Author Topic: Renungan Harian Air Hidup  (Read 184244 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

April 11, 2019, 02:25:00 PM
Reply #1970
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23466
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://airhidupblog.blogspot.com/2019/

Thursday, April 11, 2019
APAKAH YANG SAUDARA CARI?
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 11 April 2019

Baca:  Mazmur 9:1-21

"Orang yang mengenal nama-Mu percaya kepada-Mu, sebab tidak Kautinggalkan orang yang mencari Engkau, ya TUHAN."  Mazmur 9:11

Apa yang kita cari di dunia ini?  Kebanyakan orang pasti akan menjawab bahwa mereka mencari uang, kekayaan, popularitas dan jabatan.  Pikirnya jika mereka sudah mendapatkan apa yang mereka cari, mereka pasti akan menemukan kebahagiaan dan kepuasan hidup.  Benarkah demikian?  Tidak.  Uang, kekayaan, popularitas dan jabatan tak menjamin bahwa seseorang akan mengalami kebahagiaan yang sejati.

     Apa yang seharusnya kita cari?  Tuhan memperingatkan kita untuk mencari Dia dengan sungguh-sungguh  (dengan segenap hati).  Itulah kata Tuhan yang mencipta kita, yang mengetahui masa depan kita, dan yang mengasihi kita.  Dialah Tuhan, yang memberikan kepada kita apa yang kita cari.  "apabila kamu mencari Aku, kamu akan menemukan Aku; apabila kamu menanyakan Aku dengan segenap hati,"  (Yeremia 29:13).  Kalau kita menjadikan Tuhan sebagai sasaran utama hidup kita, mencari Dia lebih dari apapun, percayalah bahwa kita akan mendapatkan apa yang kita inginkan, bahkan lebih, sebab  "Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita,"  (Efesus 3:20).  Bila kita membutuhkan perlindungan, carilah Tuhan sebab Dia adalah kota benteng dan gunung batu perlindungan  (Mazmur 94:22), juga kubu pertahanan  (Mazmur 91:2).  Bila kita menginginkan berkat, carilah Tuhan sebab  "Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan."  (Yohanes 10:10)  dan Tuhan  "...akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya..."  (Filipi 4:19).  Tuhan bukan hanya menyediakan apa yang kita butuhkan, bahkan nyawa-Nya rela Ia serahkan untuk keselamatan kita, sebab Dia adalah Gembala yang baik.  "Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya;"  (Yohanes 10:11).

     Bila saat ini kita sedang hilang semangat dan tiada berdaya, carilah Tuhan, sebab  "Dia memberi kekuatan kepada yang lelah dan menambah semangat kepada yang tiada berdaya."  (Yesaya 40:29).  Bila kita sedang berbeban berat, datanglah kepada Tuhan, sebab Ia berjanji:  "...Aku akan memberi kelegaan kepadamu."  (Matius 11:28).

Carilah Tuhan saja, maka kita akan memperoleh apa pun yang kita inginkan!


April 12, 2019, 05:41:13 AM
Reply #1971
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23466
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://airhidupblog.blogspot.com/2019/

Friday, April 12, 2019
BERLAKU ANGKUH PASTI DIRENDAHKAN
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 12 April 2019

Baca:  Obaja 1:7

"Keangkuhan hatimu telah memperdayakan engkau, ya engkau yang tinggal di liang-liang batu, di tempat kediamanmu yang tinggi; engkau yang berkata dalam hatimu: 'Siapakah yang sanggup menurunkan aku ke bumi?'"  Obaja 1:3

Kitab Obaja adalah kitab terpendek dalam Perjanjian Lama karena hanya terdiri dari 1 pasal  (21 ayat).  Obaja mendapatkan penglihatan dari Tuhan dan bernubuat tentang kehancuran dan penghukuman Tuhan terhadap bangsa Edom, yang adalah keturunan dari Esau.  Sementara bangsa Israel adalah keturunan dari saudara kembarnya, yaitu Yakub.

     Mengapa Tuhan menghukum bangsa Edom?  Karena mereka berlaku congkak dan memandang rendah bangsa Israel.  Edom secara geografis merupakan negeri yang aman, kuat dan terlindung.  Secara teori kecil kemungkinan dapat diserang oleh bangsa lain.  Itulah sebabnya mereka membangga-banggakan diri dan berpikir tak akan ada bangsa lain yang dapat mengalahkannya.  Mereka lupa bahwa keangkuhan atau kecongkakan adalah kebencian di mata Tuhan.  Tuhan sangat menentang keras orang yang berlaku congkak, tetapi Ia mengasihani orang yang rendah hati  (Yakobus 4:6b).  Bangsa atau orang yang bertumbuh menjadi kuat dan beroleh peninggian dari Tuhan seharusnya semakin merendahkan diri di hadapan penciptanya, sebab di luar Tuhan kita ini tidak bisa berbuat apa-apa.  "Kecongkakan mendahului kehancuran, dan tinggi hati mendahului kejatuhan."  (Amsal 16:18),  "Karena itu rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat, supaya kamu ditinggikan-Nya pada waktunya."  (1 Petrus 5:6).

     Sekarang ini dunia dipenuhi dengan roh keangkuhan!  Banyak orang membusungkan dada dengan membangga-banggakan kepintaran, kehebatan, prestasi, kekuatan, uang, harta, kesuksesan, jabatan dan sebagainya.  Alkitab menasihati:  "Janganlah memuji diri karena esok hari, karena engkau tidak tahu apa yang akan terjadi hari itu."  (Amsal 27:1).  Kalau bukan karena Tuhan tak mungkin kita dapat mempertahankan keadaan kita, dan apa yang kita punyai hari ini belum tentu besok masih ada, sebab kekayaan dan kejayaan dapat lenyap dalam seketika.  Karena itu jadikan Tuhan sebagai tempat sandaran hidup ini, bukan yang lain, dan milikilah kerendahan hati.

Dengan mengakui Tuhan sebagai sumber segala sesuatu, dan apa pun yang kita miliki adalah berasal dari-Nya, maka kita akan terhindar dari sifat congkak!


April 13, 2019, 05:48:21 AM
Reply #1972
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23466
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://airhidupblog.blogspot.com/2019/

Saturday, April 13, 2019
KEYAKINAN KOKOH DALAM INJIL
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 13 April 2019

Baca:  Roma 1:16-32

"Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya, pertama-tama orang Yahudi, tetapi juga orang Yunani."  Roma 1:16

Kehidupan Kekristenan bukanlah sebuah permainan, melainkan suatu medan pertempuran.  Oleh karena itu orang percaya tak boleh main-main dengan keyakinan imannya.  Di hari-hari ini ada banyak orang percaya yang mempermainkan imannya kepada Kristus.  Demi mendapatkan jodoh, demi bisnisnya lancar, demi karir yang menanjak, demi mendapatkan sebuah jabatan, tidak sedikit orang rela menanggalkan predikat sebagai orang percaya.  Mereka memilih undur dari Tuhan, atau tetap menjalani hidup kekristenannya tapi tak lebih dari sekedar kulit luarnya.

     Mereka digambarkan seperti seorang prajurit yang sudah kalah sebelum berperang!  Peperangan yang dihadapi oleh orang percaya bukanlah peperangan secara fisik/daging, melainkan peperangan secara roh  (Efesus 6:12).  Karena itu perlu sekali kita memperlengkapi diri dengan perlengkapan senjata rohani.  Salah satu senjata rohani adalah pedang Roh yaitu Firman Tuhan  (Efesus 6:17), senjata yang Mahadahsyat kuasanya.  Jika kita ingin menggunakan pedang Roh  (Firman Tuhan)  sebagai senjata dalam peperangan, maka kita sendiri pun harus mempunyai keyakinan yang kokoh terhadapnya.  Jika tidak, musuh pasti akan menertawakan kita.  Rasul Paulus punya keyakinan kokoh akan Firman Tuhan:  "Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya,... Sebab di dalamnya nyata kebenaran Allah, yang bertolak dari iman dan memimpin kepada iman, seperti ada tertulis: 'Orang benar akan hidup oleh iman.'"  (Roma 1:16-17).

     Punya keyakinan kokoh dalam Injil berarti berpegang teguh pada Injil dan hidup di dalamnya.  Inilah yang kita perlukan di masa-masa seperti sekarang ini.  Jika kita yakin akan Injil dan kuasa-Nya, iman kita tak akan tergoncang, sekalipun dunia bergoncang.  "Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu."  (Matius 24:35).

"Sebab segala sesuatu yang ditulis dahulu, telah ditulis untuk menjadi pelajaran bagi kita, supaya kita teguh berpegang pada pengharapan oleh ketekunan dan penghiburan dari Kitab Suci."  Roma 15:4



April 14, 2019, 04:23:49 AM
Reply #1973
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23466
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://airhidupblog.blogspot.com/2019/

Sunday, April 14, 2019
SALING MENOPANG
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 14 April 2019

Baca:  Keluaran 17:8-16

"Maka penatlah tangan Musa, sebab itu mereka mengambil sebuah batu, diletakkanlah di bawahnya, supaya ia duduk di atasnya; Harun dan Hur menopang kedua belah tangannya,..."  Keluaran 17:12

Akhir-akhir ini ada banyak orang Kristen mengalami kelesuan rohani.  Mereka tidak lagi punya roh yang menyala-nyala dalam melayani Tuhan.  Apa yang menjadi penyebabnya?  Masalah atau beban hidup yang menindih membuat mereka merasa lelah dan penat secara rohani.  Dalam situasi ini kita sangat membutuhkan kehadiran orang lain untuk menguatkan dan menopang.  Ada tertulis:  "Berdua lebih baik dari pada seorang diri, karena mereka menerima upah yang baik dalam jerih payah mereka. Karena kalau mereka jatuh, yang seorang mengangkat temannya, tetapi wai orang yang jatuh, yang tidak mempunyai orang lain untuk mengangkatnya!"  (Pengkhotbah 4:9-10).

     Dalam peperangan orang Israel melawan bangsa Amalek Musa sendirian berada di puncak bukit dengan mengangkat tongkat Tuhan di tangannya.  Dan terjadilah:  "...apabila Musa mengangkat tangannya, lebih kuatlah Israel, tetapi apabila ia menurunkan tangannya, lebih kuatlah Amalek."  (Keluaran 17:11).  Cepat atau lambat Musa pun merasa lelah dan penat,  "...sebab itu mereka mengambil sebuah batu, diletakkanlah di bawahnya, supaya ia duduk di atasnya; Harun dan Hur menopang kedua belah tangannya, seorang di sisi yang satu, seorang di sisi yang lain, sehingga tangannya tidak bergerak sampai matahari terbenam. Demikianlah Yosua mengalahkan Amalek dan rakyatnya dengan mata pedang."  (Keluaran 17:12-13).  Pelajaran yang kita dapatkan:  sekalipun merasa lelah dan penat, tapi bila ada yang menopang, maka musuh pasti dapat dikalahkan.  Karena itu, Firman Tuhan menasihati kita untuk saling menopang dan menguatkan di antara saudara seiman.  "Bertolong-tolonganlah menanggung bebanmu! Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus."  (Galatia 6:2).

     Kekristenan identik dengan kasih, yaitu kasih yang bukan sekedar slogan, melainkan kasih yang disertai dengan tindakan nyata.  Jika ada saudara kita sedang lemah tak berdaya, adakah kita tergerak hati untuk menolongnya?

"Kita, yang kuat, wajib menanggung kelemahan orang yang tidak kuat dan jangan kita mencari kesenangan kita sendiri."  Roma 15:1



April 15, 2019, 06:00:13 AM
Reply #1974
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23466
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://airhidupblog.blogspot.com/2019/

Monday, April 15, 2019
KUNCI MUJIZAT: Mendengar dan Mau Taat
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 15 April 2019

Baca:  Yesaya 55:1-13

"Sendengkanlah telingamu dan datanglah kepada-Ku; dengarkanlah, maka kamu akan hidup! Aku hendak mengikat perjanjian abadi dengan kamu, menurut kasih setia yang teguh yang Kujanjikan kepada Daud."  Yesaya 55:3

Tuhan menciptakan manusia dengan dua telinga dan satu mulut dengan tujuan yang sangat jelas yaitu supaya manusia lebih banyak mendengar dan sedikit berbicara.  Dalam praktek hidup sehari-hari yang terjadi justru kebalikannya!  Banyak orang lebih suka berbicara daripada mendengar:  mudah sekali berkomentar, mudah sekali menghujat, mudah sekali menghakimi, mudah sekali mengkritik, mudah sekali menggosip dan sebagainya.  Ada tertulis:  "Di dalam banyak bicara pasti ada pelanggaran, tetapi siapa yang menahan bibirnya, berakal budi."  (Amsal 10:19).

     Tuhan berfirman melalui Yesaya: "Sendengkanlah telingamu dan datanglah kepada-Ku; dengarkanlah, maka kamu akan hidup! Aku hendak mengikat perjanjian abadi dengan kamu, menurut kasih setia yang teguh yang Kujanjikan kepada Daud."  (Yesaya 55:3).  Tuhan ingin kita senantiasa menyendengkan telinga mendengar Dia berbicara.  Selama ini tanpa disadari kita terlalu sibuk berbicara kepada orang lain, banyak bicara kepada Tuhan dalam doa-doa yang dipenuhi segudang permintaan, tapi kita tak memberi kesempatan Tuhan berbicara, tak menghiraukan perkataan Tuhan:  "Engkau melihat banyak, tetapi tidak memperhatikan, engkau memasang telinga, tetapi tidak mendengar."  (Yesaya 42:20).  Padahal Tuhan ingin sekali berbicara kepada kita dan Ia mau kita dengar-dengaran akan Dia.  Tuhan berbicara kepada kita dengan berbagai cara, termasuk melalui hamba-hamba-Nya yang Ia percaya untuk menyampaikan isi hati-Nya.

     Mendengarkan Tuhan berbicara adalah langkah menuju kehidupan dan berkat  (ayat nas).  Nuh adalah contoh orang yang dengar-dengaran akan suara Tuhan.  Ketika Tuhan berfirman untuk memberitahukan segala rencana-Nya  (Kejadian 6:13-21), Nuh mendengarkan dengan baik, lalu melakukan tepat seperti yang Tuhan firmankan.  Karena mau mendengar dan taat, Nuh dan seisi keluarga selamat dari air bah yang menenggelamkan bumi.

Banyak mendengar Firman Tuhan dan taat melakukan pasti diselamatkan dan diberkati!


April 16, 2019, 07:43:22 AM
Reply #1975
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23466
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://airhidupblog.blogspot.com/2019/

Tuesday, April 16, 2019
JANGAN BERNAZAR BILA MUDAH INGKAR
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 16 April 2019

Baca:  Ulangan 23:21-23

"Apa yang keluar dari bibirmu haruslah kaulakukan dengan setia, sebab dengan sukarela kaunazarkan kepada TUHAN, Allahmu, sesuatu yang kaukatakan dengan mulutmu sendiri."  Ulangan 23:23

Karena terdorong oleh luapan emosi sesaat atau karena terdesak suatu hal, ada banyak orang Kristen gampang sekali bernazar kepada Tuhan.  Bernazar bisa diartikan:  janji yang sungguh-sungguh kepada Tuhan untuk melakukan suatu hal.  Semisal:  "Jika aku sudah sembuh dari sakitku aku akan semakin melayani Tuhan.  Kalau bisnisku diberkati Tuhan aku akan sisihkan uangku untuk membantu pembangunan gereja, dan sebagainya."  Mereka berpikir dengan bernazar Tuhan pasti akan mengabulkan semua keinginannya.

     Firman Tuhan memperingatkan dengan keras agar kita tidak gampang untuk bernazar bila kita sendiri tidak bisa menepatinya alias ingkar,  "...sebab tentulah TUHAN, Allahmu, akan menuntutnya dari padamu, sehingga hal itu menjadi dosa bagimu."  (Ulangan 23:21).  Adalah  "Lebih baik engkau tidak bernazar dari pada bernazar tetapi tidak menepatinya. Janganlah mulutmu membawa engkau ke dalam dosa, dan janganlah berkata di hadapan utusan Allah bahwa engkau khilaf. Apakah perlu Allah menjadi murka atas ucapan-ucapanmu dan merusakkan pekerjaan tanganmu?"  (Pengkhotbah 5:4-5).  Pikirkan masak-masak sebelum berbicara!

     Ada pelajaran berharga dari Yefta tentang nazar.  Ketika hendak berperang melawan bani Amon bernazarlah Yefta di hadapan Tuhan:   "Jika Engkau sungguh-sungguh menyerahkan bani Amon itu ke dalam tanganku, maka apa yang keluar dari pintu rumahku untuk menemui aku, pada waktu aku kembali dengan selamat dari bani Amon, itu akanmenjadi kepunyaan TUHAN, dan aku akan mempersembahkannya sebagai korban bakaran."  (Hakim-Hakim 11:30-31).  Pikir Yefta yang akan keluar dari pintu rumahnya adalah hewan ternaknya, namun:  "Ketika Yefta pulang ke Mizpa ke rumahnya, tampaklah anaknya perempuan keluar menyongsong dia dengan memukul rebana serta menari-nari. Dialah anaknya yang tunggal; selain dari dia tidak ada anaknya laki-laki atau perempuan."  (Hakim-Hakim 11:34).  Dengan hati hancur berkeping-keping Yefta pun menepati nazarnya dengan mempersembahkan anak gadisnya itu kepada Tuhan.

Lebih baik tidak bernazar daripada tidak bisa menepati!


April 17, 2019, 09:48:31 AM
Reply #1976
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23466
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://airhidupblog.blogspot.com/2019/

Wednesday, April 17, 2019
JANGAN PERNAH MELUPAKAN TUHAN
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 17 April 2019

Baca:  Mazmur 50:1-23

"Perhatikanlah ini, hai kamu yang melupakan Allah; supaya jangan Aku menerkam, dan tidak ada yang melepaskan."  Mazmur  50:22

Bila kita baca ayat nas di atas secara sepintas, seolah-olah Tuhan itu sangat kejam, Ia akan menerkam setiap orang yang melupakan-Nya.  Tidaklah demikian!  Sebab Tuhan itu adil dalam segala tindakan-Nya.  Tuhan memang bersikap tegas terhadap siapa pun yang tidak mau taat, untuk menunjukkan keadilan-Nya, namun Ia akan memberikan pahala atau upah kepada setiap orang yang taat melakukan kehendak-Nya.

     Tuhan tak ingin manusia yang diciptakan-Nya itu menyalahgunakan segala kemurahan, kesabaran, kebaikan dan kasih setia-Nya.  Sebagai makhluk ciptaan-Nya manusia harus taat kepada Tuhan, Sang Pencipta.  Karena itu Tuhan pasti akan membuat perbedaan antara orang yang sungguh-sungguh mengasihi Dia dan orang yang melupakan Dia,  "Aku mengasihi orang yang mengasihi aku, dan orang yang tekun mencari aku akan mendapatkan daku. Kekayaan dan kehormatan ada padaku, juga harta yang tetap dan keadilan. Buahku lebih berharga dari pada emas, bahkan dari pada emas tua, hasilku lebih dari pada perak pilihan. Aku berjalan pada jalan kebenaran, di tengah-tengah jalan keadilan, supaya kuwariskan harta kepada yang mengasihi aku, dan kuisi penuh perbendaharaan mereka."  (Amsal 8:17-21).  Harta yang tetap yang Tuhan sediakan bagi orang yang mengasihi Dia adalah kehidupan kekal yang tiada pernah layu.

     Jangan sekali-kali kita meninggalkan Kristus dan melupakan Dia.  Melupakan Kristus dan meninggalkan Dia membuat kita akan kehilangan semua berkat-Nya, sebab Dia adalah  "...jalan dan kebenaran dan hidup."  (Yohanes 14:6a).  Ingatlah selalu bahwa Tuhan berlaku sangat adil dalam segala tindakan-Nya dan Ia tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan  (Galatia 6:7).  Berhati-hatilah!  Adalah celaka apabila seseorang melupakan Tuhan, apalagi sampai menolak Dia.  Perhatikan Firman Tuhan ini:  "Umat-Ku binasa karena tidak mengenal Allah; karena engkaulah yang menolak pengenalan itu maka Aku menolak engkau menjadi imam-Ku; dan karena engkau melupakan pengajaran Allahmu, maka Aku juga akan melupakan anak-anakmu."  (Hosea 4:6).

Yang mengasihi Tuhan pasti beroleh berkat-berkat-Nya, tapi yang melupakan Tuhan pasti akan menuai akibatnya!



April 18, 2019, 05:47:55 AM
Reply #1977
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23466
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://airhidupblog.blogspot.com/2019/

Thursday, April 18, 2019
MENJADI RUSAK KARENA PELANGGARAN
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 18 April 2019

Baca:  Kejadian 3:1-24

"Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian. Lalu ia mengambil dari buahnya dan dimakannya dan diberikannya juga kepada suaminya yang bersama-sama dengan dia, dan suaminyapun memakannya."  Kejadian 3:6

Alkitab menyatakan bahwa akibat manusia jatuh ke dalam dosa, setiap bagian dari diri manusia yaitu pikiran, kehendak, emosi dan tindakannya telah dirusak oleh dosa.  Dosa benar-benar telah memengaruhi seluruh keberadaan manusia, sehingga segala tindakan dan  "...kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata,"  (Kejadian 6:5).  Kejahatan manusia ini benar-benar memilukan hati Tuhan!

     Manusia tak menyadari bahwa ada yang luar biasa dari dosa yang telah diperbuatnya.  Di antaranya adalah:  1.  Manusia harus kehilangan persekutuan dengan Bapa di sorga.  Dosa benar-benar telah menjadi jurang pemisah yang dalam antara Bapa dan manusia, seperti ada tertulis:  "Sesungguhnya, tangan TUHAN tidak kurang panjang untuk menyelamatkan, dan pendengaran-Nya tidak kurang tajam untuk mendengar; tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu."  (Yesaya 59:1-2).  Karena pelanggarannya tersebut manusia harus terusir dari taman Eden.  "Ia menghalau manusia itu dan di sebelah timur taman Eden ditempatkan-Nyalah beberapa kerub dengan pedang yang bernyala-nyala dan menyambar-nyambar, untuk menjaga jalan ke pohon kehidupan."  (Kejadian 3:24).

     2.  Manusia dihantui oleh ketakutan.  Setelah menyadari bahwa telah melakukan pelanggaran, maka bersembunyilah manusia dari hadapan Tuhan karena dihantui oleh rasa takut.  "Ketika mereka mendengar bunyi langkah TUHAN Allah, yang berjalan-jalan dalam taman itu pada waktu hari sejuk, bersembunyilah manusia dan isterinya itu terhadap TUHAN Allah di antara pohon-pohonan dalam taman. Tetapi TUHAN Allah memanggil manusia itu dan berfirman kepadanya: 'Di manakah engkau?' Ia menjawab: 'Ketika aku mendengar, bahwa Engkau ada dalam taman ini, aku menjadi takut, karena aku telanjang; sebab itu aku bersembunyi.'"  (Kejadian 3:8-10).

Akibat dosa, manusia harus terpisah dari Tuhan dan hidup dalam ketakutan!


April 19, 2019, 07:05:55 AM
Reply #1978
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23466
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://airhidupblog.blogspot.com/2019/

Friday, April 19, 2019
KARENA DOSA MANUSIA: Kristus Harus Menderita
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 19 April 2019

Baca:  Yesaya 53:1-12

"Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh."  Yesaya 53:5

Dalam pengajaran-Nya Kristus menegaskan bahwa Ia harus menanggung penderitaan akibat dosa manusia.  Hal penderitaan Kristus ini telah dinubuatkan ribuan tahun sebelumnya melalui nabi Yesaya sebagaimana tertulis di pasal 53 ini.

     Firman Tuhan secara tegas menyatakan bahwa upah dosa adalah maut  (Roma 6:23).  Kata  'maut'  ini berbicara tentang kematian kekal, dan tak satu pun manusia di muka bumi ini yang bisa menebus dan menyelamatkan dirinya sendiri dari hukum maut, sekalipun ia telah berbuat amal atau melakukan perbuatan baik.  Karena dosa, manusia harus menanggung akibatnya yaitu menerima penghukuman kekal.  Namun, puji Tuhan, Bapa bukanlah Pribadi yang kejam, melainkan Pribadi yang penuh belas kasihan.  Meski demikian penderitaan dan kematian pada manusia harus terjadi karena manusia telah berbuat dosa.  Ini menunjukkan bahwa Bapa tetap konsisten dengan keputusan-Nya bahwa setiap ketidaktaatan pasti mendatangkan hukuman.  Namun karena kasih-Nya kepada manusia, Bapa rela membayar dosa dan pelanggaran manusia dengan menanggungkan hukuman maut tersebut kepada Anak-Nya, yaitu Kristus.

     Karena itulah Kristus harus datang ke dunia, menderita dan mati bagi umat manusia seperti tertulis:  "...Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang."  (Matius 20:28), dan  "...dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib."  (Filipi 2:8).  Nabi Yesaya pun menubuatkan tentang penderitaan yang harus Kristus alami demi menanggung dosa manusia  (Yesaya 53):  rupa-Nya bukan seperti manusia lagi, Ia tidak kelihatan tampan dan semarak pun tidak ada  (ayat 2), Ia dihina dan dihindari orang  (ayat 3), penuh kesengsaraan dan menderita kesakitan  (ayat 3), Ia tertikam karena pemberontakan kita dan diremukkan karena kejahatan kita  (ayat 5), Ia dianiaya seperti anak domba yang dibawa ke pembantaian  (ayat 7), Ia terputus dari negeri orang hidup  (ayat 8).

Karena dosa manusia, Kristus harus menanggung penderitaan di kayu salib!


April 20, 2019, 05:40:16 AM
Reply #1979
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23466
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://airhidupblog.blogspot.com/2019/

Saturday, April 20, 2019
KARENA DOSA MANUSIA: Kristus Menanggung Kutuk
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 20 April 2019

Baca:  Galatia 3:1-14

"Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: 'Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!'"  Galatia 3:13

Penyaliban merupakan salah satu bentuk hukuman yang terkejam dan terhina.  Esensi dari penyaliban bukanlah kematian itu, melainkan penderitaan panjang menjelang kematian.  Biasanya hukuman salib diperuntukkan bagi orang-orang yang melakukan kejahatan tingkat tinggi sehingga patut disebut sebagai orang yang terkutuk  (Ulangan 21:22-23).

     Tapi penyaliban Kristus di kayu salib bukan diakibatkan oleh kesalahan dan pelanggaran-Nya.  Kristus tidak punya dosa atau kesalahan sedikit pun, karena pada hakekatnya Dia adalah Tuhan.  Hal ini diakui oleh Pilatus:  "Kejahatan apa yang sebenarnya telah dilakukan orang ini? Tidak ada suatu kesalahanpun yang kudapati pada-Nya, yang setimpal dengan hukuman mati."  (Lukas 23:22).  Kristus menjadi berdosa karena kita,  "Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan..."  (2 Korintus 5:21).  Ketika Kristus disalibkan, semesta alam pun berduka:  mulai dari pukul dua belas kegelapan meliputi seluruh daerah itu sampai pukul tiga sore.  "Kira-kira jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring: 'Eli, Eli, lama sabakhtani?' Artinya: Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?"  (Matius 27:46).  Ini adalah ungkapan penderitaan dan kepedihan yang Kristus alami karena telah ditinggalkan oleh Bapa-Nya.

     Pada saat Kristus menyerahkan nyawa-Nya terjadilah peristiwa yang teramat dahsyat:  "...tabir Bait Suci terbelah dua dari atas sampai ke bawah dan terjadilah gempa bumi, dan bukit-bukit batu terbelah,"  (Matius 27:51).  Tabir Bait Suci terbelah menjadi dua adalah gambaran tentang kasih karunia dan anugerah dari Bapa yang mengalir kepada bangsa-bangsa melalui Kristus.  Hukuman sebagai akibat dosa telah ditanggungkan pada Kristus, Ia rela menjadi kutuk karena kita sehingga pengampunan dosa dapat dianugerahkan kepada setiap orang yang percaya kepada-Nya.  Bagaimana respons Saudara terhadap pengorbanan Kristus ini?

"...Kristus telah membuat ini, supaya di dalam Dia berkat Abraham sampai kepada bangsa-bangsa lain,"  Galatia 3:14



 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)