Author Topic: Renungan Harian®  (Read 97815 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

February 11, 2013, 05:49:16 AM
Reply #40
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 19615
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
Quote
http://www.renunganharian.net/index.php/2013/
http://www.renunganharian.net/index.php/2013/34-februari/559-menaburkan-kebaikan.html

MENABURKAN KEBAIKAN

    Diterbitkan hari Senin, 11 Februari 2013 00:00
    Ditulis oleh Hembang Tambun
    Dibaca: 462 kali
Baca: Galatia 6:1-10

Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah. (Galatia 6:9)


Bacaan Alkitab Setahun:
Imamat 26-27



Dalam sebuah rapat, ketika berbicara tentang program sosial yang akan dilakukan oleh gereja kami, seorang majelis bertanya, “Apa untungnya kegiatan ini bagi gereja kita?” Lalu pendeta menjelaskan bahwa salah satu tujuan kehadiran gereja di dunia adalah menjadi berkat bagi orang lain, khususnya bagi orang-orang miskin. Kita tidak memikirkan keuntungan pribadi ketika melakukan pelayanan.

Banyak orang Kristen yang terperangkap dalam pemikiran “memberi dan menerima”. Orang tergoda untuk memikirkan apa yang akan ia peroleh jika melakukan suatu kebaikan kepada orang lain. Akibatnya, jika ia tidak melihat adanya keuntungan yang akan ia dapatkan, ia urung bertindak. Ia menahan kebaikan dari orang yang memerlukan. Padahal, menabur kebaikan tidak sama dengan berinvestasi dalam dunia bisnis. Kita tidak selalu menerima balasan dari orang yang kita bantu, namun tidak jarang kita “menuai” kebaikan di tempat lain. Tidak dapat diprediksi, dan karena itu malah berpotensi mendatangkan kejutan yangmenyenangkan.

Paulus mendorong jemaat di Galatia untuk saling menolong dan saling menanggung beban. Itu suatu cara praktis bagi orang percaya untuk menggenapi hukum Kristus, yaitu hukum kasih. Kasih seharusnya memancar kepada semua orang. Apakah Anda tergoda menahan kasih dari orang yang memerlukannya, hanya karena mereka berbeda dari Anda? Atau, karena Anda merasa tak akan mendapatkan keuntungan dari perbuatan baik itu? Penuhilah hukum Kristus dengan menabur kebaikan kepada semua orang.—HT

MENABURKAN KEBAIKAN DALAM KASIH
BERARTI BERBUAT BAIK TANPA PILIH KASIH
February 12, 2013, 05:55:05 AM
Reply #41
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 19615
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
Quote
http://www.renunganharian.net/index.php/2013/
http://www.renunganharian.net/index.php/2013/34-februari/560-racun-tikus.html

RACUN TIKUS

    Diterbitkan hari Selasa, 12 Februari 2013 00:00
    Ditulis oleh Alison Subiantoro
    Dibaca: 473 kali
Baca: Kejadian 3:1-19

Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian. (Kejadian 3:6a)


Bacaan Alkitab Setahun:
Bilangan 1-2



Ada berbagai jenis racun tikus. Salah satunya berbentuk seperti makanan bagi tikus. Si binatang pengerat, mengira benda itu makanan enak, akan memakannya tanpa curiga. Beberapa jam kemudian, racun yang terkandung di dalam “makanan” tersebut akan bekerja dan membunuh si tikus dari dalam.

Cara kerja dosa mirip dengan cara kerja racun tikus tersebut. Pada awalnya tampak nikmat dan menggoda, tetapi kemudian menghancurkan hidup kita. Itulah yang terjadi pada Adam dan Hawa di Taman Eden. Meskipun Allah sudah melarang mereka, Hawa tergoda untuk menikmati buah pengetahuan karena buah itu terlihat sedap. Godaan ini terasa lebih kuat lagi karena si ular berkata bahwa buah tersebut akan membuatnya mengerti hal-hal yang tersembunyi, yang hanya diketahui oleh Allah (ay. 5). Hawa (dan kemudian Adam) pun akhirnya tergoda dan melanggar perintah Tuhan dengan mencicipi buah itu (ay. 6). Akibatnya, Adam dan Hawa diusir dari Taman Eden dan menanggung kutukan Tuhan (ay. 16-19).

Dosa memang sangat menggoda pada awalnya, tetapi konsekuensinya selalu buruk bagi hidup kita. Menjadi kaya dengan korupsi memang menggoda, tetapi konsekuensi hukumnya berat. Berselingkuh memang menggoda, tetapi akan menghancurkan keluarga kita. Bolos sekolah untuk bermain memang menggoda, tetapi dapat merusak masa depan kita. Karena itu, penting bagi kita untuk menjaga diri agar tidak tergoda oleh dosa. Anugerah-Nya menyadarkan kita akan parahnya konsekuensi dosa dan memampukan kita untuk menolak godaannya.—ALS

SEBUAH LUBANG KEBOCORAN DAPAT MENENGGELAMKAN KAPAL,
SEBUAH DOSA DAPAT MENGHANCURKAN KEHIDUPAN ORANG PERCAYA
—JOHN BUNYAN
February 13, 2013, 06:07:02 AM
Reply #42
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 19615
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
Quote
http://www.renunganharian.net/index.php/2013/
http://www.renunganharian.net/index.php/2013/34-februari/561-tanda-abu.html

TANDA ABU

    Diterbitkan hari Rabu, 13 Februari 2013 00:00
    Ditulis oleh Agustina Wijayani
    Dibaca: 505 kali

Baca: Yunus 3

Setelah sampai kabar itu kepada raja kota Niniwe, turunlah ia dari singgasananya, ditanggalkannya jubahnya, diselubungkannya kain kabung, lalu duduklah ia di abu. (Yunus 3:6)


Bacaan Alkitab Setahun:
Bilangan 3-4



Seorang pria Afrika mendatangi kepala sukunya untuk menyerahkan 8 ekor sapi. Ia mengaku bahwa ketika dulu bekerja pada sang kepala suku, ia mencuri 4 sapi. Kini sapi-sapi itu telah beranak hingga menjadi 8 ekor dan ia hendak mengembalikan semuanya. Ketika ia ditanya, siapa yang menangkapnya dan memintanya mengaku, ia menjawab, “Yesus.” Ia berani melakukannya karena ia mendapatkan damai sejati saat Yesus mengampuninya.

Mendengar itu, kepala suku membebaskannya. Namun berhari-hari sesudahnya, ia tak dapat tidur. Pertobatan pria itu terus membayanginya karena ia sendiri pernah melakukan kesalahan yang sama. Namun, ia bingung karena, jika ingin bertobat dan mendapat damai sejati, ia harus mengembalikan 100 ekor sapi!

Ketika Niniwe mendengar peringatan Yunus tentang hukuman Tuhan, mereka percaya dan menanggapinya dengan benar. Dari orang dewasa, anak-anak, bahkan sampai ternak mereka, berpuasa. Raja pun memakai kain kabung dan duduk di atas abu, sebagai tanda penyesalan. Semua memiliki tekad yang sama: memohon ampun dan berbalik dari kejahatan (ay. 8). Dan, oleh belas kasihan-Nya yang tak masuk akal bagi manusia, Niniwe tak jadi dihukum (ay. 10).

Abu adalah tanda perkabungan, penyesalan. Abu menjadi simbol yang mengingatkan janji kita kepada Tuhan untuk mati terhadap dosa masa lalu dan memiliki cara hidup yang baru bersama kebangkitan Kristus. Pasti bukan langkah mudah. Namun, Tuhan menawarkan damai sejati dan kelepasan dari segala beban rasa bersalah ketika kita melakukannya.—AW

PERTOBATAN BERARTI KITA MENGASIHI JURUSELAMAT KITA
LEBIH DARIPADA KITA MENYAYANGI DOSA KITA—Kent Crockett
February 14, 2013, 04:22:20 AM
Reply #43
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 19615
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
Quote
http://www.renunganharian.net/index.php/2013/
http://www.renunganharian.net/index.php/2013/34-februari/562-bukti-kasih.html

BUKTI KASIH

    Diterbitkan hari Kamis, 14 Februari 2013 00:00
    Ditulis oleh Hembang Tambun
    Dibaca: 177 kali

Baca: 1 Yohanes 4:7-21

Inilah kasih itu: Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita. (1 Yohanes 4:10)


Bacaan Alkitab Setahun:
Bilangan 5-6



Pada hari Valentine saat masih kuliah, biasanya saya menerima beberapa kartu ucapan berbentuk hati dan berwarna merah jambu, yang kadang-kadang disertai cokelat dan bunga. Kartu itu diberikan oleh orang yang memang telah menunjukkan kasih kepada saya pada waktu-waktu sebelumnya. Namun, beberapa orang yang paling mengasihi saya tidak menghadiahkan apa pun pada hari itu. Meskipun demikian, saya tidak meragukan kasih mereka. Bukti kasih mereka yang sejati terlihat melalui tindakan mereka pada saat saya paling membutuhkan mereka, bukan hanya diukur dari selembar kartu ucapan.

Allah mengasihi manusia. Semua orang dapat mengakui dan memercayai hal itu. Tetapi, apakah yang telah dilakukan Allah untuk menunjukkan bahwa Dia mengasihi manusia? Allah yang sejati, yang menyatakan diri-Nya melalui Alkitab, tidak hanya memberikan firman-firman tanpa bukti. Dia bukan hanya berbicara tentang kasih. Dia memberikan diri-Nya sendiri, melalui Yesus Kristus, sebagai bukti kasih-Nya kepada manusia. Dia rela untuk mati setelah menempuh sengsara penyaliban yang mengerikan demi menebus kita dari dosa dan memperdamaikan kita dengan Allah. Dia melakukannya karena Dia sendirilah kasih itu.

Kasih Allah akan menggerakkan Anda untuk mengasihi sesama. Anda akan seperti sebuah gelas kosong yang terus-menerus diisi dengan air sampai penuh dan meluap sehingga orang-orang di sekeliling Anda pun akan merasakan kasih itu. Bagaimana Anda akan mengungkapkan kasih Allah kepada orang-orang yang Anda kasihi?—HT

KASIH PADA MULANYA ADALAH KATA BENDA,
BARU KEMUDIAN IA MENJADI KATA KERJA
February 15, 2013, 04:37:52 AM
Reply #44
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 19615
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
Quote
http://www.renunganharian.net/index.php/2013/
http://www.renunganharian.net/index.php/2013/34-februari/563-berhenti-dan-menolong.html

BERHENTI DAN MENOLONG

    Diterbitkan hari Jum'at, 15 Februari 2013 00:00
    Ditulis oleh Widodo Surya Putra
    Dibaca: 178 kali

Baca: Lukas 10:25-37

Rawatlah dia dan jika kaubelanjakan lebih dari ini, aku akan menggantinya, waktu aku kembali. (Lukas 10:35)


Bacaan Alkitab Setahun:
Bilangan 7



Pemilik sepeda motor yang murah hati. Itu sebutan untuk sahabat saya, Yo. Ia sangat bermurah hati setiap kali saya meminjam sepeda motornya. Ia selalu memastikan bensin dalam kondisi memadai. Jika bensin sudah hampir habis, ia akan memberikan sejumlah uang sambil berkata, ”Ini sekalian diisikan, supaya tidak kehabisan bensin.” Ucapan yang sulit untuk ditolak karena disampaikan dengan cara yang sopan disertai senyuman manis.

Tindakan Yo mengingatkan saya pada kebaikan hati orang Samaria dalam perumpamaan Yesus. Orang Samaria itu mau berhenti dan menolong orang asing yang menjadi korban perampokan ketika sedang dalam perjalanan. Setelah membersihkan luka-lukanya, ia membawa korban ke penginapan dan berusaha memastikan agar pemilik penginapan merawat orang itu dengan baik. Ada kemungkinan biaya perawatan lebih dari dua dinar sehingga ia berpesan: “Rawatlah dia dan jika kaubelanjakan lebih dari ini, aku akan menggantinya, waktu aku kembali.” Dua dinar pada masa itu kira-kira senilai upah kerja dalam satu hari. Mungkin tidak terlalu banyak, tetapi kemurahan hati orang Samaria itu terhadap orang yang tidak dikenalnya tidak dapat dinilai dengan uang.

Kemurahan hati orang Samaria itu pasti membekas kuat dalam hidup si korban perampokan tadi. Begitu juga, kemurahan hati Yo terus melekat dalam ingatan saya. Bagaimana dengan kita? Ketika ada orang yang membutuhkan pertolongan, sekalipun orang itu tidak kita kenal, maukah kita menjadi “orang Samaria yang murah hati”?—IDO

KEMURAHAN ORANG SAMARIA BERTANYA, “APAKAH YANG AKAN TERJADI
SEANDAINYA AKU TIDAK MAU BERHENTI DAN MENOLONGNYA?”
February 16, 2013, 05:01:02 AM
Reply #45
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 19615
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
Quote
http://www.renunganharian.net/index.php/2013/
http://www.renunganharian.net/index.php/2013/34-februari/564-mengasihi-orang-gila.html

MENGASIHI ORANG GILA

    Diterbitkan hari Sabtu, 16 Februari 2013 00:00
    Ditulis oleh Istiasih
    Dibaca: 187 kali

Baca: 1 Korintus 13:1-13

Lakukanlah segala pekerjaanmu dalam kasih! (1 Korintus 16:14)


Bacaan Alkitab Setahun:
Bilangan 8-9



Badannya tegap dan hatinya lembut. Umurnya sudah 50-an. Ia mengurusi orang gila yang berkeliaran di jalan. Ia membawa mereka ke rumahnya, memandikan mereka sampai bersih. Dengan dibantu istri dan beberapa pegawai, ia lalu membimbing orang-orang itu dengan sabar dan tekun sampai mereka kembali hidup normal. Ia berkarya tanpa pamrih, tanpa menuntut imbalan. Ia merindukan jiwa-jiwa itu mengalami keselamatan dan pembebasan. Jerih lelahnya tergantikan oleh sukacita saat menyaksikan mereka menyambut kasih Tuhan dan dipulihkan.

Tidak semua orang memiliki kasih yang seperti ini. Kasih yang tidak mengharapkan keuntungan bagi dirinya sendiri. Mungkin kita berpikir, untuk apa bersusah-payah mengurusi orang yang tidak kita kenal dan tidak waras seperti itu, sedangkan hidup kita saja sudah banyak masalah. Akan tetapi, Paulus, dalam nas hari ini, mengingatkan jemaat Korintus, agar mereka melakukan segala pekerjaan dalam kasih. Kasih berarti lebih mengutamakan kebutuhan dan kesejahteraan orang lain daripada kebutuhan atau kepentingan diri sendiri.

Allah sudah mencurahkan kasih yang besar dalam kehidupan kita dengan mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal bagi penebusan dosa kita. Allah menginginkan agar kita hidup di dalam kasih dengan melayani orang-orang di sekitar kita yang membutuhkan uluran tangan. Kasih Allah menjadi nyata sewaktu kita mulai memedulikan orang lain dan menolong mereka. Melalui kita orang percaya, kasih Allah yang tidak kelihatan dapat dialami dan dirasakan oleh orang banyak.—IST

KASIH, SEPERTI KEHANGATAN, MEMANCAR DARI SEGALA SISI
DAN MEMENUHI SETIAP KEBUTUHAN SAUDARA KITA–Martin Luther
February 17, 2013, 04:12:21 AM
Reply #46
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 19615
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
Quote
http://www.renunganharian.net/index.php/2013/
http://www.renunganharian.net/index.php/2013/34-februari/565-membiarkan-yue-yue.html

MEMBIARKAN YUE YUE

    Diterbitkan hari Minggu, 17 Februari 2013 00:00
    Ditulis oleh Susanto
    Dibaca: 138 kali

Baca: 2 Timotius 3:1-9

Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar. Manusia akan mencintai dirinya sendiri... (2 Timotius 3:1-2)


Bacaan Alkitab Setahun:
Bilangan 10-11



Yue Yue, gadis cilik berumur 2 tahun, tergeletak di jalan karena ditabrak sebuah mobil van di Foshan, Guang Dong, China. Banyak orang—mulai dari yang berjalan kaki, yang bersepeda, sampai yang bermobil—melewatinya. Akan tetapi, mereka berlalu begitu saja, membiarkannya terkapar bersimbah darah, sampai sebuah truk melindasnya kembali.

Kejadian ini salah satu potret pedih akan betapa semakin tipisnya kepedulian sosial di dunia ini. Ya, bukan hanya di China, di berbagai belahan bumi lain pun kita kerap diperhadapkan pada sikap acuh tak acuh yang memilukan seperti itu. Firman Tuhan sudah mengingatkan kita akan datangnya masa-masa seperti ini. Masa ketika manusia lebih mencintai dirinya sendiri dan ketika kasih manusia terhadap sesamanya semakin dingin. Banyak orang semakin menggebu-gebu mengejar kesuksesan dan ambisi pribadinya sehingga akhirnya menjadi hamba uang. Hanya keuntungan materiil yang diperhitungkan, termasuk dalam berhubungan dengan sesama. Tidak sedikit pula yang rajin beribadah, namun mengingkari kekuatan ibadah itu sendiri karena mereka tidak menjadi pelaku firman (ay. 1-6).

Kondisi itu semakin hari akan semakin intensif belaka. Namun, orang percaya semestinya tidak terhanyut oleh kecenderungan tersebut. Tuhan menghendaki umat-Nya hidup dengan sikap yang berbeda dari dunia. Kita adalah tubuh-Nya di dunia ini, yang berperan untuk menyatakan kasih kepedulian-Nya kepada orang-orang di sekitar kita, khususnya mereka yang telantar dan tersisih.—SST

DUNIA DAPAT MERASAKAN KASIH ALLAH YANG TIDAK KELIHATAN
MELALUI KARYA DAN PELAYANAN GEREJA-NYA YANG KELIHATAN
February 18, 2013, 05:04:37 AM
Reply #47
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 19615
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
Quote
http://www.renunganharian.net/index.php/2013/
http://forumkristen.com/index.php?action=post;topic=47107.40;last_msg=840378

MENANTIKAN PERNIKAHAN

    Diterbitkan hari Senin, 18 Februari 2013 00:00
    Ditulis oleh Arie Saptaji
    Dibaca: 268 kali

Baca: Wahyu 19:1-10

Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai, dan memuliakan Dia! Karena hari perkawinan Anak Domba telah tiba, dan pengantin-Nya telah siap sedia. (Wahyu 19:7)


Bacaan Alkitab Setahun:
Bilangan 12-13



Kita tentu pernah mendengar atau mungkin malah ikut melontarkan guyonan semacam ini: “Aku ingin Tuhan Yesus segera datang kembali... setelah aku kawin, setelah aku sukses dalam karier dan kaya raya, setelah aku beranak-cucu, atau (yang agak rohani) setelah dampak pelayananku mendunia.” Kenapa kedatangan kembali Yesus Kristus cenderung diasosiasikan sebagai gangguan di tengah keasyikan aktivitas kita di dunia ini?

Paling tidak ada dua gambaran besar tentang kedatangan Tuhan akhir zaman. Pertama, kedatangan-Nya seperti pencuri yang muncul mendadak pada waktu malam. Dia datang untuk membawa penghakiman pada orang-orang yang hidup dalam kegelapan. Dia datang secara tiba-tiba di tengah keasyikan mereka menikmati hawa nafsu duniawi (lihat 1 Tesalonika 5:1-11).

Kedua, kedatangan-Nya seperti mempelai laki-laki yang menjemput mempelai perempuan idamannya. Mempelai perempuan telah siap sedia, menantikan dengan penuh gairah dan kerinduan. Kedatangan-Nya menjadi alasan untuk menggelar suatu perayaan yang penuh sukacita, sorak-sorai, dan kemenangan. Dunia telah dijatuhi hukuman, dan orang-orang kudus memerintah bersama Dia dalam kekekalan (lihat Wahyu 19:1-10).

Jadi, bagaimana? Apakah Anda merasa “terganggu” oleh gagasan tentang kedatangan-Nya kembali, atau sungguh-sungguh siap sedia menantikannya? Sebagai orang kudus, entah kita meninggal dunia terlebih dahulu entah kita menyambut kedatangan-Nya selagi masih hidup, kedatangan-Nya kembali adalah sumber pengharapan dan sukacita.—ARS

PENGHARAPAN AKAN KEDATANGAN KEMBALI KRISTUS MEMBANGKITKAN
SUKACITA YANG MENGUATKAN KITA MENGHADAPI TANTANGAN HIDUP
February 19, 2013, 07:03:03 AM
Reply #48
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 19615
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
Quote
http://www.renunganharian.net/index.php/2013/
http://www.renunganharian.net/index.php/2013/34-februari/567-bau-dan-kotor.html

BAU DAN KOTOR

    Diterbitkan hari Selasa, 19 Februari 2013 00:00
    Ditulis oleh Alison Subiantoro
    Dibaca: 865 kali

Baca: Lukas 15:11-24

...Ketika ia masih jauh, ayahnya telah melihatnya, lalu tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Ayahnya berlari mendapatkan dia lalu merangkul dan mencium dia. (Lukas 15:20)


Bacaan Alkitab Setahun:
Bilangan 14-15



Salah satu pengalaman yang tidak mengenakkan saat naik kendaraan umum adalah jika ada orang yang berbau dan kotor duduk di sebelah kita. Orang itu memang berhak untuk naik kendaraan itu dan duduk di bangku mana pun yang tersedia. Tetapi, karena keadaannya, kita merasa tidak nyaman sehingga akhirnya memilih untuk pindah tempat, menjauh dari orang tersebut.

Itulah reaksi normal orang yang bersih badannya terhadap orang yang berbau dan kotor. Karena itu, reaksi sang ayah dalam perumpamaan Yesus kali ini sangatlah tidak normal. Sangat luar biasa. Kita dapat membayangkan bagaimana keadaan si anak bungsu saat itu. Sebagai penjaga babi yang miskin, ia pasti kotor dan berbau binatang jorok itu. Sebaliknya, sang ayah adalah orang yang bersih dan terhormat. Tetapi, ketika sang ayah melihat si anak bungsu nun di kejauhan, ia berlari untuk menyambutnya. Bukan itu saja, sang ayah kemudian merangkul, mencium, dan menggelar pesta baginya (ay. 20, 23)! Apakah yang mendorong ayah tersebut untuk berbuat demikian? Tidak lain adalah karena cinta dan kerinduannya yang begitu besar kepada anaknya yang sudah lama hilang dan sekarang kembali (ay. 24).

Demikianlah juga keadaan kita di hadapan Allah. Dosa membuat kita berbau, kotor, menjijikkan, dan tidak layak datang mendekat kepada-Nya. Tetapi, kita tidak perlu takut akan ditolak jika kita datang kepada-Nya dan meminta ampun. Kasih-Nya begitu besar kepada kita sehingga selama kita mau bertobat dan kembali kepada-Nya, Dia akan menyambut kita dengan penuh sukacita.—ALS

DOSA MENJADIKAN KITA KOTOR, NAJIS, DAN BERBAU
KASIH ALLAH MEMELUK DAN MENGUDUSKAN KITA

February 20, 2013, 04:51:12 AM
Reply #49
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 19615
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
Quote
http://www.renunganharian.net/index.php/2013/
http://www.renunganharian.net/index.php/2013/34-februari/568-bukan-pencitraan.html

BUKAN PENCITRAAN

    Diterbitkan hari Rabu, 20 Februari 2013 00:00
    Ditulis oleh Arie Saptaji
    Dibaca: 231 kali

Baca: Amsal 10:26-32

Bibir orang benar tahu akan hal yang menyenangkan, tetapi mulut orang fasik hanya tahu tipu muslihat. (Amsal 10:32)


Bacaan Alkitab Setahun:
Bilangan 16-18



Ibrani 11 sebuah pasal yang unik. Isinya biografi singkat sekian banyak tokoh iman Perjanjian Lama. Menariknya, penulis hanya menderetkan kemenangan iman mereka, tanpa menyebutkan satu pun kegagalan mereka. Jika saat ini terbit biografi semacam itu, yang isinya hanya hal positif tentang si tokoh, orang bisa jadi akan mencibir. Buku itu, terutama bagi yang mengenal kehidupan si tokoh, akan dianggap sebagai pencitraan belaka. Apakah penulis kitab Ibrani juga melakukan pencitraan?

Salomo mengingatkan, tidak semua hal perlu dibicarakan. Kita perlu memilahnya secara arif. Inilah tampaknya yang dilakukan penulis Ibrani. Meskipun setiap tokoh memiliki kelemahan, bahkan ada yang melakukan dosa mengerikan, ia memilih tidak membeberkan dan mengungkitnya kembali. Ia memilih menyoroti iman mereka (frasa “karena iman” muncul 19 kali dalam Ibrani 11). Ini bukan pencitraan; ini sudut pandang Allah yang penuh anugerah terhadap mereka. Allah memperhitungkan iman mereka, bukan menimbang antara perbuatan baik dan perbuatan buruk mereka. Bukankah ini kabar baik yang menyenangkan, yang membangkitkan sukacita?

Sebagai penerima anugerah, kita bersukacita karena Allah telah mengampuni segala dosa kita dan tidak lagi mengungkit kesalahan kita, namun merayakan kemenangan kita bersama-Nya. Kiranya sukacita itu melimpah dalam hubungan kita dengan sesama: kita memilih untuk mengampuni dan melupakan kesalahan mereka, serta lebih senang membicarakan hal-hal yang membangun iman satu sama lain.—ARS

PENCITRAAN MENONJOLKAN KEBAIKAN DAN KEUNGGULAN MANUSIA;
ANUGERAH MENONJOLKAN KEBAIKAN DAN KEUNGGULAN ALLAH
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)