Author Topic: Renungan Harian Air Hidup  (Read 199262 times)

0 Members and 2 Guests are viewing this topic.

September 24, 2018, 05:36:19 AM
Reply #1770
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 24469
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://airhidupblog.blogspot.com/2018/

Monday, September 24, 2018
WAKTU MENUAI ITU BERBEDA
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 24 September 2018

Baca:  Galatia 6:1-10

"Jangan sesat! Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya."  Galatia 6:7

Camkan baik-baik di dalam hati pernyataan ini, bahwa apa pun juga yang diperbuat orang  (baik atau jahat), semuanya tak lepas dari pengawasan Tuhan:  "...tidak ada suatu makhlukpun yang tersembunyi di hadapan-Nya, sebab segala sesuatu telanjang dan terbuka di depan mata Dia, yang kepada-Nya kita harus memberikan pertanggungan jawab."  (Ibrani 4:13), yang pada saatnya pasti akan menghasilkan suatu tuaian.  Namun saat menuai bagi setiap orang itu tidaklah sama waktunya.  Sama seperti petani yang menabur bibit padi dan bibit jagung, bertumbuh dan menuainya juga tak sama waktunya.

     Ada banyak orang tak berhenti menabur kejahatan, kekerasan dan kekejian terhadap orang lain dan mereka sama sekali tak memikirkan akibatnya di kemudian hari.  Untuk sekian waktu lamanya mungkin tidak terjadi apa-apa atau tidak ada hal-hal yang patut dikuatirkan.  Mereka masih dapat menikmati hidup dan semua sepertinya berjalan tanpa kendala.  Tapi begitu mereka menginjak masa tua, tanpa dirasa semua perbuatan yang telah ditabur di waktu-waktu lalu, kini mulai dituai.  Mereka panen, tapi yang dipanen adalah hal-hal buruk yang sama sekali tak diharapkan terjadi dan tak disangka-sangka.  Firman Tuhan secara tegas menyatakan:  "Sebab barangsiapa menabur dalam dagingnya, ia akan menuai kebinasaan dari dagingnya, tetapi barangsiapa menabur dalam Roh, ia akan menuai hidup yang kekal dari Roh itu."  (Galatia 6:8).

     Marilah kita menabur hal-hal yang baik:  "Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah."  (Galatia 6:9).  Mungkin ada di antara kita yang merasa jemu berbuat baik, karena selama ini tak membuahkan hasil apa-apa.  Tapi jangan lupa, saat menuai itu belum tentu sekarang, mungkin 1, 5, atau 10 tahun kemudian, atau mungkin juga anak cucu kita yang akan menuai.  Pastinya yang akan kita tuai adalah hal-hal yang baik sesuai apa yang kita tabur.  Coba bayangkan jika orangtua menabur kejahatan, tapi yang menuai bukan dirinya sendiri, melainkan anak cucunya, kasihan sekali, bukan?

"...selama masih ada kesempatan bagi kita, marilah kita berbuat baik kepada semua orang, tetapi terutama kepada kawan-kawan kita seiman."  Galatia 6:10



September 25, 2018, 05:18:36 AM
Reply #1771
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 24469
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://airhidupblog.blogspot.com/2018/

Tuesday, September 25, 2018
KEJAHATAN MENDATANGKAN MURKA TUHAN
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 25 September 2018

Baca:  1 Raja-Raja 21:1-29

"Bangunlah, ambillah kebun anggur Nabot, orang Yizreel itu, menjadi milikmu, karena Nabot yang menolak memberikannya kepadamu dengan bayaran uang, sudah tidak hidup lagi; ia sudah mati."  1 Raja-Raja 21:15

Hidup ini adalah sebuah pilihan, pilihan untuk berlaku benar atau jahat.  Semua ada di tangan kita masing-masing.  Tapi ketahuilah bahwa setiap perbuatan pasti akan membuahkan hasil, sesuai dengan baik atau buruknya perbuatan itu.  Jika yang kita tabur adalah benih yang baik, niscaya kita akan menuai hal yang baik.  Sebaliknya jika yang kita tabur adalah kejahatan, cepat atau lambat, kita pasti akan menuai bencana.

     Raja Ahab dan Izebel adalah contohnya.  Mereka adalah pasangan suami isteri yang sehati memilih untuk berlaku jahat di mata Tuhan dan manusia.  Selain menyembah kepada berhala dan membunuh nabi-nabi Tuhan, mereka juga sepakat untuk merampas kebun anggur milik Nabot dengan cara yang keji.  Kekuasaan dan harta telah membutakan mata hati mereka.  Mereka tak sadar bahwa perbuatan jahatnya ini akan mendatangkan kebinasaan di kemudian hari.  Ahab dan Izebel telah melakukan kejahatan berencana terhadap Nabot, dan karena rancangan jahat Izebel ini akhirnya Nabot mati dilempari dengan batu.  Akhirnya Ahab pun dapat leluasa mengambil kebun anggur warisan leluhur Nabot tersebut.  Namun Tuhan tidak pernah tinggal diam melihat kejahatan mereka dan Ia pun mengutus hamba-Nya  (Elia)  untuk menyampaikan nubuatan tentang bencana yang akan menimpa mereka:  "Di tempat anjing telah menjilat darah Nabot, di situ jugalah anjing akan menjilat darahmu."  (1 Raja-Raja 21:19).

     Ketika Ahab berperang melawan Ramot-Gileat ia tewas di medan perang dan darahnya dijilati anjing.  Tak membutuhkan waktu lama, Izebel pun mati, ia dijatuhkan oleh abdinya dari jendela dan jatuh tepat di atas tanah milik Nabot yang telah dirampasnya.  Ketika orang-orang mencari mayatnya mereka tidak menemukannya pula, sebab tubuhnya telah dimakan oleh anjing  (2 Raja-Rja 9:36-37).  Apa yang Tuhan firmankan benar-benar menjadi kenyataan.  "Orang yang menabur kecurangan akan menuai bencana, dan tongkat amarahnya akan habis binasa."  (Amsal 22:9).

"wajah TUHAN menentang orang-orang yang berbuat jahat untuk melenyapkan ingatan kepada mereka dari muka bumi."  Mazmur 34:17


September 26, 2018, 05:04:43 AM
Reply #1772
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 24469
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://airhidupblog.blogspot.com/2018/

Wednesday, September 26, 2018
SUKARELA DAN PENUH PENGABDIAN
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 26 September 2018

Baca:  1 Petrus 5:1-11

"Gembalakanlah kawanan domba Allah yang ada padamu, jangan dengan paksa, tetapi dengan sukarela sesuai dengan kehendak Allah, dan jangan karena mau mencari keuntungan, tetapi dengan pengabdian diri."  1 Petrus 5:2

Dalam segala perkara cara dan jalan Tuhan itu berbeda dari dunia.  Seperti tertulis:  "Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah Firman Tuhan. Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu."  (Yesaya 55:8-9).  Kalau hendak menguasai segala sesuatu atau mengajak orang untuk menjadi pengikutnya, dunia sering menggunakan prinsip kekerasan, pemaksaan, penipuan, siasat, motif terselubung, dan sebagainya.  Prinsip itu jelas-jelas bertentangan dengan kehendak Tuhan!

     Untuk dapat memenangkan jiwa-jiwa bagi kerajaan-Nya, Tuhan mempunyai cara yang seringkali tak bisa dimengerti oleh manusia, bukan dengan kekerasan atau paksaan, tapi dengan sikap dan cara yang penuh kasih.  "Janganlah kamu berbuat seolah-olah kamu mau memerintah atas mereka yang dipercayakan kepadamu, tetapi hendaklah kamu menjadi teladan bagi kawanan domba itu."  (1 Petrus 5:3).  Kawanan domba itu berbicara tentang jiwa-jiwa.  Jadi bukan hanya pendeta, pastor atau mereka yang lulus dari sekolah Teologia saja yang berkewajiban menggembalakan kawanan domba, tapi setiap orang percaya memiliki tugas yang sama.  Bagaimana caranya?  Milikilah hati yang rela dan penuh pengabdian seperti Kristus.  Kerelaan Kristus dan pengabdian-Nya kepada umat manusia Ia buktikan dengan menyerahkan nyawa-Nya di kayu salib.

     Tuhan berkata,  "Sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah."  (Yohanes 12:24).  Keteladanan Kristus ini mendorong murid-murid-nya untuk mengikut jejak-Nya yaitu melayani jiwa-jiwa dan memberitakan Injil.  Rasul Paulus pun berkata,  "Tetapi aku tidak menghiraukan nyawaku sedikitpun, asal saja aku dapat mencapai garis akhir dan menyelesaikan pelayanan yang ditugaskan oleh Tuhan Yesus kepadaku untuk memberi kesaksian tentang Injil kasih karunia Allah."  (Kisah 20:24).

Dalam melayani jiwa-jiwa jangan sampai kita memiliki motivasi yang salah seperti gembala upahan, yang melayani demi mencari keuntungan sendiri!



September 27, 2018, 05:19:18 AM
Reply #1773
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 24469
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://airhidupblog.blogspot.com/2018/

Thursday, September 27, 2018
TETAPLAH KERJAKAN KESELAMATANMU!
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 27 September 2018

Baca:  Filipi 2:12-18

"Hai saudara-saudaraku yang kekasih, kamu senantiasa taat; karena itu tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar, bukan saja seperti waktu aku masih hadir, tetapi terlebih pula sekarang waktu aku tidak hadir,"  Filipi 2:12

Banyak orang percaya punya kerinduan besar untuk dapat memenangkan jiwa bagi Tuhan, tapi sayang, mereka tak memiliki kesaksian hidup yang baik.  Bagaimana mungkin bisa memperkenalkan Kristus kepada orang lain bila perbuatan-perbuatan kita sendiri menjadi batu sandungan.  Dunia tidak memerlukan teori yang muluk-muluk tentang ilmu Teologia, tapi yang mereka butuhkan adalah buah-buah dari kehidupan kita.  Inilah yang disebut lifestyle evangelism!  Karena itu rasul Paulus menghendaki demikian:  "supaya kamu tiada beraib dan tiada bernoda, sebagai anak-anak Allah yang tidak bercela di tengah-tengah angkatan yang bengkok hatinya dan yang sesat ini, sehingga kamu bercahaya di antara mereka seperti bintang-bintang di dunia,"  (Filipi 2:15).

     Di tengah-tengah situasi dunia yang semakin menggila ini biarlah kita tetap memiliki semangat untuk terus mengerjakan keselamatan kita.  Jagalah agar roh kita tetap menyala-nyala bagi Tuhan sambil terus melatih kedisiplinan rohani sebagai murid Kristus.  Oleh karena itu  "Lakukanlah segala sesuatu dengan tidak bersungut-sungut dan berbantah-bantahan,"  (Filipi 2:14), dan  "Baiklah tiap-tiap orang menguji pekerjaannya sendiri; maka ia boleh bermegah melihat keadaannya sendiri dan bukan melihat keadaan orang lain."  (Galatia 6:4).  Jadi, tak selayaknya kita menghakimi orang lain!

     Hari-hari ini Tuhan sedang mempersiapkan kita untuk menyambut kedatangan-Nya yang kedua kali.  Jangan sampai Tuhan mendapati kita tidak melakukan apa-apa.  "Berbahagialah hamba, yang didapati tuannya melakukan tugasnya itu, ketika tuannya itu datang."  (Lukas 12:43), atau Tuhan mendapati kita dalam keadaan suam-suam kuku.  Jika hal ini terjadi sungguh menjadi hari yang penuh kemalangan, sebab Tuhan akan berkata:  "Aku tahu segala pekerjaanmu: engkau tidak dingin dan tidak panas. Alangkah baiknya jika engkau dingin atau panas! Jadi karena engkau suam-suam kuku, dan tidak dingin atau panas, Aku akan memuntahkan engkau dari mulut-Ku."  (Wahyu 3:15-16).

Keselamatan yang telah kita terima dari Tuhan pada saatnya harus kita pertanggungjawabkan dihadapan-Nya!


September 28, 2018, 05:48:11 AM
Reply #1774
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 24469
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://airhidupblog.blogspot.com/2018/

Friday, September 28, 2018
KEKUATIRAN YANG TAK BERALASAN
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 28 September 2018

Baca:  1 Samuel 27:1-2

"Bagaimanapun juga pada suatu hari aku akan binasa oleh tangan Saul. Jadi tidak ada yang lebih baik bagiku selain meluputkan diri dengan segera ke negeri orang Filistin;"  1 Samuel 27:1

Alkitab mencatat bahwa sejak Daud mampu mengalahkan Goliat timbullah kebencian dan iri hati dalam diri Saul terhadapnya.  Berbagai upaya dilakukan Saul untuk dapat menghabisi nyawa Daud, tapi selalu berujung pada kegagalan.  Sebaliknya Daud punya kesempatan sebanyak 2 kali untuk membunuh Saul, tapi tak dilakukannya.  Berkatalah Saul kepada Daud,  "'Diberkatilah kiranya engkau, anakku Daud. Apa juapun yang kauperbuat, pastilah engkau sanggup melakukannya.' Lalu pergilah Daud meneruskan perjalanannya dan pulanglah Saul ke tempatnya."  (1 Samuel 26:25).

     Daud sangat percaya bahwa Tuhan tak pernah melepaskan tangan-Nya untuk selalu menopang hidupnya, dan Ia berkuasa untuk melepaskannya dari tangan Saul.  Namun ayat nas di atas mengindikasikan bahwa Daud sedang mengalami keruntuhan iman sehingga kekuatiran membayangi langkahnya.  Ia pun memutuskan untuk lari ke negeri orang Filistin.  Mengapa?  Karena ia terus membayangkan hal-hal yang buruk itu terjadi.  Daud lupa akan kedahsyatan kuasa Tuhan yang berulangkali sanggup melepaskannya dari rancangan-rancangan jahat manusia dan juga melepaskannya dari binatang buas, saat ia masih menggembalakan kambing domba.  Demikian pula dalam hidup ini, seringkali kita menguatirkan sesuatu yang buruk terjadi.  Kita membiarkan hati dan pikiran kita dibelenggu oleh kekuatiran yang sedemikian menyiksa.

     Ahli kejiwaan meneliti dan mendeskripsikan tetang kekuatiran:  40% kekuatiran manusia adalah mengenai hal-hal yang tidak terjadi, 30% mengenai hal yang sudah terjadi, 12% mengenai kesehatan, dan 10% mengenai keresehan sehari-hari.  Jadi 92% kekuatiran kita sesungguhnya tidak berdasar pada alasan yang kuat.  Kekuatiran itu ibarat kursi goyang yang tidak akan membawa kita ke mana-mana dan tidak akan mengubah keadaan kita.  Belenggu kekuatiran inilah yang membawa Daud kehilangan akal sehatnya dengan mencari pertolongan ke negeri orang Filistin.

"Serahkanlah kuatirmu kepada TUHAN, maka Ia akan memelihara engkau! Tidak untuk selama-lamanya dibiarkan-Nya orang benar itu goyah."  Mazmur 55:23


September 29, 2018, 05:47:25 AM
Reply #1775
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 24469
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://airhidupblog.blogspot.com/2018/

Saturday, September 29, 2018
SAHABAT TUHAN: Mengasihi Saudara dan Musuh
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 29 September 2018

Baca:  Yohanes 15:9-17

"...Aku menyebut kamu sahabat, karena Aku telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku."  Yohanes 15:15

Tuhan berkata,  "Kamu adalah sahabat-Ku, jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan kepadamu."  (Yohanes 15:14).  Apa perintah-Nya?  "Inilah perintah-Ku kepadamu: Kasihilah seorang akan yang lain."  (Yohanes 15:17).

     Daud tak bersukacita atas kematian Saul, terbukti ketika Saul dan Yonatan gugur di medan pertempuran ia sangat terpukul dan sedih hati:  "Lalu Daud memegang pakaiannya dan mengoyakkannya; dan semua orang yang bersama-sama dengan dia berbuat demikian juga. Dan mereka meratap, menangis dan berpuasa sampai matahari terbenam karena Saul, karena Yonatan, anaknya, karena umat TUHAN dan karena kaum Israel, sebab mereka telah gugur oleh pedang."  (2 Samuel 1:11-12).  Meski Yonatan sudah mati Daud tetap menunjukkan kesetiaan dan tetap memegang teguh perjanjian yang pernah diucapkan kepada sahabatnya itu  (1 Samuel 20:14-17).  Tak mudah menemukan orang yang setia.  "Sifat yang diinginkan pada seseorang ialah kesetiaannya;"  (Amsal 19:22).  Daud berjanji untuk memelihara keluarga sahabatnya dan janji itu ditepatinya.  Daud bertanya kepada hamba keluarga Saul yaitu Ziba:  "'Tidak adakah lagi orang yang tinggal dari keluarga Saul? Aku hendak menunjukkan kepadanya kasih yang dari Allah.' Lalu berkatalah Ziba kepada raja: 'Masih ada seorang anak laki-laki Yonatan, yang cacat kakinya.'"  (2 Samuel 9:3).  Anak Yonatan  (cucu Saul) yang bernama Mefiboset itu pun menghadap raja Daud.  Berkatalah Daud kepadanya,  "'Janganlah takut, sebab aku pasti akan menunjukkan kasihku kepadamu oleh karena Yonatan, ayahmu; aku akan mengembalikan kepadamu segala ladang Saul, nenekmu, dan engkau akan tetap makan sehidangan dengan aku.' Lalu sujudlah Mefiboset dan berkata: 'Apakah hambamu ini, sehingga engkau menghiraukan anjing mati seperti aku?'"  (2 Samuel 9:7-8).

     Ini gambaran tentang kasih Bapa!  Kita dilayakkan masuk dalam kerajaan-Nya semata-mata karena Kristus.  Dapat makan sehidangan di meja Raja, padahal kita timpang dan hina, bagaikan anjing mati, tapi sudah diangkat menjadi anak-anak kerajaan-Nya!

"Lihatlah, betapa besarnya kasih yang dikaruniakan Bapa kepada kita, sehingga kita disebut anak-anak Allah,"  1 Yohanes 3:1a


September 30, 2018, 04:59:43 AM
Reply #1776
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 24469
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://airhidupblog.blogspot.com/2018/

Sunday, September 30, 2018
KEKUATAN PENUNJANG KEBERHASILAN
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 30 September 2018

Baca:  Mazmur 1:1-6

"Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil."  Mazmur 1:3

Setiap orang pasti menginginkan keberhasilan, bukan kegagalan.  Begitu pula kerinduan Tuhan bagi orang percaya, Ia mau anak-anak-Nya berhasil dalam apa pun yang dikerjakannya.  Namun keberhasilan bukanlah sesuatu yang terjadi dengan sendirinya, ada harga yang harus dibayar, ada langkah-langkah yang harus ditempuh, ada keputusan-keputusan atau pilihan-pilihan hidup yang harus diambil.  Tuhan memberikan kunci utama untuk meraih keberhasilan hidup:  "...yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam."  (Mazmur 1:2).  Hidup bergaul karib dengan Tuhan dan taat melakukan firman-Nya akan menuntun kita kepada kehidupan yang berhasil dan beruntung, atau mengalami penggenapan janji Tuhan.

     Ada beberapa faktor penting lain penunjang keberhasilan hidup:  1.  Ucapan kita sendiri.  Perkataan atau ucapan kita memiliki kuasa.  "Hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya, akan memakan buahnya."  (Amsal 18:21).  Oleh karena itu Alkitab mengajarkan kita untuk selalu memperkatakan Firman Tuhan  (Yosua 1:8).  Ucapan kita dapat membangun atau meruntuhkan, menyelamatkan atau bahkan membinasakan.  "Bibir orang benar menggembalakan banyak orang, tetapi orang bodoh mati karena kurang akal budi."  (Amsal 10:21).  Jadi ucapan kita merupkan modal yang sangat berharga dalam menjalani kehidupan ini.  Karena itu jagalah ucapanmu selalu!

     2.  Pergaulan/komunitas kita.  Bangunlah komunitas atau pergaulan yang sehat.  Belajarlah dari kebiasaan hidup orang-orang sukses!  Jadikan mereka sumber inspirasi dan motivasi untuk lebih maju.  Ingatlah, pergaulan kita memengaruhi hidup kita.  Rasul Paulus memperingatkan:  "Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik."  (1 Korintus 15:33).  Teman kita, buku yang kita baca, tontonan yang kita lihat menentukan kualitas hidup kita.  "Siapa bergaul dengan orang bijak menjadi bijak, tetapi siapa berteman dengan orang bebal menjadi malang."  (Amsal 13:20).

Keberhasilan hidup akan terwujud jika kita taat melakuka Firman Tuhan dan tidak hidup sembrono!


October 01, 2018, 05:22:00 AM
Reply #1777
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 24469
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://airhidupblog.blogspot.com/2018/

Monday, October 1, 2018
BANGUNLAH PAGI DAN BERDOALAH
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 1 Oktober 2018

Baca:  Mazmur 119:145-150

"Pagi-pagi buta aku bangun dan berteriak minta tolong; aku berharap kepada firman-Mu."  Mazmur 119:147

Apa yang menjadi kebiasaan Saudara setiap hari?  Bangun pagi-pagi dan menyediakan waktu untuk berdoa, ataukah Saudara sering bangun kesiangan?  "Pagi adalah sebuah berkah yang indah.  Tak masalah cerah atau mendung.  Karena pagi adalah awal untuk memulai sesuatu yang disebut KEHIDUPAN."  (quote).  Pagi hari adalah waktu yang tepat mempersiapkan segala sesuatunya, karena itu biasakan diri untuk bangun pagi-pagi.

     Nabi Yeremia menulis:  "Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya, selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu!"  (Ratapan 3:22-23).  Saat menempuh perjalanan selama 40 tahun di padang gurun Tuhan memberikan  'roti'  dari sorga sebagai makanan, mereka menyebutnya  'manna':  "...warnanya putih seperti ketumbar dan rasanya seperti rasa kue madu."  (Keluaran 16:31).  Manna itu turun ketika hari masih gelap  (pagi-pagi sekali), dan ketika matahari sudah mulai muncul maka manna itu akan mencair.  Karena itu orang-orang Israel harus bangun pagi-pagi untuk memungut manna.  Jika mereka sampai bangun kesiangan maka mereka tidak akan mendapatkannya, sebab manna hanya ada di pagi hari.  Artinya umat Israel harus bangun pagi-pagi jika ingin mendapatkan berkat dari Tuhan tersebut.  Seringkali yang kita lakukan adalah bangun terlalu siang, lalu melakukan segala sesuatu dengan terburu-buru karena padatnya agenda kerja, sampai-sampai kita tak punya waktu untuk berdoa.  Seorang yang hidupnya dekat dengan Tuhan pasti akan melatih dirinya untuk selalu bangun lebih pagi.

     Daud selalu bangun pagi dan mencari hadirat Tuhan:  "TUHAN, pada waktu pagi Engkau mendengar seruanku, pada waktu pagi aku mengatur persembahan bagi-Mu, dan aku menunggu-nunggu."  (Mazmur 5:4).  Kerinduan Daud bertemu Tuhan di pagi hari melebihi kerinduan seorang penjaga yang mengharapkan pagi.  "Jiwaku mengharapkan Tuhan lebih dari pada pengawal mengharapkan pagi, lebih dari pada pengawal mengharapkan pagi."  (Mazmur 130:6).  Mulai dari sekarang janganlah bermalas-malasan untuk bangun pagi dan berdoa!  Awali hari Saudara dengan mencari Tuhan.

Jika kita mengawali hari dengan mencari hadirat Tuhan maka hari-hari yang kita jalani akan menjadi hari yang berkemenangan karena Tuhan menyertai kita!



October 02, 2018, 05:36:39 AM
Reply #1778
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 24469
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://airhidupblog.blogspot.com/2018/

Tuesday, October 2, 2018
BERPEGANGLAH TEGUH PADA JANJI TUHAN
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 2 Oktober 2018

Baca:  Mazmur 119:137-144

"Janji-Mu sangat teruji, dan hamba-Mu mencintainya."  Mazmur 119:140

Hati wanita mana yang tak berbunga-bunga ketika mendengar kekasihnya berjanji akan menikahinya di kemudian hari?  Terbuai janji manis, tak sedikit wanita yang akhirnya rela mengorbankan kehormatannya, karena pikirnya:  "Toh nanti dia akan menikahiku dan menjadi suamiku!"  Namun seiring berjalannya waktu, sang kekasih mulai kelihatan  'belangnya'  dan berubah sikap, janji yang pernah diucapkannya tak pernah ditepatinya, bahkan ia memutuskan hubungan dan meninggalkan si wanita itu untuk kemudian berpaling ke lain hati.  Hati wanita itu pun menjadi kecewa dan hancur berkeping-keping!

     Janji adalah sesuatu yang bisa membangkitkan semangat, tapi janji juga dapat mengecewakan.  Ada banyak orang bersemangat karena janji yang diterimanya, tapi ketika janji tersebut diingkari timbullah rasa kecewa yang mendalam, frustasi dan putus asa.  Adalah sia-sia berharap pada janji manis manusia, kita pasti kecewa.  Namun ada satu Pribadi yang tak pernah mengecewakan yaitu Tuhan, Dia tak pernah ingkar dengan janji-Nya.  "Janji TUHAN adalah janji yang murni, bagaikan perak yang teruji, tujuh kali dimurnikan dalam dapur peleburan di tanah."  (Mazmur 12:7).  Janji Tuhan adalah ya dan amin.  Tidak ada alasan bagi kita untuk merasa kuatir, marah, kecewa dan jengkel sekalipun kita harus melewati masa-masa yang sukar, sebab Tuhan sanggup mengubahnya untuk kebaikan kita.  Daud memiliki pengalaman di sepanjang hidupnya bahwa tak sekalipun Tuhan ingkar terhadap janji-Nya.  Selama kita berjalan seturut dengan kehendak Tuhan dan tidak menyimpang ke kanan atau ke kiri, maka Dia pasti akan menggenapi janji-Nya atas hidup kita tepat pada waktunya.

     Janji Tuhan itu berlaku dalam segala situasi dan keadaan.  "Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu."  (Matius 24:35).  Karena itu jangan pernah berubah sikap sekali pun, apalagi kita menjauh dan meninggalkan Tuhan.  Sebaliknya, kita harus tetap melekat kepada Tuhan dan tekun menanti-nantikan Dia, sebab Tuhan bukanlah manusia, apa yang difirmankan-Nya pasti akan ditepati tepat pada waktunya  (Bilangan 23:19).

Tak satu pun kuasa yang sanggup menghalangi dan menggagalkan janji Tuhan dinyatakan dalam hidup orang benar!


October 03, 2018, 05:57:54 AM
Reply #1779
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 24469
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://airhidupblog.blogspot.com/2018/

Wednesday, October 3, 2018
DUNIA INI BUKANLAH FIRDAUS
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 3 Oktober 2018

Baca:  Mazmur 83:1-19

"Mereka mengadakan permufakatan licik melawan umat-Mu, dan mereka berunding untuk melawan orang-orang yang Kaulindungi."  Mazmur 83:4

Semua orang pasti setuju dengan pernyataan bahwa dunia yang kita pijak ini bukanlah firdaus.  Artinya selama kita masih hidup di dunia kita takkan luput dari yang namanya masalah, kesulitan, tantangan, ujian, dan situasi-situasi sulit lainnya.  Tak menutup kemungkinan juga kita akan menghadapi orang-orang yang mungkin saja bisa melukai, menyakiti, mengecewakan, atau bahkan berlaku jahat terhadap kita.  Jadi kita tak perlu terkejut lagi jika hal-hal yang tak mengenakkan harus kita alami.  Tak perlu kita lari atau menghindari masalah, itu bukan solusi.  Mau atau tidak mau, siap atau tidak siap, suka atau tidak suka, kita harus menghadapinya!

     Bagaimana sikap orang percaya menghadapi dunia yang jahat ini?  Hal pertama yang harus kita lakukan adalah tetaplah menjaga hati.  Ada tertulis:  "Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan. Tempuhlah jalan yang rata dan hendaklah tetap segala jalanmu. Janganlah menyimpang ke kanan atau ke kiri, jauhkanlah kakimu dari kejahatan."  (Amsal 4:23, 26-27).  Mengapa hati harus selalu dijaga?  "Karena dari hati timbul segala pikiran jahat, pembunuhan, perzinahan, percabulan, pencurian, sumpah palsu dan hujat. Itulah yang menajiskan orang."  (Matius 15:19-20a).  Dalam segala situasi dan keadaan milikilah sikap hati yang benar.  Jika ada orang yang merancangkan hal-hal yang jahat dalam hidup kita jangan sampai hati kita turut dicemari oleh rasa dendam, sakit hati, benci, sumpah serapah dan juga niat-niat yang jahat pula.  Tuhan menghendaki kita untuk memiliki kehidupan yang berbeda dari dunia  (Roma 12:2), karena itu jangan sekali-kali terbawa arus dunia ini  (Ibrani 2:1).

     Firman Tuhan mengajarkan kita untuk tidak membalas kejahatan dengan kejahatan, melainkan kita harus mampu mengalahkan kejahatan dengan kebaikan.  Jika kita membalas yang jahat dengan yang jahat itu artinya perilaku kita sama seperti orang dunia.  Dalam perkara apa pun kita diajarkan untuk menyerahkannya kepada Tuhan  (Roma 12:17-21), pada saat yang tepat kita pasti akan melihat pembelaan Tuhan.

Di tengah dunia yang penuh dengan kejahatan ini orang percaya dituntut untuk mampu menjadi terang dan garam bagi dunia!


 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)