Author Topic: Daily Devotional  (Read 43458 times)

0 Members and 3 Guests are viewing this topic.

February 13, 2020, 06:04:56 AM
Reply #1750
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 24726
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16

https://bethanygraha.org/id/renungan.php?id_newscat=2&lang=id


12
Feb
Renungan Harian
Tanah Yang Baik

Matius 13:1-23; Mazmur 126:6

”Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya banyak nabi dan orang benar ingin melihat apa yang kamu lihat, tetapi tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kamu dengar, tetapi tidak mendengarnya.”

(Matius 13:17)

Perlu diketahui bahwa benih yang ditabur dalam kisah "perumpamaan tentang seorang penabur” pastilah jenis yang sama untuk setiap kondisi tanah. Namun ternyata yang membedakan hasilnya adalah jenis tanah dimana benih itu ditabur. Benih yang ditabur di pinggir jalan, di tanah yang berbatu-batu, di tengah semak duri, hasilnya sama yaitu tidak sempat tumbuh dan berbuah. Namun benih yang jatuh di tanah yang baik menghasilkan buah seratus kali lipat, enam puluh kali lipat, dan tiga puluh kali lipat.

Semua orang yang mendengarkan Firman Tuhan di satu gereja pasti mendengarkan khotbah yang sama dari Hamba Tuhan yang sama namun mengapa hasilnya berbeda untuk setiap orang? Perumpamaan tentang benih mengajarkan bahwa hasil yang diperoleh tergantung dari respon si pendengar terhadap Firman yang diterima.

Alkitab berkata bahwa kelas nabi dan orang benar sekalipun belum tentu bisa mendapat hasil yang baik dari setiap benih Firman yang ditaburkan. Ketika ada Hamba Tuhan menyampaikan visi besar yang Tuhan berikan kepadanya dalam satu forum, biasanya ada saja orang-orang yang menyepelekan bahkan melecehkan iman dari Hamba Tuhan itu. Entah itu kelas nabi atau kelas orang benar. Akhir kisahnya mudah ditebak, si Hamba Tuhan setelah melalui proses waktu akhirnya menerima bahwa visinya menjadi kenyataan sedangkan si pengejek tetap begitu-begitu saja. Tetap menjadi si pencemooh dan tidak ada kemajuan yang berarti dalam kehidupan serta pelayanannya.

Ketika kebebalan tetap dipelihara dan sifat pengejek dibiarkan tumbuh subur, pada akhirnya malah Tuhan sendiri yang membuat dirinya tidak bisa melihat dan mendengar lagi apa yang Tuhan mau untuk dia kerjakan dalam hidupnya. Ketika dalam keputusasaan mereka kemudian berteriak, "Tuhan... mengapa hidupku begini-begini saja?” Maka dengan lirih Tuhan menjawab dari surga, "Ini semua karena kebebalanmu, anak-Ku"

 

Renungan :

Seringkali berbagai pergumulan datang dalam hidup ini berulangkali karena kita tidak mau belajar dari pengalaman yang sudah-sudah. Merasa diri pintar dan mampu adalah awal untuk kejatuhan terus menerus dalam hidup ini.

 

Orang bebal bisa mendengar dan melihat namun tidak mau mengerti dan percaya, tetapi orang benar mendengar, melihat dan mengerti lalu percaya.




February 15, 2020, 06:21:49 AM
Reply #1751
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 24726
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16

https://bethanygraha.org/id/renungan.php?id_newscat=2&lang=id


14
Feb
Renungan Harian
Harga Ragi

Matius 13:31-35; Amsal 14:25

Dan Ia menceriterakan perumpamaan ini juga kepada mereka : ”Hal Kerajaan Sorga itu seumpama ragi yang diambil seorang perempuan dan diadukkan ke dalam tepung terigu tiga sukat sampai khamir seluruhnya.”

(Matius 13:33)

 

”Jalan Pangeran !” penjaga itu tertawa, menarik lengan pria muda itu. “Mari kita lihat apakah engkau akan menyukai tempat tinggalmu yang baru.” Para penjaga menyeret Pangeran Vladmir dari istana Ghica menuju ke sel penjara. Di sebuah sudut ruangan dia dapat melihat para tahanan mengambil baju dan selimut dari mayat seorang tahanan yang kurus. Dari belakangnya dia dapat mendengar teriakan dari seorang tahanan yang sedang disiksa.

Tempat ini sangat berbeda dari tempat yang nyaman di rumahnya, namun Pangeran Vladmir berhasil hidup dalam kondisi yang mengerikan itu karena ia berpegang teguh pada imannya kepada Kristus yang menghibur dan menuntunnya. Salah seorang teman satu sel Vladmir berkata: "Saya tidak pernah mendengar doa yang lebih tulus dan pikiran yang tertuju pada kekekalan kecuali di penjara komunis.” Kisah ini adalah kisah nyata seorang pangeran yang harus menderita karena mengikut Yesus. la ingin menjadi ragi untuk mengkhamirkan daerah sekelilingnya, namun di tengah-tengah usahanya ia ditangkap dan dimasukkan dalam sel penjara dengan perlakuan tidak hormat, keluarganyapun tidak mampu berbuat banyak.

Ayat renungan di atas mengungkapkan keinginan hati Allah, yaitu supaya setiap orang percaya sebagai bagian dari kerajaan Allah menjadi saksi bagi Kristus. Apapun resikonya, Allah mau kita menjadi orang yang berpengaruh bagi sekeliling kita, berpengaruh artinya kita mampu menjadi saksi Kristus yang kuat berpegang teguh kepada firman Allah dan hidup berdasarkan nilai-nilai kebenaran firman Allah.

Gaya hidup kita dalam keseharian harus mencerminkan kemuliaan Tuhan. Untuk hidup benar memang tidak gampang, ada harga yang harus dibayar. Vladmir adalah seorang pangeran, ia dari keluarga terpandang yang memiliki pengaruh cukup besar, demi kesaksiannya akan nama Kristus ia rela menderita. Walaupun ia dipenjara namun kerajaan Allah di dalam dirinya tidak bisa dipenjara. Seandainya kita memiliki tantangan dan persoalan yang berat ingatlah kerajaan Allah ada di dalam hidup kita. Berjuanglah dengan cara-cara yang sesuai dengan kebenaran Firman Tuhan, dan jadilah ragi dunia. Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus ? Penindasan atau kesesakan atau penganiayaan, atau kelaparan atau ketelanjangan, atau bahaya, atau pedang ? (Roma 8:35).



February 16, 2020, 01:23:41 PM
Reply #1752
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 24726
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16

https://bethanygraha.org/id/renungan.php?id_newscat=2&lang=id


16
Feb
Renungan Harian
Kupilih Yang Terbaik

Matius 13:44-46; Ulangan 11:26-28

”Demikian pula hal Kerajaan Sorga itu seumpama seorang pedagang yang mencari mutiara yang indah.”

(Matius 13:45)

Setiap orang pastilah menginginkan yang terbaik bagi dirinya, tidak seorangpun puas dengan keadaanya seperti ini saja. Pastilah ia menginginkan lebih. Jika setiap kita ingin mendapatkan lebih maka kita akan berusaha dengan sekuat tenaga. Ada sebuah tayangan di televisi yang memilih seorang dari beberapa wanita untuk didandani secantik mungkin hasilnya. Dan untuk memperoleh kecantikan yang maksimal, maka ia pun harus merelakan dirinya dengan sakit untuk mendapat hasil yang maksimal. Dan jika hasil yang dicapainya maksimal maka ia akan disandingkan dengan beberapa kontestan lainnya untuk mendapat predikat Best of Best Swans. Dan bahkan ia sendiri tidak akan mengira bahwa keadaannya yang dahulu biasa-biasa saja akan menjadi luar biasa.

Jika seorang menginginkan yang terbaik dalam hidupnya, maka ia akan mencari kemanapun dan berapapun biayanya. Tetapi ada yang terbaik dari yang baik bahkan di muka bumi ini. Dunia mungkin tidak akan mengenal DIA, sebab kedatangannya di dunia ini banyak orang menduga hanyalah isapan jempol saja. Tetapi dunia tidak mengerti sama sekali. Menjatuhkan sebuah pilihan tidaklah semudah kita membalikan telapak tangan kita atau bahkan mengedipkan mata kita, semuanya perlu untuk berpikir ribuan kali. Dampak dan akibatnya pastilah harus kita pikirkan matang-matang. Tetapi jika kita sudah bulat untuk menjatuhkan pilihan kita, maka harus segera kita laksanakan dengan sebaik-baiknya dan dengan segenap hati untuk menanggung semua resikonya juga. Tetapi jika kita telah memilih-Nya, maka dipastikan bahwa kita tidak akan salah pilih untuk selama-lamanya. Sebab kita telah dipilihNya dari awal, dan jika kita telah dipilih dan kita juga harus setia sampai akhir seperti Yesus yang telah memberikan teladan kepada kita (Wahyu 17:14).

Sebelum kita menjatuhkan pilihan untuk mengikut Tuhan Yesus, mungkin kita juga pernah ragu-ragu untuk menerima Tuhan Yesus ataukah tidak. Namun yang pasti, bahwa saat ini saudara mengambil keputusan yang terbaik yaitu menerima Tuhan sebagai Juruselamat.

 

Renungan :

Jikalau pilihan terbaik dalam hidup ini sudah kita ambil, maka jangan pernah ragu akan pilihan kita ini. Sekali ikut Yesus seumur hidup, maka jangan pernah mundur lagi.

 

Memilih Yesus adalah memilih yang terbaik.



February 17, 2020, 03:37:40 PM
Reply #1753
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 24726
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
https://bethanygraha.org/id/renungan.php?id_newscat=2&lang=id


17
Feb
Renungan Harian
Tempat Penderitaan Kekal

Matius 13:47-52; Mazmur 21:9,10

”Demikianlah juga pada akhir zaman: Malaikat-malaikat akan datang memisahkan orang jahat dari orang benar, lalu mencampakkan orang jahat ke dalam dapur api; di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi.”

(Matius 13:49, 50)

 

Neraka berasal dari kata "gehena" yang artinya semula ialah meratap, tempat penghukuman orang yang bersalah dan berdosa, tempat yang mendatangkan penderitaan dahsyat. Sebagaimana surga adalah suatu tempat, demikian juga dengan neraka. Hanya saja, neraka merupakan tempat siksaan dan penghuninya akan mengalami kesengsaraan besar dan kekal.

Pertama, neraka adalah tempat Iblis, setan, dan para pengikutnya. Yohanes mencatat, "Iblis, yang menyesatkan mereka, dilemparkan ke dalam lautan api dan belerang, yaitu tempat binatang dan nabi palsu itu, dan mereka disiksa siang malam sampai selama-lamanya” (Wahyu 20:10). Petrus menegaskan bahwa malaikat-malaikat yang berdosa dilemparkan ke dalam neraka (1 Petrus 2:4). Nasib Iblis dan para setan agak berbeda dari manusia. Sekali mereka memberontak terhadap Allah, tidak ada kesempatan bertobat, mereka pasti masuk neraka untuk disiksa.

Kedua, neraka adalah tempat bagi orang yang menolak Yesus, tempat bagi orang-orang najis dan jahat. Wahyu 20:15 mencatat, "Dan setiap orang yang tidak ditemukan namanya tertulis di dalam kitab kehidupan itu, ia dilemparkan ke dalam lautan api (neraka) itu." Ayat ini sesuai konteks ayat sebelumnya yang menunjukkan bahwa orang-orang yang masuk kitab kehidupan adalah mereka yang percaya kepada Tuhan Yesus Kristus dan melakukan kehendakNya, tidak munafik dalam menjalankannya. Selanjutnya, Wahyu 21:8 mengatakan, ”Tetapi orang-orang penakut, orang-orang yang tidak percaya (kepada Yesus), orang-orang keji, orang-orang pembunuh, orang-orang sundal, tukang-tukang sihir, penyembahpenyembah berhala dan semua pendusta, mereka akan mendapat bagian mereka di dalam lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang; inilah kematian yang kedua.”

Neraka jelas merupakan tempat kengerian yang tiada taranya. Ratap tangis, kertakan gigi, jeritan yang menyayat hati, kepanasan dan kesakitan, kejijikan, ulat yang menggerogoti tubuh, merupakan gambaran yang akan terjadi di neraka. Gambaran yang melukiskan murka Allah dinyatakan kepada orang berdosa, Iblis dan malaikatnya.

 

Renungan :

Suasana neraka yang seperti ini seharusnya membuat manusia yang masih hidup dalam dunia fana ini berlaku bijaksana untuk percaya kepada Tuhan Yesus Kristus. Takutlah akan Dia karena Dialah satu-satunya yang berkuasa melemparkan orang dalam neraka. Lukas menegaskan, ”Aku akan menunjukkan kepada kamu siapakah yang harus kamu takuti. Takutilah Dia, yang setelah membunuh, mempunyai kuasa untuk melemparkan orang ke dalam neraka” (Luk. 12:5).

 

Neraka adalah tempat perhentian orang-orang yang menghina kasih karunia Allah.
February 18, 2020, 11:59:27 AM
Reply #1754
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 24726
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
https://bethanygraha.org/id/renungan.php?id_newscat=2&lang=id


18
Feb
Renungan Harian
Melihat Penampilan

Matius 13:53-58; Yeremia 1:17

”Setelah Yesus selesai menceriterakan perumpamaan-perumpamaan itu, Iapun pergi dari situ.”

(Matius 13:53)

Yesus mengajar di Nazaret dan membuat orang-orang takjub akan hikmat serta kuasa mujizat yang dilakukan. Tetapi ketika mereka sadar, rasa takjub itu tiba-tiba berubah menjadi kecewa. Ya, karena kemudian mereka mengetahui bahwa Yesus itu hanyalah anak seorang tukang kayu dari kelompok masyarakat kelas biasa saja. Mereka tadinya mungkin berharap bahwa Yesus berasal dari kelas bangsawan dengan tingkat pendidikan yang tinggi.

Sikap yang kurang lebih sama dengan cara orang Nazaret melihat Yesus pun kadangkala muncul di dalam gereja Tuhan. Ketika seorang pengkhotbah tampil, dilihat dulu latar belakangnya bagaimana, penampilannya seperti apa, dan pengalamannya bagaimana dalam pelayanan. Sehingga tanpa sadar kita bukan lagi menerima Firman Tuhan tetapi “firman” yang diucapkan oleh si pendeta.

Iklan pembicara yang akan berkotbah di satu gereja yang ditampilkan di berbagai media massa terkadang memberikan dampak yang kurang baik bagi tingkat kehadiran jemaat. Jika pembicaranya adalah tokoh favorit yang dapat menyedot massa maka bisa dipastikan ibadah pada saat itu akan dipenuhi dengan jiwa-jiwa. Namun jika pembicara yang ditampilkan dalam iklan tidak begitu dikenal, secara otomatis jumlah jemaat yang hadir pada saat itu pun langsung merosot drastis.

Menyikapi situasi seperti itu, di pihak si pendeta pun pada akhirnya lebih menampilkan dirinya sebagai seorang entertainer daripada menempatkan diri sebagai orang yang harus menyampaikan pesan dan pengajaran Firman Tuhan yang bertumbuh dan sehat. Yang penting semua jemaat senang mendengar khotbah yang lucu dan menarik. Tidak penting lagi apakah didalamnya ada unsur pengajaran dan mengingatkan manusia akan dosa, kebenaran dan penghakiman atau tidak.

 

Renungan :

Kadangkala gereja hanya menjadi tempat entertaintmen belaka dan pengkhotbah tidak lebih hanya seorang entertainer belaka. Lalu dimanakah kuasa Tuhan kalau gereja sudah menjadi panggung boneka?

 

Gereja dengan urapan ROH KUDUS disertai kuasa ilahi akan membawa umat Tuhan semakin dewasa.
February 19, 2020, 06:41:26 AM
Reply #1755
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 24726
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16

https://bethanygraha.org/id/renungan.php?id_newscat=2&lang=id


19
Feb
Renungan Harian
Datanglah Pada Yesus

Matius 14:1-12; Mazmur 118:5

”Kemudian datanglah murid-murid Yohanes Pembaptis mengambil mayatnya dan menguburkannya. Lalu pergilah mereka memberitahukannya kepada Yesus.”

(Matius 14:12)

 

Siapa yang tidak kenal dengan Yohanes Pembaptis ? Bahkan sebelum Yesus dibaptis, Dia sudah tahu bahwa Yohanes ini diutus untuk mendahului Mesias. Tetapi hari itu telah terjadi peristiwa mengerikan, Yohanes dipancung!

Itu semua diawali dengan pesta liar yang diadakan oleh Raja Herodes. Saudara bisa bayangkan bagaiman pesta liar itu terjadi.. ada yang mabuk, ada yang mengumpat, ada yang melakukan hal-hal yang tidak senonoh, dsb. Tetapi bagi Herodes yang paling mengesankan adalah tarian dari anak Herodias, dan itu sangat menyukakan hati raja tersebut. Tanpa disangka raja berkenan memberikan apa saja yang diminta oleh anak itu. Dan kesempatan itu tidak disia-siakan oleh Herodias yang begitu benci kepada Yohanes. Anak itu diprovokasi supaya Herodes memberikan kepala Yohanes Pembaptis di sebuah talam.

Meski dengan berat hati, raja tidak mungkin membatalkan janjinya tersebut. Maka dipancunglah Yohanes Pembaptis. Tragis!

Di tengah situasi yang menyedihkan seperti itu, muridmurid Yohanes berkeluh kesah kepada Yesus. Ya, mereka datang kepada Yesus dan mengadukan semua yang terjadi.

Saudara, ketika kita menghadapi masalah yang sama dengan apa yang dihadapi oleh murid-murid Yohanes, dan kita merasa sangat putus asa dan kecewa, datanglah kepada Tuhan dan sampaikanlah semua keluh kesah kita, karena Tuhan akan memberikan penghiburan-Nya kepada juta. Mungkin kita merasa bahwa hidup ini tidak ada artinya lagi. Semua mimpi-mimpi kita hancur berantakan, dan sepertinya tidak ada orang yang peduli lagi dengan kita, ingatlah untuk datang kepada Tuhan. Dia mengerti dengan apa yang terjadi dengan kita. Dia memahami situasi yang sedang kita hadapi. Dan bersama dengan Dia, kita dapat membangun lagi puing-puing yang telah hancur tersebut.

 

Renungan :

Bila kita merasa tidak lagi harapan, dan kita tidak tahu kemana kita akan berlari, datang saja kepada Tuhan. Anugerah dan kasih setia-Nya senantiasa tersedia buat kita setiap hari.

 

Jika kita mempunyai banyak pertanyaan, maka Yesus mempunyai banyak jawaban.






 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)