Author Topic: Renungan Harian®  (Read 112055 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

March 12, 2013, 05:35:25 AM
Reply #70
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23190
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
Quote
http://www.renunganharian.net/index.php/2013/
http://www.renunganharian.net/index.php/2013/35-maret/591-kesempatan-kedua.html

KESEMPATAN KEDUA

    Diterbitkan hari Selasa, 12 Maret 2013 00:00
    Ditulis oleh Hembang Tambun
    Dibaca: 273 kali

Baca: Kisah 15:35-41

Barnabas membawa Markus juga sertanya berlayar ke Siprus. (Kisah Para Rasul 15:39)


Bacaan Alkitab Setahun:
Ulangan 32-34



Yohanes Markus telah terbukti gagal dalam pelayanan. Ia pernah melayani bersama Paulus dan Barnabas, lalu meninggalkan mereka (Kis. 13:13). Beberapa waktu kemudian, ketika Paulus dan Barnabas hendak mengunjungi kembali jemaat yang mereka rintis, Barnabas hendak mengikutkan Markus, yang adalah kemenakannya sendiri (Kol. 4:10). Paulus tidak setuju. Akibatnya terjadi perselisihan tajam antara Paulus dan Barnabas. Tim mereka pecah, namun pelayanan tetap berjalan.

Bertahun-tahun kemudian, Markus terbukti menjadi seorang pelayan yang setia. Paulus sendiri, yang pernah menolaknya, merasakan bahwa pelayanan Markus penting baginya (2 Tim. 4:11). Markus menjadi penolong bagi Paulus pada masa tuanya. Petrus sendiri menyebut Markus sebagai anaknya (1 Ptr. 5:13). Bahkan, Markus juga meninggalkan sebuah warisan sangat berharga bagi semua orang percaya, yaitu tulisannya yang termaktub menjadi “Injil Markus” di dalam Alkitab. Markus meraih kesempatan kedua yang diberikan Barnabas dan membuktikan diri sebagai murid Kristus yang gemilang.

Setiap orang pasti pernah gagal di berbagai bidang: studi, karier, relasi, pelayanan, dll. Namun, kegagalan bukanlah menjadi akhir. Tuhan tidak akan membuang Anda, melainkan memberi Anda kegigihan untuk bangkit kembali. Akhir perjuangan Anda ditentukan oleh seberapa gigih Anda berjuang membalikkan keadaan: dari seorang pecundang menjadi pemenang, dari seorang yang gagal menjadi sukses, dari seorang yang mengecewakan menjadi seorang yang menginspirasi.—HT

KESEMPATAN KEDUA MEMBERI ANDA PELUANG
UNTUK MENUNJUKKAN SISI GEMILANG DIRI ANDA
March 13, 2013, 04:48:47 AM
Reply #71
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23190
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
Quote
http://www.renunganharian.net/index.php/2013/
http://www.renunganharian.net/index.php/2013/35-maret/592-memadamkan-kejahatan.html

MEMADAMKAN KEJAHATAN

    Diterbitkan hari Rabu, 13 Maret 2013 00:00
    Ditulis oleh Togar Sianturi
    Dibaca: 215 kali

Baca: Roma 12:15-21

Janganlah kamu dikalahkan oleh kejahatan, tetapi kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan! (Roma 12:21)


Bacaan Alkitab Setahun:
Yosua 1-3



Sekian tahun yang lalu saya dihina oleh orang yang akan menyewakan rumahnya kepada kami sekeluarga. Sebenarnya, pemicu masalahnya adalah kesalahan komunikasi antara dia dan istrinya. Namun, ia tidak mau mengakuinya dan malah merendahkan saya. Saya keluar dari rumahnya sambil mendoakan hal-hal yang jelek baginya. Saya pergi dengan perasaan terluka dan tersiksa.

Beberapa tahun kemudian, saya kembali difitnah oleh seorang ibu yang akan melanjutkan kontrakan rumah kami. Bedanya, kali ini saya dapat berdoa dengan tulus, agar ia dapat akur dengan suaminya dan berbahagia. Setelah berdoa seperti itu, saya tidak lagi merasa sakit hati kepada ibu itu, malah menjadi bersemangat dan bersukacita.

Tidak jarang kita berpikir bahwa kita sebaiknya berdiam diri saja saat dianiaya atau diperlakukan dengan jahat oleh orang lain. Kita tidak perlu membalas kejahatan itu. Firman Tuhan mendorong kita untuk melangkah lebih jauh. Kita diperintahkan untuk melawan kejahatan dan mengalahkannya. Bukan dengan membalas berbuat jahat, melainkan dengan berbuat baik pada si pelaku kejahatan.

Jika kita melawan kejahatan dengan kejahatan, berarti kejahatan semakin berkembang. Sekalipun tampaknya ada yang menang, sesungguhnya kejahatan hanya mendatangkan siksaan dan penderitaan bagi semua pihak. Untuk memadamkan kejahatan, kita harus menggunakan penangkalnya: kebaikan. Ketika kita memilih untuk melawan kejahatan dengan mengampuni dan mengasihi pelakunya, sukacita dan damai sejahtera akan merebak.—TS

KEJAHATAN TIDAK SEPATUTNYA DIBIARKAN DAN DIDIAMKAN,
MELAINKAN HARUS DIPADAMKAN DAN DIKALAHKAN DENGAN KEBAIKAN
March 14, 2013, 04:53:06 AM
Reply #72
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23190
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
Quote
http://www.renunganharian.net/index.php/2013/
http://www.renunganharian.net/index.php/2013/35-maret/593-observasi-dalam-iman.html

OBSERVASI DALAM IMAN

    Diterbitkan hari Kamis, 14 Maret 2013 00:00
    Ditulis oleh Alison Subiantoro
    Dibaca: 202 kali

Baca: Amsal 9:1-10

Permulaan hikmat adalah takut akan TUHAN, dan mengenal Yang Mahakudus adalah pengertian. (Amsal 9:10)


Bacaan Alkitab Setahun:
Yosua 4-6



Banyak dari kita yang dididik dengan sistem yang memisahkan antara observasi ilmiah dan iman. Kita diajarkan bahwa planet bergerak karena gaya gravitasi. Titik! Tidak diajarkan bahwa pergerakan planet tersebut berlangsung karena ada Pribadi Ilahi yang mengatur alam semesta.

Pola pikir semacam ini selanjutnya membentuk cara pandang kita terhadap hal-hal di sekitar kita. Kita terbiasa mengobservasi kejadian di sekitar kita hanya berdasarkan pada apa yang terlihat, tanpa mengkaitkannya dengan iman.

Sikap ini sebetulnya tidak sesuai dengan apa yang kita baca dalam perikop Alkitab hari ini. Di situ dikatakan bahwa untuk memperoleh pengetahuan dan hikmat, takut akan Tuhan adalah syarat mutlaknya (ay. 10). Ini berarti pengetahuan yang benar sebetulnya hanya bisa didapatkan di dalam iman. Ketika sebuah fakta diobservasi terlepas dari iman, banyak hikmat dan pengetahuan yang hilang begitu saja.

Mari kita ambil contoh proses penerbitan RH yang sedang Anda baca ini. Sepintas lalu tampaknya tidak ada yang spesial di sana. Tetapi, kalau kita observasi proses tersebut dalam iman, kita menemukan bagaimana Allah menginspirasi para penulis, memberi hikmat bagi redaksi dalam penyuntingan, menyediakan penerbit, menjaga selama proses pengiriman sampai renungan ini tiba di tangan Anda. Kita mendapati betapa Allah bekerja dalam segala hal dan betapa kita bergantung satu sama lain. Kita juga melihat betapa banyak hikmat yang bisa kita peroleh ketika kita mengobservasi sesuatu dalam iman.—ALS

MENGOBSERVASI DALAM IMAN MENELURKAN HIKMAT
DAN PENGETAHUAN YANG MELIMPAH
March 15, 2013, 04:58:26 AM
Reply #73
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23190
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
Quote
http://www.renunganharian.net/index.php/2013/
http://www.renunganharian.net/index.php/2013/35-maret/594-ayah-sejati.html

AYAH SEJATI

    Diterbitkan hari Jum'at, 15 Maret 2013 00:00
    Ditulis oleh Agustina Wijayani
    Dibaca: 212 kali

Baca: Kejadian 7

Pada hari itu juga masuklah Nuh serta Sem, Ham dan Yafet, anak-anak Nuh, dan isteri Nuh, dan ketiga isteri anak-anaknya bersama-sama dengan dia, ke dalam bahtera itu. (Kejadian 7:13)


Bacaan Alkitab Setahun:
Yosua 7-8



Paus Yohanes XXIII pernah berkata, ”Seorang ayah bisa dengan mudah memiliki anak. Jauh lebih sulit bagi seorang anak untuk bisa memiliki ayah yang sejati.” Sebuah pernyataan yang menggelitik, tetapi diam-diam kita benarkan. Memang, sekadar menjadi ayah sangat berbeda dengan menjadi ayah sejati. Ayah sejati mengesampingkan kepentingan dirinya sendiri sejak ia memiliki anak. Ayah sejati mendampingi dengan kasih saat sang anak tertatih belajar menjalani hidup. Ayah sejati tak hanya mempersiapkan warisan duniawi, tetapi menurunkan iman yang membawa pada hidup kekal.

Sebagai ayah, Nuh menunjukkan tanggung jawabnya sebagai pemimpin yang mengarahkan hidup seluruh keluarganya. Walau dunia tempat tinggal mereka sudah begitu kacau karena kejahatan dan ketidaktaatan, Nuh tetap bertahan hidup benar dan tidak bercela (Kej. 6:9). Tentu itu bukan hal mudah baginya. Namun ia sanggup melakukannya, karena ia bergaul karib dengan Tuhan. Tak heran ia mendapat kasih karunia istimewa dari Tuhan. Dan, tak berhenti di situ saja. Ia menurunkan kepercayaannya itu kepada seluruh keluarganya. Buktinya, di tengah masyarakat yang bersikeras tak mau mendengar peringatan Nuh, istri, anak, dan menantunya masih mau percaya dan mengikutinya. Dan, ketika mereka mengikuti pimpinan Nuh, mereka pun selamat dari kebinasaan (Kej. 7:23).

Para ayah, di tangan Anda ada mandat Tuhan untuk memimpin keluarga Anda pada kehidupan sejati dalam Kristus. Hiduplah karib dengan Tuhan, maka seluruh keluarga Anda akan mengikuti dengan rela, percaya, dan sukacita.—AW

KETIKA AYAH MENELADANKAN KETAATAN KEPADA TUHAN,
MAKA KELUARGA AKAN MEMBERI RESPON YANG SEPADAN
March 16, 2013, 05:07:32 AM
Reply #74
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23190
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
Quote
http://www.renunganharian.net/index.php/2013/
http://www.renunganharian.net/index.php/2013/35-maret/594-ayah-sejati.html

AYAH SEJATI

    Diterbitkan hari Jum'at, 15 Maret 2013 00:00
    Ditulis oleh Agustina Wijayani
    Dibaca: 2774 kali

Baca: Kejadian 7

Pada hari itu juga masuklah Nuh serta Sem, Ham dan Yafet, anak-anak Nuh, dan isteri Nuh, dan ketiga isteri anak-anaknya bersama-sama dengan dia, ke dalam bahtera itu. (Kejadian 7:13)


Bacaan Alkitab Setahun:
Yosua 7-8



Paus Yohanes XXIII pernah berkata, ”Seorang ayah bisa dengan mudah memiliki anak. Jauh lebih sulit bagi seorang anak untuk bisa memiliki ayah yang sejati.” Sebuah pernyataan yang menggelitik, tetapi diam-diam kita benarkan. Memang, sekadar menjadi ayah sangat berbeda dengan menjadi ayah sejati. Ayah sejati mengesampingkan kepentingan dirinya sendiri sejak ia memiliki anak. Ayah sejati mendampingi dengan kasih saat sang anak tertatih belajar menjalani hidup. Ayah sejati tak hanya mempersiapkan warisan duniawi, tetapi menurunkan iman yang membawa pada hidup kekal.

Sebagai ayah, Nuh menunjukkan tanggung jawabnya sebagai pemimpin yang mengarahkan hidup seluruh keluarganya. Walau dunia tempat tinggal mereka sudah begitu kacau karena kejahatan dan ketidaktaatan, Nuh tetap bertahan hidup benar dan tidak bercela (Kej. 6:9). Tentu itu bukan hal mudah baginya. Namun ia sanggup melakukannya, karena ia bergaul karib dengan Tuhan. Tak heran ia mendapat kasih karunia istimewa dari Tuhan. Dan, tak berhenti di situ saja. Ia menurunkan kepercayaannya itu kepada seluruh keluarganya. Buktinya, di tengah masyarakat yang bersikeras tak mau mendengar peringatan Nuh, istri, anak, dan menantunya masih mau percaya dan mengikutinya. Dan, ketika mereka mengikuti pimpinan Nuh, mereka pun selamat dari kebinasaan (Kej. 7:23).

Para ayah, di tangan Anda ada mandat Tuhan untuk memimpin keluarga Anda pada kehidupan sejati dalam Kristus. Hiduplah karib dengan Tuhan, maka seluruh keluarga Anda akan mengikuti dengan rela, percaya, dan sukacita.—AW

KETIKA AYAH MENELADANKAN KETAATAN KEPADA TUHAN,
MAKA KELUARGA AKAN MEMBERI RESPONS YANG SEPADAN
March 17, 2013, 04:10:31 AM
Reply #75
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23190
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
Quote
http://www.renunganharian.net/index.php/2013/
http://www.renunganharian.net/index.php/2013/35-maret/596-muslihat-kuda-troya.html

MUSLIHAT KUDA TROYA

    Diterbitkan hari Minggu, 17 Maret 2013 00:00
    Ditulis oleh Susanto
    Dibaca: 110 kali

Baca: Efesus 6:10-20

... perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi… melawan roh-roh jahat di udara. (Efesus 6:12)


Bacaan Alkitab Setahun:
Yosua 11-13



Pasukan Yunani, setelah mengepung Troya selama sepuluh tahun tanpa hasil, membuat kuda-kudaan raksasa dan mengisinya dengan prajurit pilihan. Mereka lalu pura-pura berlayar pergi. Warga Troya menganggap patung kuda itu sebagai trofi kemenangan dan menyeretnya ke dalam benteng. Malamnya, prajurit Yunani keluar dari perut kuda, membukakan gerbang bagi prajurit lain yang menunggu di luar, dan menaklukkan Troya.

Kita orang percaya juga hidup dalam peperangan. Bukan peperangan fisik, tapi peperangan rohani yang tak kelihatan. Musuh kita digambarkan sebagai para penguasa, kuasa dunia yang gelap, dan roh-roh di udara. Mereka sangat jahat dan licik, dengan penuh tipu daya dapat menyusup ke dalam benteng pertahanan orang percaya untuk merusak kesatuan dan mencemari kesucian hidup orang beriman. Mereka menyerang dan membengkokkan lembaga yang dipandang sakral (seperti perkawinan, gereja, pengadilan), profesi yang dianggap mulia (seperti guru, pendeta, dokter, hakim), dan nilai-nilai kebajikan yang luhur.

Tuhan sudah menyediakan perlengkapan senjata rohani yang lengkap dan penuh kuasa (ay. 13-16) untuk menghadapi tipu daya musuh. Kita perlu berdiri teguh dalam kemenangan yang telah diraih Kristus, menggunakan pedang roh, yaitu Firman Tuhan, dan bersandar pada Allah dalam doa (ay. 10, 17, 18). Anugerah-Nya memampukan kita untuk hidup sebagai manusia baru yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya (Ef. 4:24).—SST

KEGELAPAN HANYA DAPAT DIUSIR OLEH TERANG,
TIPU MUSLIHAT HANYA DAPAT DIPATAHKAN OLEH KEBENARAN
March 18, 2013, 04:58:08 AM
Reply #76
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23190
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
Quote
http://www.renunganharian.net/index.php/2013/35-maret.html
http://www.renunganharian.net/index.php/2013/35-maret/597-cinta-lea.html

CINTA LEA

    Diterbitkan hari Senin, 18 Maret 2013 00:00
    Ditulis oleh Redaksi
    Dibaca: 175 kali

Baca: Kejadian 29:31-35

Ketika TUHAN melihat, bahwa Lea tidak dicintai, dibuka-Nyalah kandungannya, tetapi Rahel mandul. (Kejadian 29:31)


Bacaan Alkitab Setahun:
Yosua 14-16



Usianya sudah lebih dari setengah abad. Perawakannya tinggi langsing, kulitnya putih, dan parasnya elok. Bisa diduga, ia dulu dipuja banyak pria. Ternyata kisah cintanya tak berjalan mulus. Selama puluhan tahun, suaminya hidup dengan perempuan lain tanpa menceraikannya. Kini suaminya kembali padanya. Tidak lagi dengan dompet yang tebal. Tidak lagi dengan tubuh yang gagah. Ya, tubuh sang suami telah digerogoti kanker dan tabungannnya menipis. Namun, ibu itu bersedia merawat suaminya sampai sang suami meninggal dunia.

Lea pun mengalami ujian berat dalam pernikahannya. Bayangkan. Pada hari pertama saja sang suami, Yakub, merasa dibohongi karena bukan Rahel yang disuntingnya. Belum lagi, ia tetap harus mendampingi Yakub dan menyaksikan laki-laki itu bekerja keras demi mempersunting perempuan lain. Kemudian, ia juga harus hidup berdampingan dengan Rahel, perempuan yang lebih dicintai oleh suaminya. Kita tentu maklum jika Lea merasa tertolak dan batinnya tertekan.

Dalam era ketika banyak rumah tangga gagal akibat maraknya perceraian, Lea dapat dijadikan cermin ketegaran dalam pernikahan. Tentu saja, dalam konteks masa kini, kita bukan hendak menyokong budaya poligami. Yang hendak disoroti adalah kekuatan cinta dalam memelihara keutuhan keluarga. Ya, kita dapat menduga, yang membuat Lea sanggup bertahan tentulah cintanya yang kuat terhadap sang suami. Tuhan antara lain memberkatinya dengan mengaruniakan anak-anak, anak-anak yang nantinya menjadi leluhur bangsa Israel.—YOE

CINTA SEJATI BUKAN MENGUNGKUNG DAN MEMBELENGGU
CINTA SEJATI MEMELIHARA DAN MEMERDEKAKAN

March 19, 2013, 04:54:55 AM
Reply #77
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23190
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
Quote
http://www.renunganharian.net/index.php/2013/35-maret.html
http://www.renunganharian.net/index.php/2013/35-maret/598-1000-kelereng.html

1.000 KELERENG

    Diterbitkan hari Selasa, 19 Maret 2013 00:00
    Ditulis oleh Agustina Wijayani
    Dibaca: 239 kali

Baca: Matius 6:25-34

Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kehendak-Nya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. (Matius 6:33)


Bacaan Alkitab Setahun:
Yosua 17-19



Jeffrey Davis menulis buku berjudul 1.000 Marbles (1.000 kelereng) karena tergugah ajakan seorang penyiar senior dalam acara radionya. Si penyiar mengajak para pendengar untuk selalu menata prioritas karena masa hidup manusia ada batasnya. Jika seseorang hidup hingga usia 75 tahun, maka dikalikan dengan 52 (jumlah minggu dalam setahun), berarti orang itu memiliki 3.900 pekan yang bisa ia pergunakan dengan cara terbaik.

Saat itu si penyiar sudah berusia 55 tahun. Jadi, andai ia diberi hidup sampai usia 75, berarti ia tinggal punya 1.000 minggu lagi! Ia bergegas ke toko mainan. Membeli 1.000 kelereng. Lalu menaruhnya di toples kaca. Setiap minggu ia akan mengeluarkan satu kelereng dan membuangnya. Sejak itu, berkurangnya kelereng di dalam toples memperingatkannya betapa ia harus memanfaatkan waktu sebaik mungkin. Ia mesti menata prioritas hidup secara benar dan mengutamakan hal yang terpenting.

Tanpa menata prioritas, kita akan membuang banyak waktu secara percuma untuk hal yang kurang penting atau bahkan yang tak berguna. Sebaliknya, prioritas yang benar mengarahkan kita pada tujuan utama kita: memuliakan nama-Nya. Melalui segala hal dalam hidup kita. Jadi, sudahkah kita mencari Kerajaan Allah? Sudahkah keluarga kita memuliakan Dia? Sudahkah pekerjaan kita memancarkan kemurahan-Nya? Sudahkah pelayanan kita menyatakan kebesaran kuasa-Nya? Carilah dahulu Kerajaan Allah. Maka, semua yang kita perlukan, tak usah kita khawatirkan, karena Dia akan mencukupkan.—AW

JANGAN TENGGELAM DALAM AKTIVITAS DAN RUTINITAS
BERILAH PRIORITAS PADA KRISTUS DI TEMPAT TERATAS
March 20, 2013, 05:00:31 AM
Reply #78
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23190
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
Quote
http://www.renunganharian.net/index.php/2013/35-maret.html
http://www.renunganharian.net/2013/35-maret/599-suka-di-balik-duka.html

SUKA DI BALIK DUKA

    Diterbitkan hari Rabu, 20 Maret 2013 00:00
    Ditulis oleh Eddy Nugroho
    Dibaca: 240 kali

Baca: Yohanes 16:16-24

Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Kamu akan menangis dan meratap, tetapi dunia akan bergembira; kamu akan berdukacita, tetapi dukacitamu akan berubah menjadi sukacita. (Yohanes 16:20)


Bacaan Alkitab Setahun:
Yosua 20-21



Sewaktu istri saya melahirkan anak sulung kami, ia menanggung kesakitan yang luar biasa, hampir tak tertahankan. “Mau mati rasanya,” katanya. Anehnya, begitu ia mendengar suara tangis perdana bayinya, rasa sakit bersalin itu seakan-akan lenyap tertelan oleh sukacita yang tak terkatakan. Ia merasa menjadi seorang perempuan yang sempurna karena telah melahirkan seorang bayi.

Ketika mempersiapkan para murid menjelang penyaliban-Nya, Tuhan Yesus mengingatkan bahwa mereka juga akan mengalami pengalaman dramatis. Mirip dengan pengalaman seorang ibu yang melahirkan: kesakitan disusul dengan sukacita. Murid-murid juga akan menanggung dukacita yang mendalam karena kematian Guru mereka. Namun, dukacita mereka tidak akan berlangsung selamanya. Tuhan mereka tidak akan seterusnya berada di dalam kubur, tetapi akan bangkit dari antara orang mati. Dukacita mereka digantikan oleh sukacita yang mengubahkan hidup secara radikal: dari murid-murid yang ketakutan menjadi pemberita kabar baik yang tak takut pada ancaman hukuman mati. Kematian bukan lagi ancaman bagi mereka karena Tuhan mereka telah mengalahkan dosa dan maut.

Sebagai orang Kristen, kita bukan bersukacita karena segala keinginan kita terpenuhi. Kita bersukacita karena kita telah diselamatkan oleh kematian dan kebangkitan Yesus Kristus. Itulah sukacita yang kekal, sukacita yang tidak dapat dirampas oleh penderitaan atau penganiayaan, dan tidak binasa oleh sengat maut sekalipun. Bersukacitalah!—ENO

DUKACITA YANG MENDALAM TIDAK JARANG
MERUPAKAN PINTU MENUJU SUKACITA TAK TERKIRA
March 21, 2013, 04:57:33 AM
Reply #79
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23190
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
Quote
http://www.renunganharian.net/index.php/2013/35-maret.html
http://www.renunganharian.net/2013/35-maret/600-bintang-dunia.html

BINTANG DUNIA

    Diterbitkan hari Kamis, 21 Maret 2013 00:00
    Ditulis oleh Togar Sianturi
    Dibaca: 203 kali

Baca: Matius 2:1-12

Ketika melihat bintang itu, mereka sangat bersukacita. (Matius 2:10)


Bacaan Alkitab Setahun:
Yosua 22-24



Josh McDowell, dalam buku Evidence That Demands a Verdict, bercerita tentang Pdt. Joon Gon Kim, direktur Campus Crusade for Christ Korea, yang harus menyaksikan pembantaian atas keluarganya. Istri dan ayahnya dibunuh di hadapannya oleh tentara komunis, yang semuanya adalah orang sekampung yang ia kenal. Kim sendiri dipukuli dan ditinggalkan dalam keadaan setengah mati. Tetapi, Kim memohon agar Allah memberinya kasih bagi jiwa-jiwa musuhnya. Kim membawa 30 orang komunis kepada Kristus, termasuk pemimpin pasukan yang bertanggung jawab atas kematian orang-orang yang dikasihinya.

Seperti bintang timur yang menuntun orang Majus untuk menemui sang Raja, membawa persembahan, dan sujud menyembah kepada-Nya, kita adalah bintang dunia pada masa kini. Kita mendapatkan tugas istimewa untuk menuntun orang kepada sang Raja dan mempersembahkan diri mereka sendiri sebagai persembahan yang hidup bagi-Nya.

Apabila kita mengerti nilai jiwa-jiwa di hadapan Kristus, seperti Pdt. Joon Gon Kim, kita akan mengedepankan pemberitaan kabar baik lebih dari berkubang dalam rasa sakit hati dan berbagai persoalan pribadi. Kita adalah sinar terang yang Tuhan gunakan untuk mewartakan sukacita bagi dunia ini.

Kita masing-masing pasti memiliki kesaksian tentang Kristus yang dapat dibagikan. Kita dapat berdoa agar Tuhan hari ini membukakan jalan untuk membagikannya kepada orang yang kita temui. Kita dapat menjadi bintang yang bersinar di dunia dan menuntun banyak jiwa kepada-Nya.—TS

TUHAN MENETAPKAN KITA SEBAGAI TERANG DUNIA
BERCAHAYALAH SEHINGGA DUNIA MELIHAT KEMULIAAN ALLAH
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)