Author Topic: Rehobot Literature Ministries  (Read 99811 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

January 07, 2013, 05:17:12 AM
Reply #10
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 19615
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://english.truth-media.com/butp
Being Under The Protection of One’s Own Interest

January 7

Bible in a year: John 13-15

January 7

Bible in a year: John 13-15

Quote
If the reliance on God is incorrect, consequently a person will not be able to place himself properly in His presence as His people and he will not be able to uphold God in the highest place.  The relationship structure with God should be understood that He is the Lord who receives all honor, worship and devotion, so there will be no intention of exploiting or using God for man’s interests but God’s own interests.  If one’s only concern with God is for his own sake, it means he is not making God his Master.  His mouth calls the most honorable person “Lord” but his heart and action do not reflect the things that come out of his mouth.  God means Lord or Master, to whom we dedicate all of our lives.  It would be a foolish attempt to bribe God with praise and flattery but in real life the Lord is being used or taken advantage of.  For comparison, consider how the commanders treat their king or emperor.  They are not indebted to their king or emperor, yet they acknowledge that their king or emperor deserves to receive the best that their lives can offer and they are willing to serve unconditionally.  They dedicate all of their lives to their king.

In the Old Testament there is a verse that says: “cursed is a man who trusts in man…. blessed is the man who trusts in the Lord, and whose hope is in the Lord” (Jer. 17: 5-7).  Cursed certainly means to be disciplined physically by God and blessed certainly means to be blessed with physical blessing.  This text should be understood correctly and intelligently by examining the context of that time period.  At that time Judah was on the verge of collapse while confronting the powerful Babel.  The nation of Israel did not want to live according to the Torah and were about to face God’s judgment.  Instead of repenting, obeying and relaying on the might of Yahweh, they intended to seek the help from other nations such as Egypt.  This text cannot be applied to believers who have started to mature and the context is very different from the time of Judah’s with our time.  Mature Christians are not going to the shaman or other power and they are not preserving their earthly lives for their pleasures but they give their lives and comfort for God’s sake.  This is what is meant with losing one’s life.

If one’s only concern with God is for his own sake, it means he is not making God his Master.
January 07, 2013, 05:23:48 AM
Reply #11
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 19615
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.truth-media.com/bdkd
Berlindung Demi Kepentingan Diri


7 Januari 2013

Alkitab dalam setahun: Yohanes 13-15

Quote

Kalau motivasi mengandalkan Tuhan keliru, maka sebagai akibatnya seseorang tidak akan dapat menempatkan diri secara benar di hadapan-Nya sebagai umat, dan tidak menempatkan Allah secara benar. Seharusnya mekanisme yang harus dipahami dalam relasi dengan Allah, bahwa Allah adalah junjungan yang baginya segala hormat, penyembahan dan pengabdian seluruh kehidupan ini. Dalam hal ini tidak ada unsur memanfaatkan Allah sama sekali atau menggunakan Dia untuk suatu kepentingan, kecuali kepentingan Allah sendiri. Kalau seseorang berurusan dengan Tuhan karena kepentingannya sendiri berarti ia menjadikan Tuhan bukan sebagai majikan secara benar. Bibirnya memanggil pribadi yang terhormat dengan sebutan “Tuhan”, pada hal sikap hati dan perlakuannya tidak sesuai dengan panggilan Tuhan di bibirnya. Tuhan berarti Tuan atau Majikan, yang bagi-Nya umat mempersembahkan segenap kehidupan tanpa batas. Bodoh sekali kalau ada usaha untuk menyuap Tuhan dengan pujian dan sanjungan serta penyembahan, pada hal dalam kenyataan hidup Tuhan “diperkuda”. Sebagai perbandingan, perhatikan bagaimana hulubalang-hulubalang seorang raja memperlakukan raja atau kaisarnya. Mereka tidak berhutang budi kepada raja atau kaisarnya tetapi pengakuan mereka bahwa raja atau kaisar patut menerima yang terbaik dari segenap hidup mereka, maka mereka rela mengabdi tanpa syarat. Sepenuh hidup diabdikan bagi raja atau kaisar tanpa batas. Kalau untuk manusia (raja atau kaisar di bumi), orang bisa berkorban demikian, apalagi buat Tuhan.

Dalam Perjanjian Lama terdapat Firman yang menyatakan bahwa “orang yang tidak mengandalkan Tuhan akan terkutuk, tetapi yang mengandalkan Dia diberkati” (Yer. 17:5-7). Terkutuk di sini tentu dihukum Tuhan dengan disiplin secara jasmani (kemiskinan, dikalahkan musuh dan lain sebagainya). Teks ini harus dipahami secara tepat dan cerdas. Pada waktu itu Yehuda di ambang kehancuran karena tidak mau hidup sesuai dengan torat Allah. Seharusnya mereka bertobat dan bergantung kepada kekuatan Allah Yahwe. Tetapi mereka lebih memilih bergantung kepada Mesir. Teks ini tidak bisa dikenakan bagi orang percaya. Konteks jaman Yehuda sangat berbeda dengan jaman kita hari ini. Orang Kristen yang dewasa sudah tentu tidak pergi ke dukun. Mereka juga mau taat dan hidup saleh. tetapi bukan berarti kemudian kehidupan ekonominya baik. Sebaliknya mereka menyerahkan segenap hidup bagi kepentingan Tuhan dan tidak mencari kenyamanan. Inilah yang disebut kehilangan nyawa. Mereka bergantung kepada Tuhan dengan motivasi mengabdi kepada-Nya.

Seseorang berurusan dengan Tuhan karena kepentingannya sendiri

berarti ia menjadikan Tuhan bukan sebagai majikan secara benar.

January 08, 2013, 04:48:39 AM
Reply #12
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 19615
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://english.truth-media.com/not-hoping-but-believing
http://english.truth-media.com/
Not Hoping But Believing

Published January 8, 2013

January 8

Bible in a year: John 16-18

Quote
If we take refuge in the Lord, it is in order to keep life from evil and to conform to the Lord Jesus (John 17:15). It also has a mechanism, i.e. if we guard, we will not fall into temptation. If we do not watch, we certainly will fall. If we do not guard but cannot fall, that means God violates His own Word. Although we do not actually seek refuge in the Lord, God will still protect, because Jesus is praying for us for our protection. But it must be remembered that from man’s side, he must have action not to sin by having alertness. The living standard of believers should not be aligned with the people of Israel of the Old Testament. If people of the Old Testament take refuge in the Lord, it is only because of problems related to the physical needs, but not so for the people of the New Testament. The New Covenant people of God seek protection from the strong and vigorous attacks of the evil.

Not a few Christians think that God needs us to take refuge in Him, as if God was in competition with other powers. If people take refuge in the Lord, the Lord would feel that He won in competition with the other powers. When people seek refuge in another power other than God, He is jealous, but not because he is basically incontestable or less competitive, but because God knows that humans seek refuge in another power, which means doom for His people. The basic jealousy of God is because He loves people so as to not be dragged into destruction. Thus, people do not feel needed by God. Because of such wrong thinking, people feel entitled to be helped or to obtain what is desired when they take refuge in the Lord. It must be remembered that when a person is redeemed by the Lord Jesus and gives themselves and recognizes that all life belongs to God, then he need not expect God’s help anymore, because if they expect the help of God, that means he is still outside of the ownership of God. Those who have life like this will be free from fear and anxiety. As the belonging of God, we must be protected by God. Doubt in the providence of God equals to tempt the Lord God (Matthew 4:7). If someone still expects God’s protection that means he still owns his life. It also means that he still has his own personal interests in his life. He also does not believe that God is faithful to His own people, namely, our life that has been redeemed by Him.

If we still expect God’s protection, that means we still have ourselves. We should just believe that God will protect.
January 08, 2013, 04:56:47 AM
Reply #13
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 19615
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.truth-media.com/bukan-berharap-tetapi-percaya
http://english.truth-media.com/

Bukan Berharap Tetapi Percaya  | Truth Media

January 8th, 2013

Alkitab dalam setahun: Yohanes 16-18

Quote
Kalau kita berlindung kepada Tuhan, hal itu dalam rangka menjaga hidup dari yang jahat guna menjadi serupa dengan Tuhan Yesus (Yoh. 17:15). Dan ini pun sudah ada mekanisme, yaitu kalau mau berjaga-jaga
supaya tidak jatuh dalam pencobaan. Kalau tidak berjaga-jaga pasti jatuh juga. Kalau seseorang tidak berjaga-jaga tetapi bisa tidak jatuh berarti Tuhan melanggar Firman-Nya sendiri.
Sebenarnya walau seseorang tidak meminta perlindungan kepada Tuhan, Tuhan pasti tetap melindungi, karena Tuhan Yesus sudah mendoakan untuk perlindungan orang percaya. Tetapi harus diingat bahwa dari pihak manusia harus ada tindakan untuk tidak berbuat dosa dengan sikap berjaga-jaga. Dalam hal ini hendaknya standar hidup orang percaya tidak disejajarkan dengan umat Israel Perjanjian Lama. Kalau umat Perjanjian Lama berlindung kepada Tuhan hanya karena masalah-masalah yang bertalian dengan pemenuhan kebutuhan jasmani, tetapi tidak demikian dengan umat Perjanjian Baru. Umat Perjanjian Baru mencari perlindungan dari Tuhan untuk menghadapi serangan si jahat yang kuat dan gencar.

Tidak sedikit orang Kristen yang berpikir bahwa Tuhan membutuhkan umat untuk berlindung kepada-Nya, seakan-akan Tuhan sedang berkompetisi dengan kuasa lain. Mereka berpikir kalau umat berlindung kepada Tuhan maka Tuhan merasa menang dalam berkompetisi dengan kuasa lain.
Sebenarnya kalau umat berlindung kepada kuasa lain Tuhan menjadi cemburu, tetapi dasarnya bukan karena Ia merasa tersaingi, tetapi karena umat bisa binasa. Dasar kecemburuan Tuhan tersebut karena Dia mengasihi
 umat agar tidak diseret ke dalam kebinasaan. Jadi, umat jangan merasa dibutuhkan Tuhan. Karena pemikiran yang salah tersebut sampai ada orang yang merasa berhak ditolong oleh Tuhan dan memperoleh apa yang diingini kalau berlindung kepada Tuhan. Harus diingat, bahwa ketika seseorang
ditebus oleh Tuhan Yesus dan menyerahkan diri serta mengakui bahwa segenap hidupnya milik Tuhan, maka ia tidak perlu berharap pertolongan Tuhan lagi. Sebab kalau masih berharap pertolongan Tuhan berarti dirinya
 masih ada di luar pemilikan Tuhan. Seseorang yang menghayati kehidupan seperti ini akan dengan sendirinya bebas dari ketakutan dan cemas.

Dirinya sebagai milik Tuhan pasti dilindungi oleh Tuhan. Keragu-raguan terhadap pemeliharaan Tuhan sama dengan mencobai Tuhan Allah (Mat. 4:7).

Kalau masih berharap perlindungan Tuhan berarti ia masih memiliki diri sendiri. Itu berarti pula ia memiliki kepentingan-kepentingan pribadi atas hidupnya. Ia juga tidak percaya bahwa Tuhan setia terhadap miliknya
 sendiri yaitu hidup yang telah ditebusnya.

Kalau masih berharap perlindungan Tuhan berarti ia masih
memiliki diri sendiri. Seharusnya percaya saja Tuhan pasti melindungi.

January 09, 2013, 04:42:42 AM
Reply #14
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 19615
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://english.truth-media.com/because-he-is-everything
http://english.truth-media.com/

Because He Is Everything

January 9

Bible in a year: John 19-21

Quote
If we rely on the Lord for He is our life indeed. Without Him we have no life. Without Him life is no life. This is described as a deer that require streams. Water for deer is life. So we have to be able to say that without Him we cannot live. How jealous the heart of God is, when people deal with God only because they cannot live or do not feel complete without the material facilities and entertainment of the world. How hurtful it is for God when people feel that they can live without Him, because then they just want to take advantage of God. Many people do not understand what it means to take refuge in the Lord. They are the ones who commit divine adultery. Infidelity to God like this causes severe punishment. They feel that they already take refuge in God but in fact, they reject God’s protection, because they don’t treat God as the primary necessity of life. Someday it will be proven that they refused or did not want to receive God’s protection. So, if one intends to rely on God, they cannot live without Him alone as the blessing of life, not because of His blessing and power.

God does not demand anything from us, except our submitted hearts to Him. Those who give their hearts to God must desire God more than coveting everything. God’s becoming the purpose of this life means that everything we do, we do for the Lord and His kingdom. This is the purpose of humans as created by God. If God is our focus, of course we make God as the object of our praise, worship, adoration and service. Not the beauty of this world that we want but Jesus Himself. The writer of the psalms experienced this wonderful feeling and expressed that feeling with this phrase: My flesh and my heart may fail, but God is the strength of my heart and my portion forever (Psalm 73:25-26). The word “portion” which in the original text is “cheleq” (khay’lek) not only means the portion of sections but also means inheritance. From this statement the psalmist wanted to say that he was willing to not having anything as long as he has God. In one of the English Bible translations, it says that:  My mind and my body may grow weak, but God is my strength; He is all I ever need. This kind of person will say that he relies on God since God can satisfy the thirst of his soul, not anything else.

If one intends to rely on God, it is because they cannot live without Him alone, not without His blessing and power.
January 09, 2013, 04:52:58 AM
Reply #15
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 19615
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://english.truth-media.com/
http://www.truth-media.com/karena-dia-adalah-segalanya

Karena Dia Adalah Segalanya

January 9th, 2013

Alkitab dalam setahun: Yohanes 19-21

Quote
Kalau kita mengandalkan Tuhan sebab memang Dia adalah kehidupan kita.
 Tanpa Dia kita tidak memiliki kehidupan. Tanpa Dia kehidupan ini bukanlah kehidupan. Hal ini digambarkan seperti rusa yang membutuhkan sungai yang berair. Air bagi rusa adalah kehidupannya. Jadi kita harus
bisa mengatakan bahwa tanpa Dia kita tidak bisa hidup. Betapa cemburunya hati Tuhan, tatkala umat berurusan dengan Tuhan disebabkan karena umat tidak bisa hidup atau tidak merasa lengkap tanpa fasilitas materi dan hiburan dunia ini. Betapa luka hati Tuhan kalau umat merasa bisa hidup tanpa Dia.
Sebab dengan demikian berarti mereka hanya mau menfaatkan Tuhan saja. Banyak orang tidak mengerti apa artinya berlindung kepada Tuhan itu. Mereka adalah orang-orang yang melakukan perjinahan rohani.
Inilah perselingkuhan terhadap Allah yang hukumannya berat. Tetapi mereka merasa sedang berlindung kepada Tuhan pada hal mereka menolak perlindungan Tuhan. Tuhan tidak diperlakukan sebagai kebutuhan utama kehidupan ini.
Suatu hari nanti akan terbukti ternyata mereka tidak menjadikan Tuhan sebagai perlindungan. Jadi, kalau seseorang bermaksud mengandalkan Tuhan karena memang tidak bisa hidup tanpa Dia sendiri
sebagai berkat utama dan satu-satunya; bukan karena berkat dan kuasa-Nya.

Sebenarnya Tuhan tidak menuntut apa-apa dari kita kecuali hati yang diserahkan kepada-Nya.Orang yang menyerahkan hatinya kepada Tuhan berarti mengingini Tuhan lebih dari mengingini segala sesuatu.
Tuhan menjadi tujuan kehidupan, ini artinya segala sesuatu yang dilakukan untuk Tuhan dan kerajaan-Nya. Inilah maksud tujuan manusia diciptakan oleh Tuhan. Kalau Tuhan menjadi fokus kehidupan tentu juga menjadikan Tuhan sebagai obyek pujian, pemujaan, penyembahan dan ibadah kita. Bukan
 keindahan dunia ini yang kita ingini tetapi diri Tuhan Yesus sendiri. Pengalaman luar biasa ini dialami oleh penulis kitab mazmur yang menyatakan perasaan dengan ungkapan sebagai berikut:

Yang kuingini
Engkau saja¦ dan sekalipun dagingku dan hatiku habis lenyap, gunung
batuku dan bagianku tetaplah Allah selama-lamanya (Mzm. 73:25-26).

Kata bagianku dalam teks aslinya œcheleqâ (khay’lek) yang bukan hanya berarti portion (porsi atau bagian) tetapi juga inheritance (warisan).

Dari pernyataan ini pemazmur hendak mengatakan bahwa dirinya rela tidak memiliki apapun asal tetap memiliki Tuhan. My mind and my body may grow weak, but God is my strength; he is all I ever need. Orang seperti ini akan mengatakan bahwa ia mengandalkan Tuhan sebab Tuhan adalah pemuas dahaga jiwanya, bukan hal lain

Kalau seseorang bermaksud mengandalkan Tuhan, memang karena

tidak bisa hidup tanpa Dia sendiri, bukan tanpa berkat dan kuasa-Nya.

January 10, 2013, 04:50:16 AM
Reply #16
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 19615
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://english.truth-media.com/
http://english.truth-media.com/because-human-is-very-fragile

January 10

Bible in a year: Genesis 1-3
Quote

One cannot take refuge in the Lord if he does not admit that he is very weak and fragile. When a person is in a state with no problems in all facets of life, he does not truly desire to take refuge in the Lord. But, once a person has severe problems, he earnestly wants to deal with God. In this case, God is equated with a spare tire; if the tire is not broken then the spare is not needed. God is often treated like a hospital, which we do not deal with it if we are not ill. Thus the lives of many, if they do not face big problems, they will not seek the Lord.

The Bible describes human life as the flowers of the grass and as vapor (1 Pet 1:24; James 4:14). Human fragility lies in three factors: First, that man has mortal physicality that has very limited ability.  Physical body of humans, which has fallen into sin, is very fragile to disease and death. Man does not have iron bone, wire muscular and steel skin. If we go to the hospital we see many people lying in a state of helplessness due to illness. At this time, the person will be more aware of how fragile the human body is. Especially when a person is in a cemetery, it will be profoundly understood how fragile and mortal a man is.

Second, living in this world faces many dangers that threaten at any time. Many hazards are beyond the power of man. In the coming years people will be faced with the situation that the world is full of threats, crises, natural disasters, epidemic diseases and so forth, because the Word of God says so (2 Tim 3:1-5; Matthew 24:1-13). Third, the dark power of evil is trying to drag people to eternal darkness. The danger of the devil is not only in what he does that can make people experience the suffering life on this earth, but also lead and prepare people to be the citizens of eternal fire. If the devil just makes people miserable on earth, it is really not a problem at all. In fact it even can be benefit, because people can be led into God’s kingdom. The devils cunningly dragged many people into eternal death.  We should always know the vulnerability of our lives, so we will not be arrogant. Do not seek God only at the time of failure, pain and facing death. That is not true humility.  It is only humility for a while. We always have to feel that we need God.

If the devil just makes people miserable on earth, it is not a problem at all. It can even bring man into His kingdom.
January 10, 2013, 04:57:47 AM
Reply #17
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 19615
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://english.truth-media.com/
http://www.truth-media.com/karena-manusia-sangat-rentan

Karena Manusia Sangat Rentan

January 10th, 2013

Alkitab dalam setahun: Kejadian 1-3

Quote
Seseorang tidak dapat berlindung kepada Tuhan kalau tidak mengakui bahwa dirinya adalah makhluk yang sangat lemah dan rentan (fragile) Pada waktu seseorang dalam keadaan yang tidak bermasalah dalam segala segi kehidupan ia tidak sungguh-sungguh berhasrat berlindung kepada Tuhan. Setelah ada dalam masalah berat, baru sungguh-sungguh mau berurusan dengan Tuhan. Dalam hal ini Tuhan disamakan dengan ban serep, kalau ban tidak bocor maka tidak dicari serepnya. Tuhan juga sering disamakan dengan rumah sakit, kalau tidak sakit parah tidak berurusan dengan-Nya. Demikianlah dalam kehidupan banyak orang, kalau tidak menghadapi masalah berat mereka tidak akan mencari Tuhan.

Alkitab menggambarkan hidup manusia seperti bunga rumput dan seperti uap (1 Ptr. 1:24; Yak. 4:14). Kerentanan manusia terletak pada tiga faktor antara lain: Pertama, bahwa manusia memiliki fisik fana yang
kemampuannya sangat terbatas. Tubuh atau fisik manusia yang telah jatuh dalam dosa sangat rentan terhadap penyakit dan kematian. Manusia bukan bertulang besi, berotot kawat dan berkulit baja. Kalau datang ke rumah sakit kita dapat menyaksikan banyak orang tergolek dalam keadaan tidak berdaya karena sakit penyakit. Pada waktu itu kita akan lebih menyadari betapa rentannya tubuh manusia, apalagi kalau ada di kuburan, maka akan lebih menghayati betapa rentan dan fananya manusia itu.

Kedua, hidup di dunia menghadapi banyak bahaya yang mengancam setiap saat. Banyak bahaya yang melampaui kekuatan manusia. Di tahun-tahun mendatang manusia akan lebih diperhadapkan kepada keadaan dunia yang penuh ancaman, krisis, bencana alam, epidemic penyakit dan lain
sebagainya, karena Firman Tuhan mengatakan demikian (2 Tim. 3:1-5; Mat. 24:1-13). Ketiga, adanya kuasa gelap yang jahat berusaha menyeret manusia kepada kegelapan abadi. Bahaya iblis bukan hanya pada sepak terjangnya yang dapat membuat hidup manusia sengsara di bumi ini, tetapi juga menggiring dan mempersiapkan manusia menjadi warga api kekal.
Kalau iblis hanya membuat manusia sengsara di bumi, hal itu bukan masalah sama sekali, bahkan justru bisa menguntungkan, karena manusia bisa tergiring ke dalam kerajaan-Nya. Dengan kelicikannya iblis berhasil
 menggiring banyak orang kepada kebinasaan. Kita harus selalu menghayati kerentanan hidup ini, supaya tidak sombong.Jangan hanya pada waktu merasa gagal, sakit dan di ujung maut barulah bersikap rendah hati dan mencari Tuhan. Sebenarnya itu bukan rendah hati yang benar, itu adalah kerendahan hati sementara. Kita harus selalu merasa membutuhkan Tuhan.

Kalau iblis hanya membuat manusia sengsara di bumi, hal itu bukan
masalah sama sekali, justru manusia bisa tergiring ke dalam kerajaan-Nya.
January 11, 2013, 04:24:02 AM
Reply #18
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 19615
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://english.truth-media.com/
http://english.truth-media.com/aihp

Automatically In His Protection

January 11

Bible in a year: Genesis 4-7

Quote
People who take refuge in the Lord are those who live in God and His plan. The will of God is to make man return to His image, namely, the man who was designed by God from the beginning (Rm 8:28). People who live in God give their life to be made disciples and processed to be perfect as the Father. Living in God’s plan means that all of man’s life is to serve the Lord. These people will automatically be under the protection of God. Without asking for His protection, God will protect, because they are His lovers. Someone who is still timid and doubts His protection is not a lover of God.

People who do not live according to the will of God, who do not want to learn to have character as the Father’s or who do no have the minds of Christ are the ones who are not worthy of dealing with God. Therefore, although not perfect, we must have a sincere and absolute willingness to do the will of God. Luke 12:16-21 says that people are not busy with the Lord, but are busy with themselves. These people certainly do not care how to live according to God’s will, but what is important to them is how their will is satisfied. These foolish people will not receive God’s eternal protection at last. These are arrogant people who actually reject God’s protection. Many Christians are like this. Many people only understand and impose their own plans and involve God in the plan in order to help them. They do not want to understand God’s plan. They are the ones who merely want to take advantage of God. They do not understand their status as humans or creatures. They want to make themselves a god for the true God. They only order and regulate God. These people will treat others arbitrarily. Their potential life and all the blessings are used to suppress others (Matt. 18:23-35). They want to be respected and to be “god” for others. People like this do not take refuge in the Lord properly. How lowly their mentality is by using God to make them strong and succeed so that their peers respect them. These people do not represent God’s Image; instead, they will be the children of the devils who become the citizens of eternal darkness. Please note that the Lord only promises to be with the believers who become witnesses or do His will (Mat. 28:19-20; Phil. 4:19).

People who live in the plan and will of God are those who are automatically under the protection of God.
January 11, 2013, 04:30:20 AM
Reply #19
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 19615
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://english.truth-media.com/
http://www.truth-media.com/oadp

Otomatis Ada Dalam Perlindungan-Nya

January 11th, 2013

Alkitab dalam setahun: Kejadian 4-7

Quote
Orang yang berlindung kepada Tuhan adalah orang yang hidup di dalam kehendak Tuhan dan rencana-Nya. Kehendak Tuhan adalah manusia di kembalikan kepada gambar-Nya, yaitu manusia yang dirancang Tuhan sejak semula (Rm. 8:28).
Orang yang hidup dalam kehendak Tuhan memberi diri dimuridkan dan diproses untuk sempurna seperti Bapa. Hidup dalam rencana Tuhan artinya manusia mengabdi kepada Tuhan dengan segenap hidup.
Orang-orang seperti ini otomatis ada dalam perlindungan Tuhan. Tanpa mohon perlindungan-Nya pun Tuhan pasti melindungi, sebab mereka kekasih-kekasih-Nya. Orang yang masih takut-takut dan menyangsikan
perlindungan-Nya, bukanlah kekasih Tuhan.

Orang yang tidak hidup sesuai kehendak Tuhan, tidak mau belajar berkarakter seperti Bapa atau tidak mengenakan pikiran perasaan Kristus, adalah orang-orang yang tidak layak berurusan dengan Tuhan.Oleh sebab itu walau belum sempurna, kita harus memiliki kesediaan yang tulus dan bulat untuk melakukan kehendak Allah.
Dalam Lukas 12:16-21 dikisahkan orang yang tidak sibuk dengan Tuhan tetapi sibuk dengan dirinya sendiri.
 Orang ini pasti tidak mempedulikan bagaimana hidup seturut kehendak Tuhan, yang penting baginya adalah bagaimana kehendaknya dipuaskan. Ini adalah orang bodoh yang akhirnya tidak mendapat perlindungan abadi Tuhan.
Inilah orang-orang sombong yang sebenarnya menolak perlindungan Tuhan. Banyak orang Kristen seperti ini. Mereka hanya mau mengerti dan memaksakan rencananya sendiri. Kalau pun melibatkan Tuhan, itu dalam
rangka agar rencana dan keinginannya dibantu. Ia tidak mau mengerti kehendak dan rencana Tuhan. Mereka adalah orang-orang yang hanya mau memperdaya Tuhan. Mereka tidak mengerti statusnya sebagai umat atau makhluk ciptaan. Mereka mau menjadikan dirinya sebagai tuhan bagi Tuhan yang benar.
Maunya, Tuhan bersedia diperintah dan diatur oleh dirinya. Gejala-gejala orang seperti ini adalah sikapnya yang sewenang-wenang terhadap sesamanya. Potensi hidup dan segala berkat yang dimilikinya
digunakan untuk menguasai sesamanya (Mat. 18:23-35). Ia mau dihormati, menjadi "tuhan" bagi sesamanya. Orang-orang seperti ini tidak berlindung kepada Tuhan dengan benar. Betapa rendahnya mental mereka yang
menggunakan Tuhan agar dirinya kuat dan berhasil, kemudian dengan kekuatan dan keberhasilannya bisa menjadi terhormat bagi sesamanya.

Manusia seperti ini bukan manusia segambaran dengan Tuhan tetapi anak
setan yang akan pasti menjadi warga iblis di kegelapan abadi.

Perhatikan, bahwa Tuhan berjanji menyertai orang percaya adalah mereka
yang menjadi saksi atau melakukan kehendak-Nya (Mat. 28:19-20; Flp. 4:19).

Orang yang hidup dalam rencana dan kehendak Tuhan
adalah orang-orang yang otomatis ada dalam perlindungan Tuhan.

 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)