Author Topic: Renungan Harian®  (Read 132228 times)

0 Members and 2 Guests are viewing this topic.

February 17, 2021, 09:53:24 AM
Reply #2740
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 28478
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16


http://www.renunganharian.net/2021/140-februari.html



BAHAYA TIDAK NYATA | Renungan Harian® (Audio)
https://youtu.be/9pi5xEaNEvU?list=PLMmufoKce4xEaA1s2hLN82jE13gvpJkqr



http://www.renunganharian.net/2021/140-februari/3577-bahaya-tidak-nyata.html


 BAHAYA TIDAK NYATA
1
2
3
4
5
Rating 4.45 (31 Votes)

    Diterbitkan hari Rabu, 17 Februari 2021 00:00
    Ditulis oleh Heman Elia   
    Dibaca: 3222 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: MATIUS 26:36-46

Setelah itu Ia kembali kepada murid-murid-Nya itu dan mendapati mereka sedang tidur. Lalu Ia berkata kepada Petrus, “Tidakkah kamu sanggup berjaga-jaga satu jam dengan Aku” (Matius 26:40)


Bacaan Alkitab Setahun:
Bilangan 10-11



Semasa kecil, anak-anak sulit diberi tahu tentang keadaan bahaya. Mereka bermain bebas, terkadang meniru adegan berbahaya di film laga atau kartun. Larangan, bahkan teriakan orang tua tidak mereka hiraukan. Sebab anak belum mampu memahami bahaya nyata sebagaimana orang dewasa. Di pihak lain, anak jauh lebih takut kepada bayangan atau suara aneh yang sebenarnya tidak berbahaya.

Yesus juga memiliki cara pandang yang berbeda dengan para murid-Nya tentang bahaya. Di sebuah peristiwa, Yesus bisa-bisanya tertidur lelap di perahu tatkala murid-murid-Nya panik menghadapi angin ribut yang menerjang mereka (Mat. 8:24). Ketika dibangunkan, Yesus justru menegur murid-Nya dan mempertanyakan ketakutan mereka. Berbeda sekali ketika berada di taman Getsemani. Ketiga murid Yesus diminta-Nya untuk berjaga dan berdoa. Ironis, ketika Yesus bergumul berat, ketakutan, dan berdoa dengan sungguh-sungguh, ketiga murid-Nya justru tertidur. Rupanya apa yang dipandang bahaya oleh murid Yesus bukanlah bahaya sesungguhnya. Sebaliknya, para murid justru memandang ringan yang Tuhan pandang serius, yaitu kurangnya doa ketika berhadapan dengan pencobaan.

Mungkin kita sedang bergumul dengan yang kita anggap sebagai ancaman nyata. Tentu tidak salah bahwa kita memohon kecukupan keuangan dan kesehatan. Namun benarkah kekurangan itu adalah ancaman sesungguhnya? Bahaya nyata adalah ketika kita mulai kendur berdoa. Siapa tahu tekanan pencobaan segera melanda, lalu kita terjatuh dalam dosa akibat kurang waspada.

—HEM/www.renunganharian.net


BERJAGA-JAGA DAN BERDOA ADALAH CARA KITA MENGHADAPI BAHAYA
YANG TIDAK NYATA AGAR TIDAK TERJATUH DALAM PENCOBAAN






February 18, 2021, 06:45:55 AM
Reply #2741
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 28478
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16


http://www.renunganharian.net/2021/140-februari.html


BAHAYA TIDAK NYATA | Renungan Harian®
https://youtu.be/9pi5xEaNEvU?list=PLMmufoKce4xEaA1s2hLN82jE13gvpJkqr


http://www.renunganharian.net/2021/140-februari/3578-yesus-meninggalkan-nazaret.html

 YESUS MENINGGALKAN NAZARET
1
2
3
4
5
Rating 4.67 (9 Votes)

    Diterbitkan hari Kamis, 18 Februari 2021 00:00
    Ditulis oleh Go Hok Jin   
    Dibaca: 1673 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: MATIUS 4:12-17

Ia meninggalkan Nazaret dan diam di Kapernaum, di tepi danau, di daerah Zebulon dan Naftali. (Matius 4:13)


Bacaan Alkitab Setahun:
Bilangan 12-13



Sony, bukan nama sebenarnya, sempat merasa “tidak terima” ketika keluarganya harus berpindah dari kota metropolitan ke sebuah desa yang berjarak 300-an kilometer. Ia merasa sulit menerima fakta dan harus meninggalkan kota kelahirannya karena kondisi yang memaksa. Namun, siapa sangka bahwa semua itu bagian dari rencana Tuhan? Kelak di daerah yang baru itu, ia tak hanya mengenal Tuhan dengan lebih baik karena bergabung dengan komunitas yang tepat, tetapi juga bertemu dengan wanita yang kini menjadi istrinya.

Membaca nas renungan hari ini, kita mungkin berpikir bahwa Yesus mengalami hal yang biasa. Cuma pergi dari Nazaret, lalu tinggal di tepi danau. Apa yang menarik? Namun, catatan selanjutnya membuat kita mengerti bahwa kepergian Yesus dari Nazaret ke daerah Zebulon dan Naftali, yang tampak sebagai hal yang biasa pasca ditangkapnya Yohanes (ay. 12), ternyata menggenapi nubuat yang pernah diucapkan oleh Yesaya (ay. 14-16). Alkitab memang tak mencatat bahwa Yesus mendapat “perintah langsung” dari Bapa-Nya, tetapi dari peristiwa ini kita mengerti bahwa Tuhan dapat membawa kita menggenapi rencana-Nya lewat berbagai cara, meski tampaknya kebetulan atau tak mengenakkan!

Apakah hari ini kita sedang menghadapi dilema atau sukar menerima kenyataan hidup yang berbeda dengan keinginan atau harapan kita? Tahan dulu kesimpulan Anda karena Allah belum selesai bekerja dalam hidup Anda. Yakinlah bahwa keberadaan, situasi, atau ketidaknyamanan yang kita alami adalah bagian dari rencana-Nya yang terbaik bagi kita.

—GHJ/www.renunganharian.net


ALLAH TAK PERNAH KEHABISAN CARA
UNTUK MEMBAWA KITA MENGGENAPI RENCANA-NYA







February 19, 2021, 05:19:07 AM
Reply #2742
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 28478
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16


http://www.renunganharian.net/2021/140-februari.html


YESUS MENINGGALKAN NAZARET | Renun
https://youtu.be/zNc760tfUq0?list=PLMmufoKce4xEaA1s2hLN82jE13gvpJkqr


http://www.renunganharian.net/2021/140-februari/3579-tersinggung-atau-merenung.html

 TERSINGGUNG ATAU MERENUNG
1
2
3
4
5
Rating 4.33 (9 Votes)

    Diterbitkan hari Jum'at, 19 Februari 2021 00:00
    Ditulis oleh Endang B. Lestari   
    Dibaca: 855 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: YOSUA 1:1-9

“Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung.” (Yosua 1:8)


Bacaan Alkitab Setahun:
Bilangan 14-15



Seorang Ibu mendatangi rumah pengkhotbah yang membawakan firman dalam sebuah acara gereja pada hari sebelumnya. Dengan kemarahan ia mengungkapkan isi hatinya yang merasa sangat tersinggung. Isi renungan yang disampaikan sang pengkhotbah dirasa menyindirnya habis-habisan. Karena itu ia tidak tahan untuk tidak mengungkapkan emosinya.

Dipanggil untuk menjadi pemimpin Israel, Yosua harus menjawab tugas panggilannya secara nyata. Ia harus dapat bertindak proaktif mengerjakan bagian kepemimpinan yang Allah percayakan. Allah juga menyatakan kepada Yosua agar senantiasa berpegang teguh pada janji Firman Tuhan. Memiliki ketaatan yang total pada kehendak Tuhan, bergaul dengan firman itu dan melakukannya dengan segenap hati. Senantiasa merenungkan Taurat Tuhan siang dan malam menjadi PR Yosua, supaya ia memiliki keberanian, pengharapan dan hikmat dalam memimpin umat.

Kebenaran Firman Tuhan tidak hanya sanggup menjadikan umat bersukacita karena janji berkat-Nya. Firman Tuhan juga sanggup menusuk hati umat. Saat kebenaran Tuhan menelanjangi keberdosaan kita, sangat mungkin kita menjadi mudah marah. Pribadi yang menyampaikan kebenaran Firman Tuhanlah yang biasanya menjadi sasaran kemarahan. Namun kejadian semacam ini tidak perlu terjadi jika kita menyadari kerentanan diri serta bersedia mendengar didikan Tuhan. Pribadi yang bijaksana tentu memiliki kerendahan hati untuk menanggapi ajaran kebenaran dengan merenung, bukan sekadar tersinggung. Bersedia membenahi diri, alih-alih mengumbar emosi.

—EBL/www.renunganharian.net


AJARAN KEBENARAN TUHAN MEMBUAT ORANG BIJAK MERENUNG,
SEMENTARA ORANG BEBAL HANYA MERASA TERSINGGUNG






February 20, 2021, 11:09:06 AM
Reply #2743
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 28478
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16


http://www.renunganharian.net/2021/140-februari.html


EFEK BERUNTUN DOSA | Renungan Harian
https://youtu.be/f__ttr9XKRM?list=PLMmufoKce4xEaA1s2hLN82jE13gvpJkqr


 EFEK BERUNTUN DOSA
1
2
3
4
5
Rating 4.67 (15 Votes)

    Diterbitkan hari Sabtu, 20 Februari 2021 00:00
    Ditulis oleh Go Hok Jin   
    Dibaca: 2648 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: 2 SAMUEL 12:1-25

“Mengapa engkau menghina TUHAN dengan melakukan apa yang jahat di mata-Nya? Uria, orang Het itu, kaubiarkan ditewaskan dengan pedang; isterinya kauambil menjadi isterimu, dan dia sendiri telah kaubiarkan dibunuh oleh pedang bani Amon.” (2 Samuel 12:9)


Bacaan Alkitab Setahun:
Bilangan 16-18



Melaju di jalanan yang ramai setiap hari, saya pernah melihat beberapa kecelakaan dengan efek beruntun. Misalnya ketika ada seorang pengendara sepeda motor tak sengaja menyenggol sepeda motor lainnya, lalu mereka berdua terjatuh. Apakah hanya mereka yang celaka? Terkadang tidak! Beberapa pengendara sepeda motor yang kurang sigap, terkadang ikut terjatuh juga. Itulah yang disebut efek beruntun dari suatu kecelakaan, yang tak jarang dimulai dari sebuah pelanggaran atau ketidakwaspadaan berkendara!

Seperti itulah gambaran efek perbuatan dosa. Perhatikan kejahatan yang dilakukan oleh Daud kepada keluarga Uria, orang Het itu. Awalnya Daud berniat memiliki Batsyeba, karena tergiur kecantikannya, lalu mulai merancang kejahatan untuk membunuh Uria. Setelah niat itu terlaksana, apakah dampaknya hanya sebatas pada Daud seorang? Tidak! Selain menerima fakta bahwa anak dari hasil perzinaannya dengan Batsyeba harus mati (ay. 14-19), pedang (peperangan dan pembunuhan) akan mewarnai kehidupan keluarga Daud, dan perzinaan Daud yang “dibalaskan” kepada istri-istri Daud (ay. 10-12).

Jadi, sebaiknya kita tidak merasa “baik-baik” saja ketika melakukan hal yang tak berkenan kepada Tuhan. Bertobatlah dan perbaruilah kehidupan kita, supaya orang-orang terdekat kita tidak ikut menanggung akibatnya. Namun, akan lebih baik lagi jika kita berpikir akan dampak yang bisa terjadi sebelum memutuskan berbuat dosa, supaya efek dosa yang beruntun itu tidak sampai menimpa kita dan orang-orang yang kita kasihi.

—GHJ/www.renunganharian.net


MEMAHAMI EFEK BERUNTUN DARI DOSA,
SEHARUSNYA MEMBUAT KITA LEBIH BERHATI-HATI MENJALANI HIDUP






February 21, 2021, 05:29:29 AM
Reply #2744
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 28478
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16


http://www.renunganharian.net/2021/140-februari.html


EFEK BERUNTUN DOSA | Renungan Harian® (A
https://youtu.be/f__ttr9XKRM?list=PLMmufoKce4xEaA1s2hLN82jE13gvpJkqr


http://www.renunganharian.net/2021/140-februari/3581-awas-sakit-hati.html

 AWAS SAKIT HATI!
1
2
3
4
5
Rating 4.00 (8 Votes)

    Diterbitkan hari Minggu, 21 Februari 2021 00:00
    Ditulis oleh Hembang Tambun   
    Dibaca: 649 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: 2 TAWARIKH 16

Maka sakit hatilah Asa karena perkataan pelihat itu, sehingga ia memasukkannya ke dalam penjara, sebab memang ia sangat marah terhadap dia karena perkara itu. Pada waktu itu Asa menganiaya juga beberapa orang dari rakyat. (2 Tawarikh 16:10)


Bacaan Alkitab Setahun:
Bilangan 19-20



Raja Asa mengawali pemerintahannya atas Yehuda dengan baik. Ia dicatat sebagai raja yang melakukan apa yang baik dan benar di mata Tuhan (2Taw. 14:2). Ia melakukan reformasi peribadatan di Yehuda. Ia menjauhkan berhala-berhala dari negerinya, dan membuat perjanjian dengan rakyat agar mereka mencari Tuhan (2Taw. 15). Mereka pun menikmati shalom selama 35 tahun pemerintahannya.

Pada tahun ke-36 pemerintahannya, raja Israel hendak memerangi Yehuda. Bukannya meminta petunjuk kepada Tuhan seperti yang selalu ia lakukan sebelumnya, kini Raja Asa justru mengandalkan manusia. Ia mengirim sejumlah besar upeti kepada Raja Aram agar menjadi sekutu politiknya melawan Israel. Tetapi apa yang dilakukannya tidak benar di mata Tuhan. Nabi Hanani pun menegurnya dengan keras.

Bukannya sadar dan bertobat, Raja Asa justru menjadi sakit hati. Bukan hanya pada Hanani, tapi juga pada Tuhan. Ia memasukkan Hanani ke penjara. Bahkan hingga sang raja sakit parah, ia tidak meminta pertolongan Tuhan. Ia hanya mengandalkan para tabib (ay. 12). Kini Raja Asa benar-benar bersandar pada manusia.

Tak masalah berapa lama kita telah menjalani hidup dengan mengandalkan Tuhan, kita masih bisa jatuh dalam dosa dan mengandalkan manusia. Tetapi ketika teguran Tuhan datang, kiranya kita menerimanya dengan kerendahan hati. Jangan menjadi sakit hati dan bebal seperti Asa. Tetapi kiranya kita siap dikoreksi dan kembali berpaut kepada Tuhan.

—HT/www.renunganharian.net


KITA PERLU TERUS-MENERUS BELAJAR MERENDAHKAN HATI
AGAR TIDAK MERESPONS TEGURAN DENGAN SAKIT HATI







February 22, 2021, 09:20:40 AM
Reply #2745
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 28478
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16



http://www.renunganharian.net/2021/140-februari.html


SAMA-SAMA SAMPAH | Renungan Harian® (Audi
https://youtu.be/6kxyna8ddlE?list=PLMmufoKce4xEaA1s2hLN82jE13gvpJkqr


http://www.renunganharian.net/2021/140-februari/3582-sama-sama-sampah.html


 SAMA-SAMA SAMPAH
1
2
3
4
5
Rating 4.45 (31 Votes)

    Diterbitkan hari Senin, 22 Februari 2021 00:00
    Ditulis oleh Pipi Agus Dhali   
    Dibaca: 3487 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: YOHANES 8:2-11

Lalu Ia membungkuk lagi dan menulis di tanah. (Yohanes 8:8)


Bacaan Alkitab Setahun:
Bilangan 21-22



Penggubah tembang rohani I Can Only Imagine, Bart Millard, tumbuh dalam hubungan yang buruk dengan ayahnya, seorang pecandu alkohol yang kerap melakukan kekerasan padanya. Saat ia dewasa, sebagai vokalis dari grup musik rohani, ia menyaksikan bagaimana Tuhan bekerja dalam diri ayahnya yang sudah tua dan mengidap penyakit terminal. Pria itu menerima Yesus dan pelan-pelan diubahkan hati dan perilakunya. Bart melukiskan betapa—seperti kesukaannya waktu kecil menyusun permainan dari barang-barang rongsokan—Tuhan membangun kehidupan baru dari kehidupan ayahnya yang telah “rusak”.

Di zaman Yesus, perempuan adalah warga masyarakat “kelas dua”. Tak begitu dipandang. Apalagi jika ia melakukan perzinaan. Betul-betul hina dan jadi “sampah” yang layak dilenyapkan. Ketika ditantang untuk ikut merajamnya, Yesus hanya membungkuk dan menulis dengan jari di tanah (ay. 6, 8). Sebuah gestur yang melambangkan tindakan penciptaan Allah (Mzm. 8:4). Seolah Dia hendak menyiapkan tindakan berikut yang dilakukan-Nya, yaitu memberi kesempatan kedua kepada perempuan itu. Sebagai Dia yang setara dengan Sang Pencipta, Yesus sanggup “menulis ulang” sebuah kehidupan yang telah rusak. Menjadikannya ciptaan baru (2Kor. 5:17).

Sebenarnya, kehidupan siapakah yang tidak “rusak”? Siapa berhak menuding orang lain sebagai “sampah”, padahal dirinya sendiri sama saja. Masing-masing kita berdosa, bercela, dan punya “kerusakan” tersendiri. Namun, syukurlah, Yesus itu baik! Setiap kita juga diberi kesempatan kedua. Jadi, mari kita pergunakan sebaik-baiknya dan tidak mengecewakan Dia yang telah memberikannya.

—PAD/www.renunganharian.net


DARIPADA MENCARI-CARI KERUSAKAN PIHAK LAIN
LEBIH BERGUNA MEMPERBAIKI KERUSAKAN SENDIRI





February 23, 2021, 06:37:26 AM
Reply #2746
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 28478
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16


http://www.renunganharian.net/2021/140-februari.html

SAMA-SAMA SAMPAH | Renungan Harian® (Audio)
https://youtu.be/6kxyna8ddlE?list=PLMmufoKce4xEaA1s2hLN82jE13gvpJkqr


http://www.renunganharian.net/2021/140-februari/3583-membalas-budi.html

 MEMBALAS BUDI
1
2
3
4
5
Rating 4.73 (11 Votes)

    Diterbitkan hari Selasa, 23 Februari 2021 00:00
    Ditulis oleh Go Hok Jin   
    Dibaca: 1740 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: 1 TIMOTIUS 5:1-16

Tetapi jikalau seorang janda mempunyai anak atau cucu, hendaknya mereka itu pertama-tama belajar berbakti kepada kaum keluarganya sendiri dan membalas budi orang tua dan nenek mereka, karena itulah yang berkenan kepada Allah. (1 Timotius 5:4)


Bacaan Alkitab Setahun:
Bilangan 23-25



Ibu mertua saya punya kisah menarik berkaitan dengan pendidikan para keponakan di dalam keluarga besarnya. Cukup banyak di antara mereka dibantu oleh ibu mertua saya selama bersekolah. Mulai dari membuka rumahnya untuk tempat tinggal, menjamin kebutuhan makan minum mereka, sampai ikut menopang biaya sekolah mereka. Hal yang melegakan adalah cukup banyak dari mereka yang hidup berhasil, lalu membalas budi baik yang pernah ibu mertua saya berikan kepada mereka.

Kewajiban untuk membalas budi juga ditekankan oleh Rasul Paulus kepada Timotius, agar diteruskan pada orang-orang yang masih memiliki ibu atau nenek yang berstatus janda. Para anak dan cucu tersebut harus membalas budi dengan cara merawat dan memperhatikan ibu atau nenek mereka, sebagai hal yang berkenan kepada Allah. Dalam Terjemahan BIS, kata “belajar berbakti” memakai istilah “diberi pengertian”, yang berarti adanya upaya untuk mengajar sampai mengerti dan dipraktikkan dalam hidup keseharian.

Nasihat firman hari ini sangat jelas, juga dapat dipraktikkan selagi kita masih memiliki orang tua, juga kakek atau nenek yang masih hidup—perhatikan dan rawatlah mereka dengan segenap kemampuan kita. Dalam konteks luas, nasihat ini juga berlaku jika kita menerima bantuan yang sangat berarti atas kehidupan kita dari orang lain. Kiranya dijauhkan dari kita sikap tidak tahu berterima kasih, karena hal itu jauh dari tindakan yang memuliakan Tuhan, bahkan dapat menjadi batu sandungan bagi orang yang melihat kehidupan kita.

—GHJ/www.renunganharian.net


JIKA KEWAJIBAN UNTUK MEMBALAS BUDI DITULIS DALAM Firman Tuhan,
JANGAN SEKALI-KALI MENGABAIKANNYA!








February 24, 2021, 05:03:50 AM
Reply #2747
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 28478
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16



http://www.renunganharian.net/2021/140-februari.html



MEMBALAS BUDI | Renungan Harian® (Au

https://youtu.be/A3y5Rx5-OPo?list=PLMmufoKce4xEaA1s2hLN82jE13gvpJkqr


http://www.renunganharian.net/2021/140-februari/3584-ciuman-orpa.html


 CIUMAN ORPA
1
2
3
4
5
Rating 4.22 (9 Votes)

    Diterbitkan hari Rabu, 24 Februari 2021 00:00
    Ditulis oleh Samuel Yudi Susanto   
    Dibaca: 640 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: RUT 1:1-14

Menangis pula mereka dengan suara keras, lalu Orpa mencium mertuanya itu minta diri, tetapi Rut tetap berpaut padanya. (Rut 1:14)


Bacaan Alkitab Setahun:
Bilangan 26-27



Secara umum, sebuah ciuman diartikan sebagai bentuk perhatian dan kasih sayang. Ketika seorang suami mencium istrinya atau orang tua mencium anak-anaknya, hal itu untuk menunjukkan betapa besar cintanya.

Dalam bacaan ini kita mendapati sebuah “ciuman” dengan maksud berbeda. Keluarga Naomi sedang berduka. Itu karena suami dan kedua anak laki-lakinya mati. Dan kini Naomi memutuskan untuk kembali ke kota asalnya. Naomi pun meminta Rut dan Orpa untuk meninggalkannya. Alasannya pun jelas, bahwa tidak ada hal baik atau tidak ada masa depan baik yang bisa diberikan Naomi kepada kedua menantunya itu. Rut dan Orpa, keduanya menangis dengan suara keras. Tentu hal ini menunjukkan betapa cintanya mereka kepada Naomi. Dan Orpa pun mencium Naomi! Tetapi ciuman ini mungkin hanya sekadar cinta tapi bukan kesetiaan untuk terus mengikuti Naomi, sebaliknya ia memilih untuk meninggalkannya. Wajar, mengingat tidak ada lagi yang bisa diharapkannya dari Naomi.

Makna ciuman Orpa memberi banyak makna dalam hidup. Tuhan kerap kali menguji kesetiaan dan keterpautan kita kepada-Nya di saat-saat yang sulit. Ketika pencobaan mendera hidup kita, ketika seolah-olah tidak ada harapan di depan kita, apakah kita akan tetap setia dan berpaut kepada Tuhan? Ketika pasangan kita dalam kondisi terpuruk, apakah kita tetap akan menciumnya dan mengatakan bahwa kita akan tetap setia mendampinginya dalam suka maupun duka?

—SYS/www.renunganharian.net


KITA MENCIUM UNTUK MENUNJUKKAN CINTA, TETAPI KESETIAAN AKAN TERUJI
KETIKA KITA TIDAK LAGI MENEMUKAN HAL BAIK DARINYA



February 25, 2021, 09:28:55 AM
Reply #2748
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 28478
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16



http://www.renunganharian.net/2021/140-februari.html


CARA PANDANG BARNABAS | Renungan Haria
https://youtu.be/ycziDQk_DdU?list=PLMmufoKce4xEaA1s2hLN82jE13gvpJkqr



http://www.renunganharian.net/2021/140-februari/3585-cara-pandang-barnabas.html


 CARA PANDANG BARNABAS
1
2
3
4
5
Rating 4.38 (24 Votes)

    Diterbitkan hari Kamis, 25 Februari 2021 00:00
    Ditulis oleh Eko Elliarso   
    Dibaca: 3207 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: KIS. PR. RASUL 9:26-30

Tetapi Barnabas menerima dia dan membawanya kepada rasul-rasul dan menceritakan kepada mereka, bagaimana Saulus melihat Tuhan di tengah jalan dan bahwa Tuhan berbicara kepadanya dan bagaimana keberaniannya mengajar di Damsyik dalam nama Yesus. (Kis. Pr. Rasul 9:27)


Bacaan Alkitab Setahun:
Bilangan 28-29



Bagi pengikut Tuhan kala itu, Saulus adalah sosok mengerikan: sangat membenci Kristus, gemar memburu pengikut-Nya, bahkan menganiaya mereka. Ketakutan jemaat Yerusalem terhadap Saulus (ay. 26) sungguh dapat dimengerti.

“Tetapi Barnabas menerima dia” (ay. 27). Barnabas tahu sisi gelap hidup Saulus. Tetapi, dia perhatikan juga sisi lain, sisi baru hidup Saulus. Barnabas tidak memandang Saulus hanya dari satu sisi, tetapi selengkapnya: kekurangannya, juga kelebihannya; perlawanannya kepada Kristus, juga pertobatannya yang menjadikan dia saksi Kristus yang tangguh. Kepada para rasul, Barnabas menunjukkan sisi lain hidup Saulus, sisi sangat penting yang belum mereka lihat (ay. 27), agar mereka pun memandang Saulus seperti ia memandang tokoh itu: memandang Saulus selengkapnya, dan menerimanya.

Apa yang kita lihat? Cara Barnabas memandang sesama: Tidak lupa ada kekurangan dan kesalahan, tetapi tidak menjadikan itu alasan untuk menolak. Tidak buta terhadap reputasi buruk yang ada, tetapi tidak membiarkan itu menghapus pengakuan dan apresiasi atas perubahan dan kebaikan yang memang nyata. Menyadari kekurangan sesama, namun tidak mengurangi kesediaan untuk menerimanya sebagai saudara, bahkan teman sekerja.

Betapa teduh cara Barnabas menatap sesama, betapa sejuk cara dia memandang orang lain, betapa penuh cinta cara hidup yang dia hidupi. Seandainya banyak orang, juga kita, memandang sesama dengan cara pandang seteduh Barnabas memandang sesama, damai di bumi tak terlalu jauh dari kita.

—EE/www.renunganharian.net


HAL YANG KITA BUTUHKAN BUKAN KETIDAKPERCAYAAN ATAU PERPECAHAN,
MELAINKAN KESEDIAAN UNTUK MENERIMA





February 26, 2021, 06:42:24 AM
Reply #2749
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 28478
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16


http://www.renunganharian.net/2021/140-februari.html


CARA PANDANG BARNABAS | Renungan Har

https://youtu.be/ycziDQk_DdU?list=PLMmufoKce4xEaA1s2hLN82jE13gvpJkqr





http://www.renunganharian.net/2021/140-februari/3586-mengerjakan-keselamatan.html




 MENGERJAKAN KESELAMATAN
1
2
3
4
5
Rating 4.33 (9 Votes)

    Diterbitkan hari Jum'at, 26 Februari 2021 00:00
    Ditulis oleh Hembang Tambun   
    Dibaca: 1831 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: FILIPI 2:12-18

Saudara-saudaraku yang terkasih, kamu senantiasa taat; karena itu tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar, bukan saja seperti waktu aku masih hadir, tetapi terlebih lagi sekarang waktu aku tidak hadir. (Filipi 2:12)


Bacaan Alkitab Setahun:
Bilangan 30-31



Pembacaan dan pemahaman yang tidak cermat terhadap nas ini—dulu—membuat saya mengira bahwa keselamatan bergantung pada usaha saya sendiri. Setelah bertahun-tahun dalam pelayanan jemaat, saya juga menemukan banyak orang Kristen yang memiliki pemahaman demikian. Lalu, apa sebenarnya maksud Paulus?

Paulus menujukan surat ini kepada orang-orang yang sudah percaya dan telah menerima anugerah keselamatan dari Kristus. Namun itu tidak lantas membuat mereka tidak melakukan apa-apa ataupun bisa hidup sesuka hati. Mereka harus “mengerjakan keselamatan” (Yunani: katergazomai), yang bermakna “menyelesaikan atau mengerjakannya hingga akhir”. Mereka diminta agar terus-menerus hidup selaras dengan ajaran keselamatan yang telah mereka terima. Mereka telah terbukti menaati Allah ketika Paulus ada di tengah mereka. Ia ingin agar mereka menaati Allah sampai akhir, selama hidup mereka, walau tanpa kehadiran Paulus.

Jadi, mengerjakan keselamatan berarti senantiasa hidup berpegang kepada firman Allah. Contohnya ialah dengan tidak bersungut-sungut dan berbantah dalam melakukan segala sesuatu (ay. 14). Menjalani hidup yang benar menjadikan kita seperti bintang yang bercahaya sehingga menjadi tuntunan bagi orang-orang yang hidup dalam kegelapan (ay. 15). Ini berarti kita menghidupi status kita sebagai orang yang telah diselamatkan Kristus, menunjukkannya melalui hidup yang memuliakan Allah, juga menjadi berkat bagi sesama. Karenanya, marilah mengerjakan keselamatan kita setiap hari!

—HT/www.renunganharian.net


MENJALANI HIDUP DENGAN BERPEGANG PADA Firman Tuhan DAN MENAATINYA
MERUPAKAN TANDA BAHWA KITA SEDANG MENGERJAKAN KESELAMATAN KITA





 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)