Author Topic: Renungan Harian®  (Read 101307 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

February 01, 2013, 06:00:43 AM
Reply #30
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 20198
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/index.php/2013/
http://www.renunganharian.net/index.php/2013/34-februari/549-di-balik-ketaatan.html

Quote
DI BALIK KETAATAN

    Diterbitkan hari Jum'at, 01 Februari 2013 00:00
    Ditulis oleh Hembang Tambun

Baca: Ibrani 11:8-19

Karena iman Abraham taat, ketika ia dipanggil untuk berangkat ke negeri yang akan diterimanya menjadi milik pusakanya, lalu ia berangkat tanpa mengetahui tempat yang ditujunya. (Ibrani 11:8)


Bacaan Alkitab Setahun:
Imamat 1-3


Beberapa tahun lalu, seorang pendeta senior di gereja kami dipindahkan dari Medan ke Lampung. Mutasi ini terjadi secara mendadak. Ia bergumul karena, dari segi materi, jemaat yang dilayaninya di Medan lebih kaya daripada jemaat di Lampung. Apalagi, saat itu salah seorang anaknya sedang kuliah di jurusan kedokteran di Medan, yang tentu saja membutuhkan banyak biaya. Setelah berserah dalam doa, Pak Pendeta taat pada penunjukan pemimpin gereja. Rupanya, hanya dalam beberapa bulan kemudian, seorang jemaatnya di Lampung bersedia menanggung seluruh biaya kuliah anak pendeta tersebut sampai tamat.

Ketika Tuhan memanggil Abraham, semua masih tidak jelas. Bahkan tempat tujuannya saja ia belum tahu. Banyak alasan baginya untuk tidak menaati Tuhan. Ia sudah memiliki kehidupan yang mapan di antara sanak saudaranya. Ia hanya belum punya anak. Tetapi, Abraham taat. Ia tidak selalu berhasil dengan mulus, tetapi imannya terus bertumbuh sehingga ia nantinya menjadi bapa dari semua orang beriman. Ketaatannya juga berdampak pada keselamatan dunia karena keturunannya—Yesus Kristus—menjadi berkat bagi semua kaum di muka bumi ini.

Apakah yang membuat Anda ragu menaati Allah? Ketika Anda taat, Dia akan menunjukkan jalan selangkah demi selangkah. Jalan-Nya tidak selalu mudah dan menyenangkan, namun Dia pasti menyertai dan menguatkan Anda dalam menghadapi rintangan apa pun yang muncul. Menaati Dia tidak akan membuat Anda menyesal; sebaliknya, Anda akan mengalami sukacita yang besar.—HT

MENAATI PANGGILAN ALLAH YANG PENUH KASIH
ADALAH SUMBER SUKACITA YANG SEJATI
February 02, 2013, 06:20:09 AM
Reply #31
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 20198
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/index.php/2013/
http://www.renunganharian.net/index.php/2013/34-februari/550-memuliakan-allah.html

Quote
MEMULIAKAN ALLAH

    Diterbitkan hari Sabtu, 02 Februari 2013 00:00
    Ditulis oleh Redaksi

Baca: Matius 21:1-11

Lalu pergilah murid-murid itu dan berbuat seperti yang ditugaskan Yesus kepada mereka. (Matius 21:6)

Bacaan Alkitab Setahun: Imamat 4-6

Dalam pelayanan, saya sering mengajukan pertanyaan kepada para mahasiswa tentang tujuan hidup mereka. Sebagian besar merasa bingung dan tidak bisa menjawab. Namun, ada juga yang dengan yakin berkata, “Saya mau hidup untuk memuliakan Allah.” Pernyataan ini selaras dengan paparan Rick Warren dalam buku The Purpose-Driven Life. Pertanyaan yang masih tersisa adalah: Bagaimana sebenarnya cara memuliakan Allah itu?

Kisah dua orang murid dalam perikop hari ini barangkali dapat memberikan gambaran sekilas. Pada saat Yesus menyuruh mereka mengambil seekor keledai, mereka melakukannya dengan taat. Mereka juga mengerjakan perintah itu sesuai dengan instruksi dan tetap rendah hati. Pekerjaan itu sendiri tampak sepele dan tidak populer serta biasanya hanya dikerjakan oleh seorang budak. Toh mereka tidak protes. Siapa yang menduga bahwa ketaatan itu kemudian berujung pada perarakan Yesus di mana Dia dieluk-elukan dan dimuliakan oleh orang banyak? Terlebih lagi, mereka diberi kehormatan dan dipakai Allah untuk menggenapi nubuatan tentang Yesus dalam Zakharia 9:9 dan Mazmur 118:26.

Jadi, kunci untuk memuliakan Allah adalah ketaatan dalam melakukan perintah-Nya. Tolok ukurnya bukan seberapa hebat tindakan kita atau seberapa besar dampaknya. Perbuatan yang tampak sepele sekalipun, asalkan meluap dari kasih Allah yang memenuhi hati kita, tetap bermakna. Ya, memuliakan Allah bukan dimaksudkan untuk mengundang pujian dari manusia, melainkan untuk menyenangkan hati-Nya.—PRB

KASIH DAN KETAATAN KEPADA ALLAH
MEMBUAHKAN TINDAKAN YANG MEMULIAKAN NAMA-NYA
February 03, 2013, 05:10:32 AM
Reply #32
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 20198
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/index.php/2013/
http://www.renunganharian.net/index.php/2013/34-februari/551-berkat-bukan-bencana.html

Quote
BERKAT, BUKAN BENCANA

    Diterbitkan hari Minggu, 03 Februari 2013 00:00
    Ditulis oleh Redaksi
    Dibaca: 224 kali

Baca: Efesus 4:17–32

Perasaan mereka telah tumpul, sehingga mereka menyerahkan diri kepada hawa nafsu dan dengan serakah mengerjakan segala macam perbuatan cemar. (Efesus 4:19)


Bacaan Alkitab Setahun:
Imamat 7-8


Penggunaan energi nuklir sebagai sumber energi alternatif saat ini masih memicu kontroversi yang sengit. Pihak yang mendukung mengedepankan manfaat energi nuklir, antara lain untuk mengurangi polusi udara karena emisi karbonnya rendah. Sebaliknya, pihak yang menentangnya menyoroti bahaya radiasi nuklir bagi manusia dan lingkungan. Ancaman bahaya semakin nyata bila manusia mengembangkan program senjata nuklir. Energi nuklir, dengan demikian, benar-benar harus dikelola secara hati-hati dan bijaksana.

Rasul Paulus juga mengingatkan orang percaya agar bersikap bijaksana dan berhati-hati dalam menjalani hidupnya. Kita dipanggil untuk hidup selayaknya manusia baru, manusia yang mengenal Allah dan bersekutu dengan Dia. Hidup sebagai manusia baru tak ayal mendatangkan berkat dan manfaat bagi sesama (ay. 28b, 29). Tetapi, sekalipun sudah diperbarui, kita masih dapat memilih untuk hidup dalam hawa nafsu dan keserakahan (ay. 19). Pilihan yang buruk ini pada akhirnya mendatangkan pertikaian, fitnah, dan berbagai tindak kejahatan (ay. 31). Sebuah gaya hidup yang tidak pantas bagi seorang manusia baru, bukan?

Bagaimana kita belajar untuk hidup secara bijaksana dan berhatihati? Dengan menyadari identitas kita sebagai manusia baru. Manusia baru bukanlah sumber bencana, melainkan sumber berkat bagi sesamanya. Izinkanlah ROH KUDUS bekerja di dalam dan melalui kehidupan kita. Dia akan memampukan kita untuk mengasihi Allah dan sesama sebagaimana Allah telah terlebih dahulu mengasihi kita.—JRT

KITA DIPANGGIL UNTUK MENJADI BERKAT DAN MEMELIHARA KEHIDUPAN
BUKAN UNTUK MENGHANCURKAN DAN MENDATANGKAN BENCANA
February 04, 2013, 05:05:34 AM
Reply #33
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 20198
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/index.php/2013/
http://www.renunganharian.net/index.php/2013/34-februari/552-kualitas-vs-jabatan.html

Quote
KUALITAS vs JABATAN

    Diterbitkan hari Senin, 04 Februari 2013 00:00
    Ditulis oleh Eddy Nugroho

Baca: Galatia 2:1-10

Mengenai mereka yang dianggap terpandang itu—bagaimana kedudukan mereka dahulu, itu tidak penting bagiku, sebab Allah tidak memandang muka… (Galatia 2:6)


Bacaan Alkitab Setahun:
Imamat 9-10


Semua orang ingin dihormati sesuai dengan posisi atau jabatan yang disandangnya walaupun kedudukan itu bukan diperolehnya karena suatu prestasi. Seharusnya, prestasi atau kualitas kerjalah yang menentukan tinggi rendahnya kedudukan seseorang di tempat kerja.

Paulus memperjuangkan pengakuan atas kerasulannya tidak berdasarkan posisinya sebagai rasul, tetapi berdasarkan kualitas pelayanannya. Bagi Paulus, pengakuan akan posisinya sebagai rasul bukan hal yang terpenting. Ia jauh lebih menghargai kehormatan yang dipercayakan kepadanya untuk memberitakan Injil. Baginya, pengakuan Kristus terhadap kerasulannya jauh lebih tinggi atau lebih sah dibandingkan pengakuan dari manusia. Rasul Paulus tidak mundur dari pelayanan walaupun pengakuan akan jabatan kerasulannya masih diperdebatkan oleh kaum Yahudi yang memperjuangkan legalitas hukum Taurat. Ia menempatkan posisi Injil di atas segala peraturan manusia yang membelenggu sehingga ia mengabaikan desakan agar kewajiban bersunat diberlakukan bagi orang percaya bukan Yahudi. Kebenaran Injil yang sekarang menjadi patokan moral dan iman bagi setiap orang percaya.

Bagaimana dengan kita, apakah kita mengejar kualitas atau hanya sekadar posisi? Di negeri ini banyak orang berlomba mengejar posisi dengan menghalalkan segala cara, mulai dari main suap sampai memakai ijazah palsu. Jangan terhanyut arus. Ingatlah, kualitas pribadi akan kita bawa sampai mati, sedangkan posisi bisa tumbang sewaktu-waktu jika tidak ditunjang oleh kualitas pribadi—ENO

KARAKTER YANG BERKUALITAS AKAN MENJADI PENOPANG YANG TEGUH
BAGI KEDUDUKAN DAN PENCAPAIAN YANG MENJULANG

February 05, 2013, 05:10:11 AM
Reply #34
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 20198
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/index.php/2013/
http://www.renunganharian.net/index.php/2013/34-februari/553-kurban-yang-harum.html

Quote
KURBAN YANG HARUM

    Diterbitkan hari Selasa, 05 Februari 2013 00:00
    Ditulis oleh Martinus Prabowo

Baca: Kejadian 8:18-22

Ketika TUHAN mencium persembahan yang harum itu, berfirmanlah TUHAN dalam hati-Nya… (Kejadian 8:21)


Bacaan Alkitab Setahun:
Imamat 11-13


Sebelum air bah terjadi, Allah memerintahkan Nuh untuk membangun bahtera. Ia beserta keluarganya juga harus menyertakan masing-masing tujuh pasang dari binatang yang tidak haram untuk diselamatkan. Ketika air bah surut, ia keluar dan mempersembahkan kurban bakaran kepada Allah. Nah, pernahkah Anda berpikir berapa banyak hewan yang dipersembahkan Nuh?

Setelah Nuh keluar dari bahtera, ia mempersembahkan “beberapa” dari segala binatang dan burung yang tidak haram (ay. 20). Misalkan jumlah binatang yang tidak haram sebanyak 500 jenis–menurut perkiraan, bahtera Nuh dapat menampung 3.000 jenis binatang. Nah, misalkan dari tiap jenis dikurbankan 4 ekor saja, maka Nuh mengurbankan 2.000 ekor binatang. Dikerjakan hanya oleh delapan orang, berapa lama waktu yang dibutuhkan? Berapa banyak kayu yang harus disiapkan? Dan, dari mana Nuh mendapatkan ilham kurbannya harus “beberapa”? Saya percaya jumlah itu muncul dari dorongan Roh Tuhan. Tentu saja, yang utama bukan masalah jumlah itu sendiri, melainkan ungkapan syukur Nuh yang meluap atas penyelamatan Tuhan dan kehidupan baru yang dikaruniakan-Nya.

Allah menganggapnya sebagai kurban yang harum dan meresponinya secara spesial (ay. 21-22). Kurban yang tidak hanya berdampak bagi hidup Nuh, tetapi memberkati seisi bumi. Bagaimana kita mempersembahkan kurban yang harum? Ketika kita, sebagai ungkapan syukur atas keselamatan dan pemeliharaan Allah, berkarya sebaik mungkin bagi kemuliaan-Nya dan menjadi berkat bagi lingkungan kita.—MRT

KEINDAHAN DI BUMI INI DIBANGUN DARI KURBAN YANG HARUM
PERSEMBAHAN HATI ORANG-ORANG YANG BERSYUKUR
February 06, 2013, 04:48:44 AM
Reply #35
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 20198
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
Quote
http://www.renunganharian.net/index.php/2013/
http://www.renunganharian.net/index.php/2013/34-februari/554-melatih-iman.html

Renungan Harian®
MELATIH IMAN

    Diterbitkan hari Rabu, 06 Februari 2013 00:00
    Ditulis oleh Riris Ernaeni

Baca: Roma 5:1-11
Kita malah bermegah juga dalam kesengsaraan kita, karena kita tahu bahwa kesengsaraan itu... menimbulkan pengharapan. (Roma 5:3-4)

Bacaan Alkitab Setahun: Imamat 14-15

Saya punya teman yang senang berolahraga beladiri. Dia sudah mencapai tingkat tertinggi dan menyandang sabuk hitam. Untuk mencapainya, sudah barang tentu ia harus rela babak belur ketika berlatih. Tak ayal ia mengalami benturan, pukulan, hajaran. Latihan-latihan berat ini berguna sekali untuk melatih ketahanan, ketangkasan, dan kepekaannya dalam menerima serangan. Semakin tinggi tingkatan yang hendak dicapai, semakin berat pula latihan yang harus dijalani.

Ketika kita menghadapi masalah yang bertubi-tubi di dalam hidup kita sering kali kita merasa masalah itu seakan hendak meremukkan kita dengan hajaran, pukulan, bahkan benturan yang membanting-banting emosi kita. Masalah yang datang silih berganti itu seperti tidak memberikan waktu bagi kita untuk bernapas lega atau sedikit santai menjalani hidup. Nas hari ini mengingatkan, Tuhan ingin kita bertekun di dalam setiap penderitaan yang tengah kita hadapi. Dengan bertekun, kita mengembangkan kehidupan iman yang tahan uji, dan iman yang tahan uji ini menimbulkan pengharapan yang tidak mengecewakan.

Selama kita hidup dan bernapas kita akan selalu menemui masalah yang harus kita hadapi dan kita selesaikan. Masalah itu adalah pelatihan bagi otot iman kita agar semakin kuat, dan menjadi sarana bagi Tuhan untuk menunjukkan kasih-Nya sehingga kita semakin mengenal dan mengasihi-Nya. Selain itu, kita akan semakin terampil di dalam menjalani hidup dan dinamikanya—RE

MASALAH DAN TANTANGAN HIDUP ADALAH AJANG LATIHAN
UNTUK MENGEMBANGKAN DAN MEMPERKUAT OTOT IMAN
February 07, 2013, 04:56:15 AM
Reply #36
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 20198
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
Quote
http://www.renunganharian.net/index.php/2013/
http://www.renunganharian.net/index.php/2013/34-februari/555-mahkota-sang-juara.html

MAHKOTA SANG JUARA

    Diterbitkan hari Kamis, 07 Februari 2013 00:00
    Ditulis oleh Alison Subiantoro

Baca: 1 Korintus 9:24-27
… Mereka berbuat demikian untuk memperoleh mahkota yang fana, tetapi kita untuk memperoleh mahkota yang abadi. (1 Korintus 9:25)


Bacaan Alkitab Setahun:Imamat 16-18

Di Singapura rutin diadakan perlombaan lari maraton. Seorang teman saya pernah berpartisipasi dalam acara itu. Ia memang tidak menjadi juara, tapi sebagai peserta yang berhasil melewati garis akhir, ia berhak mendapatkan sebuah baju yang menandakan keberhasilannya tersebut. Baju ini mendatangkan kebanggaan tersendiri baginya. Ia mengakui, baju itu mengingatkannya bahwa segala kerja kerasnya baik dalam mempersiapkan diri maupun selama menempuh perlombaan ternyata tidaklah sia-sia.

Hal serupa juga dirasakan oleh para atlet lomba lari jarak jauh pada zaman Paulus. Pada saat itu, sang juara akan disemati sebuah mahkota yang membuatnya disanjung oleh seluruh masyarakat. Demi mendapatkan mahkota tersebut, seorang atlet akan mati-matian berjuang menanggung segala kesusahan baik selama ia mempersiapkan diri maupun saat ia menjalani perlombaan sesungguhnya. Paulus memakai hal itu untuk menggambarkan bagaimana kita seharusnya menjalani hidup sebagai orang Kristen.

Paulus mengingatkan bahwa mahkota yang kita kejar jauh lebih mulia daripada mahkota yang tersedia bagi para atlet lomba lari itu. Untuk memperolehnya, banyak kesusahan dan tantangan yang menghadang dan berusaha meruntuhkan iman kita. Tantangan iman kita bermacam-macam, bisa berupa peristiwa buruk, penganiayaan dari orang yang membenci iman kita, argumentasi yang menyerang Kekristenan, dan sebagainya. Berhadapan dengan semua itu, sepatutnya kita tetap setia menjaga iman sampai Tuhan memanggil kita pulang—ALS

KESETIAAN KITA BERTAHAN DALAM PERJUANGAN IMAN
TERBAYAR OLEH KEMULIAAN MAHKOTA YANG KITA TERIMA
February 08, 2013, 06:05:26 AM
Reply #37
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 20198
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
Quote
http://www.renunganharian.net/index.php/2013/
http://www.renunganharian.net/index.php/2013/34-februari/556-kisah-tebow.html

KISAH TEBOW

    Diterbitkan hari Jum'at, 08 Februari 2013 00:00
    Ditulis oleh Agustina Wijayani
    Dibaca: 569 kali

Baca: 1 Timotius 4:11-16

Jangan seorangpun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orangorang percaya... (1 Timotius 4:12)


Bacaan Alkitab Setahun:
Imamat 19-21

Pada 2011, Tim Tebow menjadi ikon fenomenal di dunia American football, dengan banyak kemenangan gemilang bersama timnya, Denver Broncos. Yang menarik, ia menjadi buah bibir bukan hanya karena prestasinya, tetapi juga keberaniannya menyatakan iman kepada Kristus. Ia selalu berdoa dengan berlutut di lapangan sebelum bertanding. Ia juga sengaja mengecat wajah dengan sebuah alamat ayat di bawah kedua mata, misalnya Yoh. 3:16 dan Ef. 2:8-10. Ini terekam oleh liputan TV dan membuat banyak penonton penasaran akan isinya.

Pendidikan rohani yang kuat dari orangtuanya sejak kecil adalah dasar kuat yang menolong Tim bertumbuh mencintai Yesus dan pelayanan. Di luar lapangan, ia aktif dalam pelayanan mahasiswa dan mendirikan Yayasan Tim Tebow sejak 2010. Yayasan ini menolong banyak anak yang mengalami sakit berat dan sedang membangun sebuah rumah sakit anak di Filipina. Tebow, yang baru berusia 25 tahun, berusaha menjadi teladan bagi para penggemarnya. Termasuk dalam menjaga kekudusan.

Sebagai pemimpin yang masih muda, Timotius dinasihati Paulus untuk menjaga hidupnya agar tidak menjadi sandungan, sebaliknya menjadi teladan. Caranya, dengan terus tekun mempelajari Kitab Suci (ay. 13) dan mempergunakan karunia rohaninya (ay. 14). Tujuannya agar Timotius semakin dewasa rohani (ay. 15) dan dapat menjadi teladan. Tebow dan Timotius berhasil melaksanakan pesan ini selagi mereka muda. Mari ikuti nasihat Paulus ini. Berapa pun usia kita sekarang, Tuhan akan menolong kita melakukannya.—AW

DALAM SEGALA MUSIM HIDUP KITA
BIARLAH HIDUP KRISTUS NYATA DALAM HIDUP KITA
February 09, 2013, 06:24:25 AM
Reply #38
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 20198
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
Quote
http://www.renunganharian.net/index.php/2013/
http://www.renunganharian.net/index.php/2013/34-februari/557-kasih-yang-bening.html

KASIH YANG BENING

    Diterbitkan hari Sabtu, 09 Februari 2013 00:00
    Ditulis oleh Daniel K. Listijabudi
    Dibaca: 399 kali

Baca: Yohanes 8:2–11

Siapa saja di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu. (Yohanes 8:7b)


Bacaan Alkitab Setahun: Imamat 22-23

Kadang muncul berita, masyarakat menangkap pasangan yang ”kumpul kebo”. Sebagai hukuman, kedua orang ini ditelanjangi dan diarak keliling kampung, lalu dikawinkan secara paksa. Wah! Begitu juga dengan perempuan dalam perikop hari ini. Ia tertangkap basah sedang berzinah. Anehnya, hanya dirinya—si perempuan—yang ditangkap. Mana si lakilaki? Ah, tidak adil.

Ini kisah perjuangan melawan ketidakadilan dan penerapan hukum Taurat secara beku. Orang Farisi dan ahli Taurat menggunakan kasus itu untuk menjebak Yesus. Mereka mencobai-Nya dengan mengutip hukum Taurat, yang isinya mempertaruhkan nyawa perempuan berdosa itu. Yesus, sebaliknya, dengan tenang mengajak orang untuk menghayati kebeningan hati dalam menilai keberdosaan orang lain. Dia mengundang kita berintrospeksi sehingga tidak berlaku gegabah, tetapi bersikap adil.

Dalam pernyataan-Nya kepada orang banyak (ay. 7), Yesus bukan menyetujui perzinahan. Buktinya, Dia juga berpesan kepada perempuan itu, ”Jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang” (ay. 11). Dengan pernyataan tadi, Yesus menggugah orang yang suka menghakimi sesama agar berkaca baik-baik sehingga dapat menimbang perkara dengan bening. Dan, dengan sikap-Nya, Dia menunjukkan betapa rahmat dan belas kasihan itu lebih luhur daripada hukum yang kaku.

Apakah kita belajar berlaku adil dengan bersedia melakukan koreksi batin sebelum sibuk menuding orang lain? Ataukah kita bersikeras mengukuhi hukum yang kaku, bukannya belajar mengulurkan rahmat dan belas kasihan?—DKL

PEMIKIRAN HATI YANG BENING MEMBUKA PINTU
UNTUK MEMPERJUANGKAN KEADILAN DAN MENGULURKAN BELAS KASIHAN
February 10, 2013, 05:17:07 AM
Reply #39
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 20198
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
Quote
http://www.renunganharian.net/index.php/2013/
http://www.renunganharian.net/index.php/2013/34-februari/558-rasa-cukup.html

RASA CUKUP

    Diterbitkan hari Minggu, 10 Februari 2013 00:00
    Ditulis oleh Martinus Prabowo
    Dibaca: 165 kali

Tetapi mereka yang ingin kaya terjatuh ke dalam pencobaan… yang menenggelamkan manusia ke dalam keruntuhan dan kebinasaan. (1 Timotius 6:9)


Bacaan Alkitab Setahun:
Imamat 24-25



Ada bermacam cara untuk menjerat burung. Anda dapat menempatkan jontrot atau burung pemikat di dalam kandang bertingkat dua dengan pintu terbuka. Jontrot biasanya burung yang sudah jadi alias rajin berkicau. Anda juga dapat memakai pulut (getah nangka) dan jontrot. Cara lainnya dengan merentangkan jaring ikan di antara pepohonan. Namanya burung, mereka tidak pernah sadar jika itu perangkap.

Dalam suratnya, Paulus menasihati kita agar memiliki dua rasa cukup. Rasa cukup akan ibadah kita (ay. 6) dan rasa cukup atas kepenuhan kebutuhan kita (ay. 8). Mereka yang tidak memiliki rasa cukup akan mengejar dan menginginkan perkara lain untuk memuaskannya. Saat itulah orang dapat jatuh dalam jerat pencobaan (ay. 9) dan berbuat jahat (ay. 10). Jerat dalam bahasa aslinya berarti suatu perangkap yang tidak diduga-duga. Pencobaan datang dengan sangat halus. Menyamarkan keinginan sebagai kebutuhan—kebutuhan akan makan, rumah, pakaian, kasih sayang—sehingga kita merasa sudah semestinya mendapatkannya. Dan, seperti burung yang lengah, kita pun terperangkap.

Untuk menangkalnya, ya kita perlu mengembangkan rasa cukup tadi. Ibadah yang cukup adalah ibadah yang melegakan batin, menerangi hidup, menolong kita untuk mengenali pencobaan, dan menjadikan kita manusia Allah (ay. 11-12). Sehubungan dengan kebutuhan sehari-hari, rasa cukup terwujud dalam rasa puas atas apa yang kita miliki, dan berusaha mendayagunakannya dengan cara-cara yang selaras dengan panggilan kita sebagai anak Tuhan.—MRT

DALAM RASA CUKUP KITA MENSYUKURI ANUGERAH
DAN JAMINAN PEMELIHARAAN-NYA SETIAP HARI
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)