Author Topic: Rehobot Literature Ministries  (Read 99805 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

January 02, 2013, 07:21:02 AM
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 19615
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://english.truth-media.com/the-greatness-of-gods-creation
gue copy & paste, buat ente dan ente (ente2) :

January 2

Bible in a year: John 3-4

God does not want a person to be ignorant but it does not mean He makes someone automatically intelligent.  God does not want poverty but it does not mean that He makes someone instantly rich. God does not want laziness but it does not mean He makes someone spontaneously diligent.  God does not want a person to be ill but it does not mean he becomes healthy by himself or automatically.  God does not want a premature death but it does not mean He grants longevity automatically.  In this case, God wants man to take responsibility for all aspects of his life.  The earth cannot be enjoyed without being cultivated by human hand.  God created the earth in a state that required to be worked on or crude state.  That is why the Lord commanded man to cultivate the earth not because God was not able to develop His own creation but He gave the responsibility to mankind to show man’s greatness who was created in His likeness and image.

The same mechanism also applies to the salvation process.  God provides the salvation freely through the atonement of His sacrifice, the Holy Spirit, the Word or the Gospel and the cultivation all the events of one’s life and it is up to man to take advantage of it.  The manner of the salvation process parallels the journey of the Israelites from Egypt to Canaan.  God gave the means for deliverance that the Israelites never possessed because of their helplessness but it was up to their persistence and obedience to God whether they would make it to Canaan.  The same principle can be seen in how Lot’s family escaped from Sodom and Gomorrah.  God prepared the way for Lot’s family to be saved but it did not mean that all would be saved automatically.  The salvation was conditional that they were not allowed to turn back.  Lot’s wife perished for not complying with God’s command.  The Lord Jesus cited this fragment so believers would not repeat the same mistake as Lot’s wife (Luke 17: 32).  To turn back means they still love this world and they are not really willing to be saved.  People who do not have this willingness cannot be changed by God.  If a person cannot be changed it means the salvation process has failed, for it is through salvation God restores man to His original plan.



susah bahasa inggris ? sama.  lihat translatenya di bawah:
January 02, 2013, 07:25:11 AM
Reply #1
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 19615
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
susah bahasa inggris ? sama.  lihat translatenya di bawah:

translate:
http://www.truth-media.com/keagungan-makhluk-ciptaan

Tuhan tidak menghendaki seseorang berkeadaan bodoh, tetapi bukan berarti Dia membuat seseorang dengan sendirinya atau secara otomatis menjadi cerdas. Tuhan tidak menghendaki kemiskinan tetapi bukan berarti Dia membuat seseorang menjadi kaya secara otomatis. Tuhan tidak menghendaki kemalasan tetapi bukan berarti Tuhan membuat seseorang menjadi rajin secara otomatis. Tuhan tidak menghendaki seseorang
mengalami sakit penyakit, tetapi bukan berarti seseorang bisa menjadi sehat secara otomatis. Tuhan tidak menginginkan kematian dini, tetapi bukan berarti Tuhan membuat seseorang panjang umur secara otomatis.
Dalam hal ini Tuhan menghendaki suatu tanggung jawab atas seluruh aspek kehidupan. Bumi ini sendiri juga tidak bisa dinikmati tanpa penggarapan tangan manusia. Bumi diciptakan Tuhan dalam keadaan yang harus diolah atau bisa dikatakan mentah. Itulah sebabnya Tuhan memerintahkan manusia untuk mengelola bumi. Hal ini terjadi bukan karena Tuhan tidak sanggup mengelola sendiri bumi yang diciptakan-Nya. Tetapi Allah memberi tanggung jawab kepada manusia. Tanggung jawab yang diberikan Allah kepada manusia ini menunjukkan keagungan manusia yang diciptakan menurut rupa dan gambar-Nya.

Mekanisme ini juga berlaku pada proses keselamatan. Tuhan menyediakan fasilitas keselamatan dengan cuma-cuma dan manusia harus memanfaatkannya. Fasilitas itu adalah Penebusan oleh korban-Nya, Roh
Kudus, Firman atau Injil dan penggarapan Allah melalui segala peristiwa kehidupan. Hal keselamatan ini paralel dengan perjalanan bangsa Israel dari Mesir ke Kanaan. Allah memberikan fasilitas pembebasan yang tidak akan pernah bisa dimiliki bangsa Israel karena ketidak berdayaannya, tetapi apakah bangsa itu sampai tanah Kanaan atau tidak, tergantung dari ketekunan dan penurutannya terhadap Allah. Hal ini juga paralel dengan peristiwa keluarga Lot yang keluar dari Sodom dan Gomora. Proyek keselamatan disediakan oleh Allah bagi keluarga Lot tetapi bukan berarti mereka otomatis bisa selamat semua. Keselamatan tetap bersyarat. Syaratnya adalah tidak boleh menoleh ke belakang. Istri Lot binasa sebab ia tidak menuruti perintah Tuhan. Fragmen ini dikutip oleh Tuhan Yesus, agar orang percaya tidak melakukan kesalahan seperti istri Lot (Luk. 17:32). Menoleh ke belakang maksudnya masih mengasihi dunia ini dan tidak sungguh-sungguh bersedia diselamatkan. Orang-orang yang tidak memiliki kesediaan ini tidak akan dapat diubah oleh Tuhan. Ini berarti proses keselamatan gagal, sebab keselamatan adalah usaha Tuhan mengembalikan manusia kepada rancangan-Nya.

Tanggung jawab yang diberikan Allah kepada manusia menunjukkan keagungan manusia yang diciptakan menurut rupa dan gambar-Nya.




January 03, 2013, 04:59:15 AM
Reply #2
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 19615
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://english.truth-media.com/it-is-not-automatic


January 3

Bible in a year: John 5-6


One of the misconceptions in a believer’s mind is that salvation is an automatic process that takes place by itself in one’s life.  This is an incorrect view.   Salvation has a difficult goal of returning man to the God’s original plan, which is to create man in His likeness and image and whose thoughts and feelings are in line with God.  That is why the Word of God clearly states that believers must have the thoughts and feelings found in Christ Jesus. In order to realize this, one must attempt to desperately work out his salvation with fear and trembling; it is not automatic (Phi 2:12).  If one tries hard then it is God who will work within him on his will and do according to His grace.  But God cannot do His work on a person that has no intention to be saved.  If we say that man’s intention is determined by God then life will be fatalistic because God will now be responsible for everything.  God does not want any person to perish but it does not mean a person is automatically saved (2 Pet 3: 9).  There is a condition that has to be fulfilled; a person is to remain righteous and virtuous according to His desire (2 Pet 3: 11).  In that text it is said that believers can or have a role in hastening the coming of the Lord.  If believers grow in Christ like perfection, thus becoming corpus delicty, the devil’s history will end (Rev 12: 11; 6:11).  This statement is amazing since it defines how the chosen people play a role in ending the history of this world.

Salvation does not happen by itself.  There is a mighty hand that molds the people who love God and give themselves to be worked on by God.  One must have the intention to enter the salvation process by earnestly allowing continually to be formed until the end of his life.  However, reality shows that many Christians are directing their lives only to fulfill their physical needs and they are not serious about their salvation.  They are trying to turn this world into paradise just like those who do not know God (Mat 6: 32 – 33).  People are eager to work hard so they can enjoy the worldly pleasure but they are not doing anything meaningful for their eternal salvation. Many people admit that idleness will produce poverty, therefore many of them study diligently, have careers or businesses but pay no special attention for their eternal life, thinking that eternal salvation will be granted automatically.

Salvation does not happen by itself in one’s life.

translate at bawah:
January 03, 2013, 04:59:45 AM
Reply #3
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 19615
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
translate at bawah:

u r l :
http://www.truth-media.com/bukan-sesuatu-yang-otomatis

Salah satu konsep yang salah dalam pikiran orang percaya adalah bahwa keselamatan merupakan proses otomatis yang berlangsung dengan sendirinya atas hidup seseorang. Ini pandangan yang salah. Keselamatan memiliki proyeksi yang sangat berat yaitu dikembalikannya manusia kepada
 rancangan semula. Rancangan semula Allah adalah menjadikan manusia segambar dengan diri-Nya, dimana manusia memiliki pikiran dan perasaan yang searah dengan Tuhan. Itulah sebabnya Firman Tuhan sangat tegas menyatakan agar orang percaya memiliki pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus. Untuk mewujudkan ini harus diperjuangkan mati-matian, yaitu mengerjakan keselamatan dengan takut
dan gentar; bukan otomatis (Flp. 2:12). Jika seseorang memperjuangkannya maka Allah yang mengerjakan di dalam dirinya baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya. Bagaimana Allah akan mengerjakannya kalau manusia tidak memiliki niat untuk diselamatkan. Kalau ada yang
berpendirian bahwa niat pun Tuhan yang mengerjakan maka kehidupan menjadi fatalistis, sebab Allah harus bertanggung jawab atas segala sesuatu. Tuhan tidak menghendaki seorang pun binasa tetapi bukan berarti
 seseorang secara otomatis bisa selamat (2 Ptr. 3:9).Ada syarat yang harus dipenuhi yaitu hidup suci dan saleh sesuai kehendak-Nya (2 Ptr. 3:11). Dalam teks tersebut bahkan dikatakan bahwa orang percaya dapat
berperan dalam mempercepat kedatangan Tuhan. Kalau orang percaya bertumbuh dalam kesempurnaan seperti Kristus, menjadi  corpus delicty maka sejarah iblis diakhiri (Why. 12:11; 6:11) Pernyataan ini luar
biasa, bahwa umat pilihan bisa berperan dalam mengakhiri sejarah dunia ini.
Keselamatan tidak mungkin berlangsung dengan sendirinya. Ada tangan kuat yang membentuk orang-orang yang mengasihi Tuhan dan yang memberi diri untuk digarap oleh Tuhan. Seseorang harus memiliki niat untuk masuk proses keselamatan dengan bersungguh-sungguh memberi diri dibentuk terus sampai menutup mata. Kenyataannya, banyak orang Kristen yang mengarahkan hidupnya hanya untuk pemenuhan kebutuhan jasmani. Mereka tidak sungguh-sungguh mau diselamatkan. Mereka mengusahakan dunia hari
ini menjadi firdaus sama seperti orang-orang yang tidak mengenal Allah (Mat. 6:32-33). Untuk kesenangan dunia orang bisa bekerja keras tetapi untuk keselamatan abadinya tidak berbuat sesuatu yang berarti. Banyak orang mengakui bahwa kemalasan akan membuahkan kemiskinan. Itulah sebabnya banyak orang rajin studi, berkarir, bisnis dan lain sebagainya. Tetapi untuk kehidupan kekalnya mereka tidak memberi perhatian yang serius. Mereka berpikir bahwa keselamatan kekal bisa berlangsung secara
otomatis.

Keselamatan bukanlah kejadian otomatis yang berlangsung dengan sendirinya dalam kehidupan seseorang.




January 04, 2013, 05:15:17 AM
Reply #4
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 19615
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
Making a Paradise on Earth

January 4

Bible in a year: John 7-8

In order that no one becomes a corpus delicty (perfect like the Lord Jesus), the devil tries to direct the focus of attention of the believer to different worldly objects.  Those who are in the secular world will be persuaded to coax themselves to strike it rich and successful using the concepts of the children of the world.  They are misled with the thought that this earth can become heaven.  Such people are always looking for pleasures or enjoyments of life based on worldly matters and they will never comprehend the genuine peace in Christ.  Therefore, they never understand God’s Kingdom because God’s Kingdom is not about eating and drinking but it is all about righteousness, peace and the joy in the Holy Spirit (Rom 14: 17).  It means that they are not living under God’s sovereignty, which makes them rebels since they take ownership and rule their own lives. Indeed, this world could be a paradise but an inferior one and can only offer temporary pleasures.  Furthermore, when a person makes this world as a paradise it means he worships the devil.  Why is that?  It is because one cannot serve two masters.  A Christian must choose and whomever he worships he values more (Greek- proskuneo) in this life.  If God is not the most valuable in this life then it is a betrayal to God.  Unfortunately, the urgency of this struggle is not realized that many people become prisoners of the devil.  If the situation drags on, then they will become the people who will never be saved because they reject the salvation.  While they are euphoric in their religious rituals, they are in fact living as prisoners.  This happens in Christian communities that concentrate on physical prosperities, miracles, spiritual gifts and other teachings that do not emphasize character building and the hope in the new heaven and earth.  Then the false prophets appear and in the name of God they want to help God’s people out of poverties, diseases and other life challenges but they fail to point the way to the Kingdom of Heaven by not teaching the Word of God properly.  They make the church feel that they have become the victorious chosen people who believe they will definitely go to heaven so they do not need to strive towards working out their salvations with fear and trembling anymore.  Because they belittle the effort for salvation, they will never experience the real salvation.

If a person makes this world a paradise, it means he worships the devil.


http://english.truth-media.com/making-a-paradise-on-earth

translate di bawah ini:
January 04, 2013, 05:18:32 AM
Reply #5
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 19615
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
4 Januari 2013

Alkitab dalam setahun: Yohanes 7-8

Supaya tidak ada orang yang menjadi corpus delicty (sempurna seperti Tuhan Yesus), maka iblis berusaha mengarahkan fokus perhatian orang percaya kepada banyak obyek. Mereka yang ada di lingkungan dunia
sekuler akan dibujuk sehingga dapat menyeret dirinya sendiri untuk berusaha menjadi kaya dan berhasil secara konsep anak dunia. Mereka disesatkan dengan berpikir bahwa dunia ini bisa menjadi firdaus.
Orang-orang seperti ini selalu mencari kenikmatan atau sukacita hidup yang bertumpu pada perkara-perkara duniawi. Mereka tidak akan pernah memahami damai sejahtera dalam Kristus yang orisinil. Dengan demikian
mereka tidak pernah mengerti Kerajaan Allah; Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh ROH KUDUS (Rm. 14:17). Ini berarti mereka tidak pernah
hidup dalam pemerintahan Allah. Orang yang tidak hidup dalam pemerintahan Allah adalah pemberontak yang tidak akan dikenal sebagai milik Allah sebab mereka memiliki dan memerintah dirinya. Memang dunia
bisa menjadi firdaus, tetapi firdaus yang tidak berkualitas tinggi dan hanya kenikmatan sementara.Selain itu, jika seseorang menjadikan dunia sebagai firdaus berarti ia menyembah iblis. Mengapa demikian? Sebab
seseorang tidak dapat mengabdi kepada dua tuan. Orang Kristen harus memilih, siapa yang disembahnya, artinya apa yang diberi nilai tinggi (Yun. proskuneo)dalam kehidupan ini. Jika bukan Tuhan sebagai nilai tertinggi kehidupan ini, maka berarti sebuah pengkhianatan terhadap Tuhan.

Sayang sekali kegentingan dari pergumulan ini tidak disadari, sehingga banyak orang menjadi tawanan iblis. Jika keadaan ini berlarut-larut, maka mereka menjadi orang-orang yang tidak pernah diselamatkan, karena mereka menolak keselamatan tersebut. Sementara itu mereka bereuforia dalam berbagai kegiatan keagamaan, mereka masih hidup sebagai tawanan. Hal ini terjadi pada komunitas-komunitas Kristen yang
menekankan kemakmuran jasmani, mujizat, karunia roh dan berbagai pengajaran yang tidak menekankan pembentukan karakter dan harapan langit baru dan bumi yang baru. Muncul nabi-nabi palsu yang mengatas namakan Tuhan mau menolong umat Tuhan dari kemiskinan, sakit penyakit dan persoalan hidup lainnya, tetapi tidak menunjukkan jalan menunju Kerajaan Sorga dengan mempelajari Firman Tuhan dengan benar. Mereka membuat jemaat merasa sudah menjadi umat pilihan yang berkemenangan dan
berkeyakinan pasti masuk Sorga. Sehingga mereka tidak perlu bergumul untuk mengerjakan keselamatan dengan takut dan gentar. Karena menganggap remeh perjuangan keselamatan, maka mereka tidak pernah mengalami keselamatan yang sejati.

Jika seseorang menjadikan dunia sebagai firdaus berarti ia menyembah iblis.

http://www.truth-media.com/membangun-firdaus-di-bumi
January 05, 2013, 04:37:28 AM
Reply #6
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 19615
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://english.truth-media.com/deviation
Deviation

January 5

Bible in a year: John 9-10

Some Christian communities are taught that God determines who will be saved whilst they do not quite understand what salvation is.  They think salvation is easy to obtain or take place, whereas to actualize the salvation goal one must strive very hard to become perfect as the Father.  If salvation is understood as merely avoiding hell and being allowed to enter heaven, then there would not be any attempt to have the mind and heart of Jesus or to be perfect (Phi 2: 5 – 7).  This deception is not only happening among lay Christians in the church environment but also in the midst of theology students.  It is true that this deception is not too severe but it will result in less or no development of believers’ life quality that is suitable as corpus delicty.  Since it is not considered serious, it is best to replace the word deception with deviation.  They will feel quite satisfied to be good and decent human beings in the eyes of others.  That is the reason why there is no serious effort to leave this world and choose the new heaven and earth.  Being a Christian is an important part of their lives but it is not everything.  They will build a good religious life by packaging well the liturgies as if by doing so they have done a good task in life.

This deviation does not make them evil, immoral or commit acts that violate the laws but it may hinder the believers from reaching the sanctity level of the Lord Jesus.  They study the Bible diligently to be theological, but because of the false salvation concept it does not trigger them to try hard to be perfect as God the Father.  This can also damage their healthy thought pattern because God can now be accused as the cause of the destruction of those who He has decided not to save as a consequence of their reasoning.  This deviation does not condemn one to hell but will make it hard for him to become a corpus delicty.  Those who hold this view include people who are very kind in church.  They are active in various missions and social activities.  Unfortunately, their understanding of the Gospel truth is false because their mind has been clouded by a misconception.  They are certain they will be in heaven without realizing that salvation in the Lord Jesus is not only the means to enter heaven but also to reign with Him.

To actualize the salvation goal, one must strive hard, that is to be perfect as the Father.

versi indonesia di bawah
January 05, 2013, 04:42:31 AM
Reply #7
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 19615
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.truth-media.com/penyimpangan
Penyimpangan

5 Januari 2013

Alkitab dalam setahun: Yohanes 9-10

Di beberapa komunitas Kristen diajarkan bahwa Tuhan menentukan orang-orang yang diselamatkan, sementara mereka tidak mengerti apakah keselamatan itu. Mereka menganggap keselamatan adalah sesuatu yang mudah digelar atau berlangsung, pada hal untuk mewujudkan goal keselamatan seseorang harus berjuang berat, yaitu menjadi sempurna seperti Bapa. Bila keselamatan hanya dipahami terhindar dari neraka dan diperkenankan masuk Sorga, maka tidak perlu ada usaha untuk memiliki pikiran dan perasaan Kristus atau menjadi sempurna (Flp. 2:5-7). Penyesatan ini bukan saja terjadi di kalangan orang-orang Kristen awam yang ada di lingkungan gereja, tetapi bahkan di lingkungan orang-orang yang belajar theologia. Memang penyesatan ini tidak terlalu parah, tetapi akan mengakibatkan tidak atau kurang terbentuknya kehidupan orang percaya yang berkualitas sebagai corpus derlicty.Oleh karena tidak dianggap parah maka sebaiknya kata penyesatan ini diganti dengan kata penyimpangan. Mereka yang menyimpang ini akan merasa cukup puas menjadi manusia yang baik-baik dan santun di mata manusia lain. Itulah sebabnya tidak akan ada perjuangan yang serius meninggalkan dunia ini untuk memilih langit baru dan bumi yang baru. Kekristenan menjadi bagian hidup yang penting tetapi tidak menjadi segala-galanya. Mereka akan membangun kehidupan beragama yang baik dengan mengemas liturgi sebaik-baiknya seakan-akan dengan melakukan hal itu mereka sudah melakukan tugas kehidupan dengan baik.
Penyimpangan ini tidak membuat orang menjadi jahat, amoral atau melakukan tindakan-tindakan yang melanggar hukum. Tetapi penyimpangan ini bisa mengunci banyak orang percaya agar tidak mencapai taraf kesucian seperti Tuhan Yesus Kristus. Mereka belajar Alkitab dengan tekun untuk bisa bertheologia, tetapi karena konsep keselamatannya demikian maka hal itu tidak memicu seseorang untuk berjuang sempurna seperti Allah Bapa. Hal itu juga bisa merusak konstelasi berpikir yang sehat. Sebab Allah bisa tertuduh sebagai penyebab kebinasaan dari orang yang ditentukan tidak selamat. Hal ini tentu saja menjadi konsekuensi logisnya. Penyimpangan ini memang tidak membuat seseorang masuk neraka tetapi sulit untuk dapat menjadi corpus delicty. Mereka yang menganut pandangan ini diantaranya adalah orang-orang yang sangat baik dalam gereja. Mereka pun juga aktif dalam berbagai kegiatan misi dan sosial, Sayang sekali, mereka tidak memahami kebenaran Injil karena pikiran mereka telah dikunci oleh konsep yang salah. Mereka yakin masuk Sorga, pada hal keselamatan dalam Tuhan Yesus bukan hanya menyediakan fasilitas untuk bisa masuk Sorga, tetapi juga memerintah bersama dengan Dia.

Untuk mewujudkan goal keselamatan, seseorang harus berjuang berat, yaitu untuk menjadi sempurna seperti Bapa

January 06, 2013, 04:09:12 AM
Reply #8
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 19615
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://english.truth-media.com/a-greater-purpose

January 6

Bible in a year: John 11-12

Quote

Usually the understanding of taking refuge in God is when a person faces threat, dangers or in need.  If that is the perception, then a person will feel that he needs God more only when he is in any of those situations.  It is not surprising that those who have that mindset will be in touch with the Lord intensively when he is threatened, in danger or has a need that cannot be easily met.  Basically, people like that do not treat God properly.  The same attitude is found in people who would visit the sacred banyan tree when they have problems or need something.  This relationship is based on the principle of benefit and they consider it legitimate, proper and that how God would have wanted it.  This pattern exists in many religions and beliefs and particularly present in the relationship between a person and a supernatural power.  This behavior is very strong and still gripping many Christians.  If it is present in a person’s life then it means that he is not mature spiritually and does not understand the truth because if he knows the truth he will not treat God that way.  In order to treat God appropriately and know one’s place in God’s presence, he must fill his mind with the Word of God.

This ignorance is also fueled by many teachings from the pulpits that promote God incorrectly, as if God is the same as other gods or sacred places.  They draw people to God to resolve problems so their physical needs are met.  Unwittingly, there is an ulterior motive hidden in their efforts when drawing these people to Christianity.  Genuine evangelism from the Lord Jesus makes disciples of all nations.  Being a disciple means to be transformed and no longer of this world.  How naïve it will be if spreading a religion is only to make someone embrace his religion, even to the point of using the sword (violence and coercion).  By forcing other people to adopt their religion, their descendants’ hearts are closed to the Gospel.  It is not intended to make one evil but it will likely eliminate the possibility for that person to become a corpus delicty.  Evangelism does not mean much if it only converts a person to become a Christian (no difference than other religions).  Actually, the important thing is to proclaim the Gospel so that people are saved, that is restored to God’s original plan; to become a corpus delicty (Rom 8: 28 – 30).

Introducing the Almighty God is not to take advantage of Him

but to learn to find our position as obedient children.
January 06, 2013, 04:14:16 AM
Reply #9
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 19615
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.truth-media.com/maksud-utama-yang-lebih-besar
http://english.truth-media.com/

Maksud Utama yang Lebih Besar

January 6th, 2013

Alkitab dalam setahun: Yohanes 11-12

corpus delicty (sempurna seperti Tuhan Yesus)
Quote
Biasanya orang berlindung pada Tuhan ketika menghadapi ancaman atau marabahaya dan sedang membutuhkan sesuatu. Jika demikian, maka orang akan merasa lebih membutuhkan Tuhan atau lebih merasa perlu Tuhan dalam situasi tersebut. Jika mereka dalam situasi hidup yang baik, nyaman dan tenang, belum tentu seintensif itu mereka berurusan dengan Tuhan. Pada dasarnya orang-orang seperti itu tidak memperlakukan Tuhan secara pantas.

Sikap seperti ini seperti sikap orang-orang yang memperlakukan pohon beringin keramat yang dikunjungi hanya ketika bermasalah atau membutuhkan sesuatu. Inilah hubungan yang dilandasi oleh azas manfaat, yaitu umat memanfaatkan Allah. Hal itu dianggap sah-sah saja dan benar. Mereka pikir Allah memang maunya demikian. Pola seperti ini ada dalam banyak agama dan kepercayaan, khususnya pada relasi antara seseorang dengan kuasa supranatural. Irama jiwa seperti ini sangat kuat masih mencengkeram banyak orang Kristen.

Bila hal ini masih ada dalam kehidupan seseorang maka berarti ia belum dewasa dan belum mengerti kebenaran. Bila seseorang mengerti kebenaran, maka tidak akan memperlakukan Tuhan demikian. Jadi, untuk bisa memperlakukan Tuhan secara pantas dan menempatkan diri secara benar di hadapan Tuhan seseorang harus mengisi pikirannya dengan kebenaran Firman Tuhan.

Kebodohan ini juga dipicu oleh ajaran banyak mimbar yang mempromosikan Allah secara keliru, seakan-akan Tuhan sama dengan dewa-dewa atau tempat keramat. Mereka menarik umat datang kepada Tuhan hanya untuk menyelesaikan masalah pemenuhan kebutuhan jasmani.

Tanpa disadari di balik usaha menarik umat untuk menjadi anggota gerejanya terdapat motivasi untuk memanfaatkan mereka. Penginjilan yang murni dari Tuhan Yesus adalah menjadikan semua bangsa murid. Menjadi murid artinya diubah untuk tidak menjadi sama dengan dunia ini. Betapa naifnya, penyebaran agama hanya supaya seseorang memeluk agamanya, bahkan dengan  (kekerasan dan pemaksaan). Seseorang yang tidak dimuridkan memang tidak menjadi jahat, tetapi tertutup  kemungkinannya untuk bisa menjadi corpus delicty. Penginjilan tidak berarti banyak kalau hanya membuat orang beragama Kristen (apa bedanya dengan agama lain). Sebenarnya yang penting adalah memberitakan Injil agar manusia diselamatkan yaitu dikembalikan kepada rancangan Allah semula; menjadi corpus delicty (Rm. 8:28-30).

Memperkenalkan Allah yang berkuasa bukan untuk
memanfaatkan-Nya, tetapi untuk menjadi anak-anak yang taat.
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)