Author Topic: Rehobot Literature Ministries  (Read 103643 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

January 12, 2013, 04:45:12 AM
Reply #20
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 20198
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://english.truth-media.com/
http://english.truth-media.com/the-lord-is-our-lives

January 12

Bible in a year: Genesis 8-11

Quote
A person will not receive God’s protection if he does not live in communion with Him and enjoy God as a joy. We cannot enjoy the protection of God and enjoy the facilities provided by God without enjoying Himself in good fellowship. This is the purpose of man created by God—that people become friends or allies of God. In the Bible we find no angel has a place like those of humans. Man is a great creature that God created to be a lover of God where God can interact in a beautiful, intimate and exclusive way. In Genesis 3:8-9 it is written a dialogue between God and man showing affection of a friend: Then the man and his wife heard the sound of The Lord God as He was walking in the garden in the cool of the day, and they hid from The Lord God among the trees of the garden. But The Lord God called to man, “Where are you?” In sincerity without suspicion, God is looking for His friend. Perhaps this is what triggers the devil to make man fall, because in addition to man being close to God, which definitely makes the devil jealous or envious (evil character here), it also has the potential for man to get rid of him. When the Lord says, ”fill the earth and conquer it,” that includes eliminating evil powers that disturb the man’s peace and against God.

Understanding the above, we must be grateful that we are acceptable to be human. The beauty of man does not merely lie in the whole existence that is created in God’s likeness, which is already   pretty amazing, but also the opportunity to be a friend or an ally of the Most High God in eternity. The beauty of this communion with God is priceless. The angels may not have this kind of existence. Most likely not, as written in Hebrews 1:13-14, which says that angels are spirits who serve believers. Man is a creature who may have deep and exclusive fellowship with God (John 17:20-21). Therefore, each of us must learn to live this life of solitude and just feel complete when we fellowship with the Lord (Psalm 42). We must dare to have the principle we can live without anyone and anything but we cannot live without God. With such principle a person will really understand how to live in dependence on God. In this case, we understand what the meaning of taking refuge in the Lord is, for He is our life.

The beauty of the communion with God is invaluable and surpasses everything.
January 12, 2013, 04:52:10 AM
Reply #21
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 20198
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://english.truth-media.com/
http://www.truth-media.com/tuhanlah-kehidupan-kita

Tuhanlah Kehidupan Kita

January 12th, 2013

Alkitab dalam setahun: Kejadian 8-11

Quote
Seseorang tidak akan menerima perlindungan Tuhan bila tidak hidup dalam persekutuan dengan diri-Nya dan menikmati Tuhan sebagai kesukaan. Kita tidak dapat menikmati perlindungan Tuhan dan menikmati fasilitas
yang disediakan Tuhan tanpa menikmati diri-Nya dalam persekutuan yang baik. Inilah maksud manusia diciptakan Tuhan, agar manusia menjadi teman atau sahabat dan sekutu Tuhan. Dalam Alkitab kita tidak menemukan malaikat memiliki tempat seperti yang dimiliki manusia. Manusia lah makhluk hebat yang Tuhan ciptakan untuk menjadi kekasih Tuhan dimana Tuhan dapat berinteraksi secara indah, mesra dan benar-benar eksklusif.
Dalam Kitab Kejadian 3:8-9 ditulis dialog antara Tuhan dan manusia yang menunjukkan kemesraan seorang teman atau sahabat:
Ketika mereka mendengar bunyi langkah TUHAN Allah, yang berjalan-jalan dalam taman itu
 pada waktu hari sejuk, bersembunyilah manusia dan isterinya itu terhadap TUHAN Allah di antara pohon-pohonan dalam taman. Tetapi TUHAN Allah memanggil manusia itu dan berfirman kepadanya:
"Di manakah engkau?"

Dalam ketulusan tanpa curiga, Tuhan mencari sahabat-Nya. Barangkali hal inilah yang memicu iblis enjatuhkan manusia, sebab selain manusia menjadi orang dekat Tuhan, dalam hal ini iblis pasti cemburu atau iri (inilah karakter jahat) tetapi manusia juga berpotensi menyingkirkan diri iblis. Ketika Tuhan berfirman: penuhi bumi dan taklukkan itu, di dalamnya termasuk melenyapkan kuasa jahat yang mengganggu ketentraman manusia dan melawan Tuhan.
Menghayati hal di atas ini, maka patutlah kita bersyukur kalau kita diperkenan menjadi manusia. Keelokan manusia bukan hanya terletak pada seluruh keberadaannya semata yang diciptakan segambar dengan Allah, ini sudah sangat menakjubkan, tetapi juga peluang untuk menjadi teman atau sahabat sekutu Tuhan yang Maha Tinggi dalam kekekalan.

Keindahan persekutuan dengan Tuhan inilah yang memiliki nilai tiada batas.
Belum tentu malaikat memiliki keberadaan seperti ini. Kemungkinan besar malah tidak, sebab dalam Ibrani 1:13-14 tertulis bahwa malaikat-malaikat adalah roh-roh yang melayani orang percaya. Manusia adalah makhluk yang dapat bersekutu secara dalam atau eksklusif dengan Tuhan (Yoh. 17:20-21). Oleh sebab itu setiap kita harus belajar menghayati kesendirian hidup ini dan hanya merasa lengkap bila kita bersekutu
dengan Tuhan (Mzm. 42). Kita harus berani berprinsip bahwa kita bisa hidup tanpa siapa pun dan apa pun tetapi kita tidak bisa hidup tanpa Tuhan.Dengan berprinsip demikian seseorang akan benar-benar mengerti
bagaimana hidup dalam ketergantungan kepada Tuhan.
Dalam hal ini kita mengerti arti berlindung kepada Tuhan, Dia lah kehidupan kita.

Keindahan persekutuan dengan Tuhan memiliki nilai tiada batas melebihi segala hal.
January 13, 2013, 04:57:48 AM
Reply #22
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 20198
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://english.truth-media.com/
http://english.truth-media.com/cannot-have-both

Cannot Have Both

January 13

Bible in a year: Genesis 12-15

Quote
Humans are physical beings who need a place to stay. That is why God provided Eden before man was created. The word of Eden in Hebrew (עֵדֶן) means fun. Thus, home or residence is a primary human need. Confirming this, we can pay attention to the statement of Jesus in John 14:1-3, that we do not need to be concerned because in the Father’s house are many mansions. He went to prepare a place for us. How do we react to this reality? Of course we have to prepare ourselves to find that place as a primary need. In this regard the Lord Jesus counseled us to seek and find that place to stay not on this earth (Matthew 6:19-20). Jesus asserted that one cannot serve two masters; it is parallel to the law that a person must choose whether he intends to discover paradise on earth or paradise in the world to come. It does not sound like fun, but it cannot be changed or avoided. Eternal Eden or paradise is not a landfill. It is a glorious destination. If someone does not make it as a glorious destination, that means he intends to build a paradise on earth. It also means that he does not appreciate the sacrifice of the Lord Jesus who struggles to provide a place for the chosen one. These are the people who do not move their hearts to His kingdom (Matt. 6:20-21). The journey to Eden must begin now. It must be deliberately and seriously prepared.

Man is forever a servant and the problem is whether he is the servant of God or a servant of others. Eden is a place where a person lives in God’s government or to serve God. If a man does not serve God today or does not live in the reign of God, it means he has no intention of settling in Eden where God’s government is held. One of the proofs and characteristics of people who intend to make Eden as the destination of their journey is trying to please God, either inside or outside of the body (2 Corinthians 5:1-2; 9-10). On the outside it means wearing the eternal body at Eden, the eternal world to come. A person who is not pleasing God on the earth today will not please God in the world to come. So, do not expect entering Eden that is provided by Jesus if one does not live a righteous life. A person who is not trying to please God means he has no desire to the Eden of God. He is building his own kingdom. He seeks to please his life with the beauty of the world. These are the people who worship the devil (Luke 4:5-8).

One must choose whether he intends to find a paradise on earth or paradise in the world to come. It cannot be both.
January 13, 2013, 05:04:35 AM
Reply #23
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 20198
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://english.truth-media.com/
http://www.truth-media.com/tidak-bisa-dua-duanya

Tidak Bisa Dua-duanya
January 13th, 2013

Alkitab dalam setahun: Kejadian 12-15

Quote
Manusia adalah makhluk fisik yang membutuhkan tempat tinggal. Itulah
sebabnya Allah menyediakan Eden sebelum manusia diciptakan. Kata Eden
dari bahasa Ibrani eden (ןֶדֵע)yang artinya menyenangkan. Jadi, tempat tinggal atau papan adalah kebutuhan primer manusia. Meneguhkan hal ini kita dapat memperhatikan pernyataan Tuhan Yesus dalam Injil Yohanes 14:1-3, bahwa kita tidak perlu gelisah sebab di rumah Bapa banyak tempat tinggal. Ia pergi untuk menyediakan tempat bagi kita. Bagaimana reaksi kita terhadap kenyataan ini? Tentu saja kita harus mempersiapkan diri menemukan tempat tinggal tersebut sebagai kebutuhan primer. Berkenaan dengan hal ini Tuhan Yesus menasihati kita agar mencari dan menemukan tempat tinggal bukan di bumi ini (Mat. 6:19-20).
Tuhan Yesus menegaskan bahwa seseorang tidak dapat mengabdi kepada dua tuan, hal ini sejajar dengan hukum bahwa seseorang harus memilih, apakah bermaksud menemukan firdaus di bumi atau firdaus di
dunia yang akan datang.Hal ini kedengarannya tidak menyenangkan, tetapi hal ini tidak bisa diubah atau dihindari. Eden kekal atau Firdaus di dunia nanti bukan lah tempat pembuangan. Tetapi tujuan yang mulia.

Kalau seseorang tidak menjadikan sebagai tujuan yang mulia, berarti ia berniat membangun firdaus di bumi. Ini berarti tidak menghargai pengorbanan perjuangan Tuhan Yesus menyediakan tempat bagi umat pilihan.
 Inilah orang-orang yang tidak memindahkan hatinya di dalam kerajaan-Nya (Mat. 6:20-21). Perjalanan menuju Eden itu harus dimulai sekarang ini. Harus diselenggarakan dengan sengaja dan serius.
Sampai kapan pun manusia adalah hamba, masalahnya adalah hamba Tuhan atau hamba yang lain. Eden adalah tempat dimana seseorang hidup dalam pemerintahan Allah atau untuk melayani Allah. Kalau seseorang tidak melayani Allah hari ini atau tidak hidup dalam pemerintahan Allah berarti ia tidak berniat menetap di Eden dimana pemerintahan Allah digelar. Salah satu bukti dan ciri orang yang berniat menjadikan Eden sebagai tujuan perjalanan hidupnya adalah berusaha berkenan kepada Allah, baik diam di dalam tubuh ini maupun di luarnya (2 Kor. 5:1-2; 9-10).
Di luarnya artinya ketika memakai tubuh kekal di Eden di dunia yang akan datang nanti. Seorang yang tidak berkenan kepada Tuhan di bumi sekarang ini, tidak akan berkenan kepada Tuhan di dunia yang akan
datang. Jadi, jangan berharap masuk Eden yang disediakan oleh Tuhan Yesus Kristus bila tidak hidup benar. Seorang yang tidak berusaha berkenan kepada Tuhan berarti tidak berhasrat ke Eden-Nya. Ia membangun
kerajaannya sendiri, ia berusaha menyenangkan hidupnya dengan berbagai keindahan dunia.

Inilah orang-orang yang menyembah iblis (Luk. 4:5-8).

Seseorang harus memilih, apakah bermaksud menemukan firdaus di bumi
atau firdaus di dunia yang akan datang. Tidak boleh dua-duanya.
January 14, 2013, 05:07:42 AM
Reply #24
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 20198
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://english.truth-media.com/
http://english.truth-media.com/always-in-gods-territory

Always In God’s Territory

January 14

Bible in a year: Genesis 16-18

Quote
One thing that must be appreciated by man is that God is a Spirit. He is never invisible forever. The word of spirit in Hebrew is “ruakh” (רוּחַ), which has many meanings, including “wind or air”. The word wants to show that the presence of God can be everywhere. No area or areas are unattended by the Lord. Only God can be omnipresent. The presence of God is not limited by space and time. In general, religious people acknowledge that God is omnipresent. They believe God is everywhere. Therefore, it is certainly that nothing is hidden in the eyes of God. In this regard the Psalmist says, “where can he go away from His spirit, where can he flee from His presence? When he climbs into the sky, God is there, and if he put his bed in the depths, there is God. If he flies on the wings of dawn, and settles at the end of the sea, even there…” (Psalm 139: 7-10). The statement of the psalmist shows God’s omnipresence.

It is true that God is omnipresent. The problem with the existence of God is, how is the human attitude towards this reality? What is his reaction to the reality that God is everywhere? Many people do not question these things seriously. More people do not react properly to this fact. The first reaction should be the consciousness that we are in the government of God. This means that no matter where we are there is a law that must be enforced. For the people of Israel, they know the laws of the Torah, but for us the law to be enforced is God’s will. His will is the law of the believer’s life. It is not something easy to comprehend that God is present everywhere because people are more familiar knowing that the presence of God is in certain places only. If someone is really aware of the presence of God is wherever he is, then his attitude will be different. First, he will not be reckless in his behavior. Second, he will be strong facing all kinds of dangers and threats. With these two things he can truly honor God properly. In this case a person has to understand what it means to live with God righteously. We have to get used to this kind of lifestyle to be able to live in the reign of God. Thus, we will be able to realize The Lord’s Prayer: Thy kingdom come, Thy will be done on earth as it is in heaven.

We are always in the territory of the reign of God. This means that no matter where we are, there are laws that must be upheld, namely, His will.
January 14, 2013, 05:15:48 AM
Reply #25
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 20198
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://english.truth-media.com/
http://www.truth-media.com/selalu-di-wilayah-allah

Selalu Di Wilayah Allah

January 14th, 2013

Alkitab dalam setahun: Kejadian 16-18

Quote
Satu hal yang harus dihayati oleh manusia bahwa Allah adalah Roh.
Sampai selama-lamanya Ia tidak pernah kelihatan. Kata roh dalam bahasa ibraninya adalah ruakh (רוּחַ) yang memiliki banyak arti, diantaranya berarti angin atau udara.
Kata ini hendak menunjukkan kehadiran Allah yang bisa dimana-mana. Tidak ada daerah atau wilayah
yang tidak dihadiri oleh Tuhan. Hanya Allah yang bisa Maha Hadir. Kehadiran Tuhan tidak dibatasi oleh ruangan dan waktu. Pada umumnya orang-orang beragama mengakui bahwa Allah Maha Hadir (omnipresent) . Mereka percaya Tuhan ada dimana-mana. Oleh karena itu tentu tidak ada sesuatu
yang tersembunyi di mata Tuhan.
Berkenaan dengan ini Pemazmur mengatakan bahwa ke mana ia dapat pergi menjauhi roh-Nya, ke mana ia dapat lari dari hadapan-Nya? Jika ia mendaki ke langit, Allah di sana; jika ia menaruh tempat tidurnya di dunia orang mati, di situ pun Allah. Jika ia terbang dengan sayap fajar, dan membuat kediaman di ujung laut, juga di
sana " (Maz 139:7-10).
Pernyataan pemazmur ini menunjukkan ke-Mahahadiran Allah.

Memang benar adanya, Allah Maha Hadir. Masalahnya adalah jika demikian keberadaan Tuhan, bagaimana sikap manusia terhadap kenyataan ini? Apa reaksinya terhadap realitas Allah ada dimana-mana? Banyak orang tidak mempersoalkan hal ini dengan sungguh-sunguh. Lebih banyak orang yang tidak bereaksi dengan benar terhadap kenyataan tersebut. Reaksi pertama haruslah kesadaran bahwa kita ada di wilayah pemerintahan Allah. Ini berarti dimana pun kita berada ada hukum yang harus ditegakkan.
Bagi orang Israel mereka mengenal hukum torat, tetapi bagi kita hukum yang harus ditegakkan adalah kehendak-Nya. Kehendak-Nya adalah hukum kehidupan orang percaya. Penghayatan bahwa Allah hadir dimana-mana bukan sesuatu yang mudah, sebab orang sudah terbiasa menghayati kehadiran
Tuhan di tempat-tempat tertentu.
Kalau seseorang sungguh-sungguh sudah bisa menghayati kehadiran Tuhan dimana pun dirinya berada, maka sikap hidupnya akan berbeda.
Pertama, ia tidak akan ceroboh dalam tingkah lakunya. Kedua, ia menjadi kuat menghadapi segala macam bahaya dan ancaman. Dengan dua hal ini maka ia sungguh-sungguh dapat menghormati Tuhan secara benar. Dalam hal ini seseorang baru memahami apa artinya hidup ber-Tuhan dengan benar. Cara atau gaya hidup seperti ini harus dibiasakan, sehingga ia benar-benar hidup dalam pemerintahan Allah.

Dengan demikian ia bisa mewujudkan

Doa Bapa Kami, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di Sorga. ....

Kita selalu ada di wilayah pemerintahan Allah. Ini berarti dimana pun
kita berada ada hukum yang harus ditegakkan, yaitu kehendak-Nya.


forumkristen.com/index.php?action=dlattach;topic=47108.0;attach=11285
January 15, 2013, 04:51:51 AM
Reply #26
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 20198
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://english.truth-media.com/
http://english.truth-media.com/phrisso

Phrisso

selasa, January 15

Bible in a year: Genesis 1 9 -21

Quote
If one believes that God can be present anywhere, he will fear God. This feeling of fear develops from a heart that respects Him. A characteristic of a person who has not known Him well is the attitude of not enough respect for the Heavenly Father. Not respecting Him in this case means not showing behavior toward the Father that we are supposed to. His honor is immeasurable. This is why all in Heaven bow down and worship trembling. Many people worship God only for several minutes during service in church, and feel there is no need to do so consciously afterwards. In the letter James wrote, he says that the evils shudder (James 2:19). The original text of shudder in this case is phrisso, which also means fear. This shows the demons had experienced God’s presence in Heaven to understand how powerful He is. They fear and shudder because of His sublime power.

Someone who knows that God is a Spirit that can fill all places and rooms will try his best to respect Him. Only that way someone can truly worship God, not just during the service by singing or during doxology (words that glorify God), but by the attitude to respect God that we should have permanently in our souls wherever we are. That way we always live before God with no blemish. That is what God said to Abraham before He made His covenant with Abraham (Genesis 17:1). We are not sure how innocent Abraham lived his life, but one proof or “fruit” shown from his faultless life is He did everything God wanted him to. This attitude of respecting God cannot be faked. It also cannot be shown from words in prayer or body language. It comes from the bottom of our hearts, which will be expressed through our actions. It is easy to show people we respect God, but it is not easy to truly respect Him from our heart. Only God knows it. Many feel they have honored God but they do not really. Respecting God can be seen from the holiness of their lives. Those people will be granted gifts to understand God’s secret or wisdom. God will not entrust His wisdom to those who do not respect Him.

Respecting God is not only in church, but in the permanent attitude of respect in our souls that we carry wherever we go.
January 15, 2013, 04:59:20 AM
Reply #27
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 20198
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://english.truth-media.com/
http://www.truth-media.com/phrisso

Phrisso

selasa, 15 Januari 2013

Alkitab dalam setahun: Kejadian 19-21

Quote
Kalau mempercayai bahwa Allah Maha Hadir, maka seseorang akan memiliki sikap hati yang takut akan Tuhan. Takut akan Tuhan ini di bangun dari hati yang menghormati Tuhan. Salah satu ciri dari orang yang
 belum mengenal Tuhan dengan benar adalah sikapnya yang kurang hormat kepada Bapa di Surga. Kurang hormat sama dengan tidak bersikap sebagaimana mestinya terhadap Bapa. Sesungguhnya betapa terhormatnya Allah Bapa itu. Kehormatan-Nya tidak bisa diukur dengan apapun. Inilah yang membuat penduduk Sorga tertunduk menyembah dalam kegentaran yang dahsyat. Banyak orang menghormati Allah hanya di gereja dan beberapa menit. Setelah itu ia tidak merasa perlu dalam kesadaran untuk menghormati Dia.
Dalam surat Yakobus dikatakan bahwa roh jahat gemetar (Yak. 2:19). Teks aslinya kata gemetar di sini adalah phrisso, yang artinya juga shudder(perasaan ngeri) yang sama dengan kata fear atau
 ketakutan.
Hal ini menunjukkan bahwa roh-roh jahat yang pernah mengalami kehadiran Allah di Surga mengerti kedahsyatan-Nya. Mereka takut dan gemetar terhadap kedahsyatan Allah Bapa.
Seseorang yang menghayati Allah adalah Roh yang memenuhi segala tempat dan ruangan, akan berusaha untuk bersikap sehormat-hormatnya terhadap Dia.
Dengan cara demikian seseorang sungguh-sungguh dapat menghormati Tuhan secara benar.
Menghormati Tuhan bukan hanya dalam liturgi pada waktu di gereja dengan nyanyian atau doxologi (kata-kata yang memuat pujian bagi Tuhan), tetapi sikap hormat kita harus permanen di dalam jiwa terbawa kemana pun kita melangkah. Dengan cara demikian seseorang sungguh-sungguh hidup di hadapan Tuhan dengan tidak bercela. Inilah yang dikatakan Tuhan kepada Abraham, sebelum Allah membuat Perjanjian dengan Abraham (Kej. 17:1).
Kita tidak tahu bagaimana kehidupan Abraham yang tidak bercela itu, tetapi satu bukti dari kehidupan Abraham yang tidak bercela adalah ia melakukan segala sesuatu yang diingini oleh Tuhan. Sikap hormat ini tidak bisa dibuat-buat. Hal ini tidak bisa hanya ditunjukkan dengan kalimat doa atau sikap tubuh, tetapi dari sikap batin yang tersembunyi, yang pasti akan terekspresi dalam perbuatan.
Mudah untuk memberi kesan kepada orang bahwa dirinya menghormati Tuhan, tetapi tidak mudah untuk memiliki sikap hormat yang sesungguhnya. Tentu saja hanya Tuhan yang dapat mengetahuinya.
Banyak orang merasa sudah menghormati Tuhan, tetapi kenyataannya tidak. Hormat akan Tuhan akan nampak dari kekudusan hidup orang tersebut. Orang-orang seperti ini akan diberi karunia oleh Tuhan untuk memahami rahasia-rahasia Tuhan atau berhikmat tinggi. Tuhan tidak akan mempercayakan hikmat-Nya kepada orang yang tidak menghormati Dia.

Menghormati Tuhan bukan hanya pada waktu digereja, tetapi sikap
hormat yang permanen di dalam jiwa terbawa kemana pun melangkah.
January 16, 2013, 03:55:53 AM
Reply #28
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 20198
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://english.truth-media.com/
http://english.truth-media.com/phobeo

Phobeo

rabu, January 16

Bible in a year: Genesis 22-24

Quote
People who have already experienced God’s presence will understand what it means to respect Him, as he feels the tremble or fear of God in his soul. This tremble will develop stronger as he realizes the God of the universe that he worships actually exists and is omnipresent. To experience God’s presence, one should seriously pursue his spiritual life, including getting to know Him. Getting to know Him in this case does not only mean reading the Bible and listening to sermons, but also through enough hours of meditation. Moreover, through our sensitivity in understanding the happenings in our life, from what we see, hear or experience, God teaches us His righteousness and presence. The pursuance will result in having supernatural experiences with God. This needs to be taken seriously. Why is that so? Because it is impossible for those who do not respect God to enter the kingdom of heaven. This should make our souls tremble. Jesus Christ said to be afraid of God, which means have fear by respecting Him.

Jesus said, “Fear God” (Matthew 10:28). The word fear in Matthew 10:28 is not phrisso but phobeo, which also means worship, sanctify and respect. The fear here comes from respect. You should be worried if you do not have the feeling of “being afraid of the true God”. This word is also used by Peter in 1 Peter 1:17. After becoming the children of God, we have to get to know the Father so we can respect Him well or phobeo toward God. We have been redeemed from our vain manner of life, which are not afraid of God. Not fearing God initiates life that does not respect God due to prioritizing in the fulfillment of physical needs. In 1 Peter 1:17, it is also mentioned that God’s judgment is for everyone without exception. People who do not fear God will not stand for long on Judgment Day. This is for anyone, whether he is a commoner or a renowned pastor. God expects each of His children to respect Him righteously. While we still have the opportunity, let us develop our respect to Him by seeking God earnestly. Understand righteousness through God’s words, meditation and analysis of every happening in our daily lives.

Not fearing God will result in having a life that does not respect God due to prioritizing the fulfillment of physical needs.
January 16, 2013, 04:05:10 AM
Reply #29
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 20198
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://english.truth-media.com/
http://www.truth-media.com/phobeo

Phobeo

rabu, January 16th, 2013

Alkitab dalam setahun: Kejadian 22-24

Quote
Orang yang sudah mencapai penghayatan kehadiran Tuhan dengan baik, akan mengerti apa artinya menghormati Tuhan, sebab ia merasakan dalam jiwanya suatu “kegentaran” atau takut akan Tuhan. Kegentaran ini akan makin kuat tatkala seseorang menyadari bahwa Tuhan semesta alam yang
disembahnya adalah Tuhan yang benar-benar exsist dan Maha Hadir.
Untuk menghayati keberadaan Tuhan ini membutuhkan perburuan yang serius terhadap hal-hal rohani, di dalamnya termasuk pengenalan akan Tuhan. Pengenalan di sini bukan hanya pengenalan secara literal dengan membaca buku atau mendengarkan khotbah tetapi juga jam-jam meditasi yang memadai.

Selain itu juga kepekaan mengenali setiap kejadian dalam kehidupan ini, sebab melalui apa yang dilihat, didengar apalagi yang dialami, Tuhan mengajarkan dengan kebenaran-kebenaran dan kehadiran-Nya.
 
Sebagai hasil dari perburuan ini seseorang akan memiliki pengalaman-pengalaman adikodrati atau supranatural dengan Allah yang juga supranatural itu. Hal ini harus diperkarakan dengan sangat serius.
Mengapa hal ini perlu diperkarakan? Sebab tidak mungkin orang yang tidak menghormati Bapa bisa masuk ke dalam Kerajaan Bapa di Surga.
Hal ini seharusnya menggetarkan jiwa kita. Tuhan Yesus berkata takutlah akan Allah maksudnya adalah memiliki sikap takut dengan hormat kepada-Nya.
Tuhan Yesus berkata "takutlah akan Dia" (Mat. 10:28). Kata takut dalam Matius 10:28 bukan <i>;phrisso tetapi phobeoyang artinya juga memuja, menganggap suci dan menghormati.
Jadi, takut di sini takut karena menghormati. Anda harus memiliki “takut terhadap Tuhan
 dengan benar.
Kata phobeo ini juga digunakan oleh Petrus dalam 1Petrus 1:17. Setelah menjadi anak Bapa harus mengenal Bapa sehingga memiliki hormat yang pantas,  phobeo terhadap Bapa.
Kita telah ditebus dari cara hidup yang sia-sia, yaitu cara hidup orang yang tidak takut akan Allah. Tidak takut akan Allah melahirkan kehidupan yang tidak menghormati Tuhan, ini disebabkan karena lebih
mengutamakan pemenuhan kebutuhan jasmani. Dalam 1 Petrus 1:17, juga disinggung mengenai penghakiman Allah kepada semua orang tanpa pandang muka. Orang-orang sekarang yang tidak takut akan Tuhan tidak akan bertahan berdiri di hadapan penghakiman-Nya. Siapa pun dia, apakah dia jemaat awam atau seorang pendeta besar. Tuhan menuntut setiap anak-anak Tuhan menghormati Dia sepantasnya. Selagi ada kesempatan, marilah kita mengembangkan sikap hormat kita dengan Tuhan dengan mencari Tuhan dengan sungguh-sungguh. Mengenal kebenaran Firman Tuhan, meditasi dan peka membaca setiap kejadian dalam kehidupan ini.

Tidak takut akan Allah melahirkan kehidupan yang tidak menghormati
Tuhan karena lebih mengutamakan pemenuhan kebutuhan jasmani.

 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)