Author Topic: Renungan Harian Air Hidup  (Read 148025 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

January 03, 2013, 05:11:03 AM
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 20198
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
Thursday, January 3, 2013
Kristen 'MESIR' (1)
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 3 Januari 2013 -

Baca:  Bilangan 11:1-23

"Kita teringat kepada ikan yang kita makan di Mesir dengan tidak bayar apa-apa, kepada mentimun dan semangka, bawang prei, bawang merah dan bawang putih."  Bilangan 11:5

Kekristenan merupakan suatu kehidupan dalam perjalanan panjang dan berliku bersama dengan Tuhan seperti perjalanan yang dialami bangsa Israel sebelum mencapai Kanaan dan mengalami penggenapan janji-janji Tuhan, di mana mereka harus melewati proses demi proses:  berawal dari keberangkatan mereka keluar dari negeri perbudakan di Mesir, kemudian melewati padang gurun dan akhirnya memasuki Tanah Perjanjian.

     Berbicara tentang Mesir, pasti kita teringat penderitaan yang dialami bangsa Israel.  Di Mesir mereka mengalami penindasan dan tekanan hidup yang luar biasa.  "... pengawas-pengawas rodi ditempatkan atas mereka untuk menindas mereka dengan kerja paksa:...dengan kejam orang Mesir memaksa orang Israel bekerja, dan memahitkan hidup mereka dengan pekerjaan yang berat, yaitu mengerjakan tanah liat dan batu bata, dan berbagai-bagai pekerjaan di padang, ya segala pekerjaan yang dengan kejam dipaksakan orang Mesir kepada mereka itu."  (Keluaran 1:11, 13, 14).  Di samping itu bayi-bayi (laki-laki) mereka juga dibunuh.  Tak bisa dibayangkan betapa menderitanya umat Israel saat berada di mesir.  Suatu keadaan yang sungguh hopeless.  Itulah sebabnya hari-hari mereka dipenuhi oleh keluh kesah dan bersungut-sungut kepada Tuhan!

     Meskipun bangsa Israel sudah dibawa keluar dari Mesir oleh Musa  -seorang yang dipilih Tuhan-  dengan berjalan di padang gurun mereka tetap tidak berhenti bersungut-sungut, malah semakin menjadi-jadi.  Mereka terus membanding-bandingkan dengan keadaan mereka saat masih di Mesir.  mereka merasa lebih suka dan nyaman berada di Mesir, karena walau dalam perbudakan tapi cukup dengan makanan dan minuman (ayat nas).  Kata mereka,  "Ah, kalau kami mati tadinya di tanah Mesir oleh tangan TUHAN ketika kami duduk menghadapi kuali berisi daging dan makan roti sampai kenyang! Sebab kamu membawa kami keluar ke padang gurun ini untuk membunuh seluruh jemaah ini dengan kelaparan."  (Keluaran 16:3).  Di Mesir memang ada kelimpahan, tetapi di balik kelimpahan itu mereka berada dalam penindasan dan perbudakan bangsa lain.  Jadi bangsa Israel lebih senang berada di Mesir, di bawah penindasan dan perbudakan bangsa lain tetapi perut mereka kenyang dengan makanan dan minuman.
(Bersambung)

url :
http://airhidupblog.blogspot.com/2013/
January 04, 2013, 05:10:44 AM
Reply #1
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 20198
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
Friday, January 4, 2013

Kristen 'MESIR' (2)

Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 4 Januari 2013 -

Baca:  Kolose 3:1-17

"Karena itu matikanlah dalam dirimu segala sesuatu yang duniawi, yaitu percabulan, kenajisan, hawa nafsu, nafsu jahat dan juga keserakahan, yang sama dengan penyembahan berhala,"  Kolose 3:5



Bukankah banyak orang Kristen yang bertipe seperti orang Israel?  Lebih memilih tinggal di 'Mesir'.  Ini berbicara tentang kehidupan orang Kristen yang masih mengutamakan kenikmatan tubuh;  yang dipikirkan hanyalah isi perutnya dengan selalu mengenang makanan di Mesir, tidak mau hidup dipimpin oleh ROH KUDUS, yang mereka pikirkan hanyalah perkara-perkara jasmani atau yang berkenaan dengan kehidupan duniawi.  Alkitab menasihati,  "Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi."  (Kolose 3:2).  Mereka tidak lagi mengutamakan Tuhan dalam hidupnya;  diperbudak oleh uang, karir/pekerjaan atau kekayaan.  Jangankan terlibat pelayanan, ibadah yang dilakukannya pun rutinitas belaka, karena fokus utama mereka adalah mengejar materi.  Jadi yang ada dalam pikirannya hanyalah uang, kekayaan dan juga segala keinginan daging lainnya.  Tertulis,  "Celakalah orang-orang yang pergi ke Mesir minta pertolongan, yang mengandalkan kuda-kuda, yang percaya kepada keretanya yang begitu banyak, dan kepada pasukan berkuda yang begitu besar jumlahnya, tetapi tidak memandang kepada Yang Mahakudus, Allah Israel, dan tidak mencari TUHAN."  (Yesaya 31:1).

     Apa yang ada di dunia ini tidak dapat menolong dan menyelamatkan kita.  Maka milikilah komitmen keluar dari  'Mesir'.  Tinggalkan segala kenyamanan, sebab hidup menurut daging hanya akan membawa kepada kebinasaan.  Alkitab mengingatkan,  "...mereka yang ingin kaya terjatuh ke dalam pencobaan, ke dalam jerat dan ke dalam berbagai-bagai nafsu yang hampa dan yang mencelakakan, yang menenggelamkan manusia ke dalam keruntuhan dan kebinasaan.  Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka."  (1 Timotius 6:9-10).

Kehidupan di Mesir mengingatkan bahwa kita sedang berada dalam cengkeraman Iblis dan diperbudak olehnya, yang berusaha mengalihkan fokus hidup kita kepada segala kenikmatan dunia!  Berhati-hatilah!

http://airhidupblog.blogspot.com/2013/
January 05, 2013, 05:04:37 AM
Reply #2
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 20198
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
Saturday, January 5, 2013

MENJADI SAHABAT SEJATI (1)

Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 5 Januari 2013 -

Baca:  Amsal 27:1-27

"Besi menajamkan besi, orang menajamkan sesamanya."  Amsal 27:17

Ada hal yang seringkali tidak kita pahami yaitu terkadang Tuhan memakai orang lain untuk membentuk kita.  Ayat nas di atas jelas menyatakan bahwa pembentukan karakter ditentukan oleh kerelaannya menerima teguran dan pembelajaran dari orang lain.

     Interaksi atau persekutuan kita dengan orang lain akan  membawa dampak bagi kita:  makin dipertajam, dimatangkan dan didewasakan.  Yang membentuk dan menggesek kita biasanya bukan orang jauh, melainkan orang-orang yang dekat dengan kita.  Oleh karena itu kita harus berhati-hati membangun hubungan dengan seseorang, karena hubungan itu akan membentuk diri kita.  Amsal 13:20:  "Siapa bergaul dengan orang bijak menjadi bijak, tetapi siapa berteman dengan orang bebal menjadi malang."  dan  "Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik."  (1 Korintus 15:33).  Orang  bodoh yang bergaul dengan orang bodoh akan tetap menjadi bodoh, tetapi bila ia mau bergaul dengan orang yang pintar dia akan menjadi pintar, karena dia bisa belajar dari orang itu.

     Jika orang yang tidak baik mau bergaul dengan orang baik, dia akan menjadi baik.  Namun kalau orang yang tidak baik itu hanya mau bergaul dengan orang yang tidak baik, dia akan tetap menjadi orang yang tidak baik.  Oleh karena itu kita harus selektif dalam memilih teman atau sahabat supaya kita tidak terpengaruh kepada hal-hal yang tidak baik.  Kita harus bisa menemukan teman atau sahabat yang bisa memberi nilai tambah yang positif bagi kita:  membangun, menguatkan dan membimbing kita kepada kehidupan yang berkenan kepada Tuhan.  Inilah perlunya memiliki seorang sahabat:  orang yang bisa memberi dan menerima, berjalan dalam kebersamaan baik suka mau pun duka, meningkatkan semangat dan gairah dalam belajar atau melayani Tuhan.  Untuk apa punya sahabat bila dengan persahabatan itu kita semakin jauh dari Tuhan, meninggalkan pelayanan, nilai-nilai di sekolah makin turun drastis dan sebagainya?  Itulah sebabnya tidak gampang menemukan sahabat yang sejati, butuh waktu dan proses yang tidak singkat.  "Seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu, dan menjadi seorang saudara dalam kesukaran."  (Amsal 17:17).

Sahabat tidak hanya mengasihi atau hadir saat kita dalam keadaan senang atau mendapat berkat, melainkan di segala keadaan dia ada untuk kita.

Posted by Air Hidup Blog at 1:00 AM

http://airhidupblog.blogspot.com/2013/01/menjadi-sahabat-sejati-1.html
http://airhidupblog.blogspot.com/2013/

January 06, 2013, 04:03:34 AM
Reply #3
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 20198
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://airhidupblog.blogspot.com/2013/
http://airhidupblog.blogspot.com/2013/01/menjadi-sahabat-sejati-2.html

Sunday, January 6, 2013

MENJADI SAHABAT SEJATI (2)
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 6 Januari 2013 -

Baca:  Amsal 18:1-24

"Ada teman yang mendatangkan kecelakaan, tetapi ada juga sahabat yang lebih karib dari pada seorang saudara."  Amsal 18:24

Quote
Adalah mudah mendapatkan teman saat suka, tapi ketika dalam duka atau penderitaan?  Sangat sukar.  Ada tertulis:  "Kekayaan menambah banyak sahabat, tetapi orang miskin ditinggalkan sahabatnya."  (Amsal 19:4).  Sahabat sejati bisa menerima keadaan kita apa adanya dalam segala hal;  ia tidak hanya menyenangkan hati sahabatnya, tetapi juga siap untuk menegur dan mengingatkan bila ada kesalahan karena ia tidak ingin sahabatnya jatuh dan terperosok.  "Lebih baik teguran yang nyata-nyata dari pada kasih yang tersembunyi."  (Amsal 27:5).  Namun seringkali kita diam saja dan tidak berani menegur sahabat yang melakukan kesalahan.

     Kita sangat membutuhkan sahabat yang jujur, tidak ada kepura-puraan padanya sehingga diri kita benar-benar terbangun olehnya.  Selain itu sahabat yang sejati adalah sahabat yang dapat dipercaya.  Artinya ia memiliki penguasaan diri dan punya komitmen.  Ia akan berusaha untuk menjaga  'nama baik'  sahabatnya;  ia tidak akan pernah membuka rahasia pribadi sahabatnya demi keuntungan diri sendiri atau berkhianat.  Ada tertulis,  "Seorang kawan memukul dengan maksud baik, tetapi seorang lawan mencium secara berlimpah-limpah."  (Amsal 27:6).

     Kita bisa belajar dari kisah persahabatan antara Daud dan Yonatan.  Kasih di antara mereka berdua begitu tulus dan murni tanpa ada faktor untung rugi.  Tertulis:  "...berpadulah jiwa Yonatan dengan jiwa Daud; dan Yonatan mengasihi dia seperti jiwanya sendiri."  (1 Samuel 18:1), lalu "Yonatan mengikat perjanjian dengan Daud,"  (1 Samuel 18:3).  Mereka berdua memegang komitmen itu.  Yonatan rela mempertaruhkan posisi dan nyawanya di hadapan ayahnya  (Saul)  demi Daud.  Juga Daud, setelah menjadi raja atas Israel dan walaupun yonatan sudah meninggal, ia tetap memperhatikan Mefiboset, anak Yonatan yang cacat kakinya.  "Segala sesuatu yang adalah milik Saul dan milik seluruh keluarganya kuberikan kepada cucu tuanmu itu."  (2 Samuel 9:9).

Inilah bukti kesetiaan dan kasih dari seorang sahabat yang sejati:  tulus dan tak terbatas waktu.  Sudahkah kita menjadi sahabat sejati bagi orang lain?

January 07, 2013, 05:27:44 AM
Reply #4
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 20198
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
Monday, January 7, 2013
BUAH PELAYANAN PAULUS
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 7 Januari 2013 -

Baca:  1 Tesalonika 1:1-10

"Kami selalu mengucap syukur kepada Allah karena kamu semua dan menyebut kamu dalam doa kami."  1 Tesalonika 1:2
Quote

Rasul Paulus adalah figur hamba Tuhan yang layak diteladani semua orang percaya.  Meski dihadapkan pada banyak ujian dan penderitaan, komitmennya untuk melayani Tuhan tetap tak tergoyahkan.  Semangatanya memberitakan Injil Kristus terus membara.

     Bagaimana dengan kita?  Alkitab menasihati,  "Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan."  (Roma 12:11).  Di segala keadaan, semangat dan sukacita Paulus tak pernah berkurang sedikit pun dalam memberitakan Injil seperti yang ia ungkapkan di hadapan jemaat di Tesalonika ini.  Meski kedatangan Paulus dan rekan-rekannya di sana tidak berlangsung lama, namun pelayanan mereka membawa dampak yang luar biasa.  Itulah sebabnya Rasul Paulus berkata,  "...kedatangan kami di antaramu tidaklah sia-sia."  (1 Tesalonika 2:1).  Ada buah-buah yang telah dihasilkan, di antaranya:  1.  Iman jemaat di Tesalonika makin kuat.  "Sebab kami selalu mengingat pekerjaan imanmu, usaha kasihmu dan ketekunan pengharapanmu kepada Tuhan kita Yesus Kristus di hadapan Allah dan Bapa kita."  (1 Tesalonika 1:3);  dan itu telah tersiar di mana-mana.  Ini menunjukkan bahwa mereka memberikan respons yang baik terhadap pemberitaan firman yang disampaikan rasul Paulus.  "Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus."  (Roma 10:17).  Kehidupan jemaat di Tesalonika menjadi kesaksian yang baik bagi banyak orang,  "...di semua tempat telah tersiar kabar tentang imanmu kepada Allah,"  (1 Tesalonika 1:8).

     2.  Banyak orang bertobat.  Tadinya menyembah berhala, sekarang  "...berbalik dari berhala-berhala kepada Allah untuk melayani Allah yang hidup dan yang benar,"  (1 Tesalonika 1:9).  Sungguh dahsyat kuasa Injil!  "Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua manapun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita."  (Ibrani 4:12).  Apakah keberhasilan ini oleh karena kehebatan rasul Paulus?  Bukan.

Karena pekerjaan Roh Kuduslah pelayanan Paulus menjadi berhasil;  jadi tanpa campur tanganNya, pelayanan kita tidak berarti apa-apa!
January 08, 2013, 05:04:06 AM
Reply #5
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 20198
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://airhidupblog.blogspot.com/2013/01/berani-membayar-harga.html
http://airhidupblog.blogspot.com/2013/

Tuesday, January 8, 2013
BERANI MEMBAYAR HARGA

Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 8 Januari 2013 -

Baca:  1 Tesalonika 2:1-12

"...telah dianiaya dan dihina di Filipi, namun dengan pertolongan Allah kita, kami beroleh keberanian untuk memberitakan Injil Allah kepada kamu dalam perjuangan yang berat."  1 Tesalonika 2:2

Quote
Karena pertolongan ROH KUDUS pelayanan rasul Paulus berhasil dan berdampak.  Banyak orang menjadi percaya dan diselamatkan.  Namun Rasul paulus berani membayar harga.  Inilah harga mahal yang harus dibayar olehnya:  ujian, kesukaran, penderitaan dan aniaya.

Sebelum pergi menuju ke Tesalonika Paulus harus mengalami banyak penderitaan di Filipi:  "...orang banyak bangkit menentang mereka. Lalu pembesar-pembesar kota itu menyuruh mengoyakkan pakaian dari tubuh mereka dan mendera mereka. Setelah mereka berkali-kali didera, mereka dilemparkan ke dalam penjara. Kepala penjara diperintahkan untuk menjaga mereka dengan sungguh-sungguh. Sesuai dengan perintah itu, kepala penjara memasukkan mereka ke ruang penjara yang paling tengah dan membelenggu kaki mereka dalam pasungan yang kuat."  (Kisah 16:22-24).  Walaupun ditentang, didera, dipenjara dan dibelenggu, paulus tidak putus asa, mengeluh ataupun berhenti melayani Tuhan.  Justru sebaliknya ia makin giat dan rohnya tetap berkobar-kobar bagi Tuhan.  "Karena pemberitaan Injil inilah aku menderita, malah dibelenggu seperti seorang penjahat, tetapi firman Allah tidak terbelenggu."  (2 Timotius 2:9).  Bahkan setelah keluar dari penjara di Filipi ia melanjutkan 'tour' pelayanan ke Tesalonika.

     Rasul Paulus rela melakukan apa saja dan berani mati demi Injil, karena baginya  "...hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan."  (Filipi 1:21).  Inilah yang menjadi tujuan hidup Paulus.  "Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya,"  (Filipi 3:10).  Mati bagi Injil itu bagaikan benih yang ditanam di ladang, pada saatnya akan bertumbuh dan menghasilkan buah, sebab jika biji atau benih tidak mati terlebih dahulu di dalam tanah, ia tidak akan bertumbuh dan berbuah  (baca  Yohanes 12:24).  Tuhan Yesus terlebih dahulu telah memberikan teladan hidupNya:  rela mengorbankan nyawaNya demi menebus umat manusia.  Bagaimana dengan kita?  Untuk bisa dipakai Tuhan ada harga yang harus kita bayar.

Karena itu marilah kita melayani Tuhan dengan segenap keberadaan hidup kita!
January 09, 2013, 04:55:39 AM
Reply #6
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 20198
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://airhidupblog.blogspot.com/2013/01/tanda-tanda-akhir-zaman.html
http://airhidupblog.blogspot.com/2013/

Wednesday, January 9, 2013
TANDA-TANDA AKHIR ZAMAN
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 9 Januari 2013 -

Baca:  1 Tesalonika 5:1-11

"karena kamu sendiri tahu benar-benar, bahwa hari Tuhan datang seperti pencuri pada malam."  1 Tesalonika 5:2

Quote
Tidak seorang pun tahu secara pasti kapan hari Tuhan tiba.  Kita sering mendengar berita di sana sini mengatakan bahwa kedatangan Tuhan akan terjadi tahun sekian...!  Akibatnya banyak orang panik, sampai-sampai ada yang rela menjual harta bendanya, meninggalkan segala aktivitas jasmani dan kemudian berkumpul di suatu tempat untuk menanti-nantika hari akhir itu.  Ternyata hari 'H' yang dinantikan itu tidak terjadi, lalu tidak sedikit orang menjadi kecewa, apatis dan bertanya-tanya,  "Benarkah Tuhan segera datang?  Sejak dulu digembar-gemborkan oleh para hamba Tuhan, tapi sampai sekarang juga belum terjadi."

     Sebagai anak-anak Tuhan kita harus percaya bahwa pada saatnya Tuhan akan segera datang.  Oleh karena itu, kita harus mempersiapkan diri dengan baik, selalu waspada dan berjaga-jaga.  Dikatakan, "Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat. Tetapi hari Tuhan akan tiba seperti pencuri."  (2 Petrus 3:9-10a).

     Jika kita memperhatikan keadaan dunia saat ini, tanda-tanda kedatangan Tuhan kali yang ke-2 sudah amat sangat dekat.  Alkitab menyatakan tanda-tanda itu di antaranya adalah munculnya mesias-mesias palsu,  "...banyak orang akan datang dengan memakai nama-Ku dan berkata: Akulah Mesias, dan mereka akan menyesatkan banyak orang."  (Matius 24:5).  Lalu akan ada deru perang dan kabar-kabar tentang perang terdengar di mana-mana:  bangsa melawan bangsa, kerajaan melawan kerajaan (baca  Matius 24:6-7a);  akan ada bencana kelaparan dan gempa bumi (baca  Matius 24:7b);  banyak anak Tuhan mengalami aniaya karena Kristus namun tidak sedikit pula orang Kristen yang meninggalkan Tuhan dan menjadi murtad (baca  Matius 24:9, 10);  kedurhakaan kian meningkat dan kasih menjadi dingin (baca Matius 24:12);  Kejahatan di dunia ini kian memuncak dan masih banyak lagi.  Bukankah hal ini sedang melanda dunia saat ini?

Kita tidak perlu takut, justru ini suatu peringatan bagi kita untuk lebih memperhatikan bagaimana kita hidup dan  "...pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat."  Efesus 5:16.
January 10, 2013, 05:13:03 AM
Reply #7
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 20198
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://airhidupblog.blogspot.com/2013/
http://airhidupblog.blogspot.com/2013/01/hari-tuhan-sudah-dekat-1.html

Thursday, January 10, 2013
HARI TUHAN SUDAH DEKAT (1)
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 10 Januari 2013 -

Baca:  Lukas 21:34-38

"Jagalah dirimu, supaya hatimu jangan sarat oleh pesta pora dan kemabukan serta kepentingan-kepentingan duniawi dan supaya hari Tuhan jangan dengan tiba-tiba jatuh ke atas dirimu seperti suatu jerat."  Lukas 21:34

Quote
Walau hari kedatangan Tuhan Yesus tidak dapat diketahui secara pasti, kita dapat membacanya dari tanda-tanda zaman yang ada.  Alkitab menegaskan bahwa hari Tuhan itu datang seperti pencuri pada malam hari.  Pencuri tidak akan pernah memberitahukan terlebih dahulu rencananya untuk mencuri atau merampok rumah orang, tapi ia akan datang dengan tiba-tiba, tidak terduga sama sekali.  Biasanya pencuri datang pada malam hari saat si tuan rumah sedang tertidur,  "Jika tuan rumah tahu pada waktu mana pada malam hari pencuri akan datang, sudahlah pasti ia berjaga-jaga, dan tidak akan membiarkan rumahnya dibongkar."  (Matius 24:43).

     Kedatangan Tuhan seperti pencuri ini terjadi pada setiap orang yang tidak berjaga-jaga, yang merasa damai dan aman-aman saja secara jasmani,  "...maka tiba-tiba mereka ditimpa oleh kebinasaan, seperti seorang perempuan yang hamil ditimpa oleh sakit bersalin--mereka pasti tidak akan luput."  (1 Tesalonika 5:3).  Banyak orang kaya yang memiliki harta dan kekayaan melimpah merasa damai dan aman secara jasmani.  Mereka merasa tidak lagi memerlukan Tuhan dalam hidupnya sebab mereka mengira semua masalah dapat teratasi dengan uang.  Mereka lupa bahwa sebenarnya hidup ini sepenuhnya ada di dalam kuasa tangan Tuhan, bukan pada uang dan kekayaan yang dimiliki.  Coba baca perumpamaan tentang orang kaya bodoh  (Lukas 12:13-21);  Tuhan juga berkata,  "Hai engkau orang bodoh, pada malam ini juga jiwamu akan diambil dari padamu, dan apa yang telah kausediakan, untuk siapakah itu nanti?"  (Lukas 12:20).

     Kekayaan tidak dapat menyelamatkan jiwa kita, jadi jangan pernah berharap kepada kekayaan!  Sebaliknya gunakan harta dan kekayaan yang kita miliki untuk kemuliaan nama Tuhan:  menolong saudara-saudara kita yang lemah (kekurangan) dan juga membantu pekerjaan Tuhan.  Sudahkah kita melakukannya?  Kita tidak tahu sampai kapan kita punya kesempatan.  Bagaimana jika tiba-tiba Tuhan memanggil kita sewaktu-waktu, sementara kita belum punya bekal rohani?
(Bersambung)
January 11, 2013, 04:18:19 AM
Reply #8
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 20198
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://airhidupblog.blogspot.com/2013/
http://airhidupblog.blogspot.com/2013/01/hari-tuhan-sudah-dekat-2.html

Friday, January 11, 2013
HARI TUHAN SUDAH DEKAT (2)
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 11 Januari 2013 -

Baca:  Lukas 12:35-48

"Hendaklah kamu juga siap sedia, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu sangkakan."  Lukas 12:40

Quote
Apa yang kita banggakan dengan keadaan kita saat ini?  Sia-sia belaka jika kita mengandalkan kekuatan sendiri.  Pemazmur menyatakan bahwa orang yang mengandalkan kekuatan, kemampuan dan kepintaran sendiri tidak akan mampu bertahan.  Dikatakan,  "Orang ini memegahkan kereta dan orang itu memegahkan kuda, tetapi kita bermegah dalam nama Tuhan, Allah kita. Mereka rebah dan jatuh, tetapi kita bangun berdiri dan tetap tegak."  (Mazmur 20:8-9).

     Kita tahu bahwa peperangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi  "...melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara."  (Efesus 6:12).  Di akhir zaman ini, menjelang kedatangan Tuhan yang kian dekat, Iblis akan semakin meningkatkan serangannya, berbagai cara ditempuh untuk menghancurkan manusia.  Karena ini,  "Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya."  (1 Petrus 5:8).  Kalau kita mengandalkan kekuatan sendiri kita tidak akan mampu menghadapinya.  Kita harus makin melekat kepada Tuhan dan mengandalkan Dia dalam segala perkara.

     Sudah siapkah kita menyongsong kedatangan Tuhan?  Mari kita mempersiapkan diri sebaik mungkin, supaya saat Dia datang kelak didapati hidup kita tak bercacat cela dan kita layak menjadi mempelaiNya.  Sekarang ini bukan saatnya untuk bermain-main dengan dosa.  Tidak ada istilah kompromi atau suam-suam kuku!  Sebab jika kita suam-suam kuku, Tuhan akan memuntahkan kita  (baca  Wahyu 3:16).  Mumpung masih ada kesempatan marilah kita hidup dalam pertobatan setiap hari dan melayani Tuhan dengan sungguh-sungguh.  Sayangnya masih banyak orang Kristen yang hidup dalam kegelapan dan melakukan dosa di tempat-tempat  "tersembunyi"  dengan harapan perbuatan-perbuatannya tidak nampak.  Pada saat Tuhan datang kembali jangan sampai kita ditemukan sedang tidur (mati rohani).  Tuhan menghendaki kita tetap berjaga-jaga.

"Sesungguhnya Aku datang segera dan Aku membawa upah-Ku untuk membalaskan kepada setiap orang menurut perbuatannya."  Wahyu 22:12
January 12, 2013, 04:57:44 AM
Reply #9
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 20198
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://airhidupblog.blogspot.com/2013/
http://airhidupblog.blogspot.com/2013/01/Kristen-padang-gurun.html

Saturday, January 12, 2013
Kristen 'PADANG GURUN'
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 12 Januari 2013 -

Baca:  Mazmur 107:4-9

"Ada orang-orang yang mengembara di padang belantara, jalan ke kota tempat kediaman orang tidak mereka temukan;"  Mazmur 107:4

Quote
Berbicara tentang 'padang gurun', kita pasti ingat tentang perjalanan bangsa Israel.  Setelah mereka keluar dari Mesir, tempat mereka mengalami penindasan dan perbudakan, Tuhan tidak membawa mereka langsung ke Tanah Perjanjian seperti yang dijanjikanNya ("...Aku telah turun untuk melepaskan mereka dari tangan orang Mesir dan menuntun mereka keluar dari negeri itu ke suatu negeri yang baik dan luas, suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya,"  (Keluaran 3:8)), namun Tuhan membawa mereka terlebih dahulu kepada pengalaman hidup yang luar biasa yaitu melewati padang gurun.

     Kehidupan padang gurun adalah kehidupan yang secara manusia penuh dengan kesulitan, kekurangan, tantangan dan penderitaan.  Sejauh mata memandang yang tampak adalah padang pasir, panas tidak ada perteduhan, susah mendapatkan makanan, susah mendapatkan air, hidup dalam tantangan alam dan musuh, seolah-olah tidak ada jalan keluar dan jauh dari pertolongan tangan Tuhan.  Saat berada di padang gurun inilah bangsa Israel tidak pernah berhenti mengomel, mengeluh, bersungut-sungut dan menyalahkan Tuhan.  Padahal selama menempuh perjalanan di padang gurun itu Tuhan senantiasa menyatakan kasih dan kebaikanNya.  Mujizat dan pertolonganNya yang ajaib dinyatakan di tengah-tengah mereka.  Tertulis:  "Tuhan berjalan di depan mereka, pada siang hari dalam tiang awan untuk menuntun mereka di jalan, dan pada waktu malam dalam tiang api untuk menerangi mereka, sehingga mereka dapat berjalan siang dan malam."  (Keluaran 13:21).  Tuhan mencukupkan segala yang mereka butuhkan.  Meski demikian bangsa Israel tetap saja memiliki sikap hati yang tidak benar dan tidak taat.  Itulah sebabnya Tuhan menyebut mereka sebagai bangsa yang tegar tengkuk.

     Bukankah banyak orang Kristen yang seperti bangsa Israel ini?  Meski mengalami banyak pertolongan dari Tuhan terus saja mengomel dan bersungut-sungut.  Kita harus sadar, adakalanya Tuhan ijinkan kita melewati masa-masa 'padang gurun' karena Ia hendak mengajar kita untuk hidup taat dan punya penyerahan diri penuh kepada Tuhan.

Berhentilah mengeluh dan belajarlah untuk taat, maka pertolongan Tuhan pasti dinyatakan tepat pada waktuNya!
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)