Author Topic: Renungan Harian Air Hidup  (Read 30830 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

January 23, 2013, 04:21:17 AM
Reply #20
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 4133
  • Yes 55:10-11
http://airhidupblog.blogspot.com/2013/
http://airhidupblog.blogspot.com/2013/01/aliran-sungai-tuhan-2.html

Quote
Wednesday, January 23, 2013
ALIRAN SUNGAI TUHAN (2)
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 23 Januari 2013 -

Baca:  Mazmur 65:1-14

"Engkau mengindahkan tanah itu, mengaruniainya kelimpahan, dan membuatnya sangat kaya. Batang air Allah penuh air; Engkau menyediakan gandum bagi mereka. Ya, demikianlah Engkau menyediakannya:"  Mazmur 65:10

Banyak orang Kristen yang belum sepenuhnya mau meninggalkan dosa-dosanya dan kakinya masih melangkah ke tempat-tempat yang 'gelap' dan 'tersembunyi'.  Namun Alkitab menasihati,  "Janganlah turut mengambil bagian dalam perbuatan-perbuatan kegelapan yang tidak berbuahkan apa-apa, tetapi sebaliknya telanjangilah perbuatan-perbuatan itu. Sebab menyebutkan sajapun apa yang dibuat oleh mereka di tempat-tempat yang tersembunyi telah memalukan."  (Efesus 5:11-12).

     Selanjutnya air mengalir setinggi lutut.  'Lutut' berbicara tentang kehidupan doa.  Doa adalah nafas hidup orang percaya!  Tanpa doa, kita akan menjadi orang Kristen yang mati rohani.  Sudahkah kita menjadikan doa ini sebagai gaya hidup?  Ataukah kita rajin berdoa hanya ketika sedang tertimpa masalah yang berat?  Tokoh-tokoh di dalam Alkitab adalah orang-orang yang berdoa, itulah sebabnya mereka mengalami penyertaan Tuhan.  Contohnya Daniel:  "Dalam kamar atasnya ada tingkap-tingkap yang terbuka ke arah Yerusalem; tiga kali sehari ia berlutut, berdoa serta memuji Allahnya, seperti yang biasa dilakukannya."  (Daniel 6:11b).  Tuhan Yesus adalah teladan utama dalam hal berdoa.  Selama pelayananNya di bumi Dia selalu menyediakan waktu berdoa kepada Bapa.

     Air mengalir setinggi pinggang:  berbicara tentang kehendak kita.  Seorang Kristen dewasa menyadari bahwa hidupnya bukan lagi miliknya sendiri, melainkan milik Kristus sepenuhnya;  menaklukkan kehendak sendiri kepada kehendak Kristus.  Rasul Paulus berkata,  "Aku telah disalibkan dengan Kristus;  namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku."  (Galatia 2:19b-20a).  Air yang meluap seperti sungai, sehingga tak terseberangi berbicara tentang kehidupan orang Kristen yang 'tinggal di dalam Tuhan dan Tuhan di dalam dia'  (baca  Yohanes 15:7), senantiasa berada dalam hadirat Tuhan sehingga mengalami penggenapan janji-janji Tuhan dalam hidupnya;  hidup menjadi berkat dan kesaksian bagi orang lain.

Hidup taat dan mengalir bersama ROH KUDUS adalah kunci menjadi orang Kristen yang berdampak!
www.sabda.net/
http://download.sabda.org/sabdanet/core/sabda_mini.exe

http://audio.sabda.org/download_tb_full

You deserve the glory
And the honor.
Lord
we, lift our hands in worship
As we lift your Holy name

For:
You are great
You do miracles so great
There is no one else like You
January 24, 2013, 04:55:31 AM
Reply #21
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 4133
  • Yes 55:10-11
http://airhidupblog.blogspot.com/2013/
http://airhidupblog.blogspot.com/2013/01/kasih-tanda-manusia-baru-1.html

Quote
Thursday, January 24, 2013
KASIH: Tanda Manusia Baru (1)
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 24 Januari 2013 -

Baca:  1 Yohanes 3:11-18

"Anak-anakku, marilah kita mengasihi bukan dengan perkataan atau dengan lidah, tetapi dengan perbuatan dan dalam kebenaran."  1 Yohanes 3:18

Sebagai makhluk sosial kita tidak dapat hidup sendiri, kita memerlukan orang lain.  Dan dalam hubungannya dengan orang lain inilah kasih diperlukan.  Berbicara tentang kasih berarti berbicara soal hati dan juga roh, karena kasih yang sempurna adalah kasih yang keluar dari hati yang terdalam oleh karena kuasa ROH KUDUS.  Kasih yang sempurna hanya bisa dilakukan oleh orang Kristen yang sudah mengalami lahir baru.  Allah telah memberikan teladan perihal kasih yang sempurna itu (kasih agape) yaitu dengan mengaruniakan PuteraNya yang tunggal bagi dunia, supaya setiap orang yang percaya kepadaNya tidak binasa, tetapi beroleh hidup yang kekal (baca  Yohanes 3:16).  Tuhan Yesus pun rela menyerahkan nyawaNya demi menebus dosa umat manusia.

     Tidak semua orang bisa mengasihi orang lain atau sesamanya secara sempurna.  Mengapa?  Karena kita memiliki pengertian yang salah tentang konsep mengasihi.  Seringkali kita berpikir bahwa kekuatan untuk mengasihi orang lain itu berasal dari dalam diri kita sendiri.  Itu salah!  Perhatikan ayat ini:  "Saudara-saudaraku yang kekasih, marilah kita saling mengasihi, sebab kasih itu berasal dari Allah; dan setiap orang yang mengasihi, lahir dari Allah dan mengenal Allah. Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih."  (1 Yohanes 4:7-8).  Kasih itu berasal dari Allah.  Jadi dalam hal mengasihi orang lain  hanya diperlukan kerelaan dan kemauan dari pihak kita, kemudian ROH KUDUS akan memampukan kita untuk mengasihi, terlebih-lebih mengasihi orang-orang yang membenci atau menyakiti kita.  Ada tertulis:  "Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban."  (2 Timotius 1:7).

     Kasih yang kita bahas hari ini tidak akan ada gunanya jika ternyata kasih itu tidak kita terapkan atau praktekkan di dalam kehidupan kita sehari-hari.

FirmanNya dengan tegas menuntut kita untuk mengasihi orang lain dengan perbuatan dan tindakan nyata, bukan dengan perkataan atau ucapan saja.

www.sabda.net/
http://download.sabda.org/sabdanet/core/sabda_mini.exe

http://audio.sabda.org/download_tb_full

You deserve the glory
And the honor.
Lord
we, lift our hands in worship
As we lift your Holy name

For:
You are great
You do miracles so great
There is no one else like You
January 25, 2013, 04:53:03 AM
Reply #22
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 4133
  • Yes 55:10-11
http://airhidupblog.blogspot.com/2013/
http://airhidupblog.blogspot.com/2013/01/kasih-tanda-manusia-baru-2.html

Quote
Friday, January 25, 2013
KASIH: Tanda Manusia Baru (2)
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 25 Januari 2013 -

Baca:  Lukas 6:27-36

"Dan jikalau kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah jasamu? Karena orang-orang berdosapun mengasihi juga orang-orang yang mengasihi mereka."  Lukas 6:32

Seringkali kita pilih-pilih dalam mengasihi orang lain.  Kita mengasihi dengan perhitungan untung-rugi.  Kita mengasihi orang yang mengasihi kita.  Kita mengasihi orang dengan melihat derajat atau kedudukan, latar belakang, kaya-miskin, asal usul.  Jika tidak, kita pun masih pikir-pikir untuk mengasihinya, namun  "...jikalau kamu berbuat baik kepada orang yang berbuat baik kepada kamu, apakah jasamu? Orang-orang berdosapun berbuat demikian."  (Lukas 6:33).  Kasih yang demikian adalah kasih yang memandang muka  (baca  Yakobus 2:1-4).  Alkitab menyatakan,  "...jikalau kamu memandang muka, kamu berbuat dosa, dan oleh hukum itu menjadi nyata, bahwa kamu melakukan pelanggaran."  (Yakobus 2:9).

     Sebagai orang Kristen kita harus mempraktekkan kasih ini secara sempurna.  Kasih yang sempurna tidak mudah berubah dan tidak bergantung pada situasi yang ada.  "Kasih tidak berkesudahan; nubuat akan berakhir;  bahasa roh akan berhenti; pengetahuan akan lenyap."  (1 Korintus 13:8).  Ini menunjukkan bahwa kasih itu kekal.  Kenyataaannya hati kita begitu gampang kecewa, marah, tersinggung, sakit hati ketika orang yang kita kasihi tidak membalas kita.  Namun kasih yang sempurna seharusnya disertai ketulusan  (tanpa pamrih), yaitu tidak mengharapkan imbalan apa pun dari orang yang kita kasihi.  Kasih juga selalu memberi, bukan menerima;  kasih itu mengalir keluar, bukan ke dalam.  Tertulis,  "Adalah lebih berbahagia memberi dari pada menerima."  (Kisah 20:35b).

     Mari kita mempraktekkan kasih itu di segala keadaan dan di mana pun kita berada sehingga kehidupan kita bisa menjadi dampak dan kesaksian yang baik bagi banyak orang, agar nama Tuhan dipermuliakan melalui hidup kita.  Kita bisa belajar dari kisah orang Samaria yang baik hati  (baca  Lukas 10:25-37).  Jadikan kasih sebagai gaya hidup kita setiap hari, sebab jika kita tidak punya kasih, kita tidak layak disebut sebagai pengikut Kristus  (baca  Yohanes 13:35).

"...selama masih ada kesempatan bagi kita, marilah kita berbuat baik kepada semua orang, tetapi terutama kepada kawan-kawan kita seiman."  Galatia 6:10
www.sabda.net/
http://download.sabda.org/sabdanet/core/sabda_mini.exe

http://audio.sabda.org/download_tb_full

You deserve the glory
And the honor.
Lord
we, lift our hands in worship
As we lift your Holy name

For:
You are great
You do miracles so great
There is no one else like You
January 26, 2013, 04:26:17 AM
Reply #23
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 4133
  • Yes 55:10-11
http://airhidupblog.blogspot.com/2013/
http://airhidupblog.blogspot.com/2013/01/tuhan-menyediakan-mahkota.html

Quote
Saturday, January 26, 2013
TUHAN MENYEDIAKAN MAHKOTA
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 26 Januari 2013 -

Baca:  Wahyu 3:7-13

"Aku datang segera. Peganglah apa yang ada padamu, supaya tidak seorangpun mengambil mahkotamu."  Wahyu 3:11

Tak seorang pun atlet yang menginginkan sebuah kemenangan.  Karena itu mereka berlatih dengan keras setiap hari tanpa kenal lelah demi satu tujuan yaitu menjadi juara.  Mereka tidak ingin hanya menjadi atlet yang biasa-biasa saja atau mediocre.  Meraih medali atau piala adalah sasaran utamanya!

     Begitu juga dalam perjalanan Kekristenan ini, setiap kita adalah atlet-atlet yang sedang berjuang dalam sebuah 'kejuaraan iman'.  Berjuang berarti berusaha dengan penuh semangat dan tekad yang tinggi, karena dalam  "kamus"  atlet tidak ada istilah bermalas-malasan atau ogah-ogahan saat berlatih atau bertanding.  Sebagai  'atlet rohani', rasul Paulus pun bertekad,  "...ku tidak berlari tanpa tujuan dan aku bukan petinju yang sembarangan saja memukul. Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya, supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak."  (1 Korintus 9:26-27).  Mengapa demikian?  Karena ia percaya ada mahkota yang disediakan Tuhan bagi setiap orang yang mampu menyelesaikan perlombaan dengan baik sampai garis akhir.

     Setiap kemenangan pasti menghasilkan medali, piala atau mahkota.  Alkitab dengan jelas menyatakan ada mahkota-mahkota yang disediakan Tuhan bagi orang percaya, di antaranya:  mahkota abadi  (baca  1 Korintus 9:25), mahkota kemegahan  (baca  1 Tesalonika 2:19), mahkota kehidupan  (baca Yakobus 1:12), mahkota kebenaran  (baca 2 Timotius 4:8), dan juga mahkota kemuliaan  (baca  1 Petrus 5:4).  Ini adalah bukti betapa Tuhan sangat menghargai dan memperhatikan setiap orang percaya yang bekerja bagi Kerajaan Allah.  Oleh karena itu  "...berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia."  (1 Korintus 15:58).  Ayat nas di atas menasihatkan agar kita terus berjuang untuk mempertahankan iman dan keselamatan yang telah kita terima.  Jangan sampai kita menyerah di tengah jalan, melainkan berlarilah sedemikian rupa sampai menuju finis  (garis akhir).  Ingat, mempertahankan lebih berat daripada meraih!

Jadi,  "...tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar,"  (Filipi 2:12)  dan layanilah Tuhan sampai akhir hidup kita!
www.sabda.net/
http://download.sabda.org/sabdanet/core/sabda_mini.exe

http://audio.sabda.org/download_tb_full

You deserve the glory
And the honor.
Lord
we, lift our hands in worship
As we lift your Holy name

For:
You are great
You do miracles so great
There is no one else like You
January 27, 2013, 04:27:33 AM
Reply #24
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 4133
  • Yes 55:10-11
http://airhidupblog.blogspot.com/2013/
http://airhidupblog.blogspot.com/2013/01/tidak-melanggar-perjanjian.html

Quote
Sunday, January 27, 2013
TIDAK MELANGGAR PERJANJIAN
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 27 Januari 2013 -

Baca:  Ibrani 9:11-28

"Karena itu Ia adalah Pengantara dari suatu perjanjian yang baru, supaya mereka yang telah terpanggil dapat menerima bagian kekal yang dijanjikan, sebab Ia telah mati untuk menebus pelanggaran-pelanggaran yang telah dilakukan selama perjanjian yang pertama."  Ibrani 9:15

Perjanjian adalah kesepakan dua pihak.  Perjanjian haruslah saling menguntungkan, tidak ada pihak yang dirugikan.  Bila ada yang melanggar perjanjian akan ada sanksinya.

     Sebagai orang percaya, kita ini adalah anak-anak perjanjian Tuhan atau umat yang hidup di dalam perjanjiannya.  Bahkan perjanjianNya diteguhkan dengan darah Kristus.  "Sebab, jika darah domba jantan dan darah lembu jantan dan percikan abu lembu muda menguduskan mereka yang najis, sehingga mereka disucikan secara lahiriah, betapa lebihnya darah Kristus, yang oleh Roh yang kekal telah mempersembahkan diri-Nya sendiri kepada Allah sebagai persembahan yang tak bercacat, akan menyucikan hati nurani kita dari perbuatan-perbuatan yang sia-sia, supaya kita dapat beribadah kepada Allah yang hidup."  (Ibrani 13-14).  Namun masih banyak orang Kristen yang dengan sengaja meremehkan dan mengabaikan 'perjanjian' ini sehingga mereka tetap saja menjalani hidup dengan sembrono.  Ibadah ya ibadah, tapi tidak membawa dampak apa-apa bagi dirinya karena ibadah yang dilakukan hanya sebatas aktivitas jasmani saja.  Tak jauh beda dengan kehidupan bangsa Israel, mereka berkali-kali diingatkan tentang Firman Tuhan, tapi mereka tetap saja hidup dalam ketidaktaatan, padahal ketika Musa diutus Tuhan untuk mengingatkan tentang perjanjianNya ini bangsa Israel menjawab dengan serempak,  "Segala Firman Tuhan akan kami lakukan dan akan kami dengarkan."  (Keluaran 24:7), namun  "...mereka tidak setia kepada perjanjian-Ku, dan Aku menolak mereka,"  (Ibrani 8:9b).

     Seringkali Alkitab hanya kita jadikan pajangan di dalam lemari.  Hari ini kita diingatkan Tuhan akan perjanjian itu!  Betapa Ia sangat mengasihi kita sehingga nyawaNya pun rela Dia korbankan.  Dan olehNya kita diselamatkan dan menikmati berkat-berkat surgawi.  Karena itu kita harus hidup di dalam ketaatan, memiliki hubungan yang karib dengan Dia sehingga apa yang dijanjikanNya digenapi dalam hidup kita.

Pegang janji Tuhan dan jadilah pelaku firman, itulah yang dikehendakiNya!
www.sabda.net/
http://download.sabda.org/sabdanet/core/sabda_mini.exe

http://audio.sabda.org/download_tb_full

You deserve the glory
And the honor.
Lord
we, lift our hands in worship
As we lift your Holy name

For:
You are great
You do miracles so great
There is no one else like You
January 28, 2013, 04:48:31 AM
Reply #25
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 4133
  • Yes 55:10-11
http://airhidupblog.blogspot.com/2013/
http://airhidupblog.blogspot.com/2013/01/mengerti-isi-hati-tuhan.html

Quote
Monday, January 28, 2013
MENGERTI ISI HATI TUHAN
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 28 Januari 2013 -

Baca:  Mazmur 119:89-112

"Betapa kucintai Taurat-Mu! Aku merenungkannya sepanjang hari."  Mazmur 119:97

Siapa yang tahu isi hati kita?  Tak seorang pun kecuali Tuhan dan diri kita sendiri.  Atau, orang lain akan tahu isi hati kita jika kia mau terbuka dan mengungkapkannya dengan jujur.  Sungguh, dalamnya lautan dapat diduga, tetapi dalamnya hati tiada yang tahu.  Manusia seringkali merahasiakan isi hatinya, berlaku pura-pura atau mengenakan 'topeng' di hadapan sesamanya.  Itulah sebabnya Tuhan menegur keras ahli Taurat dan orang-orang Saduki,  "...hai kamu orang-orang munafik, sebab kamu sama seperti kuburan yang dilabur putih, yang sebelah luarnya memang bersih tampaknya, tetapi yang sebelah dalamnya penuh tulang belulang dan pelbagai jenis kotoran."  (Matius 23:27).

     Manusia seringkali merahasiakan isi hatinya terhadap sesamanya tapi berbeda dengan Tuhan, yang walaupun adalah Pribadi Mahakudus, tidak menutup diri terhadap manusia.  Isi hati Tuhan diungkap melalui kebenaran firmanNya.  Jadi Firman Tuhan  (Injil)  adalah isi hati Tuhan sendiri.  Tuhan membuka dan mengungkapkan isi hatiNya supaya manusia percaya dan tidak mengalami kebinasaan, melainkan beroleh kehidupan yang kekal.  Sayang, tidak semua orang mengerti isi hati Tuhan ini, mereka menolak Injil dan memilih hidup dalam ketidaktaatan.  Menyadari akan hal ini, Daud begitu menyukai Firman Tuhan sehingga dapat berkata,  "Sekiranya Taurat-Mu tidak menjadi kegemaranku, maka aku telah binasa dalam sengsaraku. Untuk selama-lamanya aku tidak melupakan titah-titah-Mu, sebab dengan itu Engkau menghidupkan aku. Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku."  (Mazmur 119:92, 93, 105).  Terhadap orang yang karib denganNya akan diberitahukan perjanjianNya kepada mereka  (baca  Mazmur 25:14).

     Jadi langkah awal untuk mengerti isi hati Tuhan adalah membangun hubungan yang karib denganNya.  Bagaimana dapat mengerti isi hatiNya jika kita tidak bergaul denganNya setiap saat?  Tuhan Yesus berkata,  "Tingallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu."  (Yohanes 15:4a).  Tinggal di dalam Tuhan berarti hidup di dalam firmanNya:  mengerti isi hatiNya dan melakukannya.  Berkat disediakan Tuhan bagi orang-orang yang senantiasa tinggal di dalam Dia.

"...mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya."  Yohanes 15:7 
www.sabda.net/
http://download.sabda.org/sabdanet/core/sabda_mini.exe

http://audio.sabda.org/download_tb_full

You deserve the glory
And the honor.
Lord
we, lift our hands in worship
As we lift your Holy name

For:
You are great
You do miracles so great
There is no one else like You
January 29, 2013, 04:43:12 AM
Reply #26
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 4133
  • Yes 55:10-11
http://airhidupblog.blogspot.com/2013/
http://airhidupblog.blogspot.com/2013/01/sudahkah-kita-berbuah-1.html

Quote
Tuesday, January 29, 2013
SUDAHKAH KITA BERBUAH? (1)
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 29 Januari 2013 -

Baca:  Lukas 6:43-45

"Sebab setiap pohon dikenal pada buahnya."  Lukas 6:44

Ketika kita menanam biji buah-buahan, apa yang kita harapkan?  Tentunya kita berharap suatu saat nanti biji itu akan bertumbuh dan akhirnya akan menghasilkan buah.  Namun jika setelah menunggu sekian lama ternyata pohon-pohon itu hanya lebat daunnya tetapi tidak ada buahnya sama sekali, padahal kita sudah berjerih lelah untuk merawat, mengairi dan memberinya pupuk setiap hari dalam kurun waktu yang tidak singkat, tentunya akan membuat kita dongkol dan kecewa.  Ini seperti perumpamaan tentang pohon ara yang disampaikan Tuhan Yesus:  "Sudah tiga tahun aku datang mencari buah pada pohon ara ini dan aku tidak menemukannya. Tebanglah pohon ini! Untuk apa ia hidup di tanah ini dengan percuma!"  (Lukas 13:7).  Pohon yang tidak berbuah pasti akan mengecewakan pemiliknya.

     Begitu juga dengan kehidupan orang Kristen yang tidak berbuah, Tuhan Yesus pun berkata,  "Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya,"  (Yohanes 15:2).  Ada yang sudah bertahun-tahun menjadi Kristen tapi karakter hidupnya tetap saja tidak berubah, tidak bertumbuh, kerdil alias kanak-kanan rohani:  "Sebab sekalipun kamu, ditinjau dari sudut waktu, sudah seharusnya menjadi pengajar, kamu masih perlu lagi diajarkan asas-asas pokok dari penyataan Allah, dan kamu masih memerlukan susu, bukan makanan keras."  (Ibrani 5:12).  Bukankah ini sama seperti benih yang jatuh di pinggir jalan, lalu benih itu dimakan burung;  atau benih yang jatuh di tanah yang berbatu-batu sehingga tidak bisa berakar, tumbuh sebentar dan akhirnya kering (mati);  atau juga benih yang jatuh di tengah semak duri, lalu terhimpit semak duri itu sendiri dan akhirnya mati.  Benih itu berbicara tentang Firman Tuhan.  Kita banyak mendengar firman, baik itu melalui khotbah para hamba Tuhan atau membaca renungan, tapi firman itu rasa-rasanya berlalu begitu saja.  Apalagi kalau firman yang disampaikan itu keras, kita langsung tersinggung dan marah terhadap si hamba Tuhan itu.

     Alkitab menegaskan bahwa untuk menghasilkan buah, ranting-ranting harus dibersihkan.  Proses pembersihan inilah yang disebut pembentukan, baik itu melalui teguran, hajaran dan sebagainya dengan tujuan untuk mendisiplinkan kita, bukan maksud menyakiti, tapi demi kebaikan kita juga.  (Bersambung)
www.sabda.net/
http://download.sabda.org/sabdanet/core/sabda_mini.exe

http://audio.sabda.org/download_tb_full

You deserve the glory
And the honor.
Lord
we, lift our hands in worship
As we lift your Holy name

For:
You are great
You do miracles so great
There is no one else like You
January 30, 2013, 05:09:10 AM
Reply #27
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 4133
  • Yes 55:10-11
http://airhidupblog.blogspot.com/2013/
http://airhidupblog.blogspot.com/2013/01/sudahkah-kita-berbuah-2.html

Quote
Wednesday, January 30, 2013
SUDAHKAH KITA BERBUAH? (2)
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 30 Januari 2013 -

Baca:  Yohanes 15:1-8

"Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku."  Yohanes 15:8

Hidup yang berbuah adalah kehendak Tuhan bagi orang percaya.  Itu sebagai tanda bahwa kita ini adalah murid-muridNya.  "...hasilkanlah buah yang sesuai dengan pertobatan."  (Matius 3:8).  Bagaimana caranya supaya kita bisa berbuah?  "Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku."  (Yohanes 15:4).  Untuk menegaskan hal ini, kata tinggal ditulis sampai sepuluh kali dalam sepuluh ayat pertama dari Yohanes pasal 15 ini. 

     Tinggal di dalam Tuhan berarti taat melakukan firmanNya.  Ketaatan kita melakukan Firman Tuhan itu adalah buah-buah Roh.  Inilah yang dinilai dunia!  Orang Kristen yang berbuah adalah yang hidupnya jadi kesaksian yang baik bagi orang-orang di luar Tuhan.  Kepada jemaat di Filipi, rasul Paulus berpesan  "supaya kamu tiada beraib dan tiada bernoda, sebagai anak-anak Allah yang tidak bercela di tengah-tengah angkatan yang bengkok hatinya dan yang sesat ini, sehingga kamu bercahaya di antara mereka seperti bintang-bintang di dunia,"  (Filipi 2:15).  Inilah tugas yang harus kita emban sebagai orang Kristen, yaitu memiliki kehidupan yang bercahaya di tengah dunia yang penuh kegelapan ini.

     Orang Kristen yang berbuah adalah juga orang Kristen yang melayani Tuhan sesuai dengan talenta dan karunia yang diberikan Tuhan kepadaNya.  Pengorbanan yang kita berikan kepada Tuhan  (waktu, tenaga, pikiran, materi) adalah buah-buah yang dapat memperlebar Kerajaan Allah di muka bumi ini.  Tapi banyak orang Kristen yang  'mikir-mikir'  jika dihimbau untuk terlibat pelayanan, karena melayani Tuhan berarti harus berkorban dan memberi, itu yang mereka hindari.  Atau mau melayani Tuhan tapi terselip motivasi yang salah.  "...Allah bukan tidak adil, sehingga Ia lupa akan pekerjaanmu dan kasihmu yang kamu tunjukkan terhadap nama-Nya oleh pelayanan kamu kepada orang-orang kudus, yang masih kamu lakukan sampai sekarang."  (Ibrani 6:10).

Jerih lelah kita untuk melayani Tuhan, apa pun bentuknya, tidak akan pernah sia-sia!
www.sabda.net/
http://download.sabda.org/sabdanet/core/sabda_mini.exe

http://audio.sabda.org/download_tb_full

You deserve the glory
And the honor.
Lord
we, lift our hands in worship
As we lift your Holy name

For:
You are great
You do miracles so great
There is no one else like You
January 31, 2013, 05:59:40 AM
Reply #28
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 4133
  • Yes 55:10-11
http://airhidupblog.blogspot.com/2013/
http://airhidupblog.blogspot.com/2013/01/masalah-masalah-dan-masalah.html

Quote
Thursday, January 31, 2013
MASALAH, MASALAH DAN MASALAH
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 31 Januari 2013 -

Baca:  Mazmur 22:1-32

"Sebab Ia tidak memandang hina ataupun merasa jijik kesengsaraan orang yang tertindas, dan Ia tidak menyembunyikan wajah-Nya kepada orang itu, dan Ia mendengar ketika orang itu berteriak minta tolong kepada-Nya."  Mazmur 22:25

Selama kaki kita masih menginjak bumi, kehidupan kita tidak akan pernah luput dari masalah atau pergumulan hidup.  Setiap manusia tanpa terkecuali pasti menghadapi masalah, sebab masalah dapat menyerang siapa saja.  Begitu juga dalam perjalanan Kekristenan kita, Tuhan tidak pernah berjanji bahwa setelah mengikut Dia kita akan terbebas dari masalah.  Tertulis:  "Kemalangan orang benar banyak, tetapi Tuhan melepaskan dia dari semuanya itu;"  (Mazmur 34:20).  Tuhan berjanji bahwa di dalam Dia selalu ada pertolongan dan jalan keluar.  Melalui kuasa Roh KudusNya Tuhan akan menopang, menguatkan dan menyertai kita.

     Seringkali ketika sedang dalam masalah dan kesesakan banyak dari kita yang mudah tersulut emosinya, kecewa dan bersungut-sungut;  apalagi jika doa kita belum beroleh jawaban dari Tuhan, kita langsung berkata seperti di Alkitab,  "Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan aku? Aku berseru, tetapi Engkau tetap jauh dan tidak menolong aku. Allahku, aku berseru-seru pada waktu siang, tetapi Engkau tidak menjawab, dan pada waktu malam, tetapi tidak juga aku tenang."  (Mazmur 22:2-3).  Keluh kesah adalah hal yang manusiawi, tapi kalau hal itu kita lakukan terus-menerus setiap kali menghadapi masalah, hal itu akan menjadi penghambat iman kita dan menjadi penghalang bagi kita untuk mengalami mujizat dari Tuhan.  Justru saat dalam masalah inilah kesempatan bagi kita untuk mengaplikasikan iman kita sehingga iman kita benar-benar hidup.  Karena itu kita harus bisa menguasai diri, jangan sampai kita dikalahkan oleh situasi yang ada.  Ada tertulis:  "Orang yang sabar melebihi seorang pahlawan, orang yang menguasai dirinya, melebihi orang yang merebut kota."  (Amsal 16:32).  Penguasaan diri dan ketenangan adalah cara menghadapi masalah, kita disebut sebagai orang yang melebihi pahlawan.

     Serahkan setiap permasalahan hidup ini kepada Tuhan, cepat atau lambat pertolonganNya pasti dinyatakan.

"...dalam tinggal tenang dan percaya terletak kekuatanmu."  Yesaya 30:15
www.sabda.net/
http://download.sabda.org/sabdanet/core/sabda_mini.exe

http://audio.sabda.org/download_tb_full

You deserve the glory
And the honor.
Lord
we, lift our hands in worship
As we lift your Holy name

For:
You are great
You do miracles so great
There is no one else like You
February 01, 2013, 06:01:59 AM
Reply #29
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 4133
  • Yes 55:10-11
http://airhidupblog.blogspot.com/2013/
http://airhidupblog.blogspot.com/2013/02/daud-rencana-tuhan-pasti-terlaksana.html

Quote
Friday, February 1, 2013
DAUD: Rencana Tuhan Pasti Terlaksana
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 1 Februari 2013 -

Baca:  2 Samuel 5:1-10

"Di Hebron ia memerintah atas Yehuda tujuh tahun enam bulan, dan di Yerusalem ia memerintah tiga puluh tiga tahun atas seluruh Israel dan Yehuda."  2 Samuel 5:5

Setiap manusia pasti memiliki rencana dalam hidupnya, tapi tidak semuanya akan terlaksana atau terwujud sebab Tuhanlah yang menentukan.  Tertulis:  "Banyaklah rancangan di hati manusia, tetapi keputusan Tuhanlah yang terlaksana."  (Amsal 19:21).  Kita harus selalu ingat bahwa hidup dan mati kita sangat bergantung sepenuhnya kepada Tuhan.  Jadi tidak ada alasan bagi kita untuk menjadi sombong atau memegahkan diri.  "Janganlah memuji diri karena esok hari, karena engkau tidak tahu apa yang akan terjadi hari itu."  (Amsal 27:1).  Namun bila Tuhan yang memiliki rencana, kehendak atau keputusan, semuanya pasti akan terlaksana dan tergenapi, sebab  "...Engkau sanggup melakukan segala sesuatu, dan tidak ada rencana-Mu yang gagal."  (Ayub 42:2).

     Begitu juga ketika Tuhan memiliki rencana untuk memilih, mengangkat dan meninggikan seseorang, cepat atau lambat semuanya pasti akan menjadi kenyataan.  Sungguh, peninggian itu datangnya dari Tuhan,  "...bukan dari timur atau dari barat dan bukan dari padang gurun datangnya peninggian itu, tetapi Allah adalah Hakim: direndahkan-Nya yang satu dan ditinggikan-Nya yang lain."  (Mazmur 75:7-8).  Daud adalah contoh orang yang beroleh peninggian dari Tuhan.  Meski di hadapan manusia Daud sama sekali tidak diperhitungkan, bahkan dipandang sebelah mata oleh ayahnya dan juga saudara-saudaranya sendiri, tapi Daud begitu istimewa di pemandangan Tuhan.  Jika manusia menilai sesamanya dengan apa yang terlihat oleh kasat mata, baik itu fisik, rupa, jabatan atau harta kekayaannya, maka  "...Tuhan melihat hati."  (1 Samuel 16:7).

     Jadi tidak ada perkara yang kebetulan jika Daud dipilih Tuhan.  Meski sangat muda dan belum berpengalaman, Daud memiliki hidup yang berkenan kepada Tuhan karena ia memiliki hati yang murni, taat, mengasihi Tuhan dan senantiasa mengandalkan Tuhan di segala perkara.  Itulah sebabnya Tuhan sendiri berkata,  "Aku telah mendapat Daud bin Isai, seorang yang berkenan di hati-Ku dan yang melakukan segala kehendak-Ku."  (Kisah 13:22b).

Memiliki hidup yang berkenan kepada Tuhan adalah langkah awal bagi seseorang untuk masuk dalam rencanaNya.
www.sabda.net/
http://download.sabda.org/sabdanet/core/sabda_mini.exe

http://audio.sabda.org/download_tb_full

You deserve the glory
And the honor.
Lord
we, lift our hands in worship
As we lift your Holy name

For:
You are great
You do miracles so great
There is no one else like You
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)