Author Topic: Daily Devotional  (Read 37582 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

September 12, 2019, 02:01:40 PM
Reply #1600
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23149
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16

http://www.bethanygraha.org/id/renungan.php?id_newscat=2&lang=id


12
Sep
Renungan Harian
Kebaikan Bapa Di Surga

Hosea 11; Galatia 4:6

”Umat-Ku betah dalam membelakangi Aku; mereka memanggil kepada Baal dan berhenti meninggikan nama-Ku.”

(Hosea 11:7)

 

Gambaran yang paling sempurna tentang Allah kita adalah gambaran bahwa Allah itu adalah Bapa kita. Seringkali kita tidak mendapatkan figur yang baik tentang bapa duniawi kita. Tidak sedikit bahkan orang Kristen yang masih belum bisa memaafkan bapanya sendiri. Jadi bila kita berkenalan dengan Allah kita sebagai Bapa kita, marilah kita mengubah pandangan kita tentang figur dan citra seorang bapa. Boleh jadi bapa kita di bumi ini begitu jahatnya, tetapi Bapa kita di surga Dia adalah Bapa yang terbaik. Dia mempedulikan kita. Dia menyediakan waktuNya untuk bercakap-cakap dengan kita. Bila kita merindukan dekapan-Nya, Dia selalu datang menghampiri kita. Dia selalu menganggap kita adalah anak-Nya yang paling berharga.

Tetapi Bapa kita pernah disakiti oleh umatNya sendiri. Kalau kita membaca sepanjang Perjanjian Lama, maka kita akan melihat kisah umat Israel yang menyakiti hati Bapa di surga. Betapa rindunya Bapa di surga membawa anak-anakNya kepada jalanNya dan memimpin mereka pada berkatNya yang melimpah. Mereka disayangi dan dibelaiNya. Tetapi apa balasan orang-orang yang tidak tahu berterima kasih itu? Mereka membelakangi Tuhan. Bahkan Alkitab berkata bahwa mereka betah membelakangi Tuhan. Mereka betah mengecewakan Bapa di surga. Mereka betah berbuat dosa dan menginjak-nginjak kasih karuniaNya. Tetapi sekali lagi kita melihat figur Bapa yang luar biasa. Bapa kita di surga selalu sabar. Dia menantikan saat di mana mereka akan bertobat dan mereka akan dipulihkan. Tetapi itu tidak pernah terjadi. Dan Bapa harus mengutus AnakNya sendiri supaya kita bisa menikmati kasih karuniaNya dan supaya kita tinggal bersama denganNya selama-lamanya. Haleluya!

Kalau kita mendapatkan perlakuan yang buruk dari bapa kita di bumi ini, ampunilah dia. Sebab kita mempunyai Bapa yang luar biasa dan Dia adalah Bapa kita di dalam surga. Dan Yesus telah menyatakan Bapa yang luar biasa itu.

 

Renungan :

Marilah kita taat dan mengasihi Bapa kita di surga. Jangan lagi kita mendukakan hatiNya. Sudah cukup hatiNya disakiti oleh umat Israel pada masa Perjanjian Lama. Dan kini saatnya kita menikmati persekutuan yang indah dengan Bapa kita di surga.

 

Kita punya Bapa di surga yang senantiasa mendampingi dan mengasihi kita.


September 13, 2019, 06:32:27 AM
Reply #1601
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23149
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16

http://www.bethanygraha.org/id/renungan.php?id_newscat=2&lang=id


13
Sep
Renungan Harian
Tak Melebihi Kekuatanmu

Hosea 12: 1 Korintus 10:13

”Ia bergumul dengan Malaikat dan menang; ia menangis dan memohon belas kasihan kepada-Nya. Di Betel ia bertemu dengan Dia, . . .”

(Hosea 12:5)

 

Kisah tentang Yakub dan pergumulannya dengan malaikat merupakan momen penting dalam kehidupan Yakub. Sebab dari sanalah Allah mengubah kehidupan Yakub secara total - dari seorang pembohong menjadi seorang yang siap dipakai Tuhan untuk menggenapkan rencana Allah melalui penebusan Kristus di kayu salib.

Pergumulan Yakub sampai ia mendapatkan ”kemenangan” adalah yang akan kita renungan hari ini.

Sebenarnya malaikat itu lebih kuat dari manusia. Tetapi mengapa dalam pergumulan dengan malaikat, Yakub menang? Mengapa malaikat itu kelihatannya begitu lemahnya sehingga bergumul melawan Yakub saja dia tidak dapat mengalahkannya (Kejadian 32:25)? Apakah malaikat itu sedang sakit atau memang sengaja memberikan kemenangan? Tidak. Yang benar adalah malaikat itu menurunkan kekuatannya sehingga setara dengan kekuatan Yakub!

Ini adalah peristiwa penting yang menandai kebangkitan Yakub. Kalau kita mengerti kebenaran ini kita akan memahami rahasia pergumulan sehari-hari yang dihadapi oleh anak-anak Tuhan. Camkanlah, ketika kita menghadapi pergumulan, Allah tidak akan mengizinkan pergumulan itu melebihi kekuatan kita! Alkitab sendiri berkata, "Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itula tidak akan membiarkan kamu dicobai MELAMPAUI kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai la akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya (1 Korintus 10:13).

Haleluya. Dengan yakin kita akan mampu mengatasi setiap pergumulan kita. Memang kadangkala sepertinya kita tidak tahan menghadapi pergumulan hidup. Mereka yang tidak memahami kebenaran ini seringkali menyerah di tengah jalan. Bahkan ada yang mengakhiri hidupnya sendiri. Padahal kalau mau bertahan sedikit saja, kalau mau sabar sebentar saja dan kalau mau menantikan sedikit saja, maka fajar kemenangan itu merekah. Sebab itulah yang dijanjikanNya. Dia tidak akan pernah ijinkan kita bergumul melebihi kekuatan kita. Allah itu adil, saudaraku. Dia tahu batas-batas kekuatan kita dan Dia tahu pula ketika kita merasa tidak berdaya, maka disitulah Tuhan memberikan kekuatanNya.

 

Renungan :

Apa yang menjadi pergumulan kita saat ini, seberapa beratnya itu tidak akan melebihi kekuatan kita. Jangan takut, percayalah kepada kemampuan Allah untuk menopangmu.


September 14, 2019, 05:13:01 AM
Reply #1602
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23149
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16

http://www.bethanygraha.org/id/renungan.php?id_newscat=2&lang=id


14
Sep
Renungan Harian
Waspadai Hidup Nyaman

Hosea 13:1-14:1; Markus 8:22-25

”Ketika mereka makan rumput, maka mereka kenyang; setelah mereka kenyang, maka hati mereka meninggi; itulah sebabnya mereka melupakan Aku.”

(Hosea 13:6)

 

Pola makan yang enak dan hidup yang nyaman telah membuahkan hasil. yaitu kematian mendadak karena kandungan kolestrol yang tinggi dan itu cukup untuk membuat jantung kita berhenti berdegup karena terjadinya penyempitan pembuluh darah jantung. Kalau penghasilan kita di atas rata-rata, itu artinya kita bisa menikmati harta kita dengan bebas, termasuk mau makan enak tidak menjadi masalah. Tetapi makanan enak biasanya identik dengan lemak. Jadi kalau kita tidak waspada, kita sedang melakukan bunuh diri perlahan-lahan karena apa yang kita santap itu adalah racun-racun yang berbahaya.

Memang ada bahaya saat kita nyaman dan tenteram. Ini bukan sekedar masalah makanan, tetapi juga masalah bahaya bagi kerohanian kita ketika kita makan kenyang dan hidup dalam kenyamanan. Biasanya orang yang merasa nyaman hidupnya, maka ia merasa tidak membutuhkan Tuhan. Mereka pikir, buat apa mencari Tuhan dan berdoa kalau hidup mereka tenang-tenang saja dan tidak ada masalah? Mereka menjadi lengah dan tidak waspada akan bahaya singa yang mengaum dan mencari kesempatan untuk menelannya. Tetapi selama orang Kristen itu merasa dirinya tenang dan dia tidak menjadi pelaku Firman Tuhan, maka iblis tidak akan mengusiknya.

Saudara, ada baiknya kalau masalah diijinkan untuk singgah dalam kehidupan kita, sebab itu merupakan sarana supaya kita semakin dewasa dengan jalan mencari Tuhan. Sebab ketika hidup kita terancam maka kita akan berlari kepada Tuhan dan kita akan menemukan damai sejahtera di dalam Dia.

Kita tentu ingat tentang kisah badai yang menghantam perahu Tuhan dan murid-murid-Nya (Markus 8:22-25). Diceritakan saat itu Yesus tertidur sebelum dan saat badai itu mengamuk. Dan kita bisa membayangkan bagaimana murid-murid Tuhan yang tidak peduli dengan Yesus, mereka saling bercengkrama. Mungkin saja mereka memang membiarkan Yesus tertidur, tetapi bisa juga karena mereka mengabaikan Yesus sehingga mereka mengurusi urusan mereka masing-masing. Tetapi ketika badai datang barulah mereka ingat kepada Tuhan. Ketika masalah datang barulah mereka mencari Tuhan.

 

Renungan :

Memang ada bahaya kalau merasa nyaman dan hidup dengan tenang. Harus ada riak-riak dan gelombang masalah dalam hidup kita supaya kita senantiasa bergantung kepada Tuhan.

 

Kenyamanan adalah pembunuh nomor satu kerohanian orang Kristen.

September 15, 2019, 04:45:07 AM
Reply #1603
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23149
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16

http://www.bethanygraha.org/id/renungan.php?id_newscat=2&lang=id


15
Sep
Renungan Harian
Jangan Kembali Ke Kubangan

Hosea 14:2-10; 2 Petrus 2:22

Bawalah sertamu kata-kata penyesalan, dan bertobatlah kepada TUHAN! katakanlah kepada-Nya: ”Ampunilah segala kesalahan, sehingga kami mendapat yang baik, maka kami akan mempersembahkan pengakuan kami.”

(Hosea 14:3)

 

Masalah utama yang dihadapi oleh orang Kristen sekarang adalah hidup dalam jaminan keselamatan, tetapi dosa-dosa yang lama tidak mau dibuang. Jadi akhirnya banyak orang Kristen yang meminta "dispensasi" sama Tuhan. Padahal mereka tahu kalau Tuhan tidak mungkin memberikan dispensasi seperti itu. Tuhan tidak bisa ditiru, dimanipulasi, diakali, ataupun dikibuli. Tetapi anehnya masih saja banyak orang Kristen yang nekat. Tahu Tuhan tidak mungkin bisa diajak kompromi, eh masih saja senang berkubang di lumpur dosa tetapi pada hari Minggu dia duduk manis di bangku gereja, dengan senyum menawan, seolah-olah tidak terjadi apa-apa.

Bawalah sertamu kata-kata penyesalan! Itulah perintah Tuhan. Ini bukan himbauan atau permintaan dari Tuhan, tetapi itulah perintah tegas dan jelas. Kalau itu perintah, artinya, setiap pelanggaran akan ada akibatnya! Dan dari sejarah orang Israel kita tahu akibat-akibat dari orang-orang yang tidak mau bertobat dan mengeraskan hatinya. Tuhan memang sabar dan Dia menunggu adanya kata-kata penyesalan dan pertobatan dari umat-Nya. Tetapi seringkali Tuhan tidak mendapatkan itu.

Saudara, sekarang bukan jamannya lagi kita masih berkubang dalam lumpur dosa. Kalau kita masih saja seperti itu, tidak lama lagi akan datang penampian, dan kita pasti tidak akan bertahan. Kita akan seperti sekam yang diterbangkan angin. Tetapi kalau kita mau dengan rendah hati mengakui kesalahan kita dan kita berjanji tidak akan mengulanginya lagi, maka berkat Tuhan akan mengalir di dalam hidup kita. Kita akan diliputi oleh damai sejahtera dan ketentraman yang belum pernah kita dapatkan sebelumnya. Tetapi orang masih saja suka tinggal dalam kubangan yang jorok, hidupnya tidak akan tenang. Dia pasti diliputi oleh rasa bersalah dan tidak akan ada damai sejahtera dalam hati mereka.

 

Renungan :

Buat apa masih tinggal dalam kubangan dosa ? Tidak ada gunanya, bahkan mencelakakan. Orang yang masih suka tinggal disana seperti menjilat madu yang telah ditaburi racun maut. Perlahan tetapi pasti; kematian akan menjemput.

 

Orang Kristen model babi adalah mereka yang kembali lagi menikmati lumpur dosa.




September 17, 2019, 11:30:53 AM
Reply #1604
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23149
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16

http://www.bethanygraha.org/id/renungan.php?id_newscat=2&lang=id


17
Sep
Renungan Harian
Pelaksana FirmanNya Kuat

Yoel 2:1-11; Yakobus 1:22

”Dan TUHAN memperdengarkan suara-Nya di depan tentara-Nya. Pasukan-Nya sangat banyak dan pelaksana firman-Nya kuat. Betapa hebat dan sangat dahsyat hari TUHAN! Siapakah yang dapat menahannya ?”

(Yoel 2:11)

Yoel banyak berbicara tentang apa yang akan terjadi di kemudian hari. Dan dari sini kita tahu bahwa Allah telah menentukan gerejaNya untuk menjadi pemenang. Dan Allah membentuk sebuah tentara yang mempunyai ciri khas: pelaksana firman yang kuat. Dan tentara ini semakin kuat menjelang kedatangan Tuhan.

Saya sangat senang dengan kalimat "pelaksana firman-Nya kuat. Ini adalah kekuatan orang benar. Ketika kita menjadi pelaku firman. maka gereja akan menunjukkan diri sebagai pemenang dan lebih daripada orang-orang yang menang.

Sekarang ini kita mengalami krisis yang luar biasa. Semakin sulit dibedakan antara gereja dengan dunia. Sebab perbuatan mereka sama saja. Tetapi ini tidak akan terjadi pada tentara Tuhan. Mereka telah dididik untuk menjadi tentara yang melakukan Firman Tuhan dan mereka terbiasa untuk menjadi pelaku Firman Tuhan.

Biasakan diri kita untuk dididik di dalam kebenaran Firman Tuhan. Ketika kita terbiasa terdidik di dalam kebenaran Firman Tuhan maka kita akan menjadi orang Kristen yang radikal dan siap untuk masuk dalam skuadron tentara Allah.

Akhir zaman telah hampir tiba dan kemenangan gereja Tuhan semakin nyata. Manakala gereja Tuhan dijepit dan umat Allah banyak yang dianiaya namun para pelaku Firman Tuhan akan semakin perkasa. Dan inilah yang akan menjadi ciri gereja Tuhan di akhir zaman. Akan semakin terlihat mana yang domba dan mana kambing. Akan semakin terlihat mana gereja yang benar dan mana yang suka kamuflase alias masih suka berkompromi.

Periksalah diri kita. Apakah kita telah penjadi pelaku Firman Tuhan yang kuat ? Apakah kita telah mengambil keputusan untuk bergabung dalam tentara Allah dan melakukan pekerjaan-pekerjaan besar yang Allah sediakan bagi kita ? Kalau belum, jangan tunda lagi dan lakukanlah firman sekarang juga.

 

Renungan :

Ciri umat yang berkemenangan adalah mereka yang melakukan Firman Tuhan. Kalau kita mau menjadi orang Kristen yang berkemenangan jadilah pelaku firman. Hanya orang seperti ini akan bertahan di akhir zaman.

 

Para pemenang adalah para pelaku Firman Tuhan.


September 18, 2019, 04:20:35 AM
Reply #1605
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23149
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16

http://www.bethanygraha.org/id/renungan.php?id_newscat=2&lang=id


18
Sep
Renungan Harian
Koyakkan Hatimu !

Yoel 2:12-17; Matius 3:2

”Koyakkanlah hatimu dan jangan pakaianmu, berbaliklah kepada TUHAN, Allahmu, sebab Ia pengasih dan penyayang, panjang sabar dan berlimpah kasih setia, dan Ia menyesal karena hukuman-Nya.”

(Yoel 2:13).

 

Beberapa tahun lalu sebuah lukisan dipamerkan di London. Kalau kita melihat lukisan tersebut dari jarak yang cukup jauh, maka kita akan melihat seorang rahib yang sedang berdoa dengan tangan terlipat dan kepala yang tertunduk. Namun, kalau kita mendekati lukisan itu maka akan terlihatlah bahwa sesungguhnya lukisan itu adalah seorang yang sedang memeras jeruk ke dalam tempat pemerasan!

Itulah gambaran yang jelas tentang manusia. kita akan begitu mudah terkecoh dengan penampilan manusia. Wajahnya memang cantik atau ganteng, tetapi tiada seorangpun yang menduga kalau hatinya begitu culas. Banyak pengusaha Kristen yang tertipu oleh penampilan mitranya yang terkenal alim dan rajin beribadah, tetapi tak lama setelah itu uang perusahaan “dimakannya”. Ada juga seorang gadis yang tertipu habis-habisan karena ternyata suaminya yang dulunya baik dan lemah lembut ternyata telah menjadi sosok monster yang menakutkan. Itulah manusia, pintar bersandiwara dan memainkan perannya dengan sempurna.

Tetapi kalau ada manusia yang mencoba mengelabui Tuhan, itu adalah kesalahan besar dan sangat besar. Sebab Allah tidak dapat ditipu oleh penampilan manusia. Karena itu Tuhan membenci para petobat yang tidak datang kepada Tuhan dengan mengoyakkan hatinya. Tuhan tidak perlu melihat orang itu mengoyakkan pakaiannya, karena yang diperlukan Tuhan adalah hati yang terkoyak.

Kita melihat hal yang sama di gereja Tuhan. Kita melihat banyak orang datang dengan penuh kepura-puraan. Jadi tidak heran kalau gereja itu penuh sesak dengan orang yang munafik dan hanya memperhatikan penampilan luarnya saja. Sementara dalam hatinya tidak ada pertobatan. Oh saudaraku, Tuhan tidak dapat ditipu dengan penampilan seseorang. Kalau ada orang yang menyangka bahwa dia telah berhasil mengelabui pendetanya dan berhasil mengelabui Tuhan, itu salah besar. Tuhan melihat apa saja yang ada di dalam hati kita.

Saudara, datanglah kepada Tuhan dengan hati yang terkoyak. Ini berbicara tentang pertobatan. Tidak mungkin orang dapat menyenangkan hati Tuhan kalau ia tidak terlebih dahulu memilih jalan pertobatan.

 

Renungan :

Jangan mencoba menipu Tuhan dengan penampilan luar. Allah tidak bisa dikibuli. Allah tahu apa saja yang ada di dalam hati kita. Kalau kita mau menyenangkan hati Tuhan, koyakkan hatimu dan bertobatlah dari hal-hal yang tidak berkenan kepada Tuhan.

 

Tuhan tidak mencari baju mahal yang terkoyak, tetapi hati yang terkoyak.


 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)