Author Topic: Renungan Harian Air Hidup  (Read 171288 times)

0 Members and 4 Guests are viewing this topic.

February 24, 2019, 04:51:51 AM
Reply #1920
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22625
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://airhidupblog.blogspot.com/2019/

Sunday, February 24, 2019
MENGIKUT KRISTUS ADA UPAH BESAR
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 24 Februari 2019

Baca:  Lukas 18:28-30

"...akan menerima kembali lipat ganda pada masa ini juga, dan pada zaman yang akan datang ia akan menerima hidup yang kekal."  Lukas 18:30

Banyak orang berpikir dengan menjadi pengikut Kristus  (percaya kepada Kristus dan menerima Dia sebagai Tuhan dan Juruselamat)  hidupnya akan langsung terbebas dari masalah, kesulitan atau penderitaan.  Kenyataannya?  Masalah demi masalah, ujian demi ujian, tantangan demi tantangan, harus mereka hadapi setiap hari.  Tak sedikit yang akhirnya menjadi kecewa.  Sementara di sisi lain kita dibuat iri dan cemburu begitu melihat kehidupan orang-orang di luar Tuhan yang sepertinya dalam keadaan nyaman dan selalu mujur.  "...aku cemburu kepada pembual-pembual, kalau aku melihat kemujuran orang-orang fasik."  (Mazmur 73:3).

     Timbul pertanyaan di hati:  "Apa upah mengikut Kristus?"  Hal senada juga Petrus ungkapkan secara langsung kepada Tuhan karena ia merasa sudah berjerih lelah untuk melayani Tuhan dan mengikut Dia,  "Kami ini telah meninggalkan segala kepunyaan kami dan mengikut Engkau."  (Lukas 18:28).  Kristus pun menegaskan bahwa ada upah yang Dia sediakan bagi orang-orang yang setia mengikut Tuhan sampai akhir  (ayat nas).  Karena itu  "...saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia."  (1 Korintus 15:58).  Tak seharusnya kita menjadi lemah, kecewa, kecut dan tawar hati.  Justru kita harus makin bersungguh-sungguh dan giat melayani pekerjaan Tuhan, karena sekecil apa pun pengorbanan  (jerih lelah)  kita untuk melayani Tuhan, diperhitungkan-Nya dan tak satu pun yang terlewatkan.

     Musa rela meninggalkan istana Firaun dengan segala kemegahan duniawi demi memenuhi panggilan Tuhan.  Mengalami penderitaan dan kesengsaraan bersama umat Israel di padang gurun tak membuatnya kecewa,  "...sebab pandangannya ia arahkan kepada upah."  (Ibrani 11:26).  Begitu pula dengan rasul Paulus, masalah dan penderitaan tak membuatnya mundur untuk melayani Tuhan, bahkan ia berkomitmen:  "...bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan."  (Filipi 1:21).

"Sesungguhnya Aku datang segera dan Aku membawa upah-Ku untuk membalaskan kepada setiap orang menurut perbuatannya."  Wahyu 22:12



February 25, 2019, 05:44:49 AM
Reply #1921
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22625
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://airhidupblog.blogspot.com/2019/

Monday, February 25, 2019
JANGAN SAMPAI DISESATKAN
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 25 Februari 2019

Baca:  1 Yohanes 2:18-27

"Siapakah pendusta itu? Bukankah dia yang menyangkal bahwa Yesus adalah Kristus? Dia itu adalah antikristus, yaitu dia yang menyangkal baik Bapa maupun Anak."  1 Yohanes 2:22

Seorang percaya yang peka rohani pasti menyadari bahwa saat-saat ini adalah masa akhir dari akhir zaman.  Keadaan, kejadian atau peristiwa yang sedang terjadi di dunia ini semakin menguatkan bahwa kedatangan Kristus yang kedua kalinya sudah teramat dekat.  Alkitab menyatakan bahwa sebelum hari itu tiba akan ada tanda-tanda menyertai:  pemberitaan Injil ke seluruh dunia, terjadinya kemurtadan, penyesatan, kesukaran atau masa-masa sulit, dan sebagainya.  Firman Tuhan menasihati:  "...berawas-awaslah jangan kamu gelisah; sebab semuanya itu harus terjadi,"  (Matius 24:6b).

     Tanda lain yang semakin mempertegas tentang akhir zaman adalah munculnya antikristus walaupun sesungguhnya hal antikristus ini bukalah sesuatu yang baru, karena sudah ada sejak lama, bahkan semasa rasul Yohanes sudah ada.  Kata antikristus ditulis lima kali dalam Perjanjian Baru, semuanya ada dalam tulisan Yohanes ini.  Apa pekerjaan antikristus?  Berusaha merusak persekutuan hidup orang percaya dengan menyisipkan kebohongan dalam kebenaran, atau ajaran yang menyesatkan.  Hal nyata yang ditunjukkan oleh antikristus adalah sikap penolakan dan penyangkalan terhadap Bapa dan juga Anak  (ayat nas).  Dengan ajaran palsunya antikristus secara tegas menolak Kristus sebagai Anak Bapa dan menolak doktrin inkarnasi Kristus,  "Sebab banyak penyesat telah muncul dan pergi ke seluruh dunia, yang tidak mengaku, bahwa Yesus Kristus telah datang sebagai manusia. Itu adalah si penyesat dan antikristus."  (2 Yohanes 1:7).  Penolakan terhadap Kristus sebagai Anak otomatis juga menolak Bapa yang mengutus Anak-Nya untuk menebus dosa umat manusia  (1 Yohanes 4:9-10).

     Menghadapi situasi zaman ini kita tidak boleh menyerah, justru ini kesempatan bagi kita untuk terus membangun manusia rohaniah,  "sehingga kita bukan lagi anak-anak, yang diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran, oleh permainan palsu manusia dalam kelicikan mereka yang menyesatkan,"  (Efesus 4:14).

Seberat apa pun tekanan yang ada jangan sampai kita menyangkal Kristus, sebab tersedia mahkota kehidupan bagi kita yang setia dalam iman sampai akhir.



February 26, 2019, 05:52:52 AM
Reply #1922
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22625
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://airhidupblog.blogspot.com/2019/

Tuesday, February 26, 2019
DEGRADASI MORAL DI AKHIR ZAMAN
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 26 Februari 2019

Baca:  2 Timotius 3:1-9

"Manusia akan mencintai dirinya sendiri...lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah."  2 Timotius 3:2, 4

Manusia diciptakan Tuhan menurut gambar dan rupa-Nya  (Kejadian 1:26-27)  sehingga manusia lebih istimewa dibandingkan dengan ciptaan-Nya yang lainnya.  Namun dalam keistimewaannya itu manusia justru memberontak terhadap Tuhan dan hidup menyimpang dari jalan-jalan-Nya.  Semakin hari kejahatan manusia semakin menjadi-jadi,  "...segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata,"  (Kejadian 6:5).  Apa yang manusia perbuat benar-benar memilukan hati Tuhan, sampai-sampai Tuhan merasa menyesal telah menciptakan manusia di bumi  (Kejadian 6:5-6).

     Degradasi moral atau kebobrokan karakter manusia di luar Kristus menjadi salah satu ciri populer menjelang hari kedatangan Tuhan.  Bahkan kalau kita perhatikan, di media massa hampir setiap hari perilaku jahat manusia atau kebobrokan karakter manusia ini menjadi berita utama.  Dalam pembacaan Firman Tuhan yang berperikop  'Keadaan manusia pada akhir zaman'  ini kita melihat ciri-ciri karakter manusia pada akhir zaman, seperti tertulis:  "Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. Mereka akan membual dan menyombongkan diri, mereka akan menjadi pemfitnah, mereka akan berontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterima kasih, tidak mempedulikan agama, tidak tahu mengasihi, tidak mau berdamai, suka menjelekkan orang, tidak dapat mengekang diri, garang, tidak suka yang baik, suka mengkhianat, tidak berpikir panjang, berlagak tahu, lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah. Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya."  (2 Timotius 3:2-5).  Bukankah hal ini jelas-jelas terjadi dan merupakan fakta yang tak terbantahkan?

     Akibat perilaku manusia yang semakin menyimpang dari kehendak Tuhan, orang percaya pun terkena dampaknya.  "Memang setiap orang yang mau hidup beribadah di dalam Kristus Yesus akan menderita aniaya, sedangkan orang jahat dan penipu akan bertambah jahat, mereka menyesatkan dan disesatkan."  (2 Timotius 3:12-13).

Orang percaya dituntut punya kehidupan yang berbeda dengan dunia, apa pun resikonya!



February 27, 2019, 05:55:52 AM
Reply #1923
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22625
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://airhidupblog.blogspot.com/2019/

Wednesday, February 27, 2019
KRISTUS MELEPASKAN KITA DARI PENJAJAHAN
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 27 Februari 2019

Baca:  Roma 6:15-23

"Tetapi sekarang, setelah kamu dimerdekakan dari dosa dan setelah kamu menjadi hamba Allah, kamu beroleh buah yang membawa kamu kepada pengudusan dan sebagai kesudahannya ialah hidup yang kekal."  Roma 6:22

Baik sebagai pribadi  (perorangan), kelompok atau suatu bangsa, tak ada satu pun yang mau hidup dijajah.  Semua orang pasti ingin hidup merdeka seutuhnya!  Hidup di bawah penjajahan pihak lain itu menimbulkan penderitaan dan kesengsaraan yang luar biasa.

     Banyak orang tidak menyadari dirinya masih hidup dalam penjajahan:  dijajah dosa, dijajah hawa nafsunya sendiri, bahkan dijajah kuasa-kuasa gelap yang menguasai dirinya, seperti rasul Paulus tulis:  "Kamu dahulu sudah mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosamu. Kamu hidup di dalamnya, karena kamu mengikuti jalan dunia ini, karena kamu mentaati penguasa kerajaan angkasa, yaitu roh yang sekarang sedang bekerja di antara orang-orang durhaka. Sebenarnya dahulu kami semua juga terhitung di antara mereka, ketika kami hidup di dalam hawa nafsu daging dan menuruti kehendak daging dan pikiran kami yang jahat. Pada dasarnya kami adalah orang-orang yang harus dimurkai, sama seperti mereka yang lain."  (Efesus 2:1-3).  Tetapi sekarang, setelah ditebus oleh darah Kristus dan diselamatkan melalui pengorbanan-Nya di kayu salib, semua rantai dosa yang selama ini mengikat dan membelenggu kita dengan segala perbuatan jahat, sudah dipatahkan.  "Sebab waktu kamu hamba dosa, kamu bebas dari kebenaran. Dan buah apakah yang kamu petik dari padanya? Semuanya itu menyebabkan kamu merasa malu sekarang, karena kesudahan semuanya itu ialah kematian. Tetapi sekarang, setelah kamu dimerdekakan dari dosa dan setelah kamu menjadi hamba Allah, kamu beroleh buah yang membawa kamu kepada pengudusan dan sebagai kesudahannya ialah hidup yang kekal."  (Roma 6:20-22).

     Inilah kemerdekaan yang sejati yaitu kemerdekaan yang Kristus sudah berikan, sehingga kita bukan lagi menjadi hamba dosa tetapi menjadi hamba kebenaran, dan sekarang kita dibenarkan di hadapan bapa yang memungkinkan kita memiliki sukacita dan damai sejahtera sekalipun hidup di tengah zaman yang berat.

Karena sudah dimerdekakan oleh Kristus, maka kita tidak boleh lagi hidup dalam dosa!




February 28, 2019, 06:20:12 AM
Reply #1924
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22625
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
Thursday, February 28, 2019
HIDUP DI ANTARA DUA PILIHAN
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 28 Februari 2019

Baca:  Ulangan 30:11-20

"Aku memanggil langit dan bumi menjadi saksi terhadap kamu pada hari ini: kepadamu kuperhadapkan kehidupan dan kematian, berkat dan kutuk. Pilihlah kehidupan, supaya engkau hidup, baik engkau maupun keturunanmu,"  Ulangan 30:19

Setiap manusia yang hidup di atas muka bumi ini selalu diperhadapkan dengan pilihan-pilihan dalam hidupnya.  Suka atau tidak suka kita harus memilih salah satu di antara dua pilihan yang ada.  Tidak ada istilah kompromi antara memilih dan tidak, atau berdiri di tengah-tengah di antara dua pilihan yang ada.  Kita harus memilih secara tegas karena pilihan kita menentukan masa depan hidup kita.  Seperti halnya pada zaman Musa di masa Perjanjian Lama, bangsa Israel diperhadapkan dengan dua pilihan, yaitu:  kehidupan dan kematian, berkat dan kutuk.  Pilihan hidup ini juga berlaku bagi kita orang percaya yang adalah  'Israel-Israel'  rohani yang hidup di zaman sekarang ini.

     Kita patut bersyukur karena kita punya Tuhan yang berlimpah dengan kasih, Ia tidak menciptakan manusia sebagai robot, tapi Ia memberikan free will  (kehendak bebas)  dan melengkapi dengan hikmat dan akal budi, supaya manusia dapat membedakan yang baik dan yang jahat;  dan lebih dari itu, Tuhan juga sudah menyiapkan buku tuntunan dalam menjalani hidup, yaitu firman-Nya, tinggal apakah manusia mau mengikuti tuntunan Firman Tuhan atau tidak.  Dunia saat ini sedang gencar-gencarnya menawarkan banyak hal yang berkenaan dengan kesenangan daging, dengan tujuan agar manusia bimbang dan memilih untuk hidup menuruti keinginan dagingnya daripada tunduk pada pimpinan Roh Tuhan.  Saat-saat inilah kesungguhan kita dalam mengikut Kristus sedang diuji!  Iman kita sedang diuji kemurniannya!  Banyak orang terseret oleh arus dunia ini dan memilih kesenangan duniawi yang sifatnya sementara saja.

     Untuk menuju kepada kehidupan kekal itu memang tidak mudah, ada harga yang harus dibayar, ada penyangkalan diri, itulah sebabnya sedikit orang mau menempuh jalan itu.  Kristus berkata,  "Masuklah melalui pintu yang sesak itu, karena lebarlah pintu dan luaslah jalan yang menuju kepada kebinasaan, dan banyak orang yang masuk melaluinya; karena sesaklah pintu dan sempitlah jalan yang menuju kepada kehidupan, dan sedikit orang yang mendapatinya."  (Matius 7:13-14).

Pilihlah mulai dari sekarang:  hidup benar menuntun kita kepada kehidupan kekal!



March 01, 2019, 07:46:25 AM
Reply #1925
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22625
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://airhidupblog.blogspot.com/2019/

Friday, March 1, 2019
TUHAN SANGGUP MENGERJAKAN SEGALA PERKARA
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 1 Maret 2019

Baca:  Efesus 3:14-21

"Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita,"  Efesus 3:20

Kalau diperhatikan, tokoh besar di Alkitab yang dipakai Tuhan secara luar biasa pada awalnya adalah orang-orang biasa yang mungkin dipandang sebelah mata oleh sesamanya, tapi Tuhan sanggup mengubah mereka menjadi orang-orang yang luar biasa.  Mereka bisa dipakai Tuhan secara luar biasa karena mereka memiliki keberanian untuk bertindak dengan iman dan mau membayar harga dalam hidupnya.

     Jangan sekali-kali memandang rendah orang lain!  Mungkin saja hari ini keadaan seseorang biasa-biasa saja, tak masuk perhitungan, tapi kita tidak tahu bagaimana esok, karena peninggian seseorang itu datangnya dari Tuhan!  "Sebab bukan dari timur atau dari barat dan bukan dari padang gurun datangnya peninggian itu, tetapi Allah adalah Hakim: direndahkan-Nya yang satu dan ditinggikan-Nya yang lain."  (Mazmur 75:7-8).

     Bagaiman supaya kita bisa dipercaya dan dipakai Tuhan untuk mengerjakan perkara-perkara besar dan luar biasa?  Mari kita pelajari dua syarat ini:

     1.  Setialah dalam perkara-perkara kecil.  Banyak orang hanya fokus dan terobsesi mengerjakan perkara-perkara besar, tapi tidak mau memulai dari hal-hal kecil.  Yang serba instan itu yang dicari dan disukai:  inginnya langsung pelayanan  'di depan'  yang bisa dilihat orang banyak, ingin terkenal secara mendadak, ingin cepat kaya dan sebagainya.  Perhatikan Firman Tuhan:  "Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar."  (Lukas 16:10).

     2.  Milikilah kerendahan hati.  Salah satu alasan mengapa Tuhan memakai orang-orang yang biasa adalah supaya jangan ada yang memegahkan diri.  Banyak orang merasa hebat, pintar, kaya, lalu memegahkan dirinya sedemikian rupa.  Kemegahan terhadap diri sendiri  (congkak)  adalah salah dan jahat di mata Tuhan.  "...kamu memegahkan diri dalam congkakmu, dan semua kemegahan yang demikian adalah salah."  (Yakobus 4:16).

"Barangsiapa yang bermegah, hendaklah ia bermegah di dalam Tuhan."  1 Korintus 1:31



March 02, 2019, 03:32:29 PM
Reply #1926
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22625
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://airhidupblog.blogspot.com/2019/

Saturday, March 2, 2019
BUTUH BANYAK PEKERJA
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 2 Maret 2019

Baca:  Lukas 10:1-12

"Kemudian dari pada itu Tuhan menunjuk tujuh puluh murid yang lain, lalu mengutus mereka berdua-dua mendahului-Nya ke setiap kota dan tempat yang hendak dikunjungi-Nya."  Lukas 10:1

Alkitab menyatakan Tuhan menunjuk 70 murid yang lain dan mengutus mereka melayani jiwa-jiwa dengan pergi berdua-dua ke setiap kota yang hendak Ia kunjungi.  Siapa ke-70 murid itu?  Disebut  "...tujuh puluh murid yang lain..."  Kata  'yang lain'  menunjuk kepada mereka yang bukan 12 rasul  (murid inti).  Ke-12 rasul itu adalah mereka yang mengambil keputusan mengikut Kristus, belajar langsung dari-Nya dan hidup bersama-Nya.  Mereka adalah orang-orang yang berkomitmen melayani Tuhan sepenuh hati dan full time.

     Selain ke-12 murid itu ternyata ada sekelompok orang yang lain yang turut ambil bagian dalam pelayanan pemberitaan Injil.  Sekalipun mereka tidak melayani Tuhan secara full time tetapi mereka punya hati yang terbeban untuk melayani pekerjaan Tuhan.  Bisa saja mereka memiliki profesi sebagai pebisnis, pedagang, karyawan/karyawati, ibu rumah tangga, atau mungkin sebagai pelajar, tetapi mereka memiliki semangat yang menyala-nyala untuk menjangkau jiwa-jiwa dan memberitakan Injil.  Tuhan berkata:  "Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada Tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu."  (Lukas 10:2).  Pernyataan Tuhan ini menyiratkan bahwa ladang Tuhan membutuhkan banyak pekerja;  dan kebutuhan tentang pekerja ini adalah kebutuhan yang sangat mendesak.

     Setiap orang percaya diharapkan merespons panggilan Tuhan ini.  Inilah kairos yang Tuhan berikan!  Waktu untuk melayani Tuhan dan menjangkau jiwa-jiwa bukanlah esok, lusa, minggu depan, bulan depan atau tahun depan, tetapi sekarang ini juga!  Jangan pernah menunda-nunda waktu dan kesempatan yang Tuhan berikan.  "Kita harus mengerjakan pekerjaan Dia yang mengutus Aku, selama masih siang; akan datang malam, di mana tidak ada seorangpun yang dapat bekerja."  (Yohanes 9:4).  Tugas melayani jiwa-jiwa dan memberitakan Injil itu tak sepenuhnya menjadi tanggung jawab para gembala atau penginjil, tapi setiap kita harus turut ambil bagian.

Ladang-ladang sudah sangat menguning, tapi pekerja masih sedikit.  Tidak terbebankah Saudara?



March 03, 2019, 08:58:22 AM
Reply #1927
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22625
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://airhidupblog.blogspot.com/2019/

Sunday, March 3, 2019
SIAP ATAU TIDAK SIAP, TUHAN PASTI DATANG
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 3 Maret 2019

Baca:  Wahyu 3:1-6

"Karena jikalau engkau tidak berjaga-jaga, Aku akan datang seperti pencuri dan engkau tidak tahu pada waktu manakah Aku tiba-tiba datang kepadamu."  Wahyu 3:3b

Firman Tuhan tak bosan-bosannya memperingatkan orang percaya untuk selalu waspada dan berjaga-jaga dalam menanti-nantikan kedatangan Tuhan.  Mengapa?  Sebab kedatangan Tuhan itu tidak bisa diduga dan dikira, sewaktu-waktu, kapan saja, dan bisa saja terjadi secara tiba-tiba.  Alkitab menyatakan bahwa kedatangan Tuhan itu  "...seperti pencuri pada malam. Apabila mereka mengatakan: Semuanya damai dan aman--maka tiba-tiba mereka ditimpa oleh kebinasaan, seperti seorang perempuan yang hamil ditimpa oleh sakit bersalin--mereka pasti tidak akan luput."  (1 Tesalonika 5:2-3).  Tak seorang pun tahu kapan pencuri datang:  entah itu pada siang bolong saat penghuni rumah sedang pergi atau ketika semua penghuni rumah sedang tertidur pulas di malam hari.

     Siapkah kita menyambut kedatangan Tuhan?  Karena kita tidak tahu secara pasti kapan Tuhan datang menjemput umat-Nya, maka kita harus mempersiapkan diri sebaik mungkin.  Bagaimana caranya?  Hidup dalam pertobatan setiap hari.  Bagi mereka yang tidak siap dan belum sungguh-sungguh bertobat, kabar tentang kedatangan Tuhan adalah hal yang sangat ditakutkan dan dikuatirkan.  Pula tentang  'hari Tuhan'  bagi tiap-tiap orang yaitu datangnya hari kematian.  Ini pun menjadi rahasia Ilahi karena tidak ada seorang pun yang tahu secara pasti.  Kalau kita dalam keadaan tidak siap, hal itu bisa menjadi jerat bagi kita.  "Karena manusia tidak mengetahui waktunya. Seperti ikan yang tertangkap dalam jala yang mencelakakan, dan seperti burung yang tertangkap dalam jerat, begitulah anak-anak manusia terjerat pada waktu yang malang, kalau hal itu menimpa mereka secara tiba-tiba."  (Pengkhotbah 9:12).

     Jangan lagi hidup semborono, milikilah hati yang takut akan Tuhan.  Gunakan kesempatan yang singkat ini untuk melakukan yang terbaik bagi Tuhan, baik itu dalam ibadah atau pelayanan.  Jadilah pelaku-pelaku firman.  Bila ada tugas dan tanggung jawab yang Tuhan sudah percayakan kepada kita, mari kita kerjakan dengan sungguh-sungguh tanpa mempertimbangkan untung ruginya.

"Sebab itu, hendaklah kamu juga siap sedia, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu duga."  Matius 24:44


March 04, 2019, 07:05:44 AM
Reply #1928
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22625
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://airhidupblog.blogspot.com/2019/

Monday, March 4, 2019
MEMPELAI KRISTUS: Tak Bercacat Cela
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 4 Maret 2019

Baca:  Wahyu 14:1-5

"Mereka adalah orang-orang yang tidak mencemarkan dirinya dengan perempuan-perempuan, karena mereka murni sama seperti perawan."  Wahyu 14:4a

Pada hari kedatangan-Nya kelak  (second coming)  Kristus akan datang sebagai mempelai pria untuk menjemput mempelai wanita.  Jemaat atau gereja-Nya adalah calon mempelai-mempelai Kristus.  Untuk menjadi mempelai Kristus orang percaya harus memenuhi kriteria atau syarat-syarat yang Tuhan kehendaki.  Syarat utamanya adalah hidup tak bercacat cela.  Hidup tak bercacat cela berarti hidup dalam kekudusan, tidak hidup dalam kecemaran dan hawa nafsu, sebab kita dipanggil bukan untuk melakukan apa yang cemar, melainkan apa yang kudus  (1 Tesalonika 4:7).  Oleh karena itu  "...kejarlah kekudusan, sebab tanpa kekudusan tidak seorangpun akan melihat Tuhan."  (Ibrani 12:14).

     Mempelai Kristus adalah orang yang senantiasa karib dengan Tuhan, seperti yang Kristus teladankan;  ia senantiasa bergaul karib dengan Bapa.  Sesibuk apa pun pelayanan yang dikerjakan, Kristus selalu menyediakan waktu bersekutu dengan Bapa, memisahkan diri dari segala kesibukan.  Sudahkah kita memiliki persekutuan yang karib dengan Tuhan?  Sesibuk apa pun kita bekerja tidak ada alasan untuk tidak berdoa membangun kekariban dengan Kristus.  Terlebih-lebih kita yang sudah melayani pekerjaan Tuhan, membangun kekariban dengan Tuhan adalah terutama.  Pelayanan takkan berdampak apa-apa tanpa ada penyertaan ROH KUDUS.  Dengan sangat keras Tuhan menegur jemaat di Sardis!  "Aku tahu segala pekerjaanmu: engkau dikatakan hidup, padahal engkau mati!"  (Wahyu 3:1).  Sekalipun secara kasat mata tampak aktif dalam melayani, di mata Tuhan kerohanian mereka mati, karena pelayanan mereka tak lebih dari rutinitas agamawi semata.

     Mempelai Kristus adalah  "...orang-orang yang mengikuti Anak Domba itu ke mana saja Ia pergi."  (Wahyu 14:4b).  Ini berbicara tentang kesetiaan dan komitmen!  Seperti Rut yang setia mengikuti Naomi  (mertuanya):  "...sebab ke mana engkau pergi, ke situ jugalah aku pergi, dan di mana engkau bermalam, di situ jugalah aku bermalam: bangsamulah bangsaku dan Allahmulah Allahku; di mana engkau mati, akupun mati di sana, dan di sanalah aku dikuburkan."  (Rut 1:16-17).

Sudahkah kita memenuhi syarat sebagai mempelai Kristus?  Jika belu, persiapkan diri mulai dari sekarang!



March 06, 2019, 05:49:58 AM
Reply #1929
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 22625
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://airhidupblog.blogspot.com/2019/

Wednesday, March 6, 2019
SANG PENJUNAN: Merenda Hidup Kita
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 6 Maret 2019

Baca:  Yesaya 64:1-12

"...ya TUHAN, Engkaulah Bapa kami! Kamilah tanah liat dan Engkaulah yang membentuk kami, dan kami sekalian adalah buatan tangan-Mu."  Yesaya 64:8

Tak ada yang pantas untuk dibanggakan dan disombongkan dari diri manusia, karena manusia tak lebih dari tanah liat.  "Kamilah tanah liat dan Engkaulah yang membentuk kami,"  (ayat nas).  Manusia adalah tanah liat, dan Tuhan adalah Sang Penjunan.  Sebagai Penjunan Tuhan berkuasa penuh atas kehidupan manusia.  Ia membentuk tanah liat itu dan merendanya sedemikian rupa hingga menjadi sebuah bejana yang sesuai dengan kehendak dan rencana-Nya.  Jadi, hidup manusia sepenuhnya bergantung kepada Tuhan!  Sebagai tanah liat, kita tidak dapat memaksa Tuhan Sang Penjunan agar membentuk kita sesuai dengan apa yang kita mau dan inginkan.  Sebaliknya, kita harus berserah penuh kepada kehendak Tuhan, tanpa protes, kecewa, keluh kesah atau peersungutan.

     Ada tertulis:  "Celakalah orang yang berbantah dengan Pembentuknya; dia tidak lain dari beling periuk saja! Adakah tanah liat berkata kepada pembentuknya: 'Apakah yang kaubuat?' atau yang telah dibuatnya: 'Engkau tidak punya tangan!'"  (Yesaya 45:9).  Kita harus percaya bahwa segala sesuatu yang Tuhan kerjakan dan rancangkan atas hidup kita adalah yang terbaik.  Jika kita merasa bahwa hari-hari yang kita jalani terasa berat, masalah datang silih berganti tiada henti, jangan cepat putus asa.  Milikilah keyakinan bahwa ini adalah bagian dari proses pembentukan yang Tuhan ijinkan untuk kita alami.  Karena itu kuatkan hati dan bertahanlah!  Sebab Tuhan membuat segala sesuatu indah pada waktunya  (Pengkhotbah 3:11).  Sebelum memiliki nilai  (berharga), sebuah bejana harus terlebih dahulu melewati proses demi proses, bahkan harus masuk ke dalam dapur api dengan tujuan agar bejana menjadi kuat dan kokoh.  Begitu pula kehidupan kita, terkadang kita harus melewati  'api'  sebagai bagian dari proses pemurnian iman.  "Sesungguhnya, Aku telah memurnikan engkau, namun bukan seperti perak, tetapi Aku telah menguji engkau dalam dapur kesengsaraan."  (Yesaya 48:10).

     Bila kita mampu bertahan kita akan menjadi bejana indah di pemandangan Tuhan.  Pencobaan atau masalah tidak akan pernah melebihi kekuatan kita  (1 Korintus 10:13).

Tak perlu takut diproses, karena itu artinya Tuhan sedang merenda hidup kita untuk tujuan yang baik.



 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)