Author Topic: Renungan Harian®  (Read 112054 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

March 02, 2013, 04:56:17 AM
Reply #60
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23190
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
Quote
http://www.renunganharian.net/index.php/2013/
http://www.renunganharian.net/index.php/2013/35-maret/581-menangis.html

MENANGIS

    Diterbitkan hari Sabtu, 02 Maret 2013 00:00
    Ditulis oleh Alison Subiantoro
    Dibaca: 176 kali

Baca: Yohanes 11:33-44

Lalu menangislah Yesus. (Yohanes 11:35)


Bacaan Alkitab Setahun:
Ulangan 3-4



Dalam banyak kebudayaan, menangis adalah tanda kelemahan. Karena itu, orang cenderung diajar untuk menahan diri dari menangis. Pemahaman ini biasanya berlaku terutama bagi kaum laki-laki. Di dalam masyarakat, sejak kecil anak laki-laki sudah diajar untuk tidak menangis dengan alasan karena “laki-laki tidak seharusnya menangis”.

Pemahaman seperti ini jelas kurang tepat. Yesus pun pernah menangis. Dia bahkan melakukannya di depan banyak orang, seperti yang tercatat dalam perikop hari ini. Saat itu Lazarus, salah satu sahabat Yesus, meninggal dunia. Maria dan orang-orang lain yang ada di sana datang menjemput-Nya dengan berlinang air mata. Situasi ini membuat Yesus terharu dan kemudian menangis. Dia tidak menahan diri-Nya. Tangisan Yesus ini juga tidak dinilai negatif oleh orang-orang yang melihatnya. Justru mereka melihat betapa Yesus mengasihi Lazarus melalu tangisan tersebut (ay. 36).

Menangis adalah suatu mekanisme alami yang Tuhan ciptakan untuk menjadi penyaluran perasaan kita, terutama ketika perasaan itu meluap tak terkendali. Perasaan ini bisa berupa kesedihan, kesakitan, kemarahan, bisa juga kegembiraan. Ketika seseorang tidak mampu menyalurkan perasaan yang meluap ini, tidak jarang hal itu menjadi sumber masalah dalam hidupnya. Ketika kita menangis, perasaan tersebut akan tersalurkan sehingga kita merasa lega dan dapat mengendalikan diri lagi. Karena itu, kalau memang Anda merasa perlu menangis untuk menyalurkan perasaan Anda, menangislah.—ALS

MENANGIS BUKANLAH TANDA KELEMAHAN
MALAH DAPAT MENJADI SUMBER KELEGAAN
March 03, 2013, 04:21:09 AM
Reply #61
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23190
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
Quote
http://www.renunganharian.net/index.php/2013/
http://www.renunganharian.net/index.php/2013/35-maret/582-sengat-yesus.html

SENGAT YESUS

    Diterbitkan hari Minggu, 03 Maret 2013 00:00
    Ditulis oleh Daniel K. Listijabudi
    Dibaca: 127 kali

Baca: Lukas 7:36-50

Aku masuk ke rumahmu, namun engkau tidak memberikan Aku air untuk membasuh kaki-Ku, tetapi dia membasahi kaki-Ku dengan air mata dan menyekanya dengan rambutnya. (Lukas 7:44)


Bacaan Alkitab Setahun:
Ulangan 5-7



Pernah kena sengat lebah? Rasanya sakit luar biasa. Tetapi, ada sengat lain. Namanya sengat Yesus. Mau tahu? Namanya Simon, ia bukan orang sembarangan. Pertama, ia seorang Farisi. Kedua, ia mengundang Yesus makan di rumahnya. Artinya, ia terbuka terhadap Yesus dan berani menentang arus kelompoknya. Namun, Simon terkena ”sengat” Yesus ketika ia diam-diam mempertanyakan kenabian Yesus, yang membiarkan seorang perempuan berdosa mengurapi kaki-Nya dengan minyak wangi. Yesus justru memuji perempuan berdosa itu dan menyatakan bahwa dosanya sudah diampuni. ”Dosanya yang banyak itu sudah diampuni sebab ia banyak berbuat kasih... dan orang yang sedikit diampuni, sedikit juga ia berbuat kasih,” kata Yesus.

Yesus tidak bermaksud mengatakan bahwa supaya diampuni, orang harus berbuat banyak kasih atau beramal. Sebaliknya, berbuat kasih baru mungkin ketika orang menyadari bahwa dosanya yang banyak itu telah dihapuskan. Seperti orang yang haus, semakin haus ia, semakin ia mampu menikmati kesegaran air minumnya. Yesus “menyengat” Simon, yang tidak mampu melihat bahwa orang berdosa yang sadar diri bisa amat sangat mencintai Tuhan! Keberdosaan bukan alangan bagi cintanya kepada Tuhan, dan juga bukan alangan bagi rahmat Tuhan untuk merengkuhnya.

Apakah kita tidak seperti Simon? Bila kita memonopoli kasih Tuhan, bila kita mengotak-ngotakkan secara beku orang yang bersalah dan menganggapnya aneh bila ia mendekat kepada Tuhan, maka kitalah si Simon itu. Dan, Simon disengat oleh Yesus!—DKL

TUHAN SENGATLAH JIWAKU YANG BEKU,
AGAR CAIR DAN LEMBUT OLEH KASIH-MU
March 04, 2013, 04:36:41 AM
Reply #62
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23190
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
Quote
http://www.renunganharian.net/index.php/2013/
http://www.renunganharian.net/index.php/2013/35-maret/583-khawatir-ketinggalan-kapal.html

KHAWATIR KETINGGALAN KAPAL

    Diterbitkan hari Senin, 04 Maret 2013 00:00
    Ditulis oleh Petrus Kwik
    Dibaca: 180 kali

Baca: Lukas 12:22-34

Janganlah khawatir tentang hidupmu... (Lukas 12:22)


Bacaan Alkitab Setahun:
Ulangan 8-10



Paijo selalu khawatir ketinggalan kapal yang akan mengantarnya ke tempat kerja. Setiap pagi saat ke penyeberangan, sekalipun ia sudah datang lebih awal, ia tetap khawatir. Suatu hari ia melihat kapal langganannya sudah berjarak satu meter dari dermaga. Ia pun berlari sekencang mungkin, lalu nekat melompat ke atasnya. Meskipun jasnya robek karena tersangkut paku, ia merasa lega. Namun, ternyata kapal itu bukannya hendak berangkat, melainkanbaru akan merapat! Konyol, bukan?

Nyatanya, banyak orang, termasuk orang Kristen, yang hidupnya dikuasai kekhawatiran. Memang tidak dapat disangkal, keadaan dunia ini semakin lama bukannya semakin baik, melainkan justru semakin rusak. Tetapi, haruskah hal itu menjadi alasan bagi kita untuk hidup dalam kecemasan dan kegelisahan? Jika demikian, apakah bedanya kehidupan kita dengan kehidupan orang yang tidak mengenal Allah? Bagi orang percaya, ada satu alasan kuat untuk tidak perlu khawatir dalam hidup ini. Alasan itu tidak lain: Bapa kita di surga berjanji akan memelihara kita.

Adakah seorang bapak yang membiarkan anaknya mati kelaparan? Bapak yang baik tidak akan tega melakukannya. Terlebih lagi Bapa kita di surga! Jika saat ini kita sedang diperhadapkan pada kebutuhan yang harus segera dipenuhi, akankah Bapa diam saja? Allah sangat tahu apa yang menjadi kebutuhan kita dan Dia tahu bagaimana memberikan yang terbaik kepada anak-Nya. Untuk apa lagi kita mengkhawatirkan kehidupan kita? Hidup kita ada di dalam pemeliharaan-Nya!—PET

JIKA BURUNG DI UDARA SAJA DIBERI MAKAN OLEH BAPA DI
SURGA,MASIHKAH KITA MERAGUKAN PEMELIHARAANNYA?
March 05, 2013, 03:19:48 AM
Reply #63
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23190
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
Quote
http://www.renunganharian.net/index.php/2013/
http://www.renunganharian.net/index.php/2013/35-maret/584-malas-mencoba.html

MALAS MENCOBA

    Diterbitkan hari Selasa, 05 Maret 2013 00:00
    Ditulis oleh Stephanus Junianto
    Dibaca: 130 kali

Baca: Amsal 13:1-6

Hati si pemalas penuh keinginan, tetapi sia-sia, sedangkan hati orang rajin diberi kelimpahan. (Amsal 13:4)


Bacaan Alkitab Setahun:
Ulangan 11-13



Ketika berlibur ke Singapura, saya berencana melakukan beberapa hal yang belum saya selesaikan, antara lain menulis renungan harian. Ternyata, begitu sampai di Singapura, berbagai aktivitas lain segera menyita waktu saya, mulai dari bermain dengan cucu, membersihkan rumah, memasak, sampai berbelanja. Rencana menulis renungan tinggal rencana—dan dengan alasan klise: tidak punya waktu. Akhirnya saya tertegur ketika membaca nas hari ini.

Salomo mencela si pemalas. Pemalas adalah orang yang menginginkan sesuatu, namun tidak mau berlelah-lelah untuk memperolehnya. Ia memiliki impian yang indah-indah, namun enggan berjerih payah mewujudkannya. Tak heran, ia mesti gigit jari: tidak memetik hasil apa-apa. Sebaliknya, Tuhan menjanjikan kelimpahan bagi orang yang mau berusaha dengan rajin. Untuk mewujudkan suatu impian, kita bertanggung jawab untuk bekerja dengan rajin dan percaya bahwa Tuhan akan memberkati upaya kita dengan kelimpahan.

Saya tersadar. Saya ingin mengembangkan kecakapan menulis, namun saya tidak juga meluangkan waktu untuk mencoba dan berlatih. Bagaimana saya akan memetik hasilnya? Namun, ketika saya belajar menaati firman itu dengan mulai mencoba menulis, Tuhan memampukan saya. Ternyata saya berhasil menyelesaikan dua renungan, termasuk tulisan ini.
Anda mungkin juga sudah berencana mencoba suatu kecakapan yang baru, namun terus menundanya. Cobalah luangkan waktu untuk berlatih mengerjakan. Kiranya Anda bersukacita melihat hasil karya Anda!—SJ

KEMALASAN MENDATANGKAN KESIA-SIAAN,
KERAJINAN MENDATANGKAN KELIMPAHAN
March 06, 2013, 04:32:22 AM
Reply #64
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23190
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
Quote
http://www.renunganharian.net/index.php/2013/
http://www.renunganharian.net/index.php/2013/35-maret/585-pengendali-masa-depan.html

PENGENDALI MASA DEPAN

    Diterbitkan hari Rabu, 06 Maret 2013 00:00
    Ditulis oleh Eddy Nugroho
    Dibaca: 159 kali

Baca: Daniel 8:1-27

… Tetapi tanpa perbuatan tangan manusia, ia akan dihancurkan. (Daniel 8:25)


Bacaan Alkitab Setahun:
Ulangan 14-16



Kadang hati kita galau kala menatap masa depan. Memang manusiawi, karena kita sama sekali tidak tahu apa yang bakal terjadi pada masa depan kita, baik bagi kehidupan pribadi maupun kehidupan bergereja dan bernegara. Ketidaktahuan itu bisa jadi memunculkan rasa gelisah, takut, dan khawatir.

Demikian pula dengan Daniel. Penglihatan dalam pasal 8 ini membuat Daniel gelisah, lelah, dan akhirnya jatuh sakit. Mungkin penglihatan itu begitu membebani hatinya. Meskipun telah mendapatkan penjelasan dari malaikat Gabriel, ia tidak dapat memahami penglihatan itu sepenuhnya. Lalu, mengapa Tuhan menyatakan penglihatan itu kepadanya? Nubuat ini mengingatkan kita orang beriman tentang sepak terjang si jahat, yang terus berupaya menghancurkan hidup kita. Namun, masa depan kita tetap berada di dalam kendali Allah. Kemenangan seolah berpihak pada si jahat, tetapi pada akhirnya Tuhan akan menghancurkan musuh-Nya (ay. 25).

Kisah orang beriman yang mengalami penindasan bukanlah cerita baru lagi buat kita. Mungkin saat ini pun banyak di antara kita yang tengah mengalami penderitaan karena iman: dikucilkan, karier dihambat, dilarang beribadah, bahkan disingkirkan. Namun, kita memperoleh penghiburan ketika menyadari bahwa semua itu terjadi atas sepengetahuan Tuhan. Bila kita mengalami penindasan atau penderitaan karena iman, Allah tetap memegang kendali. Peristiwa yang semula tampak buruk itu pada akhirnya akan mendatangkan kemuliaan bagi-Nya dan kebaikan bagi umat-Nya.—ENO

SIAPAKAH YANG DAPAT MENGHENTIKAN ORANG BENAR?
SEMAKIN MEREKA DIHAMBAT, SEMAKIN MEREKA MERAMBAT
March 07, 2013, 04:54:35 AM
Reply #65
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23190
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
Quote
http://www.renunganharian.net/index.php/2013/
http://www.renunganharian.net/index.php/2013/35-maret/586-dunia-gemerlap.html

DUNIA GEMERLAP
1 2 3 4 5 Rating 5.00 (1 Vote)

    Diterbitkan hari Kamis, 07 Maret 2013 00:00
    Ditulis oleh Olivia Elena
    Dibaca: 240 kali

Baca: Matius 23:25-28

… cawan dan pinggan kamu bersihkan sebelah luarnya, tetapi sebelah dalamnya penuh rampasan dan kerakusan. (Matius 23:25)


Bacaan Alkitab Setahun:
Ulangan 17-20



Setelah setahunan bekerja di majalah gaya hidup, beberapa kali saya ditugaskan meliput acara sosial yang dihadiri kaum jetset Jakarta. Tamu acara ini biasanya tampil dengan baju dan aksesoris rancangan desainer ternama, menenteng tas merek terkenal, dan mengenakan sepatu berharga jutaan rupiah. Belakangan saya mendapatkan info, sebagian dari tamu tersebut bukanlah kaum sosialita betulan, dan mereka hanya meminjam perlengkapan mewah itu dari tempat persewaan. Obsesinya? Agar dianggap keren, dapat masuk ke lingkaran pergaulan jetset, difoto dan ditampilkan dalam majalah gaya hidup.

Obsesi manusia akan penampilan yang gemerlapan bukanlah barang baru. Kaum Farisi ribuan tahun lalu sudah dikenal sangat memperhatikan pernik-pernik penampilan ini. Saat berpuasa, mereka memastikan diri tampil dengan gaya yang menunjukkan kekhusyukan ibadah mereka. Dalam ritual pentahiran yang kerap mereka lakukan, berbagai cawan dan pinggan dibersihkan hingga berkilau.

Perikop ini menegaskan kecaman Kristus terhadap para ahli Taurat dan orang Farisi. Cawan yang hanya dibersihkan bagian luarnya dan kuburan yang dilabur putih (pada zaman itu kuburan ditandai dengan warna putih agar tidak disentuh orang) adalah metafora untuk orang yang hanya memperhatikan perkara lahiriah, tetapi lupa bahwa Tuhan melihat hati. Penampilan luar tentu perlu dijaga, namun jangan untuk pamer atau menutupi kedangkalan rohani. Marilah kita mengutamakan perkara yang bermakna dan berharga di mata Allah.—OLV

MANUSIA KERAP MELIHAT KEMOLEKAN KULIT,
TETAPI TUHAN MENILAI KEELOKAN HATI
March 08, 2013, 04:53:38 AM
Reply #66
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23190
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
Quote
http://www.renunganharian.net/index.php/2013/
http://www.renunganharian.net/index.php/2013/35-maret/587-rosa-kutty.html

ROSA KUTTY

    Diterbitkan hari Jum'at, 08 Maret 2013 00:00
    Ditulis oleh Martinus Prabowo
    Dibaca: 203 kali

Baca: Daniel 1:1-6

… dimaklumkanlah tentang dia, bahwa di dalam kerajaan ia akan mempunyai kekuasaan sebagai orang ketiga. (Daniel 5:29)


Bacaan Alkitab Setahun:
Ulangan 21-23



Rosa Kutty adalah pelari jarak menengah top India pada era 1990-an. Sempat mengalami patah tulang pada 1992, ia meraih medali emas pada Kejuaraan Federasi Asia Selatan 1996. Pada 1997, ia memecahkan rekor nasional 400 m dan 800 m. Hebatnya, ketika ditawari untuk memakai obat perangsang, ia menolak. “Aku percaya pada Yesus sejak kecil dan Dia senantiasa memberkatiku,” katanya. “Aku tidak ingin berkhianat pada Yesus.”

Prestasinya terasah secara unik. Rosa kecil setiap pagi harus berlari ke pasar sejauh 5 km untuk menjual buah. Keluarganya yang miskin mengharuskannya membantu keuangan keluarga. Nyatanya, itu cara Tuhan mempersiapkannya menjadi atlet yang dapat bersaksi tentang kebesaran Yesus. Pembentukan Tuhan tidak mudah. Banyak orang mengalami tempaan yang keras. Kadang hikmat Tuhan baru muncul dalam situasi yang sukar dan penuh kepahitan. Kita tidak selalu tahu apakah pengalaman menyakitkan yang kita alami merupakan pencobaan, kesalahan, atau pembentukan untuk memunculkan permata dalam hidup kita. Apakah Daniel muda berpikir akan menjadi orang ketiga dari kerajaan adidaya pada waktu itu? Apakah Daniel melihat pembuangannya adalah jembatan menuju promosinya?

Penderitaan nyatanya tidak sesederhana yang kita perkirakan. Begitu juga kesuksesan dan semua pengalaman hidup kita. Begitu banyak jalan Allah yang tak terselami. Ada waktunya kita berdiam diri sejenak, merenungkan jalan Allah dalam hidup kita, untuk memetik hikmah dan mengucap syukur atas penyertaan-Nya.—MRT

TIAP PENGALAMAN AKAN BERHARGA
SAAT DIMAKNAI BERSAMA TUHAN YANG TERCINTA
March 09, 2013, 04:55:42 AM
Reply #67
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23190
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
Quote
http://www.renunganharian.net/index.php/2013/
http://www.renunganharian.net/index.php/2013/35-maret/588-jujur-itu-mujur.html

JUJUR ITU MUJUR

    Diterbitkan hari Sabtu, 09 Maret 2013 00:00
    Ditulis oleh Susanto
    Dibaca: 157 kali
Baca: Amsal 11:1-11

Berkat orang jujur memperkembangkan kota, tetapi mulut orang fasik meruntuhkannya. (Amsal 11:11)


Bacaan Alkitab Setahun:
Ulangan 24-27



Ketika sampai di rumah, seorang pensiunan di kota Braunschweig, Jerman sangat terkejut. Ia membeli daging seharga Rp69.000,00, namun ternyata kantong yang dibawanya pulang berisi uang sebanyak Rp24.700.000,00. Rupanya secara tak sengaja pegawai toko memberinya bungkusan yang salah. Segera ia menelepon polisi dan mengembalikan uang itu. Sebagai imbalan atas kejujurannya, ia mendapatkan hadiah sekeranjang sosis dan uang Rp1.200.000,00.

Firman Tuhan menyatakan bahwa kejujuran bukan hanya bermanfaat untuk orang yang bersangkutan, namun meluas ke lingkungan tempat tinggalnya. Tindakan yang jujur bersumber dari hati yang tulus (ay. 3), kesediaan untuk mempraktikkan kebenaran, dan penghargaan pada proses kerja yang berbuah langgeng. Orang fasik, sebaliknya, mengejar hasil yang melimpah secara manipulatif (ay. 1). Kejujuran mendatangkan berkat; kefasikan merusak masyarakat.

Komunitas apa pun tidak mungkin berkembang menjadi maju dan nyaman untuk didiami jika tidak dibangun di atas dasar kejujuran dan ketulusan warganya. Menurut sebuah survei, keunggulan suatu negara dan kepuasan warganya tidak ditentukan oleh kekayaan alam yang mereka miliki. Penentunya adalah bangunan relasi masyarakat yang berlandaskan kejujuran, kerja keras, kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pemerintahan dan penegak hukum, serta adanya penghormatan terhadap hak asasi manusia.

Anda rindu bangsa ini menjadi bangsa yang unggul? Sebagai orang beriman, kita dapat berperan dengan mengedepankan kejujuran dalam berkarya.—SST

KEJUJURAN MENDATANGKAN BERKAT
KEFASIKAN MERUSAK MASYARAKAT
March 10, 2013, 05:00:10 AM
Reply #68
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23190
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
Quote
http://www.renunganharian.net/index.php/2013/
http://www.renunganharian.net/index.php/2013/35-maret/589-paulus-abad-21.html

PAULUS ABAD 21

    Diterbitkan hari Minggu, 10 Maret 2013 00:00
    Ditulis oleh Hembang Tambun
    Dibaca: 184 kali
Baca: Filipi 4:1-9

Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah! (Filipi 4:4)


Bacaan Alkitab Setahun:
Ulangan 28



Pada pertengahan tahun 2012, dua orang rekan pelayanan kami ditangkap, dihakimi massa, dan ditahan di penjara karena memberitakan Injil kepada penduduk lokal yang beragama lain. Beberapa rekannya melarikan diri karena takut mendapatkan aniaya. Namun, ada juga yang bertahan di sana, mengunjungi serta memperhatikan kebutuhan mereka. Setelah beberapa hari ditahan, salah satu dari mereka mengirimkan sebuah surat.

Ketika surat itu dibacakan dalam perkumpulan kami, saya seperti mendengar surat Rasul Paulus dibacakan. Isinya berupa ucapan syukur karena dianggap layak menderita bagi Kristus, juga penuh dengan kutipan dari Alkitab tentang penghiburan, pemeliharaan Allah, dan dorongan kepada orang-orang percaya untuk tetap memberitakan Injil.

Surat Paulus kepada jemaat di Filipi adalah salah satu surat yang ditulisnya di penjara. Meskipun dalam keadaan terpenjara, ia membangkitkan iman jemaat untuk tetap bersukacita. Jeruji penjara tidak mampu mengungkung sukacita orang percaya. Tidaklah mengherankan jika surat Filipi ini kemudian terkenal sebagai “Surat Sukacita”.

Sukacita yang dimiliki orang beriman berasal dari dalam, merupakan buah Roh (Gal. 5:22), yang berarti dikerjakan oleh Roh Allah sendiri. Sukacita ini tidak terkendala oleh situasi dan kondisi apa pun di luar dirinya. Karena itulah, orang-orang percaya yang menderita masih mampu menghibur orang lain. Dalam kondisi Anda sekarang, bagaimana Anda dapat membagikan sukacita kepada orang lain?—HT

ADA SUKACITA YANG TAK DAPAT HILANG
DALAM DIRI SETIAP ORANG PERCAYA
March 11, 2013, 04:39:49 AM
Reply #69
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23190
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
Quote
http://www.renunganharian.net/index.php/2013/
http://www.renunganharian.net/index.php/2013/35-maret/590-menolak-hadiah-mobil.html

MENOLAK HADIAH MOBIL

    Diterbitkan hari Senin, 11 Maret 2013 00:00
    Ditulis oleh Stephanus Junianto
    Dibaca: 134 kali

Baca: Kejadian 23:1-20

Sesungguhnya, jika engkau suka, dengarkanlah aku: aku membayar harga ladang itu; terimalah itu dari padaku, supaya aku dapat menguburkan isteriku yang mati itu di sana. (Kejadian 23:13)


Bacaan Alkitab Setahun:
Ulangan 29-31



Pasangan Jokowi-Ahok sukses dalam pemilihan gubernur DKI Jakarta 2012. Untuk merayakannya, tim relawan memberikan kejutan kepada Jokowi. Mereka mengumpulan sumbangan untuk membelikan mobil baginya. Akan tetapi, Jokowi memutuskan untuk menolak pemberian tersebut. Menurut saya, ada pertimbangan mendasar yang melandasi penolakannya tersebut.

Peristiwa itu mengingatkan saya pada sikap Abraham ketika Sara meninggal dunia. Ia ingin memakamkan istrinya di tempat terbaik, yaitu di Gua Makhpela milik Efron bin Zohar orang Het. Meskipun Tuhan sudah berjanji kepada Abraham bahwa keturunannya akan menduduki Kanaan, dengan rendah hati ia sujud kepada bani Het dan bermaksud membeli gua itu dengan harga penuh. Sebaliknya, para pemimpin bani Het, yang sangat menghormati Abraham dan menganggapnya sebagai raja agung, dengan sukarela hendak menghadiahkan tanah itu. Abraham menolak pemberian itu. Ia ingin memakamkan istrinya dengan sebaik mungkin tanpa membebani pihak lain. Kelak tanah itu menjadi makam keluarga bagi Abraham, Ishak, dan Yakub, para leluhur Israel.

Saat kita sukses atau menempati kedudukan tinggi, barangkali ada orang yang menunjukkan perhatian khusus dengan menawarkan halhal yang sangat berharga. Sebelum menerimanya, pertimbangkanlah dengan sungguh-sungguh, apakah hal itu tidak berlawanan dengan prinsip yang kita pegang. Apakah kita dapat menerimanya dengan hati nurani yang murni? Apakah kita tidak sedang menyalahgunakan kedudukan demi kepentingan pribadi?—SJ

KESUKSESAN DAN KEDUDUKAN BUKAN UNTUK KEPENTINGAN PRIBADI,
MELAINKAN UNTUK MELAYANI SESAMA SECARA LEBIH EFEKTIF
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)