Author Topic: Renungan Harian Air Hidup  (Read 175978 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

October 25, 2018, 06:42:20 AM
Reply #1800
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22917
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://airhidupblog.blogspot.com/2018/

Thursday, October 25, 2018
GOSYEN: Tuhan Membuat Perbedaan
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 25 Oktober 2018

Baca:  Keluaran 8:20-32

"Sebab Aku akan mengadakan perbedaan antara umat-Ku dan bangsamu. Besok tanda mujizat ini akan terjadi."  Keluaran 8:23

Hidup terpisah dari orang-orang Mesir  (dunia)  justru mendatangkan berkat tersendiri bagi orang-orang Israel.  Yakub dan anak-anaknya yang tinggal di Gosyen terpelihara hidupnya, terluput dari bencana kelaparan dan kekeringan.  Begitu pula ketika Tuhan menghukum orang-orang Mesir dengan mendatangkan tulah, tempat di mana orang-orang Israel tinggal tetap berada di dalam perlindungan Tuhan.  Itulah Gosyen, tempat yang dibedakan Tuhan untuk umat pilihan-Nya, di sanalah orang-orang Israel mendapatkan perlakuan khusus  (pengecualian)  dari Tuhan.

     Tertulis:  "Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: 'Bangunlah pagi-pagi dan berdirilah menantikan Firaun, pada waktu biasanya ia keluar ke sungai, dan katakanlah kepadanya: Beginilah Firman Tuhan: Biarkanlah umat-Ku pergi, supaya mereka beribadah kepada-Ku; sebab jika engkau tidak membiarkan umat-Ku itu pergi, maka Aku akan melepaskan pikat (lalat pikat - Red.) terhadap engkau, terhadap pegawai-pegawaimu, rakyatmu dan rumah-rumahmu, sehingga rumah-rumah orang Mesir, bahkan tanah, di mana mereka berdiri akan penuh dengan pikat. Tetapi pada hari itu Aku akan mengecualikan tanah Gosyen, di mana umat-Ku tinggal, sehingga di sana tidak ada terdapat pikat, supaya engkau mengetahui, bahwa Aku, TUHAN, ada di negeri ini.'"  (Keluaran 8:20-22).  Begitu pula ketika terjadi tulah hujan es:  "Dan turunlah hujan es, beserta api yang berkilat-kilat di tengah-tengah hujan es itu, terlalu dahsyat, seperti yang belum pernah terjadi di seluruh negeri orang Mesir, sejak mereka menjadi suatu bangsa. Hujan es itu menimpa binasa segala sesuatu yang ada di padang, di seluruh tanah Mesir, dari manusia sampai binatang; juga segala tumbuh-tumbuhan di padang ditimpa binasa oleh hujan itu dan segala pohon di padang ditumbangkannya. Hanya di tanah Gosyen, tempat kediaman orang Israel, tidak ada turun hujan es."  (Keluaran 9:24-26).

     Rindu mendapatkan perlakuan yang istimewa dan berbeda dari Tuhan?  Milikilah cara hidup yang berbeda dan  'terpisah'  dari dunia.

Tuhan pasti akan membuat perbedaan terhadap orang yang sungguh-sungguh beribadah kepada Tuhan dan hidup benar di hadapan-Nya!  Maleakhi 3:18




October 26, 2018, 06:55:48 AM
Reply #1801
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22917
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://airhidupblog.blogspot.com/2018/

Friday, October 26, 2018
ANDALKAN DAN HARAPKAN TUHAN SAJA
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 26 Oktober 2018

Baca:  Mazmur 146:1-10

"Berbahagialah orang yang mempunyai Allah Yakub sebagai penolong, yang harapannya pada TUHAN, Allahnya:"  Mazmur 146:5

Banyak orang menjadi kecewa dan frustasi karena mereka salah berharap, yaitu berharap kepada manusia dan menjadikan harta kekayaan sebagai andalan hidup.  Manusia, uang, harta kekayaan, bukanlah tempat untuk kita berharap.  Firman Tuhan tak henti-hentinya mengingatkan kita supaya jangan berharap dan mengandalkan manusia atau apa pun yang ada di dunia ini.  Orang yang mengharapkan pertolongan dari manusia pasti akan kecewa, karena kebaikan dan kesetiaan manusia itu mudah sekali berubah.  "Jangan berharap pada manusia, sebab ia tidak lebih dari pada embusan nafas, dan sebagai apakah ia dapat dianggap?"  (Yesaya 2:22).  Manusia dikatakan tidak lebih daripada embusan nafas, karena  "Apabila nyawanya melayang, ia kembali ke tanah; pada hari itu juga lenyaplah maksud-maksudnya."  (Mazmur 146:4).

     Tak sepatutnya kita menggantungkan hidup kepada manusia atau sesama, sebab kekuatan dan kemampuan manusia itu terbatas...apabila orang yang dibuat sandaran hidup ini tiba-tiba dipanggil  'pulang'  oleh Tuhan, pupuslah sudah semua harapan.  Bahkan, Alkitab menyatakan dengan keras bahwa orang yang mengandalkan manusia disebut sebagai orang-orang yang terkutuk, seperti tertulis:  "Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada TUHAN!"  (Yeremia 17:5).  Dan janganlah pula ada orang yang membangga-banggakan diri karena merasa memiliki uang atau harta yang melimpah, karena semua itu pun tak bisa menolong dan menyelamatkan.  "Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya? Dan apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya?"  (Matius 16:26).

     Daud, sekalipun seorang raja dengan segala kemewahan dan kenyamanan hidupnya, tak menaruh harapan hidup kepada apa pun yang dimilikinya.  "...Engkaulah harapanku, ya Tuhan, kepercayaanku sejak masa muda,"  (Mazmur 71:5),  "Pertolonganku ialah dari TUHAN, yang menjadikan langit dan bumi."  (Mazmur 121:2).

Diberkatilah orang yang hidup mengandalkan Tuhan dan berharap hanya kepada-Nya  (Yeremia 17:7).



October 27, 2018, 05:48:31 AM
Reply #1802
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22917
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://airhidupblog.blogspot.com/2018/

Saturday, October 27, 2018
PERTOLONGAN TUHAN: Mendidik dan Mendewasakan
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 27 Oktober 2018

Baca:  Mazmur 79:1-13

"Tolonglah kami, ya Allah penyelamat kami, demi kemuliaan nama-Mu! Lepaskanlah kami dan ampunilah dosa kami oleh karena nama-Mu!"  Mazmur 79:9

Semua orang pasti mengalami masalah dalam hidup dan berharap mendapatkan pertolongan atau jalan keluar.  Kepada siapa kita meminta pertolongan?  Berserulah kepada Tuhan dan mintalah pertolongan-Nya.  Latar belakang ditulisnya Mazmur 79 ini adalah ketika kerajaan Yehuda mengalami keruntuhan, kota Yerusalem menjadi puing-puing karena serangan tentara Babel.  Dalam keadaan terancam dan teraniaya, bani Asaf memanjatkan doa disertai dengan ratapan kepada Tuhan untuk meminta pertolongan.

     Pergumulan berat apa yang Saudara alami saat ini?  Mungkin keadaan Saudara seperti tembok runtuh, yang tersisa hanyalah puing-puing kehancuran.  Manusia boleh saja beranggapan tidak ada harapan dan tak mungkin dipulihkan, tapi bagi Tuhan tidak ada perkara yang mustahil.  Sehancur apa pun keadaan kita, Tuhan sanggup memulihkan.  Tuhan berfirman:  "...apabila kamu berseru dan datang untuk berdoa kepada-Ku, maka Aku akan mendengarkan kamu; apabila kamu mencari Aku, kamu akan menemukan Aku; apabila kamu menanyakan Aku dengan segenap hati, Aku akan memberi kamu menemukan Aku, demikianlah Firman Tuhan, dan Aku akan memulihkan keadaanmu..."  (Yeremia 29:12-14).  Dalam menantikan pertolongan Tuhan kita seringkali salah dalam memahami waktu dan cara Tuhan untuk menolong, kita berpikir pertolongan Tuhan akan terjadi sama persis seperti yang kita harapkan.

     Tuhan menolong kita berdasarkan kuasa, kekayaan dan kemuliaan-Nya.  Karena itu jangan pernah mereka-reka jalan Tuhan.  "Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah Firman Tuhan. Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu."  (Yesaya 55:8-9).  Pertolongan dan janji pemulihan Tuhan pasti akan terjadi sesuai waktu-Nya.  Karena itu dalam menantikan pertolongan Tuhan kita diajar untuk bersabar dan berserah penuh kepada-Nya;  dan yang pasti, pertolongan Tuhan itu selalu mendidik dan mendewasan kita.

Tuhan selalu punya cara tersendiri untuk menolong dan memulihkan kita, karena itu tetaplah percaya!


October 29, 2018, 06:36:20 AM
Reply #1803
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22917
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://airhidupblog.blogspot.com/2018/

Monday, October 29, 2018
SAHABAT PASTI BERGAUL KARIB
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 29 Oktober 2018

Baca:  Yohanes 15:9-17

"Kamu adalah sahabat-Ku, jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan kepadamu."  Yohanes 15:14

Arti bersahabat pastilah memiliki hubungan yang sangat karib atau akrab, bukan hanya sekedar tahu atau kenal.  Begitu pula yang menjadi sahabatnya Tuhan tentunya adalah orang-orang yang bergaul karib dengan-Nya.  Tuhan menegaskan bahwa seseorang layak disebut sahabat-Nya jika ia taat melakukan apa yang Ia perintahkan  (ayat nas).  Sekalipun seseorang tampak aktif dalam kegiatan-kegiatan di gereja  (pelayanan), menjadi pengikut Kristus selama bertahun-tahun, atau bahkan sudah mengeyam pendidikan di sekolah teologia, jika ia tidak taat melakukan kehendak Tuhan, ia pun belum memenuhi kriteria untuk menjadi sahabat Tuhan.

     Perhatikan apa yang Tuhan katakan kepada Nikodemus, seorang pemimpin agama Yahudi:  "...sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah. Apa yang dilahirkan dari daging, adalah daging, dan apa yang dilahirkan dari Roh, adalah roh. Janganlah engkau heran, karena Aku berkata kepadamu: Kamu harus dilahirkan kembali."  (Yohanes 3:5-7).  Untuk menjadi sahabat Tuhan tidak cukup hanya bermodalkan pengetahuan Alkitab, tapi ia harus mengenal Tuhan secara pribadi.  "Sebab Aku menyukai kasih setia, dan bukan korban sembelihan, dan menyukai pengenalan akan Allah, lebih dari pada korban-korban bakaran."  (Hosea 6:6).  Jadi, setiap orang harus mengalami perjumpaan dengan Tuhan secara pribadi dan bergaul karib dengan-Nya.  "TUHAN bergaul karib dengan orang yang takut akan Dia, dan perjanjian-Nya diberitahukan-Nya kepada mereka."  (Mazmur 25:14).

     Sungguh ajaib!  Tuhan yang Mahabesar, pencipta alam semesta ini, mau bergaul karib dan mau menjadi sahabat manusia yang hanya berasal dari debu.  Ini menunjukkan bahwa Tuhan mengutamakan suatu hubungan yang dekat.  Puncak dari hubungan ini terjadi ketika kita masuk dalam pesta perjamuan kawin Anak Domba:  "Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai, dan memuliakan Dia! Karena hari perkawinan Anak Domba telah tiba, dan pengantin-Nya telah siap sedia."  (Wahyu 19:7).  Tak mungkin orang menjadi mempelai Kristus bila ia tak memiliki hubungan karib dengan-Nya.

Ketaatan adalah syarat mutlak untuk bisa dekat dengan Tuhan!



October 30, 2018, 05:38:39 AM
Reply #1804
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22917
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://airhidupblog.blogspot.com/2018/

Tuesday, October 30, 2018
TAK PERNAH DITINGGALKAN
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 30 Oktober 2018

Baca:  Mazmur 37:27-29

"...Ia tidak meninggalkan orang-orang yang dikasihi-Nya."  Mazmur 37:28a

Ada saat di mana kita pernah menghadapi situasi-situasi sulit yang dapat menyebabkan kita merasa sendiri, sepi, ditinggalkan, dan tak dipedulikan:  ada orangtua yang mulai terserang rasa sepi tatkala anak-anaknya sudah berumah tangga dan tidak lagi tinggal bersamanya;  ada anak-anak yang harus menjalani hari-harinya dengan luka hati yang terus membekas karena ditelantarkan oleh orangtuanya;  ada pula isteri yang harus menanggung hidup yang teramat berat yang membuatnya menangis sepanjang malam, karena telah ditinggalkan atau dikhianati oleh suami tercinta yang pergi dengan wanita lain.

     Contoh  di atas menunjukkan bahwa rasa sepi atau merasa sendiri dapat melanda semua orang, tanpa terkecuali, dan tanpa mengenal usia dan status, terlebih-lebih ketika dihadapkan pada masalah berat dan tiada seorang pun dapat menolong.  Dalam situasi seperti itu sikap mengasihani diri sendiri muncul dan kita pun mulai berpikir Tuhan telah meninggalkan kita dan tidak lagi peduli dengan keadaan kita.  Bagaimana cara mengatasi masalah tersebut sehingga kita tidak lagi merasa sepi, sendiri dan ditinggalkan?  1.  Mendekatlah kepada Tuhan.  Bangunlah keintiman dengan Tuhan secara personal melalui saat teduh setiap hari.  Saat kita tinggal dekat dengan Tuhan melalui doa, kita akan merasakan ketenangan.  Daud menyatakan bahwa hanya dekat Tuhan saja ia akan merasa tenang, sebab ia tahu bahwa Tuhan adalah keselamatan hidupnya  (Mazmur 62:2).  Karena itu  "Carilah TUHAN selama Ia berkenan ditemui; berserulah kepada-Nya selama Ia dekat!"  (Yesaya 55:6)  dan nyatakanlah semua masalahmu, pergumulanmu, bebanmu dan keluh kesahmu kepada-Nya.

     2.  Pegang janji Firman Tuhan.  Adalah salah besar jika kita berpikir bahwa Tuhan meninggalkan kita dan tidak memedulikan kita.  Justru kita yang seringkali meninggalkan Tuhan dan tidak lagi melibatkan Dia dalam hidup ini.  Keberadaan orang percaya adalah berharga di mata Tuhan:  "...engkau berharga di mata-Ku dan mulia, dan Aku ini mengasihi engkau,"  (Yesaya 43:4), karena itu  "...TUHAN tidak akan membuang umat-Nya, dan milik-Nya sendiri tidak akan ditinggalkan-Nya;"  (Mazmur 94:14).

"TUHAN itu dekat kepada orang-orang yang patah hati, dan Ia menyelamatkan orang-orang yang remuk jiwanya."  Mazmur 34:19



October 31, 2018, 06:05:21 AM
Reply #1805
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22917
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://airhidupblog.blogspot.com/2018/

Wednesday, October 31, 2018
KEKUATIRAN: Merugikan Diri Sendiri
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 31 Oktober 2018

Baca:  Mazmur 13:1-6

"Berapa lama lagi aku harus menaruh kekuatiran dalam diriku, dan bersedih hati sepanjang hari?"  Mazmur 13:3

Hidup di tengah dunia yang semakin bergejolak dan penuh problematika ini tak seorang pun hidup tanpa kuatir dan tak seorang pun terhindar dari rasa kuatir, termasuk orang percaya.  Jika ada orang yang menyatakan diri bahwa ia tidak pernah merasa kuatir sedikit pun dalam hidupnya, hal tersebut adalah sebuah penyangkalan.  Akan tetapi setiap kita dapat menolong diri sendiri terlepas dari rasa kuatir yaitu memercayakan hidup sepenuhnya kepada Tuhan dan melihat setiap masalah, situasi, keadaan atau peristiwa yang ada dari sudut pandang Firman Tuhan.

     Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata  'kuatir'  memiliki pengertian:  takut  (gelisah, cemas)  terhadap suatu hal yang belum diketahui dengan pasti.  Perasaan ini biasanya dihubungkan dengan pikiran negatif tentang sesuatu yang mungkin terjadi di masa yang akan datang.  Kuatir juga berarti was-was, bingung dan pikiran terpecah-pecah.  Tuhan berfirman:  "Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian?"  (Matius 6:25).  Lalu Dia menambahkan:  "Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya?"  (Mazmur 6:27).  Tuhan memperingatkan kita untuk tidak kuatir, karena Dia sendiri yang menjadi jaminan bagi kita.  "Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau."  (Ibrani 13:5b).

     Hendaknya kita menyadari bahwa kekuatiran itu hanya memindahkan beban dari bahu Tuhan yang kuat ke bahu kita yang lemah.  Kekuatiran adalah sebuah obsesi akan hal buruk yang mungkin terjadi:  ketakutan terhadap hal yang tidak menyenangkan, menderita sakit, mengalami kekurangan, kehilangan sesuatu dan sebagainya.  Daud, seorang raja pun, juga pernah merasa kuatir, tapi ia tak mau terus dibelenggunya, karena itu  "...kepada kasih setia-Mu aku percaya,"  (Mazmur 13:6).  Daud mencurahkan isi hatinya kepada Tuhan melalui doa dan percaya penuh kepada-Nya!

"Kekuatiran dalam hati membungkukkan orang,"  Amsal 12:25



November 01, 2018, 09:07:29 AM
Reply #1806
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22917
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://airhidupblog.blogspot.com/2018/

Thursday, November 1, 2018
MENGUTAMAKAN TUHAN ATAU YANG LAIN?
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 1 November 2018

Baca:  Matius 6:25-34

"Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu."  Matius 6:33

Banyak orang Kristen sudah hafal ayat nas di atas!  Kita semua mengerti bahwa Firman Tuhan memerintahkan kita untuk mencari terlebih dahulu Kerajaan-Nya dan kebenaran-Nya, yang adalah kunci untuk mengalami berkat-berkat Tuhan.  Tetapi dalam praktik hidup sehari-hari, sadar atau tidak, seringkali kita tidak menempatkan Tuhan sebagaimana seharusnya, yaitu sebagai yang pertama dan terutama dalam hidup kita.  Kita menempatkan Tuhan hanya sebagai alternatif pilihan atau bahkan sebagai  'penambal kebutuhan'  saja.  Kita mencari Tuhan hanya saat perlu saja, kita ngotot mencari hadirat-Nya saat terhimpit masalah, kita mencari Tuhan karena kita mengingini berkat-Nya, mujizat-Nya dan pertolongan-Nya, tak lebih dari itu.

     Kita tidak mempersembahkan hidup dengan sepenuh hati, padahal rasul Paulus sudah menasihati supaya kita mempersembahkan tubuh kita sebagai persembahan yang hidup, kudus dan yang berkenan kepada Tuhan sebagai perwujudan ibadah sejati  (Roma 12:1).  Pujian dan penyembahan kita kepada Tuhan pun hanya dapat dihitung dengan jari, karena hari-hari kita disibukkan dengan segala urusan duniawi.  "Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia."  (1 Yohanes 2:16).  Kini orientasi hidup manusia semata-mata mengejar materi, kesenangan dan kenyamanan hidup.  Firman Tuhan memperingatkan kita untuk tidak terbawa arus dunia ini  (Ibrani 2:1).  Banyak orang menjadikan pekerjaan atau karir mereka terlalu penting atau lebih penting daripada Tuhan, sehingga mereka rela mengorbankan jam-jam ibadah dan pelayanan.

     Orang yang sungguh  'lahir baru'  pasti akan menempatkan Kristus di tempat yang pertama dan terutama dalam hidupnya;  menjadikan Kristus sebagai single authority, pemegang otoritas tertinggi dalam hidupnya.  Karir, jabatan dan materi memang perlu, namun jangan pernah menempatkan kesemuanya itu lebih daripada Tuhan yang adalah Sang Pemberi.

Mengutamakan Tuhan dan kebenaran-Nya berarti kita mengasihi Dia dengan sepenuh hati dan taat kepada kehendak-Nya di segala keadaan!



November 02, 2018, 05:57:06 AM
Reply #1807
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22917
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://airhidupblog.blogspot.com/2018/

Friday, November 2, 2018
KEHIDUPAN YANG SERBABAIK
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 2 November 2018

Baca:  3 Yohanes 1:1-4

"Saudaraku yang kekasih, aku berdoa, semoga engkau baik-baik dan sehat-sehat saja dalam segala sesuatu, sama seperti jiwamu baik-baik saja."  3 Yohanes 1:2

Tuhan memiliki rancangan yang indah atas hidup orang percaya, yaitu:  "...rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan."  (Yeremia 29:11).  Hal ini kembali Tuhan tegaskan:  "...Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan."  (Yohanes 10:10b).  Dengan kata lain rencana Tuhan atas hidup orang percaya itu sempurna adanya yaitu supaya kita memiliki kehidupan yang berkelimpahan.

     Inilah yang menjadi pokok doa rasul Yohanes untuk Gayus, yaitu supaya ia dalam keadaan baik-baik dan sehat-sehat saja.  Kata baik-baik saja dalam Alkitab versi King James Version ditulis prosper yang berarti makmur.  Salah satu langkah yang dapat menuntun kita kepada hidup yang berkelimpahan  (makmur)  adalah kita harus bisa mengelola keuangan secara bijak supaya taraf ekonomi kita pun semakin meningkat.  Kata ekonomi merupakan gabungan dari dua kata yaitu oikos yang berarti rumah dan nomos yang artinya pengelolaan;  dan jika kedua kata tersebut digabungkan maka ekonomi berarti pengelolaan atau pengaturan rumah tangga, dan dari pengertian ini akhirnya berkembang menjadi pengolaan atau pengaturan keuangan.  Kemampuan kita mengelola uang akan menentukan kepercayaan Tuhan kepada kita atas kekayaan-Nya.

     Hal utama adalah prioritaskan persepuluhan  (Maleakhi 3:10)  karena itu adalah perintah Tuhan.  Janganlah pula kita memiliki gaya hidup konsumerisme atau bersifat konsumtif, alias boros.  Alkitab menyebutkan bahwa orang yang boros itu sebagai orang yang bebal.  Seringkali kita mengeluarkan uang bukan untuk hal-hal yang benar-benar penting dan kita butuhkan, tetapi hanya sekedar menuruti keinginan mata.  Ada tertulis:  " Harta yang indah dan minyak ada di kediaman orang bijak, tetapi orang yang bebal memboroskannya."  (Amsal 21:20).  Maka dari itu milikilah sikap hidup yang hemat dan sederhana.  Hemat bukan berarti pelit atau kikir.  Berhati-hatilah, sebab orang yang kikir tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Sorga  (1 Korintus 6:10).

Taat melakukan Firman Tuhan dan mampu mengelola dengan bijak apa pun yang Tuhan percayakan adalah kunci untuk kita mengalami hidup yang baik!



November 03, 2018, 06:08:06 AM
Reply #1808
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22917
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://airhidupblog.blogspot.com/2018/

Saturday, November 3, 2018
DUNIA INI SEMAKIN TERBALIK
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 3 November 2018

Baca:  1 Petrus 4:1-6

"Sebab itu mereka heran, bahwa kamu tidak turut mencemplungkan diri bersama-sama mereka di dalam kubangan ketidaksenonohan yang sama, dan mereka memfitnah kamu."  1 Petrus 4:4

Hidup di zaman seperti sekarang ini sungguhlah teramat berat, sebab tantangan yang kita hadapi semakin besar.  Terlebih-lebih tantangan untuk mempertahankan hidup benar di hadapan Tuhan dan manusia.  Mengapa?  Karena banyak keanehan kita dapati dan alami di dunia ini, di mana hidup yang bersih dan jujur serasa sulit ditemukan.  Orang yang berlaku jujur dan hidup bersih posisinya semakin terjepit, sedangkan mereka yang hidup dalam ketidakjujuran dan hidup menyimpang dari kebenaran justru semakin merajarela.  Orang-orang miskin semakin tertindas dan tak tahu harus ke mana meminta keadilan, sebab di mana-mana yang ada adalah ketidakadilan.  "Ada lagi yang kulihat di bawah matahari: di tempat pengadilan, di situpun terdapat ketidakadilan, dan di tempat keadilan, di situpun terdapat ketidakadilan."  (Pengkhotbah 3:16).

     Dunia ini benar-benar sudah terbalik, persis seperti judul sinetron komedi yang ditayangkan di salah satu stasiun TV swasta.  Bagaimana tidak?  Di zaman  "now"  ini keadilan bisa diperjualbelikan, yang benar disalahkan dan yang salah dibenarkan.  Hal ini terjadi oleh karena jabatan dan uang yang berbicara.  Dosa tidak lagi dianggap sebagai dosa, tetapi sudah ditoleransi.  Kefasikan justru dijunjung dan dihargai!  Namun seburuk apa pun keadaan dunia ini Tuhan memanggil orang percaya untuk tidak terbawa arus dunia dengan memiliki hidup yang berbeda, sebab kita dipanggil untuk menjadi garam dunia.  Di tengah pembusukan dunia yang terjadi begitu cepatnya, garam dunia hendaknya berdaya guna, sebab  "Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang."  (Matius 5:13).

     Sekalipun dunia ini serasa semakin terbalik, Firman Tuhan memerintahkan kita:  "...hiduplah sebagai anak-anak terang, karena terang hanya berbuahkan kebaikan dan keadilan dan kebenaran, Janganlah turut mengambil bagian dalam perbuatan-perbuatan kegelapan yang tidak berbuahkan apa-apa, tetapi sebaliknya telanjangilah perbuatan-perbuatan itu."  (Efesus 5:8b, 9, 11).  Jadi tidak ada istilah kompromi dengan dunia ini.

Hidup benar di tengah dunia adalah harga yang harus dibayar oleh orang percaya!


November 04, 2018, 12:33:26 PM
Reply #1809
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22917
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://airhidupblog.blogspot.com/2018/

Sunday, November 4, 2018
TUHAN MEMPERHATIKAN HIDUP KITA
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 4 November 2018

Baca:  Mazmur 139:1-24

"Engkau mengetahui, kalau aku duduk atau berdiri, Engkau mengerti pikiranku dari jauh."  Mazmur 139:2

Tuhan itu ada di mana-mana!  Tidak ada tempat di bawah kolong langit ini atau di ujung bumi mana pun yang tidak Tuhan ketahui, sebab Dia Mahatahu.  "Dan tidak ada suatu makhlukpun yang tersembunyi di hadapan-Nya, sebab segala sesuatu telanjang dan terbuka di depan mata Dia,"  (Ibrani 4:13).  Bahkan segala hal yang belum terucap di mulut kita pun Tuhan mengetahuinya.  "Sebab sebelum lidahku mengeluarkan perkataan, sesungguhnya, semuanya telah Kauketahui, ya TUHAN."  (Mazmur 139:4).  Artinya segala yang ada di dalam pikiran dan hati kita Tuhan mengetahuinya.  Oleh sebab itu marilah kita datang kepada Tuhan dan beribadah kepada-Nya dengan sikap hati yang benar, tulus dan apa adanya, tak perlu ada yang dibuat-buat.

     Ketika dihadapkan pada pergumulan hidup yang berat, saat itu pula kita merasa takut dan kuatir, karena kita berpikir bahwa Tuhan tidak tahu pergumulan kita.  Apa pun yang terjadi dalam hidup ini Tuhan tahu persis.  Yang menjadi persoalan:  kita tidak memiliki penyerahan diri penuh kepada Tuhan dan tidak mau berjalan bersama Tuhan setiap hari.  Karena Tuhan mengetahui segala sesuatu yang terjadi, maka  "...Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya."  (1 Korintus 10:13).  Jika menyadari bahwa Tuhan mengetahui segala sesuatu dalam hidup ini maka kita tak perlu takut terhadap orang yang merancangkan sesuatu yang jahat terhadap kita.  Selama ini ketika ada orang yang berbuat jahat terhadap kita seringkali yang timbul dalam hati dan pikiran kita adalah sakit hati, pahit dan benci.  Lalu kita mencari cara dengan kekuatan sendiri untuk membalasnya.  Ingatlah bahwa Tuhan itu tidak buta dan tidak tuli, Dia tahu apa pun yang orang rancangkan terhadap kita.  Tak perlu kita membenci dan membalasnya, sebab pembalasan adalah Hak Tuhan.

     Karena Tuhan tahu persis tentang hidup ini seluruhnya, maka hendaknya kita semakin terdorong untuk hidup benar dan setia mengerjakan apa pun yang Tuhan percayakan, sebab  "Mata TUHAN tertuju kepada orang-orang benar,"  (Mazmur 34:16).

Tak perlu merasa sendirian karena Tuhan selalu ada di setiap pergumulan kita!


 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)