Author Topic: Renungan Harian®  (Read 131019 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

January 08, 2021, 06:21:05 AM
Reply #2700
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 28072
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16

http://www.renunganharian.net/139-2021/januari/

TAK MELEKAT PADA MATERI | Renungan Harian® (Audio)
https://youtu.be/bcDSyENb2oM?list=PLMmufoKce4xEKGifVqtEeq-glk-Rdwbg2

http://www.renunganharian.net/139-2021/januari/3536-miskin-namun-kaya.html

 MISKIN NAMUN KAYA
1
2
3
4
5
Rating 3.78 (9 Votes)

    Diterbitkan hari Jum'at, 08 Januari 2021 00:00
    Ditulis oleh Samuel Yudi Susanto   
    Dibaca: 1359 kali

Baca: 2 KORINTUS 8:1-15

Selagi dicobai dengan berat dalam berbagai penderitaan, sukacita mereka meluap dan meskipun mereka sangat miskin, namun mereka kaya dalam kemurahan. (2 Korintus 8:2)


Bacaan Alkitab Setahun:
Kejadian 22-24



Jemaat Kristen mula-mula tidak hanya menghadapi ancaman sosial politik, tetapi juga persoalan ekonomi. Banyak di antara mereka adalah orang-orang yang berstatus sosial sangat rendah. Terutama jemaat Kristen di Yerusalem. Hidup dalam kekurangan dan penderitaan tergambar dengan jelas pada kondisi jemaat waktu itu.

Para rasul menasihati mereka untuk hidup saling memperhatikan dan berbagi sebagai saudara seiman. Rupanya nasihat ini mendapat respons baik dari jemaat. Mereka saling tolong-menolong dan berbagi beban (Kis. 4:32-35). Para rasul juga berharap agar jemaat Kristen di luar Yerusalem turut memperhatikan saudara mereka di Yerusalem. Jemaat dari Makedonia antusias menerima himbauan ini. Paulus pun memuji jemaat Makedonia ini bahwa sekalipun mereka hidup dalam kekurangan dan penderitaan, namun mereka tetap belajar memberikan yang terbaik, dengan kerelaan sesuai kemampuan mereka, bahkan ada yang memberi melampaui kemampuannya (ay. 2-4). Meski miskin, namun mereka kaya dalam kemurahan! Mampu memberi karena hati yang digerakkan kasih Kristus untuk berbelas kasihan kepada mereka yang berkekurangan. Kemurahan hati jemaat Kristen di Makedonia merupakan hasil dari kecintaan mereka pada Tuhan. Kecintaan tersebut menghasilkan kecintaan terhadap sesama.

Dari jemaat Makedonia kita bisa berefleksi: Apa reaksi kita ketika menyaksikan orang-orang, terutama saudara seiman, yang hidup dalam kekurangan? Apakah kita kaya dalam kemurahan hati? Apakah dengan sukacita kita akan menyatakan pemberian, bahkan berkorban untuk memberkati mereka yang hidup berkekurangan?

—SYS/www.renunganharian.net


DALAM SEGALA KEKURANGAN PUN KITA SANGGUP
UNTUK MEMBERI KARENA KECINTAAN KITA KEPADA ALLAH













January 09, 2021, 05:20:30 AM
Reply #2701
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 28072
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16


http://www.renunganharian.net/139-2021/januari/

MISKIN NAMUN KAYA | Renungan Harian® (Audio)
https://youtu.be/-IF6gg3SP6A?list=PLMmufoKce4xEKGifVqtEeq-glk-Rdwbg2


http://www.renunganharian.net/139-2021/januari/3537-sehelai-daun-pengharapan.html

 SEHELAI DAUN PENGHARAPAN
1
2
3
4
5
Rating 5.00 (3 Votes)

    Diterbitkan hari Sabtu, 09 Januari 2021 00:00
    Ditulis oleh Pipi Agus Dhali   
    Dibaca: 592 kali

Baca: KEJADIAN 8

… dan pada paruhnya dibawanya sehelai daun zaitun yang segar. Dari situlah diketahui Nuh, bahwa air itu telah berkurang dari atas bumi. (Kejadian 8:11)


Bacaan Alkitab Setahun:
Kejadian 25-27



Bagi penumpang kapal karam yang terdampar di pulau terpencil, raungan helikopter adalah sinyal pengharapan. Bagi pelaut yang sedang digempur dan bertempur dengan ganasnya ombak laut di malam hari, kelap-kelip cahaya mercusuar adalah sinyal pengharapan. Bagi orang tua yang hidupnya selalu dililit oleh kemiskinan, anak berprestasi di sekolah adalah sinyal pengharapan.

Hujan sudah reda (ay. 2) dan air mulai surut—walau masih setinggi puncak gunung (ay. 3, 5). Namun sebagai penghuni bahtera bagaimana Nuh bisa tahu? Ia hanya tahu bumi telah hancur, kehidupan telah punah. Di mana-mana hanya ada air—yang sekaligus lambang dari kekacauan, kehancuran total. Tiada tanda-tanda kehidupan. Melalui seekor merpati yang dilepaskan oleh Nuh, Allah mengirim sinyal pengharapan. Zaitun itu tanaman bandel, mudah tumbuh dan tak mudah dibunuh. Jadi, begitu ada tanah kering lekas tumbuhlah ia. Sehelai daun segarnya di paruh merpati mengabarkan kepada Nuh, ada pengharapan akan sebuah kehidupan lagi.

Di sekeliling kita tak sedikit orang hidupnya seperti dikepung oleh masalah, kesukaran, dan kebuntuan yang melumpuhkan. Sinyal pengharapanlah yang mereka butuhkan. Sebab tanpanya, tak tersisa kekuatan untuk bertahan dan melanjutkan langkah ke depan. O mungkin itu sekedar ucapan berhikmat. Kunjungan bersahabat. Kiriman pesan atau doa pembangkit semangat. Selipan amplop berbagi berkat. Referensi atau rekomendasi ke alamat yang tepat, dan sebagainya. Siapa tahu, kebaikan sederhana kita mampu memberi sinyal pengharapan bagi mereka.

—PAD/www.renunganharian.net


TINDAKAN MEMBERI SINYAL PENGHARAPAN
KEPADA SESAMA YANG MENANTIKANNYA ADALAH KARYA TUHAN








January 10, 2021, 05:45:52 AM
Reply #2702
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 28072
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16


http://www.renunganharian.net/139-2021/januari/

SEHELAI DAUN PENGHARAPAN | Renungan Harian®
https://youtu.be/VBSxyrpf4Ro?list=PLMmufoKce4xEKGifVqtEeq-glk-Rdwbg2


http://www.renunganharian.net/139-2021/januari/3538-bukan-sandiwara.html

 BUKAN SANDIWARA
1
2
3
4
5
Rating 4.86 (7 Votes)

    Diterbitkan hari Minggu, 10 Januari 2021 00:00
    Ditulis oleh Eko Elliarso   
    Dibaca: 637 kali

Baca: MATIUS 23:25-28

“... kamu sama seperti kuburan yang dicat putih, yang sebelah luarnya memang indah tampaknya, tetapi yang sebelah dalamnya penuh tulang belulang dan berbagai jenis kotoran.” (Matius 23:27b)


Bacaan Alkitab Setahun:
Kejadian 28-30



Orang bisa berpura-pura baik: melakukan yang baik meski yang diingini bukanlah yang baik. Contohnya? Menolong sesama untuk menguasai mereka, memberi donasi supaya dihormati, menjadi song leader di gereja karena ingin tampil di depan jemaat, menaati norma untuk mencari nama, dan banyak lagi.

Jika kita berpura-pura, kita berbuat baik bukan karena meyakini apalagi mengingini yang baik, melainkan karena kita memiliki pamrih dan pura-pura berbuat baik demi pamrih itu. Hidup ini kita jadikan panggung sandiwara. Kita bermain menjadi orang baik walau kita tidak mengingininya, walau kita meyakini yang lain, juga walau kita membenci yang baik itu. Lalu, kita bersandiwara. Dalam jangka pendek, dalam jangka panjang, bahkan seumur hidup kita.

Tetapi, itu bukan hidup yang dikehendaki Tuhan. Tengoklah bacaan hari ini. Dengan sangat tajam, Tuhan mengecam para ahli Taurat karena mereka hidup dalam kepura-puraan, menjadikan hidup ini panggung sandiwara: bersikap baik, padahal yang sebenarnya mereka ingini sama sekali bukan yang baik.

Apa arti semua itu?

Tuhan menghendaki kita berbuat baik dengan jujur. Perbuatan baik yang kita lakukan haruslah sungguh cerminan isi hati. Kita berbuat baik bukan dengan berpura-pura menjadi orang baik, melainkan karena sungguh meyakini bahwa perbuatan baik itu hal terbaik yang harus kita lakukan. Kita menghidupi apa yang kita yakini sebagai yang baik bukan dengan bersandiwara dalam hidup, melainkan karena kita sungguh menginginkan yang baik itu terwujud dalam hidup.

—EE/www.renunganharian.net


JIKA KITA BERBUAT BAIK BUKAN KARENA MEYAKINI DAN MENGINGINI YANG BAIK,
KITA SEDANG MENJADIKAN HIDUP KITA SEBUAH SANDIWARA







January 11, 2021, 06:24:53 AM
Reply #2703
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 28072
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16


http://www.renunganharian.net/139-2021/januari/

BUKAN SANDIWARA | Renungan Harian® (Audio)
https://youtu.be/M_mZSikaQU8?list=PLMmufoKce4xEKGifVqtEeq-glk-Rdwbg2

http://www.renunganharian.net/139-2021/januari/3539-karakter-positif-ayub.html

 KARAKTER POSITIF AYUB
1
2
3
4
5
Rating 4.33 (6 Votes)

    Diterbitkan hari Senin, 11 Januari 2021 00:00
    Ditulis oleh Go Hok Jin   
    Dibaca: 1480 kali

Baca: AYUB 1

Ada seorang laki-laki di tanah Us bernama Ayub; orang itu saleh dan jujur; ia takut akan Allah dan menjauhi kejahatan. (Ayub 1:1)


Bacaan Alkitab Setahun:
Kejadian 31-33



Siapakah tokoh Alkitab yang paling Anda kagumi? Karakter apa dalam dirinya yang membuat Anda mengagumi tokoh tersebut? Sejauh mana dampak dari kekaguman terhadap tokoh ini dapat memicu keinginan Anda untuk menumbuhkan karakter yang sama? Bagi saya, salah satu tokoh yang layak untuk dikagumi dan diteladani adalah Ayub, terutama dalam hal empat karakter positif yang dimiliki olehnya.

Alkitab menulis dengan jelas mengenai empat karakter positif dalam diri Ayub: saleh, jujur, takut akan Allah, dan menjauhi kejahatan. Karakter unggul yang mengusik setan, yang lantas tidak suka dan meminta izin dari Allah untuk mencobai Ayub. Karakter unggul yang masih relevan pada masa kini, di tengah semakin berkurangnya minat manusia zaman sekarang untuk mengembangkan kehidupan yang saleh, jujur, takut akan Allah, dan menjauhi kejahatan. Seseorang dengan kualitas pribadi seperti itu tak hanya akan berdampak bagi sesamanya, tetapi juga akan menjadi saksi Kristus yang efektif. Sekadar untuk memastikan, bisakah Anda menyebutkan setidaknya satu nama yang memiliki empat karakter tersebut dalam diri mereka?

Jadi, sejauh mana kita rindu mengejar kualitas karakter seperti yang Ayub miliki, kualitas pribadi unggul yang membuat perkenan Allah dapat kita terima? Bagi Anda yang rindu memilikinya, jangan lupakan hal kunci lainnya bahwa kesanggupan kita berasal dari kasih karunia-Nya. Terlebih pada masa seperti sekarang, di mana tantangan menjalani kehidupan Kekristenan yang berkenan kepada Allah terbilang sangat sukar!

—GHJ/www.renunganharian.net


SEORANG DENGAN KARAKTER UNGGUL
AKAN MENJADI BERKAT DAN TELADAN BAGI SESAMA







January 12, 2021, 10:32:23 AM
Reply #2704
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 28072
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16



http://www.renunganharian.net/139-2021/januari/

MENOLAK MENJAGA SESAMA | Renungan Harian® (Audio)
https://youtu.be/AyDuvKgK_bo?list=PLMmufoKce4xEKGifVqtEeq-glk-Rdwbg2



http://www.renunganharian.net/139-2021/januari/3540-menolak-menjaga-sesama.html

 MENOLAK MENJAGA SESAMA
1
2
3
4
5
Rating 4.78 (18 Votes)

    Diterbitkan hari Selasa, 12 Januari 2021 00:00
    Ditulis oleh Eko Elliarso   
    Dibaca: 3335 kali

Baca: KEJADIAN 4:6-12

Firman Tuhan kepada Kain: “Di mana Habel, adikmu itu?” Jawabnya: “Aku tidak tahu! Apakah aku penjaga adikku?” (Kejadian 4:9)


Bacaan Alkitab Setahun:
Kejadian 34-36



Ketika Tuhan bertanya tentang Habel, Kain menjawab, “Apakah aku penjaga adikku?” (ay. 9). Dengan jawaban retoris itu, Kain bukan mau mengatakan, “Aku tidak tahu,” melainkan menyatakan pengingkaran, “Aku bukan penjaga adikku.” Artinya, Kain menyatakan bahwa menjaga saudaranya adalah hal yang sama sekali bukan urusannya, bukan kewajibannya, bukan tanggung jawabnya.

Di bumi yang riuh ini, banyak pihak menolak kewajiban untuk ikut menjaga sesama. Orang melakukan sesuatu tanpa peduli bahwa tindakannya bisa mencelakai sesama. Contohnya banyak. Para pembunuh, para teroris, pedagang narkoba, pelaku perdagangan manusia, demikian juga orang yang bukan karena terpaksa keadaan menafikan protokol kesehatan hingga dirinya berpotensi menularkan penyakit kepada sesama, adalah pihak-pihak yang menolak menjaga sesama. Tidak hanya itu. Memanfaatkan wabah sebagai peluang meraup untung dengan menaikkan harga kebutuhan kesehatan, mempermainkan harga sembako hingga rakyat dirugikan, mengunggah konten pornografi, menebar hoaks untuk memicu kekacauan, adalah wujud-wujud penolakan terhadap tanggung jawab untuk menjaga sesama. Dan masih banyak lagi.

Menuruti keinginan untuk berbuat sesuatu tanpa peduli bahwa perbuatan itu bisa mencelakai sesama adalah menolak menjaga sesama. Bacaan hari ini mengingatkan kita bahwa sesama diberikan oleh Tuhan untuk kita terima sebagai saudara. Itu adalah perintah agar kehadiran kita di tengah sesama sungguh merealisasikan amanat dari Tuhan untuk ikut serta menjaga mereka.

—EE/www.renunganharian.net


MENURUTI KEINGINAN UNTUK BERBUAT SESUATU TANPA PEDULI BAHWA
PERBUATAN ITU BISA MENCELAKAI SESAMA ADALAH MENOLAK MENJAGA SESAMA










January 13, 2021, 06:55:19 AM
Reply #2705
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 28072
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16


http://www.renunganharian.net/139-2021/januari/

MENOLAK MENJAGA SESAMA | Renungan Harian® (Audio)
https://youtu.be/AyDuvKgK_bo?list=PLMmufoKce4xEKGifVqtEeq-glk-Rdwbg2

http://www.renunganharian.net/139-2021/januari/3541-yesus-selalu-peduli.html

 YESUS SELALU PEDULI
1
2
3
4
5
Rating 4.14 (14 Votes)

    Diterbitkan hari Rabu, 13 Januari 2021 00:00
    Ditulis oleh Samuel Yudi Susanto   
    Dibaca: 1777 kali

Baca: LUKAS 5:12-16

Lalu Yesus mengulurkan tangan-Nya, menyentuh orang itu, dan berkata, “Aku mau, jadilah engkau tahir.” Seketika itu juga lenyaplah penyakit kustanya. (Lukas 5:13)


Bacaan Alkitab Setahun:
Kejadian 37-39



Ketika kita menjumpai seseorang dengan pakaian lusuh dan memohon pertolongan, apa reaksi kita? Jika kita peduli, tentu kita akan melakukan sesuatu. Ya, setidaknya kita mau mengulurkan tangan dan menolongnya walau dalam bentuk yang paling sederhana. Tetapi, bukankah kerap kali kita menarik tangan kita dan berusaha menolaknya?

Yesus memberikan teladan untuk kita. Dan inilah yang dilakukan-Nya ketika seorang berpenyakit kusta mendekati-Nya. Orang itu memohon-mohon kepada Yesus agar bersedia menyembuhkannya. Reaksi Yesus? Yesus menyembuhkan orang sakit kusta, yang pada saat itu dianggap sebagai kaum yang dikutuk Allah dan dijauhi banyak orang. Sementara banyak orang menjauhi orang berpenyakit kusta itu, namun Yesus justru mengulurkan tangan dan menyembuhkannya.

Yakobus mengingatkan kita tentang hubungan antara iman dan kepedulian kepada sesama (Yak. 2:14-17). Kepedulian kepada sesama adalah bukti iman! Yesus telah terlebih dulu memperhatikan mereka yang dihina, bersahabat dengan yang tidak memiliki sahabat, dan menyertakan mereka yang dikucilkan. Kehadiran orang-orang yang lemah dan hina bukan untuk dijauhi, sebaliknya harus didekati dan dipedulikan. Yesus telah menunjukkan kepedulian-Nya kepada kita yang hina karena kutuk dosa. Bagaimana dengan kita? Apakah kita juga bersedia masuk ke tengah-tengah mereka dan melayani mereka yang terhina? Sudah selayaknyalah kita mengikuti teladan-Nya dalam hal mengulurkan tangan kepada orang-orang yang terabaikan.

—SYS/www.renunganharian.net


SALAH SATU BUKTI IMAN KITA KEPADA TUHAN ADALAH KASIH
DAN KEPEDULIAN KEPADA YANG TERABAIKAN










January 14, 2021, 05:37:34 AM
Reply #2706
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 28072
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16


http://www.renunganharian.net/139-2021/januari/

JIKA CINTA TIADA | Renungan Harian® (Audio)
https://youtu.be/UiUQChYGQ9I?list=PLMmufoKce4xEKGifVqtEeq-glk-Rdwbg2

 JIKA CINTA TIADA
1
2
3
4
5
Rating 3.83 (6 Votes)

    Diterbitkan hari Kamis, 14 Januari 2021 00:00
    Ditulis oleh Eko Elliarso   
    Dibaca: 901 kali

Baca: LUKAS 15:11-32

“Kita patut bersukacita dan bergembira karena adikmu telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali.” (Lukas 15:32)


Bacaan Alkitab Setahun:
Kejadian 40-42



“Like a bridge over troubled water, I will lay me down,” kata Simon dan Garfunkel dalam “Bridge Over Troubled Water”. Bagai jembatan di atas air nan bergolak, akan kubaringkan diriku (agar kaulewati air bergolak itu dengan sentosa). Lembut, mengharukan, penuh kesediaan untuk berkorban. Hanya hati penuh cinta yang bisa seperti itu.

Alangkah berbeda dengan si Sulung. Cinta tak punya tempat di hatinya. Dia rajin melayani, tetapi layanannya dia perhitungkan sebagai hak untuk menuntut imbalan (ay. 29, 30). Bukan bapanya yang dia pikirkan, melainkan apa yang akan ia peroleh. Bukan cinta yang mendorong loyalitasnya, melainkan pementingan diri. Itu membuatnya tak menghargai kasih bapanya, dan memandang tak berarti kepulangan adiknya. Jangan-jangan, hidup mati adiknya pun dia tak peduli.

Dengan amat prihatin, bapanya menasihati, “Kita patut bersukacita dan bergembira karena adikmu telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali” (ay. 32). “Karena adikmu”, kata bapanya tandas. Jangan karena harta atau pesta, tetapi karena saudara, karena sesama, karena keselamatan mereka. Jangan isi hati dengan pementingan diri, tetapi penuhi jiwa dengan cinta.

Tidak ada informasi apakah si Sulung kemudian berubah. Namun, pesan Tuhan amat jelas: Hanya cinta yang membuat pelayanan mencapai kepenuhan makna. Hanya cinta yang membuat orang lain menjadi sesama. Hanya cinta yang menerima yang hilang sebagai saudara. Hanya cinta yang menghargai langkah cinta sebagai tindakan mulia.

—EE/www.renunganharian.net


JIKA BUKAN KARENA CINTA,
SEGALANYA RUNTUH PADA KETIADAAN MAKNA.—O.S. Raille








January 15, 2021, 02:02:41 PM
Reply #2707
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 28072
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16



http://www.renunganharian.net/139-2021/januari/


AMANAT AGUNG MEMUDAR? | Renungan Ha
https://youtu.be/DKjUcha3pIk?list=PLMmufoKce4xEKGifVqtEeq-glk-Rdwbg2

http://www.renunganharian.net/139-2021/januari/3543-amanat-agung-memudar.html


 AMANAT AGUNG MEMUDAR?
1
2
3
4
5
Rating 4.32 (22 Votes)

    Diterbitkan hari Jum'at, 15 Januari 2021 00:00
    Ditulis oleh Go Hok Jin   
    Dibaca: 3377 kali

Baca: MATIUS 28:16-20

“Karena itu, pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan ROH KUDUS.” (Matius 28:19)


Bacaan Alkitab Setahun:
Kejadian 43-45



Menurut Anda, apakah Amanat Agung sudah memudar dalam gereja Tuhan, juga kehidupan umat Tuhan pada masa kini? Pertanyaan senada pernah digaungkan lewat sebuah acara seminar, untuk menggugah kembali semangat umat Tuhan dalam mengerjakan Amanat Agung. Materi yang rasanya masih relevan, bahkan dapat dibilang punya urgensi tinggi untuk digaungkan di setiap gereja, setiap komunitas, setiap rumah tangga Kristen, hingga setiap orang yang mengaku bahwa dirinya pengikut Kristus!

Ya, pesan yang Yesus sampaikan menjelang Dia naik ke surga rasanya tidak memiliki “tanggal kedaluwarsa”. Jika penyertaan-Nya berlaku sampai akhir zaman (ay. 20), maka Amanat Agung yang Yesus sampaikan persis pada kalimat sebelumnya, juga berlaku sampai kesudahan zaman! Apa isinya? Amanat untuk pergi memberitakan Injil, bukan menanti atau bersikap pasif, memuridkan jiwa-jiwa, dan membaptis mereka dalam nama Bapa, Anak, dan ROH KUDUS. Bagi mereka yang mengerjakan Amanat Agung ini, ada janji penyertaan yang luar biasa lewat karya ROH KUDUS (Mrk. 16:15-18). Jika kita meyakini firman-Nya tidak pernah lekang oleh waktu, maka seharusnya Amanat Agung juga masih belum memudar!

Jadi kapan terakhir kalinya kita bersaksi, memuridkan, bahkan membawa orang pada komitmen pertobatan yang membawanya untuk dibaptis? Jika kita tak lagi mampu mengingat waktunya, berarti mungkin semangat untuk menjalankan Amanat Agung sudah memudar dalam diri kita. Ini waktu yang tepat untuk mengobarkan semangat itu kembali, lalu mulai kita praktikkan!

—GHJ/www.renunganharian.net


JIKA AMANAT AGUNG MASIH BERLAKU,
SEBERAPA ANTUSIAS ANDA MENGERJAKANNYA?







January 16, 2021, 06:29:19 AM
Reply #2708
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 28072
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16



http://www.renunganharian.net/139-2021/januari/


AMANAT AGUNG MEMUDAR? | Renungan Harian®
https://youtu.be/DKjUcha3pIk?list=PLMmufoKce4xEKGifVqtEeq-glk-Rdwbg2



http://www.renunganharian.net/139-2021/januari/3544-sensus-tuhan.html



 SENSUS TUHAN
1
2
3
4
5
Rating 4.43 (7 Votes)

    Diterbitkan hari Sabtu, 16 Januari 2021 00:00
    Ditulis oleh Yuniar Dwi S.   
    Dibaca: 1152 kali

Baca: BILANGAN 1:1-19

“Hitunglah jumlah segenap umat Israel menurut kaum-kaum yang ada dalam setiap suku mereka, dan catatlah nama semua laki-laki di Israel.” (Bilangan 1:2)
 

Bacaan Alkitab Setahun:
Kejadian 46-48


 
Suatu hari, rumah saya kedatangan para petugas sensus penduduk. Awalnya, mereka mendata anggota keluarga saya, lalu berlanjut pada harta apa saja yang kami miliki. Setelah menjalani kegiatan sensus ini, mereka menempelkan stiker di jendela depan rumah yang menandakan bahwa rumah kami sudah pernah didata.

Dahulu kala setelah keluar dari Mesir, Tuhan memerintahkan Musa melakukan sensus di Israel, khususnya bagi kaum laki-laki. Sensus Tuhan mempunyai tujuan khusus. Tuhan menunjukkan bahwa ada pekerjaan besar yang Dia ingin mereka lakukan, yakni berperang melawan musuh yang akan mereka temui selama perjalanan menuju tanah perjanjian. Dalam sensus ini, kaum laki-laki yang kuat, yang berumur dua puluh tahun ke atas dihitung (ay. 3). Selain itu, kita juga melihat bahwa Tuhan turut bekerja menentukan satu pemimpin yang akan menjadi kepala dalam setiap suku yang bertugas mendampingi Musa dan Harun (ay. 5-16). Menariknya, Musa dan Harun yang awalnya memimpin bangsa ini sendirian, akhirnya memiliki rekan kerja.

Hidup kita pun ditentukan Tuhan untuk dihitung juga. Tujuannya tentu bukan untuk kegiatan yang sia-sia, melainkan untuk ikut serta dalam proyek besar yang sudah dirancang Allah sebelum kita dilahirkan ke dunia. Jika saat ini kita dipercayakan tugas yang mulia, tetaplah bersyukur dan janganlah menolak dengan mengutarakan berbagai alasan. Memang rasanya berat untuk mengerjakan pekerjaan-Nya, tetapi kita tidak perlu khawatir karena tentunya Tuhan sudah menyediakan rekan kerja terbaik, seperti Dia melakukannya untuk Musa dan Harun.

—YDS/www.renunganharian.net


BELAJAR TAAT DALAM MENUNAIKAN PEKERJAAN-NYA TIDAKLAH MUDAH,
TETAPI PERCAYALAH TUHAN SELALU BESERTA






January 17, 2021, 10:24:16 AM
Reply #2709
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 28072
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16




http://www.renunganharian.net/139-2021/januari/


AMANAT AGUNG MEMUDAR? |
https://youtu.be/DKjUcha3pIk?list=PLMmufoKce4xEKGifVqtEeq-glk-Rdwbg2


http://www.renunganharian.net/139-2021/januari/3545-tak-terselami.html


 TAK TERSELAMI
1
2
3
4
5
Rating 4.50 (12 Votes)

    Diterbitkan hari Minggu, 17 Januari 2021 00:00
    Ditulis oleh Pipi Agus Dhali   
    Dibaca: 1979 kali

Baca: PENGKHOTBAH 8:8-17

Maka nyatalah kepadaku, bahwa manusia tidak dapat menyelami segala pekerjaan Allah, yang dilakukan-Nya di bawah matahari. (Pengkhotbah 8:17a)


Bacaan Alkitab Setahun:
Kejadian 49-50



Awan gelap. Kilatan petir menyambar, menyulut kebakaran hutan. Karena hendak beranak, seekor rusa betina menyingkir ke tepian sungai curam. Tahu-tahu di kanannya ada pemburu siap membidiknya. Di kiri seekor singa mengincarnya. Apa yang harus dibuatnya? Alih-alih meratapi ancaman situasi, ia memutuskan untuk berkonsentrasi melahirkan. Rupanya kilatan petir merusak konsentrasi pemburu. Bidikannya meleset, mengenai singa. Hujan lebat pun turun. Pemburu segera berlindung, melupakan buruannya. Rusa itu melahirkan dengan selamat.

Bagi Pengkhotbah, hidup penuh misteri. Logika tak selalu berlaku. Keadilan tak selalu berbicara. Pencarian tak selalu menghasilkan. Kapan pun kematian bisa menjemput. Inilah yang ia sebut: kesia-siaan. Pengertian manusia terbatas sebab Allah, Sang Penyelenggara kehidupan ini, jauh melampaui kita. Pekerjaan-Nya tak terselami dan tak tertandingi (ay. 17; lih. 7:13). Daripada hanya tercekat dalam lingkaran misteri yang menegangkan, ia menyarankan supaya kita lebih berkonsentrasi untuk menjalankan tugas kehidupan yang ada di depan mata sambil menikmati buahnya (ay. 15, bdk. 9:7-10). Selebihnya biarlah menjadi rahasia pekerjaan Allah.

Ada kalanya wajah kehidupan ini tak ramah. Kiri kanan ancaman bahaya. Maju mundur kena. Kita seperti terperangkap oleh situasi tak terkendali. Bingung. Tegang. Terjepit. Serasa ingin menjerit. Sebaiknya bagaimana? Jangan berkecil hati. Hindari berpikir rumit. Kerjakan saja yang harus dan perlu. Selangkah demi selangkah. Yakinlah, semuanya akan lewat. Allah sanggup memakai banyak faktor untuk menuntaskan pekerjaan-Nya.

—PAD/www.renunganharian.net


JIKA KABUT SEDANG MENYELIMUTI,
BERSAMA ALLAH MAJULAH SELANGKAH DEMI SELANGKAH






 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)