untuk berbuat baik satu kali kepada satu orang, lalu mereka mendorong penerima kebaikan itu agar meneruskan berbuat baik kepada orang lain, bukankah akan terjadi perkara yang luar biasa? Hari ini Alkitab memberi dorongan semangat agar kita lebih tekun dan berkomitmen untuk berbuat baik. Namun, tentu saja kita tak bermaksud agar perbuatan baik kita menjadi ajang pamer atau menyombongkan diri, tetapi sebagai sarana untuk menyaksikan cinta kasih Allah kepada dunia ini, melalui diri kita!

Biarlah dunia ini menyadari bahwa masih ada orang-orang yang berbuat baik karena digerakkan oleh kasih Allah! Bukankah kita lebih suka dikenal sebagai orang baik daripada dikenal sebagai orang jahat? Jadi, maukah kita mulai berbagi kebaikan setiap hari, dengan target minimal satu orang?







October 07, 2020, 06:29:50 AM
Reply #2609
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 27414
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16


http://www.renunganharian.net/2020/135-oktober.html

http://www.renunganharian.net/2020/135-oktober/3440-teladan-kemurahan-hati.html

 TELADAN KEMURAHAN HATI
1
2
3
4
5
Rating 4.50 (8 Votes)

    Diterbitkan hari Rabu, 07 Oktober 2020 00:00
    Ditulis oleh Linawati Santoso   
    Dibaca: 1631 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: 2 Tawarikh 31:2-21

Hizkia dan para pemimpin datang melihat timbunan itu, dan mereka memuji TUHAN dan umat-Nya, orang Israel. (2 Tawarikh 31:8)


Bacaan Alkitab Setahun:
Matius 15-17



Seorang hamba Tuhan mengunjungi sebuah daerah yang tertimpa bencana alam. Hatinya prihatin melihat kesengsaraan para korban. “Tuhan, tolong gerakkan hati banyak orang untuk menyumbang,” ia berdoa. “Sekarang Aku mau menggerakkan hatimu terlebih dahulu. Ambillah setengah dari uang tabunganmu dan berikanlah kepada orang-orang itu!” jawab Tuhan kepadanya.

Firman Tuhan ialah pedoman bagi kehidupan. Di dalamnya tertuang prinsip-prinsip kebenaran. Salah satunya adalah kemurahan hati dan kesediaan untuk memberi (Luk. 6:36). Bukan sekadar menjadi pendengar, tetapi pelaku firman (Yak. 1:22). Demi supaya para imam dan orang-orang Lewi dapat mencurahkan tenaganya untuk melaksanakan Taurat Tuhan, Raja Hizkia memerintahkan rakyat untuk memberi sumbangan. Tak hanya memerintah, raja juga memberi teladan. Tercatat raja memberi sumbangan dari harta miliknya untuk korban bakaran. Kemurahan hati raja menggerakkan hati rakyat. Bertimbun banyak sekali bahan makanan sehingga para hamba-Nya bisa makan sampai kenyang, malah mereka semua berkelimpahan.

Tuhan memanggil kita sebagai teladan kemurahan hati. Jika ingin melihat orang lain terlepas dari sifat kikir, diri kita sendiri terlebih dahulu harus melepaskan diri dari sifat itu. Jangan menunggu orang lain bergerak, diri kitalah yang pertama kali harus bergerak. Alih-alih menggenggam harta, bermurahhatilah kepada sesama yang saat ini kekurangan atau menderita! Yakinlah kemurahan hati yang kita lakukan nantinya menggerakkan hati banyak orang sehingga mereka dapat turut menjadi orang-orang yang murah hati!

—LIN/www.renunganharian.net


TUNJUKKAN KEMURAHAN HATI
SEBELUM MENGHARAPKAN ORANG LAIN BERMURAH HATI






 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)