Author Topic: Daily Devotional  (Read 35589 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

July 19, 2019, 05:21:50 AM
Reply #1550
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22592
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/id/renungan.php?id_newscat=2&lang=id


18
Jul
Renungan Harian
Tuhanlah Pembelaku

Yehezkiel 25:12-17; Matius 5:23-24

”Aku akan melakukan pembalasan yang kejam terhadap mereka disertai penghajaran-penghajaran kemarahan. Dan mereka akan mengetahui bahwa Akulah TUHAN, pada waktu Aku melakukan pembalasan-Ku terhadap mereka.”

(Yehezkiel 25:17)

 

Jika Tuhan di pihak kita siapa yang akan melawan kita? Tidak ada pastinya. Oleh sebab itu setiap kita tidak boleh memiliki dendam kepada orang lain. Sebab menyimpan dendam akan berdampak tidak baik bagi diri kita sendiri. Bagaimana tidak, jika kita mengingat akan kesalahan orang lain dan masih tersimpan di dalam diri ini, maka hal itu akan mengganggu kehidupan kita. Misalnya, ketika kita enak-enak makan, lalu teringat kesalahan orang lain maka makanan yang kita makan menjadi tidak enak atau bahkan nafsu untuk makan menjadi hilang. Dan ini yang akan membuat diri kita menjadi lemah dan nantinya kita sendiri yang akan menanggung kerugian (Amsal 7:9, Amsal 9:3).

Di dalam Injil Matius 5:23-24 dengan jelas sekali dikatakan, sebelum kita mempersembahkan persembahan kepada Allah Bapa maka kehidupan kita harus terlebih dahulu beres atau berdamai dengan saudara atau sahabat kita supaya persembahan kita menjadi persembahan yang berkenan kepada Allah Bapa. Ada seorang yang sudah melayani Tuhan, tetapi masih juga menyimpan kesalahan saudaranya. Memang sepintas tidak akan tampak dari luar, karena dia menyimpannya di dalam hatinya. Dan suatu ketika dia menderita penyakit yang sangat amat langka. Setelah menjalani pemeriksaan ternyata kankernya sudah stadium lanjut, dan menurut dokter seharusnya dia sudah tidak bertahan lagi. Tetapi karena kemurahan Tuhan, maka dia bisa bertahan dan di dalam penglihatan dia didatangi oleh seorang berjubah hitam yang tinggi besar dan mukanya tidak tampak, setelah dia sadar bahwa dia yang akan dibawa, maka dia bertanya kepada Tuhan Yesus, mengapa Tuhan ini terjadi pada drii saya. Setelah itu Tuhan mengatakan kepada dia bahwa dia harus mengampuni dan melupakan semua kesalahan yang dibuat saudaranya.

Oleh sebab itu setiap orang hendaklah sadar. Memang Tuhan ada di pihak kita, tetapi jangan kita menyalahgunakannya. Jangan mentang-mentang ada yang jadi pembela terus kita menjadi seenaknya.

 

Renungan :

Jangan simpan dendam di dalam hati, serahkanlah kepada Tuhan Yesus, maka DIA yang akan bertindak. Berdoalah dan jadilah sejahtera.

 

Kebencian menghambat berkat Tuhan.


July 20, 2019, 05:31:39 AM
Reply #1551
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22592
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16

http://www.bethanygraha.org/id/renungan.php?id_newscat=2&lang=id


20
Jul
Renungan Harian
Perhatikan Manusia Batiniahmu

Yehezkiel 27; 1 Petrus 3:4

”Hai engkau anak manusia, ucapkanlah suatu ratapan mengenai Tirus”

(Yehezkiel 27:2)

Pada zaman itu Tirus adalah kota dagang komersial. Tirus adala kota pelabuhan bagi para pelaut - pelaut / kapal - kapal dagang dari seluruh penjuru dunia, dan meriahnya bisa disamakan dengan meriahnya kota Paris, New York, atau Tokyo pada saat sekarang ini.

Alkitab menampilkan seorang raja Tirus yang mengandung misteri namun misteri telah diungkapkan. Alkitab menceritakan dengan gamblang seluk-beluk kejatuhan seorang malaikat yang akhirnya kelak akan menjadi setan.

Raja Tirus memang diidentikkan dengan Lucifer. Lucifer sendiri berarti "terang, putra fajar, bintang fajar, matahari fajar.” Pada catatan samping Alkitab lain disebut sebagai "bintang fajar” (Yesaya 14:12). Nama-nama itu diambil dari kata aslinya yang berarti : "jelas, bercahaya, mempertontonkan, membual, berkoar-koar dengan bodoh. omong kosong." Lucifer adalah Setan, si jahat itu.

Pada hari saat diciptakan Lucifer dengan segala posisinya yang tinggi tetaplah tidak dapat disetarakan dengan Tuhan. Tuhan itu kekal. Lucifer adalah suatu ciptaan. Tuhan tak pernah menciptakan dosa. Tetapi dalam diri Lucifer telah muncul sebuah itikad jahat yang akhirnya akan mengantar makhluk cantik ini menjadi makhluk terburuk di dunia. Dia menjadi Setan.

Saudara, meskipun kita dikenal sebagai orang yang sangat cantik dan menarik, tetapi kala hati kita busuk, itu sama saja di mata Allah kita adalah makhluk yang jelek. Sebab kecantikan dan ketampanan sejati itu bukanlah penampakan dari luar, tetapi dari dalam. Banyak orang Kristen yang hanya memperhatikan penampilan luarnya tetapi mengabaikan penampilan dalamnya.

Jangan memberikan prioritas yang berlebihan terhadap penampilan luar. Kecantikan yang diluar dapat digunakan untuk alat bagi kejatuhan. Dan suatu ketika ada seorang artis cantik yang masih belia bersekongkol dengan keluarganya sendiri untuk memeras seorang pemuda bahkan membunuhnya !

 

Renungan :

Kecantikan yang terpenting adalah yang di dalam. Dunia memang hanya memperhatikan yang di luar, tetapi kita adalah manusia rohani yang seharusnya sangat memperhatikan manusia yang di dalam.

 

Jika manusia batiniah Anda cantik, maka cantik jugalah diri Anda.


July 21, 2019, 04:34:55 AM
Reply #1552
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22592
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.bethanygraha.org/id/renungan.php?id_newscat=2&lang=id


21
Jul
Renungan Harian
Sejarah Terburuk

Yehezkiel 28:1-10; 1 Petrus 5:6

”Hai anak manusia, katakanlah kepada raja Tirus: Beginilah Firman Tuhan ALLAH: Karena engkau menjadi tinggi hati, dan berkata: Aku adalah Allah! Aku duduk di takhta Allah di tengah-tengah lautan. Padahal engkau adalah manusia, bukanlah Allah, walau hatimu menempatkan diri sama dengan Allah.”

(Yehezkiel 28:2)

 

Ronald Reagan bercerita tentang pengalamannya ketika dia masih menjabat sebagai gubernur California dan menyampaikan pidatonya di Mexico City :

"Setelah saya selesai berpidato, saya duduk dengan diiringi tepuk tangan yang kurang bergairah dari para pendengar. Pembicara setelah saya, ia berbicara dalam bahasa Spanyol yang tidak saya mengerti, dan dia memperoleh tepuk tangan untuk setiap paragraf yang diucapkan. Untuk menutupi rasa malu, saya mulai ikut bertepuk tangan sebelum orang lain lakukan dan lebih panjang dari orang lainnya sampai duta besar kami berkata kepada saya, “Aku tidak akan melakukan hal itu jika aku jadi Anda, sebab orang itu sedang menerjemahkan pidato Anda.”

Mungkin kita juga kadang tanpa sadar merasa bahwa jika ada orang lain yang lebih unggul dari kita, maka kita akan merasa "tidak nyaman”. Hal yang sama juga pernah dilakukan pada zaman lalu ketika seorang malaikat cantik bernama Lucifer jatuh di dalam dosa kesombongan. Dia memiliki segala sesuatu termasuk kemegahan dan kecantikan, tetapi kecantikannya justru menjadi bumerang bagi dia. Sebab dia merasa kalau dirinya harus menyamai Allah dan ini adalah perkara yang kurang ajar dan amat mustahil. Tetapi malaikat cantik ini terlalu pongah dan dia membawa sepertiga malaikat di surga untuk melakukan pemberontakan. Entah bujukan ada yang telah diucapkannya tetapi dia berhasil mengajak begitu banyak malaikat-malaikat lainnya.

Sekarang kita mau belajar dari pengalaman ini. Jangan pernah merasa diri unggul dan cantik. Jangan pernah merasa pula bahwa kita harus menerima setiap pujian dan tepuk tangan. Belajarlah menjadi orang yang rendah hati dan mau menerima setiap kekurangan kita dan mensyukuri setiap kelebihan kita juga. Sebab ciri kerajaan Allah adalah kerendahan hati. Yesus harus turun ke bumi ini dan untuk itu Dia harus merendahkan diri-Nya dan Dia juga taat sampai mati di kayu salib. Barulah keselamatan tiba bagi seluruh bangsa.

 

Renungan :

Tragedi pemberontakan Lucifer adalah sejarah terburuk yang pernah terjadi di alam ini, tetapi harga untuk itu semua sudah disediakan. Sebab penghukuman sudah tersedia bagi mereka.

 

Kejatuhan diawali dari hati yang menanjak tinggi ke langit.


 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)