Author Topic: Renungan Harian Air Hidup  (Read 208870 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

October 15, 2018, 05:50:46 AM
Reply #1790
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 25131
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://airhidupblog.blogspot.com/2018/

Monday, October 15, 2018
CITRA DIRI SEBAGAI MANUSIA BARU (1)
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 15 Oktober 2018

Baca:  Kejadian 1:26-31

"Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi."  Kejadian 1:26

Tuhan menciptakan manusia dengan maksud dan tujuan yang teramat mulia, karena itu dijadikannya ia menurut gambar dan rupa-Nya  (ayat nas).  Dari ayat tersebut di atas jelas dinyatakan bahwa manusia itu diciptakan oleh Tuhan, bukan terjadi dengan cara evolusi.  Selain memiliki citra diri Bapa, manusia juga diberi kuasa.  Inilah citra diri manusia asali yaitu manusia sebelum jatuh ke dalam dosa.  Manusia asali disebut pula manusia yang asli, murni dan tak bercela.  Pada waktu itu jiwa manusia digambarkan seperti selembar kertas yang putih dan kosong, serta mencerminkan kemuliaan Tuhan.

     Citra diri manusia asali itu menjadi rusak setelah manusia melanggar perintah Tuhan yaitu memakan buah yang dilarang Tuhan untuk dimakan.  "Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas, tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati."  (Kejadian 2:16-17).  Ketidaktaatan manusia kepada Tuhan ini membawa manusia jatuh ke dalam dosa dan terusir dari taman Eden  (Kejadian 3:23-24).  Dosa telah merusak citra diri manusia.  Manusia yang citra dirinya telah rusak ini disebut manusia berdosa, yang hidup tanpa persekutuan dengan Tuhan  (jauh dari Tuhan).  Dosa telah menjadi penghalang persekutuan manusia dengan Bapa,  "Sesungguhnya, tangan TUHAN tidak kurang panjang untuk menyelamatkan, dan pendengaran-Nya tidak kurang tajam untuk mendengar; tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu."  (Yesaya 59:1-2).

     Kemudian Bapa berinisiatif sendiri untuk memulihkan keadaan manusia, hal itu dimulai dengan memanggil para leluhur kita yaitu orang-orang pilihan-Nya.  Empat nama besar yang dipilih oleh Bapa untuk menjadi mata rantai pemulihan:  Nuh, Abraham, Yusuf dan Daud.  Puncak pemulihan citra diri manusia itu terjadi melalui inkarnasi Kristus, Dia diutus oleh Bapa untuk turun ke dunia dengan satu misi yaitu menyelamatkan manusia dari dosa-dosanya  (Roma 5:12-21), melalui pengorban-Nya di kayu salib.


October 16, 2018, 05:19:47 AM
Reply #1791
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 25131
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://airhidupblog.blogspot.com/2018/

Tuesday, October 16, 2018
CITRA DIRI SEBAGAI MANUSIA BARU (2)
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 16 Oktober 2018

Baca:  1 Korintus 3:10-23

"Tetapi tiap-tiap orang harus memperhatikan, bagaimana ia harus membangun di atasnya."  1 Korintus 3:10b

Melalui karya pengorbanan Kristus, manusia yang sudah jatuh dalam dosa  (rusak citra dirinya)  dikembalikan kepada rencana Bapa semula yaitu keselamatan  (Roma 3:23-24).  Ketika Kristus berkata  "Sudah selesai"  (Yohanes 19:30), selesailah sudah tugas pemulihan citra diri manusia yang dikerjakan-Nya.  Dampaknya:  kita diperdamaikan kembali dengan Bapa, yang dulunya jauh telah menjadi dekat, sehingga tidak ada lagi jurang pemisah  (Kolose 1:20-22).  "Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang."  (2 Korintus 5:17).  Manusia baru adalah kembalinya citra diri Bapa pada diri manusia.

     Elemen penting kehidupan manusia  'baru'  yang sudah dipulihkan citra dirinya:  1.  Dasar bangunan.  Dasar bangunan  'rohani'  kita harus diletakkan pada dasar yang benar yaitu Kristus.  "Karena tidak ada seorangpun yang dapat meletakkan dasar lain dari pada dasar yang telah diletakkan, yaitu Yesus Kristus."  (1 Korintus 3:11).  Kehidupan manusia baru adalah kehidupan yang telah menguburkan manusia lama, yang dasar hidupnya duniawi dengan segala sifat dan karakternya.  Orientasi hidup yang dulunya tertuju kepada perkara-perkara dunia dan kepentingan diri sendiri kini berubah dengan menempatkan Kristus dan kebenaran-Nya sebagai yang utama  (Matius 6:33), memikirkan perkara-perkara yang di atas, bukan yang di bumi  (Kolose 3:2), mengumpulkan harta di sorga, bukan yang di bumi  (Matius 6:19-20).  2.  Bentuk bangunan.  Ini berbicara tentang sikap, perkataan dan perbuatan kita, di mana kita tidak lagi hidup sembrono, melainkan hidup sesuai dengan kebenaran Firman Tuhan  (1 Korintus 3:12-15), karena pada saatnya pekerjaan kita akan terlihat kualitasnya.  3.  Fungsi bangunan.  Kita harus menyerahkan anggota-anggota tubuh kita untuk dipakai Tuhan sebagai senjata kebenaran dan menjadi saksi-saksi-Nya:  "Dan janganlah kamu menyerahkan anggota-anggota tubuhmu kepada dosa untuk dipakai sebagai senjata kelaliman, tetapi serahkanlah dirimu kepada Allah sebagai orang-orang, yang dahulu mati, tetapi yang sekarang hidup. Dan serahkanlah anggota-anggota tubuhmu kepada Allah untuk menjadi senjata-senjata kebenaran."  (Roma 6:13).



October 17, 2018, 05:23:09 AM
Reply #1792
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 25131
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://airhidupblog.blogspot.com/2018/

Wednesday, October 17, 2018
CITRA DIRI SEBAGAI MANUSIA BARU (3)
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 17 Oktober 2018

Baca:  Galatia 5:16-26

"Maksudku ialah: hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging."  Galatia 5:16

Tuhan menghendaki agar orang percaya yang sudah dipulihkan citra dirinya bukan saja beroleh keselamatan dan hidup kekal yang menjadi bagiannya, tapi juga selama hidupnya di dunia mampu menjadi saksi dan berkat bagi kemuliaan nama-Nya.  Oleh karena itu kita harus benar-benar memiliki kehidupan yang berbeda dengan dunia  (Roma 12:2).

     Bagaimana cara memperoleh karakter manusia baru seutuhnya?  Tanggalkan cara hidup manusia lama!  Artinya menanggalkan perbuatan-perbuatan daging atau perbuatan-perbuatan kegelapan.  "Janganlah turut mengambil bagian dalam perbuatan-perbuatan kegelapan yang tidak berbuahkan apa-apa, tetapi sebaliknya telanjangilah perbuatan-perbuatan itu. Sebab menyebutkan sajapun apa yang dibuat oleh mereka di tempat-tempat yang tersembunyi telah memalukan. Tetapi segala sesuatu yang sudah ditelanjangi oleh terang itu menjadi nampak, sebab semua yang nampak adalah terang."  (Efesus 5:11-13);  Menanggalkan cara hidup lama juga memiliki arti menanggalkan semua beban  (dosa)  yang selama ini menjadi perintang dan penghalang dalam perlombaan iman  (Ibrani 12:1).

     Kita juga harus mau dipimpin oleh ROH KUDUS setiap hari.  "Jikalau kita hidup oleh Roh, baiklah hidup kita juga dipimpin oleh Roh,"  (Galatia 5:25).  Sebagai anak-anak Tuhan kita memiliki kuasa untuk hidup oleh Roh, karena Ia tinggal di dalam kita, seperti tertulis:  "Tetapi kamu tidak hidup dalam daging, melainkan dalam Roh, jika memang Roh Allah diam di dalam kamu. Tetapi jika orang tidak memiliki Roh Kristus, ia bukan milik Kristus."  (Roma 8:9).  Jadi setiap orang yang mengaku diri sebagai anak Tuhan wajib tunduk pada pimpinan ROH KUDUS  (Roma 8:14).  Maka dari itu berkonsentrasilah pada hidup di dalam Roh.  Ini adalah proses yang harus kita jalani dari waktu ke waktu di sepanjang hidup kita.  Hidup dalam pimpinan ROH KUDUS berarti kita tidak hidup sembarangan, melainkan hidup tertib, teratur, bukan dalam kekacauan, sebab Tuhan memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban  (2 Timotius 1:7).

Meninggalkan manusia lama dan hidup sebagai manusia baru adalah kehendak Tuhan bagi orang percaya!



October 18, 2018, 05:09:32 AM
Reply #1793
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 25131
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://airhidupblog.blogspot.com/2018/

Thursday, October 18, 2018
DAMAI SEJAHTERA: Buah Ketaatan
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 18 Oktober 2018

Baca:  Mazmur 29:1-11

"TUHAN kiranya memberikan kekuatan kepada umat-Nya, TUHAN kiranya memberkati umat-Nya dengan sejahtera!"  Mazmur 29:11

Apa mungkin orang hidup dalam damai sejahtera di tengah dunia yang penuh dengan gejolak ini?  Secara akal manusia hal itu tak mungkin.  Akan tetapi bagi setiap orang percaya, hidup dalam damai sejahtera itu bukanlah perkara yang mustahil, sebab ada tertulis:  "Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya!"  (Markus 9:23).  Mengapa?  Ketika seseorang percaya dan menerima Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat, maka secara otomatis ia juga menerima Sang Raja Damai  (Yesaya 9:5).  Damai sejahtera yang sejati hanya dirasakan dan dialami oleh mereka yang telah diperdamaikan dengan Bapa melalui kelahiran baru di dalam Kristus, dan damai sejahtera yang diterimanya adalah damai sejahtera yang jauh melampaui segala akal  (Filipi 4:7).

     Damai sejahtera adalah salah satu berkat rohani yang Tuhan sediakan bagi orang percaya, sebagaimana yang dikatakan-Nya:  "Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu."  (Yohanes 14:27).  Damai sejahtera yang Tuhan berikan itu tak dipengaruhi oleh situasi dan kondisi.  "Sebab biarpun gunung-gunung beranjak dan bukit-bukit bergoyang, tetapi kasih setia-Ku tidak akan beranjak dari padamu dan perjanjian damai-Ku tidak akan bergoyang, Firman Tuhan, yang mengasihani engkau."  (Yesaya 54:10).  Kristus kembali menguatkan:  "Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya kamu beroleh damai sejahtera dalam Aku. Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia."  (Yohanes 16:33).  Sesulit apa pun situasinya, Iblis tidak dapat mengambil berkat Tuhan ini jika kita tetap tinggal di dalam Kristus dan firman-Nya.

     Jadi, kunci untuk mengalami damai sejahtera di segala keadaan adalah tetap berpegang teguh pada janji Firman Tuhan.  "Yang hatinya teguh Kaujagai dengan damai sejahtera, sebab kepada-Mulah ia percaya."  (Yesaya 26:3).  Karena itu milikilah persekutuan yang karib dengan Tuhan setiap hari dan taatlah melakukan Firman Tuhan.

Tuhan menjanjikan damai sejahtera kita akan mengalir seperti sungai yang tak pernah kering, jika kita taat melakukan perintah-Nya  (Yesaya 48:18).


October 19, 2018, 06:03:27 AM
Reply #1794
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 25131
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://airhidupblog.blogspot.com/2018/

Friday, October 19, 2018
PEKERJAAN TUHAN: Heran dan Ajaib
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 19 Oktober 2018

Baca:  2 Raja-Raja 3:1-27

"Kemudian berkatalah ia: "Beginilah Firman Tuhan: Biarlah di lembah ini dibuat parit-parit,"  2 Raja-Raja 3:16

Pemazmur menyatakan bahwa jalan Tuhan dan pekerjaan-Nya itu penuh keajaiban  (Mazmur 77:15)  dan  "...rancangan-Mu yang ajaib yang telah ada sejak dahulu."  (Yesaya 25:1).  Berkat, mujizat dan pertolongan-Nya seringkali datang justru pada saat kita hendak menyerah, pada saat orang lain berkata bahwa hal itu mustahil, saat dokter mengangkat tangan tanda tak sanggup, saat semua pintu serasa tertutup dan sudah tiada jalan, saat itulah Ia menyatakan kebesaran kuasa-Nya;  kita seringkali dibuat sport jantung oleh Tuhan!  Sungguh... Tuhan tidak pernah terlambat dan tidak pernah terlalu cepat untuk bertindak, karena waktu-Nya adalah yang terbaik bagi kita.

     Ketika hendak berperang melawan orang-orang Moab, ketika Yoram  (raja Israel)  beserta Yosafat  (raja Yehuda)  dan Edom harus menempuh perjalanan selama tujuh hari lamanya dengan tidak mendapati air, segeralah mereka menemui Elisa  (abdi Tuhan).  Berkatalah Elisa,  "Demi TUHAN semesta alam yang hidup, yang di hadapan-Nya aku menjadi pelayan: jika tidak karena Yosafat, raja Yehuda, maka sesungguhnya aku ini tidak akan memandang dan melihat kepadamu."  (2 Raja-Raja 3:14).  Akhirnya, melalui hamba-Nya Tuhan berfirman:  "Kamu tidak akan mendapat angin dan hujan, namun lembah ini akan penuh dengan air, sehingga kamu serta ternak sembelihan dan hewan pengangkut dapat minum. Dan itupun adalah perkara ringan di mata TUHAN; juga orang Moab akan diserahkan-Nya ke dalam tanganmu."  (2 Raja-Raja 3:17-18).  Tuhan memerintahkan mereka membuat parit-parit, padahal saat itu tidak ada angin dan hujan.

     Perintah Tuhan itu tidak masuk akal, namun ketika mereka mau taat melakukan apa yang diperintahkan  (menggali parit-parit), maka mujizat pun dinyatakan.  "...datanglah dengan tiba-tiba air dari arah Edom, lalu penuhlah negeri itu dengan air."  (2 Raja-Raja 3:20);  waktu tak ada angin dan tak ada mendung Tuhan sanggup mencurahkan hujan lebat memenuhi parit-parit secara berlimpah, sehingga mereka semua, termasuk hewan-hewannya, tidak mati kehausan.  Apa yang tidak pernah dilihat mata, tak didengar oleh telinga dan tak pernah timbul di dalam hati, itulah yang Tuhan sediakan!  (1 Korintus 2:9).  Jangan pernah mengukur kuasa Tuhan yang tak terbatas itu dengan logika!

Ketaatan kita menggerakkan tangan Tuhan untuk menyatakan mujizat-Nya!



October 20, 2018, 07:03:57 AM
Reply #1795
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 25131
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://airhidupblog.blogspot.com/2018/

Saturday, October 20, 2018
SINGKIRKAN RUBAH-RUBAH KECIL
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 20 Oktober 2018

Baca:  Kidung Agung 2:8-17

"Tangkaplah bagi kami rubah-rubah itu, rubah-rubah yang kecil, yang merusak kebun-kebun anggur, kebun-kebun anggur kami yang sedang berbunga!"  Kidung Agung 2:15

Kitab Kidung Agung ini selain menggambarkan tentang hubungan antara Kristus sebagai Kepala jemaat dengan tubuh-Nya yang adalah jemaat-Nya, juga menggambarkan tentang hubungan antara gereja-Nya dengan rumah tangga.

     Dalam kehidupan bergereja dan rumah tangga seringkali kita tidak menyadari adanya rubah-rubah yang berkeliaran.  Rubah adalah binatang kecil yang suka sekali merusak hasil panenan.  Rubah mampu beradaptasi dalam segala musim dan lingkungan, bergerak secara diam-diam tapi sangat gesit, dan hanya meninggalkan jejak.  Rubah bisa dikatakan pemburu yang ulung, ahli strategi, dan lihai menarik perhatian mangsa.  Rubah-rubah kecil berbicara tentang persoalan-persoalan kecil yang seringkali dianggap remeh atau sepele, tapi kalau dibiarkan dapat merusak kehidupan rumah tangga, pekerjaan, dan bahkan pelayanan pekerjaan Tuhan.  Kebanyakan fokus dan perhatian orang hanya tertuju kepada hal-hal besar, sedangkan hal yang kecil diabaikannya, padahal dari yang kecil kalau terus dibiarkan dapat menjadi perkara besar yang membahayakan dan sulit teratasi kalau terlambat penanganannya.  Oleh karena itu jangan biarkan  'rubah-rubah kecil'  itu berkeliaran!  Rubah-rubah kecil itu harus segera disingkirkan karena dapat merusak kebun anggur yang sedang berbunga  (ayat nas).  Rubah-rubah kecil yang bisa merusak hubungan kita dengan Tuhan bisa berupa:  kemalasan, keterikatan dengan hal-hal duniawi, atau perkataan sia-sia yang seringkali terlontar dari mulut kita.  Sakit hati, kepahitan, kebencian, dendam, tak mau mengampuni dan sebagainya yang tersimpan di dalam hati juga ibarat rubah-rubah kecil yang siap menggerogoti hati kita.

     Perselisihan, suka menghakimi, bergosip, yang seringkali terjadi di antara jemaat Tuhan, atau masalah-masalah kecil dalam kehidupan keluarga-keluarga Kristen, jika tidak segera dibereskan akan berdampak buruk bagi pekerjaan Tuhan dan dapat mengancam keutuhan keluarga-keluarga Kristiani.  Banyak kasus terjadi rumah tangga hancur karena adanya rubah-rubah kecil yang tak diperhatikan dan tak disingkirkan sedari awal.

Jangan sepelekan hal-hal kecil, karena perkara yang besar berawal dari perkara kecil!
October 21, 2018, 12:03:49 PM
Reply #1796
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 25131
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://airhidupblog.blogspot.com/2018/

Sunday, October 21, 2018
DOA YANG BELUM TERUCAPKAN
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 21 Oktober 2018

Baca:  Kejadian 24:1-67

"Belum lagi aku habis berkata dalam hatiku, Ribka telah datang membawa buyung di atas bahunya, dan turun ke mata air itu, lalu menimba air. Kataku kepadanya: Tolong berikan aku minum."  Kejadian 24:45

Orang beranggapan doa yang didengar Tuhan adalah:  doa yang diucapkan dengan sangat keras, kalau perlu pakai loud speaker;  doa yang kalimatnya panjang dengan bahasa indah seperti puisi para punjangga;  doa seperti orang berpidato dengan kata-kata yang diatur sedemikian rupa.  Tertulis:  "...dalam doamu itu janganlah kamu bertele-tele seperti kebiasaan orang yang tidak mengenal Allah. Mereka menyangka bahwa karena banyaknya kata-kata doanya akan dikabulkan."  (Matius 6:7).  Jika doa-doa tersebut hanya sebatas lips service, semuanya akan sia-sia.

     Doa yang didengar Tuhan adalah doa dengan sikap hati yang dibenar disertai ketaatan melakukan kehendak-Nya!  Bahkan doa yang tak terucapkan pun Tuhan sanggup mendengar, karena Ia Mahatahu, tahu setiap getaran dan suara hati, pikiran dan rencana kita.  Jadi doa yang dipanjatkan kepada Tuhan dengan sungguh-sungguh, yang keluar dari dalam hati, walaupun tanpa suara.  Tuhan tahu dan mendengarnya.  Hamba Abraham yang diutus Abraham mencarikan isteri bagi Ishak  (anaknya),  "...berangkat menuju Aram-Mesopotamia ke kota Nahor."  (Kejadian 24:10), dan hanya berkata dalam hati meminta tanda mengenai gadis yang dilihatnya, apakah dia benar untuk Ishak, Tuhan mendengar dan menjawabnya.  Ketika bergumul untuk keturunan, Hana berdoa dengan keluhan dalam hati, bahkan imam Eli mengira ia sedang mabuk anggur  (1 Samuel 1:13-15).  Imam bisa saja salah menduga karena manusia tidak tahu getaran dan suara hati orang, tetapi Tuhan tahu persis pergumulan Hana dan Ia menjawab doanya  (1 Samuel 1:20).

     ROH KUDUS  "...membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan."  (Roma 8:26).  Tidak ada alasan untuk tidak berdoa, karena doa dalam hati dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja, asal dengan sikap hati yang benar Tuhan pasti mendengarnya.

"...Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu minta kepada-Nya."  Matius 6:8



October 22, 2018, 05:43:16 AM
Reply #1797
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 25131
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://airhidupblog.blogspot.com/2018/

Monday, October 22, 2018
JANGAN JEMU BERDOA!
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 22 Oktober 2018

Baca:  Lukas 18:1-8

"Tidakkah Allah akan membenarkan orang-orang pilihan-Nya yang siang malam berseru kepada-Nya? Dan adakah Ia mengulur-ulur waktu sebelum menolong mereka?"  Lukas 18:7

Umumnya manusia itu gampang sekali putus asa karena tak sabar jika harus menunggu, terlebih-lebih menunggu jawaban doa.  Kita seringkali berubah sikap jika doa kita belum beroleh jawaban, mulai ogah-ogahan untuk berdoa.  Bahkan tidak sedikit dari kita yang menjadi kecewa dan  'patah arang', tak mau lagi beribadah.  Karena itulah Tuhan memberikan  "...suatu perumpamaan kepada mereka untuk menegaskan, bahwa mereka harus selalu berdoa dengan tidak jemu-jemu."  (Lukas 18:1).

     Secara umum kata  'jemu'  memiliki pengertian:  sudah tidak suka lagi karena terlalu sering dan sebagainya:  atau merasa bosan.  Bukankah kita seringkali merasa jemu berdoa, karena seolah-olah doa kita tak pernah mencapai tempat di mana Tuhan berada, bahkan rasanya langit terasa tebal seperti tembaga yang menghalangi doa kita.  Tetapi Tuhan menghendaki kita untuk tetap berdoa, sekalipun kita belum melihat tanda-tanda bahwa doa kita akan dijawab.  Sebagai orang percaya kita ini adalah umat pilihan Tuhan,  "...kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri,"  (1 Petrus 2:9), sehingga kita mendapatkan hak istimewa untuk datang mendekat kepada Tuhan, meminta sesuatu kepada-Nya dan beroleh kepastian untuk mendapatkan jawaban doa.  "Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu."  (Matius 7:7).

     Tuhan sama sekali tidak mengulur-ulur waktu, tapi kadang-kadang kita harus belajar bersabar untuk memperoleh segala sesuatu menurut rencana dan waktu Tuhan.  Sesungguhnya apa yang kita perlukan Tuhan sudah sediakan, hanya perlu waktu sedikit lagi jawaban itu dinyatakan bagi kita.  Petani yang menabur benih pun tak langsung menuai dalam waktu semalam,  "...ia sabar sampai telah turun hujan musim gugur dan hujan musim semi."  (Yakobus 5:7b).  Demikian halnya dengan doa, adakalanya doa memerlukan beberapa waktu lamanya sampai kita mendapatkan jawabannya.  Oleh karena itu janganlah berhenti berdoa sampai Tuhan bekerja!

Teruslah berdoa dan nantikanlah Tuhan, karena waktu-Nya adalah yang terbaik!



October 23, 2018, 06:41:16 AM
Reply #1798
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 25131
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://airhidupblog.blogspot.com/2018/

Tuesday, October 23, 2018
TINGGAL DI TANAH GOSYEN (1)
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 23 Oktober 2018

Baca:  Kejadian 45:1-28

"Engkau akan tinggal di tanah Gosyen dan akan dekat kepadaku, engkau serta anak dan cucumu, kambing domba dan lembu sapimu dan segala milikmu. Di sanalah aku memelihara engkau--sebab kelaparan ini masih ada lima tahun lagi--supaya engkau jangan jatuh miskin bersama seisi rumahmu dan semua orang yang ikut serta dengan engkau."  Kejadian 45:10-11

Gosyen adalah sebuah tempat di mana Yakub dan anak-anaknya, yang adalah cikal bakal bangsa Israel, pernah tinggal ketika mereka mengungsi ke Mesir.  Sesungguhnya tanah Gosyen merupakan daerah yang paling subur di seluruh negeri Mesir.  Mengapa orang-orang Israel bisa mendapatkan tanah Gosyen dan tinggal di situ?  Nampaknya ini bukan hal yang kebetulan, melainkan ada alasannya.  Dari pihak orang-orang Mesir, mereka punya alasan tersendiri untuk menempatkan orang-orang Israel di Gosyen.  Sementara dari pihak Yusuf  (pada waktu itu)  juga punya alasan tertentu, mengapa dia sampai meminta tanah Gosyen tersebut untuk tempat tinggal sanak keluarganya.

     Orang-orang Israel ditempatkan di tanah Gosyen karena tempat tersebut terisolir dan terpisah oleh sebuah sungai besar, sehingga mereka tidak dapat hidup membaur dengan orang-orang Mesir, oleh karena mereka adalah keturunan orang Ibrani.  Bagi orang Mesir, berkumpul atau makan bersama dengan orang-orang Ibrani adalah sebuah kekejian.  "Lalu dihidangkanlah makanan, bagi Yusuf tersendiri, bagi saudara-saudaranya tersendiri dan bagi orang-orang Mesir yang bersama-sama makan dengan mereka itu tersendiri; sebab orang Mesir tidak boleh makan bersama-sama dengan orang Ibrani, karena hal itu suatu kekejian bagi orang Mesir."  (Kejadian 43:32).  Itulah alasannya mengapa orang-orang Israel ditempatkan di Gosyen, terpisah dari orang-orang Mesir.

     Mesir adalah lambang kehidupan dunia!  Begitu pula dengan keberadaan orang percaya, kita ini dipisahkan dari dunia ini oleh karena kita sudah mengalami  'kelahiran baru'  dan menjadi ciptaan yang baru di dalam Kristus.  Maka dari itu kita harus memiliki cara hidup yang berbeda dengan dunia  (Mesir), sebagaimana yang rasul Paulus nasihatkan:  "Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna."  (Roma 12:2).




October 24, 2018, 06:01:21 AM
Reply #1799
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 25131
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://airhidupblog.blogspot.com/2018/

Wednesday, October 24, 2018
TINGGAL DI TANAH GOSYEN (2)
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 24 Oktober 2018

Baca:  Kejadian 46:1-34

"'Hamba-hambamu ini pemelihara ternak, sejak dari kecil sampai sekarang, baik kami maupun nenek moyang kami--dengan maksud supaya kamu boleh diam di tanah Gosyen.' --Sebab segala gembala kambing domba adalah suatu kekejian bagi orang Mesir."  Kejadian 46:34

Alasan lain mengapa orang-orang Israel ditempatkan di Gosyen adalah karena pekerjaan mereka penggembala kambing domba.  Bagi orang Mesir menggembalakan domba adalah pekerjaan rendahan dan suatu kekejian  (ayat nas).  Ini berbicara tentang fungsi hidup orang percaya!  Dalam 1 Petrus 2:9 dinyatakan bahwa Tuhan memanggil orang percaya dengan tujuan  "...supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib:"  Bagi orang dunia berlaku curang, tidak jujur, tipu sana sini dalam dunia pekerjaan atau bisnis adalah hal yang sudah biasa dilakukan atau lumrah.  Tetapi orang percaya justru dipanggil untuk bisa menjadi berkat di mana pun berada:  di dalam pekerjaan atau lingkungan mana pun.

     Karena tinggal terpisah di Gosyen, orang-orang keturunan Ibrani berkesempatan beranak cucu sedemikian banyak sampai mereka menjadi suatu bangsa.  Orang Israel juga memiliki kebiasaan beribadah kepada Tuhan dan mempersembahkan korban.  Ini pun menjadi kekejian bagi orang Mesir.  Berkatalah Musa,  "...korban yang akan kami persembahkan kepada TUHAN, Allah kami, adalah kekejian bagi orang Mesir. Apabila kami mempersembahkan korban yang menjadi kekejian bagi orang Mesir itu, di depan mata mereka, tidakkah mereka akan melempari kami dengan batu? Kami harus pergi ke padang gurun tiga hari perjalanan jauhnya untuk mempersembahkan korban kepada TUHAN, Allah kami, seperti yang difirmankan-Nya kepada kami."  (Keluaran 8:26-27).

     Bagi orang dunia memberi atau berkorban adalah kerugian, tapi orang percaya diajar untuk memberi dan berkorban bagi Tuhan.  Inilah kunci hidup berkelimpahan!  "Berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu."  (Lukas 6:38).

Karena memiliki cara hidup yang berbeda, orang-orang Israel ditempatkan di Gosyen!



 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)