Author Topic: Renungan Harian Air Hidup  (Read 145052 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

November 05, 2018, 06:30:21 AM
Reply #1810
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 19878
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://airhidupblog.blogspot.com/2018/

Monday, November 5, 2018
JANGANLAH MUDAH MENYERAH!
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 5 November 2018

Baca:  Mazmur 130:1-8

"Berharaplah kepada TUHAN, hai Israel! Sebab pada TUHAN ada kasih setia, dan Ia banyak kali mengadakan pembebasan."  Mazmur 130:7

Ketika menghadapi masalah yang berat, respons masing-masing orang berbeda.  Ada yang tetap semangat dan terus berusaha, tapi tidak sedikit orang yang mudah sekali menyerah pada keadaan karena merasa sudah tidak kuat lagi menanggung beban yang ada.  Sesungguhnya jika kita mau berusaha dan meminta pertolongan kepada-Nya, sesulit apa pun keadaan dan seberat apa pun masalahnya, pasti ada jalan keluar yang terbaik.

     Banyak rumah tangga menjadi hancur dan berujung pada perceraian karena masing-masing pasangan merasa tidak sanggup mengatasi konflik yang terjadi;  ada lagi orang yang nekat mencari pertolongan dukun atau paranormal karena ia tidak lagi mau bersabar menantikan Tuhan bertindak;  anak-anak muda menjerumuskan diri dalam pergaulan bebas dan narkoba karena alasan stres, tidak kuat menanggung beban masalah dan sebagainya.  Inti dari semua adalah karena mereka mudah menyerah pada keadaan!  Sikap mudah menyerah ini tak sepatutnya dilakukan oleh orang percaya, karena kita punya Tuhan yang hebat, Dia El Shaddai  (Tuhan yang Mahakuasa).  Percayalah bahwa tidak ada perkara yang terlalu sulit untuk Tuhan selesaikan.  Tangan-Nya terlalu kuat untuk menopang kita.  Karena itu tetaplah menaruh pengharapan kepada Tuhan!  "Sebab pada TUHAN ada kasih setia, dan Ia banyak kali mengadakan pembebasan."  (ayat nas).  Tuhan sanggup membebaskan kita dari segala belenggu permasalahan hidup ini.

     Orang lain boleh saja berkata:  "Masalahmu terlalu sukar untuk diselesaikan.  Penyakitmu terlampau sulit untuk disembuhkan.  Mana mungkin kamu akan berhasil!."  Jika kita terintimidasi oleh omongan-omongan negatif manusia kita pasti akan berputus asa dan menyerah kalah.  Menyerah berarti kita akan kehilangan kesempatan untuk melihat kuasa Tuhan bekerja;  menyerah berarti kita ini tak mengerti bahwa di balik masalah, ada maksud dan rencana Tuhan yang indah.  Karena itu seberat apa pun masalah yang kita alami atau sesulit apa pun situasinya, tak perlu kita menyalahkan orang lain, menyalahkan keadaan, apalagi marah kepada Tuhan dan bersungut-sungut kepada-Nya.

Bertekun dan sabar menanti-nantikan Tuhan adalah kunci untuk mengalami mujizat-Nya, karena Ia membuat segala sesuatu indah pada waktu-Nya!



November 06, 2018, 05:17:09 AM
Reply #1811
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 19878
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://airhidupblog.blogspot.com/2018/

Tuesday, November 6, 2018
MAHKOTA BAGI PEMENANG JIWA
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 6 November 2018

Baca:  1 Tesalonika 2:13-20

"Sebab siapakah pengharapan kami atau sukacita kami atau mahkota kemegahan kami di hadapan Yesus, Tuhan kita, pada waktu kedatangan-Nya, kalau bukan kamu?"  1 Tesalonika 2:19

Salah satu mahkota kekal yang Tuhan sediakan bagi orang percaya yang mampu memenangkan jiwa bagi Kerajaan Sorga adalah mahkota sukacita atau mahkota kemegahan.  Ada tertulis:  "...akan ada sukacita di sorga karena satu orang berdosa yang bertobat, lebih dari pada sukacita karena sembilan puluh sembilan orang benar yang tidak memerlukan pertobatan."  (Lukas 15:7).  Dengan kata lain seluruh penghuni sorga bersukacita saat ada jiwa yang dimenangkan bagi Kristus;  dan pada saatnya nanti para pemenang jiwa akan lebih bersukacita lagi karena jerih lelahnya dalam melayani jiwa-jiwa selama di dunia diperhitungkan oleh Tuhan.  Sebagaimana seorang olahragawan yang memenangkan perlombaan mendapatkan medali atau mahkota juara, Tuhan pun menganugerahi para pemenang jiwa dengan mahkota kemegahan  (sukacita).

     Tidak ada kata sia-sia kita berjerih lelah bagi Tuhan dan pekerjaan-Nya.  "Dalam tiap jerih payah ada keuntungan,"  (Amsal 14:23), karena ada upah yang disediakan bagi orang-orang yang setia mengerjakan panggilan-Nya sampai akhir.  Memenangkan jiwa melalui pemberitaan Injil atau misi pelayanan, yang membawa orang-orang yang belum mengenal Kristus menjadi percaya kepada-Nya, adalah tugas setiap orang percaya.  Inilah Amanat Agung dari Tuhan:  "Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan ROH KUDUS, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman."  (Matius 28:19-20).

     Memberitakan Injil dan melayani jiwa-jiwa di masa-masa sekarang ini bukanlah pekerjaan mudah, karena tantangan yang menghadang begitu besar.  Meski demikian kita tidak boleh menyerah dan berhenti di tengah jalan.  Rasul Paulus, sekalipun harus dihadapkan pada ujian, tantangan dan penderitaan, tak membuatnya patah arang, semangatnya dalam melayani Tuhan tidak pernah kendor.

Seberat apa pun keadaannya kita harus terus maju dalam melayani Tuhan dan pekerjaan-Nya dengan roh yang menyala-nyala  (Roma 12:11).



November 07, 2018, 05:28:02 AM
Reply #1812
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 19878
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://airhidupblog.blogspot.com/2018/

Wednesday, November 7, 2018
ORANG PERCAYA: Jangan Malu Karena Kristus
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 7 November 2018

Baca:  2 Timotius 1:3-18

"...janganlah malu bersaksi tentang Tuhan kita dan janganlah malu karena aku, seorang hukuman karena Dia, melainkan ikutlah menderita bagi Injil-Nya oleh kekuatan Allah."  2 Timotius 1:8

Sering dijumpai ada banyak orang Kristen merasa malu membuka jati dirinya sebagai pengikut Kristus karena berbagai alasan:  takut dijauhi teman, takut dikucilkan, takut ditinggalkan relasi bisnis, takut popularitas anjlok dan sebagainya.  Merasa malu mengakui Kristus di hadapan manusia sama artinya telah menyangkal Kristus yang adalah Tuhan dan Juruselamat yang telah menebus hidupnya.  "Sebab barangsiapa malu karena Aku dan karena perkataan-Ku, Anak Manusia juga akan malu karena orang itu, apabila Ia datang kelak dalam kemuliaan-Nya dan dalam kemuliaan Bapa dan malaikat-malaikat kudus."  (Lukas 9:26).

     Lupakah bahwa ketika Kristus tergantung di atas kayu salib sesungguhnya Ia telah menanggung rasa malu yang luar biasa karena dosa-dosa kita?  Kristus rela menanggung kutuk karena kita, sebab ada tertulis:  "Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!"  (Galatia 3:13).  Selama proses penyaliban-Nya di Kalvari Kristus telah direndahkan oleh para prajurit, diludahi dan dihinakan sedemikian rupa.  Sungguh tak terbayangkan rasa malu yang harus Kristus tanggung, bahkan, salah seorang  "...penjahat yang di gantung itu menghujat Dia, katanya: 'Bukankah Engkau adalah Kristus? Selamatkanlah diri-Mu dan kami!'"  (Lukas 23:39).  Maka tak sepatutnya orang percaya merasa malu mengakui Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat di hadapan manusia!

     Alkitab sudah menegaskan bahwa ada harga yang dibayar sebagai pengikut Kristus, yaitu dibenci oleh dunia.  "Jikalau dunia membenci kamu, ingatlah bahwa ia telah lebih dahulu membenci Aku dari pada kamu."  (Yohanes 15:18).  Rasul Paulus, sekalipun harus mengalami penderitaan karena memberitakan Injil, tidak pernah merasa malu.  "...aku menderita semuanya ini, tetapi aku tidak malu; karena aku tahu kepada siapa aku percaya dan aku yakin bahwa Dia berkuasa memeliharakan apa yang telah dipercayakan-Nya kepadaku hingga pada hari Tuhan."  (2 Timotius 1:12).

"Tetapi, jika ia menderita sebagai orang Kristen, maka janganlah ia malu, melainkan hendaklah ia memuliakan Allah dalam nama Kristus itu."  1 Petrus 4:16



November 08, 2018, 05:22:12 AM
Reply #1813
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 19878
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://airhidupblog.blogspot.com/2018/

Thursday, November 8, 2018
LEBIH BERHARGA DARI KEKAYAAN
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 8 November 2018

Baca:  Amsal 22:1-16

"Nama baik lebih berharga dari pada kekayaan besar...."  Amsal 22:1

Secara umum, arti kata kaya menurut pandangan dunia adalah mempunyai banyak uang, harta, dan berpangkat.  Siapa pun orangnya asal ia memiliki banyak uang dan harta yang berlimpah, tanpa mempedulikan faktor lain, masuk kategori kaya.  Jadi, kaya menurut pandangan dunia tak memerlukan reputasi yang baik.  Sekalipun uang atau kekayaan yang dimiliki tersebut diperoleh dengan cara yang salah, tidak halal, atau melanggar hukum, hal itu tak menjadi masalah.  Orang-orang dunia tetap menyebutkan sebagai orang yang kaya.  Perhatikan ayat nas di atas!  "Nama baik lebih berharga dari pada kekayaan besar, dikasihi orang lebih baik dari pada perak dan emas."  (Amsal 22:1).

     Berbeda sekali dengan penilaian Tuhan, justru nama baik atau reputasi itu jauh lebih berharga dari kekayaan besar.  Apalah artinya orang memiliki kekayaan yang berlimpah jika ia  'miskin'  di mata Tuhan;  apalah artinya orang memiliki uang dan harta berlimpah tapi ia  'cacat'  di hadapan Tuhan dan juga manusia.  Memiliki nama baik di hadapan Tuhan dan manusia adalah hal yang mutlak, dan nama baik itu tidak bisa dibeli dengan uang atau digantikan dengan harta, seberapa pun banyaknya.  Orang yang mempunyai nama baik atau reputasi baik adalah orang yang tak pernah melakukan pelanggaran atau perbuatan aib.  Orang percaya sepatutnya memiliki nama baik di hadapan Tuhan dan juga sesama, karena kita dipanggil untuk menjadi berkat bagi dunia.

     Agar memiliki nama baik di mata Tuhan kita harus taat melakukan kehendak Tuhan dan hidup menyenangkan hati-Nya.  Daud adalah contoh orang yang memiliki nama baik di mata Tuhan.  "Tentang Daud Allah telah menyatakan: Aku telah mendapat Daud bin Isai, seorang yang berkenan di hati-Ku dan yang melakukan segala kehendak-Ku."  (Kisah 13:22).  Tuhan berkata,  "Sebab siapa yang menghormati Aku, akan Kuhormati, tetapi siapa yang menghina Aku, akan dipandang rendah."  (1 Samuel 2:30b).  Bila kita mempunyai nama baik sesuai dengan penilaian Tuhan berarti kita mempunyai kekayaan yang besar, karena Tuhan pasti menggenapi janji-Nya.  Kekayaan yang dari Tuhan itulah yang mendatangkan sukacita dan damai sejahtera sejati.

"Berkat Tuhanlah yang menjadikan kaya, susah payah tidak akan menambahinya."  Amsal 10:22



November 09, 2018, 05:32:26 AM
Reply #1814
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 19878
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://airhidupblog.blogspot.com/2018/

Friday, November 9, 2018
JANGAN MERENDAHKAN YANG MUDA
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 9 November 2018

Baca:  1 Timotius 4:12-16

"Jangan seorangpun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu."  1 Timotius 4:12

Rasul Paulus adalah seorang pemimpin senior yang sangat mengapresiasi orang-orang muda.  Sikap itu terlihat dari nasihatnya kepada Timotius yang pada waktu itu masih berusia muda  (ayat nas).  Dalam  Alkitab versi Holy Bible Easy-to-Read:  "You are young, but don't let any person think you are not important."  Jangan sampai orang lain menganggap ia  (Timotius)  tidak penting hanya karena ia masih berusia muda.  Sesungguhnya kualitas hidup orang percaya itu bukan didasarkan pada seberapa lama ia mengikut Tuhan, berapa usianya, atau seberapa aktif ia terlibat dalam kegiatan-kegiatan di gereja,  "Sebab sekalipun kamu, ditinjau dari sudut waktu, sudah seharusnya menjadi pengajar, kamu masih perlu lagi diajarkan asas-asas pokok dari penyataan Allah, dan kamu masih memerlukan susu, bukan makanan keras."  (Ibrani 5:12).

     Rasul Paulus menghendaki supaya Timotius menunjukkan keteladanan hidup.  "Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu."  (ayat nas).  Itulah cara agar orang muda tidak dipandang remeh, disepelekan atau direndahkan.  Prinsip keteladanan hidup ini berlaku untuk semua orang percaya, tidak terbatas pada kalangan muda saja, terlebih-lebih bagi kita yang sudah terlibat dalam pelayanan.  Kemudian karena telah menunjukkan kualitas kerohanian yang baik, rasul Paulus berkesempatan mempromosikan Timotius kepada jemaat di Korintus, sebab sekalipun di antara mereka  (jemaat Korintus)  ada banyak pelayan Tuhan, sedikit saja yang bisa menjadi teladan.  "...itulah sebabnya aku mengirimkan kepadamu Timotius, yang adalah anakku yang kekasih dan yang setia dalam Tuhan."  (1 Korintus 4:17).

     Bukankah sering dijumpai pemimpin-pemimpin senior yang kurang memberi kesempatan atau membatasi ruang gerak orang-orang muda untuk memaksimalkan potensi dan karunia yang dimiliki.  Mereka berdalih bahwa orang muda dianggap kurang berpengalaman atau masih  'hijau', takut tersaingi dan lain-lain.

Teladan hidup adalah faktor utama yang menunjang kemajuan pekerjaan Tuhan!



November 10, 2018, 05:08:39 AM
Reply #1815
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 19878
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://airhidupblog.blogspot.com/2018/

Saturday, November 10, 2018
PELAKU FIRMAN: Pahlawan-Pahlawan Perkasa
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 10 November 2018

Baca:  Mazmur 103:1-2

"Pujilah TUHAN, hai malaikat-malaikat-Nya, hai pahlawan-pahlawan perkasa yang melaksanakan firman-Nya dengan mendengarkan suara firman-Nya."  Mazmur 103:20

Hari ini, 10 November, adalah hari yang bersejarah bagi bangsa Indonesia, karena kita memperingati peristiwa sejarah perang antara tentara Indonesia dan pasukan Britania Raya yang terjadi pada tanggal 10 November 1945 di Surabaya.  Ini merupakan perang pertama pasukan Indonesia dengan pasukan asing setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, dan menjadi pertempuran terbesar dan terberat dalam sejarah Revolusi Nasional Indonesia yang menjadi simbol nasional atas perlawanan Indonesia terhadap kolonialisme.

     Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia kata  'pahlawan'  memiliki arti:  seseorang yang menonjol karena keberanian dan pengorbanannya dalam membela kebenaran atau pejuang yang gagah berani.  Rasul Paulus menyatakan bahwa kehidupan Kekristenan adalah kehidupan yang dihadapkan dengan peperangan.  Dunia adalah medan peperangan bagi orang percaya!  Ada pun peperangan orang percaya itu bukanlah melawan musuh yang terlihat secara kasat mata, tapi melawan si Iblis beserta pasukannya  (Efesus 6:12).  Dengan kekuatan sendiri kita takkan mampu melawannya, karena itu  "Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis;"  (Efesus 6:11).  Sebagai prajurit-prajurit Kristus kita harus selalu bersiap diri dan jangan pernah lengah, sebab Iblis tak pernah berhenti untuk mencari celah.  Jika kita lengah dan tak berjaga-jaga maka kita akan menjadi sasaran empuknya.

     Mengenakan seluruh perlengkapn senjata Tuhan adalah berikatpinggakan kebenaran, berbajuzirahkan keadilan, berkasutkan kerelaan memberitakan Injil, berperisai iman, berketopong keselamatan dan berpedang Roh  (Firman Tuhan).  Kesemuanya berbicara tentang ketaatan melakukan kehendak Tuhan!  Pemazmur menyebutkan bahwa orang yang taat melakukan kehendak Tuhan bagai pahlawan-pahlawan perkasa  (ayat nas)!  Tanpa ketaatan rasanya sulit bagi kita untuk bisa menang dalam peperangan rohani!

"Sekarang aku tahu, bahwa TUHAN memberi kemenangan kepada orang yang diurapi-Nya dan menjawabnya dari sorga-Nya yang kudus dengan kemenangan yang gilang-gemilang oleh tangan kanan-Nya."  Mazmur 20:7



November 11, 2018, 11:44:56 AM
Reply #1816
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 19878
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://airhidupblog.blogspot.com/2018/

Sunday, November 11, 2018
HIDUP ADALAH SEBUAH PEMELAJARAN (1)
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 11 November 2018

Baca:  Amsal 30:18-33

"Ada tiga hal yang mengherankan aku, bahkan, ada empat hal yang tidak kumengerti:"  Amsal 30:18

Hidup ini adalah sebuah pemelajaran  (learning)  dalam proses yang panjang, artinya selama kita hidup kita takkan pernah berhenti untuk belajar dan terus belajar.  Belajar itu tidak selamanya harus ada guru, ada buku diktat, atau berada di ruang kelas, adakalanya kita harus belajar dari situasi-situasi yang ada di sekitar, belajar dari setiap kejadian atau peristiwa, belajar dari pengalaman hidup orang lain, belajar dari kesalahan atau kegagalan masa lalu dan sebagainya.  Semakin kita belajar semakin kita mengerti banyak hal dan kita pun menjadi semakin bijaksana!  Jadi untuk menjadi orang yang bijaksana tidaklah harus lulus dari sekolah-sekolah formal atau menyandang gelar sarjana.

     Dalam amsalnya, Agur bin Yake mengajak kita untuk belajar dari banyak hal:  "...jalan rajawali di udara (1), jalan ular di atas cadas (2), jalan kapal di tengah-tengah laut (3), dan jalan seorang laki-laki dengan seorang gadis (4)."  (Amsal 30:19).  Pelajaran apa yang kita dapatkan dari burung rajawali (1)?  Burung rajawali adalah salah satu jenis burung yang besar dan memiliki sayap yang sangat kuat.  Ia tidak pernah takut dan kuatir dengan badai sehebat apa pun.  Justru ketika badai datang burung rajawali akan semakin mengembangkan sayapnya dan terbang semakin tinggi di atas badai itu.  Sebagaimana burung rajawali mampu terbang mengatasi badai, orang percaya hendaknya memiliki mentalitas burung rajawali yang tidak takut  'badai'  permasalahan.  Ketika dihadapkan pada masalah dan pergumulan hidup seringkali kita merasa takut dan kuatir.

     Selain itu burung rajawali menyukai tempat-tempat yang tinggi, bersarang di tempat-tempat yang tinggi atau di bukit-bukit batu yang sulit dijangkau.  Tempat yang tinggi berbicara tentang perkara-perkara rohani, perkara yang dari Tuhan.  Nasihat rasul Paulus:  "...carilah perkara yang di atas, di mana Kristus ada,...Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi."  (Kolose 3:1-2).  Orang yang senantiasa memikirkan perkara-perkara rohani atau perkara yang di atas tentunya adalah orang yang memiliki persekutuan yang karib dengan Tuhan.  Semakin kita dekat dengan Tuhan semakin kita beroleh kekuatan dan kemampuan untuk mengatasi badai hidup ini;  dan melalui badai persoalan kita diajar untuk memiliki penyerahan diri penuh kepada Tuhan.


November 12, 2018, 05:55:31 AM
Reply #1817
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 19878
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://airhidupblog.blogspot.com/2018/

Monday, November 12, 2018
HIDUP ADALAH SEBUAH PEMELAJARAN (2)
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 12 November 2018

Baca:  Amsal 30:18-33

"Ada tiga hal yang mengherankan aku, bahkan, ada empat hal yang tidak kumengerti:"  Amsal 30:18

Pelajaran lain yang kita dapatkan dari burung rajawali adalah bergerak dengan kecepatan tinggi.  Ini berbicara tentang semangat hidup.  "Orang yang bersemangat dapat menanggung penderitaannya, tetapi siapa akan memulihkan semangat yang patah?"  (Amsal 18:14).  Seberat apa pun penderitaan, tekanan atau kesesakan yang kita alami, biarlah kita tetap memiliki semangat untuk menjalani hidup, karena kita tahu bahwa Tuhan selalu ada untuk kita, lengan-Nya yang kuat siap menopang.  "Punya-Mulah lengan yang perkasa, kuat tangan-Mu dan tinggi tangan kanan-Mu."  (Mazmur 89:14).

     Bagaikan seorang olahragawan yang sedang bertanding, semangat merupakan modal penting untuk bisa meraih kemenangan.  Rasul Paulus menasihati:  "Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan."  (Roma 12:11).  Orang yang memiliki semangat takkan mudah lelah dan putus asa sekalipun ia harus dihadapkan pada tantangan yang berat.  (2)  Ular di atas batu cadas.  Orang akan sulit menangkap ular yang berada di atas batu, karena ular itu akan melilitkan tubuhnya dan menempel kuat-kuat pada batu tersebut, dan bersembunyi di balik batu-batu cadas itu.  Batu itu menjadi tempat persembunyian dan perlindungan yang aman bagi ular agar terluput dari musuh.  Sebagai orang percaya kita harus selalu melekat dan berlindung kuat-kuat pada Batu Karang Keselamatan, yaitu Kristus.

     (3)  Kapal di tengah lautan.  Jika kita perhatikan, semakin kapal berlayar jauh ke tengah lautan, maka kapal itu akan tampak semakin kecil.  Kehidupan orang percaya seharusnya juga seperti itu, semakin kita mendekat kepada Tuhan dan berakar di dalam Dia,  "Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil."  (Yohanes 3:30).  Saat di lautan kapal harus siap melawan ombak dan gelombang.  Kehidupan kita pun tak luput dari ombak dan gelombang masalah.  (4)  Jalan seorang laki-laki dengan seorang gadis.  Kalau berjalan selalu berpegangan tangan, serasa tak ingin terpisahkan, cinta mereka bergelora.  Adakah kasih kita bergelora bagi Tuhan?  Orang yang benar-benar mengasihi Tuhan pasti punya kerinduan untuk selalu dekat dengan-Nya.

Belajar dari kehidupan akan membentuk kita menjadi pribadi yang dewasa rohani!



November 13, 2018, 06:09:18 AM
Reply #1818
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 19878
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://airhidupblog.blogspot.com/2018/

Tuesday, November 13, 2018
CAKAP BEKERJA: Beroleh Peninggian Tuhan (1)
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 13 November 2018

Baca:  Amsal 22:17-29

"Pernahkah engkau melihat orang yang cakap dalam pekerjaannya? Di hadapan raja-raja ia akan berdiri, bukan di hadapan orang-orang yang hina."  Amsal 22:29

Kinerja yang bagus atau prestasi kerja adalah acuan bagi sebuah perusahaan untuk memberikan reward atau penghargaan kepada karyawannya.  Jika seorang karyawan tak menunjukkan kualitas kerja yang baik, atau bekerja secara asal-asalan, maka jangan harap ia akan mendapatkan promosi.  Yang seringkali terjadi adalah seorang karyawan baru mau bekerja dengan sungguh-sungguh jika ia diiming-imingi bonus atau penghargaan oleh perusahaannya.  Jika tidak, tak banyak karyawan yang mau bekerja dengan rajin dan sepenuh hati.  Sementara di sisi lain, perusahaan sesungguhnya menunggu terlebih dahulu seberapa bagus kinerja si karyawan, barulah akan diberikan reward atau penghargaan.  Rasul Paulus menasihati:  "Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia."  (Kolose 3:23).

     Tidak ada alasan bagi orang percaya untuk tidak bekerja dengan sungguh-sungguh!  Bekerja dengan kualitas yang terbaik adalah kehendak Tuhan!  Bagaimana mungkin kita bisa menjadi berkat di lingkungan kerja bila kerja kita asal-asalan?  Bagaimana mungkin Tuhan membawa kita kepada peninggian bila dari pihak kita sendiri tak mau meng-upgrade diri?  Karena itu jadilah seorang pekerja yang cakap.  Arti kata  'cakap'  (ayat nas):  sanggup, mampu, mahir, atau mempunyai kemampuan dan kepandaian untuk mengerjakan segala sesuatu.  "Sebab bukan dari timur atau dari barat dan bukan dari padang gurun datangnya peninggian itu, tetapi Allah adalah Hakim: direndahkan-Nya yang satu dan ditinggikan-Nya yang lain."  (Mazmur 75:7-8).

     Kita bisa belajar dari kehidupan Yerobeam bin Nebat!  Ia seorang yang dulunya bukan siapa-siapa, hanya anak seorang janda, tapi  "Yerobeam adalah seorang tangkas; ketika Salomo melihat, bahwa orang muda itu seorang yang rajin bekerja, maka ditempatkannyalah dia mengawasi semua pekerja wajib dari keturunan Yusuf."  (1 Raja-Raja 11:28).  Tangkas bisa diartikan pula:  cakap atau cekatan dalam bekerja.  Karena cakap dan rajin dalam bekerja, Yerobeam pun menjadi perhatian raja Salomo.  Ia dipercaya oleh raja untuk mengerjakan perkara-perkara yang lebih besar.  Ini adalah awal karir dari Yerobeam!  Kalau kita bekerja dengan kualitas yang terbaik, promosi pasti datang.



November 14, 2018, 06:37:26 AM
Reply #1819
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 19878
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://airhidupblog.blogspot.com/2018/

Wednesday, November 14, 2018
CAKAP BEKERJA: Beroleh Peninggian Tuhan (2)
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 14 November 2018

Baca:  Amsal 12:1-28

"Tangan orang rajin memegang kekuasaan, tetapi kemalasan mengakibatkan kerja paksa."  Amsal 12:24

Kecakapan dan kerajinan Yerobeam dalam bekerja bukan hanya menyita perhatian raja Salomo, tapi Tuhan pun sangat menyenanginya.  Akhirnya Tuhan mengangkat kehidupan Yerobeam dengan memberinya peluang untuk menjadi raja.  Alkitab mencatat bahwa Yerobeam menjadi raja pertama Kerajaan Israel Utara, sewaktu Kerajaan Israel pecah menjadi dua sesudah wafatnya raja Salomo.  Yerebeam pun memerintah selama 22 tahun.  Ini memberi pelajaran berharga bagi kita bahwa kecakapan dan kerajinan seseorang dalam bekerja memberi peluang besar baginya untuk menapaki karir yang lebih tinggi.

     Di bidang pekerjaan apa pun, seorang pekerja yang cakap, tangkas dan rajin pasti disukai oleh semua orang.  Itulah sebabnya Alkitab menyatakan bahwa orang yang cakap dalam pekerjaan, di hdapan raja-raja ia akan berdiri  (Amsal 22:29)  dan tangan orang rajin memegang kekuasaan  (Amsal 12:24).  Hal ini berlaku sampai di zaman sekarang!  Orang yang tangkas dan rajin dalam bekerjalah yang pasti memiliki kesempatan besar untuk beroleh peninggian dan memperbaiki tingkat kehidupannya.  Orang yang cakap dan rajin dalam pekerjaan adalah pertanda bahwa ia setia terhadap tugas apa pun yang dipercayakan kepadanya.  Jika kita setia dalam perkara yang kecil Tuhan pasti akan memercayakan pada kita perkara yang jauh lebih besar.  Berbeda dengan orang yang malas dan lamban dalam bekerja, selain tidak akan dilirik oleh dunia, akan tertinggal semakin jauh di belakang.  Inilah yang membedakan orang yang berhasil dari orang yang gagal, yaitu kecakapan dan kerajinannya.  Jelas dikatakan bahwa  "Tangan yang lamban membuat miskin, tetapi tangan orang rajin menjadikan kaya."  (Amsal 10:4).

     Marilah menjadi orang yang cakap, cekatan dan rajin di dalam mengerjakan segala sesuatu yang menjadi tanggung jawab kita.  Ingat!  Berlambat-lambat hanya akan membuat kita menjadi semakin malas.  Orang yang suka berlambat-lambat menunjukkan bahwa ia tidak bisa menggunakan waktu dengan baik alias menyia-nyiakan waktu dan kesempatan yang diberikan Tuhan kepadanya, seperti hamba yang menerima satu talenta.  Hamba yang demikian disebut Tuhan sebagai hamba yang malas dan jahat!  (Matius 25:26).

Biasakan diri bekerja di atas rata-rata, itu adalah kunci mencapai keberhasilan!



 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)