Author Topic: Renungan Harian®  (Read 97818 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

February 21, 2013, 04:55:16 AM
Reply #50
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 19615
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
Quote
http://www.renunganharian.net/index.php/2013/
http://www.renunganharian.net/index.php/2013/34-februari/569-allah-juruselamat.html

ALLAH JURUSELAMAT

    Diterbitkan hari Kamis, 21 Februari 2013 00:00
    Ditulis oleh Eddy Nugroho
    Dibaca: 196 kali

Baca: 1 Timotius 1:1-2

Dari Paulus, rasul Kristus Yesus menurut perintah Allah, Juruselamat kita, dan Kristus Yesus, pengharapan kita. (1 Timotius 1:1)


Bacaan Alkitab Setahun:
Bilangan 19-20



Sebagai orang Kristen, jika ditanya siapakah Juruselamat kita, pastilah kita akan menjawab: Yesus Kristus. Tetapi, dalam bacaan hari ini, Allah, bukan Yesus Kristus, yang disapa sebagai Juruselamat (1a). Rupanya sebutan Allah Sang Juruselamat lazim dipakai oleh orang Kristen mula-mula, seperti tercermin di dalam surat-surat pastoral (lih. 1 Tim. 2:3, 4:10).
Apakah yang hendak ditekankan melalui penggunaan frasa ini? Bahwa Allah adalah sumber keselamatan. Dengan kata lain, kesadaran atas maksud keselamatan Allah bagi umat-Nya adalah dasar iman kita.

Karya keselamatan Allah itu menuntun kita kepada keyakinan bahwa Kristus adalah pengharapan kita (1b). Yesus adalah sumber kehidupan kekal yang menanti kita, juga dasar bagi kemuliaan yang akan diterima umat-Nya saat Dia datang kembali kelak. Karya keselamatan Allah itu mewujud di dalam diri Yesus Kristus. Paulus dan Timotius, yang diakui sebagai anaknya yang sah, mendapatkan panggilan untuk mengambil bagian dalam pelayanan mewartakan keselamatan tersebut.

Dasar iman ini mengingatkan kita bahwa pelayanan yang terlepas dari kesadaran akan karya keselamatan dan kehendak Allah hanya mendatangkan kesia-siaan. Surat Paulus kepada Timotius ini tidak hanya menyapa Timotius, tetapi juga menyapa kita, pengikut Kristus pada masa kini. Kita juga dipanggil Tuhan sebagai utusan-Nya untuk mengabarkan keselamatan. Ya, setelah menerima anugerah keselamatan, kita pun mendapatkan kehormatan untuk mewartakan kabar kesukaan itu.—ENO

ORANG YANG TELAH MENERIMA KARYA KESELAMATAN ALLAH
AKAN TERPANGGIL UNTUK MEWARTAKAN KABAR KESUKAAN ITU
February 22, 2013, 04:56:41 AM
Reply #51
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 19615
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
Quote
http://www.renunganharian.net/index.php/2013/
http://www.renunganharian.net/index.php/2013/34-februari/570-99-balon.html

99 BALON

    Diterbitkan hari Jum'at, 22 Februari 2013 00:00
    Ditulis oleh Agustina Wijayani
    Dibaca: 210 kali

Baca: Ayub 14:7-15

Maka aku akan menaruh harap selama hari-hari pergumulanku, sampai tiba giliranku... Engkau akan rindu kepada buatan tangan-Mu. (Ayub 14:14,15)


Bacaan Alkitab Setahun:
Bilangan 21-22



Dua bulan sebelum lahir, Eliot Mooney divonis menderita Edwards Syndrome, penyakit yang tak memungkinkannya untuk lahir selamat. Orangtuanya berdoa memohon mukjizat, dan Eliot pun lahir. Namun, kondisinya memprihatinkan: paru-parunya tak berkembang sempurna, jantungnya berlubang, dan DNAnya memberi informasi keliru pada setiap sel tubuhnya. Setelah dua minggu Eliot diizinkan pulang dengan tiga peralatan medis menempel di tubuhnya, termasuk tabung oksigen dan selang untuk memasukkan susu.

Eliot kecil bertahan dan bertumbuh walaupun tak secepat anak seusianya. Sebulan, dua bulan, tiga bulan. Uniknya, orangtua Eliot merayakan “ulang tahun”-nya setiap hari. Sebab, satu hari saja merupakan perjuangan berat baginya untuk hidup. Maka, setiap hari mereka merayakan kemenangannya. Hingga akhirnya, pada hari ke-99, Eliot kembali kepada Yesus. Pada hari pemakamannya, 99 balon dilepaskan—masing-masing mewakili ucapan syukur atas setiap hari yang Eliot habiskan di bumi.

Ketika Ayub mengalami penderitaan yang sangat berat, kematian membayanginya. Ia disadarkan akan betapa fana hidup manusia. Namun, Ayub berkata bahwa selama Tuhan masih memberinya hidup, ia akan terus berharap. Dan, bila kelak waktunya tiba, ia akan bahagia karena itu berarti Allah merindukannya pulang!

Sudahkah kita mensyukuri setiap hari yang Tuhan beri? Mensyukuri hidup kita dan orang-orang di sekitar kita? Jangan membuang satu hari pun untuk hal sia-sia. Selama kesempatan ada, hiduplah maksimal bagi Dia.—AW

BILA ENGKAU MENAMBAH HARI-HARI DALAM HIDUP KAMI
BIARLAH NAMA-MU SEMAKIN DITINGGIKAN LEWAT DIRI INI

February 23, 2013, 04:50:28 AM
Reply #52
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 19615
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
Quote
http://www.renunganharian.net/index.php/2013/
http://www.renunganharian.net/index.php/2013/34-februari/571-gajah-yatim-piatu.html

GAJAH YATIM PIATU

    Diterbitkan hari Sabtu, 23 Februari 2013 00:00
    Ditulis oleh Alison Subiantoro
    Dibaca: 175 kali

Baca: Efesus 6:1-4

Hai anakku, dengarkanlah didikan ayahmu, dan jangan menyia-nyiakan ajaran ibumu. (Amsal 1:8)


Bacaan Alkitab Setahun:
Bilangan 23-25



Pada akhir 1990-an, terjadi keanehan di beberapa taman nasional di Afrika. Beberapa ekor gajah tiba-tiba menjadi buas, padahal gajah tergolong binatang yang jinak. Mereka menyerang ternak, badak, bahkan manusia. Selidik punya selidik, ternyata mereka adalah gajah yatim piatu yang sedang puber. Biasanya induk mereka akan mendidik dan mengendalikan tingkah laku mereka. Tetapi, karena mereka sudah kehilangan induk sejak kecil akibat perburuan liar atau mendapatkan perlakuan yang salah, gajah-gajah tersebut bertumbuh secara liar.

Bukan hanya bagi gajah, peran orangtua dalam pembentukan karakter seorang anak sangatlah krusial. Tidak sedikit orang yang memiliki karakter buruk karena tidak mendapatkan didikan yang tepat dan memadai pada masa kecilnya. Orang yang rendah diri mungkin sewaktu kecilnya sering menerima hinaan dari orangtuanya. Orang yang kejam mungkin semasa kecilnya sering dipukuli oleh orangtuanya. Tidaklah mengherankan, Alkitab mengingatkan orangtua untuk mendidik anak-anak dengan benar (ay. 4). Di sisi lain, anak-anak juga diingatkan untuk menghormati orangtua mereka dengan semestinya (ay. 1-3).

Jika Anda orangtua, asuhlah anak Anda dengan penuh tanggungjawab. Pastikan Anda mendidik dan membentuk karakternya dengan baik. Jika Anda seorang anak, hormatilah orangtua atau wali Anda. Pastikan Anda belajar dari mereka yang dipercayakan oleh Tuhan untuk merawat Anda dan memiliki pengalaman hidup yang jauh lebih kaya dari Anda.—ALS

WARISAN TERBAIK ORANGTUA KEPADA ANAK
ADALAH TELADAN KEBAJIKAN DAN KARAKTER
February 24, 2013, 04:43:04 AM
Reply #53
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 19615
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
Quote
http://www.renunganharian.net/index.php/2013/
http://www.renunganharian.net/index.php/2013/34-februari/572-siapa-yang-terpenting.html

SIAPA YANG TERPENTING?

    Diterbitkan hari Minggu, 24 Februari 2013 00:00
    Ditulis oleh Togar Sianturi
    Dibaca: 168 kali

Baca: 2 Korintus 12:14-26

Jadi, mata tidak dapat berkata kepada tangan, “Aku tidak membutuhkan engkau.” Demikian pula kepala tidak dapat berkata kepada kaki, “Aku tidak membutuhkan engkau.” (1 Korintus 12:21)


Bacaan Alkitab Setahun:
Bilangan 26-27



Suatu kali, tangan dan mulut iri hati terhadap perut. Mereka berpikir, perut tidak berbuat apa-apa selain hanya menerima apa yang dikerjakan oleh tangan dan dikunyah oleh mulut. Kedua organ tubuh ini pun memutuskan untuk berhenti makan. Mereka ingin menghukum perut! Setelah dua hari makanan tidak masuk ke dalam perut, tubuh menjadi lemas dan tidak berdaya, tangan pun menjadi berat untuk digerakkan, mulut pun enggan untuk berkata-kata. Tangan dan mulut tobat, mereka mengerti bahwa ternyata perut sangat berguna. Mogok makan pun dihentikan.

Tentu tidak bijaksana jika kita memperbandingkan nilai penting anggota-anggota tubuh kita. Masing-masing anggota memiliki kekhasan, keunikan, dan fungsi yang khusus. Tak ada satu pun anggota tubuh bisa berdiri sendiri, semuanya saling membutuhkan. Dapatkah Anda membayangkan satu tubuh yang hanya terdiri dari mata semuanya? Bagaimana bentuk dan untuk apa tubuh seperti itu? Tubuh yang tidak memiliki mata juga tidak sempurna.

Kita adalah anggota tubuh Kristus, masing-masing memiliki peran dan fungsi yang khusus. Perbedaan fungsi di antara kita ini bukan merupakan alasan untuk menonjolkan diri lebih dari yang lain. Sebaliknya, perbedaan itu menunjukkan bahwa kita tidak dapat mengerjakan segala sesuatu seorang diri. Kita memerlukan anggota lain untuk memperlengkapi dan mendukung kita. Keunggulan mereka menunjang kekurangan kita, dan sebaliknya. Karena itu, sudah sepatutnya kita saling menghormati dan bekerja sama sebagai satu tubuh.—TS

TUBUH KRISTUS BERTUMBUH DENGAN SEHAT SAAT SETIAP ANGGOTA
TIDAK SALING MENONJOLKAN DIRI, TETAPI SALING MENGHORMATI
February 25, 2013, 04:59:32 AM
Reply #54
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 19615
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
Quote
http://www.renunganharian.net/index.php/2013/
http://www.renunganharian.net/index.php/2013/34-februari/573-menjaring-angin.html

MENJARING ANGIN

    Diterbitkan hari Senin, 25 Februari 2013 00:00
    Ditulis oleh Martinus Prabowo
    Dibaca: 249 kali

Baca: Kejadian 11:1-9

... mulai dari sekarang apa pun juga yang mereka rencanakan, tidak ada yang tidak akan dapat terlaksana. (Kejadian 11:6)


Bacaan Alkitab Setahun:
Bilangan 28-29



Bisakah menjaring angin? Para ilmuwan dari Delft Technical University mencoba menjaring angin untuk menghasilkan tenaga listrik. Mereka memanfaatkan layang-layang dengan luas permukaan 10 meter persegi untuk mengubah angin menjadi energi listrik. Sejak tahun 2008 mereka sudah mencoba untuk membuat model yang pas.

Daya cipta manusia memang mengagumkan. Menara Babel, misalnya, kerap dijadikan simbol keangkuhan, kekuasaan duniawi, dan perlawanan terhadap kuasa Tuhan. Namun, menara ini juga simbol dari kecerdasan akal budi yang dianugerahkan Allah kepada manusia. Dalam terjemahan FAYH dikatakan, “Lihatlah! Jika sekarang ini, pada waktu mereka baru mulai memanfaatkan persatuan bahasa dan bangsa, mereka sudah sanggup menyelesaikan semua ini, bayangkan apa yang akan dilakukan mereka kemudian hari. Segala apa pun dapat mereka capai!” Allah sendiri mengakui potensi besar dalam diri manusia.

Kebenaran ini seharusnya menggelitik setiap orang percaya, mendorong kita mengembangkan keunggulan di bidang masing-masing untuk menyatakan kehebatan Tuhan. Kuncinya: kita perlu bergandeng tangan dan saling mendorong dalam mengembangkan potensi. Setiap orang perlu bekerja dengan rajin dan tekun untuk menghasilkan karya yang sebaik-baiknya. Bersama-sama sebagai jemaat kita dapat menyumbangkan solusi bagi persoalan praktis kehidupan sehari-hari. Dan, melalui karya tersebut, kiranya kita dapat memperkenalkan kepada orang banyak Tuhan yang menyertai kita dan memberi kita kreativitas.—MRT

ALLAH KITA ALLAH YANG MAHABESAR DAN MAHAKREATIF,
MARI KITA BERKARYA UNTUK MENYATAKAN KEAGUNGAN-NYA
February 25, 2013, 03:00:53 PM
Reply #55
  • FK - Newbie
  • *
  • Posts: 6
  • Denominasi: kristen
Bagi teman-teman yang suka membaca Renungan Harian

Kini RENUNGAN HARIAN sudah bisa dibaca lewat iPad dan iPhone
download segera di www.apps.renunganharian.net

RH juga bisa didengarkan lewat Audibook (pembacaan RH bagi orang yang kesulitan membaca atau ingin mendegarkan sambil membaca renungannya)

Silahkan dowbload aplokasinya dan beli Renungan dan audionya


February 26, 2013, 05:06:42 AM
Reply #56
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 19615
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
Quote
http://www.renunganharian.net/index.php/2013/
http://www.renunganharian.net/index.php/2013/34-februari/574-totalitas-seorang-guru.html

TOTALITAS SEORANG GURU

    Diterbitkan hari Selasa, 26 Februari 2013 00:00
    Ditulis oleh Sidik Nugroho
    Dibaca: 168 kali

Baca: Kolose 3:18-4:1

Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. (Kolose 3:23)


Bacaan Alkitab Setahun:
Bilangan 30-31



Ibu Merry mengajar di Sekolah Luar Biasa (SLB) Bhakti Luhur, Malang, sejak 1984. Suatu saat ia mendapatkan seorang murid bernama Jorei, anak yang bisu, tuli, dan low vision (berkemampuan melihat rendah). Awalnya Jorei tidak mau belajar. Ibu Merry tak kehabisan akal. Bila keadaan gelap Jorei mudah mengantuk, maka Bu Merry menyalakan lampu seterang-terangnya saat anak itu belajar. Anak-anak SLB juga sulit berkonsentrasi, maka Bu Merry membuat banyak alat peraga yang merangsang muridnya untuk belajar. Sebuah totalitas pengabdian yang mengagumkan.

Paulus memaparkan bahwa hubungan dengan Tuhan adalah landasan bagi hubungan kita dengan sesama: ketika kita melakukan sesuatu bagi sesama, sesungguhnya kita sedang melakukannya bagi Tuhan, yang menciptakan kita semua. Kesadaran ini menggugah dedikasi dan etos kerja yang luar biasa. Orang tergerak untuk bekerja dengan segenap hati, bukan sekadar mengejar keuntungan materiil, melainkan sungguh-sungguh mengupayakan kesejahteraan orang lain. Orang bersedia untuk bekerja secara ekstra, melampaui tuntutan tugas, agar kehidupan sesamanya dapat menjadi lebih baik.Dan, ia memperoleh kepuasan sedalam-dalamnya dengan menyadari bahwa ia mengerjakan semuanya itu sebagai ungkapan syukur atas anugerah Tuhan.

Bagaimana dengan kita? Apakah kita melihat kehadiran Tuhan di balik setiap orang yang kita layani? Apakah kita bekerja demi memberikan manfaat pada sesama? Apakah kita menilai sukses dari kepuasan dalam mensyukuri anugerah-Nya?—SN

KETIKA KITA BEKERJA DENGAN SEGENAP HATI SEPERTI BAGI TUHAN,
KITA MENEMUKAN KEPUASAN HATI YANG SEDALAM-DALAMNYA
February 27, 2013, 04:25:44 AM
Reply #57
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 19615
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
Quote
http://www.renunganharian.net/index.php/2013/
http://www.renunganharian.net/index.php/2013/34-februari/575-susah-berbuat-baik.html

SUSAH BERBUAT BAIK?

    Diterbitkan hari Rabu, 27 Februari 2013 00:00
    Ditulis oleh Alison Subiantoro
    Dibaca: 156 kali

Baca: Matius 26:36-46

... “Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari hadapan-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki.” (Matius 26:39)


Bacaan Alkitab Setahun:
Bilangan 32-33



Suatu saat acara donor darah di kampus saya diikuti oleh lebih banyak peserta. Waktu menunggu giliran seorang pendonor menjadi lebih lama dari biasanya. Dalam kejemuan menunggu, seorang pendonor bergumam, “Mau berbuat baik saja kok susah sekali ya?”

Memang seringkali berbuat baik itu tidak mudah. Ini yang dialami oleh Tuhan Yesus dalam usaha-Nya untuk menyelamatkan manusia. Dia harus melewati proses hukuman salib yang mengerikan. Yesus sempat merasa gentar. Karena itu, Dia sempat bertanya apakah ada cara lain. Tetapi, memang tidak ada jalan lain. Yesus harus menerima penderitaan dan kematian melalui salib itu untuk menyelamatkan manusia. Selanjutnya kita tahu bahwa akhirnya Yesus, karena kasih-Nya, menanggung semuanya itu bagi penebusan kita.

Dalam usaha kita berbuat baik bagi orang lain, kadang banyak kesulitan dan rintangan yang menghadang. Orang yang menolong korban kecelakaan lalu lintas malah dibebani dan ditanyai bermacam hal oleh pihak yang berwenang. Orang yang ingin menolong korban bencana teralangi oleh jalur transportasi yang terputus. Organisasi yang ingin melakukan bakti sosial dicurigai memiliki motivasi tersembunyi. Dan sebagainya.

Akan tetapi, jangan sampai alangan tersebut membuat kita berhenti berbuat baik. Biarlah rintangan yang muncul itu menjadi ujian bagi ketulusan kita. Dan, jika kita sungguh-sungguh tulus, sebagaimana Yesus menanggung penyaliban, kita akan dimampukan untuk melewati berbagai hambatan tersebut.—ALS

BERBUAT BAIK MEMANG TIDAK SELALU MUDAH,
NAMUN TETAPLAH BERBUAT BAIK
February 28, 2013, 05:51:22 AM
Reply #58
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 19615
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
Quote
http://www.renunganharian.net/index.php/2013/
http://www.renunganharian.net/index.php/2013/34-februari/576-blade-runner.html

BLADE RUNNER

    Diterbitkan hari Kamis, 28 Februari 2013 00:00
    Ditulis oleh Martinus Prabowo
    Dibaca: 413 kali

Baca: 2 Samuel 6:1-22

Dan Daud menari-nari di hadapan TUHAN dengan sekuat tenaga; ia berbaju efod dari kain lenan. (2 Samuel 6:14)


Bacaan Alkitab Setahun:
Bilangan 34-36



Tekad Oscar Pistorius sungguh luar biasa. Ia atlet penyandang tunadaksa pertama yang berkiprah di Olimpiade. Sejak 2007 ia sudah berniat untuk berlomba di Olimpiade Beijing 2008, namun gagal. Pada 2011, ia mencatat waktu 45,07 detik untuk lari 400 meter. Ia pun memperoleh tiket untuk mengikuti Kejuaraan Dunia 2011 dan Olimpiade 2012. Pada 4 Agustus 2012, Oscar, yang kedua kakinya diamputasi, menjadi atlet pertama yang mengenakan kaki palsu dalam pertandingan Olimpiade. Ia disebut orang Blade Runner karena kaki palsunya berbentuk bilah melengkung.

Daud juga memiliki tekad yang begitu besar untuk mengembalikan tabut Tuhan ke Yerusalem. Usaha pertamanya gagal (ay. 1-10). Ia ketakutan, tetapi tidak kehabisan akal. Ia kembali mengangkat tabut itu, kali ini bukan dengan kereta, tetapi diangkut oleh para imam (band. 1 Taw. 15:1-2). Ia menari-nari dengan sekuat tenaga selama tabut itu dibawa (ay. 14). Bahkan kali ini setiap enam langkah ada kurban yang dipersembahkan (ay. 13). Padahal, jarak dari rumah Obed Edom sampai ke Yerusalem sekitar 10 kilometer! Ia juga siap dihina oleh istrinya, yang menganggapnya menari-nari seperti orang gila (ay. 22).

Tekadnya itu disertai tujuan yang besar dan keyakinan bahwa apa yang dilakukannya adalah perkara yang benar dan berkenan kepada Tuhan. Kita masing-masing tentu memiliki suatu tekad untuk mengejar sesuatu. Apakah kita mengerahkan tekad itu untuk mengejar pencapaian yang bermakna dan memuliakan Tuhan?—MRT

ORANG YANG BERTEKAD BESAR UNTUK MENCAPAI TUJUAN LUHUR
SUDAH MERAIH SEPARUH KEMENANGAN
March 01, 2013, 04:44:18 AM
Reply #59
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 19615
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
Quote
http://www.renunganharian.net/index.php/2013/
http://www.renunganharian.net/index.php/2013/35-maret/580-pujian-untuk-gayus.html

PUJIAN UNTUK GAYUS

    Diterbitkan hari Jum'at, 01 Maret 2013 00:00
    Ditulis oleh Alison Subiantoro
    Dibaca: 241 kali

Baca: 3 Yohanes 1:1-8

Sebab aku sangat bersukacita, ketika beberapa saudara datang dan bersaksi tentang hidupmu dalam kebenaran, sebab memang engkau hidup dalam kebenaran. (3 Yohanes 1:3)


Bacaan Alkitab Setahun:
Ulangan 1-2



Kebanyakan orang cenderung lebih mudah melontarkan kritikan daripada pujian. Ketika seseorang melakukan kesalahan, ia akan dicela habis-habisan. Tetapi, ketika ia berprestasi atau menjalankan tugas dengan baik, tidak banyak pujian yang ia peroleh. Padahal, pujian yang tulus dan tepat sasaran sangat efektif untuk memacu orang agar berusaha dengan lebih bersemangat.Selain itu, pujian menjadikan seseorang merasa dirinya dihargai.

Dalam Alkitab, kita dapat membaca berbagai pujian bagi orang yang memang layak menerimanya. Salah satunya adalah pujian Yohanes kepada Gayus. Yohanes mendengar kabar bahwa Gayus hidup dalam kebenaran dan ramah terhadap saudara-saudara seiman, bahkan kepada mereka yang tergolong orang asing. Sebagai tanggapan atas kabar ini, Yohanes menulis sepucuk surat kepada Gayus dan memakai sekitar separuh surat tersebut khusus untuk memuji kehidupan Gayus. Ia mendorong Gayus agar lebih tekun lagi dalam menjaga hidupnya yang sudah baik tersebut.

Memang, jika kita belum terbiasa, pada awalnya lidah ini terasa berat untuk mengucapkan pujian. Tetapi, kalau kita tekun mencoba, lama-kelamaan pasti mudah melakukannya. Hal yang patut dipuji pun tidak selalu harus perkara yang besar. Seorang suami atau ayah yang tekun bekerja, kita puji. Seorang istri atau ibu yang menyajikan masakan yang enak, kita puji. Seorang anak yang rajin belajar, kita puji. Seorang pendeta yang berkotbah dengan baik, kita puji. Seorang bawahan yang rajin dan setia, kita puji. Jangan segan memuji.—ALS

KETIKA KITA MELONTARKAN PUJIAN YANG TULUS
KITA MEMBERIKAN PUPUK UNTUK MENUMBUHKAN KEBAIKAN
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)