Author Topic: Rehobot Literature Ministries  (Read 115046 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

January 07, 2019, 05:17:54 AM
Reply #2320
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22581
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16

...

Tentu saja wajah batin mereka adalah wajah dunia, bukan wajah Yesus. Orang-orang Kristen seperti ini, pada akhirnya pasti ditolak oleh Tuhan Yesus, dan Tuhan menyatakan bahwa Dia tidak mengenal mereka (Mat. 7:21-23).Orang-orang Kristen yang hidup dalam kewajaran anak dunia tersebut sesungguhnya telah dituai oleh Iblis. Mereka tidak akan pernah mengerti apa yang diajarkan oleh Tuhan Yesus di dalam Injil. Mereka hanya memahami ayat-ayat dalam Perjanjian Lama yang orientasi berpikirnya masih kepada pemenuhan kebutuhan jasmani. Pengajar-pengajar mereka adalah orang-orang yang mengajarkan apa yang menyenangkan telinga (2Tim 4:3, Karena akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya). Gereja-gereja yang dua sampai lima dasawarsa ini -yang sekarang menjadi gereja-gereja besar (megachurch)- pada umumnya tergerus oleh ajaran yang menyimpang dari Injil ini. Gereja-gereja seperti ini banyak peminatnya, karena ajaran mereka sesuai dengan selera zaman atau sesuai dengan semangat zaman.



January 08, 2019, 05:18:21 AM
Reply #2321
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22581
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.truth-media.com/2019/

08. MENCARI TUHAN
  7 January 2019 | Renungan Harian
MENCARI-TUHAN Download (57)

Kalau Tuhan adalah Pribadi yang hidup, semestinya orang percaya dapat benar-benar berinteraksi dengan Dia secara konkret dan nyata. Kalau orang-orang tertentu yang memburu pengalaman supranatural dengan makhluk-makhluk halus, roh-roh jahat, atau kekuatan-kekuatan gaib dapat berhubungan dengan entitas-entitas ajaib tersebut, tentu saja orang percaya dapat berhubungan dengan Tuhannya. Orang-orang yang menginginkan dapat memiliki pengalaman supranatural dengan makhluk-makhluk halus, roh-roh jahat, atau kekuatan-kekuatan gaib, bersedia bersemedi berhari-hari, berbulan-bulan, atau bahkan bertahun-tahun. Mereka meninggalkan kehidupan dalam kewajaran, pergi ke tempat-tempat keramat, hutan-hutan, dan gua-gua gelap demi dapat menemui entitas-entitas supranatural. Sebagai hasilnya mereka memperoleh kesaktian, menjadi “orang pinter”, memiliki kekuatan-kekuatan supranatural, dan lain sebagainya. Mereka berani membayar harga sehingga mereka memperoleh apa yang mereka idam-idamkan.

Bagaimana dengan orang percaya? Bagaimanapun harus ada usahauntuk mencari Tuhan. Banyak ayat Firman Tuhan yang berbicara mengenai hal ini, seperti misalnya dalam Yesaya 55:6 tertulis: Carilah TUHAN selama Ia berkenan ditemui; berserulah kepada-Nya selama Ia dekat! Dari ayat ini jelas menunjukkan bahwa hal mencari Tuhan adalah usaha yang harus dilakukan orang percaya dengan sungguh-sungguh. Orang percaya harus berani membayar harga untuk dapat benar-benar menemukan Tuhan dan hidup berinteraksi dengan Dia. Apa dan berapa harga yang harus dibayar untuk itu?

Pertama, tidak bisa tidak seseorang yang mau menemukan Tuhan harus meninggalkan dosa, yang sama dengan hidup dalam kekudusan. Dalam 2 Korintus 6:17-18 Firman Tuhan mengatakan: Sebab itu: Keluarlah kamu dari antara mereka, dan pisahkanlah dirimu dari mereka, Firman Tuhan, dan janganlah menjamah apa yang najis, maka Aku akan menerima kamu. Dan Aku akan menjadi Bapamu, dan kamu akan menjadi anak-anak-Ku laki-laki dan anak-anak-Ku perempuan demikianlah Firman Tuhan, Yang Mahakuasa.” Dalam suratnya Petrus menulis bahwa sebagaimana Allah Bapa (Theos) adalah Pribadi yang kudus, maka umat juga harus kudus. Bahkan kalau orang percaya memanggil Bapa sebagai Allah, maka ia harus hidup dalam ketakutan, artinya dengan kehidupan yang berkenan.

Kedua, orang percaya harus memiliki tujuan hidup sesuai dengan rencana-Nya. Tuhan tidak akan berjalan dengan orang yang hidup di luar rencana dan kehendak-Nya. Dalam hal ini banyak orang Kristen yang sebenarnya tidak pernah berjalan dengan Tuhan. Mereka memiliki kesibukan sendiri, tanpa memperhatikan maksud Tuhan memanggil mereka menjadi umat pilihan. Umat pilihan dipanggil untuk mengalami perubahan kodrat, agar kehidupan Yesus dihidupkan di dalam diri mereka. Umat pilihan harus sempurna seperti Bapa dan serupa dengan Yesus. Selanjutnya, untuk semakin serupa dengan Yesus, orang percaya harus mengambil bagian dalan penderitaan Tuhan Yesus, artinya ikut serta dalam perjuangan mengubah orang lain. Itulah sesungguhnya pelayanan yang dikehendaki oleh Allah. Pelayanan bukan sekadar menjadi aktivis gereja atau pendeta, pelayanan adalah menyenangkan hati Tuhan dengan membawa jiwa-jiwa kepada pertobatan yang sejati.

Ketika Tuhan Yesus menyatakan bahwa Ia akan menyertai orang percaya, konteksnya adalah ketika Tuhan memberi Amanat Agung untuk ditunaikan setiap orang percaya (Mat. 28:18-20). Ini berarti Tuhan menyertai orang yang melakukan kehendak-Nya atau menunaikan tugas yang dipercayakan kepada mereka. Tuhan tidak menyertai orang yang hidup untuk dirinya sendiri. Orang yang hidup untuk dirinya sendiri pasti berurusan dengan Tuhan hanya untuk dapat memanfaatkan Tuhan untuk kepentingannya sendiri, bukan bagaimana hidup untuk kepentingan-Nya. Mereka adalah orang-orang yang oportunis, orang-orang yang hanya selalau memperhatikan kepentingan sendiri. Tidak jarang mereka tidak memedulikan kebutuhan orang lain. Orang-orang seperti ini berusaha memanfaatkan Tuhan, tetapi tidak membuka diri untuk dimanfaatkan oleh Tuhan. Mereka adalah hamba bagi diri sendiri, bukan hamba Tuhan.

Ketiga, untuk menemukan Tuhan orang percaya harus berani menginvestasikan waktunya untuk duduk diam di kaki Tuhan. “Duduk diam di kaki Tuhan” sebenarnya bukan pekerjaan yang mudah. Tidak heran kalau tidak banyak orang yang tekun dan setia dalam hal ini. Banyak orang hanya bertahan beberapa menit, tidak sampai lebih dari 30 menit.Duduk diam di kaki Tuhan bukan hanya sekadar menyampaikan permintaan atau menyanyikan lagu-lagu rohani dan menyembah dengan kata-kata. Tetapi berdiam diri untuk dapat menghayati kehadiran Tuhan secara konkret dan nyata. Latihan untuk ini dibutuhkan waktu bertahun-tahun, melalui jam-jam yang panjang.

.......



January 08, 2019, 05:19:32 AM
Reply #2322
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22581
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
.......

Keempat, orang percaya harus teliti memperhatikan setiap peristiwa yang terjadi di sekelilingnya; baik yang didengar, dilihat, apalagi yang dialami secara langsung. Semua kejadian tersebut pasti dapat menunjukkan kehadiran Tuhan atau manuver Tuhan yang sangat cerdas, yang memberi pelajaran rohani dan verifikasi bahwa Dia Mahahadir. Dalam hal ini, orang dapat mengalami Tuhan secara konkret. Orang percaya yang mengalami perjumpaan dengan Tuhan dan bergaul dengan Dia, pasti memiliki buah-buah hidup yang tidak dimiliki oleh orang kebanyakan.



January 09, 2019, 05:22:39 AM
Reply #2323
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22581
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.truth-media.com/2019/

09. SUASANA KERAJAAN SURGA

http://www.truth-media.com/podpress_trac/web/17826/0/09-JANUARI-2019-SUASANA-KERAJAAN-SURGA.mp3
http://www.truth-media.com/podpress_trac/web/17826/1/09-JANUARI-2019-SUASANA-KERAJAAN-SURGA.amr

Tidak banyak orang -termasuk orang-orang Kristen- yang bisa membangun dan memiliki atmosfer suasana Kerajaan Allah didalam hidup ini. Padahal seharusnya semua orang percaya bisa mengalaminya dan memilikinya. Firman Tuhan mengatakan bahwa Kerajaan Allah sudah datang kepada kita, itu berarti suasana atau atmosfer Kerajaan Allah sudah dapat dirasakan (Luk. 11:20). Ini bukan Kerajaan Allah secara fisik atau harafiah. Kerajaan Allah secara fisik baru dinyatakan ketika Tuhan Yesus datang kedua kali. Kerajaan Allah yang dimaksud dalam pembahasan ini maksudnya adalah suasananya. Paulus dalam Roma 14:17 mengatakan: Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman,tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh ROH KUDUS. Inilah suasana Kerajaan Allah yang bisa dan seharusnya dialami oleh orang percaya.

Suasana Kerajaan Allah dapat dihadirkan dalam kehidupan seseorang yang hidup di dalam kebenaran. Kata kebenaran di sini adalah dikaiosune (δικαιοσύνη), artinya adalah kebenaran yang bertalian dengan perilaku atau perbuatan. Orang yang hidup dalam kebenaran adalah orang yang berperilaku selalu sesuai dengan kehendak Allah, baik setiap kata yang diucapkan, gerak pikiran dan perasaan dan kelakuannya. Kebenaran yang dimaksud dalam ayat ini bukan kebenaran yang didasarkan pada hukum, tetapi kebenaran yang didasarkan pada moral atau kesucian Allah sendiri. Karena ROH KUDUS dimateraikan dalam kehidupan kita, maka ROH KUDUS akan memampukan orang percaya untuk mencapai kehidupan yang berkenan di hadapan Tuhan.

Oleh sebab itu, mestinya orang percaya bisa mencapai kehidupan seperti yang dikemukakan di atas, yaitu hidup selalu dalam perkenanan Allah Bapa dan Tuhan Yesus, yaitu hidup dalam kebenaran (berkelakuan sempurna seperti Bapa), karena ROH KUDUS menuntun orang percaya guna memahami isi Perjajian Baru atau Injil yang menyelamatkan. Dengan demikian orang percaya dapat mengalami pembaharuan pikiran. Pembaharuan pikiran yang berlangsungterus menerus akan membuka pengertian tanpa batas untuk memahami rahasia-rahasia Allah dan membangun kepekaan guna mengerti kehendak Allah Bapa, yaitu apa yang baik, berkenan, dan yang sempurna(Rm. 12:2).

Orang yang hidup dalam atmosfer atau suasana Kerajaan Allah adalah orang yang hidup secara luar biasa dalam kelakuan. Dalam Matius 5:20 Tuhan Yesus berkata: Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar daripada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Surga. Kata “hidup keagamaan” dalam teks aslinya juga dikaiosune (δικαιοσύνη),sama seperti yang terdapat dalam Roma 14:17. Dengan demikian, tidak mungkin orang yang hidup dalam atmosfer atau suasana Kerajaan Allah tidak memiliki kelakukan yang luar biasa dalam kekudusan, atau sebaliknya, orang yang memiliki kebenaran sesuai dengan moral atau etika Allah pasti merasakan atmosferatau suasana Kerajaan Allah. Dengan demikian orang yang hidupnya tidak bersih, tidak mungkin dapat merasakan atmosfer atau suasana Kerajaan Allah.

Selanjutnya, orang yang hidup dalam suasana Kerajaan Allah adalah orang-orang yang memiliki damai sejahtera dan sukacita oleh ROH KUDUS. Damai sejahtera dan sukacita oleh ROH KUDUS menunjukkan suasana jiwa yang positif yang tidak ditopang oleh fasilitas materi dan hiburan dunia ini. Juga tidak ditopang atau dipengaruhi oleh apa pun, tetapi oleh kehadiran Tuhan yang diwakili oleh ROH KUDUS. Ini bukan sesuatu yang bersifat mistis, artinya bukan sesuatu yang dapat dirasakan tanpa pengertian, seperti misalnya tiba-tiba dapat merasakan kebahagiaan tanpa ada alasan dan dasarnya. Tetapi damai sejahtera dan sukacita ini dibangun juga oleh pengertian-pengertian terhadap kebenaran Firman Tuhan. Pengertian-pengertian oleh kebenaran Firman Tuhan dapat dimiliki seseorang oleh karena tuntunan ROH KUDUS.

........

.......



January 09, 2019, 05:23:02 AM
Reply #2324
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22581
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
.......

Damai sejahtera dan sukacita di sini tidak bisa dipisahkan dari dua hal: Pertama,kehadiran Allah Bapa dan Tuhan Yesus yang diwakili oleh ROH KUDUS. Dengan demikian, tidak mungkin seseorang bisa merasakan damai sejahtera dan sukacita oleh ROH KUDUS tanpa persekutuan dengan Dia. Untuk itu yang kedua, seseorang harus hidup dalam kesucian Tuhan dengan karakter yang baik sesuai dengan kehendak Allah.Tidak mungkin seseorang dapat menikmati damai sejahtera dan sukacita oleh ROH KUDUS tanpa memiliki karakter yang baik sesuai dengan kesucian Allah. Dalam hal ini, sebenarnya yang menentukan apakah seseorang menikmati damai sejahtera dan sukacita oleh ROH KUDUS adalah karakternya sendiri. Kalau damaisejahtera dan sukacita oleh dunia dapat dinikmati setiap orang tanpa syarat-syarat tertentu, tidak demikian dengan damai sejahtera dan sukacita oleh ROH KUDUS.

Terkait dengan hal ini Tuhan Yesus menyatakan:Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu. Pernyataan Tuhan Yesus di sini memuat satu maksud bahwa untuk menikmati damai sejahtera dan sukacita oleh ROH KUDUS sangat bersyarat, tidak seperti damaisejahtera dan sukacita oleh dunia. Hanya orang yang hidup dalam penurutan terhadap kehendak Allah yang dapat menikmati damai sejahtera dan sukacita-Nya.



January 10, 2019, 11:31:10 AM
Reply #2325
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22581
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.truth-media.com/2019/#

10. DIMULAI DARI HARI INI
http://www.truth-media.com/podpress_trac/web/17828/0/10-JANUARI-2019-DIMULAI-DARI-HARI-INI.mp3

http://www.truth-media.com/podpress_trac/web/17828/1/10-JANUARI-2019-DIMULAI-DARI-HARI-INI.amr


Pemikiran manusia pada umumnya adalah bahwa hidup ini sudah dimulai, sedang dijalani dan akan berakhir di kematian. Tetapi bagi orang percaya berbeda, yaitu bahwa hidup ini baru dimulai, tidak akan berakhir sebab akan berkelanjutan terus sampai kekekalan. Bagi orang percaya, kematian bukanlah akhir perjalanan kehidupan, tetapi sebuah jembatan menuju kehidupan yanglebih baik, meneruskan kehidupan hari ini. Tentu saja bagaimana dua kelompok manusia tersebut dalam mengisi hari hidup ini sangat berbeda. Bagi orang yang berpikir bahwa hidup sudah dimulai, sedang dijalani dan berakhir di kematian, akan berusaha bagaimana meraih sebanyak-banyaknya apa yang disediakan oleh dunia. Mereka hidup hanya untuk kesenangan diri sendiri. Tidak sedikit mereka yang meraih keuntungan di atas penderitaan orang lain. Segala sesuatu diukur dengan bagaimana menikmati kesenangan hari ini.

Orang percaya yang berpikiran bahwa hidup baru dimulai dan akan terus berkelanjutan sampai kekekalan, akan berusaha bagaimana memiliki kehidupan yang benar-benar berkenan di hadapan Tuhan. Fokus hidupnya bukan dunia hari ini, tetapi kehidupan dibalik kubur, sehingga berusaha untuk tidak terikat oleh segala keindahan yang ada di dunia hari ini, di bumi. Sebagai manusia, tentu kita membutuhkan kenyamanan hidup dengan segala kenikmatannya, termasuk menikmati semua yang Allah Bapa dan Tuhan Yesus ciptakan, tetapi orang percaya yang benar menunda semua kenyamanan dan kenikmatan tersebut di langit baru dan bumi yang baru. Tentu dengan keyakinan bahwa bumi sekarang ini bukan satu-satunya kesempatan untuk menikmati kehidupan. Kehidupan yang sesungguhnya justru nanti di balik kehidupan hari ini.

Orang yang merasa bahwa kehidupan sudah dimulai, sedang berlangsung dan akan berakhir di kematian, berusaha optimis menyongsong hari esok di bumi ini. Walau kenyataannya dunia ini semakin memburuk, tetapi mereka berusaha untuk optimis bahwa dunia mendatang di bumi sekarang ini akan lebih bisa dinikmati. Tidak heran kalau orang Kristen yang berpikiran demikian, jika berurusan dengan Tuhan akanselalu berdoa meminta agar Tuhan memberkati hidup mereka agar mereka sukses dalam karir, sukses dalam bisnis, dan lain sebagainya supaya bisa hidup bahagia di bumi. Biasanya orang Kristen seperti ini menganut Teologi Kemakmuran. Penekanan dalam pelayanan di dalam gereja-gereja ini adalah mukjizat. Mereka juga percaya adanya transformasi kehidupan yang menciptakan keadaan ekonomi, politik, dan berbagai bidang menjadi lebih baik. Doa yang dinaikkan adalah pola Doa Yabes. Orang-orang Kristen seperti ini merasa dituai oleh Tuhan, padahal mereka telah dituai oleh dunia.

Orang percaya yang benar bersikap pesimis terhadap hari esok di bumi ini, sebab Tuhan dan rasul-rasul-Nya sendiri menyatakan bahwa dunia tidak akan bertambah baik (Mat. 24:12-13; 2Tim. 3:1-5; 2Ptr. 3:1-5; dan lain sebagainya). Orang percaya yang benar memiliki sikap optimis hanya di kehidupan yang akan datang, yaitu di langit baru dan bumi yang baru.Kerinduannya yang kuat adalah kedatangan Tuhan Yesus kedua kali.Itulah sebabnya dalam berurusan dengan Tuhan fokusnya adalah bagaimana menjadi “perawan suci” yang dilayakkan sebagai mempelai Kristus yang berkenan. Teologi yang dikenakan adalah kehidupanYesus, yaitu teologi salib; sebab berkat bagi umat Perjanjian Lama adalah kemakmuran, tetapi berkat bagi umat Perjanjian Baru adalah penderitaan. Transformasi yang harus terjadi atau berlangsung dalam kehidupan bukanlah aspek-aspek lahiriah seperti ekonomi, politik, dan sosial, tetapi manusia batiniah dalam kehidupan setiap individu yang diperbaharui dari hari ke hari (Rm.12:2; 2Kor.4:16-18). Doa yang tetap dipertahankan dan diamalkan bukanlah Doa Yabes, tetapi Doa Bapa kami. Dengan cara hidup demikian seseorang terus mengalami proses menjadi serupa dengan Yesus atau sempurna seperti Bapa, sehingga dituai oleh Tuhan.

.......



January 10, 2019, 11:31:41 AM
Reply #2326
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22581
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16

.......

Orang Kristen yang merasa bahwa kehidupan sudah dimulai, sedang berlangsung, dan akan berakhir di kematian, tentu saja berharap tidak masuk neraka. Dengan merasa sudah percaya kepada Tuhan Yesus, mereka merasa berhak masuk surga. Mereka juga ke gereja dan menyatakan mencintai Tuhan Yesus serta memuji serta menyembah Dia. Tetapi sebenarnya hati mereka masih mencintai dunia ini. Ciri dari gereja-gereja seperti ini adalah selalu menekankan persembahan uang, persepuluhan, persembahan buah sulung, dan lain sebagainya. Mereka menjanjikan jemaat menjadi “kepala” bukan “ekor”, jemaat diberkati lebih berlimpah-limpah kalau memberi persembahan uang ke gereja. Mereka mencoba memuaskan hati Tuhan dengan pujian dan penyembahan secara liturgi. Padahal menyembah Allah haruslah dalam Roh dan kebenaran, artinya bagaimana memiliki kehidupan yang tidak bercacat dan tidak bercela. Sungguh sangat disayangkan, kegiatan mereka yang sangat energik di dalam gereja berujung pada kepentingan kebesaran organisasi dan kelimpahan materi para pemimpin. Malang sekali, Yesus yang mereka pahami bukanlah Yesus yang diajarkan di dalam Injil, tetapi “yesus yang lain”. Orang percaya harus sangat berhati-hati dan waspada terhadap penyimpangan ini.



January 11, 2019, 08:50:47 AM
Reply #2327
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22581
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.truth-media.com/2019/

http://www.truth-media.com/podpress_trac/web/17830/0/11-JANUARI-2019-KEMULIAAN-KERAJAAN-ALLAH.mp3

http://www.truth-media.com/podpress_trac/web/17830/1/11-JANUARI-2019-KEMULIAAN-KERAJAAN-ALLAH.amr

11. KEMULIAAN KERAJAAN ALLAH
  10 January 2019 | Renungan Harian
KEMULIAAN-KERAJAAN-ALLAH Download (86)
KEMULIAAN-KERAJAAN-ALLAH Download (41)

Sesungguhnya kemuliaan Kerajaan Allah itu sama sekali tidak bisa dipadankan dengan apa pun, tidak sebanding dengan kemuliaan yang paling tinggi di dunia ini. Oleh sebab itu hendaknya orang percaya tidak mencoba membandingkan dengan apa pun. Orang yang sungguh-sungguh hidup di dalam kebenaran -artinya berkelakuan serupa dengan Yesus dan tidak terikat dengan dunia ini, artinya tidak dapat dibahagiakan dengan fasilitas materi dan hiburan dunia ini- dapat memahami kemuliaan Kerajaan Allah yang tiada tara. Kemuliaan Kerajaan Allah bukan hanya dapat dinikmati nanti setelah meninggal dunia, tetapi selama masih hidup di dunia ini orang percaya sudah bisa mengalami dan menikmati kemuliaan Kerajaan Allah.

Di dalam kemuliaan Kerajaan Allah terdapat dua hal yang utama: Pertama, keharuman atau keindahan hidup dalam kesucian Allah. Orang percaya yang mengalami kemuliaan Kerajaan Allah akan selalu dibuat takjub terhadap kenyataan mengenai kesucian yang menyangkut antara lain: ketulusan hati, kejujuran, penempatan kata dan sikap terhadap sesama, mengasihi musuh, kasih kepada setiap sesama tanpa memandang muka, penerimaan terhadap sesama, pengampunan terhadap orang yang bersalah, sepenanggungan dengan orang yang sedang mengalami kesusahan, beban terhadap keselamatan jiwa-jiwa, dan lain sebagainya.

Di dalam kemuliaan Kerajaan Allah, aspek yang kedua,terdapat pengetahuan dan hikmat Allah yang selalu menakjubkan. Orang percaya yang mengalami dan menikmati kemuliaan Kerajaan Allah selalu memperoleh penyingkapan-penyingkapan kebenaran dari Alkitab. Di mata orang percaya ini,huruf-huruf Alkitab menjadi begitu hidup atau bernyawa, seakan-akan huruf-huruf itu bisa berbicara dan membuka pikiran orang percaya untuk menerima penyingkapan-penyingkapan rahasia kebenaran yang kontekstual dan menjawab kebutuhan orang percaya zaman ini.

Kebenaran-kebenaran yang tidak pernah ditemukan pada tahun-tahun dan abad-abad sebelumnya disingkapkan untuk kebutuhan dan kepentingan orang percaya di zaman yang sangat jahat hari ini. Kebenaran-kebenaran tersebut akan memosisikan atau mengondisi orang percaya menjadi sangat ekstrem bagi Tuhan. Pada gereja mula-mula, kondisi dunia sangat ekstrem, dimana kuasa politik dan agama menganiaya orang percaya, sehingga harusdihadapi dengan iman yang ekstrem. Demikian pula dengan dunia hari ini yang sangat ekstrem jahatnya, harus dihadapi dengan kebenaran-kebenaran yang kuat untuk menjadikan orang Kristen menjadi ekstrem positif kepada Tuhan.

Di dalam kemuliaan Kerajaan Allah, aspek yang ketiga, terdapat damai sejahtera dan sukacita yang melampaui segala akal. Hal ini dapat menjadi kapital orang percaya dalam menghadapi dunia yang semakin cantik dan indah, hasil modifikasi manusia yang memang meletakkan semua harapan kebahagiaannya kepada dunia ini. Dunia yang sangat memesona dengan tarikannya yang sangat kuat, tidak bisa dihadapi dengan sikap biasa-biasa saja. Orang Kristen harus memiliki sikap yang luar biasa, yaitu ketika dapat mengalami dan menikmati kemuliaan Kerajaan Allah dalam aspek ketiga, ini yaitu menikmati damai sejahtera dan sukacita oleh ROH KUDUS.

Dalam hal ini bisa mengerti mengapaorang percaya pada gereja mula-mula rela kehilangan keluarga, rela kehilangan semua harta dan nyawa mereka, serta hidup dalam penderitaan yang hebat, sebab mereka telah menemukan kekayaan Kerajaan Allah, yaitu suasana jiwa yang indah, yang tidak sebanding dengan apa pun yang dapat diberikan dunia kepada mereka. Bagaimana orang percaya abad milenial sekarang ini? Beranikah orang percaya hari ini menyerahkan atau melepaskan segala sesuatu demi Kristus? Artinya bersedia tidak terikat dengan materi dan hiburan dunia, dan hidup hanya menikmati suasana Kerajaan Allah yaitu damai sejahtera dan sukacita oleh ROH KUDUS?

Menikmati kemuliaan Kerajaan Allah akan menghindarkan orang percaya jatuh dalam dosa; dan sebaliknya akan membangun kesucian yang semakin kuat dan tajam. Kesucian seperti ini akan membangun pesona yang kuat bagi orang-orang yang masih memiliki hati nurani yang baik, yang masih bisa diselamatkan atau termasuk orang yang “masih disisakan”. Orang percaya -khususnya pendeta yang memiliki pesona seperti ini- akan sangat efektif menjadi saksi Kristus di tengah-tengah dunia yang sangat jahat dengan daya tarik yang sangat kuat menyesatkan dan membinasakan banyak orang.

.......



January 11, 2019, 08:51:13 AM
Reply #2328
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22581
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16

.......

Pesona tersebut tidak bisa diperoleh hanya di Sekolah Tinggi Teologi, tetapi melalui pengalaman hidup setiap hari. Kalau seorang pendeta hanya mengandalkan ilmu teologi yang ditimba di sekolah teologi, walaupun setinggi langit gelar akademisnya, pesonanya sangat rendah.Seperti di Eropa, masyarakat Eropa sudah sangat tidak tertarik hal-hal rohani atau mengenai Tuhan, karena gereja tidak memiliki pesona yang kuat. “Kerajaan dunia” jauh lebih menarik dari “Kerajaan Allah”. Tidak heran kalau masyarakat tersebut memandang gereja dan para teolognya “omong kosong”. Ironinya, banyak teolog bangga memiliki ijazah lulusan di sekolah-sekolah tinggi teologi tersebut, yang gagal menyelamatkan masyarakatnya. Mereka masih berkutat dengan teologi yang sudah “kadaluwarsa” untuk zaman ini. Seharusnya, dengan mengalami dan menikmati Kerajaan Allah orang percaya menemukan penyingkapan rahasia Firman yang baru dari takhta ELOHIM Yahweh.



January 12, 2019, 05:23:32 AM
Reply #2329
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22581
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.truth-media.com/2019/

http://www.truth-media.com/podpress_trac/web/17832/0/12-JANUARI-2019-BERJALAN-DENGAN-TUHAN.mp3

http://www.truth-media.com/podpress_trac/web/17832/1/12-JANUARI-2019-BERJALAN-DENGAN-TUHAN.amr

12. BERJALAN DENGAN TUHAN

Dari dulu, sejak masih ikut sekolah Minggu sering diperdengarkan bahwa orang percaya berjalan dengan Tuhan. Kalimat ini juga menjadi syair lagu yang cukup terkenal, yaitu “Jalan Serta Yesus”. Persoalannya adalah apakah orang percaya benar-benar mengerti dan mengalami apa yang dimaksud dengan berjalan bersama dengan Yesus? Kalau orangpercaya berjalan dengan Tuhan, maka hal itu bukan sekadar supaya dilindungi dan dijaga, seperti yang sering diucapkanbanyak orang Kristen: Tuhan beserta kita. Yang mana hal itu dimaksudkan bahwa Dia akan membuat orang percaya sukses, berhasil, terlindungi, aman, dan lain sebagainya sesuai dengan versi manusia. Padahal Tuhan menyertai orang percaya juga untuk mendidik dan mengarahkan orang percaya “sampai kepada Bapa”.

Orang percaya harus memahami bahwa berjalan dengan Yesus adalah perjalanan yang berat dan berbahaya. Orang yang berjalan dengan Yesus harus mengimbangi kesucian-Nya. Itu berarti orang yang berjalan bersama dengan Yesus harus terus bertumbuh dalam kesucian atau karakternya guna serupa dengan Dia. Dengan semakin serupa Yesus, seseorang semakin dapat mengimbangi Dia dalam berjalan bersama. Harus selalu diingat bahwa bukan Tuhan yang menyesuaikan diri dengan orang percaya, tetapi orang percaya yang harus menyesuaikan diri dengan Tuhan. Itulah sebabnya Tuhan Yesus mengatakan: Ikutlah Aku. Mengikut Yesus berarti mengikuti jejak-Nya, hidup seperti Dia pernah menjalani hidup di bumi ini dengan tubuh daging seperti manusia.

Orang yang berjalan dengan Tuhan akan sangat berhati-hati atas setiap kata yang diucapkan, keputusan-keputusan yang dipilih atau diambil, bahkan setiap gerak pikiran dan perasaannya. Segala sesuatu yang dilakukan oleh orang percaya yangberjalan dengan Tuhan sangat memengaruhi perasaan Tuhan. Oleh sebab itu, segala sesuatu yang dilakukan orang percaya harus dipertimbangkan dan diperhitungkan dengan baik-baik; apakah dengan melakukan hal tersebut melukai hati Tuhan atau menyenangkan hati-Nya. Tentu saja orang percaya dalam segala hal yang dilakukan membuat Tuhan merasa nyaman. Bagi orang tidak berjalan dengan Tuhan, ia bisaberbuat sesuka hatinya sendiri, sebab ia tidak perlu mempertimbangkan perasaan Tuhan, tetapi orang percaya tidak demikian.

Satu prinsip penting yang harus dikenakan oleh orang percaya dalam berjalan dengan Tuhan, yaitu agar orang percayabisa berjalan harmoni dengan Tuhan adalah selalu berpikir seandainya Yesus hidup pada zaman sekarang, apa yang dilakukan, bagaimana cara berpikir dan gaya hidup-Nya? Orang percaya harus berusaha untuk dapat memiliki kehidupan seperti kehidupan yang Yesus dulu(dua ribu tahun yang lalu yang Dia jalani). Hanya dengan demikian orang percaya dapat memiliki sebuah persekutuan yang ideal dan harmoni dengan Tuhan Yesus. Sudah tentu Tuhan Yesus tidak akan berjalan dengan orang yang tidak seirama dengan Diri-Nya.

Tuhan sering membawa orang percaya kepada keadaan-keadaan dimana terbuka peluang untuk berbuat dosa, memuaskan nafsu dan ambisi, korupsi, meninggikan diri, dan lain sebagainya. Situasi tersebut merupakan kesempatan, apakah orang percaya memilih membuat hati Tuhan nyaman atau dibahagiakan, atau sebaliknya membuat hati Tuhan terluka. Seharusnya kesempatan tersebut merupakan kesempatan berharga untuk dapat menyenangkan hati Tuhan, sebagai bukti kesediaan orang percaya mengakui bahwa Dia adalah Tuhan yang harus dipatuhi dengan segenap hati.Dengan demikian sebutan Tuhan di mulut orang percaya bukan sebutan kosong dan munafik.

Orang yang berjalan dengan Yesus tidak boleh menyertakan oknum lain dalam perjalanan tersebut. Ini berarti orang percayayang berjalan dengan Tuhan tidak boleh tertarik sesuatu atau seseorang yang ketertarikannya tersebut melebihi ketertarikannya terhadap Tuhan. Dalam hal ini Tuhan Yesus tidak cukup menjadi prioritas, walaupun prioritas pertama. Tuhan Yesus bukan sekadar prioritas pertama, tetapi Tuhan Yesus adalah satu-satunya yang mendominasi kehidupan orang percaya. Tidak heran kalau Tuhan Yesus mengatakan: Barangsiapa mengasihi bapa atau ibunya lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku; dan barangsiapa mengasihi anaknya laki-laki atau perempuan lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku (Mat. 10:37).

.......


 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)