Author Topic: Renungan Harian Air Hidup  (Read 184436 times)

0 Members and 3 Guests are viewing this topic.

December 06, 2018, 06:04:32 AM
Reply #1840
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23477
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://airhidupblog.blogspot.com/2018/

Thursday, December 6, 2018
TUHAN...MENGAPA ENGKAU MENJAUH? (1)
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 6 Desember 2018

Baca:  Mazmur 22:1-32

"Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan aku? Aku berseru, tetapi Engkau tetap jauh dan tidak menolong aku."  Mazmur 22:2

Dalam perjalanan hidup ini adakalanya kita merasa bahwa Tuhan terasa jauh dan seolah-olah meninggalkan kita sendirian.  Kita berseru-seru kepada-Nya meminta pertolongan, tapi seolah-olah seruan kita terhalau angin lalu.  Tuhan serasa diam saja, tak bergeming sedikit pun dan membiarkan kita begitu saja.  Daud juga pernah mengalami dan merasakan hal yang sama, di mana Tuhan serasa berada jauh dari kehidupannya.  Ayat nas di atas tentunya juga akan mengingatkan kita akan apa yang Kristus alami saat Ia berada di puncak penderitaan-Nya di atas kayu salib.  Kristus berseru,  "'Eli, Eli, lama sabakhtani?' Artinya: Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?"  (Matius 27:46).  Itulah sebabnya Mazmur 22 ini sering disebut  'mazmur salib'  atau mazmur yang menubuatkan penderitaan Kristus di kayu salib.

     Dalam situasi seperti ini kita seringkali terjebak dalam pemikiran yang salah!  Saat semuanya seperti tidak ada harapan, kita berpikir bahwa Tuhan itu tidak ada.  Kalau Tuhan itu ada pasti Dia akan menolong kita.  Namun apa buktinya?  Tidak ada pertolongan dari Tuhan.  Ketika pertolongan dan mujizat yang kita harapkan sepertinya tidak terjadi, bukan berarti Tuhan itu tidak ada.  Tuhan itu ada dan tetap ada!  Karena  "Dialah Allah yang hidup, yang kekal untuk selama-lamanya; pemerintahan-Nya tidak akan binasa dan kekuasaan-Nya tidak akan berakhir."  (Daniel 6:27).  Kita juga sering beranggapan bahwa Tuhan tidak pernah peduli atas hidup kita sehingga kita dibiarkan hidup menderita.  Pemazmur jelas menyatakan bahwa Tuhan tidak terlelap dan tidak tertidur,  "Tuhanlah Penjagamu, Tuhanlah naunganmu di sebelah tangan kananmu."  (Mazmur 121:5).

     Sekalipun sepertinya Tuhan berada di tempat yang teramat jauh dan seolah-olah Ia tidak melakukan apa-apa untuk kita, jangan sekali-kali kita kecewa dan marah kepada Tuhan.  Marilah kita belajar memahami kehendak Tuhan, karena apa yang kita kehendaki itu belum tentu menjadi kehendak-Nya, dan waktu kita juga bukanlah waktu-Nya,  "Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah Firman Tuhan. Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu."  (Yesaya 55:8-9).




December 07, 2018, 06:20:09 AM
Reply #1841
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23477
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://airhidupblog.blogspot.com/2018/

Friday, December 7, 2018
TUHAN... MENGAPA ENGKAU MENJAUH?
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 7 Desember 2018

Baca:  Mazmur 22:1-32

"Tetapi Engkau, TUHAN, janganlah jauh; ya kekuatanku, segeralah menolong aku!"  Mazmur 22:20

Ketika melihat orang lain atau saudara seiman sedang tertimpa masalah, sering kita langsung menghakimi, menyalahkan dan menganggap mereka telah melakukan dosa, sehingga doanya tidak dijawab.  Tak selamanya doa yang tidak dijawab itu akibat dosa.  Terkadang Tuhan mengijinkan hal itu terjadi untuk menguji kualitas iman kita, menguji ketekunan, kesetiaan dan kesabaran kita menanti-nantikan Tuhan bertindak, atau mungkin Tuhan sedang mempersiapkan berkat yang besar untuk kita, walaupun memang faktor terbesar yang menghalangi orang mendapatkan jawaban doa adalah dosa.  "Sesungguhnya, tangan TUHAN tidak kurang panjang untuk menyelamatkan, dan pendengaran-Nya tidak kurang tajam untuk mendengar; tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu."  (Yesaya 59:1-2).

     Meski mujizat yang kita harapkan belum terjadi dan doa-doa kita belum terjawab, jangan pernah meninggalkan Tuhan.  Tetaplah setia dan percaya kepada-Nya.  "Janganlah kiranya kasih dan setia meninggalkan engkau! Kalungkanlah itu pada lehermu, tuliskanlah itu pada loh hatimu, maka engkau akan mendapat kasih dan penghargaan dalam pandangan Allah serta manusia. Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu."  (Amsal 3:3-6).

     Pemazmur memberikan kunci agar kita tetap sabar pada situasi sulit, yaitu mengingat kembali kebaikan Tuhan di dalam hidup ini.  Ini akan membangkitkan iman kita, sebab Dia tidak pernah berubah.  "Aku hendak mengingat perbuatan-perbuatan TUHAN, ya, aku hendak mengingat keajaiban-keajaiban-Mu dari zaman purbakala. Aku hendak menyebut-nyebut segala pekerjaan-Mu, dan merenungkan perbuatan-perbuatan-Mu. Engkaulah Allah yang melakukan keajaiban; Engkau telah menyatakan kuasa-Mu di antara bangsa-bangsa."  (Mazmur 77:12-13, 14).

Pertolongan Tuhan itu selalu tepat pada waktu-Nya!  Walau Dia sepertinya jauh, jangan pernah kita menjauh dari-Nya.



December 08, 2018, 06:27:39 AM
Reply #1842
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23477
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://airhidupblog.blogspot.com/2018/

Saturday, December 8, 2018
MARILAH BERPERKARA DENGAN TUHAN (1)
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 8 Desember 2018

Baca:  Yesaya 1:10-20

"Marilah, baiklah kita berperkara! --Firman Tuhan--Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju;..."  Yesaya 1:18

Ketika doa-doa yang dipanjatkan kepada Tuhan tak terjawab, hal yang biasa terjadi adalah kecewa dan menyalahkan Tuhan.  Kita berpikir Tuhan tidak mengasihi kita dan berlaku kejam dengan membiarkan kita terkurung dalam permasalahan yang berat.

     Hal jawaban doa terbagi menjadi tiga yaitu ada doa yang langsung dijawab  (ya), ada doa yang tidak dijawab dan jawabannya tidak, dan ada doa yang jawabannya:  tunggu.  Ketika doa kita tidak mendapatkan jawaban dari Tuhan, hal pertama yang harus kita lakukan adalah mengoreksi diri atau memeriksa terlebih dahulu masalah apa yang sebenarnya terjadi dalam hidup kita.  Banyak orang mengira dengan mempersembahkan korban-korban di gereja hati Tuhan sudah disenangkan.  Belum tentu!  Korban yang dipersembahkan tanpa disertai pertobatan hidup merupakan kejijikan di mata Tuhan.  Inilah yang Tuhan sampaikan kepada bangsa Israel:  "Apabila kamu menadahkan tanganmu untuk berdoa, Aku akan memalingkan muka-Ku, bahkan sekalipun kamu berkali-kali berdoa, Aku tidak akan mendengarkannya, sebab tanganmu penuh dengan darah."  (Yesaya 1:15).  Tangan yang penuh dengan darah bukan semata-mata karena telah membunuh seseorang secara fisik, tetapi penganiayaan secara rohani termasuk di dalamnya.  Juga perbuatan-perbuatan jahat lainnya, seperti:  gosip, fitnah, iri hati, dengki, dendam, tak bisa mengampuni, dan sebagainya.  Jadi alasan utama Tuhan tidak menjawab doa adalah karena ada dosa.

     Dosa menyebabkan Tuhan benar-benar memalingkan wajah-Nya terhadap kita.  Dosa memisahkan manusia dengan Tuhan, sebab Tuhan adalah Mahakudus, karena itu jika kita ingin menghadap Tuhan, kita pun harus hidup dalam kekudusan.  Di dalam Yesaya 59:1-2 jelas dinyatakan bahwa tangan Tuhan tidak kurang panjang untuk menyelamatkan dan pendengaran-Nya tidak kurang tajam untuk mendengar, yang membuat Tuhan menyembunyikan diri-Nya terhadap kita, sehingga Ia tidak mau mendengarkan doa-doa kita, adalah segala kejahatan dan pelanggaran kita.






December 09, 2018, 04:32:56 AM
Reply #1843
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23477
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://airhidupblog.blogspot.com/2018/

Sunday, December 9, 2018
MARILAH BERPERKARA DENGAN TUHAN (2)
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 9 Desember 2018

Baca:  Yesaya 1:10-20

"Basuhlah, bersihkanlah dirimu, jauhkanlah perbuatan-perbuatanmu yang jahat dari depan mata-Ku. Berhentilah berbuat jahat, belajarlah berbuat baik; usahakanlah keadilan, kendalikanlah orang kejam; belalah hak anak-anak yatim, perjuangkanlah perkara janda-janda!"  Yesaya 1:16-17

Pemazmur mencatat:  "Seandainya ada niat jahat dalam hatiku, tentulah Tuhan tidak mau mendengar."  (Mazmur 66:18).  Baru niatan di dalam hati saja Tuhan sudah tidak mau mendengar doanya, apalagi mereka yang melakukan kejahatan atau hidup dalam dosa,  "Seperti mereka tidak mendengarkan pada waktu dipanggil, demikianlah Aku tidak mendengarkan pada waktu mereka memanggil, Firman Tuhan semesta alam."  (Zakharia 7:13).  Hal ini menunjukkan bahwa Tuhan benar-benar bersikap tegas dalam menjalankan firman-Nya dan tidak berkompromi dengan dosa sekecil apa pun.

     Satu-satunya cara agar doa-doa kita didengar Tuhan dan Ia pun akan menggerakkan tangan-Nya untuk menolong kita adalah berhenti berbuat dosa dan bertobat sungguh-sungguh  (ayat nas).  Tuhan kita adalah Tuhan yang penuh kasih setia, panjang sabar dan Mahapengampun.  Asalkan kita mau jujur dan terbuka di hadapan-Nya, dengan penuh penyesalan mengakui tiap-tiap dosa yang pernah kita lakukan secara tuntas tanpa ada yang disembunyikan atau ditutup-tutupi, Tuhan akan mengampuni segala dosa dan pelanggaran kita,  "Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan."  (1 Yohanes 1:9).  Sekalipun dosa kita merah seperti kirmizi atau merah seperti kain kesumba, jika kita mau bertobat dengan sungguh-sungguh, akan menjadi putih seperti salju atau bulu domba.  "Aku, Akulah Dia yang menghapus dosa pemberontakanmu oleh karena Aku sendiri, dan Aku tidak mengingat-ingat dosamu."  (Yesaya 43:25).

     Pertobatan memberikan keberanian kepada kita datang ke hadirat-Nya dan mengklaim janji-janji-Nya digenapi dalam hidup ini.  Tuhan berfirman,  "Ingatkanlah Aku, marilah kita berperkara, kemukakanlah segala sesuatu, supaya engkau nyata benar!"  (Yesaya 43:26).  Tak satu pun janji Tuhan yang takkan ditepati-Nya bagi orang benar!

"Jika kamu menurut dan mau mendengar, maka kamu akan memakan hasil baik dari negeri itu."  (Yesaya 1:19);  ketaatan membuka pintu-pintu berkat!



December 10, 2018, 05:27:12 AM
Reply #1844
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23477
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://airhidupblog.blogspot.com/2018/

Monday, December 10, 2018
ROH KUDUS: Penuntun Hidup Kita
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 10 Desember 2018

Baca:  Yosua 3:1-17

"hanya antara kamu dan tabut itu harus ada jarak kira-kira dua ribu hasta panjangnya, janganlah mendekatinya--maksudnya supaya kamu mengetahui jalan yang harus kamu tempuh, sebab jalan itu belum pernah kamu lalui dahulu."  Yosua 3:4

Sesaat sebelum bangsa Israel menyeberangi sungai Yordan menuju Tanah Perjanjian, Yosua memberikan perintah kepada para pengatur pasukan:  "dan memberi perintah kepada bangsa itu, katanya: 'Segera sesudah kamu melihat tabut perjanjian TUHAN, Allahmu, yang diangkat para imam, yang memang suku Lewi, maka kamu harus juga berangkat dari tempatmu dan mengikutinya-- hanya antara kamu dan tabut itu harus ada jarak kira-kira dua ribu hasta panjangnya, janganlah mendekatinya--maksudnya supaya kamu mengetahui jalan yang harus kamu tempuh, sebab jalan itu belum pernah kamu lalui dahulu.'"  (Yosua 3:3-4).  Hasta merupakan unit ukuran untuk panjang, sepadan dengan jarak antara ujung siku lengan sampai ujung jari tengah tangan pada lengan yang sama.  Ukuran 1 hasta itu sama dengan 45 cm.

     Ada rahasia besar di balik peristiwa ini, sebagaimana orang-orang Israel diperintahkan untuk menjaga jarak berjalan kira-kira dua ribu hasta antara Tabut Perjanjian dengan mereka.  Tabut Perjanjian adalah lambang kehadiran Tuhan  (penyertaan Tuhan).  Dengan kata lain mereka harus berjalan dengan memperhatikan agar tetap dapat melihat Tabut Perjanjian tersebut.  Menjalani hidup di tengah dunia yang jahat ini kita pun sangat memerlukan tuntunan dan penyertaan Tuhan melalui ROH KUDUS-Nya.  Mengapa?  Sebab kita tidak tahu apa yang bakal terjadi di depan kita, hari esok atau hari yang akan datang.  Itulah sebabnya Firman Tuhan memperingatkan,  "Janganlah memuji diri karena esok hari, karena engkau tidak tahu apa yang akan terjadi hari itu."  (Amsal 27:1).

     Tak seorang pun tahu apa yang akan terjadi esok karena kita belum melewatinya.  Jika kita berjalan sendiri pasti akan tersesat atau kaki kita akan terpelecok, namun apabila kita mengikuti tuntunan ROH KUDUS kita pasti tidak akan salah atau tersesat.  Kita harus menjaga agar ROH KUDUS tetap dapat terlihat oleh mata rohani kita.  Mengikuti pimpinan ROH KUDUS memang terkadang  'menyakitkan'  karena kita harus mematikan segala keinginan daging!

"Aku hendak mengajar dan menunjukkan kepadamu jalan yang harus kautempuh; Aku hendak memberi nasihat, mata-Ku tertuju kepadamu."  Mazmur 32:8


December 11, 2018, 05:58:37 AM
Reply #1845
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23477
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://airhidupblog.blogspot.com/2018/

Tuesday, December 11, 2018
MERUNTUHKAN TEMBOK PERSOALAN (1)
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 11 Desember 2018

Baca:  Yosua 6:1-20

"Dalam pada itu Yerikho telah menutup pintu gerbangnya; telah tertutup kota itu karena orang Israel; tidak ada orang keluar atau masuk."  Yosua 6:1

Runtuhnya tembok Yerikho merupakan salah satu kisah yang tertulis di Alkitab yang sangat menggetarkan hati kita.  Bagaimana tidak, tembok tersebut runtuh bukan karena kekuatan manusia menggunakan alat perang yang canggih, melainkan dengan kekuatan adikodrati, yaitu melalui sorak-sorai dan puji-pujian.  Pada waktu itu yang dihadapi oleh bangsa Israel di bawah kepemimpinan Yosua bukan perkara ringan, sebab mereka bukan hanya menghadapi Yerikho yang telah tertutup pintu gerbangnya, tapi juga raja dan pahlawan-pahlawannya yang gagah perkasa.  Secara logika mustahil bagi bangsa Israel bisa masuk ke kota Yerikho karena pintu gerbangnya telah tertutup, namun bila Tuhan turut bekerja dan terlibat di dalamnya, maka perkara yang mustahil bagi manusia menjadi sangat mungkin bagi Tuhan.

     Tembok Yerikho adalah gambaran dari masalah-masalah yang kita alami dalam kehidupan ini.  Betapa sering kita dihadapkan pada masalah yang sepertinya tidak ada jalan keluar, tertutup oleh tembok yang tebal, dan hal itu membuat kita takut dan kuatir.  Begitu melihat permasalahan itu tampak besar dan kuat, serasa sulit untuk ditembus dan diruntuhkan, kita pun sudah merasa kalah sebelum bertanding, alias menyerah.  Perhatikan apa yang Tuhan firmankan kepada Yosua!  "Aku serahkan ke tanganmu Yerikho ini beserta rajanya dan pahlawan-pahlawannya yang gagah perkasa."  (Yosua 6:2).  Tuhan berjanji dan membesarkan hati Yosua bahwa Ia akan memberikan kemenangan besar kepada bangsa Israel, dan janji itu pun ditepati-Nya!

     Orang percaya tak perlu takut menghadapi masalah sekalipun masalah tersebut sebesar dan sekuat tembok Yerikho, sebab kita punya Tuhan yang lebih besar dan lebih dahsyat dalam segala perbuatan-Nya, Tuhan yang kuasa-Nya tidak pernah berubah dahulu, sekarang dan sampai selama-lamanya.  Orang percaya tak perlu takut sebab di dalam diri kita ada ROH KUDUS, Roh yang membangkitkan kekuatan  (2 Timotius 1:7)  dan  "...Roh yang ada di dalam kamu, lebih besar dari pada roh yang ada di dalam dunia."  (1 Yohanes 4:4).  Jadi, orang percaya memiliki potensi Ilahi yang luar bisa!  Karena itu tidak ada alasan bagi kita untuk menjadi lemah dan takut menghadapi apa pun.





December 12, 2018, 05:36:00 AM
Reply #1846
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23477
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://airhidupblog.blogspot.com/2018/

Tuesday, December 11, 2018
MERUNTUHKAN TEMBOK PERSOALAN (1)
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 11 Desember 2018

Baca:  Yosua 6:1-20

"Dalam pada itu Yerikho telah menutup pintu gerbangnya; telah tertutup kota itu karena orang Israel; tidak ada orang keluar atau masuk."  Yosua 6:1

Runtuhnya tembok Yerikho merupakan salah satu kisah yang tertulis di Alkitab yang sangat menggetarkan hati kita.  Bagaimana tidak, tembok tersebut runtuh bukan karena kekuatan manusia menggunakan alat perang yang canggih, melainkan dengan kekuatan adikodrati, yaitu melalui sorak-sorai dan puji-pujian.  Pada waktu itu yang dihadapi oleh bangsa Israel di bawah kepemimpinan Yosua bukan perkara ringan, sebab mereka bukan hanya menghadapi Yerikho yang telah tertutup pintu gerbangnya, tapi juga raja dan pahlawan-pahlawannya yang gagah perkasa.  Secara logika mustahil bagi bangsa Israel bisa masuk ke kota Yerikho karena pintu gerbangnya telah tertutup, namun bila Tuhan turut bekerja dan terlibat di dalamnya, maka perkara yang mustahil bagi manusia menjadi sangat mungkin bagi Tuhan.

     Tembok Yerikho adalah gambaran dari masalah-masalah yang kita alami dalam kehidupan ini.  Betapa sering kita dihadapkan pada masalah yang sepertinya tidak ada jalan keluar, tertutup oleh tembok yang tebal, dan hal itu membuat kita takut dan kuatir.  Begitu melihat permasalahan itu tampak besar dan kuat, serasa sulit untuk ditembus dan diruntuhkan, kita pun sudah merasa kalah sebelum bertanding, alias menyerah.  Perhatikan apa yang Tuhan firmankan kepada Yosua!  "Aku serahkan ke tanganmu Yerikho ini beserta rajanya dan pahlawan-pahlawannya yang gagah perkasa."  (Yosua 6:2).  Tuhan berjanji dan membesarkan hati Yosua bahwa Ia akan memberikan kemenangan besar kepada bangsa Israel, dan janji itu pun ditepati-Nya!

     Orang percaya tak perlu takut menghadapi masalah sekalipun masalah tersebut sebesar dan sekuat tembok Yerikho, sebab kita punya Tuhan yang lebih besar dan lebih dahsyat dalam segala perbuatan-Nya, Tuhan yang kuasa-Nya tidak pernah berubah dahulu, sekarang dan sampai selama-lamanya.  Orang percaya tak perlu takut sebab di dalam diri kita ada ROH KUDUS, Roh yang membangkitkan kekuatan  (2 Timotius 1:7)  dan  "...Roh yang ada di dalam kamu, lebih besar dari pada roh yang ada di dalam dunia."  (1 Yohanes 4:4).  Jadi, orang percaya memiliki potensi Ilahi yang luar bisa!  Karena itu tidak ada alasan bagi kita untuk menjadi lemah dan takut menghadapi apa pun.


December 13, 2018, 05:45:48 AM
Reply #1847
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23477
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://airhidupblog.blogspot.com/2018/

Thursday, December 13, 2018
JANGAN KEHILANGAN SEMANGAT!
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 13 Desember 2018

Baca:  Yosua 14:6-15

"pada waktu ini aku masih sama kuat seperti pada waktu aku disuruh Musa; seperti kekuatanku pada waktu itu demikianlah kekuatanku sekarang untuk berperang dan untuk keluar masuk."  Yosua 14:11

Tidak sedikit orang yang mengalami kegagalan dalam hidup bukan karena mereka bodoh atau tidak berpendidikan, namun karena mereka tidak memiliki semangat dalam menjalani hidup.  Sedikit saja mengalami masalah atau kesulitan langsung mengeluh, mengasihani diri sendiri sedemikian rupa, dan kehilangan semangat.  Perhatikan!  "Orang yang bersemangat dapat menanggung penderitaannya, tetapi siapa akan memulihkan semangat yang patah?"  (Amsal 18:14).  Seberat apa pun tantangan yang dihadapi janganlah kita sampai kejilangan semangat.  Mengapa?  Karena kita punya Tuhan yang tak pernah meninggalkan kita, Ia begitu peduli dengan keadaan kita.  "Dia memberi kekuatan kepada yang lelah dan menambah semangat kepada yang tiada berdaya."  (Yesaya 40:29).

     Kaleb, yang tetap memiliki semangat hidup luar biasa sekalipun sudah berumur 85 tahun, berkata,  "...aku masih sama kuat seperti pada waktu aku disuruh Musa; seperti kekuatanku pada waktu itu demikianlah kekuatanku sekarang untuk berperang dan untuk keluar masuk."  (ayat nas).  Ia tetap bersemangat dalam menjalani kehidupan karena ia senantiasa mengarahkan pandangannya kepada janji-janji Tuhan.  "Janji TUHAN adalah janji yang murni, bagaikan perak yang teruji, tujuh kali dimurnikan dalam dapur peleburan di tanah."  (Mazmur 12:7).  Orang yang memegang dan mengimani janji Tuhan dalam hidupnya takkan mudah mengeluh dan berputus asa, ia akan terus bersemangat sampai janji Tuhan tergenapi dalam hidupnya.

     Kaleb berusia 40 tahun saat diutus Musa untuk mengintai tanah Kanaan, dan ia terus memegang teguh apa yang Musa katakan:  "Sesungguhnya tanah yang diinjak oleh kakimu itu akan menjadi milik pusakamu dan anak-anakmu sampai selama-lamanya, sebab engkau tetap mengikuti TUHAN, Allahku, dengan sepenuh hati."  (Yosua 14:9), Empat puluh lima tahun telah berlalu, Tuhan pun menggenapi janji-Nya.  Yosua memberikan Hebron menjadi pusakanya  (Yosua 14:13).

"Teguhkanlah pada hamba-Mu ini janji-Mu, yang berlaku bagi orang yang takut kepada-Mu."  Mazmur 119:38



December 14, 2018, 05:24:47 AM
Reply #1848
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23477
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://airhidupblog.blogspot.com/2018/

Friday, December 14, 2018
KEHADIRAN TUHAN MENDATANGKAN PEMULIHAN
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 14 Desember 2018

Baca:  Mazmur 80:1-20

"Ya Allah, pulihkanlah kami, buatlah wajah-Mu bersinar, maka kami akan selamat."  Mazmur 80:4

Saat menulis mazmur ini, pemazmur sedang mengalami penderitaan dan tekanan hidup yang berat dan sangat mengharapkan pemulihan dari Tuhan.  Tindakan pemazmur datang kepada Tuhan adalah tindakan yang tepat.  Betapa banyak orang ketika mengalami penderitaan dan tekanan hidup lari mencari pertolongan kepada dunia dan terlibat dengan kuasa-kuasa gelap.  Bukannya pemulihan yang diperoleh, tapi keadaan mereka malah semakin terpuruk dan hancur.  Itulah sebabnya Firman Tuhan selalu memperingatkan kita untuk hidup mengandalkan Tuhan dan berharap kepada-Nya saja.

     Pemulihan di segala aspek kehidupan akan kita alami bila kita mau datang kepada Tuhan dan mengundang Dia hadir dalam kehidupan kita.  Di mana Tuhan hadir di situ pasti terjadi manifestasi kuasa:  ada pemulihan, perubahan, kelepasan, kemenangan, pertolongan dan mujizat.  Contoh:  Ketika tabut Tuhan berada di rumah Obed Edom selama tiga bulan, terjadilah pemulihan secara luar biasa, Tuhan memberkati Obed Edom dan seisi rumahnya  (2 Samuel 6:11-12).  Tabut Tuhan adalah lambang kehadiran Tuhan.  Saat Obed Edom menghormati hadirat Tuhan dan menempatkan Dia sebagai yang terutama dalam hidupnya, semua Tuhan tambahkan.  Seketika itu kehidupan Obed Edom sekeluarga menjadi buah bibir di seluruh negeri alias menjadi kesaksian, bahkan berita tentang keluarga ini sampai ke telinga raja Daud.  Hal ini selaras dengan pernyataan pemazmur:  "Ketika TUHAN memulihkan keadaan Sion, keadaan kita seperti orang-orang yang bermimpi. Pada waktu itu mulut kita penuh dengan tertawa, dan lidah kita dengan sorak-sorai. Pada waktu itu berkatalah orang di antara bangsa-bangsa: "TUHAN telah melakukan perkara besar kepada orang-orang ini!"  (Mazmur 126:1-2).

     Jangan pikirkan dengan cara apa dan bagaimana Tuhan memulihkan, bahkan terkadang Ia bisa memakai penderitaan sebagai sarana untuk memulihkan kita, yang rusak dan hancur sekalipun Tuhan sanggup pulihkan.  "Apabila bejana, yang sedang dibuatnya dari tanah liat di tangannya itu, rusak, maka tukang periuk itu mengerjakannya kembali menjadi bejana lain menurut apa yang baik pada pemandangannya."  (Yeremia 18:4).

Rindukan hadirat Tuhan selalu, niscaya kehidupan kita pasti dipulihkan!



December 15, 2018, 05:36:51 AM
Reply #1849
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23477
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://airhidupblog.blogspot.com/2018/

Saturday, December 15, 2018
TAK ADA HIDUP TANPA MASALAH
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 15 Desember 2018

Baca:  Mazmur 90:1-17

"Masa hidup kami tujuh puluh tahun dan jika kami kuat, delapan puluh tahun, dan kebanggaannya adalah kesukaran dan penderitaan; sebab berlalunya buru-buru, dan kami melayang lenyap."  Mazmur 90:10

Hidup tanpa masalah itu tidak ada!  Musa pun mengakui bahwa kebanggaan hidup manusia adalah kesukaran dan penderitaan  (ayat nas).  Selama kita hidup kita takkan bisa menghindarkan diri atau lari dari masalah, yang ada ialah bagaimana kita menemukan jalan keluar dari setiap masalah.  Jadi, kita tak perlu mengasihani diri sedemikian rupa saat dalam masalah, sebab bukan kita saja yang mengalaminya, tetapi semua orang tanpa terkecuali, dan di mana pun mereka berada juga mengalami hal yang sama.

     Mungkin timbul pertanyaan di dalam hati kita:  "Mengapa masalah, penderitaan atau tekanan seringkali menimpa hidup orang percaya?"  Kita tak perlu terkejut lagi, sebab Kristus sudah menyampaikan hal ini dari sebelumnya:  "Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia."  (Yohanes 16:33).  Masalah selalu ada karena kita hidup di tengah-tengah dunia, di mana orang-orangnya memiliki kecenderungan untuk berbuat jahat.  Itulah sebabnya keberadaan orang percaya di dunia ini seperti domba di tengah serigala  (Matius 10:16).  Meski demikian kita tak perlu takut karena ROH KUDUS yang ada di dalam kita itu lebih besar dari pada roh yang ada di dalam dunia  (1 Yohanes 4:4), dan Kristus telah mengalahkan dunia!

     Masalah dan penderitaan selalu ada karena Iblis tidak suka melihat orang percaya hidup dalam kebahagiaan, karena itu segala cara dilakukannya untuk mengintimidasi, mencuri, melemahkan dan menghancurkan hidup kita  (Yohanes 10:10a).  Namun kita juga harus ingat bahwa ada pula masalah yang disebabkan oleh kesalahan kita sendiri  (1 Petrus 2:20).  Menyadari bahwa masalah dialami oleh semua orang maka kita harus lebih kuat dan tabah menghadapinya, sebab ada Tuhan di pihak kita,  "apabila ia jatuh, tidaklah sampai tergeletak, sebab TUHAN menopang tangannya."  (Mazmur 37:24).  Tuhan tidak pernah menjanjikan hidup ini tanpa masalah, tetapi yang Ia janjikan adalah kekuatan, penyertaan, perlindungan, pemeliharaan dan jalan keluar dari masalah yang kita alami.

"Kemalangan orang benar banyak, tetapi TUHAN melepaskan dia dari semuanya itu;"  Mazmur 34:20


 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)