Author Topic: Rehobot Literature Ministries  (Read 117425 times)

0 Members and 2 Guests are viewing this topic.

February 28, 2019, 06:16:12 AM
Reply #2410
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22887
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.truth-media.com/2019/

http://www.truth-media.com/podpress_trac/web/17971/0/28-FEBRUARI-2019-MENOLAK-ANUGERAH.mp3

http://www.truth-media.com/podpress_trac/web/17971/1/28-FEBRUARI-2019-MENOLAK-ANUGERAH.amr

28. MENOLAK ANUGERAH
 

Fakta yang tidak bisa dibantah dalam kehidupan ini, bahwa Tuhan bisa mengerat atau memotong orang-orang atau bangsa yang telah dipilih oleh Tuhan. Dalam hal ini harus diperhatikan bahwa orang yang terpilih sebagai “umat pilihan” belum tentu pasti masuk ke dalam anggota keluarga Kerajaan Surga atau sebagai pemenang. Ada umat yang terpilih sebagai umat pilihan -seperti bangsa Israel- tetapi tidak semua terberkati dan menikmati berkat sebagai umat pilihan, seperti misalnya tidak semua orang yang keluar dari Mesir sampai di tanah Kanaan. Demikian pula tidak semua orang yang terpilih sebagai orang Kristen, mendengar Injil, pergi ke gereja dan melakukan kegiatan pelayanan, pasti masuk menjadi anggota keluarga Kerajaan Surga atau menjadi anak-anak Allah seperti Tuhan Yesus.

Dalam hal tersebut di atas bukan Allah yang menolak bangsa Israel, tetapi bangsa Israellah yang menolak Allah. Dalam Roma 11: 1, tertulis: “Maka aku bertanya: Adakah Allah mungkin telah menolak umat-Nya? Sekali-kali tidak! Karena aku sendiri pun orang Israel, dari keturunan Abraham, dari suku Benyamin.” Perhatikan dalam teks ini bahwa Allah tidak mungkin menolak umat-Nya. Firman Tuhan tegas berkata “sekali-kali tidak.” Bagaimana kita bisa mengatakan bahwa Allah menolak umat-Nya dengan menutup kemungkinan seseorang dapat menerima anugerah-Nya? Bagaimana bisa kita menerima pandangan bahwa Allah menentukan orang yang selamat dan yang lain binasa? Oleh sebab itu kita harus kembali kepada pandangan Alkitab, bukan pandangan atau teologi manusia yang diakui sebagai pandangan Alkitab.

Paulus sebagai salah satu dari bangsa Israel menyatakan bahwa dirinya tidak menolak kasih karunia Allah: “Aku tidak menolak kasih karunia Allah. Sebab sekiranya ada kebenaran oleh hukum Taurat, maka sia-sialah kematian Kristus” (Gal. 2:21). Hal itu dimaksudkan Paulus untuk menyatakan bahwa ia tidak menolak kasih karunia, bukan karena Tuhan yang membuat dirinya tidak bisa menolak kasih karunia, tetapi karena ia menerima kebenaran dan iman bukan karena melakukan hukum Taurat. Paulus menerima anugerah atau kasih karunia karena tahu dan meyakini bahwa tidak ada kebenaran dengan melakukan hukum Taurat. Kebenaran hanya oleh darah Tuhan Yesus. Penerimaan Paulus atas anugerah Tuhan juga didasarkan pada pengertian dari pertimbangan-pertimbangannya. Dalam hal ini betapa pentingnya pemberitaan Injil, sebab iman datang dari pendengaran oleh Firman Tuhan.

Bangsa Israel adalah umat pilihan darah daging berdasarkan nenek moyang mereka. Pemilihan bangsa Israel sebagai umat pilihan tidak bertalian langsung dengan keselamatan masing-masing individu. Tetapi penolakan mereka terhadap Mesias mengakibatkan mereka tidak menjadi umat pilihan dalam keselamatan kekal. Ini berarti mereka menghadapi ancaman kematian kekal atau neraka. Selanjutnya, kalau orang percaya tidak dengar-dengaran, maka Tuhan pun akan menolaknya, sebab orang yang menolak hidup tidak bercacat dan tidak bercela berarti menolak Allah (1Tes. 4:7-8).

Kebenaran di atas ini diteguhkan oleh Firman Tuhan dalam Roma 11:17-24. Dalam tulisannya, Paulus menunjukkan bahwa kalau cabang asli -yaitu bangsa Israel- bisa dipotong, demikian pula dengan batang cangkokan, yaitu orang Kristen dari berbagai suku bangsa. Di ayat 22 tertulis: Sebab itu perhatikanlah kemurahan Allah dan juga kekerasan-Nya, yaitu kekerasan atas orang-orang yang telah jatuh, tetapi atas kamu kemurahan-Nya, yaitu jika kamu tetap dalam kemurahan-Nya; jika tidak, kamu pun akan dipotong juga. Ayat-ayat ini jelas menunjukkan bahwa kehidupan bangsa Israel paralel (atau gambaran secara tipologis) dengan kehidupan orang percaya di zaman anugerah atau bangsa Israel menjadi gambaran kehidupan orang percaya. Sebagaimana Tuhan mengerat bangsa Israel yang tidak dengar-dengaran, maka Tuhan juga mengerat orang Kristen yang tidak dengar-dengaran. Dalam tulisan Paulus itu ia juga menyatakan: “Sebab kalau Allah tidak menyayangkan cabang-cabang asli, Ia juga tidak akan menyayangkan kamu” (Rm. 11:21). Kamu di sini adalah penerima surat Roma, tak lain dan tak bukan adalah orang Kristen di Roma (Rm. 1:7)

...



February 28, 2019, 06:16:32 AM
Reply #2411
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22887
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16

...

Dalam tulisannya ini Paulus mengatakan: Kamu pun akan dipotong juga. Hal ini menunjukkan kebenaran yang tidak dapat dibantah bahwa orang yang sudah dipilih menjadi umat pilihan belum tentu terpilih menjadi umat pilihan yang benar-benar selamat diperkenan masuk anggota keluarga Kerajaan Surga. Allah menyediakan keselamatan dalam Tuhan Yesus Kristus, tetapi kalau seseorang menolak keselamatan itu yang dikalimatkan “menganggap najis darah perjanjian yang menguduskan dan menghina ROH KUDUS,” maka mereka akan binasa. Tuhan pasti menghukum mereka. Itulah sebabnya penulis surat Ibrani menasihati orang percaya: “Jagalah supaya kamu jangan menolak Dia, yang berfirman. Sebab jikalau mereka, yang menolak Dia yang menyampaikan firman Allah di bumi, tidak luput, apa lagi kita, jika kita berpaling dari Dia yang berbicara dari surga?” (Ibr. 12:25).



March 01, 2019, 07:39:42 AM
Reply #2412
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22887
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.truth-media.com/2019/

01. MENGHITUNG HARI SISA
http://www.truth-media.com/podpress_trac/web/17974/0/01-MARET-2019-MENGHITUNG-HARI-SISA.mp3

http://www.truth-media.com/podpress_trac/web/17974/1/01-MARET-2019-MENGHITUNG-HARI-SISA.amr


Satu hal yang harus disadari sepenuhnya, bahwa semua manusia ada dalam perjalanan waktu. Perjalanan waktu ini adalah perjalanan yang sangat ketat dan absolut atau mutlak. Ketat artinya detik ke detik, menit ke menit, jam ke jam, dan hari ke hari, berlangsung dengan tetap teratur, tetap dan tidak berubah. Satu hari masih tetap 24 jam, satu jam masih tetap 60 menit, satu menit masih 60 detik, dan seterusnya. Absolut atau mutlak artinya perjalanan waktu ini tidak ada yang dapat menghentikannya, semua orang harus tunduk pada tatanan waktu ini. Fakta ini sesungguhnya merupakan realitas yang sangat dahsyat dan seharusnya menggetarkan jiwa. Orang yang tidak tergetar oleh realitas ini pasti tidak mengerti kebenaran dan tidak mempersiapkan diri menyongsong hari kematiannya atau menyongsong hari kedatangan Tuhan Yesus.

Sementara ada dalam perjalanan waktu, setiap kita telah memiliki porsi waktu yang sudah terbatas. Porsi waktu atau umur manusia yang diberikan oleh Tuhan berkisar pada 25.500 sampai 29.000 hari sesuai dengan Firman Tuhan (Mzm. 90:10). Setiap hari, satu per satu hari hidup kita gugur dan tidak dapat kembali lagi, seperti daun kering yang jatuh ke tanah dan membusuk. Perlu kita renungkan, setiap hari ketika kita menutup mata untuk tidur pada malam hari, itu berarti satu hari telah dilewati. Kita telah kehilangan satu hari dari hari-hari yang masih sisa. Kita perlu menghitung dan merenungkan sisa hari yang masih tertinggal. Biasanya usia manusia berkisar 70 sampai 80 tahun. Kalau seseorang hari ini usianya 40 tahun, sisa waktunya sekitar 10.900 sampai 14.500 hari. Kalau seseorang hari ini usianya 50 tahun sisa harinya 7.300 sampai 10.900 hari. Kalau seseorang hari ini usianya 60 tahun, sisa waktunya sekitar 3.650 sampai 7.300 hari. Kalau usia seseorang 70 tahun, maka sudah tidak lagi memiliki hari. Tetapi andai usianya sampai 80 tahun, maka ia memiliki sisa hari 3.650 hari.

Perhitungan ini adalah perhitungan normal bagi mereka yang bisa mencapai usia tersebut. Kenyataan yang bisa terjadi dan bisa setiap orang alami, belum usia 50 tahun banyak orang sudah meninggal, bahkan tidak sedikit orang muda, remaja, dan anak-anak meninggal di usia dini. Dengan hal ini, tidak ada seorang pun yang bisa mengklaim bahwa sisa harinya masih panjang. Menghayati hal ini, seharusnya hati kita merasakan kegentaran, sebab fakta ini adalah fakta yang sangat dahsyat. Karena fakta ini, maka manusia mengalami proses penuaan yang menuju kepada kematian. Gejala dan tanda-tandanya adalah ketika rambut mulai memutih, gigi mulai tanggal, kulit mulai keriput, daya tahan tubuh semakin rentan, kekuatan fisik semakin lemah dan tubuh semakin rapuh, kecantikan dan penampilan menarik lainnya semakin memudar. Gejala ini seperti sebuah alarm jam untuk membangunkan kita agar bersiap menghadapi hari kematian. Gejala-gejala tersebut merupakan lonceng kematian yang semakin hari semakin keras suaranya.

Setelah kematian, manusia akan menghadapi penghakiman untuk menentukan nasib kekalnya. Penghakiman adalah realitas yang sangat dahsyat, sebab penghakiman tidak berbelas kasihan sama sekali. Bagi orang yang tidak mempersiapkan diri menyongsong hari penghakiman, hari itu merupakan hari yang paling menakutkan dan menegangkan, lebih dari segala ketegangan yang pernah dialami. Sebaliknya, bagi orang yang mempersiapkan diri menghadapi hari penghakiman, hari itu merupakan hari sukacita sebab ia bukan saja yakin, tetapi tahu bahwa ia telah mempersiapkan diri untuk menghadap Hakim yang agung. Sukacitanya melebihi segala sukcita yang pernah dialami selama hidup.

Menyadari fakta penghakiman yang dahsyat ini, mulai sekarang kita harus mempersiapkan diri menghadap takhta pengadilan Allah. Dalam tulisannya, Paulus mengatakan: “Sebab itu juga kami berusaha, baik kami diam di dalam tubuh ini, maupun kami diam di luarnya, supaya kami berkenan kepada-Nya. Sebab kita semua harus menghadap takhta pengadilan Kristus, supaya setiap orang memperoleh apa yang patut diterimanya, sesuai dengan yang dilakukannya dalam hidupnya ini, baik ataupun jahat” (2Kor. 5:9-10). Pertanyaan prinsip yang harus kita kenakan kepada diri sendiri ialah: Apakah kita sudah berusaha sungguh-sungguh untuk berkenan kepada Allah? Sebab tanpa usaha yang sungguh-sungguh seseorang tidak mungkin berkenan kepada Allah. Dan orang-orang yang tidak berkenan pasti ditolak oleh Tuhan Yesus (Mat. 7:21-23). Ironinya, banyak orang lebih mempersoalkan menghadapi hidup hari ini, di dunia ini yang hanya sementara. Betapa bodohnya. Tetapi ini adalah irama hidup standar yang dimiliki hampir semua orang di sekitar kita.



March 02, 2019, 03:27:42 PM
Reply #2413
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22887
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.truth-media.com/2019/

http://www.truth-media.com/podpress_trac/web/18009/0/02-MARET-2019-MEMILIH-KERAJAAN-NYA.mp3

http://www.truth-media.com/podpress_trac/web/18009/1/02-MARET-2019-MEMILIH-KERAJAAN-NYA.amr

02. MEMILIH KERAJAAN-NYA
 

Suasana hidup hari ini mengkondisi manusia untuk tidak waspada terhadap realitas perjalanan waktu, padahal porsi waktu atau usia manusia sangat terbatas. Dengan kelalaian tersebut banyak orang seperti domba kelu atau bisu yang dibawa ke pembantaian. Dunia menawarkan berbagai kesenangan dengan berbagai fasilitas untuk dinikmati sampai manusia melupakan maksud tujuan dirinya diciptakan oleh Penciptanya. Dengan berbagai kesenangan, manusia melupakan siapa dirinya. Mereka hanya sibuk untuk diri sendiri dengan berbagai kesenangan yang dunia tawarkan tersebut. Dengan cara ini manusia tidak membiasakan diri memberi tempat bagi Tuhan di dalam hidupnya.

Supaya kita tidak turut hanyut oleh kesenangan dunia, kita harus menghitung hari-hari sisa, maksudnya adalah mulai menandai setiap hari dengan lukisan yang indah di mata Tuhan. Sebab suatu saat nanti -entah kapan terjadi- kita bisa saja diperhadapkan kepada penghakiman Allah. Setiap orang -tak terkecuali- harus mempertanggungjawabkan seluruh hari yang diberikan Tuhan kepadanya. Dari lukisan kecil setiap hari sampai lukisan besar, yaitu sepanjang tahun umur hidup yang kita jalani. Lukisan yang harus kita goreskan di kanvas hari hidup kita adalah sikap hati kita yang sesuai dengan hati Tuhan yang diekspresikan dalam segala perbuatan. Ini hal yang kelihatannya sederhana, tetapi sebenarnya tidak.

Kita harus selalu memeriksa hati kita dengan terang Firman Tuhan yang murni dan meditasi dalam doa. Hati kita harus benar-benar bersih dari segala sesuatu yang tidak Tuhan kehendaki. Dua hal yang terutama tidak boleh menghiasi hati kita:
Pertama, perasaan negatif terhadap sesama; kebencian, dendam, sakit hati, cemburu, dan lain sebagainya.
Kedua, percintaan dunia, yaitu merasa belum lengkap dan bahagia tanpa fasilitas dunia ini, masih bisa dibahagiakan oleh materi dunia dengan segala hiburannya.
Orang yang terbelenggu dengan dua hal tersebut pasti tidak akan bisa melayani Tuhan, artinya hidupnya tidak akan menyukakan hati Allah. Mereka juga tidak akan menjadi berkat bagi sesamanya secara proporsional.

Hati kita harus dihiasi dengan gairah untuk menyukakan hati Tuhan, segala sesuatu yang kita lakukan bermaksud untuk menyenangkan hati Tuhan. Prinsip hidup kita adalah the smile of God is the only goal of my life. Gairah ini akan menggiring kita untuk memiliki kehidupan yang benar-benar tidak bercacat dan tidak bercela. Gairah ini juga akan membuat kita rela menyerahkan apa pun yang kita miliki demi kepentingan pekerjaan Tuhan. Dengan demikian kita akan mengambil bagian dalam pekerjaan Tuhan atau memiliki tempat untuk mengabdi kepada Tuhan. Untuk kepentingan Tuhan, kita akan rela berkorban tanpa batas.

Kita harus memikirkan realitas hidup ini dengan logis, jujur, dan realistis: Apa yang kita nantikan lagi dalan hidup ini? Apa yang kita harapkan lagi dari hidup ini? Satu hal yang harus diingat, bahwa segala sesuatu ada ujungnya. Semua pesta pasti berakhir. Dengan demikian, menyaksikan hal yang paling membahagiakan dan paling indah pun menjadi tragis, sebab semua akan berakhir. Life is tragic, prepare yourself for the eternity. Sayang sekali banyak orang yang tidak mengerti hal ini. Seperti yang dikemukakan Tuhan di Lukas 12:16-21, mengenai orang kaya yang terus menambah hartanya tetapi tidak menjadi kaya di hadapan Tuhan. Ia meninggal dunia dalam kemiskinan. Kemiskinan ini sama dengan kebinasaan kekal, terpisah dari hadirat Tuhan selamanya.

Berpikir seperti ini tidak membuat kita menjadi apatis terhadap hidup dan pesimis menatap hari esok; sebaliknya, justru kita menjadi optimis menghadapi hidup. Sebab kita harus mengembangkan semua potensi yang ada pada kita untuk kemuliaan dan kepentingan nama Tuhan selama masih hidup di bumi. Inilah tugas kehidupan yang harus kita tunaikan sementara kita menantikan kehidupan yang akan datang, yang adalah kehidupan yang sesungguhnya. Di hari singkat dan sangat terbatas ini kita dapat melakukan segala sesuatu untuk Tuhan yang menjadi pelindung dan penopang kita di kehidupan kekal nanti. Kita harus menghargai hidup dengan memaksimalkan semua potensi dan meraih sebanyak-banyaknya yang dapat kita raih untuk kemuliaan Tuhan.

...



March 02, 2019, 03:28:06 PM
Reply #2414
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22887
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16

...

Kita harus mulai menata hidup kita dengan baik. Menata hidup untuk kekekalan. Dengan menghitung hari sisa ini kita dapat memiliki hati yang bijaksana (Mzm. 90:10-12). “Menghitung” di sini dalam teks aslinya adalah manah (מָנַה), yang juga bisa berarti mengerjakan tugas dalam waktu tertentu (assign). Kata “bijaksana” adalah chokmah (חָכְמָה), yang artinya selain kebijaksanaan, juga sikap hati-hati atau tidak ceroboh (prudence). Dengan menghayati kenyataan ini, maka kita harus lebih berhati-hati, maksudnya kita dapat dengan tekun mempersiapkan kehidupan yang sesungguhnya nanti di balik kubur kita. Kita harus bersedia dipisahkan dari dunia ini. Dipisahkan artinya bersedia memiliki cara berpikir dan pola hidup yang berbeda. Kalau dunia memiliki fokus hidup dunia hari ini, tetapi fokus kita adalah dunia yang akan datang.



March 03, 2019, 08:52:00 AM
Reply #2415
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22887
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.truth-media.com/2019/

03. PERJALANAN WAKTU

http://www.truth-media.com/podpress_trac/web/18011/0/03-MARET-2019-PERJALANAN-WAKTU.mp3

http://www.truth-media.com/podpress_trac/web/18011/1/03-MARET-2019-PERJALANAN-WAKTU.amr

Sejak hari penciptaan, dimana Tuhan menciptakan benda-benda penerang untuk memisahkan siang dari malam -yang juga menjadi tanda untuk menunjukkan masa-masa yang tetap, hari-hari, dan tahun-tahun- ini berarti manusia dimasukkan ke dalam perjalanan waktu. Perjalanan waktu ini merupakan tatanan Tuhan yang tidak bisa dibatalkan. Semua makhluk hidup harus tunduk secara mutlak. Kalau kita melihat matahari dan bulan, hal ini merupakan peringatan kenyataan adanya perjalanan waktu kehidupan yang mengungkung manusia. Manusia harus tunduk padanya, sehebat apa pun manusia itu. Betapa kecilnya manusia, sebab terhadap perjalanan waktu saja ia tidak berdaya, apalagi kepada Dia yang menciptakan atau mengadakan waktu itu.

Sebenarnya perjalanan waktu itu tidak menjadi masalah sama sekali kalau manusia tidak jatuh dalam dosa. Dan kalau manusia tidak jatuh dalam dosa, maka tidak akan ada proses penuaan menuju kematian. Tetapi karena dosa, maka manusia harus masuk proses kematian dan proses penuaan. Sejak pada hari manusia memberontak kepada Tuhan, maka manusia sudah “mati”. Itulah awal proses kematian tersebut. Ini adalah malapetaka terdahsyat dalam kehidupan manusia. Sebab manusia mengalami transformasi dari kehidupan abadi ke dalam kehidupan fana. Transformasi ini tidak akan menjadi masalah kalau sesudah kematian kita menerima kemuliaan, yaitu kehidupan lebih baik di Kerajaan Tuhan Yesus (Why. 14:13). Tetapi adalah malapetaka yang sangat dahsyat kalau manusia binasa terpisah dari hadirat Allah selama-lamanya. Binasa artinya terpisah dari Tuhan selama-lamanya (Mat. 10:28). Banyak orang tidak mau mengerti kebenaran ini, sebab mata hati mereka telah tertutup. Mereka dibutakan atau disesatkan oleh Iblis sehingga tidak mengenal kebenaran tersebut. Inilah artinya berjalan dalam gelap.

Tanpa disadari, banyak orang yang terjebak dalam pola kehidupan dimana seakan-akan perjalanan hidup ini tidak ada akhirnya. Inilah yang menyesatkan kehidupan banyak orang, termasuk di dalamnya sebagian besar orang Kristen. Bila hal ini terjadi, maka berarti mereka tidak mengerti kebenaran. Ini adalah sebuah penyesatan Iblis yang sukses. Sejujurnya, kita dapati bahwa banyak manusia yang memberontak atau menolak kenyataan bahwa jalan ini akan berakhir atau ada ujungnya. Mereka tidak mau berpikir atau menerima kenyataan bahwa mereka pasti mengalami kematian di akhir perjalanan hidupnya. Dan akhir perjalanan hidup manusia ini sebuah misteri yang pada umumnya tidak seorang pun tahu (Yak. 4:13-17). Kuasa kegelapan akan berusaha memenangkan banyak jiwa seakan-akan hidup ini tidak ada bahaya. Tanpa disadari mereka tergiring ke dalam siksaan kekal.

Kita harus bersyukur setiap hari ketika Tuhan memberi hari yang baru. Setiap hari yang baru berarti kita masih diberi kesempatan untuk lebih menghormati dan mengasihi Bapa dan Tuhan Yesus. Hari yang baru adalah hari untuk belajar bagaimana menghormati satu-satunya Pribadi yang pantas dihormati. Inilah letak mahalnya waktu yang disediakan bagi orang percaya yang dipersiapkan untuk mewarisi Kerajaan Allah. Dengan demikian sesungguhnya satu hari harganya tidak ternilai, sebab satu hari yang dimiliki seorang anak manusia memiliki dampak di keabadian yang tidak ternilai. Kemuliaan menjadi anak Allah bersama dengan Tuhan Yesus di Kerajaan-Nya adalah sesuatu yang tidak bisa dibeli dengan apa pun. Hanya anugerah dalam Tuhan Yesus Kristus yang membuka kemungkinan untuk itu.

Oleh sebab itu kita harus menjadikan kemungkinan tersebut sebagai suatu kepastian dengan meresponi anugerah Tuhan, yaitu belajar mengasihi dan menghormati Dia, sebab iman tanpa perbuatan seperti tubuh tanpa roh. Usaha untuk mengasihi dan menghormati Bapa dan Tuhan Yesus bukanlah jasa, tetapi sikap penghargaan terhadap anugerah keselamatan yang diberikan-Nya. Satu hari yang diberikan Tuhan berarti satu hari kesempatan untuk lebih mengasihi dan menghormati Dia. Dari hal ini kita menemukan berharganya waktu yang Tuhan berikan, yang di dalamnya terdapat kesempatan untuk mengasihi dan menghormati Dia.

...


March 03, 2019, 08:52:24 AM
Reply #2416
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22887
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16

...

Sebaliknya, satu hari menjadi tidak berharga -bahkan menjadi bencana- kalau tidak digunakan untuk belajar menghormati dan mengasihi Bapa, karena satu hari yang disia-siakan akan mengakibatkan keterpisahan dengan Bapa selamanya. Firman Tuhan menasihati agar kita bangkit dari tidur, artinya sadar sepenuhnya terhadap fakta hidup ini. Kita harus mempergunakan waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat; artinya bahwa hari yang tidak digunakan untuk belajar menghormati dan mengasihi Bapa adalah hari-hari yang membawa kebinasaan, maka itu disebut jahat. Kata “jahat” dalam teks aslinya adalah phoneros, yang diterjemahkan dalam Bahasa Inggris versi King James, evil.


March 04, 2019, 06:58:17 AM
Reply #2417
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22887
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.truth-media.com/2019/

http://www.truth-media.com/podpress_trac/web/18014/0/04-MARET-2019-MOMENTUM-YANG-BERHARGA.mp3

http://www.truth-media.com/podpress_trac/web/18014/1/04-MARET-2019-MOMENTUM-YANG-BERHARGA.amr

04. MOMENTUM YANG BERHARGA
 

Di dalam Doa Bapa Kami, terdapat kalimat “tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat.” Kata “jahat” dalam teks ini adalah phoneros. Phoneros menunjuk kejahatan dalam pikiran, yaitu hasrat yang tidak sesuai dengan keinginan Tuhan. Hal ini sama dengan kemelesetan. Dalam hal ini pengertian kejahatan atau kemelesetan bagi orang percaya bukan saja bentuk-bentuk pelanggaran secara moral umum yang dianggap bejad -seperti melawan orang tua, membunuh, berzina, mencuri, dan lain sebagainya- tetapi segala sesuatu yang tidak sesuai dengan keinginan Tuhan adalah kejahatan atau kemelesetan. Hal ini menunjuk betapa tingginya standar kesucian yang harus dikenakan untuk orang percaya.

Mengapa standar kesucian bagi orang percaya begitu tinggi? Sebab manusia hidup memang hanya untuk melakukan keinginan Penciptanya. Keinginan Pencipta bukan hanya menjadikan makhluk yang disebut manusia itu untuk hidup seturut dengan hukum, tetapi juga untuk seturut dengan pikiran dan perasaan-Nya. Sehingga segala sesuatu yang dilakukan manusia selalu sesuai dengan kehendak-Nya. Dengan hal ini manusia dapat melayani Tuhan dan benar-benar menyukakan hati-Nya. Kehidupan pun menjadi berkualitas bila manusia itu melakukan kehendak-Nya. Hampir semua orang tidak mau mengerti hal ini, sebab pada umumnya orang hidup hanya untuk memuaskan keinginannya sendiri. Hal ini sudah menjadi irama hidup permanen. Betapa mengerikan, sebab hal ini membawa seseorang kepada kebinasaan, yaitu terpisahnya seseorang dari hadirat Allah selama-lamanya.

Perjalanan waktu mengisyaratkan adanya batas waktu yang disediakan untuk suatu tugas tertentu untuk setiap individu. Harus dipahami bahwa Sabat telah diciptakan Tuhan sebelum manusia jatuh dalam dosa. Ini berarti Adam dan Hawa harus tertib dan ketat memperhatikan perjalanan hari, sebab hari ketujuh mereka harus berhenti bekerja atau beristirahat. Tuhan bergaul dengan manusia dengan masuk dalam perjalanan waktu yang bergulir sesuai tatanan-Nya. Hal ini dikemukakan oleh Pengkhotbah dengan kalimat “segala sesuatu ada masanya.” Manusia diberi kesempatan dalam perjalanan waktu mencapai yang yang dikehendaki oleh ELOHIM Yahweh, yaitu menjadi segambar dan serupa dengan Dia. Bagi orang percaya, harus sempurna seperti Bapa atau serupa dengan Yesus, yang sama dengan mengenakan kodrat Ilahi atau mengambil bagian dalam kekudusan Allah Bapa.

Salah satu yang membuat seseorang tidak merasa bahwa dirinya meremehkan perjalanan waktu adalah karena ia merasa tidak berniat untuk mengkhianati Tuhan. Ia berpikir bahwa nanti selalu ada waktu untuk mencari Tuhan dengan sungguh-sungguh dan selalu ada waktu untuk menemukan Tuhan. Seharusnya ia berpikir bahwa nanti tidak akan ada waktu lagi untuk mencari dan menemukan Tuhan. Dengan pikiran seperti ini, mereka merasa aman dan damai. Padahal semua perasaan aman dan damai itu semu. Mereka seperti domba kelu dibawa ke pembantaian. Banyak orang Kristen berkeadaan seperti ini. Kalau seseorang sudah tidak bersungguh-sungguh mulai sekarang atau sejak dini, maka ia tidak akan pernah bisa bersungguh-sungguh mempersiapkan diri menghadapi kematiannya. Ini berarti mereka masuk perangkap sehingga tergiring kepada kebinasaan.

Kuasa gelap menggiring seseorang berpikir bahwa selalu ada waktu untuk mencari dan menemukan Tuhan, sehingga hidup hari ini diisi dengan segala kegiatan tanpa mencari Tuhan dengan sungguh-sungguh. Sementara hari berganti hari, bulan berganti bulan, dan tahun berganti tahun, Iblis mewarnai hidupnya dengan segala warna kehidupan yang membuat kebenaran Tuhan tidak memiliki tempat dalam hidupnya. Seseorang merasa telah memberi tempat bagi Tuhan, sebab tidak merasa berencana mengkhianati Tuhan. Padahal tanpa mengisi jiwanya dengan kebenaran Tuhan dan pengalaman pribadi yang konkret dengan Tuhan, seseorang berarti tidak memberi tempat bagi Tuhan.

...



March 04, 2019, 06:58:36 AM
Reply #2418
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22887
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16

...

Momentum-momentum yang berharga yang Tuhan sediakan untuk mempersiapkan diri menyongsong kematian berlalu dengan sia-sia. Momentum-momentum itu bisa berupa pengajaran-pengajaran Firman Tuhan yang dapat menjadi kunci pembuka pengertian dalam pengalaman hidup untuk menemukan Tuhan. Karena kuncinya tidak dimiliki, maka pengalaman hidup yang di dalamnya memuat pembentukan Tuhan untuk menyempurnakan hidup, tidak akan berdampak sama sekali dalam hidupnya. Momentum-momentum ini adalah anugerah bertahap yang harus diterima secara berkesinambungan. Seperti tali yang harus terus bersambung dan dijaga agar tidak putus. Sayangnya banyak alasan yang dibuat untuk membenarkan tindakan tidak setia belajar kebenaran Tuhan. Banyak hal yang dianggap lebih menarik dari pada Kerajaan Tuhan Yesus Kristus. Dengan sikap ini mereka melecehkan Tuhan dan Kerajaan-Nya.



March 06, 2019, 05:43:34 AM
Reply #2419
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22887
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.truth-media.com/2019/

06. MENGGUNAKAN WAKTU
http://www.truth-media.com/podpress_trac/web/18018/0/06-MARET-2019-MENGGUNAKAN-WAKTU.mp3

http://www.truth-media.com/podpress_trac/web/18018/1/06-MARET-2019-MENGGUNAKAN-WAKTU.amr

Banyak orang menyatakan bahwa waktu adalah uang (time is money). Hal ini bisa sangat dimengerti, sebab setiap jengkal waktu yang dimiliki seseorang bisa digunakan untuk menghasilkan uang. Itulah sebabnya banyak orang tidak tertarik mencari Tuhan dengan sungguh-sungguh karena tidak memberi jaminan memperoleh uang atau harta. Tidak heran banyak orang menjadi workaholic, yaitu orang yang secara kompulsif atau terus menerus bekerja keras dalam waktu lama (a person who compulsively works hard and long hours). Ini adalah orang-orang yang kecanduan kerja. Mereka bekerja bukan sebagai hakikat, tetapi karena kecemasan dan keserakahan.

Di pihak lain mengenai waktu, ada orang-orang yang berkata waktu adalah anugerah. Benarkah bahwa waktu adalah anugerah? Bisa benar sebagian, sebab waktu adalah anugerah bagi orang tertentu dan waktu menjadi kutuk bagi orang tertentu yang lain pula. Waktu menjadi anugerah bagi orang yang mengisi waktu hidupnya secara bijaksana (Ef. 5:15-17); sebaliknya, waktu menjadi kutuk bagi orang yang mengisi hari-hari hidupnya dengan tidak bijaksana. Perhatikan beberapa ungkapan dalam ayat ini: “Perhatikanlah dengan seksama bagaimana kamu hidup, jadilah bijaksana jangan seperti orang bebal atau tidak bijaksana. Perlu memeriksa hidup apakah hidup kita sudah benar atau bijaksana, Yang bijaksana adalah yang mendengar Firman dan melakukannya” (Mat. 7:24-27).

Di dalam waktu hidup ini terdapat kesempatan, kesempatan ini bisa diibaratkan sebagai kendaraan yang membawa kita kepada kebenaran Allah atau tidak. Dalam Efesus 5:16 tertulis: “pergunakanlah waktu yang ada.” Di sini waktu ibarat kendaraan yang dimanfaatkan. Dimanfaatkan di sini lebih tepat diartikan dengan digunakan, diarahkan ke tujuan yang benar. Sebab waktu tetap berjalan, tidak ada yang dapat menghentikannya. Kalau Alkitab menyatakan bahwa hari-hari adalah jahat, Tuhan mengingatkan kita bahwa dunia yang jahat mencenderungkan manusia menabur apa yang jahat karena pengaruhnya, agar manusia menjauh dari berkat Tuhan (Ef. 5:14-17). Menyadari hal ini maka yang kita lakukan adalah “bangun dari tidur.” Kata tidur di sini adalah “katheudo” yang artinya jatuh tertidur (to fall asleep). Bukan bermaksud untuk tidur, tetapi jatuh tertidur. Kata “mati” di sini bukan berarti mati tidak bisa berbuat apa-apa sama sekali, tetapi masih berkemampuan untuk bangkit kalau mau. Tetapi kalau tidak mau bangkit, Tuhan pun tidak bisa membangkitkan dia.

Iblis memang membuat banyak orang Kristen jatuh tertidur sehingga menabur dalam daging, bukan menabur dalam roh. Hal ini dikehendaki oleh Iblis agar manusia menuai kebinasaan (Gal. 6:8). Kalau Alkitab berbicara mengenai hukum tabur tuai, sesungguhnya tekanannya bukan pada berkat jasmani, tetapi bagaimana mempersiapkan diri untuk menuai kemuliaan bersama Kristus suatu hari nanti dalam Kerajaan-Nya. Kalau dalam 1 Korintus 9, Paulus menyinggung mengenai tabur tuai, hal itu berkenaan dengan pelayanan kepada orang kudus atau dukungannya terhadap pekerjaan Tuhan. Barangsiapa tekun mendukung pekerjaan Tuhan akan dibuat Tuhan semakin efektif dalam pelayanan pekerjaan Tuhan. Di sini bukan bermaksud berdagang dengan Tuhan; kalau memberi banyak akan diberi banyak. Tetapi dengan rela mendukung pekerjaan Tuhan dengan limpah, maka Tuhan makin memercayainya untuk pekerjaan yang lebih besar.

Setiap orang pasti terseret oleh waktu. Karenanya, sementara kita terseret oleh waktu, hidup di dalam waktu harus kita arahkan ke tujuan yang benar (1Kor. 9:26). Waktu ini sangat singkat, artinya kendaraan yang membawa kita kepada kebenaran ini terbatas waktu penggunaannya (Yak. 4:4; 1Ptr. 1:24). Menyadari hal ini, kita akan memiliki hati yang bijaksana (Mzm. 90:10). Oleh sebab itu waktu yang sisa ini hendaknya tidak kita gunakan untuk hal-hal yang tidak Tuhan kehendaki, tetapi sebaiknya kita gunakan secara bijaksana (1Ptr. 4:2-3).

...

 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)